Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.958 item publik

Publikasi

Halaman 51 dari 98

SANDUNG RAUNG DALAM RITUAL KEMATIAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

USIN SANTIKA
2022 · Book · Open Access

USIN SANTIKA, 2022, Sandung Raung Dalam Ritual Kematian Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Ritual kematian adalah tata cara dalam suatu rangkaian kematian yang dilakukan oleh setiap masyarakat apabila ada suatu kematian. Demikian halnya dengan Suku Dayak khususnya umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa Bukit Batu dalam suatu kematian melaksanakan ritual kematian sebelum melaksanakan penguburan. Masalah yang diteliti : (1). Apa tujuan dan fungsi Sandung Raung dalam ritual kematian menurut masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur dalam Perspektif Hukum Hindu? (2).Apa syarat-syarat dan tahapan-tahapan dalam ritual kematian mayarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur ditinjau dari Perspektif Hukum Hindu? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Simbol dan Teori Religi. Subjek penelitian ini adalah Umat Hindu Kaharingan, Majelis Kelompok Agama Hindu, Tokoh Masyarakat Umat Hindu Kaharingan, Mantir Adat Desa Bukit Batu, dan Pisor. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tujuan dan fungsi Sandung Raung yaitu tujuan Sandung Raung dalam Ritual Kematian, tujuan didirikan Sandung Raung menghemat penggunaan lahan untuk lahan penguburan. Fungsi didirikannya Sandung Raung tempat menyimpang tulang belulang atau jasad umat Hindu Kaharingan yang meninggal dunia di Desa Bukit Batu. (2) Syarat-syarat (sarana) dan tahapan-tahapan dalam ritual kematian yaitu sarana gong (garantung), katambung, gendang ,kenong,sumbu (lampu tembok),sipa ruku giling pinang,behas hambaruan dan behas bokal liau,piring atau mangkok putih,sisir,cermin,pakaian yang digunakan di langkauan,rotan,parapen atau dupa, kayu untuk pembuatan langkau, pisau tangking, tikar (amak purun), bambu untuk lamang,bunga,pelapah pisang,baram/boram, luntung/likat ,tajau (guci), bendera bahalai, hewan kurban berupa babi dan ayam, daun kelapa (dawen enyuh katilambung nyahu), tampung papas,baliung rintih batu,tukil. Tahapan memandikan jenazah (menggunakan ritual yang mana dilaksanakan oleh pisor), memasang langkauan atau palangkawan, memasang talatai, membuat peti jenazah (raung) menggunakan hewan kurban ayam, melaksanakan nyuluh raung, memasuk jenazah ke dalam raung/runi (peti jenazah), bintik raung (melukis peti jenazah), nyuluh raung laki-laki 5 kali bolak balik dan perempuan 7 kali bolak balik, ritual tabekas/nambekas,manetes atau maluput sirau.

PENGGELOLAAN PEMBELAJARAN PENGGELOLAAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMPN 3 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

MERSIE
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Mersie, 2022. berjudul Penggelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Mitro,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Lilik, S.Ag.,M.Pd.H . Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu khususnya dalam pengelolaan pembelajaran di SMPN 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, merupakan tugas dan tanggung jawab guru sebagai pendidik dalam membantu dan membimbing anak didiknya untuk mencapai seluruh aspek yang ada pada anak didinya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Dengan tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Hindu, 2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh guru agama Hindu dalam pengelolaan pembelajaran agama Hindu dan 3) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru agama Hindu dalam meningkatkan pengelolaan pembelajaran agama Hindu di SMPN 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu guru agama Hindu menyusun RPP dan Silabus yang mengacu kepada kurikulum K 13, dan diperiksa serta ditanda tangani oleh kepala sekolah. Aspek dalam penyusunan perencanaan pembelajaran yaitu aspek tujuan pembelajaran, bahan atau isi pelajaran, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan serta pelaksanaan evaluasi. Dalam membuka pelajaran, guru selalu menyampaikan penganjali umat. Guru memperhatikan keadaan atau situasi kelas, pelaksanaan apersepsi hanya dilakukan kadang-kadang saja, Metode yang sering digunakan adalah metode ceramah diselingi dengan metode Tanya jawab, pelaksanaan Post tes kadang-kadang dilakukan, sering dengan memberikan pekerjaan rumah. Mengadakan tes tengah semester, kemudian tes akhir semester sesuai dengan jadwal. Tidak semua hasil tes disampaikan kepada siswa, hanya hasil tes tengah semester. Kendala buku paket pelajaran, Ruangan belajar agama, Sarana dan prasarana penunjang pembelajaran yang berbasis IT, Sarana dan prasarana untuk praktek persembahyangan basarah tidak ada. Mengupayakan memfoto copy buku paket, dan untuk perlengkapan sarana dan prasaranan praktek persembahyangan. Mengusulkan kepada pemerintah agar dapat penambahan ruangan belajar bagi siswa.

Peranan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas.

RISKA
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK RISKA. 2022: Peranan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S. Ag., M. Si Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan merupakan salah satu lembaga yang berada di suatu desa tertentu dibawah pimpinan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan yang berada di Kecamatan, fungsinya sebagai suatu wadah organisasi keagamaan yang berfungsi untuk membentuk para generasi muda Hindu Kaharingan yang beriman,cerdas,bijaksana dan mampu berdaya saing. Pelaksanaan Basarah merupakan salah satu program kerja Majelis Kelompok dalam memotivasi Umat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Namun fakta yang terjadi di lapangan motivasi umat untuk mengikuti persembahyangan Basarah masih sangat minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan di bahas antara lain: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam Minat Basarah Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mendapatkan data tentang program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (2) Untuk memahami peranan Majelis Kelompok dalam dalam minat basara di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (3) Untuk memahami kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah dan mampu memberikan solusi serta masukan kepada Majelis Kelompok agar dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional,teori peran, dan teori humanistik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis adalah cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah : (a) Pelaksanaan Basarah Umum (b) Pelaksanaan Basarah Keluarga (c) Pelaksanaan Pembangunan. (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Pembinaan (b) Upacara. (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah a di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Faktor Kesibukan (b) Faktor Usia (c) Kurangnya Kesadaran Diri.

