Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.033 karya publik ditemukan.

2026: 562025: 942024: 1222023: 1582022: 1932021: 2662020: 352018: 372017: 70

EFEKTIVITAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA DALAM PENEGAKAN HUKUM PERLINDUNGAN SATWA PENYU DI PROVINSI BALI

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Peredaran satwa banyak terjadi di Provinsi Bali menjadi akses keluar masuknya peredaran satwa di Provinsi Bali dan pada akhir-akhir masyarakat memperoleh satwa- satwa yang dilindungi melalui cara ilegal, yakni jual beli pasar gelap. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dalam penegakan hukum perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali? (2) Bagaimanakah hambatan-hambatan penegakan hukum perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali? (3) Bagaimanakah upaya penegakan hukum perlindungan satwa penyu di Provinsi Bali?. Metode yang digunakan dalam rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian yaitu (1) Efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dalam Penegakan Hukum Perlindungan Satwa Penyu di Provinsi Bali dari segi faktor hukum sendiri dan faktor penegak hukum sudah efektif, faktor sarana dan fasilitas, masyarakat dan kebudayaan masih belum efektif. (2) Hambatan dalam penegakan perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali, hambatan struktur masih belum efektif sebab masih kurangnya sumber daya manusia, hambatan faktor subtansi hukum masih lemahnya hukuman penjara dan denda yang ditetapkan, hambatan budaya hukum penggunaan penyu sebagai sarana upacara keagamaan, dan kurang sadarnya masyarakat sebagian masih mengkonsumsi daging Penyu, peraturan hukum bahwa peraturan hukum dan hukum agama saling bebenturan dan hambatan budaya hukum para hakim, putusan para hakim sering kali belum memuaskan masyarakat sebab hukuman yang diberikan tergolong sangat rendah. (3) Upaya yang dilakukan dalam penegakan perlindungan satwa Penyu yaitu upaya preventif himbauan dan poster disosial media. Upaya persuasif edukasi kepada masyarakat dan anak-anak usia dini dan sekolah. Upaya reprensif tindakan pidana yang diberikan kepada pelanggar hukum. Upaya kooperatif kerja sama antara lembaga. Upaya rehabilitatif Penyu yang disita dicek kondisi kesehatanya dan dilepaskan kembali ke alam.

PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA DALAM KELUARGA DAYAK NGAJU DI KOTA PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indonesia memiliki ciri khas mempunyai sikap toleransi yang tinggi. Salah satu suku yang memiliki sikap toleransi tinggi adalah Suku Dayak Ngaju. Baiknya pendidikan moderasi beragama yang diterapkan dalam kehidupan keluarga Dayak Ngaju, membuat minimnya konflik agama terjadi dalam keluarga. Keluarga Dayak Ngaju dari jaman nenek moyang terbiasa hidup bersama dengan banyak anggota keluarga dalam Huma Betang, yang membuat mereka terbiasa untuk menerima dan memahami perbedaan, seperti perbedaan agama,. Sehingga terciptanya kehidupan keagamaan yang rukun, harmonis, damai, serta menekankan pada keseimbangan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Penelitian dengan judul “Pendidikan Moderasi Beragama Dalam Keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya” memiliki rumusan masalah (1) Bagaimana penerapan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana peranan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana implikasi pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian menggunakan aliran fenomenologi. Alasan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif adalah untuk memberikan gambaran pendidikan moderasi dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data akan dianalisa dengan metode deskriptif kualitatif. Teori dalam penelitian ini adalah teori sosialisasi primer, teori fungsionalisme struktural, dan teori Pendidikan multikultural. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Pendidikan moderasi beragama yang diterapkan oleh keluarga Dayak Ngaju mengajarkan konteks ajaran agama yang moderat, menghindari sikap ekstremisme, intoleran, dan menumbuhkan empati, kegiatan diskusi informal dan dialog terbuka, menjalankan konsep keseimbangan, menanamkan nilai komitmen kebangsaan, menumbuhkan rasa toleransi, persaudaraan, kedamaian, menghargai keberagaman dan perbedaan, kesatuan keluarga, kerukunan keluarga, kedamaian keluarga, kesejahteraan keluarga, dan kebahagiaan keluarga.

Penerapan Metode Mind Mapping Dalam Meningkatkan Motivasi, Kreativitas Dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pada Siswa di SMKN-1 Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. (2) Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. (3) Untuk mengetahui efektivitas seberapa besar penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yang dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2024. Responden penelitian sebanyak 24 siswa kelas XI di SMKN-1 Sanaman Mantikei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Pre-test, Eksperimen, Post-Test, observasi, dan dokumentasi yang disusun berdasarkan pendekatan teori humanistik. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dengan kriteria tidak efektif, kurang efektif, cukup efektif dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek motivasi belajar, persentase pre-test sebesar 59,33% meningkat menjadi 80,04% pada post-test. Pada aspek kreativitas belajar, nilai pre-test sebesar 60,41% meningkat menjadi 80,05%. Sedangkan pada aspek hasil belajar, rata-rata nilai siswa meningkat dari 69,31 pada saat pre-test menjadi 87,22 pada post-test. Nilai awal tersebut berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah, yaitu sebesar 70, namun setelah penerapan metode mind mapping, hasil belajar siswa berhasil melampaui standar tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind mapping efektif untuk mengkatkan motivasi, kreativitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada siswa di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan.

TARI RIAM PANJANG DALAM RITUAL PERKAWINAN UMAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN SERUYAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini mengkaji peran Tari Riam Panjang, dalam upacara perkawinan umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Batu Ampar, Desa Derawa dan Desa Durian Kait. Pada Tari Riam Panjang, saat ditampilkan pada perkawiana umat Hindu Kaharingan terdapat nilai-nilai pendidikan Hindu, masih banyak yang belum mengetahuinya. Karena setiap nilai yang terkandung pada tarian tersebut memiliki tujuan penting yang ditujukan untuk masyarakat luas, khususnya bagi generasi muda. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini: 1) mengetahui dan merefleksikan nilai-nilai ajaran Hindu dalam konteks Pendidikan agama Hindu di Kecamatan Batu Ampar kabupaten Seruyan. 2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pewarisan nilai-nilai Pendidikan Hindu melalui tari Riam Panjang kepada generasi muda di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah yang diteliti yaitu Teori Fenomenologi dan teori Pendidikan Hindu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriftif, teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, data dianalisis dengan pengdekatan deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data penelitian menunjukan bahwa, 1) Tari Riam Panjang merefleksikan nilai-nilai ajaran Hindu dalam konteks Pendidikan agama Hindu sangat efektif sehingga mengajarakan dan merefleksikan nilai-nilai tattwa (filsafat Hindu), susila (etika), dan acara (ritual). Sehingga menjadi bagian dari pendidikan karakter Hindu yang melibatkan generasi muda dalam proses belajar sambil melestarikan tradisi, menanamkan disiplin, sikap hormat, serta meningkatkan rasa spiritualitas melalui seni yang sakral. 2) Proses pewarisan nilai-nilai Pendidikan Hindu melalui Tari Riam Panjang kepada generasi muda, dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berdampak jangka panjang bagi pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda. Serta menjadi media efektif dalam pewarisan nilai-nilai pendidikan Hindu, dengan praktik budaya lokal Tari Riam Panjang.

Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Refi Marisca, 2025: Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Dr. Wayan Gepu,. S.Ag., M.Fil.H Pembimbing 2: Muthia Farida, M.Pd Pengelolaan objek wisata alam memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, namun implementasinya sering menghadapi kendala struktural serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pengelolaan objek wisata Liang Pandan terhadap ekonomi masyarakat di Kabupaten Murung Raya, serta mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan strategi optimalisasi pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan 10 informan purposive yang terdiri atas unsur pemerintah, pengelola Pokdarwis, masyarakat lokal, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Liang Pandan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui munculnya UMKM, jasa parkir, homestay, dan usaha mikro lainnya. Faktor pendukung utama meliputi dukungan regulasi pemerintah, peran aktif Pokdarwis, partisipasi masyarakat, serta promosi alami melalui media sosial wisatawan. Hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur dan anggaran, rendahnya kapasitas SDM pengelola, kurangnya promosi digital kelembagaan, serta persoalan kebersihan dan perilaku vandalisme. Pengelolaan objek wisata Liang Pandan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan kesempatan kerja lokal, menegaskan peran pariwisata berbasis masyarakat sebagai motor pembangunan ekonomi daerah. Strategi optimalisasi pengelolaan meliputi penguatan kolaborasi multipihak, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, promosi berbasis digital, serta tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Temuan ini memperkuat teori Pariwisata Berkelanjutan, Local Economic Development, dan Community-Based Tourism (CBT), serta memberikan bukti empiris mengenai pentingnya tata kelola partisipatif dalam pengembangan wisata alam di Kalimantan Tengah.

Peran Media Sosial sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Made Safitri, 2025. Media Soisal Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag.,M.Fil.H Pembimbing II Handoko, S.Ag.,M.Si Pariwisata di Indonesia memiliki beranekaragam wisatanya, sumber daya alam yang begitu kaya akan keindahan alam, budaya dan adat istiadat yang dimiliki sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk datang dan berkunjung. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan definisikan terkait Media Sosial Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display ) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan wisata alam. (1) Bagaimana media sosial berperan dalam interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai yang dimana dalam interaksi wisata melalui media sosial dapat menjadi wisata yang lebih berkembang dan menjadi sorotan bagi kalangan masyakat luas, sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk mengunjungi Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai. (2) Pola Media Sosial sebagai media interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai, pola adalah bentuk atau model yang teratur serta susuna yang konsisten dilakukan secara berulang. Pengelola media sosial Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai mengungkapkan bahwa terdapat pola media sosial yang diterapkan guna menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Destinasi wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Kata kunci : Media Sosial, Interaksi, Pengembangan, Destinasi wisata, Kereng Bangkirai.

Komunikasi Kepemimpinan dalam Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Rektorat Institut Aagama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Rimbun Wahyuni, 2025: Komunikasi Kepemimpinan Dalam Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Rekto*rat InstitutAgama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H, pembimbing II I Wayan Sutarwan.S.Pd., M.Pd.H Penelitian ini dilatar belakangi oleh pola komunikasi kepemimpinan dapat mempengaruhi efektifitas atau keberhasilan program kerja dalam organisasi, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Rektorat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Terdapat dua rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana pola komunikasi kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya? dan (2) Bagaimana dampak dari pola komunikasi terhadap kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya?. Tujuan dari penelitian ini adalah memehami Bagaimana pola komunikasi kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya, serta Bagaimana dampak dari pola komunikasi terhadap kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Sistem Sosial Katz And Kahn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik pengumpulan data seperti, teknik osevasi, wawancara, kepustakaan serta dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan. (1)Pola komunikasi kepemimpinan yang diterapkan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya menerapkan empat pola komunikasi utama, yaitu vertikal, horizontal, diagonal, dan informal. Keempat pola ini berjalan saling melengkapi sehingga menciptakan sistem komunikasi yang dinamis dan adaptif. Penerapan komunikasi tersebut efektif terhadap keaktifan anggota dalam program kerja, konsolidasi internal, solidaritas tim, serta citra dan kinerja BEM di mata mahasiswa. (2)Dampak dari pola komunikasi yang diterapkan terlihat pada meningkatnya keaktifan anggota dalam program kerja, terjaganya konsolidasi internal dan solidaritas tim, serta membaiknya citra BEM di mata mahasiswa selain itu pola komunikasi yang diterapkan juga mendorong pengambilan keputusan yang lebih partisipatif dan adaptif, meningkatkan motivasi serta partisipasi anggota, menjaga transparansi dan akuntabilitas, serta memperlancar penyelesaian konflik melalui saluran komunikasi yang beragam. Kata kunci: Pola Komunikasi, Kepemimpinan, BEM IAHN-TP Palangka Raya

