Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2017Versi 1

Upacara Ngalangkang Pengaus dalam Panca Yajna pada Umat Hindu Suku Dayak Lawangan di Desa Bipak Kali Kabupaten Barito Selatan

Koleksi Perpustakaan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Umat Hindu Suku Dayak Lawangan terkhususnya generasi muda kurang memahami makna Upacara NgalangkangPengaus. Dalam pelaksanaan Upacara Ngalangkang Pengaus generasi muda kebanyakan hanya ikut senang-senang saja seperti contoh saat Mantir Adat sedang melakukan ritual di dalam rumah, generasi mudanya malah bermain kartu di teras depan rumah. Hal ini terlihat sangat memprihatinkan karena seharusnya generasi muda bisa terlibat langsung dalam Upacara Ngalangkang Pengaus agar bisa memahami tentang upacara tersebut. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti yaitu:1. Bagaimanakah proses Upacara Ngalangkang Pengaus pada umat Hindu Suku Dayak Lawangan di Desa Bipak Kali Kabupaten Barito Selatan?, 2. Apa nilai-nilai Upacara Ngalangkang Pengaus pada umat HinduSuku Dayak Lawangan di Desa Bipak Kali Kabupaten Barito Selatan?, 3. Bagaimana Upacara Ngalangkang Pengaus dalam Panca Yajna pada umat HinduSuku Dayak Lawangan di Desa Bipak Kali Kabupaten Barito Selatan?. Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan yaitu teori Fungsional Struktural, teori Simbol dan teori Fenomenologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh mengenai proses upacara Ngalangkang Pengaus meliputi tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap kegiatan inti dan tahap kegiatan penutup. Upacara Ngalangkang Pengaus dilaksanakan setelah panen padi dan dilaksanakan selama 3 hari 2 malam di rumah tempat almarhum tersebut meninggal atau dirumah keluarga yang lain sesuai kesepakatan. Ngalangkang Pengaus diyakini oleh umat Hindu Kaharingan Suku Dayak Lawangan sebagai upacara untuk mengantarkan Liau (roh) ke Ja Karang Intan Benua Sapu Amas (surga) dan bersatu dengan Juss Tuha Allah Taala kemudian menjadi Dewa penolong bagi keluarga yang ditinggalkan. Dalam Upacara Ngalangkang Pengaus mengandung nilai Tri Kerangka Dasar Agama Hindu yaitu Tattwa, Susila, dan upacara. Upacara Ngalangkang Pengaus pada umat Hindu Suku Dayak Lawangan dalam Panca Yadnya merupakan implementasi dari semua ajaran Panca Yajna yaitu ajaran Dewa Yajna, Pitra Yajna, Rsi Yajna, Manusa Yajna dan Bhuta Yajna, namun yang paling utama Upacara Ngalangkang Pengaus merupakan bentuk penerapan dari Pitra Yajna.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Upacara Ngalangkang Pengaus dalam Panca Yajna pada Umat Hindu Suku Dayak Lawangan di Desa Bipak Kali Kabupaten Barito Selatan2017 · oai:ais:library-item:1063