Penerapan Metode Pembelajaran Mandiri Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 4 Desa Handiwung Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan

DEPIANTI
2022 · Book · Open Access

Depianti.2022. Penerapan metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan prestasi siswa pendidikan agama hindu di SMP Negeri 4 Desa Handiwung Kecamatan tasik payawan kabupaten katingan. Skripsi ini mengkaji penerapan metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan prestasi siswa pendidikan agama hindu di SMP Negeri 4 Desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan. Kurangnya keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga perlunya strategi yang dapat memberikan perkembangan hasil belajar siswa agama hindu sehingga diterapkan pembelajaran mandiri. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji : 1) SMP Negeri 4 Desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan pembelajaran mandiri di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama hindu di SMP Negeri 4 desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi,wawancara,penyebaran angket atau dengan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan yaitu : reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar konstruktivisme dan teori belajar humanistik. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa : 1) SMP Negeri 4 desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan, digunakan yaitu dengan metode ceramah dan diskusi, yang dimana membuat keaktifan siswa cukup meningkat dan sekarang guru menerapkan dengan interaksi, komunikasi, refelaksi sehingga siswa tidak jenuh dengan materi yang disampaikan. Kendala dalam pembelajaran mandiri di era new normal dalam pembelajaran agama hindu yaitu karena terbatasnya waktu belajar serta penyampaian materinya sebab di era new normal ini pelaksanaan pembelajaran secara jarak jauh sehingga pertemuan antara guru dan siswa terbatas. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan metode pembelajaran mandiri SMP Negeri 4 desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu penerapan SMP Negeri 4 desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ini sangat berpengaruh terhadap keaktifan siswa sebab guru agama hindu sudah menerapkan metode ceramah dan dikusi agar tidak hanya guru saja yang berperan tetapi siswa juga mendapatkan hasil yang positif bagi perkembangan pembelajarannya. Kedisplinan siswa agama hindu di SMP Negeri 4 desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan lumayan baik karena siswa agama hindu tetap mematuhi aturan yang dibuat oleh pihak sekolah serta mengikuti pembelajaran yang sudah ditentukan oleh sekolah. Minat belajar siswa cukup meningkat setelah diterapkan pembelajaran mandiri. Hal ini dapat dilihat dari ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.

Penerapan Pembelajaran Agama Hindu Bagi Siswa SD Negeri 1 Menteng Palangka Raya Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya

RUSDINI
2022 · Book · Open Access

Rusdini, 2022. Penerapan Pembelajaran Agama Hindu Bagi Siswa di SD Negeri 1 Menteng Palangka Raya Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S. Pd., M. Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M. Pd. H. Skripsi ini mengkaji"Penerapan Pembelajaran Agama Hindu Bagi Siswa di SD Negeri 1 Menteng Palangka Raya Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya ". Masih banyak siswa Hindu mempunyai sikap dan tingkah laku tidak baik seperti sikap sopan santun terhadap guru dan teman-temannya di sekolah sehingga diterapkan pembelajaran Agama Hindu supaya siswa Hindu memiliki karakter yang baik. Berdasarkan layar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji:1) Penerapan Pembelajaran Agama Hindu Bagi Siswa SD Negeri 1 Menteng Palangka Raya, 2) Kendala menerapkan Pembelajaran Agama Hindu Bagi Siswa SD Negeri 1 Menteng Palangka Raya, dan 3) Upaya Guru dalam menerapkan pembelajaran Agama Hindu Bagi Siswa SD Negeri 1 Menteng Palangka Raya. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu: data deskriptif yang menganalisis dan menyajikan gambaran lengkap pada objek penelitian kemudian memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori fungsionalisme, teori behavioristik dan teori peran. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa:1) Penerapan Pembelajaran Agama Hindu bagi siswa SD Negeri 1 Menteng Palangka Raya menggunakan yaitu dengan penerapan pembelajaran Agama Hindu sebagai pengajar, pembimbing dan pendidik sehingga siswa memiliki sikap dan tingkah laku yang baik sesuai ajaran agama Hindu yaitu nilai moral dan etika terhadap sesama maupun semua mahkluk hidup ciptaan Tuhan. Kendala penerapan pembelajaran Agama Hindu bagi siswa SD Negeri 1 Menteng Palangka Raya yaitu karena kendala jarak tempat siswa Hindu dengan sekolah cukup jauh. Kendala kerterbatasan waktu karena kondisi saat ini masih pandemik Covid-19 sehingga penyampaian terbatas bagi guru dan siswa Hindu dan kendala lingkungan keluarga karena lingkungan keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama bagi siswa Hindu baik dan tidak baik yang diterima sehingga dalam menerapkan pembelajaran Agama Hindu untuk siswa memiliki sikap dan tingkah laku yang baik mempunyai kendala dalam lingkungan keluarga. Dan Upaya guru menerapkan pembelajaran Agama Hindu bagi siswa SD Negeri 1 Menteng Palangka Raya yaitu upaya memberikan pembelajaran bagi siswa untuk memberikan nilai-nilai ajaran agama Hindu seperti tat twam asi, upaya memberikan penugasan bagi siswa Hindu untuk membiasakan siswa mempunyai sikap tanggungjawab dan upaya praktek acara Agama Hindu bagi siswa untuk memperdalam nilai religi, moral dan etika yang baik.