ANALISIS TERHADAP PUTUSAN PERKARA PERDATA NOMOR : 5/PDT.G/2015/PN Klk PENGADILAN NEGERI KUALA KAPUAS

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MELA SHAPITRI, 2025 : Analisis Terhadap Putusan Perkata Perdata Nomor : 5/PDT .G/2015S/PN Klk Pengadilan Negeri Kuala Kapuas. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Agung Adi, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H Penelitian ini membahas “Analisis Putusan Perkara Perdata Nomor: 5/PDT.G/2015S/PN Klk Pengadilan Negeri Kuala Kapuas” Mengenai Sengketa Lahan di Desa Saka Kajang dan Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara sengketa lahan antara masyarakat desa Saka Kajang dan Desa Henda di Pengadilan Negeri Kuala Kapuas dan upaya hukum dan penyusunan kembali gugatan oleh penggugat setelah putusan yang mengabulkan eksepsi tergugat di tinjau ketentuan hukum acara perdata di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif dan empiris, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan landasan teori Kepastian Hukum dan Perlindungan Hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa lahan berakar pada tumpang tindih klaim yang diperparah oleh lemahnya pembuktian kepemilikan tanah. Dalam kondisi ini, Hakim tidak hanya berorientasi pada formalisme hukum, melainkan berupaya mewujudkan keadilan substantif. Sintesis pertimbangan atas alat bukti dan penegakan Kepastian Hukum mengindikasikan adanya keseimbangan antara aspek yuridis dan keadilan, mencerminkan fungsi Perlindungan Hukum Hakim dalam mencari kebenaran materiil di tengah keterbatasan bukti formil. Disimpulkan, Putusan Pengadilan Negeri Kuala Kapuas memiliki dasar hukum kuat dan telah mencapai keseimbangan antara penegakan hukum positif dan keadilan masyarakat, namun penyelesaian akhir yang komprehensif memerlukan dukungan implementatif dari berbagai pihak demi terciptanya keadilan dan ketertiban sosial yang berkelanjutan di wilayah sengketa. Kata Kunci: Analisis Hukum, Putusan Pengadilan Negeri, Sengketa Lahan

KEWENANGAN MANTIR ADAT DALAM PENYELESAIAN KASUS PERZINAHAN DI DESA BUNTUT BALI KECAMATAN PULAU MALAN KABUPATEN KATINGAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Meliwatie.2025. “Kewenangan Mantir Adat dalam Penyelesaian Kasus Perzinahan di Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.”Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, S.H., M.H. dan Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya peran lembaga adat dalam menyelesaikan pelanggaran adat, khususnya kasus perzinahan, di masyarakat Dayak Desa Buntut Bali. Dalam sistem nilai masyarakat Dayak, perzinahan atau jinah tidak hanya dianggap sebagai perbuatan asusila, melainkan juga merupakan pelanggaran berat terhadap tatanan adat, nilai kesucian keluarga, dan kehormatan komunitas. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) bagaimana kewenangan Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus perzinahan di Desa Buntut Bali, dan (2) bagaimana mekanisme penyelesaian pelanggaran adat (perzinahan) yang diterapkan oleh Mantir Adat di Desa Buntut Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan secara menyeluruh praktik kewenangan adat yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan Mantir Adat berlandaskan pada Hadat Dayak Tumbang Anoi 1894 serta Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2010 tentang Kelembagaan Adat Dayak. Kewenangan tersebut mencakup penerimaan laporan, pemeriksaan perkara, pemanggilan para pihak, penjatuhan sanksi adat, serta pengawasan pelaksanaan putusan. Mekanisme penyelesaian kasus perzinahan dilakukan melalui tahapan: pengaduan, pemanggilan, pemeriksaan, musyawarah, penjatuhan putusan, dan pelaksanaan sanksi berupa singer (denda adat dalam satuan kati ramu), serta ritual mamapas lewu sebagai bentuk pemulihan sosial dan spiritual. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kewenangan Mantir Adat bersifat yuridis, sosial, dan moral, serta memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan, wibawa adat, dan keseimbangan sosial di masyarakat Dayak. Dengan demikian, kewenangan Mantir Adat tetap relevan sebagai instrumen penyelesaian sengketa adat di masa kini. Kata Kunci: Kewenangan, Mantir Adat, Perzinahan, Hukum Adat Dayak.

PENGARUH METODE BERMAIN TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS III DI SDN-2 BUKIT TUNGGAL PALANGKARAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini mengkaji pengaruh metode bermain terhadap minat belajar siswa kelas III di SDN-2 Bukit Tunggal, kota Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan kesulitan belajar siswa akibat metode pembelajaran yang monoton, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan untuk meningkatkan keterlibatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis positivisme dengan metode survei melalui penyebaran angket.

Strategi pembelajaran Agama Hindu untuk membangun motivasi belajar siswa Hindu kelas V di SDN 1 Tumbang Sabetung Kabupaten Katingan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Odolman. 2025. Strategi pembelajaran Agama Hindu untuk membangun motivasi belajar siswa Hindu kelas V di SDN 1 Tumbang Sabetung Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing 2 Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penerapkan strategi pembelajaran agama Hindu Untuk Membangun Motivasi Belajar Siswa Hindu kurangnya alat peraga atau media belajar itu yang menjadi kendala bagi guru Kendala ini berdampak negatif pada fokus belajar siswa dan dapat menurunkan prestasi akademik penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru agama Hindu dalam mengatasi kendala yang ada di SDN-1 Tumbang sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan, guru agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, studi pustaka. Adapun teknik analisis datanya melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Strategi dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru bersifat humanis dan variatif, seperti metode tanya jawab, bercerita, ceramah, diskusi, serta penggunaan media sederhana. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. 2. Selanjutnya pelaksanaan strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-1 Tumbang Sabetung menghadapi kendala utama berupa keterbatasan media pembelajaran, alat peraga yang kurang variatif, dan minimnya tenaga pendidik.

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU MEDIA KONKRET PADA MATAPELAJARAN IPAS KELAS V SDN 1 MENTENG PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Romario, Vivo, R, 2025, Penerapan Problem Based Learning Bderbantu Media Konkret Pada Mata Pelajaran IPAS Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Dan Dosen Pembimbing Kedua Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media konkret pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru maupun siswa, serta menjelaskan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut. Pembelajaran IPAS merupakan salah satu mata pelajaran penting di sekolah dasar yang menuntut siswa untuk memahami konsep abstrak sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan PBL yang dipadukan dengan media konkret diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling yang melibatkan Kepala Sekolah, Wali Kelas V, serta dua orang siswa kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya hasil penelitian disajikan dalam bentuk laporan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantu media konkret dapat meningkatkan antusiasme, keaktifan, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS. Siswa lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak karena adanya media nyata yang dapat diamati dan digunakan secara langsung. Kendala yang dihadapi dalam penerapan PBL meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, serta ketersediaan media konkret yang belum sepenuhnya memadai. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan beberapa upaya, antara lain menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas, memanfaatkan media yang tersedia secara maksimal, serta memberikan pendampingan lebih intensif kepada siswa yang masih mengalami kesulitan. Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Konkret, Pembelajaran IPAS, Siswa Sekolah Dasar.

