Abstrak
Prednata Ivandi, 2022, Eksistensi Keramat Batu Bahai Di Desa Pepas Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara (Kajian Sosial Religius). Skripsi Strata Satu Progaram Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M..Pd. dan Pembimbing II : I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat lokal terhadap eksistensi keramat Batu Bahai, yakni batu berukuran besar berada di tepian sungai barito di Desa Pepas Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara yang diyakini sebagai tempat sakral (suci) bagi masyarakat untuk berkaul, memohon keselamatan hidup, rejeki, dan dipermudah dalam melakukan segala hal. Masyarakat melaksanaan ritual bayar hajat sebagai bentuk ungkapan syukur atas segala hal yang terkabulkan. Berdasarkan dari latar belakang, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yaitu : (1) Bagaimanakah mitologi Keramat Batu Bahai di Desa Pepas? (2) Bagaimanakah eksistensi Keramat Batu Bahai di Desa Pepas? (3) Makna sosial religius apakah yang terkandung dalam Keramat Batu Bahai di Desa Pepas? Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologis dan teori Fungsional Struktural. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data: 1) Observasi, (2) Wawancara dan 3) Studi Dokumen. Subyek dalam penelitian ini adalah Basir, Tokoh Masyarakat dan masyarakat, dengan menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Mitologi Keramat Batu Bahai diawali dengan sejarah, asal-usul dan bentuk, (2) Eksistensi Keramat Batu Bahai dibagi menjadi dua yaitu : Pelaksanaan Ritual Bayar Hajat dan Persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan ritual bayar hajat; (3) Makna sosial religius yang terkandung dalam Keramat Batu Bahai, dapat dibagi menjadi dua yaitu; makna sosial dalam pelaksanaan ritual bayar hajat dan makna religius dalam pelaksanaan ritual bayar hajat dalam ajaran Hindu Kaharingan terbentuk karena adanya interaksi sosial antar masyarakat setempat.