Atika Kumala Dewi; S.Pd ; Hasanuddin Manurung; M.Pd.K ; Agus Yulistiyono; SE.; MM ; Kadek Ayu Ariningsih; M.Pd.H ; Ratna Wahyu Wulandari; M.Pd ; Ali Rif'an; M.Pd.I; Erpin Harahap; MA
2021 · Book · Open Access
Upaya mewujudkan pembelajaran yang efektif sangat tergantung kepada bagaimana guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran, serta dapat memilih strategi yang tepat dalam kegiatan pembelajaran. Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Setidaknya ada ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran yang harus dikuasai oleh guru, yakni: a) strategi pengorganisasian pembelajaran, b) strategi penyampaian pembelajaran, c) strategi pengelolaan pembelajaran. Pembelajaran yang efektif apabila kegiatan mengajar dapat mencapai tujuan yaitu peserta didik belajar meraih target sesuai dengan kriteria target pada perencanaan awal. Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika peserta didik dapat menyerap materi pelajaran dan mempraktekannya sehingga memperoleh kompetensi dan keterampilan terbaiknya. Pembelajaran efektif berarti guru menggunakan waktu yang sesingkat-singkatnya dengan hasil setinggi-tingginya. Jadi mengajar yang efektif berarti mengajar yang efisien. Salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran efektif apabila guru dapat menerapkan strategi dan metode pembelajaran yang efektif. Walaupun tidak dapat dijadikan jaminan, bahwa variasi strategi dan metode guru mengajar akan dapat menyebabkan pembelajaran efektif, namun setidak-tidaknya dengan kebervariasian menggunakan strategi dan metode itu, guru benar-benar berusaha secara maksimal untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Dengan kebervariasian strategi dan metode setidaknya dapat menjadi jaminan tumbuh berkembangnya motivasi dan minat peserta didik terhadap proses pembelajaran. Melalui buku ini diharapkan dapat memberikan modal pengetahuan bagi para pengamat pendidikan serta para pimpinan satuan pendidikan. Selain itu, juga diperuntukkan bagi para mahasiswa untuk mengembangkan buku ini dan menjadi rujukan referensi. Semoga apa yang telah diupayakan ini bermanfaat bagi para pembaca. Selain itu, juga memberi manfaat bagi seluruh civitas akademika.
Maulana Arafat Lubis; M.Pd.
2021 · Book · Open Access
Kehadiran buku ini berperan penting dalam menambah pengetahuan serta sumber belajar bagi mahasiswa, guru, maupun dosen khususnya di bidang sekolah dasar. Buku ini berisikan penjelasan tentang sejarah PPKn, pengembangan materi PPKn, teori belajar pembelajaran PPKn, penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran PPKn, model-model pembelajaran PPKn, media pembelajaran PPKn, dan tahapan perencanaan dalam pembelajaran tematik yang berkaitan dengan PPKn. Semoga hadirnya buku ini menjadi dampak perubahan demi kemajuan bangsa Indonesia dan siap menghadapi era Industri 4.0. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Arsyi Mirdanda
2021 · Book · Open Access
Di kalangan pendidik, istilah aktivitas pembelajaran dapat kita temui pada saat bimbingan karya tulis ilmiah dalam rangka kenaikan pangkat. Dengan diberlakukannya karya tulis ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat, selain dapat mengembangkan kemampuan dalam perbaikan kinerjanya juga dapat dijadikan sarana belajar bagi pendidik dalam mengkaji masalah pendidikan yang terjadi secara luas. Saat mengikuti program pelatihan dan bimbingan penulisan karya tulis ilmiah, banyak ditemukannya para pendidik menulis aktivitas pembelajaran sebagai masalah umum dalam penelitiannya.
Afib Rulyansah; M.Pd; Uswatun Hasanah; M.Pd.; Ludfi Arya Wardana; M.Pd.
2021 · Book · Open Access
Buku Model Brain Based Learning (BBL) bermuatan Multiple Intelligences (MI) ini terdiri dari beberapa materi secara teori dan praktik. Konsep kurikulum, Model Brain Based Learning (BBL) bermuatan Multiple Intelligences (MI) yang dituangkan dalam model pembelajaran dan masih banyak lagi pembahasan materi yang selanjutnya yang diuraikan dalam buku ini.
Prof. Dr. Anita Yus; M.Pd dan Winda Widya Sari; M.Pd.
