Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.033 karya publik ditemukan.

2026: 562025: 942024: 1222023: 1582022: 1932021: 2662020: 352018: 372017: 70

Itihasa

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMKN 1 Palangka Raya Kalimantan Tengah

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan berlangsung sepanjang zaman sesuai dengan perkembangan dan situasi terjadi saat ini kejadian yang luar biasa yang melanda dunia yaitu pandemi Covid-19, proses pembelajara menjadi berubah dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh dengan daring, luring dan kombinasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tujuan Penelitian, tujuan umum dan tujuan khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen, dianalisis mengunakan deskritif kualitatif. Perencanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah menyiapkan kurikulum untuk sekolah menengah kejuruan untuk kondisi khusus, silabus, kalender pendidikan, jadwal pelajaran dan RPP daring, sarana belajar daring seperti handphone android, leptop dan materi pelajaran. Perencanaan pembelajaran secara luring pada era new normal adalah menyiapkan RPP luring, materi pelajaran, sarana belajar berupa alat komunikasi seperti handphone, radio, televisi dan buku paket. perencanaan pembelajaran secara kombinasi pada era new normal adalah menyiapkan RPP kombinasi, sarana berupa jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah pendahuluan: mengucap salam, berdoa, mengisi daftra hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran melalui googleclassroom. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menggali informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Kegiatan penutup: membuat kesimpulan, melakukan refleksi, melakukan evalusi pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara luring adalah pendahuluan: berdoa, menyiapkan dan menginformasikan materi pelajaran dalam bentuk buku paket dan lembar kerja, memotivasi peserta didik.Kegiatan inti: memberikan kesempatan kepada peserta didik/orang tua untuk menanyakan hal-hal yang belum di pahami berkaitan dengan materi, tugas melalui telephone seluler penutup: berdoa setelah belajar luring.Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu sacara kombinasi adalah pendahuluan: salam, berdoa, mengisi daftar hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran melalui googleclassroom atau mengambil materi berupa buku paket, lembar kerja peserta didik kesekolah dengan jadwal yang sudah ditentukan dan memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menginformasikan, mengasosiasi, komunikasikan melalui googleclassroom/handphone. penutup: membuat rangkuman atau kesimpulan pelajaran, refleksi, mengirimkan foto hasil kegiatan lembar kerja peserta didik atau menyetorkan tugas kesekolah, evalusi pembelajaran dengan kuis atau lembar kerja peserta didik, berdoa sebelum menghakhiri pelajaran.

Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN-3 Palangka Raya

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam kehidupan manusia, sehingga banyak orang yang sudah sukses dan berhasil karena mendapatkan pendidikan yang tepat bagi dirinya. Pendidikan dapat diperoleh melalui pendidikan yang formal maupun nonformal.Pendidikan yang formal dapat melaui lembaga-lembaga sekolah yang memiliki sistem pembelajaran.Pendidikan ini merupaakan Pendidikan yang di selenggarakan di sekolah-sekolah pemerintah maupun yayasan,Studi tentang motivasi siswa dalam pembelajaran agama Hindu sangatlah berguna dan bermanfaat sekali mengingatkan dalam pendidikan agama Hindu tidak hanya materi teori tetapi juga materi bacaan kitab suci yang memerlukan metode pembelajaran seperti mendengarkan tape video maupun lainnya. Penelitian ini ada tiga permasalahan, yaitu : (1) Bagaimana studi tentang memotivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN 3 Palangka Raya? (2) Apa yang menjadi kendala kurangnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu? (3) Bagaimanakah upaya guru Agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu? . Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dikaji dengan Teori motivasi siswa, Teori Interaksionisme, Teori Konstruktivisme Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut : (1) Studi tentang motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu yaitu Menggunakan buku materi, media gambar, handphone, serta memberi contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai pelajaran yang disampaikan guna melatih imajinasi berpikir siswa. 2. Bahwa yang menjadi kendala kurangnya motivasi Belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu adalah kurangnya Ruangan Belajar yang khusus bagi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu sehingga media yang ada tidak bisa di gunakan pada saat pembelajaran pendidikan Agama Hindu. (3) Upaya Guru dalam memotivasi siswa yang pada pembelajaran pendidikan agama Hindu adalah pihak sekolah telah berupaya menyediakan media pembelajaran untuk kelancaran proses belajar, namun ruangan belum bisa memenuhi syarat dalam proses belajar mengajar sehingga akhirnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu agak kurang dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain.