Esensi dalam Pembuatan Mandau pada Masyarakat Suku Dayak di Kalimantan Tengah

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Esensi pembuatan mandau semakin lama menjadi simpang siur dan susah mencari mandau yang mengikuti ciri khas dearahnya masing-masing akibat banyaknya pembuatan mandau yang sembarangan. Berdasarkan masalah yang ditemukan maka peneliti membuat rumusan masalah yaitu bagaimana esensi dalam pembuatan mandau pada masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan pengetahuan, kecintaan, dan kesadaran akan pentingnya esensi dalam pembuatan mandau pada masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah. Teori yang digunakan untuk menganalis rumusan masalah yaitu: teori hakikat, teori mimesis, dan teori hakikat. Data telah dikumpulkan dianalisis melalui metode penelitian kualitatif. Sumber data pada penitian ini mengunakan sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu porposive sampling. Hasil penelitian ini dijabarkan ke dalam tiga aspek utama dalam pembuatan mandau. 1. Esensi pembuatan bilah mandau tidak hanya bersifat teknis, tetapi mencerminkan perpaduan keterampilan menempa logam dengan pelaksanaan ritual yang menghormati alam, roh, dan leluhur. Setiap tahapan dilakukan dengan makna simbolik yang menjadikan mandau sebagai pusaka sakral, 2. Esensi pembuatan gagang mandau, prosesnya melibatkan tahapan artistik dan spiritual, mulai dari pemilihan bahan hingga pengukiran motif, yang dilakukan secara hati-hati dan disertai ritual sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan leluhur. 3. Esensi pembuatan sarung mandau mencerminkan proses yang tidak hanya berfokus pada fungsi dan estetika, tetapi juga sarat dengan nilai simbolik dan kepercayaan lokal, menjadikannya bagian penting dari identitas dan spiritualitas masyarakat Dayak

Kewenangan Mantir Adat dalam Penyelesaian Kasus Perzinahan di Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meliwatie.2025. “Kewenangan Mantir Adat dalam Penyelesaian Kasus Perzinahan di Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.”Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, S.H., M.H. dan Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya peran lembaga adat dalam menyelesaikan pelanggaran adat, khususnya kasus perzinahan, di masyarakat Dayak Desa Buntut Bali. Dalam sistem nilai masyarakat Dayak, perzinahan atau jinah tidak hanya dianggap sebagai perbuatan asusila, melainkan juga merupakan pelanggaran berat terhadap tatanan adat, nilai kesucian keluarga, dan kehormatan komunitas. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) bagaimana kewenangan Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus perzinahan di Desa Buntut Bali, dan (2) bagaimana mekanisme penyelesaian pelanggaran adat (perzinahan) yang diterapkan oleh Mantir Adat di Desa Buntut Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan secara menyeluruh praktik kewenangan adat yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan Mantir Adat berlandaskan pada Hadat Dayak Tumbang Anoi 1894 serta Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2010 tentang Kelembagaan Adat Dayak. Kewenangan tersebut mencakup penerimaan laporan, pemeriksaan perkara, pemanggilan para pihak, penjatuhan sanksi adat, serta pengawasan pelaksanaan putusan. Mekanisme penyelesaian kasus perzinahan dilakukan melalui tahapan: pengaduan, pemanggilan, pemeriksaan, musyawarah, penjatuhan putusan, dan pelaksanaan sanksi berupa singer (denda adat dalam satuan kati ramu), serta ritual mamapas lewu sebagai bentuk pemulihan sosial dan spiritual. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kewenangan Mantir Adat bersifat yuridis, sosial, dan moral, serta memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan, wibawa adat, dan keseimbangan sosial di masyarakat Dayak. Dengan demikian, kewenangan Mantir Adat tetap relevan sebagai instrumen penyelesaian sengketa adat di masa kini. Kata Kunci: Kewenangan, Mantir Adat, Perzinahan, Hukum Adat Dayak.