2021 · Book · Open Access
Perkembangan IPTEK di era sekarang ini mendorong terjadinya berbagai perubahan. Kemajuan teknologi menuntut individu untuk memiliki keterampilan lebih, baik ilmu pengetahuan maupun sikap dan perilaku. Tujuannya agar setiap individu mampu menghadapi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, tanpa terkecuali bidang pendidikan. Pendidikan menjadi suatu kebutuhan hidup setiap individu dan memperoleh pendidikan berkualitas merupakan hak bagi setiap warga negara, termasuk bagi anak usia dini. Pendidikan yang tepat bagi anak usia dini ditentukan pula oleh pembelajaran yang berkualitas. Untuk itu, orangtua perlu mengetahui dan memahami pembelajaran yang tepat bagi anak-anak agar si anak dapat menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Buku berjudul Pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini hadir dengan menjabarkan konsep-konsep belajar dan pembelajaran yang tepat bagi anak usia dini. Mengawali pembahasan seputar teori dan konsep umum pembelajaran di pendidikan anak usia dini (PAUD), buku ini semakin menarik karena dilengkapi materi pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan kurikulum. Di lingkungan akademik, buku ini sangat tepat digunakan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan pada program studi pendidikan guru untuk anak usia dini. Sementara bagi kalangan umum, buku ini menjadi sumbangan ilmu pengetahuan yang dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran bagi para orangtua akan pentingnya pendidikan berkualitas sejak dini Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
2021 · Book · Open Access
Guidelines on duties and responsibilities of teachers, school inspectors, and school principals according to Indonesian laws and regulations.
Dr. Zalzulifa; M.Pd
2021 · Book · Open Access
Buku ini menjelaskan bagaiman PBLL dalam praktiknya bersifat memandu pembelajaran menggunakan kemampuan dasar bahasa (mendengar, membaca, menulis, berbicara) diterapkan secara aktivitas belajar dan dengan bantuan teknologi semakin mendorong terciptanya rasa senang dan nyaman dalam praktik sungguhan pekerjaan pelaku industri penerbitan mulai tahapan pramenulis, mendraf, merevisi, menyunting, menerbitkan, memasarkan dan menyerahkan.
Atep Sujana; Asep Kurnia Jayadinata
2021 · Book · Open Access
Pada buku ini dibahas dua bagian utama yaitu optimasi problem based learning dan implementasinya pada pembelajaran sains di sekolah dasar dan pengembangan pembelajaran sain di sekolah dasar berdasarkan kurikulum 2013.
Dr. Ani Kadarwati; M.Pd.; Dr. Ibadullah Malawi; M.Pd.
2021 · Book · Open Access
Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Pembelajaran tematik bukanlah hal yang baru dalam sistem pendidikan Indonesia bahkan saat ini sudah menjadi roh pelaksanaan kurikulum yang dikembangkan, khususnya di Sekolah Dasar. Namun dalam penerapannya masih banyak menemui kendala. Masih minimnya contoh pelaksanaan pembelajaran tematik secara praktis merupakan salah satu penyebabnya. Buku ini disusun untuk membantu praktisi pendidikan, khususnya guru dan calon guru sebagai acuan dalam melaksanakan pembelajaran tematik. Tidak hanya menyajikan teori, tapi buku ini juga disertai dengan contoh aplikasi dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan penilaian. Secara sistematis buku ini menyajikan: ~ konsep dasar pembelajaran tematik; ~ landasan dan teori belajar; ~ implikasi pembelajaran tematik; ~ pembelajaran tematik terpadu; ~ desain pembelajaran tematik terpadu; ~ model pembelajaran; ~ pengembangan media pembelajaran tematik; ~ penilaian pembelajaran tematik.
