Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.033 karya publik ditemukan.

2026: 562025: 942024: 1222023: 1582022: 1932021: 2662020: 352018: 372017: 70

PAPAN LEWU DALAM RITUAL TIWAH DI KAPUAS TENGAH DIKAJI DARI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Krisjon Agustin Darma. 2024, Papan Lewu Dalam Ritual Tiwah di Kapuas Tengah Dikaji Dari Nila-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Papan Lewu di Kapuas Tengah merupakan sarana yang digunakan pada saat Ritual Tiwah, adapun yang terkandung didalamnya yaitu berbagai lukisan yang bermakna seperti Banama Ruhung yang merupakan sebuah gambaran sarana transportasi yang digunakan oleh Sangiang Duhung Mama Tandang serta ada juga gambaran lewu bukit uju hatuntung yang merupakan simbol tempat menghantarkan Liau Haring Kaharingan menuju Lewu Tatau. Lukisan tersebut merupakan persembaham suci yang tulus ikhlas dari Tarantang Nule kepada liau haring kaharingan yang kemudian akan dibawa menuju LewuTtatau. Masyarakat Kapuas Tengah perlu mengetahui lebih dalam bahwa Papan Lewu adalah suatu sarana penting yang digunakan dalamn Ritual Tiwah. Keberadaan Papan Lewu dalam Ritual Tiwah memiliki nilai dan makna yang diyakini dan dipertahankan keberadaannya sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1). Bagaimana bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? 2). Bagaimana kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. 2). Untuk mengetahui kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika, dan Teori Simbol. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui Purposive Sampling. Hasil Penelitian ini adalah; 1). Ritual Tiwah sangat erat kaitannya dengan Papan Lewu, yang merupakan sarana wajib dalam pelaksanaan ritual ini di Kecamatan Kapuas Tengah. Papan Lewu menjadi elemen penting dalam upacara, menandakan bahwa ritual ini tidak hanya memerlukan persiapan dan waktu tetapi juga peralatan khusus yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan Ritual. Ritual Tiwah dalam masyarakat Kapuas Tengah adalah upacara yang sangat signifikan dan kompleks, baik dari segi persiapan, makna spiritual, maupun penggunaan peralatan ritual seperti Papan Lewu. 2). Ritual Tiwah dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Hurung Pukung adalah sebuah upacara yang menggabungkan kewajiban sosial, pengabdian spiritual, dan penghormatan kepada Tuhan dalam satu kesatuan yang utuh, menggambarkan kedalaman makna dan peranannya dalam kehidupan masyarakat tersebut.

nilai pendidikan hindu dalam upacara mopas lowu pada masyarakat hindu kaharingan di desa tumbang naan kecamatan seribu riam kabupaten murung raya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Jumriadi. 2024, Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Mopas Lowu Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam KabupatenMurung Raya skripsi program studi Hindu Pendidikan Agama hindu fakultas dharma acarya institute agama Hindu NegriTamping Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pemimbing I : Dr. Derson, S.Ag., M.Ag., Pemimbing II : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.Ag. Penelitian dalam Skriipsi ini mengkaji tentang Nilai Pendidikan Hindu dalam Upacara Mopas Lowu pada: masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya. Upacara Mopas Lowu Di Desa Tumbang Naan masih dilaksanakan sesuai dengan ajaran yang diwariskan oleh nenek moyang dahulu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata cara upacara mopas lowu fungsi serta maknanya bagi kehidupan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data (data collection), reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mopas lowu adalah salah satu implementasi ajaran Hindu kaharingan dalam mewujudkan rasa hormat, dan terima kasih kepada Tuhan (Ranying Hatalla Langit) karena telah menjaga alam dan kampung dari marabahaya. Mopas lowu dilakukan karena adanya suatu peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan pembunuhan, ancaman keselamatan, atau kejadian di timpa musibah penyakit yang menimpa seluruh penduduk atau kota. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan alam dan lingkungan hidup (petak danum) beserta segala isinya dari berbagai bahaya dan celaka agar diberikan keberuntungan, keselamatan, umur yang panjang, rejeki yang melimpah serta ketentraman lahir batin kepada seluruh penduduk kampung atau kota

Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya, yang terdiri dari 32 orang siswa.Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Berdasarkan fakta dilapangan peneliti menemukan beberapa masalah seperti guru masih banyak menggunakan metode pembelajaran konvensional berupa ceramah dan latihan soal, aktivitas belajar siswa cenderung pasif, kurang berpartisipasi dalam diskusi, dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar Matematika. Hal ini menyebabkan Motivasi belajar siswa menurun, dan mereka menganggap Matematika membosankan dan sulit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui problem based learning pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah dengan menggunakan observasi, kuisioner, dokumentasi.instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah meliputi lembar observasi guru, lembar observasi siswa, serta kuisioner aktivitas siswa. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti, menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada hasil belajar siswa, aktivitas guru dan aktivitas siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai pratindakan untuk hasil belajar siswa yaitu sebesar 18,75%, dengan jumlah 6 siswa yang tuntas dan 26 orang siswa tidak tuntas. naik menjadi 53% dengan jumlah 17 siswa yang tuntas dan 15 orang siswa tidak tuntas pada siklus 1 Dan mengalami peningkatan yang signifikan setelah pada siklus II yaitu mencapai nilai ketuntasan 87,50% dengan jumlah 28 siswa yang tuntas dan 4 orang siswa tidak tuntas. Dan selanjutnya pada aktivitas guru juga terdapat peningkatan yang pada awalnya pada siklus I memperoleh nilai 3,5 kemudian meningkat pada siklus II memperoleh nilai 4. Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh nilai 3,4 dan kemudian meningkat pada siklus II menjadi 4. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa dikelas. model problem-based learning tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model ini memungkinkan siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Manajemen Mutu Pembelajaran terhadap Guru Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ni Kadek Shinta Charisma 2024. “Manajemen Mutu Pembelajaran Terhadap Guru Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Palangka Raya”. Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Pembimbing II : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP., M.Si Manajemen Mutu pembelajaran yang baik tergantung pada proses belajar mengajarnya, karena dalam dunia pendidikan yang selalu terkait dengan komponen sistem pendidikan khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga aspek permasalahan, yaitu 1. Bagaimana Pelaksanaan Manajemen Mutu Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?; 2. Bagaimana Implikasi Manajemen Mutu pembelajaran guru pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?; 3. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat Manajemen Mutu pembelajaran guru pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen Pendidikan dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama manajemen peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni manajemen peningkatan mutu, dan peningkatan mutu pendidikan. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada manajemen peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya. Pelaksanaan manajemen peningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya, mengacu pada tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; Kedua, Faktor pendukung dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya adalah sumber daya manusia, lingkungan sekolah, tujuan / visi SMA Negeri 1 Palangka Raya, peran serta masyarakat dan lembaga lain. Sedangkan faktor penghabatnya adalah faktor ruang kelas. Kami membutuhkan ruangan kelas untuk dapat fokus dalam melaksanakan kegiatan praktek-praktek kegiatan ekstrakulikuler; dan ketiga, implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan pembelajaran di SMA Negeri 1 Palangka Raya, fokus pada tiga implikasi yaitu Implikasi Pendidikan, Pembelajaran, dan Pengajaran Agama Hindu, Implikasi Prinsip Pembelajaran Guru Agama Hindu, dan Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Agama Hindu. Tiga implikasi tersebut, mengerucut pada dua tindakan implikasi yaitu implikasi prinsip pembelajaran dan implikasi Teori Pembelajaran yang terfokus pada peran guru Agama Hindu untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.

PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL NILAI SISWA DI SDN 9 PALANGKA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Elga Meyana, 2024 Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas II Di SDN 9 Palangka, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa di SDN 9 Palangka. Di SDN 9 Palangka, ditemukan bahwa keterbatasan fasilitas dan kurangnya daya tarik dalam lingkungan belajar sering menghambat minat belajar siswa. Meskipun proses pembelajaran telah mengikuti pedoman metode lingkungan belajar, siswa masih menghadapi kesulitan dalam memaksimalkan hasil belajar mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, yang memfasilitasi analisis data yang lebih mendalam mengenai hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memperoleh nilai dalam uji t 19,02 dan uji linear sederhana 0,06. Namun, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa, yang menandakan perlunya evaluasi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Evaluasi ini bertujuan untuk memahami kendala yang ada dalam metode lingkungan belajar dan meningkatkan efektivitasnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 0,06 siswa mencapai kategori sedang dengan nilai antara 99,94 siswa mencapai kategori sangat tinggi. Penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan menyediakan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal. Kata Kunci: lingkungan belajar, hasil belajar,siswa kelas II.

Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V di SDN Percobaan Palangka Raya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tomi Legah. 2024. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., Putu Wisnu Saputra, M,Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Di SDN Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fakta di lapangan, guru sudah menerapkan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang cenderung memusatkan kegiatan pembelajaran pada masalah dilingkungan nyata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif survei dengan menyebarkan angket motivasi. Penelitian ini menggnakan satu kelas yaitu kelas V C sebagai objek dengan responden penelitian sebanyak 31 siswa. Populasi dan sampel mencakup seluruh siswa kelas V di SDN Percobaan Palangka Raya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa pertanyaan berbentuk angket atau kuesioner. Data yang dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi . Hasil dari analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa dilihat dari hasil nilai belajar yang telah diperoleh dari guru wali kelas V C. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi, diperoleh nilai skor tertinggi sebesar (19%), sedang (48%) dan yang rendah sebesar 33%. Dengan dmikian Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Di SDN Percobaan Palangka Raya.

PERANAN PENYULUH AGAMA HINDU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN AJARAN TRI HITA KARANA DI DESA BASARANG JAYA: PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEAGAMAAN HINDU NONFORMAL

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Swastike, Made. 2024. Peranan Penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan Tri Hita Karana Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas: Perspektif Pendidikan Nonformal. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Ni Nyoman Sumarni, S.Ag.,M,Si ​Skripsi ini mengkaji tentang Peranan penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana: Perpektiv Pendidikan Keagamaan Hindu Nonformal Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas. Penyuluh agama Hindu merupakan seseorang yang yang memiliki keahlian dan juga tugas dalam membimbing masyarakat pada bidang agama Hindu. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai seberapa pentingnya ajaran Tri Hita Karana sehingga menyebabkan kurangnya pengimplementasian Tri Hita Karana. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. 2) Bagaimana kendala penyuluh dalam mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana pada masyarakat di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas ?. 3) Bagaimana upaya Penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori aksi, teori kendala, teori harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara perpusive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penenelitian rumusan masalah pertama yamg dikaji dengan teori aksi menghasilkan kesimpulan bahwa peran yang dimiliki oleh seorang penyuluh agama Hindu yaitu, peran sebagai pendidik, peran sebagai pembimbing, peran sebagai teladan. Kendala endala yang dialami penyuluh dikaji menggunakan teori kendala menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat dua kendala yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal diantaranya yaitu Kendala internal yaitu kurang disiplin, rendahnya kreativitas. Kendala eksternal yaitu tingkat pemahaman, kurangnya dukungan umat, faktor cuaca. Kemudian upaya yang dilakukan penyuluh agama Hindu dikaji menggunakan teori harapan, menghasilkan kesimpulan upaya-upaya yang dilakukan yaitu upaya memberikan pendidikan keagamaan Hindu nonformal, dan upaya memberikan contoh yang baik.

Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Matematika Kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan bilangan bertujuan mengajarkan siswa konsep menggabungkan bilangan, mengenali simbol (+), dan melakukan penjumlahan sederhana. Kesulitan umum dalam pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan bilangan adalah meliputi kesulitan memahami konsep penjumlahan, kesalahan dalam menulis angka, Kesalahan dalam melakukan perhitungan, kesulitan dalam mengenal nilai tempat pada soal penjumlahan bersusun. Berdasarkan fakta dilapangan peneliti menemukan beberapa masalah seperti guru masih banyak menggunakan metode pembelajaran konvensional berupa ceramah dan latihan soal, aktivitas belajar siswa cenderung pasif, kurang berpartisipasi dalam diskusi, dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar Matematika. Hal ini menyebabkan Motivasi belajar siswa menurun, dan mereka menganggap Matematika membosankan dan sulit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui problem based learning pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 32 siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa, aktivitas guru, dan aktivitas siswa. Pada pra-tindakan, ketuntasan siswa 18,75%, siklus I 53%, dan siklus II 87,5%. Aktivitas guru meningkat dari 3,5 pada siklus I menjadi 4 pada siklus II, dan aktivitas siswa dari 3,4 pada siklus I menjadi 4 pada siklus II. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa dikelas. model problem-based learning tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model ini memungkinkan siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Pendidikan Pasraman Hindu dalam Pembentukan Karakter Anak di Kota Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini mengkaji tentang pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya. Fenomena yang terjadi kenakalan anak dapat terjadi kapan dan dimana saja, melihat prilaku anak-anak cendrung melupakan sopan santun, berani melawan orang tua, kurang tertarik membuat sarana yadnya, sehingga penting adanya pendidikan dan ada kendala dan implikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini mengkaji tentang 1) Bagaimana pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 2) Bagaimana kendala pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 3) Bagaimana implikasi pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan mendeskripsikan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak, bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan wawasan bagi guru tentang pendidikan agama Hindu dan anak dapat meningkatkan dan mengembangkan kepribadian yang berkarakter. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori behaviorisme, teori motivasi, dan teori konstruktivisme. Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu ketua pasraman Hindu, guru-guru dan siswa pasraman Hindu. Teknik pengumpulan data yang menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara semi struktur, dan studi dokumen, Setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data. Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya yakni ceramah, bimbingan guru, pelatihan bersama, keteladan guru, kompetisi siswa persembahyangan bersama dalam pendidikan pasraman Hindu ada sebuah kendala yakni faktor internal, faktor eksternal, belum optimal pelaksanaan program pengajaran, pengurus kurang memperhatikan perkembangan pasraman. Dari pendidikan tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru maupun siswa di pasraman Hindu di kota Palangka Raya, sikap religius, sikap kreatif, sikap disiplin, sikap tanggung jawab, penting peningkatan ajaran agama Hindu, sikap toleransi, sikap susila, dari ketiga rumusan masalah ditemukan pendidikan pasraman Hindu belum maksimal karena kurangnya sarana yang mendukung sesuai dengan kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran, guru kurang kreatif dan inovatif dalam pengembangan program pembelajaran pembentukan karakter anak seperti penyusunan materi ajar, pengembangan program pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kata kunci : Pendidikan pasraman Hindu, pembentukan karakter anak.

Nilai Pendidikan Hindu dalam Ritual Nyiwah Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam ritual Nyiwah pada Umat Hindu di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Penggalian nilai-nilai pendidikan Agama Hindu dalam sebuah ritual dianggap sangat perlu untuk medukung program pembentukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampun intelektual belandaskan nilai-nilai Agama. Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamanatan Lahei Barat Kabupaten Muara Teweh dengan rumusan masalah : 1) Bentuk Pelakasanaan Ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 2) Nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 3) Implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Adapun teori yang digunakan dalam menganalisis permasalah ini adalah Teori Interaksi Simbolik, Teori Struktural, dan Teori Pendidikan Humanistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitiatif dengan, teknik penentuan informan secara Purposive Sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen, selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan teknik analisis deksriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini meliputi: 1) Pelaksanaan ritual Nyiwah terbagi menjadi 3 bagian yakni tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan (Ngonteng atau Bokas), dan tahapan Betampas Awi Jari, 2) ada tiga nilai pendidikan Agama Hindu yang diungkap dalam ritual Nyiwah yakni, Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Etika (Susila) dan Nilai Pendidikan Estetika, 3) Implikasi nilai pendidikan Agama dalam ritual Nyiwah yang dilaksanakan di daerah Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara yakni terdapatnya dampak sebab akibat terhadap perilaku humanistik yang taat pada aturan, nilai kebenaran dan nilai keindahan pada lingkungan masyarakat Umat Hindu Kaharingan.

Minat Siswa dalam Melaksanakan Basarah di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IMMSA DITING, 2024. Minat Siswa dalam melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr. Derson, S.Ag.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang, Kecamatan Gunung Timang Kabpaten Barito Utara, sehingga siswa Agama Hindu kurang aktif dalam melaksanakan Basarah karena Basarah sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu ibadah dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor penyebab kurangnya minat siswa dalam melaksankan Basarah di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara di dalam mengikuti Basarah yang telah di laksanakan di sekolah dan melihat upaya apa saja yang di lakukan oleh guru Agama Hindu dalam memberikan motivasi terhadap kegiatan tersebut. Model penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Gunung Timang, jenis dan sumber data yang di gunakan: sumver data primer dan sekunder, teknik penentuan informan yaitu Purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: Observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrumen penelitian kualitatif, teknik analisi data yaitu: pengumpulan data, kondensadi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang menjadi Faktor Penyebab Kurangmnya Minat Siswa Dalam melaksanakan Basarah, dikarenakan tidak ada pergerakan atau yang mengkoordinir siswa ketika guru Agama Hindu tidak dapat hadir untuk melaksanakan Basarah di tambah lagi siswa lebih memilih untuk pulang duluan. Kata Kunci: Minat Siswa, siswa Hindu, Basarah

Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V di SDN Percobaan Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tomi Legah. 2024. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., Putu Wisnu Saputra, M,Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Di SDN Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fakta di lapangan, guru sudah menerapkan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang cenderung memusatkan kegiatan pembelajaran pada masalah dilingkungan nyata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif survei dengan menyebarkan angket motivasi. Penelitian ini menggnakan satu kelas yaitu kelas V C sebagai objek dengan responden penelitian sebanyak 31 siswa. Populasi dan sampel mencakup seluruh siswa kelas V di SDN Percobaan Palangka Raya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa pertanyaan berbentuk angket atau kuesioner. Data yang dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi . Hasil dari analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa dilihat dari hasil nilai belajar yang telah diperoleh dari guru wali kelas V C. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi, diperoleh nilai skor tertinggi sebesar (19%), sedang (48%) dan yang rendah sebesar 33%. Dengan dmikian Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Di SDN Percobaan Palangka Raya.

Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas II di SDN 9 Palangka

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Elga Meyana, 2024 Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas II Di SDN 9 Palangka, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa di SDN 9 Palangka. Di SDN 9 Palangka, ditemukan bahwa keterbatasan fasilitas dan kurangnya daya tarik dalam lingkungan belajar sering menghambat minat belajar siswa. Meskipun proses pembelajaran telah mengikuti pedoman metode lingkungan belajar, siswa masih menghadapi kesulitan dalam memaksimalkan hasil belajar mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, yang memfasilitasi analisis data yang lebih mendalam mengenai hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memperoleh nilai dalam uji t 19,02 dan uji linear sederhana 0,06. Namun, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa, yang menandakan perlunya evaluasi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Evaluasi ini bertujuan untuk memahami kendala yang ada dalam metode lingkungan belajar dan meningkatkan efektivitasnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 0,06 siswa mencapai kategori sedang dengan nilai antara 99,94 siswa mencapai kategori sangat tinggi. Penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan menyediakan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal. Kata Kunci: lingkungan belajar, hasil belajar,siswa kelas II.