RITUAL PERKAWINAN PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG KUAYAN KECAMATAN RUNGAN BARAT KABUPATEN GUNUNG MAS (PERSPEKTIF HUKUM AGAMA HINDU)

PUTRI KAMALA SARI
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK PUTRI KAMALA SARI, 2022 : Ritual Perkawinan Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Hukum Agama Hindu). Pembimbing I Mariatie, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II Dra. Ni Made Ratini M.Si. Ritual perkawinan merupakan ritual suci yang dilaksanakan oleh setiap pasangan yang ingin membentuk rumah tangga. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan juga melaksanakan ritual perkawinan ketika akan membangun kehidupan berumah tangga. Adapun masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana proses pelaksanaan ritual perkawinan, apakah makna/symbol sarana ritual perkawinan dan bagaimana syahnya ritual perkawinan pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual perkawinan, makna/simbol sarana dan syahnya ritual perkawinan pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Hukum Agama Hindu). Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Teori Religi, Teori Simbol dan Teori Pluralisme Hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berlokasi di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data yaitu Sumber data primer dan sumber data sekunder. Sedangkan instrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumen dan studi kepustakaan sedangkan teknik analisa data mulai dari Pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi data. Adapun hasil dari penelitian ini menunujukan bahwa: 1) Proses pelaksanaan ritual perkawinan pada masyarakat Hindu Kaharingan di desa Tumbang Kuayan yaitu melalui beberapa tahap yang terdiri dari Manyaki Rambat, Panganten Haguet/Panganten Mandai, Haluang Hapelek dan Manyaki Penganten (pemberkatan). Selanjutnya setelah pelaksanaan ritual perkawinan selesai tahap selanjutnya yaitu maruah pali (penganten mengakhiri pantangan) dan pakaja manantu. 2) Makna/simbol sarana ritual perkawinan tersebut yaitu menetralisir hal-hal buruk yang bisa menimpa kehidupan kedua mempelai. Makna/simbol lainnya yaitu bukti kesiapan mempelai laki-laki mengambil mempelai perempuan sebagai pendamping hidupnya dan mengambil keluarga perempuan sebagai keluarganya sendiri dan juga bukti janji kedua mempelai dihadapan Ranying Hatalla Langit, Leluhur dan seluruh keluarga maupun tamu undangan bahwa mereka berdua akan membangun rumah tangga sehidup semati sampai maut memisahkan, dengan harapan dalam kehidupan rumah tangga memperoleh kehidupan yang bahagia, damai, sejahtera dan selalu dilancarkan rejeki. 3) Syahnya ritual perkawinan menurut masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan yaitu wajib dilaksanakan hasaki hapalas (pemberkatan) dan dibuktikan dengan Surat Kawin.

RITUAL MUJA ONDO PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA CINTA BUDIMAN KECAMATAN BARITO TUHUP RAYA KABUPATEN MURUNG RAYA (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

AJING SUSILO
2022 · Book · Open Access

AJING SUSILO, 2022, Ritual Muja Ondo sebagai Ritual Saki Palas menurut masyarakat Agama Hindu Kaharingan (Studi Kasus di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya) Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Riwun , S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Ritual Muja Ondo adalah sebuah ritual saki palas atau ritual pensucian bagi umat Hindu Kaharingan yang melakukan kesalahan seperti kumpul kebo dan hamil di luar nikah akibat dari perjinahan, sehingga harus dilaksanakannya Ritual Muja Ondo untuk menetralisirkan kembali alam lingkungan serta ketika terjadinya musibah kedua belah pihak yang melakukan kesalahan tidak lagi disangkut pautkan oleh masyarakat. Masalah yang diteliti dalam Skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal ysitu: (1) Faktor penyebab dilakukannya Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya.(2) Proses Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya.(3) Dampak hukum apabila tidak dilaksanakan Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya. Subjek penelitian adalah Mantir Adat, Basi/Rohaniawan, tokoh masyarakat. Tokoh Agama Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkahlangkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil: (1) Faktor penyebab dilakukannya Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya yaitu disebakan oleh kumpul kebo, hamil di luar nikah, keterlambatan tempo melangsungkan pernikahan, dan serta hatamput (kawin lari). 2) Proses Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya (tahap pelaporan, tahap pemanggilan kedua belah pihak baik pihak laki-laki maupun pihak perempuan dan tahap penyelesaian kasus/perkara pada tahap ini kedua belah pihak melakukan saki palas dengan melaksanakan Ritual Muja Ondo. (3) Dampak hukum apabila tidak dilaksanakan Ritual Muja Ondo di Desa Cinta Budiman Kecamatan Barito Tuhup Raya Kabupaten Murung Raya, dampak hukum bagi kedua belah pihak apabila tidak melaksanakan ritual muja ondo, jika terjadi musibah seperti kecelakaan, perkelahian sampai mengeluarkan darah yang menimpa salah satu masyarakat setempat sehingga kedua belah pihak sepasang kekasih akan dituntut untuk membayar hutang (jipen). Terdapat pula dampak bagi masyarakat apabila tidak dilaksanakannya Ritual Muja Ondo, akan mengalami gagal panen padi, buah-buahan gagal berbuah, di mana menurut presepsi masyarakat setempat hal tersebut disebabkan karena adanya suatu perbuatan yang tidak baik dilakukan oleh salah satu masyarakat sehingga harus disucikan kembali dengan Ritual Muja Ondo/ saki palas, dan agar kedua belah pihak sepasang kekasih tidak ada dikaitkan lagi dengan masalah-masalah yang menimpa masyarakat setempat.