LITA
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Ulpatiana. 2021. Penerapan Strategi Active Learning Di Era New Normal Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H Skripsi ini mengkaji penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Kurangnya keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga perlunya strategi yang dapat memberikan perkembangan hasil belajar siswa agama Hindu sehingga diterapkan strategi active learning. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, penyebaran angket atau dengan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar Konstruktivisme dan teori belajar Humanistik. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan digunakan yaitu dengan metode ceramah dan diskusi, yang dimana membuat keaktifan siswa cukup meningkat.Dan sekarang guru menerapkan dengan interaksi, komunikasi, refelaksi sehingga siswa tidak jenuh dengan materi yang disampaikan. Kendala dalam strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran agama Hindu yaitu karena terbatasnya waktu belajar serta penyampaian materinya sebab di era new normal ini pelaksanaan pembelajaran secara jarak jauh sehingga pertemuan antara guru dan siswa terbatas. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan yaitu Penerapan strategi active learning ini sangat berpengaruh terhadap keaktifan siswa sebab guru agama Hindu sudah menerapkan metode ceramah dan diskusi agar tidak hanya guru saja yang berperan aktif tetapi siswa juga mendapatkan hasil yang positif bagi perkembangan pembelajarannya. Kedisiplinan siswa agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan lumayan baik karena siswa agama Hindu tetap mematuhi aturan yang dibuat oleh pihak sekolah serta mengikuti pembelajaran yang sudah ditentukan oleh sekolah. Minat belajar siswa cukup meningkat setelah diterapkan strategi active learning. Hal ini dapat dilihat dari ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Kata Kunci : Penerapan, Strategi, Active Learning, New Normal, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu
ULPATIANA
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK
Ulpatiana. 2021. Penerapan Strategi Active Learning Di Era New Normal Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H
Skripsi ini mengkaji penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Kurangnya keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga perlunya strategi yang dapat memberikan perkembangan hasil belajar siswa agama Hindu sehingga diterapkan strategi active learning. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, penyebaran angket atau dengan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar Konstruktivisme dan teori belajar Humanistik.
Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan digunakan yaitu dengan metode ceramah dan diskusi, yang dimana membuat keaktifan siswa cukup meningkat.Dan sekarang guru menerapkan dengan interaksi, komunikasi, refelaksi sehingga siswa tidak jenuh dengan materi yang disampaikan. Kendala dalam strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran agama Hindu yaitu karena terbatasnya waktu belajar serta penyampaian materinya sebab di era new normal ini pelaksanaan pembelajaran secara jarak jauh sehingga pertemuan antara guru dan siswa terbatas. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan yaitu Penerapan strategi active learning ini sangat berpengaruh terhadap keaktifan siswa sebab guru agama Hindu sudah menerapkan metode ceramah dan diskusi agar tidak hanya guru saja yang berperan aktif tetapi siswa juga mendapatkan hasil yang positif bagi perkembangan pembelajarannya. Kedisiplinan siswa agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan lumayan baik karena siswa agama Hindu tetap mematuhi aturan yang dibuat oleh pihak sekolah serta mengikuti pembelajaran yang sudah ditentukan oleh sekolah. Minat belajar siswa cukup meningkat setelah diterapkan strategi active learning. Hal ini dapat dilihat dari ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.
Kata Kunci : Penerapan, Strategi, Active Learning, New Normal, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu
CRISNO
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Crisno. 2021. Habukung Dalam Upacara Kematian Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Kajian Sosio-Filosofis). Pembimbing I, Nyoman Sarma, S.Ag.,M.Fil.H dan Pembimbing II, I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H.,M.Pd Habukung merupakan bentuk tarian Sakral, Habukung dilaksanakan dengan bebagai macam jenis dan bentuk, Habukung memiliki tujuan khusus yaitu roh (Ganan Bukung), akan dijadikan pembantu (Jipen) bagi roh orang yang meninggal (Liau) pada saat perjalanan menuju surga (Lewu Tatau). Habukung yang memiliki nilai leluhur, yang harus dijaga dan dilestarikan sehingga para generasi penerus khusunya bagi umat Hindu Kaharingan selanjutnya tetap berpegang teguh mempertahankan keyakinan dan kepercayaan mereka terhadap tradisi-tradiri leluhur. Berdasarkan latar belakang, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini yaitu: (1) Bagaimanakah mitologi Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan; (2) Bagaimanakah bentuk pelaksanaan Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan; (3) Bagaiman makna sosio-filosofis Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Mitologi; (2). Teori Religi; (3). Teori Intraksionalisme Simbolik. Penelitian tentang Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu: Observasi, Kepustakaan, Dokumentasi, Wawancara. Subjek penelitian ini adalah tokoh keagamaan Hindu Kaharingan dan rohaniawan. Hasil penelitian ini adalah: (1). Mitologi Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan dan tujuan pelaksanaan; (2). Bentuk pelaksanaan Habukung yang masuk dalam beberapa bagian yaitu: proses pelaksanaan Habukung, sarana dan prasarana yang digunakan, jenis dan bentuk dari topeng Bukung, dan pantangan yang terdapat pada pelaksanaan Habukung; (3). Makna sosio-filosofis Habukung yang termasuk dalam beberapa bagian yaitu: makna etika, makna religius, makna sosial dan makna filsafatnya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Kajian Sosio-Filosofis) merupakan tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh nenek moyang pada zaman dulu, bertentuk tarian Sakral dan memiliki roh (Ganan Bukung), tujuannya, roh (Ganan Bukung) akan dijadikan pembantu (Jipen) bagi roh orang yang meninggal dunia (Liau), pada saat perjalanan menuju surga (Lewu Tatau).
