Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.954 item publik

Publikasi

Halaman 84 dari 98

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Umat Hindu Dalam Pelaksanaan Basarah Di Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya

2020 · Book · Open Access

Dalam agama Hindu mengenal tentang tiga kerangka dasar yaitu tattwa, etika dan upacara. Pelaksanaan upacara inilah yang membedakan agama Hindu dengan agama lainnya, karena agama Hindu lebih dominan kedalam pelaksanaan upacara yaitu sebagai bentuk implementasi ajaran tattwa dan etika secara nyata. Sama halnya dengan hari raya Saraswati yang dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk pemujaan kepada dewi Saraswati dan memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan. Partisipasi umat Hindu sangat penting demi kelangsungan pelaksanaan hari raya Saraswati terutama pesembahyangan yang dilakukan pada saat pagi hari. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain : (1) Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya? (2) Bagaimana upaya pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya, (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Sumber data penelitian ini adalah ketua PHDI, guru agama Hindu, Penyuluh agama, Pemangku, masyarakat Hindu dan dokumen desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Fungsionalisme dan teori Religi. Metode yang digunakan untuk menumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah yaitu waktu pelaksanaannya, kesibukan, kurangnya kesadaran, kurangnya pengetahuan, kurangnya rasa memiliki, anggapan bahwa hari raya Saraswati kurang penting dan lebih fokus terhadap persembahyangan di Balai masing-masing. Sedangkan upaya pembinaan yang harus dilakukan adalah melakukan pembinaan, melakukan rembug sastra, memotivasi diri sendiri, melakukan komunisadi dengan pemuka agama, penyuluh agama dan guru agama Hindu.

Minat Belajar Siswa Terhadap Pembelajaran Seni Budaya SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

2020 · Book · Open Access

Perkembangan jaman semakin pesat dalam ilmu pengatahuan dan teknologi. Kemajuan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat, mengakibatkan peningkatan upaya pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahi bagaimana tujuan : (1) Bagaimanakah minat belajar siswa terhadap mata pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? (2) Apakah faktor-faktor yang menjadi penghambat minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? (3) Bagaimanakah upaya meningkatkan minat siswa dalam belajar seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? khususnya dalam upaya memberika ilmu pengetahuan tentang minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya. Medote yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode yang didasarkan atas kenyataan yang berlangsung sekarang dimana data-data yang mula-mula dikumpul dan disusun, kemudian dijelaskan serta dianalisis, di dalam penelitia. Dari analisi data tersebut dapat disimpulkan bahawa: (1) minat belajar siswa terhadap mata pelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau dalam mengetahui minat belajar siswa guru minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya sangat kurang karena siswa-siswi masih kurang percaya diri dalam mengasah kemampuan dan pengetahuan yang di miliki di bidang seni budaya. (2) faktor-faktor yang menjadi penghambat minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau yang menjadi faktor penghambat minat belajar siswa merupakan kendala yang dihadapi seorang siswa yang masih kurang minat niat belajar atau motivasi dalam dirinya (3) upaya meningkatkan minat siswa dalam belajar seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau Upaya seorang guru khusunya guru mata pelajaran seni budaya didalam meningkat minat pelaksanaan proses pembelajaran tentunya sangat besar sekali, dimana guru agama seni budaya bertidak sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dan pelatih yang harus dipedomani oleh para siswa disekolah

Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan

2020 · Book · Open Access

Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji tentang Kendala yang terjadi pada Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit. Siswa di SMAN 1 Marikit mengalami kesulitan dan hambatan dalam memahami dan menerima Mata Pelajaran Seni Budaya yang disampaikan oleh guru, oleh karena itu perlu mengkaji tentang: (1) pembelajaran siswa dalam Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (2) Kendala Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Behavioristik, teori Kendala, dan teori Motivasi Belajar. Hasil penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori: (1) Pada pembedahan rumusan masalah yang nomor satu menggunakan teori Behavioristik (2) pada rumusan masalah yang ke-dua menggunakan teori Kendala (3) pada rumussan masalah nomor tiga menggunakan teori motivasi belajar. Hasil penelitian yang dikaji berdasarkan teori yang digunakan adalah: (1) sistem pembelajaran pada Mata Pelajaran Seni Budaya masih belum menggunakan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan ajar yang digunakan hanya satu bahan ajar saja yakni buku paket Seni Budaya; (2) guru hanya menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab saja, belum tersedianya alat-alat atau media yang digunakan untuk melakukan praktek, media yang digunakan hanya spidol dan papan tulis saja. Guru yang mengajar Mata Pelajaran Seni Budaya merupakan tidak berlatar belakang dari pendidikan Seni. Keadaan ruang kela yang masih belum efektif. Kurangnya kreativitas guru dalam mengajar; (3) adapun upaya yang dilakukan adalah kepala sekolah udah menanyakan tentang silabus kepada Dinas Pendidikan namun masih belum ada respon. Guru Seni Budaya menanyakan pada sekolah lain yang mungkin mempunyai silabus agar bisa menyusun RPP. Kepala sekolah jjuga sudah mengusulkan untuk pengadaan alat-alat atau sarana prasarana agar bisa digunakan pada saat praktek. Kepala sekolah sudah mengupayakan untuk memperbanyak bahan ajar Mata Pelajaran Seni Budaya

