Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2021Versi 1

Persepsi Masyarakat Dayak Ngaju Terhadap Pelaksanaan Upacara Tiwah Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan (Studi Pada Umat Hindu Kaharingan)

Koleksi Perpustakaan•4 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Melihat dari beberapa persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap upacara Tiwah yang lahir dari tradisi nenek moyang masyarakat Dayak secara umum, padahal pada kenyataan dan bukti tertulis yang ada tidaklah demikian, upacara Tiwah adalah upacara keagamaan Hindu Kaharingan yang memang sudah ada dari nenek moyang terdahulu, dan sudah tertuang di dalam Kitab Suci Panaturan pada pasal 33 “Malalus Tiwah Suntu’. Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana fungsi dan makna upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap pelaksanaan upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten katingan ? Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Tiwah Di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2) untuk mengetahui fungsi dan makna upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (3) untuk mengetahui persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap pelaksanaan upacara Tiwah (studi Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah ;teori religi, teori konflik dan teori persepsi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif dan kualtiatif dengan langkah-langkah penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) upacara Tiwah merupakan upacara keagamaan umat Hindu Kaharingan yang bertujuan untuk mengantarkan roh ke lewu tatau atau kembali menyatu kepada Ranying Hatalla Langit. (2) Fungsi upacara Tiwah diantaranya mengandung, fungsi religius dan fungsi sosial. Makna upacara Tiwah diantaranya mengandung, nilai agama, nilai budaya dan nilai religius. (3) Persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan upacara Tiwah menjadi suatu gambaran dan ilmu pengetahuan untuk membedakan upacara adat tradisi dan upacara keagamaan.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Persepsi Masyarakat Dayak Ngaju Terhadap Pelaksanaan Upacara Tiwah Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan (Studi Pada Umat Hindu Kaharingan)2021 · oai:ais:library-item:1327