RENA PATMAWATI
2021 · Book · Open Access
ABSTRAKSI
Patmawati, Rena. 2021. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu di Smp Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H
Skripsi ini mengkaji upaya guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan. Upaya guru adalah usaha yang dilakukan guru sebagai pendidik profesional dalam mendidik, membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi peserta didik dengan mengembangkan segala potensi. Motivasi diri untuk terus belajar merupakan hal yang sangat penting bagi setiap siswa Hindu, karena motivasi tersebut yang akan menggugah siswa untuk tetap belajar. Sebaliknya, tanpa motivasi maka siswa akan merasa sulit untuk memahami materi yang telah dijelaskan oleh guru. Sebab motivasi yang mampu membangun dan merubah tingkah laku seseorang setelah mendapatkan motivasi dari orang lain, karena motivasi sangat penting bagi siswa Hindu. Motivasi yaitu minat atau kemauan untuk mengubah suatu pola dalam tingkah laku (belajar), sehingga sesuatu itu menjadi menarik untuk dipelajari. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) Upaya guru pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (2) Kendala upaya guru pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan teori perilaku (Behavioristik), teori motivasi, dan teori kendala.
Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Upaya guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dalam proses pembelajaran di kelas dengan rangkaian perencanaan dan persiapan meliputi metode, media dan bahan ajar sesuai dengan buku kurikulum 2013. Rangkain proses pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Bentuk motivasi yang diberikan dengan penghargaan yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Hindu kepada siswa Hindu berupa kalimat pujian agar belajar dengan rajin, tekun dan disiplin. Selain itu, siswa Hindu saat berinteraksi dengan guru di sekolah berperilaku santun, tanggung jawab, serta bhakti kepada guru dan guru mata pelajaran agama Hindu; (2) Kendala guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu yang ditemukan dalam penelitian, yaitu siswa Hindu pasif saat proses pembelajaran, masih kurang dalam pelafalan untuk melantunkan doa Puja Tri Sandya, belum tersedia media sebagai penunjang belajar di dalam ruang kelas seperti LCD proyektor, dan lingkungan sekolah yang terkadang belum efektif, sehingga fokus belajar siswa Hindu menjadi terganggu.
LERIANTO
2021 · Book · Open Access
Upacara Paturun Sangiang Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas yang merupakan upacara untuk menyampaikan Hajat,niat dan tujuan kepada roh-roh suci sehingga dapat membantu manusia di dunia untuk menyampaikan permasalahan yang dialami dengan cara berkomunikasi melalui upacara Paturun Sangiang. Namun, sekarang banyak sekali halhal yang dapat memengaruhi tatanan kehidupan masyarakat sehingga menjadi berpikir lebih modern. Upacara Paturun Sangiang pada umat Hindu Kaharingan terkadang dianggap hanya sebagai suatu keharusan yang dilakukan secara rutin untuk menghindari pengaruh-pengaruh buruk atau kesialannya, dan ini dapat menyebabkan hilangnya esensi dari upacara tersebut. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah ; (1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara Paturun Sangiang Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?, (2) Fungsi apakah yang terkandung dalam pelaksanaan upacara Paturun Sangiang Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunun g Mas?, (3) Bagaimanakah makna upacara Paturun Sangiang Perspektif Filosofis Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?, Metode dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan upacara Paturun Sangiang baik itu fungsi dan maknanya secara filosofis dengan menggunakan teori Religi dan teori Semiotika. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Basir, tokoh umat Hindu Kaharingan, dan Tukang Sangiang. Hasil penelitian ini a dalah; (1) Proses upacara Paturun Sangiang yang dimulai dari Manawur, dan Tabuh, (2) Fungsi upacara Paturun Sangiang adalah untuk menyampaikan Hajat,niat dan tujuan kepada roh-roh suci sehingga dapat membantu manusia di dunia untuk menyampaikan permasalahan yang dialami dengan cara berkomunikasi melalui upacara Paturun Sangiang., (3) Makna dari upacara Paturun Sangiang perspektif filosofis adalah simbol dari keharmonisan antara manusia dengan roh-roh suci atau disebut dengan Dewa-dewi yang ada di alam Sangiang untuk memberikan anugerah kepada umat Hindu Kaharingan dalam menjalankan kehidupannya. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upacara Paturun Sangiang adalah salah satu upacara Hindu Kaharingan yang mencerminkan nilai luhur ajaran Hindu Kaharingan dimana upacara ini adalah sebagai upacara pengobatan kepada orang sakit. Pada upacara ini digunakan media Tukang Sangiang sebagai media komunikasi langsung kepada Dewa-Dewi atau roh-roh suci yang diturunkan atau merasuki di dalam tubuh media tersebut.