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pesiwah Pada Umat Hindu Dayak Lawangan Di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong

2020 · Book · Open Access

Skripsi ini mengkaji tentang Nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Pesiwah pada umat Hindu dayak lawangan di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Fenomena yang terjadi dalam upacara Pesiwah masih kurangnya keterlibatan generasi muda sehingga sehingga minimnya pengetahuan akan pelaksanaannya termasuk nilai-nilai yang terkandung pada upacara Pesiwah, berkaitan dengan pendidikan keagamaan. (1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangan di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. (2) Apa saja Nilai-nilai Pendidikan agama Hindu dalam upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangan di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu, untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai pendidikan agama Hindu seperti nilai pendidikan Tattwa, Susila dan Upacara yang dikenal dengan Tiga kerangka dasar agama Hindu, guna memperkaya keilmuan agama terkhususnya pelaksanaan upacara Pesiwah. Teori yang digunakan 1) Teori Fungsinalisme Struktural 2) Teori Nilai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah Snow Ball dalam pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan analisis data penelitian yang landasi teori atau konsep dapat disimpulkan bahwa: (1) Upacara Pesiwah merupakan upacara melepas Pali sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang telah didapat dan dipersembahkan melalui upacara Pesiwah ditujukan kepada Tuhan beserta manifestasi-Nya. Tahap Pelaksanaan upacara Pesiwah terbagi menjadi tiga tahap yaitu meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir, untuk persiapan diantaranya, biaya, waktu, tempat, Besaruan (mengundang), sarana prasarana, membuat Anshak, memasak Lamang, serta menata persembahan, sedangkan untuk pelaksanaan meliputi menghidupkan Damuan sebagai pemberitahuan bahwa ritual akan dimulai, Sempuri bercerita asal musal Pesiwah, permbersihan sarana dan prasarana, dan yang terakhir menghaturkan persembahan kepada Tuhan dan para manifestasi-Nya, dan tahap akhir yaitu makan bersama dan penyerahan Tembai kepada Balian. (2) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara Pesiwah adalah: Nilai pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Susila/etika serta Nilai Pendidikan Upacara.

Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Didesa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya

2020 · Book · Open Access

Dalam kehidupan masyarakat, khususnya diKalimantan Tengah juga sering kita saksikan alat musik tradisional Kacapi yang ditampilkan dalam suatu kegiatan masyarakat untuk menyambut kedatangan tamu, perayaan yang bersiapan hiburan sesuai dengan tradisi masyarakat setempat, dan juga ditampilkan dalam suatu pertujukan seni budaya. Memperhatikan ketersediaan bahan yang semakin berkurang, kemampuan membuat, kemampuan memainkan serta lemahnya promosi terhadap Kacapi tersebut, sehingga dipandang perlu dilakukan upaya pelestariannya. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Upaya Pelestarian dan apakah Faktor-fator Penghambat Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Tujuan penulis ini untuk mengatahui upaya pelestarian seni musik tradisional Kacapi, dan faktor-faktor penghambat dalam pelestarian seni musik kacapi tersebut. Teori yang digunakan untuk mengnalisis rumusan masalah adalah Teori Upaya dan Teori Penghambat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analisis data. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya dilakukan dengan; (1) menjaga dan melestarikan bahan pembuatan kacapi yakni Pohon Jelutung, Ulin dan Rotan dengan telah menjadikan bahan tersebut sebagai Tumbuhan Adat, (2) mempertahankan cara membuat Kacapi yang meliputi cara membuat/ Nguan Bangkan Kacapi,Nguan Kulok Kacapi dan Ngodulunt Uwoi, (3) mempertahankan cara bermain Kacapi yakni dengan mempelajari cara menyetem dan mengenal tangga nada dalam bermain Kacapi, serta melalui pemahaman lagu daerah dayak Siang Murung, (4) melakukan upaya promosi melalui kegiatan hiburan masyarakat pada saat acara hajatan, perkawinan, dan sebagainya. Sementara Faktor-Fator Penghambat Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya antara lain; (1) masih membudayakan kehidupan dengan cara food gathering (mengambil tumbuhan bahan pembuatan kacapi dari alam) dan belum melakukan membudayakan kehidupan food producing (menanam tumbuhan yang menjadi bahan pembuatan Kacapi) sehingga akan mengancam ketersediaannya dikemudian hari, (2) terbatasnya seniman yang bisa membuat Kacapi, terutama dalam hal pembuatan Bangkan Kacapi dan Ngodulunt Uwoi, (3) susahnya cara bermain Kacapi, baik cara menyetem ataupun cara mengenal tangga nada karena Kacapi tidak dilengkapi dengan Frets (kolom tangga) seperti yang dimiliki oleh gitar, dan harus memahami lagu daerah pada masyarakat setempat, (4) mengalami kendala dalam mempromosikan alat musik tradisional Kacapi karena masyarakat Desa Doan Arung masih belum memahami Teknik Marketing yang memadai.

Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas

2020 · Book · Open Access

Proses pembelajarante ntunya menumbuh dan mengembangkan pendidikan yang bermuthu diperlukan proses belajar yang baik, agar mutu pendidikan lebih baik. Diharapkan proses belajara yang lebih efektif dan efisen.Sehingga semakin tinggi mutu pendidikan, diharapkan semakin baik hasil belajarnya dan semakin banyak masalah belajar yang dialami memungkinkan semakin tinggi peroleh hasil belajarnya. Berdasakan latar belakang diatas, maka penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas yaitu:(1)Bagaimanakah Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas,(2)Apa Upaya Yang Dilakukan Oleh Guru Agama Hindu Di Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMKN 1 Mihing Raya, (3) Kendala Apakah Yang Dirasakan Oleh Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Pelaksanakaan Pembelajaran Agama Hindu Di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana proses pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMKN 1 Miihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Memahami bagaimana proses pembelajaran pendidikan agama Hindu yang lebih baik. Sehingga secara otomatis akan membuat pradigma mengajar guru dari yang bersifat teacher centred (berpusat pada siswa) mengetahui bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : (1) Teori Kontrukvisme dari Yamin, (2) Teori Kognivisme dari Jerome Bruner, (3) Teori Humanistik dari Carl R.Rogers. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah diperoleh dianalisis dengan metode diskkriptif kualitatif dengan langkah yaitu,reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun lokasi penelitian dilaksanakan di SMKN 1 Mihing Raya kabupaten Gunung Mas. Berdasrkan judi penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dari analisis data diatas dapat disimpulkan,(1)Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu sangat penting dan wajib bagi peserta didik yang dimana bertujuan untuk menumbuh kembangkan dan meningkatkan Sradha dan Bhakti siswa terhadap Ida Sanghyang Widhi Wasa melalui pelatihan penghayatan dan pengalaman ajaran agama Hindu,(2) Peran guru dalam proses pembelajaran adalah menjadi fasilitator bagi para siswa, memberikan motivasi,sebagai evaluator atau guru yang memberikan penilaian untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan tercapai atau tidak dan kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa

Penyelesaian

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK Rundapano, 2020 Dampak penerapan undang-undang nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sitem pertanian ladang berpindah di desa Benao Hilir kecamatan Lahei Barat kabupaten Barito Utara, Skripsi Strata satu Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, pembimbing I Mariatie S.Ag., M.Si, Pembimbing II Sri Kayun SH., M.Si Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentunya ada memiliki dampak di dalam kehidupan masyarakat seperti halnya dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap Sistem Pertanian Ladang berpindah. Masyarakat Kalimantan Tengah telah lama mengenal pembukaan lahan ladang berpindah dengan kearifan lokal suku dayak yang bertujuan untuk melestarikan keaneka ragam hayati, diladang petani menanam benih-benih lokal seperti mentimun, singkong, labu karet dan sayuran. Masyarakat membuka lahan pertanian dengan cara tebang, bakar, namun masyarakat petani yang berada di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat tidak semena-mena atau membabi buta dengan lahan. Masyarakat petani mengunkan beberapa tahap seperti, menebang pohon, membersihkan pinggir-pinggir ladang, penanaman benih padi, agar nantinya tidak berdampak bagi ekosistem habitat hewan, tumbuhan dan bagi masyarakat juga. Berdasarkan hal tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:(1). Bagaimana dampak dari penerapan undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sistem pertanian ladang berpindah di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara?, (2). Bagaimana Upaya pemerintah untuk melestarikan sistem pertanian ladang berpindah di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Perlindungan Hukum dan teori Efektivitas Hukum jenis penelitian ini adalah penelitian kualintatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, sedangkan guna mendapatkan data yang valid, peneliti menggunakan teknik Obvservasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan penelitian ini ialah Masyarakat petani dengan sistem pertanian ladang berpindah sebagai Kunci utama dan kepala Desa. Hasil analisa yang dapat diperoleh sistem pertanian ladang berpinndah yaitu masyarakat peladang masih kuat kearifan lokal berladang dengan sistem berpindahpindah dan hal tersebut menjadi budaya masyarakat Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Kata kunci : Dampak penerapan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sistem pertanian ladang berpindah.

Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing

2020 · Book · Open Access

Skripsi ini mengkaji Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing suasana belajar di kelas kadang proses belajar siswa terhambat karena apa yang dijelaskan lain dari materi yang dicatat oleh siswa. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, Skripsi ini mengkaji tentang (1). Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dekomentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hal penelitian ini dikajikan dengan teori peran, teori Behaviorisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing, yang di lakukan Selaku guru mata pelajaran Agama Hindu dalam pelaksanakan evaluasi pembelajaran guru melaksanakan evaluasi yaitu evaluasi formatif digunakan unruk mengevalusai kemajuan belajar siswa selama berlangsungnya proses belajar menjagar disekolah, evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada akhir dari suatu unit kegiatan belajar mengajar tertentu (cawu/semester) yang bertujuan untuk mengambil keputusan tentang berhasil (lulus) atau gagalnya (tidak lulus) suatu proses pembelajaran, (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing yaitu Faktor penghambat evaluasi ini kesulitan guru dalam menyesuaikan kurikulum, karena di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing Berlaku Kurikulum K13, jadi dari KTSP ke Kurikulum K13, harus ada penyesuaian-penyesuaian banyak terjadi perubahan dalam hal evaluasi ini jadi kesulitan guru pada penyesuaian evaluasi, untuk K13 guru juga kerepotan yaitu karena katerian pelajaran terlalu banyak tagihan.

PERAN PASRAMAN NYAI INAI MANGUT DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI DESA SEI HANYO KECAMATAN KAPUAS HULU KABUPATEN KAPUAS

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK SRI BUMBUNG, 2020. Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapusas, Skripsi Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyan Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA Pembimbing (II) Komang Suarta, S.Ag,.M.Si Dalam penelitian ini yang melatar belakangi adalah untuk mengetahui tentang peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas karena kuranya guru agama hindu di sekolah formal sehingga kurangnya pengetahuan peserta didik tentang pendidikan agama Hindu Kaharingan, pasraman Nyai Inai Mangut Berperan sebagai tempat memberikan nilaia-nilai ketuhanan, motivasi, fasilitator Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Tujuan umum mengacu kepada judul 2) Tujuan Khusus mengacu kepada Rumusan masalah Adapun masalah dalam penelitian ini Pendidikan di pasraman Nyai Inai Mangut terdapat beberapa masalah permasalahan 1) Bagaimana Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam Proses ajaran Agama Hindu Kaharingan dipasraman, 2) Apakah kendala-kendala belajar pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Pasraman Nyai Inai Mangut Teori yang di gunakan pada penelitian ini yaitu: 1) Teori peran, 2) Teori humanisme pendidikan 3) Teori Pendidikan Hindu 4) Teori Kendala Dalam penelitian ini Metode di gunakan yaitu metode Kualitatif dengan Teknik penetuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru Pasraman dan siswa pasraman selain itu penelitian ini menggunakan jenis dan sumber data yaitu data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi untuk Teknik analisa data terdiri dari pengumpulan informasi data, Reduksi data, Penyajian data, dan menarik Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bertempat di Pasraman Nyai Inai Mangut di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas, Peran pasraman Nyai Inai Mangut adalah tindakan/aktivitas yang dilakukan/ dijalankan oleh.ketua pasraman dan guru-guru terkait dengan Rumusan masalah yang ke satu (1) sebelum melaksanakan aktivitas belajar mengajar terlebih dahulu dilakukan persambahyangan Basarah kemudian dilanjutkan dengan proses belajar mengajar Kendala yang di hadapai oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di pasraman Nyai Inai Mangut yaitu Kendala sarana dan pra sarana yang tidak menunjang belum adanya pembangunan ruangan khusus pasraman untuk saat ini masih belajar di balai Basarah, kendala pada guru kuranya pengetahuan guru dalam hal memberikan materi, kendala pada peserta guru di hadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa yang beraneka ragam ada siswa yang dapat menempuh pendidikan secara lancar, namun disisilain ada pula siswa yang mengalami kesulitan yang bersipat Psikologis dan sosiologissehingga menyebabkan presrtasi belajar siswa yang di capai kurang maksimal.

UPACARA BOBANTAN LAMAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA KUBUNG KECAMATAN DELANG KABUPATEN LAMANDAU (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK LILIN ULAN DARI, 2020 Upacara Bobantan Laman Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau (Perspektif Pendidikan Hindu) Skripsi. Staratan Satu. Fakultas Dharma Acarya. Progra Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag., M.Ag Dan Dosen Pemimbing II Suwito S.Ag., M.Si Upacara Bobantan Laman adalah yang dianggap masih memiliki nilai-nilai yang cukup relevan bagi masyarakat Desa Kubung dilaksanakan setiap tahun sekali dilaksanakan pada tanggal 7 juli oleh umat Hindu Kahringan Kabupaten Lamandau upacara Bobantan tentu memiliki makna nilai-nilai pendidikan didalamnya, Adapun rumusan masalah didalam penelitian ini adalah 1.bagaimana latar belakang pelaksanaan upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? 2. apakah makna pelaksanaan upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? 3.apakah nilai-nilai yang tekandung dalam upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? Tujuan penelitian ada tiga yaitu untuk mengetahui bagaimana latar pelaksanaan upacara Bobantan Laman di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau untuk mengetahui makna yang terkandung dalam upacara Bobantan Laman dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung di dalam upacara Bobantan Laman masyarakat Hindu Kaharigan Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Konsep yang digunakan adalah upacara Bobantan Laman teori yang digunakan yaitu teori religi,teori makna, teori fungsionalisme struktural Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode Deskriptif kualitatif, yakni suatu metode yang diharapkan mampu memberikan gambaran dari suatu proses atau kejadian maupun peristiwa yang terjadi secara faktual dan akurat mengenai suatu fenomena. Metode penelitian yang digunakan dimaksud adalah merupakan sebuah cara, hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan metode adalah : Cara yang tepat mengunakan atau melakukan penelitaian, sedangkan penelitian adalah merupakan suatu kegiatan dalam rangka mencari, mencatat, merumuskan sekaligus menganalisis sampai dengan penyusunan akhir laporan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upacara Bobantan Laman adalah merupakan wujud sradha dan bhakti kepada Sangiang Duato (Tuhan Yang Maha Esa ) Sagar bertujuan mendapatak perlindungan, hidup damai dan tentram.