Pengaruh Metode Bermain terhadap Minat Belajar Siswa Kelas III di SDN - 2 Bukit Tunggal Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji pengaruh metode bermain terhadap minat belajar siswa kelas III di SDN-2 Bukit Tunggal, kota Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan kesulitan belajar siswa akibat metode pembelajaran yang monoton, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan untuk meningkatkan keterlibatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis positivisme dengan metode survei melalui penyebaran angket.

Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Refi Marisca, 2025: Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Dr. Wayan Gepu,. S.Ag., M.Fil.H Pembimbing 2: Muthia Farida, M.Pd Pengelolaan objek wisata alam memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, namun implementasinya sering menghadapi kendala struktural serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pengelolaan objek wisata Liang Pandan terhadap ekonomi masyarakat di Kabupaten Murung Raya, serta mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan strategi optimalisasi pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan 10 informan purposive yang terdiri atas unsur pemerintah, pengelola Pokdarwis, masyarakat lokal, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Liang Pandan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui munculnya UMKM, jasa parkir, homestay, dan usaha mikro lainnya. Faktor pendukung utama meliputi dukungan regulasi pemerintah, peran aktif Pokdarwis, partisipasi masyarakat, serta promosi alami melalui media sosial wisatawan. Hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur dan anggaran, rendahnya kapasitas SDM pengelola, kurangnya promosi digital kelembagaan, serta persoalan kebersihan dan perilaku vandalisme. Pengelolaan objek wisata Liang Pandan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan kesempatan kerja lokal, menegaskan peran pariwisata berbasis masyarakat sebagai motor pembangunan ekonomi daerah. Strategi optimalisasi pengelolaan meliputi penguatan kolaborasi multipihak, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, promosi berbasis digital, serta tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Temuan ini memperkuat teori Pariwisata Berkelanjutan, Local Economic Development, dan Community-Based Tourism (CBT), serta memberikan bukti empiris mengenai pentingnya tata kelola partisipatif dalam pengembangan wisata alam di Kalimantan Tengah.

PERAN GURU PASRAMAN PANGGIRIK LINGU DALAM MENANAMKAN NILAI PENDIDIKAN BUDHI PEKERTI PADA SISWA HINDU DI KELURAHAN JAKATAN RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Yumbi, 2025: Peran Guru Pasraman Panggirik Lingu Dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Budhi Pekerti Pada Siswa Hindu Di Kelurahan Jakatan Raya Kabupaten Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd., M.Pd, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran guru dalam pembentukan karakter siswa melalui pendidikan agama dan nilai budhi pekerti di Pasraman Panggirik Lingu. Sebagai lembaga pendidikan non formal Hindu, pasraman tidak hanya berfungsi untuk mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga sebagai wadah penanaman nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, cinta kasih, disiplin, serta penguatan identitas budaya dan spiritualitas siswa. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana pembelajaran, kurangnya pelatihan guru dalam metode pengajaran nilai, dan pengaruh globalisasi yang memengaruhi pola pikir dan perilaku siswa. Tujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Pasraman Panggirik Lingu dalam membimbing, mendidik, serta menanamkan nilai budhi pekerti kepada siswa Hindu, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pasraman berperan ganda, yaitu sebagai pengajar, pembimbing, motivator, sekaligus teladan yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, serta kegiatan keagamaan dan budaya. Kendala utama yang ditemukan meliputi perbedaan latar belakang keluarga siswa, kurangnya perhatian orang tua, serta keterbatasan fasilitas belajar. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran guru pasraman sangat vital dalam pembentukan perilaku dan karakter siswa Hindu. Namun, untuk meningkatkan efektivitas pendidikan budhi pekerti, diperlukan dukungan dari orang tua, masyarakat, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan adanya sinergi tersebut, pasraman dapat semakin berfungsi optimal dalam melahirkan generasi muda Hindu yang berkarakter, beretika, dan berintegritas.