Kehadiran Umat Hindu Dalam Megikuti Basarah (Persembahyangan) Di Desa Tumbang Bahan Kecamatan Lawang Tuhup Kabupaten Murung Raya

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam agama Hindu mengenal tentang tiga kerangka dasar yaitu tattwa, etika dan upacara. Pelaksanaan upacara inilah yang membedakan agama Hindu dengan agama lainnya, karena agama Hindu lebih dominan kedalam pelaksanaan upacara yaitu sebagai bentuk implementasi ajaran tattwa dan etika secara nyata. Sama halnya dengan hari raya Saraswati yang dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk pemujaan kepada dewi Saraswati dan memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan. Partisipasi umat Hindu sangat penting demi kelangsungan pelaksanaan hari raya Saraswati terutama pesembahyangan yang dilakukan pada saat pagi hari. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain : (1) Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya? (2) Bagaimana upaya pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya, (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Sumber data penelitian ini adalah ketua PHDI, guru agama Hindu, Penyuluh agama, Pemangku, masyarakat Hindu dan dokumen desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Fungsionalisme dan teori Religi. Metode yang digunakan untuk menumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah yaitu waktu pelaksanaannya, kesibukan, kurangnya kesadaran, kurangnya pengetahuan, kurangnya rasa memiliki, anggapan bahwa hari raya Saraswati kurang penting dan lebih fokus terhadap persembahyangan di Balai masing-masing. Sedangkan upaya pembinaan yang harus dilakukan adalah melakukan pembinaan, melakukan rembug sastra, memotivasi diri sendiri, melakukan komunisadi dengan pemuka agama, penyuluh agama dan guru agama Hindu.

Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Kepada Anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan lahei Kabupaten Barito Utara

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DESMITA. 2020. Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Terhadap Anak-Anaknya Di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Lilik,S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji peranan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan Hindu terhadap anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak-anak mereka dari kecil, ini akan membentuk kepribadian anak yang baik, dan dapat menghindari perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Fenomena yang terjadi Kurangnya perhatian, pembinaan, dan memberikan pendidikan nilai-nilai keagamaan Hindu oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Karena faktor ekonomi yang kurang, menuntut para orang tua untuk bekerja dan bekerja, sehingga kurangnya waktu untuk mendidik anak-anak mereka. Hal ini menyebabkan banyak anak-anak remaja di Desa Hurung Enep melakukan perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu. Berdasarkan urain tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Apa faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara?, 2) Bagaimana upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya?. Tujuan penelitian untuk mengetahui secara mendalam bagaimana peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada anak-anaknya di Desa Hurung Enep. Penelitian ini dikaji dengan teori peranan orang tua, teori sosialisasi, dan teori nilai keagamaan Hindu. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan informasi, reduksi, dan tahap akhir atau penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori peran orang tua maka diperoleh bahwa faktor perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu yakni faktor keluarga sebagai penyebab kenakalan remaja dan peran control didalamnya, faktor lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan, faktor milieu atau lingkungan, faktor pergaulan dengan kelompok yang menyimpang, faktor kesenjangan kaum tua dan kaum muda, faktor lemahnya kesadaran beragama, faktor bacaan yang merusak, dan faktor kondisi jiwa yang kosong. Upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya yang dianalisis menggunakan teori sosialisasi dan teori nilai keagamaan Hindu yakni metode nasehat, metode keteladanan, bimbingan, memberikan tugas, dan metode pembiasaan.

PERAN PASRAMAN NYAI INAI MANGUT DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI DESA SEI HANYO KECAMATAN KAPUAS HULU KABUPATEN KAPUAS

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SRI BUMBUNG, 2020. Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapusas, Skripsi Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyan Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA Pembimbing (II) Komang Suarta, S.Ag,.M.Si Dalam penelitian ini yang melatar belakangi adalah untuk mengetahui tentang peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas karena kuranya guru agama hindu di sekolah formal sehingga kurangnya pengetahuan peserta didik tentang pendidikan agama Hindu Kaharingan, pasraman Nyai Inai Mangut Berperan sebagai tempat memberikan nilaia-nilai ketuhanan, motivasi, fasilitator Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Tujuan umum mengacu kepada judul 2) Tujuan Khusus mengacu kepada Rumusan masalah Adapun masalah dalam penelitian ini Pendidikan di pasraman Nyai Inai Mangut terdapat beberapa masalah permasalahan 1) Bagaimana Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam Proses ajaran Agama Hindu Kaharingan dipasraman, 2) Apakah kendala-kendala belajar pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Pasraman Nyai Inai Mangut Teori yang di gunakan pada penelitian ini yaitu: 1) Teori peran, 2) Teori humanisme pendidikan 3) Teori Pendidikan Hindu 4) Teori Kendala Dalam penelitian ini Metode di gunakan yaitu metode Kualitatif dengan Teknik penetuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru Pasraman dan siswa pasraman selain itu penelitian ini menggunakan jenis dan sumber data yaitu data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi untuk Teknik analisa data terdiri dari pengumpulan informasi data, Reduksi data, Penyajian data, dan menarik Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bertempat di Pasraman Nyai Inai Mangut di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas, Peran pasraman Nyai Inai Mangut adalah tindakan/aktivitas yang dilakukan/ dijalankan oleh.ketua pasraman dan guru-guru terkait dengan Rumusan masalah yang ke satu (1) sebelum melaksanakan aktivitas belajar mengajar terlebih dahulu dilakukan persambahyangan Basarah kemudian dilanjutkan dengan proses belajar mengajar Kendala yang di hadapai oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di pasraman Nyai Inai Mangut yaitu Kendala sarana dan pra sarana yang tidak menunjang belum adanya pembangunan ruangan khusus pasraman untuk saat ini masih belajar di balai Basarah, kendala pada guru kuranya pengetahuan guru dalam hal memberikan materi, kendala pada peserta guru di hadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa yang beraneka ragam ada siswa yang dapat menempuh pendidikan secara lancar, namun disisilain ada pula siswa yang mengalami kesulitan yang bersipat Psikologis dan sosiologissehingga menyebabkan presrtasi belajar siswa yang di capai kurang maksimal.

Peranan Orang Tua dalam Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda Hindu Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ima, 2020: Peranan Orang Tua Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda Hindu Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Dhrma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing:(1) Dr. Derson,S.Ag.,M.Ag (2) Yuni Permata, S.Pd.,M.Pd Pusat pendidikan yang pertama adalah lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan keluarga sangat strategis untuk memberikan pendidikan ke arah kecerdasan, budi pekerti atau kepribadian serta persiapan hidup di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orang tua dalam penguatan pendidikan karakter, faktor pendukung dan penghambat serta upaya yang dilakukan orang tua untuk menghadapi hambatan dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda Hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Teori motivasi adalah suatu energi penggerak, pengarah dan memperkuat tingkah laku dan teori behaviorisme merupakan aliran psikologi bahwa manusia belajar di pengaruhi oleh lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dilapangan. Subjek penelitian adalah masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan orang tua dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Sangatlah penting yang mana pembentukan karakter anak harus dimulai sedini mungkin bahkan sejak anak baru lahir. Menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak akan menjadikan anak yang tangguh, bertanggung jawab, jujur, mandiri, sopan, bertingkah laku yang sesuai dengan ajaran agama dan memiliki kepribadian maupun akhlak yang baik. Adapun cara mendidik anak yaitu dengan cara yang baik, mendidik dengan kelembutan, ketulusan, penuh kasih sayang, mendidik dengan keteladanan, dan mengajarkan tentang agama. Cara penguatan karakter yaitu dengan membiasakan anak melakukan hal-hal yang baik, memberikan contoh teladan yang baik dan menggunakan bahasa yang sopan ketika sedang berbicara dihadapan anak.

