Abstrak
Upacara Paturun Sangiang Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas yang merupakan upacara untuk menyampaikan Hajat,niat dan tujuan kepada roh-roh suci sehingga dapat membantu manusia di dunia untuk menyampaikan permasalahan yang dialami dengan cara berkomunikasi melalui upacara Paturun Sangiang. Namun, sekarang banyak sekali halhal yang dapat memengaruhi tatanan kehidupan masyarakat sehingga menjadi berpikir lebih modern. Upacara Paturun Sangiang pada umat Hindu Kaharingan terkadang dianggap hanya sebagai suatu keharusan yang dilakukan secara rutin untuk menghindari pengaruh-pengaruh buruk atau kesialannya, dan ini dapat menyebabkan hilangnya esensi dari upacara tersebut. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah ; (1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara Paturun Sangiang Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?, (2) Fungsi apakah yang terkandung dalam pelaksanaan upacara Paturun Sangiang Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunun g Mas?, (3) Bagaimanakah makna upacara Paturun Sangiang Perspektif Filosofis Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?, Metode dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan upacara Paturun Sangiang baik itu fungsi dan maknanya secara filosofis dengan menggunakan teori Religi dan teori Semiotika. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Basir, tokoh umat Hindu Kaharingan, dan Tukang Sangiang. Hasil penelitian ini a dalah; (1) Proses upacara Paturun Sangiang yang dimulai dari Manawur, dan Tabuh, (2) Fungsi upacara Paturun Sangiang adalah untuk menyampaikan Hajat,niat dan tujuan kepada roh-roh suci sehingga dapat membantu manusia di dunia untuk menyampaikan permasalahan yang dialami dengan cara berkomunikasi melalui upacara Paturun Sangiang., (3) Makna dari upacara Paturun Sangiang perspektif filosofis adalah simbol dari keharmonisan antara manusia dengan roh-roh suci atau disebut dengan Dewa-dewi yang ada di alam Sangiang untuk memberikan anugerah kepada umat Hindu Kaharingan dalam menjalankan kehidupannya. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upacara Paturun Sangiang adalah salah satu upacara Hindu Kaharingan yang mencerminkan nilai luhur ajaran Hindu Kaharingan dimana upacara ini adalah sebagai upacara pengobatan kepada orang sakit. Pada upacara ini digunakan media Tukang Sangiang sebagai media komunikasi langsung kepada Dewa-Dewi atau roh-roh suci yang diturunkan atau merasuki di dalam tubuh media tersebut.