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Aruh Buntang Mamali Mate Di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Upacara Aruh Buntang Mamali Mate merupakan suatu upacara kematian tingkat akhir yang dilaksanakan oleh umat hindu kaharingan di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. upacara ini ditujukan untuk menghantarkan roh leluhur ke alam berikutnya atau menyatu dengan tuhan.Adapun rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Bentuk Pelaksanaan Upacara Aruh Buntang Mamali Mate Di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 2. Apa Fungsi Dari Upacara Aruh Buntang Mamali Mate di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 3. Apa Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang Terkandung Dalam Upacara Aruh Buntang Mamali Mate?. Peneilitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami bentuk pelaksanaan dari upcara Aruh Buntang Mamali Mate, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi, Fungsionalisme, Interfretatif simbolik, dan teori Taksonomi Bloom. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Kaong, jenis dan sumber data yang digunakan: suber data primer dan data skunder, teknik penentuan informan yaitu Teknik purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: obsrvasi, wawancara, dan dokumentasi, instrument penelitian kualitatif teknik analis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Aruh Butang Mamali Mate di Desa Kaong yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap: 1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, dan 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan leluhur dan tuhan, 2. Menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia, 3. Menjaga hubungan harmonis dengan alam. Selain mempunyai fungsi upacara kematian Aruh Buntang Mamali Mate juga dalam nilai-nilai Pendidikan agama Hindu yaitu: 1. Tattwa adanya kepercayaan terhadap Tuhan/Brahman sebagai sumber dari Atman serta menghantarkan roh ke alam berikutnya atau menyatu dengan Tuhan , 2. Susila adanya persembahan sebagai bentuk bakti untuk membayar hutang bkepada leluhur, dan 3. Upacara adanya keterampilan atau kreatifitas yang terlihat unik serta indah dalam tarian-tarian serta sarana dan prasarananya .

UPAYA GURU UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN KELAS III DI ADI WIDYALAYA WIDYA BHAKTI PALANGKA RAYA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Marsena, IKadek, Egi. 2024. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas III Di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Dan Pembimbing II, Hendri, S.Ag., M.Si Skripsi ini menkaji tentang Upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di adi widyalaya widya bhakti palangka raya. Kedisiplinan merupakan suatu proses dalam menumbuhkan, menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik agar senantiasa melaksanakan tugas dan kewajibannya yang dilandasi dengan sikap disiplin dan penuh tanggung jawab. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran terutama pada saat proses pembelajaran berlangsung masih ada yang bermain-main, jalan kesana kemari, dan tidak fokus dengan pembelajaran. Berdasarkan urian tersebut, peneliti mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) apakah faktor penyebab kurangnya kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. 2) Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori Behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian rumusan masalah yang pertama menghasilkan bahwa faktor penyebab kurangnya kedisipinan siswa yaitu, faktor lingkungan sekolah, faktor suasana kelas, faktor teman sebaya, dan faktor kebijakan sekolah. Rumusan masalah yang kedua menghasilkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kedisiplinan yaitu dalam proses pembelajaran, upaya yang dilakukan guru yaitu melakukan kebijakan sekolah, pendekatan terhadap siswa dan pemberian tugas kepada siswa.