Peran Media Sosial sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Made Safitri, 2025. Media Soisal Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag.,M.Fil.H Pembimbing II Handoko, S.Ag.,M.Si Pariwisata di Indonesia memiliki beranekaragam wisatanya, sumber daya alam yang begitu kaya akan keindahan alam, budaya dan adat istiadat yang dimiliki sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk datang dan berkunjung. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan definisikan terkait Media Sosial Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display ) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan wisata alam. (1) Bagaimana media sosial berperan dalam interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai yang dimana dalam interaksi wisata melalui media sosial dapat menjadi wisata yang lebih berkembang dan menjadi sorotan bagi kalangan masyakat luas, sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk mengunjungi Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai. (2) Pola Media Sosial sebagai media interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai, pola adalah bentuk atau model yang teratur serta susuna yang konsisten dilakukan secara berulang. Pengelola media sosial Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai mengungkapkan bahwa terdapat pola media sosial yang diterapkan guna menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Destinasi wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Kata kunci : Media Sosial, Interaksi, Pengembangan, Destinasi wisata, Kereng Bangkirai.

Komunikasi Kepemimpinan dalam Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Rektorat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rimbun Wahyuni, 2025: Komunikasi Kepemimpinan Dalam Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Rekto*rat InstitutAgama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H, pembimbing II I Wayan Sutarwan.S.Pd., M.Pd.H Penelitian ini dilatar belakangi oleh pola komunikasi kepemimpinan dapat mempengaruhi efektifitas atau keberhasilan program kerja dalam organisasi, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Rektorat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Terdapat dua rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana pola komunikasi kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya? dan (2) Bagaimana dampak dari pola komunikasi terhadap kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya?. Tujuan dari penelitian ini adalah memehami Bagaimana pola komunikasi kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya, serta Bagaimana dampak dari pola komunikasi terhadap kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Sistem Sosial Katz And Kahn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik pengumpulan data seperti, teknik osevasi, wawancara, kepustakaan serta dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan. (1)Pola komunikasi kepemimpinan yang diterapkan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya menerapkan empat pola komunikasi utama, yaitu vertikal, horizontal, diagonal, dan informal. Keempat pola ini berjalan saling melengkapi sehingga menciptakan sistem komunikasi yang dinamis dan adaptif. Penerapan komunikasi tersebut efektif terhadap keaktifan anggota dalam program kerja, konsolidasi internal, solidaritas tim, serta citra dan kinerja BEM di mata mahasiswa. (2)Dampak dari pola komunikasi yang diterapkan terlihat pada meningkatnya keaktifan anggota dalam program kerja, terjaganya konsolidasi internal dan solidaritas tim, serta membaiknya citra BEM di mata mahasiswa selain itu pola komunikasi yang diterapkan juga mendorong pengambilan keputusan yang lebih partisipatif dan adaptif, meningkatkan motivasi serta partisipasi anggota, menjaga transparansi dan akuntabilitas, serta memperlancar penyelesaian konflik melalui saluran komunikasi yang beragam. Kata kunci: Pola Komunikasi, Kepemimpinan, BEM IAHN-TP Palangka Raya

METODOLOGI PENELITIAN : Panduan Lengkap Penulisan Karya Ilmiah

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku "METODOLOGI PENELITIAN : Panduan Lengkap Penulisan Karya Ilmiah" merupakan sebuah panduan yang komprehensif bagi para peneliti dalam memahami dan mengimplementasikan metodologi penelitian serta menulis karya ilmiah. Dimulai dengan pengenalan konsep dasar metodologi penelitian, buku ini mengarahkan pembaca melalui berbagai tahap penting dalam proses penelitian, termasuk penetapan topik, perumusan masalah, dan analisis data. Penekanan diberikan pada pemilihan metode yang sesuai dengan tujuan penelitian dan etika penelitian yang penting. Selain itu, buku ini juga memberikan pedoman praktis dalam menyusun struktur karya tulis ilmiah yang baik, termasuk penggunaan referensi yang benar dan tata bahasa yang tepat. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi, tetapi juga membantu mereka menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, berintegritas, dan sesuai dengan standar akademik.