MOTIVASI BELAJAR SISWA AGAMA HINDU PADA ERA NEW NORMAL DI SDN BATU PUTIH KECAMATAN DUSUN TENGAH KABUPATEN BARITO TIMUR

KETUT RANTI
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK KETUT RANTI, 2022 : Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada Era New Normal Di Sdn Batu Putih Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur, Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Mitro, S.Pd., M.Si, Pembimbing II,Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Motivasi merupakan keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Setiap aktivitas yang dilakukan seseorang karena didorong oleh suatu kekuatan ari dalam diri orang tersebut, maka kekuatan pendorong inilah yang dinamakan motivasi siswa, motivasi sangat berperan penting dalam proses pembelajaran dan keberhasilan belajar itu sendiri, adanya motivasi belajar yang tinggi pada seorang siswa untuk belajar dapat dilihat dari ketekunannya serta tidak mudah putus asa untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan meskipun dihadang berbagai macam penghambat. Penelitian ini ada tiga permasalahan : (1) Bagaimana Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN Batu Putih Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur? (2) Apakah Faktor-Faktor Yang Menjadi Penghambat Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN Batu Putih Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur? (3) Apa Upaya-upaya Yang Dilakukan Dalam Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN Batu Putih Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan penelitian menggunakan teknik snowball sampling pengambilan sampel dengan bantuan ke informan. Studi tentang motivasi belajar siswa agama Hindu pada era new normal di SDN Batu Putih Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur, yaitu baik dengan komponem yang ada pada pembelajaran. Motivasi dengan cara memberikan sebuah dorongan semangat untuk siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri. Hambatan motivasi belajar siswa agama Hindu pada era new normal di SDN Batu Putih Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur, yaitu faktor lingkungan (Pandemi covid-19) sarana dan prasarana kurangnya bahan ajar atau buku pendidikan agama Hindu dan budi pekerti, tidak dapat mengefektif dan mengefisien menggunakan waktu, hal inilah yang menjadi hambatan yang merupakan suatu dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan dalam motivasi belajar siswa agama Hindu kepala sekolah telah mengijinkan ruangan kelas yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran pendidikan agama Hindu, peran seorang guru mendidik, mengotrol kepada siswa saat pembelajaran berlangsung dan adanya niat siswa untuk belajar dan termotivasi ketika melihat temannya yang lain aktif dalam belajar.

UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DALAM PELAJARAN AGAM HINDU DI SMPN 1 TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

ERMANDI
2022 · Book · Open Access

Ermandi. 2021. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu di Smpn 1 timpah. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Hendri. S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji upaya guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMPN 1 timpah. Upaya guru adalah usaha yang dilakukan guru sebagai pendidik profesional dalam mendidik, membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi peserta didik dengan mengembangkan segala potensi. Motivasi diri untuk terus belajar merupakan hal yang sangat penting bagi setiap siswa Hindu, karena motivasi tersebut yang akan menggugah siswa untuk tetap belajar. Sebaliknya, tanpa motivasi maka siswa akan merasa sulit untuk memahami materi yang telah dijelaskan oleh guru. Sebab motivasi yang mampu membangun dan merubah tingkah laku seseorang setelah mendapatkan motivasi dari orang lain, karena motivasi sangat penting bagi siswa Hindu. Motivasi yaitu minat atau kemauan untuk mengubah suatu pola dalam tingkah laku (belajar), sehingga sesuatu itu menjadi menarik untuk dipelajari. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) Upaya guru pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMPN 1 timpah desa timpah kabupaten kapuas (2) Kendala upaya guru pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMPN 1 timpah desa timpah kabupaten kapuas. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan teori perilaku (Behavioristik), teori motivasi, dan teori kendala. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Upaya guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMPN 1 timpah desa timpah kabupaten kapuas dalam proses pembelajaran di kelas dengan rangkaian perencanaan dan persiapan meliputi metode, media dan bahan ajar sesuai dengan buku kurikulum 2013. Rangkain proses pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Bentuk motivasi yang diberikan dengan penghargaan yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Hindu kepada siswa Hindu berupa kalimat pujian agar belajar dengan rajin, tekun dan disiplin. Selain itu, siswa Hindu saat berinteraksi dengan guru di sekolah berperilaku santun, tanggung jawab, serta bhakti kepada guru dan guru mata pelajaran agama Hindu; (2) Kendala guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu yang ditemukan dalam penelitian, yaitu siswa Hindu pasif saat proses pembelajaran, masih kurang dalam pelafalan untuk melantunkan doa Puja Tri Sandya, belum tersedia media sebagai penunjang belajar di dalam ruang kelas seperti LCD proyektor, dan lingkungan sekolah yang terkadang belum efektif, sehingga fokus belajar siswa Hindu menjadi terganggu.

Upacara Bekepilah Seletamput Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara

MIRA ALPINA
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Mira Alpina, 2022. Berjudul Upacara Bekepilah Seletamput Umat Hindu Kaharingan Di Desa Payang Ara Kecamatan Gnung Timang Kabupaten Barito Utara. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II, Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Didalam ajaran Agama Hindu meliputi Tattwa, Etika, Upacara. Begitu jga yang terdapat dalam Upacara Bekepilah Seletamput pada prosesi perkawinan mat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, pacara Bekepilah Seletamput merupakan upacara Perkawinan umat Hindu. Saat ini umat Hindu tidak lagi melihat sebagaimana yang telah tertulis dalam Kitab Suci Panaturan 2006 Pasal 30 Nyai Endas Bulau Lisan Tingang Kawin dan ini menjadi pedoman bagi mat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara dalam pelaksanaan Upacara Bekepilah Seletamput. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini yakni: 1. Apa penyebab terjadinya Upacara Bekepilah Seletamput di Desa Payang Ara Kecamatan Gnng Timang Kabupaten Barito Utara? 2. Bagaimana Proses Perkawinan Upacara Bekepilah Seletamput di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 3. Apa Nilai Pendidikan Dalam Upacara Bekepilah Seletamput di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? Tujuan penelitian ini yaitu sebagai masukan bagi umat Hindu Kaharingan dalam meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, dasar Upacara Bekepilah Seletamput itu pernah dilaksanakan prosesi perkawianan umat Hindu Kaharingan dan menggali nilai pendidikan pada Upacara Bekepilah Seletamput dalam prosesi perkawinan umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Manfaat penelitian ini: dengan adanya penelitian ini bisa bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan wawasan yang lebih luas tentang Upacara Bekepilah Seletamput, proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriftif Kulitatif. Populasinya adalah umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Payang Ara dan informannya adalah Pisor, Basir, Tokoh Umat Hindu Kaharingan dan mantir yang keseluruhannya berjumlah 4 orang. Teknik pengumpulan data yaitu digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/menarik kesimpulan. Waktu penelian dilakukan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 23 Mei – 23 Juni 2022. Adapun yang menjadi tempat penelitian ini adalah Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara.

PENERAPAN HUKUM ADAT TERHADAP KASUS PENGANIAYAAN DI DESA TUMBANG PANGKA KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN

LINGCHIANI
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK LINGCHIANI, 2022 : Penerapan Hukum Adat Terhadap Kasus Penganiayaan di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan Skripsi Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP) Palangkaraya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH., MH. Pembimbing II Gelar Sumbogo Peni, S.Ag,.M.Si. Kehidupan merupaka suatu misteri yang dijalani seseorang. Pengalaman positif maupun negatif tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan seseorang. Demikian pula tindakan yang tidak menyenangkan perlakuan pada korban penganiayaan bervariasi menurut penyebab traumanya. Cedera akibat kekerasan benda tumpul dapat berupa luka memar, luka lecet, luka robek, patah tulang dan pendarahan atau robekan pada alat-alat didalamnya. Kemudian trauma akibat kekerasan benda tajam dapat berupa luka tusuk, luka iris, dan luka bacok. Selain itu, Penyebab trauma juga dapat berasal dari tembakan senjata api, yang menyebabkan trauma. Permasalahan yang diteliti meliputi dua rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana Proses penyelesaian kasus penganiayaan yang dilakukan melalui Hukum Adat di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Senaman Mantikei Kabupaten Katingan. 2) Apakah yang menjadi dasar pertimbangan Hukum dalam menyelesaikan kasus penganiayaan melalui lembaga Adat di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Mantikei kabupaten Katingan. Teori dalam menganalisis adalah Teori Kewenangan dan Teori Kepastian Hukum. Subjek peneliatan ini adalah Damang Kepala Adat, Mantir Adat tokoh masyrakat. Data dianalisi dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah- langkah redukusi penyajian data. dan penarikan data kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian proses penyelesai kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Tumbang Pangka kecamata Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Dasar hukum dalam menyelesaiakan kasus penganiayaan melalui lembaga kedamangan di Desa Tumbang Pangka kecamatan Sanaman Kabupaten Katingan. Dasar Hukum Dalam Penyelesaian Kasus Penganiayaan (UUD NRI 1945) amandemen keempat, secara tegas dalam pasal 18 B ayat (2) menyatakan bahwa, Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat. Ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut:1.Proses penyelesaian kasus penganiayaan di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan dilaksanakan Mantir Adat dalam proses sidang adat yaitu pelaku didenda senilai Rp.5.000.000,- ( lima Juta Rupiah) sebagai biaya santunan yang dinyatakan dalam surat perjanjian.2 Dasar pertimbang hukum dalam menyelesaikan kasus penganiayaan melalui lembaga Adat di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan penulis dapat menyampaikan saran- saran 1)Kepada masyarakat diharapkan untuk selalu biasa mengontrol emosi supaya tidak terjadi perkara terutama untuk masyarakat Desa Tumbang Pangka

UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA MASA NEW NORMAL DI SD NEGERI 3 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

SENDI
2022 · Book · Open Access

SENDI, 2022.Upaya Guru Agama Hindu dalam pembel ajaran pendidikan Agama Hindu pada masa New Normal di SD Negeri 3 Timpah kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. pembimbing I Dr.Deson,S.Ag,.M.Ag dan pemimbing II nyoman Sumarni,S.Ag.M.Si Yang melatar belakangi penelitian ini adalah kesulitan dalam melaksankan pembelajaran jarak jauh pada masa New Normal, karena keterbatasan sarana dan prasarana seperti Handphone, keterbatasan paket data, kesulitan akses internet, orang tua yang kurang memperhatikan anak dalam proses pembelajaran sehingga siswa kurang memahami proses pembelajaran pada masa New Normal. Berdasarkan latar belakang tersebut yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) bagaimana upaya yang dilakukan Guru Agama Hindu dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu pada masa New Normal di SD Negeri 3 Timpah. (2) apa saja kendala Guru Agama Hindu dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 3 Timpah. (3) bagaimana implikasi pembelajaran pendidikan Agama Hindu pada masa New Normal di SD Negeri 3 Timpah. Teori yang digunakan dalam Penelitian ini adalah Teori Peran, Teori Belajar, dan Teori Belajar Sibernetik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penetilian ini adalah: Observasi, wawancara, dokumentasi. data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah langkah, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) ada beberapa upaya yang dilakukan Guru Agama Hindu dalam proses pembelajaran jarak jauh pada pada masa New Normal yaitu : (a) Guru Agama Hindu mendesain pembelajaran agar mudah dipahami siswa dengan membuat RPP, pembelajaran diberikan melalui whatsApp grup, berbentuk gambar, PDF, Video, Audio. (b) memberikan tugas kepada siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran. (c) memberikan paket data secara gratis. (d) berkoordinasi dengan kepala sekolah. (2) kendala yang dialami Guru Agama Hindu dalam pembelajaran jarak jauh yaitu jaringan internet, keterbatasan fasilitas, siswa sering terlambat dalam mengumpul tugas, tulisan siswa sulit untuk dibaca dan orangtua yang tidak memberikan pengawasan secara penuh kepada siswa. (3) Implikasi pembelajaran pendidikan Agama Hindu pada masa New Normal yaitu siswa tetap aktif mengikuti pembelajaran, aktif dalam bertanya, aktif mengumpukan tugas, pembelajaran bisa dikaksanakan dimana saja, Guru Agama Hindu tetap melakukan penilayan.

Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

MANTA SARI
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK SARI, MANTA. 2022. berjudul Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peranan penting karena bertindak sebagai pengelola dan pelaksana interaksi belajar mengajar. Guru tidak hanya dituntut menyusun perencanaan pengajaran dan mentransfer pengetahuan atau isi pelajaran yang disajikan kepada para siswanya, tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan terkandung dalam materi pelajaran yang disajikan. Adapun tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui pelaksanaan, kendala dan upaya dalam pembelajaran agama Hindu di SMA Negeri 1 Timpah, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Timpah. Hasil penelitian Guru agama Hindu menyusun RPP dan Silabus yang mengacu kepada kurikulum K 13, wajib diperiksa dan ditanda tangani oleh kepala sekolah, guru selalu menyampaikan penganjali umat Om Swasty Astu dan Tabe salamat Lingu Nalatai salam sujud karendem malempang, di buka dengan doa bersama dilakukan bergiliran oleh siswa agama Hindu. Pelaksanaan apersepsi hanya dilakukan kadang-kadang saja, Metode yang sering digunakan adalah metode ceramah, kadang-kadang dengan metode Tanya jawab, pelaksanaan Post tes kadang-kadang dilakukan oleh guru, lebih sering memberikan pekerjaan rumah. Akhir pokok bahasan selalu mengadakan evaluasi, Selanjutnya mengadakan tes tengah semester sesuai dengan jadwal. Kemudian tes akhir semester dilakukan serentak sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan oleh sekolah. Hasil tes yang disampaikan kepada siswa dilakukan pada tengah semester. Kendala yang dihadapi yaitu buku paket pelajaran pendidikan agama Hindu yang terbatas dan ruangan khusus untuk melaksanakan Basarah tidak ada. Upaya yang dilakukan dapat simpulkan sebagai berikut: Memfoto copy buku paket yang dimiliki oleh guru agama Hindu, sekolah menyiapkan anggaran untuk pengadaan buku paket, pelaksanaan Basarah menggunakan ruangan kelas yang ada.

STRATEGI PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI SDN-3 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

MANYA
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK MANYA, 2022. Strategi Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-3 Timpah Kabupaten Kapuas, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampun Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Ibu Nyoman Sumarni, S. Ag., M. Si Dalam dunia pendidikan, Strategi Pembelajaran sangatlah penting untuk dilaksanakan gunanya juga agar terwujudnya proses pembelajaran yang di inginkan dan di cita-citakan pada setiap sekolah dan dengan ini Skripsi ini mengkaji Strategi Pembelajaran Agama Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Oleh karena itu di dalam sekolah ini juga ada beberapa perencanaan atau yang sering di sebut dengan Strategi yang guru Agama Hindu laksanakan pada proses pembelajaran di sekolah dasar pada peserta didik yang beragama Hindu. Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan bahwa yang sangat berpengaruhnya terhadapt keberhasilan dalam perencanaan pembelajaran yang dalam hal ini peserta didik Agama Hindu tidak terlalu fokus dalam melaksanakan pembelajaran Agama Hindu yang di mana proses pembelajaran Agama masih di laksanakan bersama dalam artian nya bergabung belajar bersama pada peserta didik Agama lain, otomatis pembelajaran yang direncanakan atau di lakukan oleh guru tentu tidak maksimal di terima oleh peserta didik Agama Hindu dan juga tidak efektif dalam menerima materi pembelajaran Agama Hindu saat dilaksanakan dalam ruangan. Dengan ini juga ada beberapa Rumusan Masalah dalam penelitian ini yang di mana adalah : 1. Bagaimana strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? 2. Apa saja kendala pembelajaran Agama Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? 3. Apa upaya strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? Begitu juga dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jelasnya bagaimana strategi yang direncanakan oleh guru Agama Hindu dalam pembelajaran di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori konstruktivistik dan teori humanistik Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder teknik penentuan informana yaitu menggunakan teknik pusposive sampling serta teknik pengumpulan data seperti observasi,wawancara dan dokumentasi dan instrument penelitian teknik analisis data seperti metode deskriptif dan metode analisis data kualitatif. Untuk itu tidak lupa juga bahwa hasil dari penelitian menunjukan strategi pembelajaran Agama Hindu dapat terlaksana sebagaimana mesti nya walaupun ada beberapa kendala yang terjadi dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-3 Timpah ini serta hal itu juga tidak terlepas dari adanya upaya yang di rencanakan atau di laksanakan untuk mencegah terjadi nya kendala yang akan di alami pada proses pembelajaran yang akan berlansung tentu juga guru menggunakan berbagai strategi dan upaya dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas.

implementasi metode tanya jawab pada pembelajaran penddikan agama hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya

JUMIYATI
2022 · Book · Open Access

Jumiyati,2022. Implementasi Metode Tanya Jawab Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 3 Palangka Raya.Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Derson, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Yang melatarbelakangi penelitan ini adalah penyampaian materi dari guru untuk siswa sudah terlaksana dengan baik, tetapi pada saat guru mengajukan pertanyaan dan bertanya apakah siswa ada yang ingin di tanyakan , siswa hanya diam menerima apa yang diajarkan, tidak berminat untuk aktif dalam proses pembelajaran. Siswa enggan bertanya, mengerjakan tugas dengan jawaban seadanya,tidak menanggapi dengan baik. Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :(1) bagaimana implementasi metode tanya jawab pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu diSMA Negeri 3 Palangka Raya ? (2) apa kendala yang dihadapi dalam implementasi metode tanya jawab pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya ? (3)upaya apa yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala dalam implementasi metode tanya jawab pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya ?. Tujuan dari penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui bagaimana Implementasi metode tanya jawab pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya.(2) Untuk mengetahui apa kendala yang dihadapi dalam Implementasi metode tanya jawab pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya (3) Untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala dalam implementasi metode tanya jawab pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Teori yang digunakan adalah :Teori Kognitivistik, Teori Kendala Dan Teori Peran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah :Metode Observasi Non Partisipan, Metode Wawancara Terstuktur, Dan Metode Dokumentasi Literer. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode deskritif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) guru menjelaskan materi dengan mengguakan dua metode yaitu metode ceramah/bercerita dan metode diskusi, guru juga telah memberikan pertanyaan-pertanyaan secara langsung ataupun tidak langsung untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menanggapi materi. (2) siswa merasa tidak nyaman berada dikelas, siswa bosan dan tidak fokus saat belajar,kurang minat membaca dan tidak percaya diri. (3) memberikan tugas tambahan,menasehati/memotifasi dan memberikan nilai tambahan.

DAMPAK PENCEMARAN LIMBAH CAIR PERUSAHAAN KELAPA SAWIT DI SUNGAI CEMPAGA DESA BUKIT BATU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

TOBIE SUSWOYO
2022 · Book · Open Access

TOBIE SUSWOYO. 2022 : Dampak Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit Di Sungai Cempaga Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Program Studi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Budhi Widodo, SH.,MH, Pembimbing II Citranu, SH.,MH. Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur menimbulkan dampak yang sangat meresahkan bagi masyarakat yang tinggal di aliran sungai Cempaga, karena sungai Cempaga salah satu sumber kehidupan masyarakat di Desa Bukit Batu. Setelah terjadinya pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit dapat selalu berbahaya bagi kesehatan yang dalam jangka panjang, merubah dan menghilangkan kebiasaan masyarakat beraktivitas ke sungai Cempaga untuk mandi, mencuci dan menangkap ikan. Pemasalahan yang diteliti mencakup 3 (tiga) hal yakni : (1). Apa Dampak Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit Di Sungai Cempaga Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten kotawaringin Timur? (2). Apa Upaya Hukum Yang Dapat Dilakukan Oleh Masyarakat Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (3). Apa Bentuk Perlindungan Hukum Dari Negara Terhadap Masyarakat Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Dengan Adanya Dampak Pencemaran Limbah Kelapa Sawit. Subjek dari penelitian ini adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur, Polisi Resort Kabupaten Kotawaringin Timur, Camat atau Sekretaris Camat Kecamatan Cempaga Hulu, Kepala Desa Bukit Batu dan Masyarakat Desa Bukit Batu. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Kepustakaan dan Dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1). Dampak pencemaran limbah cair perusahaan kelapa sawit sangat meresahkan masyarakat karena ada beberapa faktor yang terdampak disebabkan pencemaran sungai Cempaga diantaranya faktor ekonomi, sosial, budaya dan faktor kesehatan. (2). Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh masyarakat dengan mengadu atau melaporkan perusahaan kelapa sawit kepada pihak yang berwajib atau yang memiliki wewenang untuk menjaga, melestarikan lingkungan hidup meliputi kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup. (3). Masyarakat yang melakukan upaya hukum dilindungi oleh negara melalui peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh negara seperti Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Peraturan Perundang-Undangan, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Negara Republik Indonesia dan Peraturan lainnya yang menyangkut tentang Hak dan Kewajiban warga negara.

PERAN PEMANGKU DALAM MENGAJARKAN KETERAMPILAN MEMBUAT SARANA UPACARA PADA PEMUDA HINDU DI DESA SARI MAKMUR KECAMATAN MANTANGAI KABUPATEN KAPUAS

KOMANG SURIP ARTAWAN
2022 · Book · Open Access

SURIP, KOMANG ARTAWAN, 2022: Peran Pemangku dalam Mengajarkan Keterampilan Membuat Sarana Upacara pada Pemuda Hindu di Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II I Komang Mertayasa, S.Pd.H., M.Si. Dalam ajaran Agama Hindu meliputi Tatwa, Etika dan Upacara. Begitu jua terdapat dalam pelatihan prmbuatan sarana upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas mengenai peran pemangku pelatihan pembuatan Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Tujuan yang terdapat dalam penelitian ini yakni: 1). Mengetahui peran Pemangku dalam mengajarkan keterampilan membuat Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas? 2). Mengetahui bagaimana kendala peran Pemangku dalam mengajarkan keterampilan membuat Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur? 3). Mengetahui Upaya-upaya Pemangku dalam mengatasi kendala dalam mengajarkan keterampilan membuat Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur? Penelitian ini mengunakan metode penelitian deskriftif kualitatif, informan dalam penelitian ini yaitu berjunlah 6 (enam) informan. Tehnik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Waktu penelitian di lakukan selama 1 (satu) bulan yaitu dari tanggal 28 April-30 Mei 2022. Adapun yang menjadi tempat penelitian ini adalah Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Hasil dari penelitian ini adalah: 1). Pemangku berperan mengarahkan pemuda/pemudi Hindu, dan sekaligus berperan aktif dalam mengajarkan pembuatan sarana upacara. 2). Kendala dalam pelatihan pembuatan sarana upacara yaitu kurangnya minat pemuda/pemudi Hindu dalam mengikuti pelatihan pembuatan sarana upacara, serta kesulitan dalam mendapatkan daun kelapa yang digunakan dalam pembuatan sarana upacara. 3). Upaya-upaya pemangku dalam mengatasi kendala pada pelatihan keterampilan membuat sarana upacara yaitu dengan cara memberikan motivasi dan pencerahan pada pemuda/pemudi Hindu, dalam Mengikuti pelatihan membuat sarana upacara. Selain itu juga Pemangku berinisiatif dengan mengunakan daun kelapa sawit untuk pelatihan membuat sarana upacara, karena susahnya mendapatkan daun kelapa di Desa Sari Makmur.

Upacara Ngalangkang kedue taun di desa Gandrung Kecamatan paku kabupaten Barito timur (Perspektif pendidikan Hindu)