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN MANDIRI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 PALANGKA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Silvia Magdalena, 2024, Implementasi Metode Pembelajaran Mandiri Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H, Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran mandiri adalah ketika siswa aktif dalam mengidentifikasi apa yang perlu di pelajari dan memiliki kendali dalam menemukan serta mengatur jawaban mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Rumusan masalah yang diangkat mencakup: 1) bagaimana implementasi metode pembelajaran mandiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas V SDN 3 Palangka, 2) Apakah kendala yang dihadapi guru/dan siswa dalam penerapan metode tersebut, serta 3) implikasi dari metode pembelajaran mandiri terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga data yang diambil menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, digunakan tiga langkah utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 34 siswa kelas V. Data diperoleh melalui ujian yang dilaksanakan sebelum dan setelah penerapan metode, untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai ujian akhir, dengan rata-rata skor meningkat dari 70 menjadi 85. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran mandiri tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam proses belajar. Menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran mandiri berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman siswa tentang metode ini dan waktu yang terbatas bagi guru untuk membimbing. Implikasi dari penerapan metode ini menunjukkan bahwa, dengan dukungan yang tepat, siswa dapat lebih mandiri dalam belajar, sejalan dengan teori kognitif yang menekankan peran aktif siswa dalam proses belajar.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DIRECT LEARNING PADA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI SMAN 1 KAHAYAN HULU UTARA KABUPATEN GUNUNG MAS

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kismita, 2024 Implementasi pembelajaran direct learning dalam pada pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Dosen pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Dalam proses pencapaian, hasil belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran adalah keberadaan guru. Di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas ditemukan bahwa siswa kurang aktif selama proses pembelajaran dan kurang memperhatikan materi yang disampaikan guru, kebanyakan siswa yang sibuk sendiri dengan teman sebangkunya. disebabkan pelaksaan pembelajaran metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi belum mampu melibatkan siswa secara aktif. Sehingga siswa menjadi malas untuk bertanya dan mengeluarkan pendapatnya, kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep yang digunakan. Salah satu faktor yang di identifikasi adalah terbatasnya kemampuan guru dalam menyampaikan materi dan kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran Agama Hindu metode yang digunakan sekarang yaitu model pembelajaran direct learning. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif, dan Teknik penentuan informan menggunakan purposive. Data yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan smartphone sebagai instruemen dalam penelitian ini. Teknik analisis data melalui empat tahap yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori humanistic dan teori motivasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Implementasi pembelajaran direct learning pada mata pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas, dilakukan leh guru dengan terlebih dahulu melakukan kegiatan pendahulian, seperti penyampain materi, presentasi Pelajaran untuk menarik perhatian siswa, memberikan latihan terstruktur dengan penguatan respon kepadasiswa yang benar, serta memotivasi dan mengevoluasi hasil kerja siswa. Guru juga memberikan latihan mandiri untuk membantu siswa mengembangkan kemampuannya.: (2) Kendala dalam implementasi pembelajaran direct learning mencangkup rendahanya daya serap siswa, kurangnya partisipasi, dan disiplin yang kurang, sehingga pelaksanaan pembelajaran belum optimal karena siswa cinderung pasif : (3) Upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan merancang strategi pembelajaran yang lebih teloti dan relavan agar proses pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh siswa.

EKSPLORASI STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK KELAS IV DI SDN 3 PALANGKA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Yasmanto. 2024. Exploration of Teachers' Strategies in Increasing Reading Interest of Class IV Students at SDN 3 Palangka Supervisor I Mitro, S.Pd., M.Si Supervisor II Santang, S.Pd., M.Hum Teacher strategies are very necessary in a learning process to increase students' interest in learning and reading. This research is to find out and describe related to teachers' strategies in increasing students' interest in reading. The type of research used is a qualitative descriptive method. The data collection methods used are observation, interview, and document methods. The data analysis techniques used are in the form of data condensation, data display and conclusion drawing. The results of the study show that teachers have good creativity in increasing students' interest in reading (1) Teachers' strategies in increasing students' interest in reading are seen from the learning process by (a) Using the Question and Answer Method, group discussions, and explaining and practicing the subject matter (b) in the learning process teachers not only explain but also provide examples to students. (c) Teachers make plans before the learning process and conduct evaluations. (d) Some of the learning methods and strategies used by teachers are to increase interest in reading and attract learning interest in students. (2) Teachers' obstacles in increasing students' interest in reading are: (a) Different character and behavior of students. (b) Students who cannot read and count will have difficulty participating in learning activities. (c) Limited facilities and infrastructure. Some of these obstacles can hinder and hinder the course of a learning process.