EKA RESIANA
2021 · Book · Open Access
EKA RESIANA, 2021. Implementasi pendidikan Etika Pada Siswa di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I Yuni Permata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II I Komang Mertayasa, S.Pd.H.,M.Si
Peran seorang guru yang akan mengerti akan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru, dapat dijadikan panutan bagi siswa dengan menunjukan sikap dan prilaku yang baik. Etika merupakan langkah awal yang harus ditanamkan oleh guru dalam segala aspek kehidupan, etika merupakan tatanan yang menjaga hubungan kehamonisan dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Disamping itu juga guru adalah sebagai panutan dan contoh yang baik bagi anak didiknya. Hal ini dikarenakan dari prilaku siswa diluar jam sekolah yang kurang terkontrol terjadi kenakalan remaja seperti perkataan yang kurang baik dan tak menghormati guru. Banyak hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh para siswa namun mereka melakukannya juga tanpa rasa ragu dan tanpa merasa bersalah.
Penelitian ini dilaksanakan di SMAN-1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Rumusan masalah dalam penelitian Ini ialah (1) Bagaimana Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? (2) Apakah Kendala-kendala Dalam Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dalam pengumpulan data ini dilakukan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan analisis data diperoleh hasil bahwa (1) penerapan pendidikan etika pada siswa SMAN-1 Gunung Timang kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, berjalan dengan cukup baik. Namun demikian masih perlu ditingkatkan mengingat masih belum sepenuhnya siswa dapat menerapkannya, sehingga masih ditemukan adanya pelanggaran etika oleh siswa di lingkungan sekolah. (2) Hambatan dari implementasi pendidikan etika pada siswa yaitu dari Faktor diri sendiri siswa tersebut dan faktor dari pertemanan. Hal ini membuat siswa kurang memahami makna dan tujuan tentang pendidikan etika tersebut secara baik.
Di dalam penelitian ini ada beberapa hal yang disarankan (1) pihak sekolah diharapkan mendukung sepenuhnya dalam penerapan pendidikan Etika (2) kepada siswa agar selalu membiasakan diri taat dan berbakti pada catur guru dan memahami serta mengerti, tentang ajaran etika pada catur guru dan memahami dan mengerti tentang ajaran Tri Kaya Parisudha sehingga perilaku siswa menjadi lebih baik.
DONA MUTIARA KASIH
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK
Dona Mutiara Kasih, 2021. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr.Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd.H .
Dalam proses belajar mengajar merupakan interaksi antara guru dan siswa. Banyak macam teknik atau bentuk pengajaran yang bisa digunakan guru-guru didalam kelas seperti pengajaran menggunakan metode untuk menyampaikan sebuah pelajaran. Pada Era New Normal saat ini proses belajar mengajar menggunakan metode daring dan luring untuk menyampaikan atau memberi materi dan tugas bagi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Metode pembelajaran pada Era New Normal saat ini sangat membantu seorang guru dan juga siswa untuk melakukan pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar siswa pada masa pandemik covid-19 saat ini khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1). Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, (2). Apa saja kendala Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, (3). Bagaimana Solusi Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan yaitu dari tanggal 22 April s/d 24 Mei 2021 sesuai dengan surat izin yang dikeluarkan oleh Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dalam penelitian ini penentuan informan adalah teknik Snowball, informan yang ditentukan langsung oleh peneliti dianggap memenuhi kriteria dalam memberi informasi dan data yang dibutuhkan peneliti. Informan yang memenuhi kriteria diantaranya Guru Agama Hindu Cadianson, S.Ag selaku informan kunci, Kepala Sekolah Antung Supriyadi, S.Pd selaku informan pendukung dan siswa-siswi yang beragama Hindu, Orang tua siswa dan Masyarakat Hindu di Desa Patas I. penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan peneliti.
