2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Minat dan semangat siswa pada proses belajar disebut juga sebagai motivas belajar, motivasi belajar pada siswa tidak timbul begitu saja, melainkan perlu adanya rangsangan baik secara internal maupun eksternal. Rangsangan motivasi secara internal disebabkan oleh keinginan untuk mencapai prestasi belajar, sedangkan rangsangan secara eksternal, disebabkan oleh orang tua, keluarga, lingkungan sosial, lingkungan sekolah, guru, dan teman sebayanya melalui interaksi yang terjalin setiap saat, baik dalam kelas, maupun diluar kelas. Penelitian yang dilakukan berfokus pada interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa, khususnya siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yaitu; (1) Untuk mendeskripsikan interkasi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. (2) Untuk mendeskripsikan dan mengkaji kendala dan solusi interakasi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Untuk mencapai tujuan diatas, peneliti mengunakan jenis metode penelitian kualitatif yang berlangsung di sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan yaitu, teori behaviorisme dan teori interaksi simbolik. Penentuan informan dengan mengunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari, guru agaa Hindu, orang tua siswa, dan siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian yagn dilakukan yaitu; (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Selanjtunya, data dianalisis melalui tiga tahap yaitu; kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut; 1) Bagaimana interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) Bagaimana kendala dan solusi interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji tentang interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu, dan kendala yang dihadapi teman sebaya sebagai motivasi belajar melalui hubungan interaksi yang terjalin baik di dalam kelas maupun di luar kelas, interaksi teman sebaya yang baik dinilai dapat berdampak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, serta mendeskripsikan dan, mengkaji kendala dan solusi interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Pengumpulan data didapatkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, dengan informan terdiri dari guru Hindu, siswa Hindu, koordinator sekolah, dan orang tua siswa Hindu Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Instrumen penelitian yaitu peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan dibantu HandPhone recording, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data Kualitatif menurut M.B. Miles, Huberman & Saldana (2014). Hasil kajian penelitian ini, bahwa interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya melalui keterbiasaan siswa yang saling berinteraksi dengan baik, saling membantu, bermain bersama, belajar bersama, dan menjalin hubungan yang akrab satu sama lain. Sedangkan kendala nya yaitu Siswa kelas rendah di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, masih berada dalam tahap transisi dari lingkungan bermain di Taman Kanak-Kanak/TK menuju pembelajaran Sekolah Dasar, menyebabkan mereka mengalami kendala, seperti kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, dan menjalin interaksi dengan teman sebaya. Sedangkan, Siswa kelas tinggi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, meliputi siswa Hindu kelas tiga dan kelas lima, adapun kendalnya yaitu keterbawaan penggunaan gadget, yang dinilai dapat membuat kemampuan interaksi sosial mereka menjadi berkurang. Adapun solusinya yaitu, peran guru melalui pendekatan dan pembinaan, dan peran orang tua memberikan pemahaman penggunaan gadget yang baik, dan memberikan pembatasan penggunaan gadget melalui fitur pengawas orang tua.