UPACARA MUJA SUMBANG PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

MALIA, 2024. Upacara Muja Sumbang pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Upacara Muja Sumbang adalah upacara perkawinan salah yang terjadi karena perilaku menyimpang pasangan. Upacara ini harus dilaksanakan oleh pasangan sebagai pensucikan dan menghilangkan pengaruh Layong Liha Alut Apoi dari pasangan yang berdampak pada pasangan dan alam semesta. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang di angkat peneliti yaitu : 1. Bagaimana proses upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 2. Apa makna Upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, memahami dan menjelaskan proses, makna dan perspektif pendidikan agama hindu yang terkandung dalam upacara Muja Sumbang. Teori yang digunakan dalam penilitian terdiri atas dua yaitu Teori Fenomenologi dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Papar Pujung, jenis dan sumber data yang digunakan: data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Purposive Sampling, adapun teknik penentuan data yang digunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian, teknik analisis data terdiri dari reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, verifikasi serta penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang upacara Muja Sumbang pada umat Hindu di Desa Papar Pujung memiliki beberapa tahap yakni : 1. Tahap awal, 2. Tahap Persiapan, 3. Tahap inti, 4. Tahap akhir, yang mengandung makna yang harus dipahami dari Belai Sumbang, Belai Padi, Pesiding Piak Sumbang Manyipet Tetung Galeng Bulan Langai,Bedian Sumbang selain itu perspektif pendidikan agama Hindu terdapat pada Muja Sumbang yakni seperti : Perspektif pendidikan Tattwa dengan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana Perspektif pendidikan Etika mengimplementasikan ajaran Tri Kaya Parisudha dan Perspektif pendidikan upacara Hindu.

Implikasi Upacara Aruh Baduduk Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

MIKO TRIANSYAH, 2024 Implikasi Upacara Aruh Baduduk Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Skripsi Jurusan Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H. Upacara Aruh Baduduk merupakan upcara yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Labuhan. Upacara ini bertujuan untuk menghormati dan berterima kasih kepada Nining Bahatara/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, para leluhur/Iringan Gaduhan yang diyakini telah memberikan kesejahteraan, kesuburan tanah dan keberhasilan panen yang berlimpah, Sebagian masyarakat Hindu ada yang tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk setelah panen dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini, sehingga masyarakat Hindu ini yang tidak melaksanakan dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini mendapatkan teguran dari leluhur/Iringan Gaduhan. Bedasarkan latar belakang tersebut, maka Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk 2) Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk, bertujuan untuk: mengetahui Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan mengetahui Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Teori yang digunakan untuk menganalisis kedua rumusan masalah ini adalah Teori Fenomenalogi untuk rumusan masalah satu yaitu Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan Teori Struktural Fungsional untuk rumusan masalah dua yaitu Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Lokasi Penelitian di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dengan sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan,teknik pengumpulan data,teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumnetasi, instrumen penelitian,teknik analisis data. Berdasarkan analisis data penelitian ini dapat diketahui bahwa upacara Aruh Baduduk terdiri dari beberapa rangakaian prosesi diantaranya sejarah timbulnya upacara Aruh Baduduk, tahap persiapan, tahap pelaksanaan,waktu dan tempat pelaksanaan, sarana-sarana yang digunakan, upacara Basarah, upacara Barabun, upacara Badarah Hidup, upacara Bamamang dan makna-makna dalam upacara aruh baduduk dan implikasi upacara Aruh Baduduk yang dimana upacara ini berdampak pada masyarkat apabila melaksanakannya dan tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk ini.