Hasil dari penelitian selama satu bulan menunjukkan bahwa, pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Patas I masih belum maksimal yang disebabkan oleh banyaknya siswa yang tempat tinggalnya kesulitan dengan akses internet, tidak mempunyai sarana pendukung dan juga tidak mempunyai pulsa dan kuota internet. Namun sekolah tetap berusaha untuk memberikan solusi mengenai hal tersebut dengan menerapkan sistem pembelajaran luring bagi siswa yang tidak mempunyai sarana pendukung seperti Hp, dan menerap sistem daring bagi siswa yang tempat tinggalnya di Desa Patas I, sedangkan bagi siswa yang tempat tinggalnya jauh dan kesulitan dengan jaringan maka sekolah menerapkan sistem guru kunjung.
Kata kunci : New Normal, Pelaksanaan, Pendidikan Agama Hindu
RONI EFENDY
2021 · Book · Open Access
Melihat dari beberapa persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap upacara Tiwah yang lahir dari tradisi nenek moyang masyarakat Dayak secara umum, padahal pada kenyataan dan bukti tertulis yang ada tidaklah demikian, upacara Tiwah adalah upacara keagamaan Hindu Kaharingan yang memang sudah ada dari nenek moyang terdahulu, dan sudah tertuang di dalam Kitab Suci Panaturan pada pasal 33 “Malalus Tiwah Suntu’. Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana fungsi dan makna upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap pelaksanaan upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten katingan ? Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Tiwah Di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2) untuk mengetahui fungsi dan makna upacara Tiwah di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (3) untuk mengetahui persepsi masyarakat Dayak Ngaju terhadap pelaksanaan upacara Tiwah (studi Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah ;teori religi, teori konflik dan teori persepsi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif dan kualtiatif dengan langkah-langkah penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) upacara Tiwah merupakan upacara keagamaan umat Hindu Kaharingan yang bertujuan untuk mengantarkan roh ke lewu tatau atau kembali menyatu kepada Ranying Hatalla Langit. (2) Fungsi upacara Tiwah diantaranya mengandung, fungsi religius dan fungsi sosial. Makna upacara Tiwah diantaranya mengandung, nilai agama, nilai budaya dan nilai religius. (3) Persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan upacara Tiwah menjadi suatu gambaran dan ilmu pengetahuan untuk membedakan upacara adat tradisi dan upacara keagamaan.
IDA AYU SRI EKA GAYATRI
2021 · Book · Open Access
ABSTRAKSI
Ida Ayu Sri Eka Gayatri. 2021. Peranan Guru Agama Hindu Dalam Penguatan Nilai-Nilai Tat Tvam Asi Bagi Siswa Hindu Di SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.
Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H
Pembimbing II. Luh Putu Muliani Handayani, S.Fil.H.,M.Fil.H
Siswa Hindu berada di lingkungan sekolah masih melakukan etika yang tidak baik seperti berperilaku yang tidak sopan dan santun, berbicara yang kurang baik untuk di dengar, siswa berkelahi, saling membuli dan jahil dengan teman-temannya di sekolah. Oleh sebab itu pentingya peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Dengan guru agama Hindu memberikan penguatan pada siswa mengenai ajaran nilai-nilai Tat Tvam Asi maka siswa Hindu akan selalu memiliki etika prilaku yang sopan dan santun, memiliki rasa saling menyayangi terhadap guru-guru dan teman-temannya, serta menjaga lingkungan alam sekitar sekolah. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1). Bagaimanakah peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari, 2). Apa sajakah kendala guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari, 3). Bagaimanakah Upaya-upaya guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan medeskripsikan peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu.
Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, dalam mencantumkan informan yang akan dijadikan sebagai instrumen. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan meliputi tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 28 april-18 mei 2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala.
Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: peran sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, teladan, dan motivator. 2). Kendala guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: kendala secara intrinsik kurangnya kemampuan guru agama Hindu dalam bidang ilmu teknologi, dan siswa Hindu yaitu kurangnya motivasi siswa dalam belajar, kurangnya daya ingat siswa, kemudian secara ekstrinsik yaitu mengenai jam belajar terbatas, buku pelajaran, dan lingkungan. 3). Upaya guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yakni: upaya memberikan penjelasan, pembelajaran, teladan, dan bimbingan.
