Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

INDRI

6 karya publik ditemukan.

2025: 12023: 22021: 3

METODOLOGI PENELITIAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Judul : METODOLOGI PENELITIAN Penulis : Leni Anggraeni, Afrizal Martin, Dian Puspita, Novi Ayu Kristiana Dewi, Marilin Kristina, Erliza Septia Nagara, Bernadhita Herindri Samodera Utami, Noca Yolanda Sari, dan Widi Andewi Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 202 Halaman No ISBN : 978-623-497-187-3 Sinopsi Buku Buku ajar ‘Metode Penelitian” ini merupakan buku yang dapat dijadikan sebagai referensi dan pedoman bagi mahasiswa maupun Dosen dalam melaksanakan Pembelajaran di kelas. Buku Metode Penelitian ini berbeda dengan buku metode penelitian lainnya karena dalam buku ini memberikan panduan secara rinci metode penelitian hingga penulisan laporan penelitian. Buku ini juga dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, capaian pembelajaran dan evaluasi pad setiap Bab. Buku ini membahas mengenai Bab 1. Penelitian Dan Metode Ilmiah Bab 2. Problem Statment Dan Rumusan Masalah Bab 3. Macam-Macam Penelitian Dan Metode Bab 4. Tahapan Dan Prosedur Penelitian Bab 5. Kajian Pustaka, Kerangka Penelitian Dan Hipotesis Bab 6. Data Dan Pengumpulan Data Bab 7. Variabel Dan Alat Analisis Bab 8. Pengembangan Instrumen Penelitian Bab 9. Pengembangan Penelitian Bidang Teknologi Informasi Bab 10. Analisis Data dan Hasil Penelitian \Buku ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bagi para peneliti, mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan kualitas penelitian dan penulisan laporan penelitian yang baik dan efektif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan penelitian. Penulis menerima masukan dan kritikan yang bersifat membangun dalam perbaikan pada substansi buku metode penelitian ini, agar dapat lebih baik lagi. Selain itu, besar harapan penulis buku ini dapat memiliki kebermanfaat yang besar bagi seluruh civitas akademika.

STRATEGI GURU AGAMA HINDU DALAM MEMBUDAYAKAN LITERASI SISWA HINDU DI SMPN 1 MANUHING KECAMATAN MANUHING KABUPATEN GUNUNG MAS

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

INDRI, 2023 : Strategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Hendri, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) I Komang Mertayasa, S.Pd.H.,M.Si. Pendidikan memegang peranan penting dan diperlukan oleh setiap individu karena melalui proses pendidikan individu akan mampu mengikuti gerak pembangunan yang sedang berlangsung sekarang maupun masa yang akan datang. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan, karena sasaranya adalah kualitas Sumber Daya Manusia. Budaya literasi rakyat Indoensia masih diklaim rendah. Menurut data United Nations Eductional Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam Lestari, 2019) indeks minat baca masyarakat Indonesia pada tahun 2012 hanya 0,001 dan hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang tertarik membaca. SMPN 1 Manuhing merupakan sekolah yang berada di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Masa, dan di sekolah ini telah menerapkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Oleh sebab itu peneliti meneliti tentang Strategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu, dengan lokasi penelitian di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Penelitan ini berusaha menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok : (1) Bagaimana Strategi Guru Agama Hindu dalam Memnudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas?. (2) Apa Saja Kendala Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan adalah metode purposive sampling, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan teknik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tentang Stategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Strategi dalam membudayakan literasi terdapat beberapa strategi yang digunakan yaitu guru meminta siswa untuk membaca 15 menit sebelum pemebelajaran dimulai. Strategi yang digunakan yaitu guru membawa siswa untuk menonton video yang berkaitan dengan pendidikan agama Hindu menggunakan laptop dan Guru Agama Hindu memberikan siswa tugas membuat cerita yang berkaitan dengan Ajaran Hindu. Kendala Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Terdapat dua kendala yaitu, Kendala internal, masih terdapat beberapa peserta didik yang masih malas untuk memebaca. Masih terdapat siswa yang kurang dalam menguasai bahasa Indonesia. Kendala eksternal, guru dalam membudayakan Literasi pada siswa bahwa masih kurang dalam hal penunjang buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan Agama Hindu, fasilitas pembelajaran masih belum memadai dan kurangnya dukungan dari orang tua siswa, Keadaan perpustakaan masih belum memadai

Strategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INDRI, 2023 : Strategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Hendri, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) I Komang Mertayasa, S.Pd.H.,M.Si. Pendidikan memegang peranan penting dan diperlukan oleh setiap individu karena melalui proses pendidikan individu akan mampu mengikuti gerak pembangunan yang sedang berlangsung sekarang maupun masa yang akan datang. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan, karena sasaranya adalah kualitas Sumber Daya Manusia. Budaya literasi rakyat Indoensia masih diklaim rendah. Menurut data United Nations Eductional Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam Lestari, 2019) indeks minat baca masyarakat Indonesia pada tahun 2012 hanya 0,001 dan hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang tertarik membaca. SMPN 1 Manuhing merupakan sekolah yang berada di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Masa, dan di sekolah ini telah menerapkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Oleh sebab itu peneliti meneliti tentang Strategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu, dengan lokasi penelitian di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Penelitan ini berusaha menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok : (1) Bagaimana Strategi Guru Agama Hindu dalam Memnudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas?. (2) Apa Saja Kendala Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan adalah metode purposive sampling, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan teknik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tentang Stategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Strategi dalam membudayakan literasi terdapat beberapa strategi yang digunakan yaitu guru meminta siswa untuk membaca 15 menit sebelum pemebelajaran dimulai. Strategi yang digunakan yaitu guru membawa siswa untuk menonton video yang berkaitan dengan pendidikan agama Hindu menggunakan laptop dan Guru Agama Hindu memberikan siswa tugas membuat cerita yang berkaitan dengan Ajaran Hindu. Kendala Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Terdapat dua kendala yaitu, Kendala internal, masih terdapat beberapa peserta didik yang masih malas untuk memebaca. Masih terdapat siswa yang kurang dalam menguasai bahasa Indonesia. Kendala eksternal, guru dalam membudayakan Literasi pada siswa bahwa masih kurang dalam hal penunjang buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan Agama Hindu, fasilitas pembelajaran masih belum memadai dan kurangnya dukungan dari orang tua siswa, Keadaan perpustakaan masih belum memadai

