Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.950 item publik

Publikasi

Halaman 16 dari 98

EKSISTENSI SERATI DALAM MENGAJARKAN KETERAMPILAN MEMBUAT SARANA UPAKARA PADA PEMUDA HINDU DI DESA BATU NINDA KECAMATAN BASARANG

KADEK CANDRA ADINATA
2024 · Book · Open Access

KADEK CANDRA ADINATA, 2024: Eksistensi Serati Dalam Mengajarkan Keterampilan Membuat Sarana Upakara Pada Pemuda Hindu Di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II, Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang eksistensi serati dalam mengajarkan membuat sarana upakara pada pemuda Hindu, sebab pemuda-pemudi kurangnya memahami membuat sarana upacara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda hindu di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Tujuan yang terdapat yaitu: 1). Mengetahui peran serati dalam mengajarkan keterampilan membuatsarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan? 2). Mengetahui bagaimana kendala serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan kecamatan Basarang kabupaten Kapuas? 3). Mengetahui upaya serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini mengunakan metode penelitian deskriftif kualitatif, informan dalam penelitian ini yaitu berjunlah 6 (enam) informan. Teknik pengumpulan data yaitu tehnik observsi, wawancara dan dokumentasi. Waktu penelitian di lakukan selama 1 (satu) bulan yaitu dari tanggal 15 Agustus – 15 September 2024. Adapun yang menjadi tempat penelitian ini adalah Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Berdasarkan pembahasan dan analisis dengan menggunakan teori menunjukan bahwa Serati berperan mengarahkan pemuda-pemudi Hindu, dan sekaligus berperan aktif dalam mengajarkan pembuatan sarana upacara. Kendala pembuatan sarana upacara yaitu kurangnya minat pemuda-pemudi Hindu dalam mengikuti pelatihan pembuatan sarana upacara, serta kesulitan dalam mendapatkan daun kelapa yang digunakan dalam pembuatan sarana upacara. Upaya-upaya Serati dalam mengatasi kendala membuat sarana upacara yaitu dengan cara memberikan motivasi dan pencerahan pada pemuda-pemudi Hindu, dalam mengikuti pelatihan membuat sarana upacara. Selain itu juga Serati berinisiatif dengan mengunakan daun kelapa sawit untuk pelatihan membuat sarana upacara, karena susahnya mendapatkan daun kelapa di Desa Batu Nindan.

Penerapan Metode Quantum Reading dalam Meningkatkan Minat Baca dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Tumbang Karuei Kabupaten Katingan

NOVI HARDAWATI
2024 · Book · Open Access

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah dengan penerapan metode Quantum Reading dapat meningkatkan minat baca dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tumbang Karuei Kabupaten Katingan. Permasalahan yang terjadi pada siswa kelas IV adalah rendahnya minat membaca dan hasil belajar siswa belum mencapai ketuntasan minimal (KKM). Rumusan masalah yang dikaji 1) bagaimana Penerapan Metode Quantum Reading dalam meningkatkan minat baca dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tumbang Kabupaten Katingan?. Rumusan masalah tersebut dikaji dengan teori Kognitivisme. Metode Quantum Reading merupakan pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca secara efektif dan efisien, dengan mengedepankan teknik-teknik stimulasi otak yang dapat mempercepat pemahaman dan retensi informasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah 7 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan sebagai berikut: a). Observasi b). Angket, c). Tes. d). Penilaian aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Quantum Reading dapat meningkatkan minat baca siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan partisipasi aktif selama proses pembelajaran dan keberhasilan siswa dalam mencapai nilai lebih tinggi pada tes hasil belajar. Hasil observasi pada proses pembelajaran pratindakan, siklus I dan siklus II menunjukkan minat membaca siswa mengalami peningkatan pada rata-rata nilai akhir hasiul belajar siswa, yaitu pratindakan 54, siklus I dengan nilai 62 dan pada siklus II dengan nilai 81. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar metode Quantum Reading diterapkan secara lebih luas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar.

PERAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA YOGA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA DI IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

MAHARATI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK PERAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA YOGA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA DI IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA Maharati, Komang Suarta, Luh Putu Muliani Handayani Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Jl. G.Obos X, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah di dalam latihan yoga mahasiswa diajarakan tentang astangga yoga yaitu yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Delapan tahap ajaran yoga ini, merupakan tangga untuk mengendalikan diri dan sekaligus merupakan aspek etika dalam ajaran yoga. Permasalahan dalam Penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (2) Apa kendala pada unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (3) Bagaimanakah implikasi unit kegiatan mahasiswa yoga pada pengembangan karakter Mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? Teori yang digunakan teori Fenomenologi oleh Edmund Husserl, teori Kendala oleh Eliyahu Goldratt, Teori Humanistik oleh Abraham Maslow dan Teori Behavioristik Oleh Gage dan Berliner. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan Pendekatan Penelitian Fenomenologi. Teknik penentuan informan mengunakan Purposive Sampling, Data dikumpulkan dari Observasi Non-Partisipan, Wawancara Mendalam, Dokumentasi, dan Kepustakaan. Teknik analisi data yaitu Kondensasi Data, Display Data dan Kesimpulan. Hasil Penelitian Menunjukan: (1) Peran UKM Yoga dalam pengembangan karakter relegius dengan melaksanakan latihan Pratyhara, Dharana, Dhayan, Dan Samadhi. Karakter jujur dan toleransi menerapkan Yama dan Niyama dalam latihan. Karakter disiplin, kerja keras, mandiri dan kreatif dengan melaksanakan latihan Pranayama Dan Asanas. (2) Kendala dan upaya yang dihadapi adalah mahasiswa kurang serius dalam latihan meditasi upaya yang dilakukan dengan mengajarkan teori gelombang otak. Sarana dan prasarana yang kurang lengkap upaya yang dilakukan dengan latihan di tempat yang memiliki sarana prasarana lengkap. Dan niat mahasiswa yang kurang upaya yang dilakukan dengan memotivasi mahasiswa. (3) Implikasi Yama Dan Niyama Dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa adalah dengan menjalankan ajaran dari bagian-bagian yama dan niyama didalam setiap latihan yoga. Implikasi pranayama dalam pengembangkan karakter adalah mahasiswa diajarkan untuk latihan mengatur dan mengendalikan nafas. Sehingga mahasiswa bisa mengatur emosinya. Implikasi asanas dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah mahasiswa belajar bermacam-macam gerakan yoga asanas dengan disiplin, kerja keras serta mandiri dapat mengkatkan kreatifitas mahasiswa. Implikasi Pratyhara, Dharana, Dhayana, Dan Samadhi Dalam Pengembangan Karaker Mahasiswa adalah mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran emosi dan membantu mahasiswa untuk meresponnya secara efektif.

Kendala Mahasiswa Dalam Memahami Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

JUPRIANTO
2024 · Book · Open Access

Juprianto, 2024. Kendala Mahasiswa Dalam Memahami Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi PendidikanAgama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Derson, S.Ag.,M.Si. Pembimbing II : Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Bahasa Sasnsekerta adalah bahasa yang baru dikenal oleh Mahasiswa dibangku perkuliahan. Bahas Sanseterta terdiri dari dua aspek yaitu membaca dan menulis huruf devanagari. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu masih belum memenuhi kriteria keberhasilan dalam Mata Kuliah Bahasa Sanskerta, hal ini dikarenakan harus memenuhi kedua aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta Pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 2) Kendala Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu dalam Memahami Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 3) Upaya Mengatasi Kendala Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu Terhadap Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori behavioristik, teori kendala, dan teori konstruktivisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Dosen pengempu mata kuliah, Mahasiswa semester IV (3 orang) dan Mahasiswa semester VI (4 orang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pembelajaran Bahasa Sanskerta di kelas terdiri dari tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan pembelajaran dan tahap evaluasi pembelajaran. 2) Kendala Mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Sanskerta terbagi menjadi kendala internal dan eksternal. Kendala internal terdiri dari kurangnya motivasi Mahasiswa, kurangnya kedisipkinan dalam pembelajaran, kurangnya kesiapan dalam pembelajaran. Sedangkan kendala eksternal nya terdiri dari kurangnya waktu pembelajaran, fasilitas pembelajaran, pengaruh lingkungan sosial. 3) Upaya dalam mengatasi kendala pembelajaran Bahasa Sanskerta pada Mahasiswa dilakukan dengan memberikan motivasi kepada Mahasiswa, membuat Mahasiswa terlibat aktif dalam pembelajaran, melatih Mahasiswa dengan praktik. Kata Kunci : Kendala, Mahasiswa, Bahasa Sanskerta

EKSISTENSI PENGGUNAAN ANYAMAN LONTONG PADA MASYARAKAT DI DESA PUTAT DUREI KECAMATAN MANUHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

NIA MARTINA YOPA
2024 · Book · Open Access

Lontong merupakan alat yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk bertani, berladang dan memancing, bahkan pada zaman dahulu banyak masayarakat Desa Putat Durei yang bisa membuat lontong. Namun seiring perkembangn zaman saat ini eksistensi seni menganyam lontong mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat untuk belajar menganyam, sehingga pengrajin lontong di Desa Putat Durei hanya tersisa lima orang dengan keterangan lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1)Faktor yang mempengaruhi eksistensi pengunaan lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, 2)eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teorieksistensi dan teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari pengrajin dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Faktor yang mempengaruhi eksistensi lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yaitu perubahan selera ekonomi, tradisi dan budaya, kurangnya pembinaan dari pemerintah atau lembaga lainnya. 2) Eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas mengalami kemunduran, hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat dalam mempelajari seni anyaman. Pengrajin lontong yang ada di Desa Putat durei hanya berjumlah lima orang dengan keterangan lanjut usia.

Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Desa Tanjung Sangalang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau

SHINTA WULANDARI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK SHINTA WULANDARI. 2024. Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Tanjung Sangalang Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Tanjung Sangalang karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter sisya di Desa Tanjung Sangalang. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Penyang Hatampung di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Penyang Hatampung. Implikasi Pasraman Penyang Hatampung dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua. Kata Kunci : Eksistensi, Pasraman Penyang Hatampung, Pendidikan karakter

Implementasi Pendidikan Seni Rupa Bukung Ringa Dalam Ritual Nganda Di Kelurahan Rantau Pulut Kecamatan Seruyan Tengah Kabupataen Seruyan.

HARTONO
2024 · Book · Open Access

Hartono, 2024, Implementasi Pendidikan Seni Rupa Bukung Ringa Dalam Ritual Nganda Di Kelurahan Rantau Pulut Kecamatan Seruyan Tengah Kabupataen Seruyan. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. AA. Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Bukung Ringa adalah salah satu properti yang digunakan untuk ritual nganda atau Habukung yang terbuat dari kayu palawi atau kayu hampul. Namun tidak semua orang yang bisa membuat jenis Bukung ini terutama pada bagian junjungnya atau mahkota Bukung Ringa, sehingga jenis Bukung ini jarang sekali ditampilkan kecuali pada malam kerinduan atau malam terakhir bagi liau haring, padahal Bukung Ringa sangat penting untuk ditampilkan pada saat ritual nganda untuk membantu liau haring menuju ke lewu tatau atau surga. Oleh karena itu, penelitian ini dianggap penting. Tujuan dari penelitian ini adalah menjawab rumusan masalah: (1) bagaimana bentuk seni rupa Bukung Ringa? (2) bagaimana proses pembuatan seni rupa Bukung Ringa? dan (3) bagaimana implementasi pendidikan seni rupa Bukung Ringa khususnya dalam ritual nganda di Kelurahan Rantau Pulut Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan untuk menganalisis data untuk menjawab rumusan masalah yaitu teori mimesis, teori fenomenologi dan teori pendidikan klasik. Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian pendekatan kualitatif, dengan teknik penentuan informan purposive sampling, dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Daya yang diperoleh selanjutnya dianalis secara sistematis dan disimpulkan. Hasil dari penelitian terkait bentuk Bukung Ringa adalah sebelum diciptakan para seniman, seni rupa Bukung Ringa memiliki arti yaitu jelmaan dari gana atau naga yang menghuni di hutan belantara sehingga memiliki perwujudan mirip seperti naga. Proses pembuatan Bukung Ringa dimulai dari pengumpulan alat dan bahan. Kayu palawi dibagi menjadi dua bagian yaitu ada yang dibelah dan ada juga yang tidak dibelah, kayu palawi yang bulat untuk pembuatan rahang atau bentuk kepala Bukung Ringa sedangkan yang dibelah seperti papan tipis untuk pembuatan junjungnya. Proses selanjutnya yaitu pembuatan pola rahang atau junjung yang menggunakan pensil atau spidol, lalu kayu dipahat dan diukir sesuai bentuk pola. Kemudian masuk ke proses pewarnaan dengan cat kaleng, kemudian dilanjutkan ke proses penjemuran. Implementasi tranfer ilmu pembuatan Bukung Ringa di Kelurahan Rantau Pulut masih berlangsung, walaupun hanya sebagian generasi muda yang berminat mempelajari cara pembuatannya. Hal ini dikarenakan kurangnya penjelasan dari para rohaniawan Tukang Jaya, selain pentingnya untuk pelestarian seni rupanya Bukung Ringa juga berguna untuk ritual nganda.

UPAYA PEMBIASAAN BASARAH PADA GENERASI MUDA DI DESA HAYAPING KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR

YETI ANUGRAHNI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Yeti Anugrahni, 2024. Upaya Pembiasaan Basarah Pada Generasi Muda Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Keluarga merupakan wadah utama dalam pembiasaan Basarah pada anak atau generasi muda dari sejak lahir, dimana pembiasaan pertama kali dilakukan dirumah. Keluarga merupakan lingkungan pertama dimana perilaku dibentuk yang kemudian nantinya diteapkan dimasyarakat. Dalam hal ini orang tua memiliki peran penting dalam pembiasaan pada anak atau genersai muda yaitu dalam proses pembiasaan Basarah atau beribadah. Upaya yang dilakukan orang tua dalam proses pembiasaan merupakan hal yang sangat dibutuhkan anak atau generasi muda untuk membiasakan melaksanakan Basarah. Dalam hal pembiasaan ini tidak terlepas dari upaya masyarakat Hindu, guru agama Hindu, penyuluh agama Hindu, dan majelis kelompok agama Hindu Kaharingan. Karena generasi muda hidup berdampingan dan hidup bersosial dengan banyak orang. Dalam hal ini upaya pihak-pihak yang terkait sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan minat dan semangat generasi muda untuk terus melaksanakan Basarah. Dari latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini ada dua hal yang akan membahas, yaitu bagaimana upaya dalam pembiasaan Basarah pada generasi muda dan apa saja kendala yang dialami dalam pelaksanaan pembiasaan Basarah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana upaya dalam proses pembiasaan Basarah pada generasi muda dana pa saja kendala yang dialami dalam proses pembiasaan ini. Metode dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yaitu purposive sampling, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil, orang tua merupakan tokoh utama dalam pembiasaan keimanan bagi anak atau generasi muda, upaya guru agama Hindu sangat berguna untuk pembiasaan Basarah bagi generasi muda karena guru merupakan tempat dimana generasi muda mendapatkan ilmu agama. Kemudian penyuluh agama Hindu dan majelis kelompok agama Hindu Kaharingan juga memiliki upaya yang sama dalam membina generasi muda agar terus semangat dalam melaksanakan Basarah. Maka kesimpulan dari penelitian uapaya yang dilakukan orang tua sangat penting dalam proses pembiasaan Basarah. Kemudian guru agama Hindu, Penyuluh agama Hindu, majelis kelompok agama Hindu dan masyarakat Hindu merupakan tokoh pendukung yang juga memiliki peran penting dalam upaya pembiasaan Basarah pada generasi muda Hindu. Kata Kunci: Upaya, pembiasaan, Basarah

Dampak Kreativitas Guru Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Pembelajaran Agama Hindu di SMA Negeri 1 Cempaga Hulu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur

NOVI
2024 · Book · Open Access

Abstrak: Upaya Guru merupakan komponen terpenting ketika mengadakan kegiatan proses belajar mengajar disekolah. Walaupun demikian, guru merupakan sosok ditiru, dan diteladani baik dari segi pengetahuan maupun kepribadian. Oleh karena itu, seorang guru sangat berhati-hati dalam bertutur kata dan bertingkah laku baik diluar sekolah maupun dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, upaya guru sangat penting dalam hal membangun imajinasi anak sehingga dapat menghasilkan suatu karya yang bagus. Guru perlu mengembangkan kreativitasnya sebagai upaya pembaharuan pembelajaran disekolah, seorang guru diharuskan mempunyai pandangan atau pendapat yang positif terhadap bagaimana menciptakan situasi dan kondisi belajar yang diharapkan karena operasional gurulah yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran disekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mengungkapkan bagaimana upaya guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran agama Hindu. Kreativitas guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna upaya kreatif guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran agama Hindu. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait kreativitas guru dalam upaya kreatif guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran agama Hindu. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan guru dan siswa agama Hindu kelas XII, daya yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi terhadap upaya guru disana, guru telah melaksanakan perannya seperti peran sebagai sumber belajar yaitu guru sudah mempersiapkan rencana pembelajaran dan media yang akan digunakan, selanjutnya peran sebagai pengelola yaitu guru menggunakan metode pembelajaran yang berbeda ketika dikelas dan diluar kelas, peran guru sebagai fasilitator yaitu telah memberikan sarana dan prasarana seperti: 1) Merencanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tema, 2) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, 3) Memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan, 4) Membagikan alat dan bahan, 5) Mengamati proses kegiatan pembelajaran, dan 6) Menilai perkembangan siswa.

Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMP Nasional Palangka Raya

SRIE RAHAYU
2024 · Book · Open Access

SRIE RAHAYU, 2023. Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Pendididikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Di SMP Nasional Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri (IAHN TP) Palangka Raya. Pembimbing I Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. dan Pembimbing II Lamri S.Pd.,M.Pd.H. Penulisan ini mengangkat masalah tentang Implementasi Pendidikan Agama Hindu Dalam Profil Pelajar Pancasila Di SMP Nasional Palangka Raya.Rumusan masalah: 1)Bagaimana Implementasi Pendidikan Agama Hindu Dalam Profil Pelajar Pancasila di SMP Nasional Palangka Raya 2) Bagaimana efektivitas implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di SMP Nasional Palangka Raya. Teori yang digunakan yaitu Teori Behaviorisme. Penelitian ini berlokasi di SMP Nasional Palangka Raya, Kota Palangka Raya Prodvinsi Kalimantan Tengah. Metode Penelitian yang digunakan dalam proposal skripsi ini adalah melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri didukung dengan panduan wawancara. Dalam memperoleh data pada penelitian ini penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni sebagai berikut : 1) implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu melalui pembiasaan-pembiasaan sesuai dengan indikator Profil Pelajar pancasila seperti: Ibadah bersama setiap pagi, program LISA (lihar sampah ambil), dan kegiatan pendukung berupa : berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan aktifitas pembelajaran, guru memberikan nasihat. 2) faktor pendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu yaitu Kata Kunci : Implementasi, Profil Pelajar Pancasila, Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti.

Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di Sma Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang

IMMSA DITING
2024 · Book · Open Access

IMMSA DITING, 2024. Minat Siswa dalam melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr. Derson, S.Ag.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang, Kecamatan Gunung Timang Kabpaten Barito Utara, sehingga siswa Agama Hindu kurang aktif dalam melaksanakan Basarah karena Basarah sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu ibadah dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor penyebab kurangnya minat siswa dalam melaksankan Basarah di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara di dalam mengikuti Basarah yang telah di laksanakan di sekolah dan melihat upaya apa saja yang di lakukan oleh guru Agama Hindu dalam memberikan motivasi terhadap kegiatan tersebut. Model penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Gunung Timang, jenis dan sumber data yang di gunakan: sumver data primer dan sekunder, teknik penentuan informan yaitu Purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: Observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrumen penelitian kualitatif, teknik analisi data yaitu: pengumpulan data, kondensadi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang menjadi Faktor Penyebab Kurangmnya Minat Siswa Dalam melaksanakan Basarah, dikarenakan tidak ada pergerakan atau yang mengkoordinir siswa ketika guru Agama Hindu tidak dapat hadir untuk melaksanakan Basarah di tambah lagi siswa lebih memilih untuk pulang duluan. Kata Kunci: Minat Siswa, siswa Hindu, Basarah

Penerapan pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk karakter anak SD negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya

JOHKO
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK JOHKO, 2024: Penerapan Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Anak SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Intitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Pembimbing (II) Megawati, S. Pi., M.Pd.H Pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah Upaya mengembangkan kemampuaan/potensi dari individu sehingga bisa hidup dengan baik sebagai peribadi maupun sebagai anggota masyarakat.karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa maka dari itu Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Anak SD. Negeri Teluk Jolo 1 Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) sebagai bentuk penelelitian yang bersifat refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pada siklus I dari 6 siswa sampel terdapat 5 orang berada pada ketegori rendah/kurang (83,3%), sedangkan sisanya yaitu 1 orang (16,7%) berada ketegori sedang pada siklus II dari 6 jumlah sampel terdapat 5 orang berada ketegori baik/tinggi (83,3%), sedangkan sisanya yaitu 1 orang (16,7%) berada ketegori sedang sehingga berdasarkan siklus I dan siklus II yang telah dilakukan penelitian Tindakan penelitian dinyatakan berhasil meningkatkan karakter siswa. Berdasarkan hasil penelitiaan yang didapatkan dan dikelompokan bahwa penelitian ini menunjukan karakteristik siswa di SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya.

Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan.

SENTI RIWANIE
2024 · Book · Open Access

Senti Riwanie, 2024. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang”(IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Pranata.S.Pd.,M.Si. dan Pembimbing (II) Dr. I Gede Dharman Gunawan.SH.,M.Pd.H. Pembelajaran tatap muka terbatas ini pemahamanya yang benar adalah anak tidak perlu mengikuti pembelajaran penuh dalam sehari, tetapi diatur sesuai kebutuhan di sekolah masing-masing, dengan tidak harus diadakan pertemuan setiap hari di dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari aspek materi pembelajaran, yang diberikan dalam pembelajaran tatap muka terbatas hanyalah materi yang paling esensial. Metode yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan dinyatakan dalam bentuk kalimat, bukan angka atau bilangan, data yang tidak dapat dihitung atau diukur. Data kualitatif dapat dikumpulkan melalui metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan adalah memerlukan penyesuaian dari berbagai aspek, baik dari segi metode pengajaran, pengelolaan waktu, maupun interaksi dengan siswa. PTMT dilakukan sebagai respon terhadap kondisi pandemi, yang membatasi jumlah siswa yang hadir dalam satu sesi dan memperketat protokol kesehatan. Adapun pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-1 Tewang Rangkang yaitu Pengaturan Jadwal dan Rotasi Siswa, Penerapan Protokol Kesehatan, Fokus pada Materi Esensial, Metode Pengajaran yang Adaptif, Penggunaan Media Digital Pendukung, Pembelajaran Interaktif dan Reflektif, Penggunaan Tugas Mandiri dan Penilaian Alternatif, Kolaborasi dengan Orang Tua, dan Evaluasi Berkala. (2) Upaya Guru Dalam Mengoptimalkan Pembelajaran tatap muka terbatas Pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangang Garing Kabupaten Katingan adalah mampu melakukan Pemanfaatan Teknologi dan Media Pembelajaran, Metode Pembelajaran Interaktif, Pendekatan Kontekstual, Evaluasi Berkelanjutan, Pembelajaran Berbasis Nilai, Pengelolaan Waktu yang Efektif, dan Kolaborasi dengan Orang Tua. Kata Kunci : Proses, Pembelajaran,Terbatas, Pendidikan, Agama Hindu

Upaya Sanggar Seni Sepan Apui dalam Pelestarian Seni Budaya Daerah di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan

INDRA TRIWIJAYA
2024 · Book · Open Access

INDRA TRIWIJAYA, 2024. Upaya Sanggar Seni Sepan Apui Dalam Pelestarian Seni Budaya Daerah Di Desa Rangan Tangko Kecamata Marikit Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya IAHN- TP Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd.H. Salah satu pelestarian budaya terhadap bentuk karya seni khususnya bidang tari yaitu dengan didirikannya sanggar tari. Sanggar tari merupakan sarana yang digunakan suatu organisasi yang bergerak dibidang seni tari. Keberadaan Sanggar Seni Sepan Apui di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan dipandang sangat perlu dalam upaya melestarikan seni budaya daerah. Namun sampai saat ini, pengurus sanggar seni Sepan Apui di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan masih kurang dalam melakukan pelatihan-pelatihan yang baik kepada anggota dan generasi muda, dikarenakan kerkurang pelatih serta alat-alat musik sanggar seni yang masih belum lengkap. Tujuan penelitian merupakan untuk mengetahui upaya dan kendala sanggar seni sepan apui dalam pelestarian seni budaya daerah di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yaitu teori Upaya Pelestarian dan teori Humanisme. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif, Teknik penentu informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Kemudian Teknik analisis data menggunakan teknik data analisis dan kualitatif yaitu suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alumi. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu kendala berdasarkan hasil analisis teori humanisme yaitu masih kekurangan sarana dan prasarana sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko, seperti tidak adanya gedung sanggar, alat musik sanggar seni yang belum lengkap serta kurangnya pelatih musik maupun pelatih tari. Selain itu, anggaran dana sanggar juga masih belum ada, sehingga hal ini, menjadi penghambat sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko dalam melestarikan seni budaya daerah yang ada di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Sedangkan upaya berdasarkan hasil analisis teori upaya pelestarian kebudayaan yang meliputi upaya perlindungan, upaya perkembangan dan upaya pemanfaatan bahwa pengurus sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko sedang mengurus dan mendaftarkan legalitas sanggar seni ke dinas ataupun lembaga-lembaga pemerintah di Kabupaten Katingan, agar kedepannya mendapatkan pembinaan-pembinaan yang baik karena ketersediaan sarana dan prasarana merupakan faktor yang turut memberikan pengaruh hasil belajar (latihan). Kemudian melakukan perencenaan (Planning) kegiatan di dalam kepengurusan sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko.

Ritual Nahunan Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

SEPTI
2024 · Book · Open Access

ABSTRACT Septi. 2024. “Ritual Nahunan Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Prodi Pendidikan Agama Hindu. Fakultas Dharma Acarya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.M.,Si Skripsi ini mengkaji Ritual Nahunan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Persepektif Pendidikan Agama Hindu). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) ritual nahunan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Manangei. Teori yang digunakan tiga teori: 1) Teori religi, 2) Teori fungsionalisme structural dan 3) Teori interaksionisme. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan studi dokumen dan teknik analisis data yang digunakan. Pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa (1) Upacara ritual umat Hindu Kaharingan sangat unik, karena pada setiap daerah pelaksanaannya selalu berbeda-beda sesuai konsep desa, kala, patra. Dalam kepercayaan Hindu Kaharingan terdapat banyak sekali upacara-upacara ritual, salah satunya adalah ritual Nahunan yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan. Ritual Nahunan sudah dikenal turun-temurun oleh umat Hindu Kaharingan. Nahunan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan yang tertuang dalam kitab suci Panaturan pasal 53. Nahunan berasal dari kata “nuhun” yang berarti turun. Dengan demikian upacara Nahunan adalah ritual pemberian Nama bagi bayi berusia satu bulan atau balita yang dibawa turun keluar rumah. Upacara Nahunan juga merupakan perwujudan dari Panca Yadnya, yaitu kurban suci yang ditujukan kepada para Dewa, Pitra dan Munusa atau proses balas jasa atau ucapan terimakasih kepada bidan dan ucapan syukur kepada Tuhan, para leluhur selama merawat dan melindungi bayi dan ibunya, sehingga mulai dari proses mengandung hingga melahirkan tidak mengalami gangguan dari berbagai penyakit dan pengaruh buruk. Nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara nahunan salah satunya yaitu nilai budaya, nilai spiritual, nilai etika, dan nilai gotong royong.

Perbandingan Motivasi dan Prestasi Belajar antara Mahasiswa Penerima KIP-K dan non KIP-K pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu IAHN Tampung Penyang Palangkaraya

NI PUTU GISTI SUKRENI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Ni Putu Gisti Sukreni. 2024. Perbandingan Motivasi dan Prestasi Belajar antara Mahasiswa Penerima KIP-K dan non KIP-K pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangkaraya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd., M.Pd Pembimbing II Dr. I Putu Widvanto, M.Pd.H Untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, maka pemerintah memberikan berbagai bantuan beasiswa kepada masyarakat dengan kriteria tertentu terutama yang rentan miskin agar dapat melanjutkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi salah satunya KIP-K. Seorang mahasiswa harus memiliki motivasi yang tinggi agar dapat berhasil menyelesaikan masa studinya dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana motivasi dan prestasi belajar mahasiswa penerima KIP-K di Program Studi Pendidikan Agama Hindu, IAHN-TP Palangka Raya. (2) Untuk mengetahui bagaimana motivasi dan prestasi belajar mahasiswa non KIP-K di Program Studi Pendidikan Agama Hindu, IAHN-TP Palangka Raya. (3) Untuk mengetahui bagaimana perbandingan motivasi dan prestasi belajar antara mahasiswa penerima KIP-K dan non KIP-K di Program Studi Pendidikan Agama Hindu, IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian dilaksanakan di Kampus IAHN-TP Palangka Raya berlokasi di Jl. G.Obos X, Kec. Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Prov. Kalimantan Tengah yang dimulai pada bulan Juni 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan tahun 2021 Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Populasi penelitian ini adalah 67 mahasiswa aktif dengan sampel yang diambil berjumlah 38 mahasiswa angkatan tahun 2021 Prodi pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik statistik parametrik dengan analisis Independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukan Motivasi dan prestasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Hindu angkatan tahun 2021 yaitu motivasi belajar mahasiswa KIP-K cukup tinggi yaitu nilai mean >51 dan prestasi belajar mahasiswa KIP-K dikategorikan Baik yaitu IPK >3,25. Begitu juga dengan motivasi belajar mahasiswa Non KIP-K cukup tinggi yaitu nilai mean >51 dan prestasi belajar mahasiswa KIP-K dikategorikan Baik yaitu IPK >3,25. Kemudian, pada hasil Uji Independent T-test diperoleh nilai asymp. Sig. (2-Tailed) 194 dan 197. Karena nilai signifikasi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa penerima KIP-K dan Non KIP-K.

PAPAN LEWU DALAM RITUAL TIWAH DI KAPUAS TENGAH DIKAJI DARI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU

KRISJON AGUSTIN DARMA
2024 · Book · Open Access

Krisjon Agustin Darma. 2024, Papan Lewu Dalam Ritual Tiwah di Kapuas Tengah Dikaji Dari Nila-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Papan Lewu di Kapuas Tengah merupakan sarana yang digunakan pada saat Ritual Tiwah, adapun yang terkandung didalamnya yaitu berbagai lukisan yang bermakna seperti Banama Ruhung yang merupakan sebuah gambaran sarana transportasi yang digunakan oleh Sangiang Duhung Mama Tandang serta ada juga gambaran lewu bukit uju hatuntung yang merupakan simbol tempat menghantarkan Liau Haring Kaharingan menuju Lewu Tatau. Lukisan tersebut merupakan persembaham suci yang tulus ikhlas dari Tarantang Nule kepada liau haring kaharingan yang kemudian akan dibawa menuju LewuTtatau. Masyarakat Kapuas Tengah perlu mengetahui lebih dalam bahwa Papan Lewu adalah suatu sarana penting yang digunakan dalamn Ritual Tiwah. Keberadaan Papan Lewu dalam Ritual Tiwah memiliki nilai dan makna yang diyakini dan dipertahankan keberadaannya sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1). Bagaimana bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? 2). Bagaimana kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. 2). Untuk mengetahui kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika, dan Teori Simbol. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui Purposive Sampling. Hasil Penelitian ini adalah; 1). Ritual Tiwah sangat erat kaitannya dengan Papan Lewu, yang merupakan sarana wajib dalam pelaksanaan ritual ini di Kecamatan Kapuas Tengah. Papan Lewu menjadi elemen penting dalam upacara, menandakan bahwa ritual ini tidak hanya memerlukan persiapan dan waktu tetapi juga peralatan khusus yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan Ritual. Ritual Tiwah dalam masyarakat Kapuas Tengah adalah upacara yang sangat signifikan dan kompleks, baik dari segi persiapan, makna spiritual, maupun penggunaan peralatan ritual seperti Papan Lewu. 2). Ritual Tiwah dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Hurung Pukung adalah sebuah upacara yang menggabungkan kewajiban sosial, pengabdian spiritual, dan penghormatan kepada Tuhan dalam satu kesatuan yang utuh, menggambarkan kedalaman makna dan peranannya dalam kehidupan masyarakat tersebut.

nilai pendidikan hindu dalam upacara mopas lowu pada masyarakat hindu kaharingan di desa tumbang naan kecamatan seribu riam kabupaten murung raya

JUMRIADI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Jumriadi. 2024, Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Mopas Lowu Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam KabupatenMurung Raya skripsi program studi Hindu Pendidikan Agama hindu fakultas dharma acarya institute agama Hindu NegriTamping Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pemimbing I : Dr. Derson, S.Ag., M.Ag., Pemimbing II : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.Ag. Penelitian dalam Skriipsi ini mengkaji tentang Nilai Pendidikan Hindu dalam Upacara Mopas Lowu pada: masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya. Upacara Mopas Lowu Di Desa Tumbang Naan masih dilaksanakan sesuai dengan ajaran yang diwariskan oleh nenek moyang dahulu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata cara upacara mopas lowu fungsi serta maknanya bagi kehidupan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data (data collection), reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mopas lowu adalah salah satu implementasi ajaran Hindu kaharingan dalam mewujudkan rasa hormat, dan terima kasih kepada Tuhan (Ranying Hatalla Langit) karena telah menjaga alam dan kampung dari marabahaya. Mopas lowu dilakukan karena adanya suatu peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan pembunuhan, ancaman keselamatan, atau kejadian di timpa musibah penyakit yang menimpa seluruh penduduk atau kota. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan alam dan lingkungan hidup (petak danum) beserta segala isinya dari berbagai bahaya dan celaka agar diberikan keberuntungan, keselamatan, umur yang panjang, rejeki yang melimpah serta ketentraman lahir batin kepada seluruh penduduk kampung atau kota

PENGGUNAAN BUKUNG TABALUI LAHAR DALAM RITUAL KEMATIAN UMAT HINDU KAHARINGAN DESA LUWUK SAMPUN KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

ARNUS PRANSISNO
2024 · Book · Open Access

Pransisno, Arnus, 2024. Penggunaan Bukung Tambalui Lahar Dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Suwito, S. Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji tentang Penggunaan Bukung Tambalui Lahar Dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Bukung Tambalui Lahar merupakan salah satu jenis bukung yang digunakan pada saat ritual kematian umat Hindu Kaharingan. Fenomena yang sering terjadi di lapangan pada masyarakat suku dayak ngaju adanya perbedaan penggunaan dari Bukung Tambalui Lahar yang menggunakan atribut berbeda. Ada yang menggunakan bahan alami dan ada yang menggunakan pakaian bisa. Berdasarkan alasan tesebut, tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu Bagaimana Bentuk dan penggunaan Bukung Tambalui Lahar dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur dan Apa makna yang tersirat pada Bukung Tambalui Lahar dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan menggunakan dua jenis teori untuk menganalisis rumusan maasalah tersebut antara lain teori mimesis dan teori religi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi dokumen dan analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data didalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1). Bukung Tambalui Lahar hanya bisa digunakan pada saat ritual kematian umat Hindu Kaharingan. Bukung Tambalui Lahar masuk kedalam jenis bukung kalunen (manusia). Dalam penggunaanya, Bukung Tambalui Lahar biasanya menggunakan pakaian dan atribut yang tidak biasa, yang terbuat dari bahan alami, seperti rumput liar, daun pisang, enau/ijuk, dan batang bambu. Ada juga yang hanya menggunakan pakaian biasa, seperti baju batik dan kameja putih. (2). Bukung Tambalui Lahar memiliki simbol yang mengarah kepada nilai spiritual dan memiliki kesakralan yang tinggi. Bukung Tambalui Lahar memiliki fungsi dan tujuan sebagai jipen liau haring kaharingan di lewu liau dan sebagai penghibur bagi pihak keluarga duka serta sebagai alat bantu memberikan sumbangan kepada keluarga duka.

URGENSI HAKUMBANG AUH DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TEWANG MANYANGEN KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING KABUPATEN KATINGAN

TRIWEDYA
2024 · Book · Open Access

Triwedya, 2024. Urgensi Hakumbang Auh Dalam Perkawinan Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Tewang Manyangen Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Dengan Dosen Pembimbing I Mariatie. S.Ag.M.Si. dan Dosen Pembimbing II Ni Made Anggi Arlina Putri, S.Pd.,M.Pd. Hakumbang Auh merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari tradisi perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan. Proses ini tidak hanya sebagai simbol persatuan antara dua keluarga,tetapi juga sebagai wujud penghormatan terhadap adat dan leluhur yang turun temurun.Tidak kalah pentingnya kajian ini diharapkan agar jangan sampai terjadi kesalahan-kesalahan penafsiran dalam pelaksanaan barang dari persyaratan Jalan Hadat perkawinan Dayak Ngaju khususnya dalam perkawinan umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa Tewang Manyangen. Dari latar belakang tersebut adapun rumusan masalah dalam penelitian ini : 1) Bagaimana Urgensi Hakumbang Auh dikatakan sebagai proses yang tidak terpisahkan dari upacara perkawinan di Desa Tewang Manyangen Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan ? 2) Apa yang menjadi dasar pertimbangan Urgensi Hakumbang Auh harus dilaksanakan dalam upacara perkawinan di Desa Tewang Manyangen Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian ini terdiri dari dua yaitu : tujuan khusus dan tujuan umum. Adapun manfaat penelitian ini terdari dua manfaat yaitu : manfaat teoristis dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu Ketua Majelis Kelompok Hindu Kaharingan,Pisor, Mantir Adat Dan Tokoh Masyarakat Hindu Kaharingan. Teknik Penentuan Informan menggunakan Purprosive Sampling dan dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi/kepustakaan. Adapun teknil analisis data yang digunakan yaitu : Reduksi data,Penyajian data dan Penarikan kesimpulan/verifikasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkajikan permasalahan bagi peneliti ini menggunakan yaitu (1) teori efektivitas hukum (2) teori sistem hukum Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan: 1) Hakumbang Auh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi perkawinan yang dijunjung tinggi. Proses ini tidak hanya sebagai simbol persatuan antara dua keluarga, tetapi juga sebagai wujud penghormatan terhadap adat dan leluhur yang turun-temurun. 2) Alasan utama Urgensi Hakumbang Auh perlu dilaksanakan dalam upacara perkawinan Hindu Kaharingan adanya keseriusan dan kesepakatan membangun kepercayaan dan menjaga keharmonisan keluarga. Dasar pertimbangan Hakumbang Auh harus dilaksanakan dalam upacara perkawinan di Desa Tewang Manyangen Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan adalah berdasarkan Kitab Suci panaturan pada Pasal 30 ayat 1-5. Hakumbang Auh ini merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari upacara perkawinan terutama masyarakat Hindu Kaharingan.