Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: faktor pendukung
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN (DISKOMINFO) KOTA PALANGKA RAYA DALAM PENCEGAHAN BERITA HOAKS DI MEDIA SOSIAL

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK I Made Wawan Andriawan, 2023 : Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya Dalam Pencegahan Berita Hoaks Di Media Sosial. Pembimbing I: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II: Wentin, S.Ag., M.Pd.H Hoaks dewasa ini banyak disebarluaskan melalui media digital, khususnya media sosial. Dalam upaya pencegahan penyebarluasan berita hoaks di media sosial maka perlunya strategi dalam menangani berita hoaks yang tersebar luas di media sosial, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya seyogyanya memiliki strategi yang tepat untuk mencegah berita hoaks yang tersebar di media sosial. Rumusan masalah penelitian ini yaitu (1) Bagaimana strategi Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandaian (Diskominfo) Kota Palangka Raya dalam pencegahan penyebarluasan berita hoaks di media sosial. (2) Apakah faktor-faktor yang mendukung dan menghambat strategi dalam pencegahan penyebarluasan berita hoaks di Media Sosial. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai strategi Diskominfo Kota Palangka Raya dalam pencegahan penyebarluasan berita hoaks di media sosial, serta faktor apa saja yang mendukung dan menghambat strategi Diskominfo Kota Palangka Raya Dalam Pencegahan penyebarluasan Berita Hoaks Di Media Sosial. Teori yang digunakan untuk mengkaji masalah ini adalah (1) teori Strategi Komunikasi dan (2) Teori Komunikasi Sibernetik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber Data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah Sekertaris Diskominfo Kota Palangka Raya, Jabatan Fungsional Pranata Humas Ahli Muda Sub Koordinator Layanan Informasi Publik, Kabid Pengelola Informasi Publik, Jabatan Fungsional Pranata Humas Ahli Muda Sub Koordinator Pengelolaan Media Komunikasi Publik, Kasubbag umum dan kepegawaian. Hasil penelitian ini adalah strategi yang digunakan oleh Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya menetapkan beberapa metode yaitu secara langsung (1) Sosialisasi (2) Diskominfo goes to school (3) literasi media, tidak langsung antara lain (1) webinar-webinar (2) website (3) pengaduan lapor. Hasil penelitian ini adalah Faktor pendukung (1) pemerintah pusat (2) pemerintah daerah (3) Sebagian masyarakat yang sadar akan informasi. Sedangkan faktor penghambat (1) masyarakat yang tidak sadar terhadap informasi (2) Diskominfo tidak memiliki kewenangan untuk memblokir akun penyebar berita hoaks (3 Diskominfo Kota Palangka Raya tidak memiliki aplikasi pendeteksi berita hoaks.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMAN-1 KAHAYAN HULU UTARA KABUPATEN GUNUNG MAS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WARDIMAN, 2021. Upaya Guru Agama Hindu dalam Meningktatkan Pemahaman Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos.,MAP. Pembimbing II, Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd. Pendidikan agama Hindu memiliki peranan yang sangat penting dalam hal mencetak generasi bangsa yang bermutu dan memiliki kualitas tinggi. Kerjasama yang baik dari semua pihak akan menentukan hasil dari kegiatan pendidikan yang telah dilakukan. Salah satunya yaitu guru. Guru sebagai seorang pendidik akan mengasuh, membimbing dan meningkatkan pemahaman siswa. Upaya guru dalam kegiatan pembelajaran menjadi peran penting dalam mewujudkan generasi siswa yang lebih baik khususnya terhadap dasar-dasar pendidikan agama Hindu di sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini akan ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa Hindu terhadap dasar-dasar ajaran agama Hindu di SMAN-1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas?. (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi upaya guru dalam meningkatkan pemahaman siswa Hindu terhadap dasar-dasar ajaran agama Hindu di SMAN-1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu teori kognitivisme, teori upaya. Informan penelitian ini adalah guru agama Hindu (satu orang), kepala sekolah, dan siswa kelas X (dua orang) serta siswa kelas XI (satu orang). Teknik pengumpulan data yaitu 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi. Metode penelitan ini yang digunakan metode kualitatif. Dan teknik analisis data meliputi beberapa tahapan yaitu: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarik kesimpulan. Hasil penelitian upaya guru dalam meningkatkan pemahamahan siswa terhadap dasar-dasar pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas yaitu 1) Guru menghadirkan kegiatan pembelajaran dengan semenarik mungkin, yaitu dengan menggunakan media audio visual berupa film, memperbanyak bahan ajar, berdoa sebelum belajar, mengikuti persembahyangan, dan mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Sementara itu, upaya yang dilakukan pihak sekolah adalah dengan mempersilahkan ruangan kelas sebagai tempat belajar agama Hndu 2) Faktor pendukung adalah berupa adanya kerja sama dari pihak sekolah serta guru dengan masyarakat sekitar dalam bentuk pelatihan. Dan 3) Faktor penghambat yaitu kurangnya bahan ajar berupa buku paket, belum tersedianya tempat belajar khusus untuk mata pelajaran agama, dan keadaaan lingkungan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail