Abstrak
Andani Rencily, 2025, Pelatihan dan pembelajaran berbasis Seni Budaya Pada Sanggar Seni Budaya Kacapi Kolingu Na’ah di Kota Palangka Raya. Skripsi Starata Satu fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.Komang Suarta,S.Ag.,M.Si dan pembimbing Yoppie.M.pd.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian seni budaya Dayak di Kalimantan Tengah melalui pendidikan nonformal. Sanggar Seni Budaya Kacapi Kolingu Na’ah di Kota Palangka Raya menjadi wadah generasi muda untuk belajar seni tari, musik, karungut, dan bela diri tradisional sebagai identitas budaya daerah. Namun, proses pembelajaran di sanggar juga menghadapi berbagai kendala, baik teknis maupun manajerial, sehingga perlu diteliti lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri dari ketua, pelatih, sekretaris, bendahara, dan anggota sanggar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelatihan dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menekankan praktik langsung, refleksi, serta bimbingan individual. Pembelajaran berbasis seni budaya efektif dalam menumbuhkan keterampilan, kreativitas, dan rasa cinta budaya Dayak pada peserta. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana dan media pembelajaran, variasi kemampuan peserta, kedisiplinan, serta keterbatasan waktu dan tenaga pelatih. Kesimpulannya, pelatihan dan pembelajaran berbasis seni budaya di Sanggar Kacapi Kolingu Na’ah berperan penting dalam melestarikan budaya lokal dan mengembangkan potensi generasi muda, meskipun masih memerlukan strategi pengelolaan yang lebih baik agar hambatan dapat diminimalisasi.