Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Wadian
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PEWARISAN TRADISI WADIAN DADAS DALAM MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Wadian Dadas merupakan tradisi ritual pengobatan dan spiritualitas suku Dayak Ma’anyan yang memiliki nilai sakral sesuai dengan ajaran Hindu Kaharingan. Namun, seiring dengan arus modernisasi, tradisi ini menghadapi tantangan besar berupa krisis generasi penerus dan pergeseran makna dari ritual sakral menjadi sekadar seni pertunjukan komersial. Proses pewarisan ini harus dikelola melalui pola pendidikan yang tepat, sehingga menemukan cara agar nilai-nilai luhur di dalamnya tidak akan punah. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan masalah yaitu: (1) Apakah nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (2) Bagaimanakah pola Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (3) Bagaimanakah implikasi pola Pendidikan Agama Hindu terhadap pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori Pendidikan, (2) Teori Pewarisan dan (3) Teori Fungsional-Struktural. Metode penelitian menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari praktisi Wadian Dadas, Tokoh Adat, Guru Agama Hindu, serta masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam tradisi Wadian Dadas meliputi aspek Tattwa (keyakinan pada Ranying Hatalla), Susila (etika pengendalian diri), dan Acara (pelaksanaan ritual) yang membentuk moralitas calon Wadian, (2) Pola pendidikan yang digunakan adalah pola informal dan non-formal melalui jalur Herediter (garis keturunan) dan Vocation (Panggilan Hati), dimana proses belajar terjadi secara alami melalui pengalaman langsung dan bimbingan guru, (3) Implikasi dari pola pendidikan ini adalah terjaganya eksistensi tradisi Wadian Dadas sebagai identitas religius, terciptanya mekanisme pertahanan budaya, serta terjaganya keseimbangan sosial dan spiritual masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. ABSTRACT Wadian Dadas is a ritual tradition of healing and spirituality among the Dayak Ma’anyan people that holds sacred significance in accordance with the teachings of Kaharingan Hinduism. However, amid the tide of modernization, this tradition faces major challenges in the form of a crisis in the succession of practitioners and a shift in meaning from a sacred ritual to merely a commercial performance art. This process of transmission must be managed through appropriate educational approaches to ensure that the noble values embedded within the tradition do not become extinct. Based on the background described above, the researcher formulates the following research questions: (1) What are the Hindu educational values in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (2) What is the pattern of Hindu education in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (3) What are the implications of the Hindu educational model for the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? The theories used to examine the issues in this study are: (1) Educational Theory, (2) Theory of Transmission, and (3) Functional-Structural Theory. The research method employed a qualitative approach using ethnography. The data collection techniques used were participant observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of Wadian Dadas practitioners, traditional leaders, Hindu religious teachers, and the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict. The research findings indicate that: (1) The values of Hindu education within the Wadian Dadas tradition encompass the aspects of Tattwa (belief in Alahtalla Ngaburiat Hyang Piumung Jaya Pakuluwi), Susila (ethics of self-control), and Acara (ritual practice), which shape the morality of prospective Wadian practitioners; (2) The educational model employed is an informal and non-formal one transmitted through the lines of descent (lineage) and Vocation (calling of the heart), where the learning process occurs naturally through direct experience and the guidance of teachers; (3) The implications of this educational model include the preservation of the Wadian Dadas tradition as a religious identity, the creation of mechanisms for cultural preservation, and the maintenance of social and spiritual balance within the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict.

9 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji tentang Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur. Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas merupakan suatu upacara yang ditunjukkan kepada para leluhur, upacara ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Mulung Kuyang (Roh suci) sebagai manisfestasi Ranying Hatalla Langit/Tuhan Yang Maha Esa yang telah membantu mewujudkan keinginan dan permintaan yang dikehendaki. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti sebagai berikut: 1. Bagaimana Proses Pelaksanan Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ? 2. Bagaimana Fungsi Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ? 3. Apakah Persfektif Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami proses pelaksanaan upacara Bayar Hajat Wadian Dadas, fungsi dan nilai-nilai terkandung pada upacara Bayar Hajat Wadian Dadas serta menambah wawasan bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Sumber Garunggung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Religi, Teori Fungsional Struktural dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Bayar Hajat Wadian Dadas dapat disimpulkan bahwa: (1) Tata cara pelaksanaan pada upacara Bayar Hajat Wadian Dadas memiliki beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. (2) Fungsi dari upacara Bayar Hajat Wadian Dadas sebagai berikut : 1. Menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan dan leluhur, 2. Menjaga hubungan harmonis dengan sosial sesama manusia. (3) Perspektif pendidikan agama hindu yang terdapat dalam upacara yakni: 1. Perspektif Pendidikan Tattwa Agama Hindu, 2. Perspektif Pendidikan Susila/Etika Agama Hindu, 3. Perspektif Pendidikan Upacara Agama Hindu

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Wadian dalam Pelaksanaan Upacara Wara Tiga Hari Tiga Malam Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nupri, 2024, Peran Wadian Dalam Pelaksanaan Upacara Wara Tiga Hari Tiga Malam Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur. Skripsi Strata Satu Program Studi Kepanditaan Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institute Agama Hindu Negeri Tamping Penyang (IAHN-TP) Palangks Raya. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Nurlensi, S.Ag., M.Si. Peran rohaniawan hindu dalam upacara tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, dikarena pada proses pelaksanaannya rohaniawanlah yang berperan penting untuk memegang kendali serta memimpin upacara. Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito terkhusunya di kabupaten barito timur rohaniawan hindu kaharingan disebut dengan nama wadian. Wadian matei merupakan seorang yang memimpin upacara kematian umat hindu kaharingan terkhusunya di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur. Upacara kematian terkhususnya di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur disebut dengan upacara wara. Upacara wara merupakan upacara kematian tingkat akhir dalam kepercayaan umat hindu kaharingan. Upacara wara memiliki enam tingkatan antara lain sebagai berikut : a) Upacarawara satu hari satu malam, b) Upacarawara tiga hari tiga malam,c) Upacarawara lima hari lima malam, d) Upacarawara tujuh hari tujuh malam, e) Upacarawara sembilan hari sembilan malam, f) Upacarawara empat belas hari empatbelas malam. Didalam penelitian ini peneliti mengambil Upacara tingkat yang kedua yaitu Upacarawara tiga hari tiga malam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Peran Wadian Dalam Pelaksanaan Upacara Wara Tiga Hari Tiga Malam Pada Umat Hindu Kaharingan. Metode yang digunakam dalam dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif dan lokasi yang digunakan bertempatkan di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan: (1) Observasi (2) Wawancara (3) Dokumentasi. Wadian dalam upacara wara ada dua yaitu wadian tuha dan wadian panyahut, wadian tuha sebagai tokoh utama yang melantunkan mantra sedangkan wadian panyahut sebaga pembantu menirukan suara lantunan mantra. Didalam upacara wara membutuhkan seseorang yang mahir membuat sarana dan prasarana di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur memiliki panggilan khusus yaitu kasame.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail