RIWANDI
2024 · Book · Open Access
RIWANDI, 2024: Penerapan Pembelajaran Berbasis Lingkungan Dalam Membentuk Karakter Siswa Kels IV Di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Prodi Pendidkan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Intitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Tir Aspiyana, M.Pd Pembimbing (II) Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Pendidikan sebagai Upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah upaya mengembangkan kemampuan/potensi dari individu sehingga bisa hidup dengan baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa maka dari itu Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran berbasis lingkungan dalam membentuk karakter anak SD. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi pada pembelajaran IPA berbasis lingkungan dalam membentuk karakter siswa kelas IV di SDN 8 menteng, ditemukan bahwa 35% siswa kelas IV mendapatkan nilai dibawah KKM pada sebagian mata pembelajaran, yang ditentukan sebesar 65%. Guru kelas selalu melalukan remedial untuk memperbaiki nilai siswa yang berada dibawah KKM, perbaikan tersebut bisa dilakukan sebanyak 1, 2, 3 atau lebih, sampai nilai siswa mencapai rata-rata nilai KKM dikelas. Untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya suatu pembaharuan yang dilakukan dalam proses pembelajaran agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Kata kunci: Perencanaan pembelajaran berbasis lingkungan dalam membentuk karakter siswa,
OLUNG
2024 · Book · Open Access
OLUNG, 2024 : Penyelesian Kasus Fitnah Pembunuhan Melalui Lembaga Adat Dayak Meratus di Desa Hampang Kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan. Skripsi Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing 1 Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M.Si. Pembimbing II Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Fitnah merupakan perkataan bohong atau tuduhan tanpa dasar kebenaran dengan maksud untuk menjelekkan, merusak nama baik dan merugikan kehormatan orang lain. Kasus fitnah tersebut terjadi di Desa Hampang Kecamatan Hampang yaitu Kasus fitnah pembunuhan. Kasus fitnah pembunuhan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perbuatan seseorang yang menfitnah orang lain melakukan pembunuhan yang tidak dilakukannya. Adapun yang menjadi daya tarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut adalah kasus yang termasuk kedalam hukum pidana dapat diselesaikan secara hukum adat melalui Lembaga Adat Dayak Meratus. Lembaga Adat Dayak Meratus merupakan lembaga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan, budaya, tradisi dan hukum adat masyarakat adat Dayak Meratus di Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum empiris, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan ini menggunakan teknik purposive sampling, informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. (1). Ketua Majelis MUKK-I (2). Pemangko Adat (3). Ketua Cabang Balangan (4). Ketua Cabang Kotabaru (5). Sekretaris MUKK-I (6). Penghulu (7). Korban Fitnah (8). Pelaku Fitnah (9 dan 10). Tokoh Masyarakat. Teori yang digunakan ada 2 yaitu: (1) teori penyelesaian sengketa (Moh Koesnoe) dan (2) teori tujuan hukum (Gustav Radbruch). Teknik analisis data dalam penelitian ini ada 4 tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menentukan bahwa proses/tahapan penyelesaian kasus fitnah pembunuhan terdiri dari: tahap laporan, pemenuhan administrasi, pemanggilah pihak-pihak yang bersengketa, mediasi, pengambilan keputusan dan ritual/upacara adat. Adapun sanksi yang diterapkan kepada pelaku adalah sanksi adat berupa Tahil sejumlah 60 Tahil yang diuangkan senilai Rp. 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah), yang dibayar kes senilai Rp.11.000,000,00 (sebelas juta rupiah) dan sebidang tanah dengan luas 0,75 ha, yang di serahkan/dibayar oleh pelaku pitnah kepada korban fitnah. Dalam kasus ini Ketua Majelis dan Pemangko Adat/Kepala Adat memberikan jalan berdamai dan permasalahan kasus pun dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat, sehingga masing-masing pihak dapat hidup kembali dalam kehidupan dan ikatan dengan keseluruhan secara tenang, tentram dan damai.
SENGKI HERDIANTO
2024 · Book · Open Access
Tasai saluang murik merupakan sebuah jenis tarian yang pernah ada dan fenomenal pada Masyarakat Dayak Katingan khususnya di Desa Tumbang Kalemei. Keberadaan tasai saluang murik kini sudah tidak lagi ditemukan di desa tersebut. Sebagai sebuah tarian yang sempat fenomenal, maka dirasakan sangat perlu untuk mengetahui keberadaannya agar bisa ditumbuhkembangkan lagi dengan menggali sejarahnya, ragam geraknya, busana/property yang digunakan serta musik pengiringnya. Adapun rumusan masalahnya yaitu bagaimana tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan? Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini dikaji dengan teori yang digunakan yaitu teori Etnokoreologi dan Antropologi Budaya. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan penentuan informan yakni teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik penggumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data (data display), penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1). Tasai saluang murik merupakan tarian berpasangan yang bersifat hiburan yang ditarikan saat ada pesta ucap syukur baik di rumah penduduk ataupun pada lapangan terbuka. Tarian ini terinspirasi dari segerombolan ikan saluang pada riam Mangkikit dan melakukan gerakan seperti huruf S yang silang menyilang saling mendahului menuju arah hulu Sungai Katingan. Belum diketahui secara pasti siapa pencipta tarian tersebut, yang mana masyarakat disana hanya mengetahui tarian tersebut terakhir diajarkan oleh seseorang yang bernama Andan dari Desa Tewang Rangas yang telah menetap di Desa Tumbang Kalemei. 2). Ragam gerak tasai saluang murik terdiri atas gerak pokok (gerak pindah tempat), gerak murni, gerak makna dan gerak penguat ekspresi. 3). Busana tasai saluang murik terdiri atas Salampai sebagai kain penutup kepala, Kebaya sebagai bajunya pada bagian tengahnya, serta Tapih (Sarung) sebagai pakaian bagian bawahnya. Sementara itu property yang digunakan adalah selendang yang diletakan pada kedua bahu penari, selain itu juga biasanya menggunakan property berupa Sangkai Kambang yang menjadi titik pusat tarian tersebut. 4). Musik Pengiring bisa menggunakan iringan musik dari Kacapi Tali Dua dan Tiga, Rabab dengan nada Tewah Tasai dan juga bisa menggunakan iringan musik dari Agung (Gong), Takanong, Gandang Tatau dengan nada Tewah Tasai Saluang Murik.
ELGA MEYANA
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Elga Meyana, 2024 Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas II Di SDN 9 Palangka, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa di SDN 9 Palangka. Di SDN 9 Palangka, ditemukan bahwa keterbatasan fasilitas dan kurangnya daya tarik dalam lingkungan belajar sering menghambat minat belajar siswa. Meskipun proses pembelajaran telah mengikuti pedoman metode lingkungan belajar, siswa masih menghadapi kesulitan dalam memaksimalkan hasil belajar mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, yang memfasilitasi analisis data yang lebih mendalam mengenai hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memperoleh nilai dalam uji t 19,02 dan uji linear sederhana 0,06. Namun, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa, yang menandakan perlunya evaluasi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Evaluasi ini bertujuan untuk memahami kendala yang ada dalam metode lingkungan belajar dan meningkatkan efektivitasnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 0,06 siswa mencapai kategori sedang dengan nilai antara 99,94 siswa mencapai kategori sangat tinggi. Penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan menyediakan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal. Kata Kunci: lingkungan belajar, hasil belajar,siswa kelas II.
TOMI LEGAH
2024 · Book · Open Access
Tomi Legah. 2024. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., Putu Wisnu Saputra, M,Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Di SDN Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fakta di lapangan, guru sudah menerapkan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang cenderung memusatkan kegiatan pembelajaran pada masalah dilingkungan nyata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif survei dengan menyebarkan angket motivasi. Penelitian ini menggnakan satu kelas yaitu kelas V C sebagai objek dengan responden penelitian sebanyak 31 siswa. Populasi dan sampel mencakup seluruh siswa kelas V di SDN Percobaan Palangka Raya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa pertanyaan berbentuk angket atau kuesioner. Data yang dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi . Hasil dari analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa dilihat dari hasil nilai belajar yang telah diperoleh dari guru wali kelas V C. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi, diperoleh nilai skor tertinggi sebesar (19%), sedang (48%) dan yang rendah sebesar 33%. Dengan dmikian Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Di SDN Percobaan Palangka Raya.
I MADE SWASTIKE
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Swastike, Made. 2024. Peranan Penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan Tri Hita Karana Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas: Perspektif Pendidikan Nonformal. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Ni Nyoman Sumarni, S.Ag.,M,Si Skripsi ini mengkaji tentang Peranan penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana: Perpektiv Pendidikan Keagamaan Hindu Nonformal Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas. Penyuluh agama Hindu merupakan seseorang yang yang memiliki keahlian dan juga tugas dalam membimbing masyarakat pada bidang agama Hindu. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai seberapa pentingnya ajaran Tri Hita Karana sehingga menyebabkan kurangnya pengimplementasian Tri Hita Karana. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. 2) Bagaimana kendala penyuluh dalam mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana pada masyarakat di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas ?. 3) Bagaimana upaya Penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori aksi, teori kendala, teori harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara perpusive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penenelitian rumusan masalah pertama yamg dikaji dengan teori aksi menghasilkan kesimpulan bahwa peran yang dimiliki oleh seorang penyuluh agama Hindu yaitu, peran sebagai pendidik, peran sebagai pembimbing, peran sebagai teladan. Kendala endala yang dialami penyuluh dikaji menggunakan teori kendala menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat dua kendala yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal diantaranya yaitu Kendala internal yaitu kurang disiplin, rendahnya kreativitas. Kendala eksternal yaitu tingkat pemahaman, kurangnya dukungan umat, faktor cuaca. Kemudian upaya yang dilakukan penyuluh agama Hindu dikaji menggunakan teori harapan, menghasilkan kesimpulan upaya-upaya yang dilakukan yaitu upaya memberikan pendidikan keagamaan Hindu nonformal, dan upaya memberikan contoh yang baik.
SESEN
2024 · Book · Open Access
SESEN, 2024. Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu Di Smp Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan Skripsi, Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I :Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II :Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Penelitian ini membahas tentang kompetensi guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing. Kompetensi Guru adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimili, dihayati, dan dikuasai. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas dilapangan kerja, sedangkan prestasi belajar suatu perubahan yang dialami anak didik, yang dapat diindikasikan atau dapat dilihat dalam bentuk angka-angka penilaian dari hasil pekerjaannya yang merupakan evaluasi dari hasil belajarnya. Penelitian ini ada beberapa permasalahan: Bagaimanakah kompentensi pedagogik, kepribadian, propesional dan sosial, guru Agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitiaan kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan pada penelitian ini teori behavioristik. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Sudah di terapkan pemahaman guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa guru agama Hindu harus terus meningkatkan keterampilan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial, melalui pelatihan dan pengembangan profesional. Agar semua dapat berjalan dengan baik peran seorang guru mengontrol siswa saat pelajaran berlangsung disitu kita dapat melihat siswa dalam meningkatkan prestasi belajar mereka dan niat mereka untuk meningkatkan prestasi belajar sangat tinggi dan termotivasi Kata kunci: kompetensi, Guru, dan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu.
PRENGKI
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Prengki, 2024. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat di Desa Karetau Sarian Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas Pembimbing I Suwito, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Megawati,M.Pd.H Upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat ini merupakan upacara dalam bentuk pemujaan dengan menghanturkan mantra-mantra suci yang dilaksanakan oleh tukang tawui atau orang yang paham tentang upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat dan ditujukan kepada Sahur Parapah, leluhur serta Ranying Hatalla Langit untuk mendapatkan kesuksesan, keselamatan, rejeki kesehatan serta kemakmuran. Rumusan masalah yang diangkat yaitu : 1. Apa yang Melatarbelakangi Pelaksanaan Upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat Di Desa Karetau Sarian Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas? 2. Bagaimana Proses Pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat Di Desa Karetau Sarian Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas? 3. Apa nila-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat Di Desa Karetau Sarian Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami apa yang melatarbelakangi upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat, proses pelaksanaan dan nilai-nilai yang tekandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Religi, Teori Fenomenologi, dan Teori Nilai. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Karetau Sarian, Jenis dan sumber data yang digunakan : sumber data primer dan sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan : observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrument penelitian kualitatif teknik analisis data yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penelitian yang dilakukan tentang upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat di Desa Karetau Sarian memiliki latar belakang yaitu : sebagai tanda ucapan syukur kepada leluhur karena telah memberikan perlindungan anugerah semasa hidupnya, memiliki beberapa proses pelaksanaan : 1. Tahapan Persiapan, 2. Tahapan Pelakasanaan, dan Tahapan akhir, yang memiliki nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung didalamnya yaitu nilai : 1. Nilai Pendidikan Tattwa, 2. Nilai Pendidikan Susila, dan 3. Nilai pendidikan Upacara
NOPITA
2024 · Book · Open Access
Nopita. 2024. Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si., Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penerapan Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fakta di lapangan, guru masih menerapkan metode pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan kegiatan pembelajaran pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk melihat pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Penelitian melibatkan dua kelas: kelas IIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIC sebagai kelas kontrol. Populasi dan sampel mencakup seluruh siswa kelas IIIA dan IIIC di SDN Percobaan Palangka Raya, yaitu 28 siswa dari kelas IIIA dan 24 siswa dari kelas IIIC, total 52 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa angket motivasi belajar dan ice breaking dengan jumlah 10 butir angket dengan skala likers 5. Data yang dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis uji t dan regresi linier sederhana. Pada tahap pre-test, nilai thitung = 0,77, ttabel = 2,008. Ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan motivasi belajar siswa sebelum perlakuan. Pada tahap post-test, nilai thitung = 4,049 > ttabel = 2,008, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas, dimana siswa yang diberikan penerapan ice breaking selama proses pembelajaran mengalami peningkatan motivasi belajar dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti ice breaking. Dan pada tahap analisis regresi linear sederhana dengan nilai intersep (a) = 3,62 mengindikasikan prediksi nilai motivasi belajar siswa tanpa perlakuan ice breaking, koefisien regresi (b) = 0,93 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1 poin dalam penerapan ice breaking akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,93 poin. Jadi, ice breaking memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Kemudian dari hasil analisis determinasi besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa yang diberikan yaitu sebesar 88% dan 12% dari pengaruh faktor lain. Jadi dapat disimpulkan dari besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya bahwa uji hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima.
SINDI ERPANY
2024 · Book · Open Access
Sindi Erpany. 2020. Tri Aspiyana, M. Pd., Santang, S. Pd., M. Hum. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penerapan Metode Permainan Menyusun Kata Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Skripsi ini dilatar belakangi dengan minimnya literasi di Indonesia, dari 70 Negara Indonesia menduduki posisi ke-63 dalam literasi menurut Survey Program For International Students Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization For Economic Co-operation and Development (OECD) pada Tahun 2019 Negara Indonesia menempati diantara sepuluh Negara dengan tingkat literasi terendah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode permainan menyusun kata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik kelas IV SDN 1 Menteng Palangka raya. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa siswa dikelas IV SDN 1 Menteng masih banyak yang mengalami kesulitan dalam membaca. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan desain quasi eksperimen Dengan rancangan one group Pretest-Posttest. Jumlah sampel pada penelitian adalah 10 siswa yang diambil menggunakan Teknik random sampling yang berasal dari populasi kelas IV B. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 macam yaitu observasi, tes kemampuan membaca, serta dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Normalitas dan Uji Hipotesis yang dibagi dua yaitu Uji Wilcoxon signed rank dan Uji N-gain (Gain score). Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai prestest dan posttest dengan nilai Asymp. Sig (2tailend) sebesar 0.024, sedangkan nilai uji N-Gain, yaitu nilai rata-rata n-gain, sebesar 0.2679. Nilai rata-rata menunjukkan bahwa nilai N-Gain berada dalam rentang 0,00 hingga 0.30, yang menunjukkan bahwa metode penerapan permainan menyusun kata memiliki interpretasi yang kurang. Hasilnya menunjukkan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca mereka.
RUSANDI
2024 · Book · Open Access
Rusandi 2024, Perkawinan salah jenjang (Heoh) Pada Masyarakat Suku Dayak Siang di Desa Tambelum Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.,M,Si, dan Pembimbing (II) Herwandi, MH. Proses Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) pada Masyarakat Suku Dayak Siang di Desa Tambelum Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya Perkawinan salah jenjang dalam masyarakat dayak siang disebut dengan perkawinan heoh. Secara etimologi Heoh terdiri dari kata sala memiliki beberapa pengertian antara lain; 1) tidak benar ; 2) keliru, khilap; 3) tidak selaras; 4) menyimpang dari yang seharusnya; Sebelum di lakukan suatu perkawinan Heoh maka harus terlebih dahulu dilaksanakan saki palas menggunakan darah kambin sebagai penggati ahu (ketulahan). Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3(tiga) hal yaitu : (1) Bagaimana proses perkawinan salah jenjang heoh pada masyarakat Dayak Siang?.(2) Apa penyebab perkawinan salah jenjang Heoh pada masyarakat Dayak Siang? (3) Apa dampak dari perkawinan salah jenjang Heoh pada masyarakar suku dayak Siang? Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan tehnik penentuan informan yaitu purvosiv sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain : 1 orang mantir adat, 1 orang Damang Kecamatan Sungai Babuat 1 orang Majelis Kelompok Desa Tambeluim 2 tokoh masyarakat, dan 2 orang perangkat desa. Teknik pengumpulan data dengan cara yaitu dengan cara wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber maupun dari buku-buku dikumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian dianalisis secara kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian adalah: 1) Proses Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) Pada Masyarakat Suku Dayak Siang Secara etimologi Heoh terdiri dari kata (sala) memiliki beberapa pengertian antara lain; tidak benar ; keliru, khilap; tidak selaras; menyimpang dari yang seharusnya; Sebelum di lakukan suatu perkawinan heoh maka harus terlebih dahulu dilaksanakan saki palas menggunakan darah kambin sebagai penggati (Ahu) (ketulahan). (2) Penyebab terjdinya Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) ada beberapa factor yang mempengaruhinya: kondisi fisik,iteraksi diri, fungsional, pengetahuan terhadap kemampuan diri. (3). dampak positif,penguatan hubungan keluarga, peningkatan status sosial, pewarisan tradisi, mengindari perkawinan sedarah. Dampak negatif, beban sosial, stigma dan diskriminasi, ketidak puasan pribadi, kompleksitas dalam hubungan.
RANDI SAPUTRA
2024 · Book · Open Access
RANDI SAPUTRA, 2024, Pendampingan Hukum Oleh Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) Ririn Kurniasi,SH.,MH. Pendampingan Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya merupakan hal yang sangat penting untuk melindungi hak serta memberikan kepastian hukum kepada semua pihak yang terlibat. Kejaksaan Negeri Palangka Raya adalah lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab dalam memberikan pendampingan hukum kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani. Sehingga yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) prosedur pendampingan penyaluran pupuk bersubsidi oleh Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya Kelurahan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya di Kelurahan Kelampangan Kecamatan Sabangau. (2) tujuan pendampingan oleh Jaksa Pengacara Negara dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya di Kelurahan Kelampangan Kecamatan Sebangau. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan peneliti adalah (1) Teori Pengawasan dan (2) Teori Negara Hukum. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa (1) Peran Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya dalam proses penyaluran pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya dalam memberikan pendampingan hukum untuk memastikan perlindungan hak dan kepastian hukumnya. (2) Tujuan dari pendampingan hukum yang dilakukan oleh Jaksa Pengacara Negara pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya yaitu untuk menjamin kepatuhan terhadap peraturan ada dengan berdasarkan perundang-undangan pada peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang tugas dan wewenang seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, serta juga mencegah dan menangani penyimpangan, meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan sehingga tepat sasaran serta melindungi hak-hak petani.
IDO JAYA SAPUTRA
2024 · Book · Open Access
IDO JAYA SAPUTRA. 2024. Irama Kangkanong Dalam Pelaksanaan Ritual Balian Bawo Suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II: Suwito, S. Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji tentang irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah. Fenomena yang terjadi di lapangan pada masyarakat suku Dayak Lawangan dalam bermain kangkanong khusunya pada generasi muda kurang mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang irama kangkanong dalam ritual balian bawo. Berdasarkan alasan tersebut tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu bagaimana irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan dan apa fungsi irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan. Tujuan dari penelitian ini yakni mengkaji ilmu pengetahuan seni musik tradisional dan mempunyai manfaat menambah wawasan dan pengetahuan tentang alat musik kangkanong. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Struktural Fungsional, teori Weighted Scale dan teori Etnomusikologi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi dokumen dan analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1). Irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan memiliki irama yang beragam jenis yaitu irama tung luai, tung golek, serewan gense, bref, gompeng dan gompeng doto. (2). Irama kangkanong akan tetap berfungsi karena irama kangkanong dalam ritual balian bawo merupakan sarana mediator utama yang menjadi salah satu alat perantara untuk menghubungkan antara balian dengan roh leluhur, sahabat dan roh nenek moyang untuk membantu dalam pelaksanaan ritual balian bawo. Fungsi irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo dapat dilihat dari tiga hal yaitu fungsi laten, fungsi manifes dan disfungsi. Dari ketiga fungsi dapat dilihat bahwa keberadaan fungsi yang ada pada irama kangkanong yang digunakan merupakan bagian penting pada pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur.
WARDIROY
2024 · Book · Open Access
WARDIROY, 2024 : Ritual Ngayau Danum Menurut Tradisi Suku Dayak Di Desa Tumbang Marak Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu). Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (1).Dra Ni Made Ratini, M.S.i. Pembimbing (II). Dr. Riwun, S.Ag., M.Si.
Ritual Ngayau Danum adalah salah satu bentuk upacara Bhuta Yajna yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan jika ada yang meninggal dunia (mati) karena tenggelam di air (matei buseng). Ritual ini bertujuan untuk membalas dan mengakhiri musibah kematian yang disebabkan oleh kekuatan roh gaib yang sifatnya jahat yang ada di dalam air (Ganan Danum). Masalah yang diteliti (1) Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Ngayau Danum Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Marak Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu)? (2) Apa Akibat Apabila Tidak Dilakukan Ritual Ngayau Danum Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Marak Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori religi dari E. Durkheim dan Koentjaraninggrat dan teori simbol dari Coulson dan Titib serta teori sebab akibat (kausalitas) dari Aristoteles dan Immanuel Kant. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ritual Ngayau Danum dilaksanakan selama dua hari satu malam, upacara MaNgayau Danum dilaksanakan pada tengah malam dimana ketujuh laki laki yang terpilih atau yang sudah ditenung yang melaksanakan atau MaNgayau Danum dengan cara menombak Kelapa sebagai simbol dari roh jahat di air yang menyebakan seseorang hingga meninggal yang dipandu oleh Pisor Leket Suman yang ada disana. Dasar Hukum pelaksanaan Ritual Ngayau Danum Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Marak Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu) adalah Kitab Suci Panaturan pasal 32 tentang "Ranying Hatalla Janjaruman Akan Panakan Raja Bunu Auh Jalan Ewen Buli Haluli Manalih Iye". Adapun akibat dari tidak melaksanakan ritual Ngayau Danum ini yaitu keluarga duka atau masyarakat akan selalu dihantui dengan rasa takut atau was-was saat akan bepergian ke hutan, air, dan sebagainya. Karena jika ritual Ngayau Danum tidak dilaksanakan takutnya roh jahat (ganan danum) akan mengulangi perbuatannya lagi dengan membunuh keluarga atau keturunan yang meninggal ataupun masyarakat yang ada di Desa Tumbang Marak maka dari itu ritual Ngayau Danum harus dilaksanakan supaya memutuskan sial pada masyarakat dan keluarga atau keturunan yang meninggal. Dampak yang terjadi tidak hanya kepada keluarga yang meninggal saja tetapi juga kepada masyarakat yang berada di Desa tempat kejadian.
RISNA
2024 · Book · Open Access
RISNA, 2024 :Analisis Terhadap Perilaku Kumpul Kebo Menurut Hukum Adat Dayak Ngaju ( Studi Kasus Di Desatumbang Manangei Kecamata Katingan Hulu Kabupaten Katingan), Pembimbing I, Sri Kayun, SH.,M.Si. Pembimbing II, Edelweisia Cristiana, MH.
Kumpul kebo adalah fenomena yang sering terjadi di masyarakat. Kumpul kebo merupakan perbuatan hidup bersama tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah antara seorang pria dan seorang wanita dimana mereka bersama-sama tinggal dalam satu rumah. Perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan masyarakat setempat yang menjunjung tinggi nilai hukum adat. Berdasarkan latar belakang maka dalam penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1). Faktor penyebab terjadinya perilaku kumpul kebo di Desa Tumbang Manangei Kecamaatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2). Dampak perilaku kumpul kebo terhadap Masyarakat sosial di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (3). Penyelesaian kasus kumpul kebo secara adat di Desa Tumbang Manangei. Teori digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah, Teori resepsi hukum, teori sosiologi hukum dan teori penyelesaian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan Teknik penentuan informan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini dengan jumlah 6 orang yaitu 3 orang mantir adat 2 orang keluarga dari pihak laki dan Perempuan dan 1 orang istri dari pelaku. Untuk dapat memperoleh data-data dari narasumber untuk dikumpulkan dan disusun secara sistematika dan dianalisis dengan cara kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian analisis terhadap perilaku Kumpul Kebo menurut hukum adat dayak ngaju (studi kasus di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan) di selesaikan oleh damang kepala adat, mantir adat dan bersama keluarga secara hukum adat kemudian dampak yang terjadi menimbulkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengurus adat. Menurut Hukum Adat yang berlaku di Desa Tumbang Manangei . Hukum adat yang digunakan dalam menyelesaikan kasus Kumpul Kebo di Desa Tumbang Manangei. Menyelesaikan kasus kumpul kebo ini untuk membantu menyelesaikan permasalahan juga melindungi keseimbangan alam yang ada di Desa tumbang manangei, dan mencari titik temu Penyelesaian secara damai tersebut bersedia memberikan ganti rugi kepada korban dalam rangka mendapatkan pemaafan dari korban. Penyelesaian perkara dengan hukum adat harus melibatkan para pihak dalam perkara yaitu pelaku, korban dan masyarakat. Para pihak diharapkan dapat bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi dan diharapkan dapat diselesaikan dengan secara adil bagi kedua belah pihak pelaku dan korban.
ASTUTI
2024 · Book · Open Access
Astuti. 2024 Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di Smp Negeri 1 Timpah. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Dosen Pembimbing II Hendri , S.Ag.,M.Si Peneliti mengkaji tentang Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di SMP Negeri 1 Timpah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran seni tari melalui metode konstruksi di SMP Negeri 1 Timpah. Dari yang sebelumnya masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan setelah menggunakan metode konstruksi tari. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori konstruktivisme, kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design dengan tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Lama waktu yang peneliti gunakan dalam penelitian ini selama satu bulan. Jenis sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara porpusive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu penilaian unjuk kerja dan presentase ketuntasan peserta didik. Berdasarkan indikator keberhasilan menurut Nurkanca hasil belajar kelas dapat dikatakan tuntas apabila di dalam kelas tersebut mencapai 70% siswa telah mencapai nilai ≥70, penelitian ini dikatakan berhasil dengan nilai rata-rata siswa mencapai ≥70 dengan presentase 80%.
RINALDI
2024 · Book · Open Access
Rinaldi. 2024. Seni Ukir Sakuwai Pambak Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Mitro, S. Pd., M. Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Seni Ukir Sakuwai Pambak merupakan sebuah ukiran yang terdapat pada pambak dengan bentuk yang menyerupai perahu, yang dibuat dengan cara diukir secara detail yang membentuk suatu ukiran yang indah menyerupai burung tingang yang lengkap dengan kepala, ekor dan sayap yang terdapat di atas palapah pambak. Akan tetapi konteks di Desa Tewang Darayu bahwa masyarakat Hindu Kaharingan belum memahami apa saja bentuk dan makna dalam seni ukir Sakuwai Pambak, terkhususnya untuk generasi-generasi muda yang berada di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Manyarakat Hindu Kaharingan hanya mengetahui fungsi Sakuwai Pambak ini adalah sebagai pelengkap Pambak itu sendiri. Berdasarkan latar belakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimanakah proses pembuatan seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (2) Bagaimanakah bentuk fungsi dan makna seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? Teori yang digunakan untuk menganalisis terdahap rumusan masalah, yaitu menggunakan 4 (empat) teori. (1) Teori Penciptaan Karya Seni, (2) Teori Bentuk, (3) Teori Fungsionalisme dan (4) Teori Interpetaktif Simbolik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian data dianalis dengan mengunakan TeknikPurposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian ini tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak akan dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Asal Usul Sakuwai Pambak, 2 Upacara Yang Dilaksanakan Sebelum Membuat Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 3 Alat dan Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Sakuwai Pambak, 4 Bagaimana Proses Pembuatan Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2). 1 Bentuk Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 2 Fungsi Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, .3 Makna Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.
YURSIE
2024 · Book · Open Access
Seni lukis mambintik raung adalah prosesi melukis peti mati yang ada pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan. Lukisan ini memperlihatkan nilai-nilai kehidupan spiritual dan keyakinan dalam upacara Kematian umat Hindu Kaharingan. Namun, hanya sebagian kecil umat Hindu Kaharingan yang memahami pentingnya lukisan yang ada pada raung beserta makna yang terkandung di dalamnya. Ketika pelaksanaan prosesi mambintik raung keterlibatan umat Hindu Kaharingan sangat kurang baik generasi tua maupun generasi muda. Rumusan masalah yaitu bagaimana eksistensi seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan dan bagaimana upaya pelestarian seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian yaitu tujuan umun dan tujuan khusus. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu Teori Eksistensi, Teori Mimemsis, Teori Pelestarian dan Teori Pendidikan Klasik. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Adapun sumber data yaitu bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diketahui bahwa prosesi Mambintik raung dilaksanakan ketika masih ada jenazah umat Hindu Kaharingan. Prosesi mambintik raung diwajibkan karena merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu hingga saat ini. Ada tahapan dalam upaya pelestarian mambintik raung yaitu (1). Perlindungan, bahwa budaya tradisional termasuk dalam karya cipta yang perlu dilindungi. (2). Pengembangan, bahwa dalam karya seni yang sudah lama ada tentunya butuh pengembangan agar tidak ketinggalan zaman. (3). Pemanfaatan, tentunya dalam berkarya dalam bidang manapun itu harus memiliki yang namanya manfaat apalagi dalam bidang seni tentunya manfaat itu suatu hal yang harus bermanfaat bagi pelaku seni, para penikmat seni, orang lain dan tidak merugikan orang lain. (4). Pembinaan dalam sebuah karya cipta yang ada perlu adanya pembinanaan terutama seni lokal agar kesenian tersebut tidak hilang atau punah.
DIANTI BAYUN
2024 · Book · Open Access
Dianti Bayun. 2024. Balian Nyapu Ipar Pada Suku Dayak Lawangan Di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah (Persfektif Pendidikan Agama Hindu). Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S. Ag., M. Ag Pembimbing II Nyoman Sumarni, S. Ag., M. Si Balian Nyapu Ipar ini merupakan upacara penyucian terhadap sial pantangan akibat ke-matian dan merupakan upacara Pembersihan roh yang sudah meninggal dunia dari keterikatan dengan keluarga yang di tinggalkan, sehingga roh tersebut dapat menyatu dengan Juus Tuha Allah Talla (Ranying Hatalla Langit). Namun kenyataannya sekarang ini ditemukan dalam balian nyapu ipar ialah dimana ternyata belum semua masyarakat umat Hindu memahami mengenai nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam pelaksanaan dalam Balian Nyapu Ipar. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses Balian Nyapu Ipar pada Suku Dayak Lawangan di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah? (2) Apa Nilai-nilai Pendidikan agama Hindu yang terdapat dalam Balian Nyapu Ipar pada Suku Dayak Lawangan di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah? Teori yang digunakan untuk menganaisis terhadap rumusan masalah, yaitu menggunakan 2 (Dua) teori. (1) Teori Religi, dan (2) Teori Nilai. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggu nakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. Adapun hasil dari penelitian ini tentang tahapan proses balian nyapu ipar akan dijelaskan sebagai berikut: (1) Melaksanakan musyawarah/mufakat, (2) menyiapkan sarana prasarana, (3) melaksanakan persembayangan basarah, (4) pelaksananan Balian Nyapu Ipar, (5) Saki Pilah, (6) Jakat Paner Penutup. (2) Nilai Pendidikan dalam Balian Nyapu Ipar yang pertama nilai pendidikan tatwa yaitu Ketuhanan atau kebenaran, yang kedua nilai pendidikan etika yaitu kesusilaa atau aturan-aturan dan yang ketiga nilai upacara yaitu mempelajari tentang bagaimana tatacara pembuatan sarana dan prasarana upacara.
DESLAN TAKA SAWI
2024 · Book · Open Access
Analisis Kebijakan Instansi Pemerintah Daerah Dalam Pembangunan Kepariwisataan Di Kabupaten Barito Utara