Buku Siswa Sejarah Indonesia SMA/MA Kelas 10

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan dalam rangka Implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Penerbit Grasindo. Buku ini merupakan Òdokumen hidupÓ yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman.

KONTRIBUSI PSIKOLOGI DI MASA PANDEMI COVID-19 2020

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini merupakan bentuk sumbangsih dari kami Fakultas Psikologi UNJANI kepada masyarakat dengan tema kontribusi psikologi di Era pandemic Covid-19. Awal tahun 2020 Indonesia diterpa wabah penyakit Covid-19 yang mana ini menjadi pandemic karena terjadi hampir di seluruh dunia. Situasi ini ternyata berlangsung lama, bahkan hingga saat ini pandemi Covid-19 ini masih juga menghantui masyarakat kita. Situasi ini tentu saja tidak terduga sebelumnya oleh masyarakat kita, bagaimana perubahan dalam bidang Pendidikan, pekerjaan, ekonomi, sosial dan juga psikologis. Perubahan dari hal-hal kecil hingga besar mulai dari dilakukannya sekolah secara daring, pekerjaan yang akhirnya dilakukan secara Work From Home, pembatasan aktifitas di masyarakat dan lain-lain. Hal ini tentu sedikit banyak mempengaruhi kondisi psikologis masyarakat saat ini. Disini kami Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) mencoba untuk memberikan suatu kontribusi dari sudut psikologi, dimana kami melihat situasi psikologis apa saja yang banyak terjadi di tengah masyarakat selama masa pandemic Covid-19 ini berlangsung. Dimulai dari bagaimana kita mencoba memahami emosi-emosi yang dimiliki oleh individu dan bagaiman mencoba memberikan reaksi yang efektif terutama ketika dihadapkan pada situasi pandemi saat ini, situasi yang emosional juga rentang terhadap stress sehingga kami pun mencoba membahas management stress yang disertai dengan relaksasi sebagai salah satu management stress. Yang mengalami situasi ketidaknyaman bukan hanya orang dewasa, tapi juga anakanak, para pekerja dan semua pihak. Dari sudut pekerja, hal ini menjadi suatu tantangan dimana tuntutan organisasi atau perusahaan tetap tinggi tapi situasi yang dihadapi berubah apalagi dengan Work From Home, bagi anak-anak pun juga tak kalah beratnya dengan bentuk School From Home dan anak-anak tidak bisa bermain bebas sehingga permainan apa yang bisa dilakukan selama di rumah yang dapat memberikan efek therapi. Penggunaan gadget juga menjadi semakin tinggi sehingga perlu adanya pembekalan bagi orangtua dalam mendampingi putra-putrinya menggunakan gadget selama School From Home serta dalam berkomunikasi menggunakan media sosial. Bagi pelaku UMKM dan usaha situasi pandemik ini juga memberikan dampak terhadap aktifitas usahanya sehinga bagaimana kita dapat mendukung pelaku usaha agar tetap bangkit menghadapi situasi yang dihadapi. Bahkan disamping itu semua, peranan pemimpin menjadi sangat penting karena merekalah yang dapat membantu dan mendukung para karyawan dan juga organisasi di dalam menghadapi situasi pandemic ini. Pembahasan-pembahasan yang kami sajikan tidak terlepas dari latar belakang Pendidikan dan kajian kami di bidang psikologi. Apa yang kami bahas dan kaji mudahmudahan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca di dalam memahami situasi pandemic dan bagaimana situasi psikologis yang terjadi dan dialami oleh masyarakat di sekitar kita. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan membawa pemahaman serta pengetahuan bagi kita semua mengenai kontribusi ilmu psikologi, terutama di masa pandemic Covid-19.

MODUL PEMBELAJARAN TEMATIK ENERGI ALTERNATIF UNTUK KELAS IV SD/MI

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Modul ini disusun untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dengan kualifikasi merangkum semua materi Energi Alternatif Kelas 4 SD/MI, dengan judul "Modul Pembelajaran Tematik: Energi Alternatif". Teknik penyajiannya dilakukan secara terpadu, hal ini dilakukan untuk menghindari pengulangan sebuah topik hanya karena penyajian yang disajikan tidak sistematik. Seperti layaknya sebuah modul, maka pembahasan dimulai dengan menjelaskan tujuan yang hendak dicapai dan disertai dengan soal yang mengukur tingkat penguasaan materi pada setiap topik yang dibahas. Dengan demikian penggunaan modul ini secara mandiri dapat mengukur atau mengevaluasi tingkat ketuntasan yang dicapai.