Seni Bela Diri Lawang Sakepeng Pada Pemuda Hindu Kaharingan Di Desa Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2020 · Book · Open Access

Pendidikan seni budaya merupakan aspek yang sangat penting khusususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya seni adalah unsur budaya yang dapat memberikan dukungan terhadap kemajuan budaya yang ada di desa Timpah. Jenis kesenian yang ada di desa Timpah sangat beragam keragaman dipengaruhui oleh latar belakang timbulnya kesenian itu dan kondisi masyarakat pendukungnya. Salah satu seni bela diri Lawang Sakepeng yang dimainkan pada saat acara pernikahan dan penyambutan tamu yang memiliki pesan nilai keindahan proses dan fungsi bagi masyarakat desa Timpah. Seni bela diri Lawang Sakepeng yang ada di desa Timpah hanya didominasi oleh pemuda Hindu saja, itupun hanya beberapa pemuda yang melatih diri dan mau belajar seni bela diri, dalam pelatihan seni bela diri Lawang Sakepeng, pemuda Hindunya masih kurang mengerti dan memahami makna proses, fungsi dan nilai yang ada dalam Lawang Sakepeng karena kebanyakan pemuda lebih Hindu dominan di seni budaya lainnya seperti seni tari dan musik sehingga seni bela diri Lawang Sakepeng kurang ditonjolkan. Fenomena pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah hendaknya dikaji secara mendalam untuk dapat diketahui permasalahannya. Berdasarakan itu peneliti mengkaji permasalahan dengan merumuskan masalah yakni: 1). Bagaimanakah proses pelaksanaan seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah?; 2). Apakah fungsi seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah ?; 2). Apakah nilai-nilai seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah?. Penelitian ini tentu mempunyai tujuan dan manfaat yang hakikatnya untuk meningkatkan keilmuan dan meningkatkan sumber daya manusia pemuda Hindu Kaharingan yang lebih baik. Untuk memahami dan mengkaji permasalahan disampaikan kajian pustaka konsep, teori dan model untuk menganalisis masalah yang menjadi target pembahasan. Sedangkan teori yang digunakan untuk mengkaji adalah teori fungsional struktural dan teori nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskripsi kualitatif dengan pendekatan penalaran indukatif, teknik informan purposif. Metode pemgumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara tidak berstruktur dan studi dokumentasi, serta dilanjutkan dengan teknik analisis data untuk mendapatkan deskripsi penelitian yang lebih baik. Hasil penelitian menunujukan bahwa seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah sudah berdasarkan teori, hanya saja pemuda Hindu Kaharingan masih kurang mengerti dan memahami lebih dalam proses, fungsi dan nilai dari seni bela diri Lawang Sakepeng sesuai struktur dan fungsi masyarakat.

EFEKTIVITAS PENYELESAIN KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI LUAR PENGADILAN DI DESA MARAWAN LAMA KECAMATAN DUSUN UTARA KABUPATEN BARITO SELATAN. (PERSPEKTIF ANTROPOLOGI HUKUM)

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK Ifitriani, 2020 Efektivitas Penyelesain Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Luar Pengadilan Di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Budhi Widodo,SH.,MH Pembimbing (I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati,S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Kekerasan dalam rumah tangga yang timbul diantara suami istri masih sering terjadi. Upaya untuk meminimalisir perilaku kekerasan dalam rumah tangga diautur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 untuk melindungi masyarakat dari segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang dialami pelaku dari kekerasan dalam rumah tangga mendapatkan sanksi yang tegas sehingga tidak terjadi lagi kekerasan dalam rumah tangga yang berakibat pada penderitaan anak dan istri dalam rumah tangga. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu (1) Faktor – faktor apakah yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan? (2) Bagaimana proses penyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang efektif di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan? (3) Bagaimana efektivitas penyelesan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan. Subjek penelitian adalah mantir adat, Tetua yang dituakan dalam keluarga, Kedua Orang Tua pelaku dan korban KDRT, Pelaku dan korban KDRT. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: 1) Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan yaitu terdiri 2 faktor yaitu faktor internal (suami lebih berkuasa, faktor tanggung jawab, faktor perselingkuhan, faktor cemburu, faktor salah paham) dan faktor eksternal (faktor ekonomi, faktor adat istiadat,faktor gender) 2) Proses penyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang efektif di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan yaitu tahap laporan, tahap penyelesaian (pemanggilan pelaku KDRT, sidang adat) tahap keputusan pada tahap keputusan mantir adat mengumumkan hasil akhir dari sidang adat yang sudah mereka lakukan, jika seseorang yang sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga ingin kembali kepada istri dan keluarganya maka pelaku harus melakukan ritual saki palas dengan menggunakan beras, telor ayam kampung untuk membersihkan atau meneteralkan lingkungan 3) efektivitas penyelesan kasus kekerasan dalam runmah tangga yaitu dalam ruamah tangga ini tidak lagi terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) agar didalam rumah tangga ini bisa hidup rukun dan harmonis lagi. Kata konci : Penyelesaian Kasus Kekersan Dalam Rumah Tangga

Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Tantulak Bala Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kabupaten Gunung Mas

2020 · Book · Open Access

CAINA, 2020. Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Tantulak Bala Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si. Penelitian ini menganalisis tentang nilai-nilai pendidikan dalam upacara Tantulak Bala pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kabupaten Gunung Mas, upacara Tolak Bala merupakan serangkaian kegiatan untuk mencegah dan menghindari dari berbagai macam bala serta ganguan-gangguan dari makhluk gaib peres/penyakit seperti penyakit yang datang secara tiba-tiba.. Pada dasarnya upacara ini telah menjadi tradisi yang tidak dapat ditinggalkan oleh masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang, agar selalu dilestarikan dan melasanalan upacara Tantulak Bala dengan mempersembahkan babi dan ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tata cara proses pelaksanaan upacara Tantulak Bala tentunya melalui beberapa hal seperti dasar pelaksanaan upacara, tujuan pelaksanaan upacara serta sarana dan prasarana upacara juga tata cara pelaksanaan upacara Tantulak Bala.Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Tempat penelitian ini adalah dilaksanakan di Kelurahan Tehang Manuhing yaitu dengan dipilihnya tempat penelitian ini karena mengingat upacara Tantulak Bala masih sering dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan setiap tahunnya khususnya di Kelurahan Tehang Manuhing. Dengan Teknik penentuan Informan adalah Purposive Sampling yakni Basir, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, dan tokoh masyarakat Hindu Kaharingan. Sumber data, yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif.Adapun Nilai-Nilai Pendidikan dalam Upacara Tantulak Bala Bagi Umat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, yaitu Nilai Sosial, Nilai Psikologis dan Pedagogis, Nilai Religius dan Nilai Intelektual dan Nilai Kecerdasan. Implikasi upacara ini dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia baik atau buruknya. Dampak dari pelaksanaan upacara Tantulak Bala dapat dibedakan menjadi dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif, yaitu a) Manusia dapat dijauhkan dari peres/penyakit yang dapat mengancam kehidupan manusia di dunia ini; b) Manusia dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan damai, harmonis, tentram dan sejahtera; c) Manusia tidak mengalami kesusahan dalam hidupnya; dan d) Merasakan ketenangan setelah melakukan upacara Tantulak Bala. Kemudian dampak negatif, yakni: a) Manusia merasakan tidak aman dan gelisah akibat tidak melaksanakan upacara Tantulak Bala; b) Timbulnya sebuah penyakit berasal dari segala arah yang berbeda-beda baik dari dasar air, darat dan udara; dan c) Kurangnya kerjasama umat Hindu dalam melaksanakan upacara Tantulak Bala.

PERAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA KADER ANTI NARKOBA TERHADAP PENCEGAHAN, PEMBERANTASAN, PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA DI LINGKUNGAN KAMPUS IAHN TP PALANGKA RAYA

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK I NGURAH MADE ARYA MAHARDIKA : Peran UKM Kader Anti Narkoba Terhadap P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di Lingkungan Kampus IAHN-TP Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri (IAHN-TP) Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr I Made Kastama,SH.,MH. Pembibing (II) Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Penyalahgunaan narkotika saat ini sudah sangat mengkhawatirkan baik secara nasional maupun internasional, dikarenakan korban penyalahgunaan narkotika tidak hanya terbatas pada kelompok masyarakat yang mampu saja akan tetapi telah merambah ke kalangan masyarakat kurang mampu baik di kota maupun di desa. Tidak terlepas juga di Kalimantan Tengah khususnya di kota Palangka Raya juga terdapat banyak pengguna narkotika baik dari kalangan orang dewasa hingga ke kalangan anak-anak. BNN Kota Palangka Raya saat ini melakukan sebuah terobosan dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba, yaitu dengan menjalin kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi khususnya dengan Kampus IAHN-TP Palangka Raya, karena mengingat saat ini BNN tidak bisa sepenuhnya bekerja sendiri dalam memberantaskan Narkoba maka dari itu banyak terobosan yang dilakukan olen BNN Provinsi Kalimantan Tengah. Di lingkungan IAHN-TP Palangka Raya Memiliki sebuah wadah organisasi yang dinaungi langsung oleh BNN Provinsi Kalimantan Tengah yang disebut dengan UKM Kader Anti Narkoba. Dengan adanya UKM Kader Anti Narkoba tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah organisasi yang dapat membantu dalam melakukan Pencegahan, Pembrantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terutama dilingkungan Kampus IAHN-TP palangka Raya. Permasalahan yang di teliti adalah 1. Bagaimanakah strategi UKM kader anti narkoba dalam menanggulangi P4GN di lingkungan kampus IAHN-TP Palangka Raya? 2. Bagaimanakah implikasi UKM kader anti narkoba terhadap P4GN? Subjek peneliti ini adalah Pembina UKM Kader Anti Narkoba, Ketua UKM Kader Anti Narkoba, sekertaris UKM Kader Anti Narkoba, Presiden BEM IAHN-TP Palangka Raya, Wakil Presiden BEM IAHN-TP Palangka Raya, Sekertaris BEM IAHN-TP Palangka Raya, Bendahara BEM IAHN-TP Palangka Raya, Gubernur BEM Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya, Wakil Gubernur Bem Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya. Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1) UKM Kader Anti Narkoba mempunyai strategi menangulangi P4GN di lingkungan kampus IAHNTP Palangka Raya adalah memperkuat anggota UKM dengan cara sering melaksanakan bakti sosial, bersosialisasi dan tes urine yang dimana setiap tahun di laksanakan oleh UKM Kader Anti Narkoba dalam menanggulangi P4GN. 2) Implikasi penerapan UKM Kader Anti Narkoba mempunyai dua sisi adalah Imlipkasi Postif dan Implikasi Negatif. Kata Kunci : Peran, UKM Kader Anti Narkoba, Pencegahan, Pembratasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Eksistensi Pasraman Dharma Sentana Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2020 · Book · Open Access

Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Basarang Jaya karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter sisya di Desa Basarang Jaya. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Dharma Sentana di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Dharma Sentana. Implikasi Pasraman Dharma Sentana dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua.

Studi Tentang Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu Di SMA Negeri 2 Katingan Hilir Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan

2020 · Book · Open Access

Penelitian ini membahas tentang studi tentang kompetensi guru agama hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama hindu di Sma Negeri 2 katingan hilir kecamatan katingan hilir kabupaten katingan. Kompetensi Guru adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimili, dihayati, dan dikuasai. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas dilapangan kerja, sedangkan Prestasi Belajar suatu perubahan yang yang dialami anak didik, yang dapat diindikasikan atau dapat dilihat dalam bentuk angka-angka penilaian dari hasil pekerjaannya yang merupakan evaluasi dari hasil bealajarnya. Penelitian ini ada dua permasalahan : (1) Bagaimanakah Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SMA Negeri 2 Katingan Hilir Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan? (2) Upaya-Upaya yang dilakukan guru agama hindu Di SMA Negeri 2 Katingan Hilir Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Studi tentang kompetensi guru agama hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama hindu di Sma Negeri 2 katingan hilir kecamatan katingan hilir kabupaten katingan, yaitu baik dengan komponen yang ada, kompetensi guru dapat melaksanakan pekerjaanya,sesuai kemapuan yang dimiliki, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa guru memberikan sebuah dorongan, melalui mengerjakan tugas, memberikan soal-soal agar semua dapat terlaksana dengan baik. Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan pretasi siswa terlaksana dengan baik, peran seorang guru mengontrol siswa saat pelajaran berlangsung disitu kita dapat melihat siswa dalam meningkatkan pretasi belajar mereka dan niat mereka untuk meningkatkan pretasi belajar sangat tinggi dan termotivasi ketika melihat temannya yang lain sangat antusias dan aktif dalam belajar.

Peran Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Hindu Di Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas

2020 · Book · Open Access

Agama Hindu yaitu bersifat fleksibel dan universal memberikan keleluasan dan kemudahan kepada umat Hindu untuk melaksanakan ajaran Hindu. Oleh sebab itu, pemahaman tentang agama telah ditanamkan sejak dini oleh orang tua kepada anak- anaknya, karena ajaran agama merupakan salah satu pondasi awal yang dapat diajarkan untuk menguatkan karakter anak bangsa. Namun perkembangan teknologi ternyata memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan beragama di Kecamatan Damang Batu. Kemajuan

Upacara Totoh Numbeng Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya (Persepektif Pendidikan Agama Hindu)

2020 · Book · Open Access

Skripsi ini mengkaji Upacara Totoh Numbeng pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah siang Kabupaten Murung Raya. Masyarakat secara umum dan Umat Hindu Kaharingan khususnya belum banyak yang memahami tentang Upacara Totoh Numbeng apa lagi mengenai bentuk, tujuan dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Upacara Totoh Numbeng menjadi upacara penting dalam mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta apa lagi di dunia moderen sekarang ini. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini mengkaji dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana bentuk pelaksanaan Upacara Totoh Numbeng pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya?, 2) Apa tujuan pelaksanaan Upacara Totoh Numbeng pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya?, 3) Bagaimana Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang terdapat dalam Upacara Totoh Numbeng pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya?. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui tentang bentuk, tujuan Upacara Totoh Numbeng pada umat Hindu Kaharingan serta kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan Agama Hindu, dan menambah wawasan bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Dalam konsep penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Upacara Totoh Numbeng, Umat Hindu Kaharingan, Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Teori Fungsional Struktural, 2) Teori Religi dan 3) Teori Nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penetuan informan yang digunakan yakni Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumntasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa Upacara Totoh Numbeng terdiri dari tahap persiapan, waktu pelaksanaan Upacara Totoh Numbeng tahap pokok pelaksanaan Upacara Totoh Numbeng dan tahap akhir dari Upacara Totoh Numbeng. Sedangkan dari makna Upacara Totoh Numbeng adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mengantarkan roh menuju Batang Tala Bulan/Lewu Tatau. Adapun makna sarana yang digunakan agar dapat memperlancar prosesi Upacara Totoh Numbeng. Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yaitu nilai pendidikan Tattwa, nilai pendidikan Susila/Etika dan nilai pendidikan Upacara.

PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU AGAMA HINDU DI SMPN-3 KATINGAN HULU

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK WAWANDIE, 2020. Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Agama Hindu Di SMP Negeri 3 Katingan Hulu. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP ) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Lilik, S. Ag.,M.Pd.H Penelitian ini dilakukan untuk melihat peranan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Katingan Hulu dalam meningkatkan kompetensi mengajar guru mata pelajaran agama Hindu . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi mengajar guru mata pelajaran agama Hindu pada SMP Negeri 3 Katingan Hulu.Adapun Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala Sekolah dan guru agama Hindu pada SMP Negeri 3 Katingan Hulu. Sedangkan sampel penelitian menggunakan sampel total.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan alat analisis data menggunakan rumus persentase. Penelitian yang bersifat ilmiah khususnya penelitian kualitatif, teori memegang peran yang penting sekali karena setiap penelitian harus berbekal teori yang memiliki fungsi untuk menjelaskan masalah yang diteliti sebagai referensi untuk menyusun instrument penelitian Dari hasil penelitian diketahui bahwa Kepala Sekolah telah menyatakan telah pernah , membantu guru dalam penguasaan bahan pengajaran agama Hindu, membantu guru dalam mengelola program pengajaran agama Hindu, memberikan motivasi kepada guru untuk menciptakan alat bantu pengajaran sesuai dengan kondisi kelas, membantu guru mengelola kelas, membantu guru meningkatkan kemampuan dalam menggunakan landasan kependidikan, membantu guru dalam mengelola interaksi belajar mengajar, membantu guru dalam meningkatkan kemampuan untuk menilai prestasi belajar siswa mata pelajaran agama Hindu, membantu guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal fungsi layanan BP di sekolah, membantu guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, membantu guru meningkatkan kemampuannya dalam memahami prinsip-prinsip dan hasil penelitian pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Katingan Hulu telah berusaha untuk meningkatkan kompetensi guru. Kemudian disarankan agar dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru SMP Negeri 3 Katingan Hulu, hendaknya seluruh Kepala Sekolah rutin mengadakan supervisi kelas untuk tiap-tiap guru mata pelajaran agama Hindu.

Babukung Dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2020 · Book · Open Access

Ferenky Setiawan. 2020. Babukung Dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Skripsi Strata Satu Prodi Pendidikann Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I. Komang Suarta,S.Ag.,M.Si Pembimbing II. I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Aktivitas keagamaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan tidak luput dengan Upacara Agama. Upacara agama adalah sistem penerapan Agama Hindu yang tergolong Acara Agama. Acara Agama adalah ajaran yang ditradisikan dalam masyarakat salah satu unsur yang mutlak dalam pelaksanaan agama. Dalam pelaksanaan keagamaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan Umat Hindu Kaharingan juga melaksanakan serangkaian Upacara Kematian salah satunya Babukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan. Adapun permasalahan yang ada dalam penulisan skripsi ini yaitu: 1. Bagaimanakah pelaksanaan Babukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan? 2. Apa nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada Babukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan?. Adapun tujuan penelitian ini yaitu: Untuk mengetahui, memahami, menganalisa, dan mendiskripsikan: Pelaksanaan Babukung, dan nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam Babukung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kualitatif. Tempat penelitian di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan yaitu: Teori Behavioristik, dan Teori Nilai. Teknik penentuan informan yaitu: Snowball Sampling. Tenik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data mengunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu babukung yang dilaksanakan jika ada umat Hindu Kaharingan yang meninggal, dan jasadnya dimasukkan kedalam lancak atau runi yang telah diukir dan dicat, lancak atau runi tersebut dikuburkan ataupun didiamkan dirumah selama 12 hari atau lebih, lalu dilanjutkan dengan Tiwah, pada saat pelaksanaan tiwah tersebut Babukung dilaksanakan bertujuan untuk menemani roh orang meninggal menuju lewu tatau (sorga) dan sebagai jipen (budak) oleh roh tersebut di lewu tatau (sorga). Babukung dalam upacara kematian merupakan tradisi yang harus dipertahankan karena sebagai salah satu warisan nenek moyang dan mempunyai fungsi dan Nilai-Nilai salah satunya Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Didalam pelaksanaan Babukung dalam upacara kematian terkandung Nilai Pendidikan Agama Hindu yaitu Nilai Tattwa ialah memahami tuhan bermanifestasi dalam Upacara, Nilai Etika yaitu kesusilaan atau aturan-aturan, pantangan dan serta sistem sosial masayarakat yang masih kuat antar sesama umat beragama, dan Nilai Upacara yaitu memepelajari tentang sarana-prasarana upacara.