EFEKTIVITAS ANTARA BELAJAR KELOMPOK DAN BELAJAR INDIVIDU MATA PELAJARAN AGAMA HINDU SISWA SDN 1 BARONANG II, KABUPATEN KAPUAS

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

berbagai jenis dan tingkatan ada kemungkinan siswanya yang mengalami kesulitan belajar seperti belajar tidak dengan sungguh-sungguh, kondisi kesehatan kurang mendukung untuk belajar, tidak belajar dirumah, masalah keluarga dan sulit untuk menangkap pelajaran dengan cepat didalam proses belajar mengajar tentunya terdapat banyak hambatan yang dialami oleh seorang guru yang dapat menyulitkan dalam mengajar dan menurunkan prestasi belajar siswa.

Kinyah Bukung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur. (perspektif seni dan keagamaan hindu)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan zaman yang semakin hari semakin berubah, maka merupakan suatu kewajiban bagi umat Hindu Kaharingan untuk selalu menjaga dan melestarikan suatu tradisi upacara. karena berdasarkan pandangan selama ini tradisi Knyah Bukung ini sudah sangat sedikit orang yang mau mengikutinya apalagi generasi muda, sangat jarang untuk ikut atau mengetahui makna dan bentuk-bentuk gerakan Kinyah Bukung yang sebenarnya. Dengan tujuan penelitian yaitu 1) Pelaksanaan Kinyah Bukung pada Masyarakat Hindu Kaharingan 2). Pola gerak Kinyah Bukung pada Masyarakat Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai kabupaten Kotawaringin Timur. Hasil penelitian sebagai berikut: Pelaksanaan upacara Kinyah Bukung berasal dari sebuah cerita legenda atau mitologi. Legenda itulah maka bagi pemeluk agama Hindu Kaharingan selalu melaksanakan Kinyah Bukung setiap ada keluarga yang meninggal dunia. Proses Pembuatan Bukung dalam pembuatannya tidaklah mudah proses pembuatan topeng Bukung akan berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. dimana sebelum sebuah batang kayu gabus (Palawi) diambil, maka yang mengambil terlebih dahulu menyampaikan niatnya yang tulus dan iklas untuk mengambil bagian kayu tersebut untuk dijadikan sebuah topeng Bukung. Adapun proses pelaksanaan upacara Kinyah Bukung yang selalu dilaksanakan setiap ada umat Hindu Kaharingan yang meninggal dunia yaitu selalu diadakan pada malam hari, kecuali pada hari penguburan dimana para Bukung yang datang ikut mengantar jenazah ke kuburan. Pola gerak Kinyah Bukung biasanya akan mengikuti pola gerak dari masing-masing bukung tersebut, seperti : 1) Bukung Kambe; 2) Bukung Kahayan yaitu berbentuk manusia; 3) Bukung Naga berbentuk Kepala Naga; 4) Bukung Bukung Kambe Rawit berbentuk Hantu; 5) Bukung kapatung berbentuk manusia 6) Bukung Bukung burung yaitu berbentuk burung; ; 7) Bukung Langgar yaitu berbentuk binatang gajah ; 8) Bukung Kinyak yaitu berbentuk orang yang dilumuri tanah liat; 9) Bukung Tambalui Lahar yaitu berbentuk Kuyang.