LENTI RATNASARI
2022 · Book · Open Access

Ratnasari lenti. 2022. Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur (Persfektif Pendidikan Hindu). Pembimbing I Hendri, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Gandrung terkhususnya generasi muda kurang memahami makna Upacara Ngalangkang Kedue Taun. Dalam pelaksanaan Upacara Ngalangkang kedue taun generasi muda kebanyakan hanya ikut senang- senang saja seperti contoh saat para Mantir adat sedang melaksanakan ritual di dalam rumah, generasi mudanya malah bermain kartu di teras depan rumah. Hal ini terlihat sangat memprihatinkan karena seharusnya generasi muda bisa terlibat langsung dalam Upacara Ngalangkang Kedue taun agar bisa memahami tentang Upacara tersebut. Berdasarkan Uraian diatas, rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Proses Pelaksanaan Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur?, 2. Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur?. Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan yaitu teori Fungsional Struktural, teori Simbol dan teori Nilai. Meteologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh mengenai proses upacara Ngalangkang Kedue Taun meliputi tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap kegiatan inti dan tahap kegiatan penutup. Upacara Ngalangkang Kedue taun dilaksanakan setelah panen padi dan dilaksanakan selama 2 hari 2 malam di rumah tempat almarhum tersebut meninggal atau dirumah keluarga yang lain sesuai kesepakatan. Ngalangkang kedue taun di Desa Gandrung diyakini oleh umat Hindu Kaharingan sebagai upacara untuk menjemput Liau (Roh) dari Malingan Mungut Malingan datai (Kuburan) untuk diberikan persembahan dan kemudian di kembalikan lagi ke Malinggan Mungut Malingan datai (Kuburan) sambil menunggu Upacara selajutnya yaitu Ngalangkang pengawus ( Tiga tahun). Dalam upacara Ngalangkang Kedue Taun mengandung Nilai-nilai pendidikan yaitu nilai pendidikan tattwa, nilai Pendidikan etika, nilai pendidikan susila dan nilai pendidikan upacara. Terkait dengan hasil penelitian ini disarankan Upacara Ngalangkang Kedue Taun ini sangat perlu dilestarikan, karena mengingat upacara Ngalangkang kedue taun tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan religius serta merupakan warisan budaya leluhur. Yang perlu dikembangkan lagi oleh Generasi muda.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN HINDU DALAM UPACARA PURWA DAKSINA PADA PIODALAN DI PURA PITAMAHA KOTA PALANGKA RAYA

KETUT DWI PURWANTI
2022 · Book · Open Access

Penelitian ini mengkaji upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami upacara Purwa Daksina pada piodalan. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya di Kota Palangka Raya. Belum banyak memahami tentang upacara Purwa Daksina pada piodalan apalagi pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan, dan implikasinya. Upacara sampai sekarang masih dilaksanakan, tetapi terjadi kesalahan dalam hal-hal sepele yang seharusnya tidak dilakukan oleh umat Hindu. Pelaksanaan upacara Purwa Daksina pada piodalan masih dianggap sebagai tempat berkumpul bersama antar umat Hindu. Purwa Daksina pada piodalan ini dipandang sebagai sarana untuk menghaturkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Upacara Purwa Daksina pada piodalan mempunyai pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan dan implikasi bagi manusia itu sendiri maupun orang lain. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini terfokuskan pada pembahasan tentang (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Purwa Daksina pada piodalan, (2) nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan, (3) Implikasi nilai Purwa Daksina pendidikan Hindu dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan upacara Purwa Daksina pada piodalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah dilakukan verifikasi, data analisis dengan beberapa teori yang relevan seperti teori struktural fungsional, teori nilai, dan teori implikasi. Hasilnya dikaji secara formal dan informal. Hasil penelitian ini dideskripsikan bahwa upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya terbagi kedalam dua tahapan. Tahapan awal adalah tahap persiapan sarana dan prasarana. Tahap pokok adalah proses inti dalam proses yaitu acara Purwa Daksina pada piodalan. Nilai pendidikan Hindu dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan adalah bermacam-macam baik bagi kehidupan keluarga maupun masyarakat Hindu di Kota Palangka Raya. Nilai-nilai pendidikan Hindu itu adalah : nilai material, nilai pendidikan seni, nilai vital, nilai pendidikan susila (etika), nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan solidaritas sosial, nilai kerohanian, nilai pendidikan kebenaran, nilai pendidikan keindahan, nilai pendidikan moralitas, dan nilai pendidikan keagamaan. Implikasi dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya bermacam-macam baik untuk masyarakat Hindu maupun orang lain. Implikasi upacara Purwa Daksina pada piodalan yaitu implikasi positif. Implikasi positif upacara Purwa Daksina pada piodalan adalah : implikasi sosial, implikasi religius, dan implikasi kedamaian. Interaksi sosial masyarakat Hindu dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta keharmonisan masyarakat Hindu dapat dikatakan sangat luar biasa baik.

MOTIVASI BELAJAR SISWA AGAMA HINDU PADA ERA NEW NORMAL DI SDN 1 LAWANG KAJANG KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

SELAWATIE
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK SELAWATIE, 2022 : Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada Era New Normal Di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Si Pembimbing II, Mitro, S.Pd., M.Si. Motivasi merupakan keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Setiap aktivitas yang dilakukan seseorang karena didorong oleh suatu kekuatan ari dalam diri orang tersebut, maka kekuatan pendorong inilah yang dinamakan motivasi siswa, motivasi sangat berperan penting dalam proses pembelajaran dan keberhasilan belajar itu sendiri, adanya motivasi belajar yang tinggi pada seorang siswa untuk belajar dapat dilihat dari ketekunannya serta tidak mudah putus asa untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan meskipun dihadang berbagai macam penghambat. Penelitian ini ada tiga permasalahan : (1) Bagaimana Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? (2) Apa Faktor-Faktor Kendala Yang Menjadi Penghambat Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? (3) Apa Upaya-upaya Yang Dilakukan Dalam Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan penelitian menggunakan teknik snowball sampling pengambilan sampel dengan bantuan ke informan. Studi tentang motivasi belajar siswa agama Hindu pada era new normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, yaitu baik dengan komponem yang ada pada pembelajaran. Motivasi dengan cara memberikan sebuah dorongan semangat untuk siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri. Hambatan motivasi belajar siswa agama Hindu pada era new normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas yaitu faktor lingkungan (Pandemi covid-19) sarana dan prasarana kurangnya bahan ajar atau buku pendidikan agama Hindu dan budi pekerti, tidak dapat mengefektif dan mengefisien menggunakan waktu, hal inilah yang menjadi hambatan yang merupakan suatu dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan dalam motivasi belajar siswa agama Hindu kepala sekolah telah mengijinkan ruangan kelas yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran pendidikan agama Hindu, peran seorang guru mendidik, mengotrol kepada siswa saat pembelajaran berlangsung dan adanya niat siswa untuk belajar dan termotivasi ketika melihat temannya yang lain aktif dalam belajar.