Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2021Versi 1

DUDAYA BAJENTA-BAJORAH DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN PALANGKA KOTA PALANGKA RAYA ( PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN HINDU )

Koleksi Perpustakaan•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Roni. 2020. “Budaya Bajenta-Bajorah dalam Pelayanan Publik di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya (Perspektif Manajemen Pendidikan Hindu). Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si. Pembimbing II : Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos., M.A.P. Konsep bajenta-bajorah menunjukkan betapa pentingnya budaya dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi atau adat istiadat sebagai pondasi dalam pembangunan karakter masyarakat. Atas dasar pemikiran tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian yang terdapat pada tiga aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimanakah makna budaya bajenta-bajorah dalam pelayanan publik di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya; (2) Bagaimanakah fungsi budaya bajenta-bajorah dalam pelayanan publik di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya; dan (3) Apa implikasi budaya bajenta-bajorah dalam pelayanan publik di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun, landasan analisis yang digunakan adalah Teori Manajemen Aliran Perilaku dan Teori Struktural-Fungsional. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut, dapat diasumsikan hal-hal sebagai berikut. Pertama, makna budaya bajenta-bajorah dalam pelayanan publik di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, berdasarkan pada tiga elemen dasar, yakni makna pelestarian budaya, makna manajerial (perspektif manajemen pendidikan Hindu), dan makna pelayanan. Ketiga elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada budaya bajenta-bajorah dalam pelayanan publik di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya (perspektif manajemen pendidikan Hindu). Kedua, fungsi budaya bajenta-bajorah dalam pelayanan publik di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, terfokus pada dua perilaku manajerial, yaitu fungsi tindakan sosial dan fungsi pengendalian diri (perspektif manajemen pendidikan Hindu). Budaya bajenta-bajorah ini merupakan pola hidup sosial masyarakat suku Dayak dalam organisasi (organizing) yang tampak jelas dalam struktur organisasi pada Kelurahan Palangka, sebagai fungsi koordinasi dan wewenang. Pelaksanaan (actuating) sebagai bentuk pengarah, proses merumuskan kembali aturan kinerja pada Kantor Kelurahan Palangka. Ketiga, implikasi budaya bajenta-bajorah dalam pelayanan publik di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, mengerucut pada dua tindakan, yaitu implikasi transparansi dan implikasi integritas dalam pelayanan publik. Implikasi transparansi mengacu pada proses pelayanan publik yang merupakan output, bagaimana fungsi pemerintah dijalankan. Sementara itu, implikasi integritas terfokus pada pelaksanaan pelayanan dengan mengoptimalkan penyelenggaraan egovernment dalam pelayanan publik secara menyeluruh.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1DUDAYA BAJENTA-BAJORAH DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN PALANGKA KOTA PALANGKA RAYA ( PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN HINDU )2021 · oai:ais:library-item:1244