Kata Kunci : Peranan Guru Agama Hindu, Penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi
HERDIANTO
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK
Herdianto,2021. Peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara. Skripsi Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Komang Suarta,S,Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II Lamri,S.Pd.,M.Pd.H
Majelis kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah lembaga keagamaan yang terdiri dari orang-orang yang dipilih oleh Umat Hindu Kaharingan dan sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat tersebut, melakukan pelayanan terhadap umat seperti pelayanan dari segi keagamaan misalnya Basarah (persembahyangan) serta memberi bimbingan terhadap umat dengan sangat baik, agar umat mampu memahami ajaran Agamanya. Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan menjalankan tugas dan mandat yang diberikan dengan sebaik mungkin namun dengan adanya Pandemi Covid-19 hal inilah yang membuat umat Hindu Kaharingan kurang berminat untuk melaksanakan kegiatan Basarah (persembahyangan). Sehubungan dengan masalah di atas maka rumusan masalah sebagai berikut 1. Bagaimanakah peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam meningkatkan minat Basarah pada masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara?. 2. Apakah kendala Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam meningkatkan minat Basarah pada masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara?
Tempat penelitian ini adalah di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara. Tehnik penentuan informan menggunakan tehnik Purposive Sampling (bola salju). Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.
Berdasarkan penyajian dan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Umat Hindu Kaharingan di Desa Malawaken Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara cukup banyak 2.294 jiwa, tetapi dalam kegiatan Basarah umat yang hadir kurang dari jumlah umat yang sebenarnya. Dengan demikian maka Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memberikan penyuluhan dan bimbingan terhadap umat Hindu Kaharingan agar minat dalam melaksanakan Basarah tetap berkembang namun tetap mematuhi standar protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah.
Kata Kunci : Peran Majelis Kelompok Dalam Meningkatkan Minat Basarah Pada Masa Pandemi Covid-19.
IBO
2021 · Book · Open Access
Ibo, 2021. Upacara Kematian Ayah Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Sastra Program studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP)Palangka raya, Pembimbing (1) Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. pembimbing (2) Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Dalam kematian masyarakat Hindu Kaharingan bahwa orang melaksanakan proses upacara Ayah ini sebagai bentuk perhatian keluarganya terhadap orang meninggal untuk melaksanakan upacara sakral yaitu upacara Ayah. Permasalahan yang diteliti yaitu 1) Apa dasar hukum pelaksanaan Upacara Kematian “Ayah” Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) ? 2) Bagaimana proses pelaksanaan Upacara Kematian “Ayah” Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) ? 3) Apa kendala dalam pelaksanaan Upacara Kematian “Ayah” Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) ? Tujuan penelitian ini terdiri atas tujuan yang bersifat umum dan tujuan yang bersifat khusus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori (1) teori receptio compleksu, (2) teori simbol, (3) teori religi. Subjek penelitian ini adalah Ketua MK-AHK Desa Panopa, Manter, Kepala Adat dan tokoh masyarakat Hindu Kaharingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Dasar Hukum Pelaksanaan Upacara Kematian Ayah Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) adalah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Majelis Kelompok agama Hindu Kaharingan di Desa Panopa serta mengacu pada sumber hukum yaitu kitab Suci Panaturan sebagai pedoman pelaksanaan upacara kematian ayah bagi masyarakat Hindu Kaharingan yang telah ditulis pada pasal 33 tentang upacara Tiwah Suntu, dalam pasal tersebut menjelaskan tentang proses serta perlengkapan upacara Tiwah sebagaimana yang sudah dituliskan pada ayat 3 yaitu perlengkapan Tiwah itu sudah lengkap semua. 2) Proses Pelaksanaan Upacara Kematian Ayah Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) adalah berawal dari adanya kematian, tahapan atau proses pelaksanaan (1) perawatan jenazah, (2) memasukan jenazah kedalam lancak, (3) mendirikan paduk, (4) ritual babukuk/babukung, (5) pemakaman (6) persiapan upacara ayah, (7) pelaksanaan upacara ayah, (8) penutup upacara ayah. 3) Kendala Dalam Pelaksanaan Upacara Kematian Ayah Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) adalah (1) faktor ekonomi (2) faktor status sosial (3) faktor diganggu orang, dan (4) faktor melanggar pantian atau pamali/pantangan. Kata Kunci : Upacara Ayah, Masyarakat Hindu Kaharingan