Abstrak
Muhamad, 2026. Komunikasi Tatap Muka di Tengah Fenomena Phubbing Pada Mahasiswa Asrama IAHN Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Desembeling, S.Ag.,M.Si Penelitian ini mengkaji fenomena phubbing (phone snubbing) yang memicu paradoks komunikasi: mendekatkan hubungan dengan pihak yang jauh melalui gawai, namun justru menjauhkan keakraban dengan orang yang berada di dekatnya di lingkungan komunal Asrama IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Lingkungan asrama yang idealnya menjadi ruang pembinaan karakter, persaudaraan, serta pengamalan nilai-nilai agama dan budaya, kini menghadapi tantangan nyata akibat pergeseran pola interaksi tersebut. Tujuan riset ini untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman subjektif mahasiswa dalam berkomunikasi tatap muka, menganalisis dampak perilaku phubbing terhadap dinamika dan iklim sosial asrama, serta mengidentifikasi hambatan, upaya yang telah dilakukan, dan solusi yang tepat guna. Jenis atau metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, akurat mengenai sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Pendekatan tersebut dimulai dengan cara berpikir deduktif kemudian melakukan pengujian di lapangan serta pendekatan kualitatif lebih menekankan analisis pada proses penyimpulkan deduktif dan induktif serta analisis terhadap dinamika hubungan antara fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah, Penelitian ini dilaksanakan di asrama mahasiswa Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dilaksanakan kurang lebih satu (1) bulan, Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dalam proses pelaksanaannya yang menentukan adalah Pembina asrama dan ketua asrama putra beserta putri, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, Analisis data yang digunakan peneliti yaitu model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014:12- 14) yaitu kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena phubbing saat berinteraksi langsung secara signifikan menurunkan kualitas komunikasi tatap muka mahasiswa. mahasiswa yang menjadi sasaran perilaku ini cenderung merasa diabaikan, kurang dihargai, dan tidak mendapatkan perhatian penuh dari lawan bicara. Penggunaan gawai saat berkomunikasi menyebabkan perhatian terbagi, sehingga menghambat kontak mata serta menurunkan efektivitas penyampaian pesan. Lebih lanjut, fenomena ini juga terbukti mengurangi kualitas hubungan interpersonal, menurunkan rasa saling percaya, serta menghambat pembentukan kehadiran sosial dan kebersamaan di lingkungan asrama