SHETTY DAYANTI
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK Shetty Dayanti. 2025. Serlis Rusandi, M.Pd., Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Media Papan Tempel Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VB Pada Mata Pelajaran Matematika Di SDN 1 Kereng Bangkirai Penelitian ini membahas tentang pengaruh media papan tempel terhadap hasil belajar siswa kelas VB pada mata pelajaran matematika di SDN 1 Kereng Bangkirai. Berdasarkan fakta dilapangan, matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang kurang diminati siswa kerena dianggap sulit sehingga berdampak pada hasil belajar mereka. Permasalahan ini menjadi tantangan guru dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan salah satunya dengan cara memanfaatkan media dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh media papan tempel terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan satu kelas dengan jumlah siswa sebanyak 26 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest hasil belajar siswa. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa media papan tempel berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VB SDN 1 Kereng Bangkirai. Hasil uji normalitas dengan menggunakan Shapiro Wilk (responden 50) menunjukkan data selisih pretest dan posttest dengan perolehan nilai p value = 0,004 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi tidak normal, sehingga peniliti melanjutkan analisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Dari hasil uji Wilcoxon Signed-Rank diperoleh nilai Z = -4,532 dan signifikasi (p) = 0,000. Karena nilai signifikan (p) = 0,000 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima maka ada perubahan nilai pretest dan posttest yang signifikan. Artinya. terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media papan tempel terhadap hasil belajar siswa.
RILLA TELU RINA R
2025 · Book · Open Access
Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, dan salah satu upaya strategis dalam mencapainya adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar, sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka, menuntut keterlibatan aktif siswa dalam memahami lingkungan secara holistik melalui pengalaman belajar yang nyata. Namun, hasil observasi di SDN 1 Langkai menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas VB pada mata pelajaran IPAS masih rendah, yang diduga disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik. Salah satu alternatif yang diyakini dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah model Project Based Learning (PjBL), yang menekankan pada pembelajaran kontekstual melalui keterlibatan aktif siswa dalam proyek. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model PjBL terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas VB di SDN 1 Langkai, dengan harapan dapat memberikan gambaran empiris mengenai efektivitas model ini dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, yang melibatkan seluruh siswa kelas VB sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, sedangkan instrumen angket disusun berdasarkan indikator model PjBL dan divalidasi melalui evaluasi ahli. Teknik analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, analisis regresi linier sederhana, dan koefisien determinasi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model PjBL terhadap hasil belajar IPAS siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VB SDN 1 Langkai Palangka Raya. Berdasarkan analisis deskriptif, nilai rata-rata penerapan PjBL sebesar 67,27 dengan standar deviasi 1,62, sementara nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 88,64 dengan standar deviasi 1,03. Uji normalitas dan linieritas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan hasil analisis PjBL dengan signifikan 0,112 (>0,05) dan uji hasil belajar dengan signifikan 0,057(>0,05) dan memiliki hubungan linier dengan linierity bersignifikan 0,038 (0,05) . Analisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan Y = 62,708 + 0,385X dengan nilai signifikansi 0,048 ( 0,05), serta nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,369. Artinya, sebesar 36,9% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh penerapan model PjBL, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, model PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS.
LYLA ANGGRENY
2025 · Book · Open Access
Guru sebagai pendidik profesional memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mengembangkan potensi siswa, tidak hanya melalui pengajaran materi tetapi juga pendekatan emosional dan sosial. Namun, dalam proses pembelajaran, masih banyak ditemui perilaku disruptif siswa seperti berbicara sendiri, bermain saat pelajaran berlangsung, kurang fokus, serta keluar masuk kelas secara berulang. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendekatan humanistik guru dalam mengatasi perilaku disruptif pada siswa kelas III. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori humanistik untuk membedah rumusan masalah. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verfikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku disruptif siswa kelas III di SDN 1 Langkai, seperti berbicara sendiri, bermain saat pelajaran berlangsung, kurang fokus, serta keluar masuk kelas secara berulang. menjadi tantangan serius dalam proses pembelajaran. Pendekatan humanistik yang diterapkan oleh guru menunjukkan bahwa sebagian besar guru telah mulai menerapkan komunikasi empatik, memberi perhatian pada kebutuhan emosional siswa, serta membangun hubungan personal untuk memahami latar belakang perilaku siswa. Selain itu, pemberian penghargaan dan penciptaan kebersamaan di kelas terbukti membantu meningkatkan motivasi serta membentuk perilaku positif, dan menciptakan kebersamaan di kelas. Namun demikian, konsistensi dan peningkatan dalam penerapan pendekatan ini masih dibutuhkan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan inklusif bagi seluruh siswa.
DESTARIANTI
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK Destarianti. 2025. Hubungan Antara Dukungan Guru Terhadap Motivasi belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H. Pembimbing II: Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Pendidikan inklusif telah menjadi pendekatan penting dalam memastikan semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), mendapatkan akses pendidikan yang setara. Dalam konteks ini, peran guru sebagai penyedia dukungan emosional, instruksional, dan sosial sangat menentukan keberhasilan proses belajar siswa ABK. Motivasi belajar merupakan salah satu aspek penting yang dipengaruhi oleh kualitas dukungan yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan guru terhadap motivasi belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa ABK, mengingat tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada 20 orang guru sebagai responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan guru yang mencakup perhatian, strategi pembelajaran, umpan balik, dan hubungan positif. Sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar siswa ABK yang meliputi motivasi intrinsik, ekstrinsik, keterlibatan, dan regulasi diri. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan guru dan motivasi belajar siswa ABK. Semakin tinggi dukungan yang diberikan guru, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa ABK. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan inklusif melalui penguatan peran guru sebagai pendukung utama bagi siswa ABK. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor dukungan guru sebesar 76,35 (SD = 9,511) yang termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan rata-rata skor motivasi belajar siswa ABK adalah 68,65 (SD = 13,550) yang menunjukkan tingkat motivasi cukup baik. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,543 dengan nilai signifikansi (p) = 0,013, yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan dan cukup kuat. Hasil uji koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,295 mengindikasikan bahwa dukungan guru memberikan kontribusi sebesar 29,5% terhadap motivasi belajar siswa ABK.
SRI SUSILAWATI
2025 · Book · Open Access
Susilawati, Sri, 2025. Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Mitro, S.Pd.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Santang, S.Pd.,M.Hum Skripsi ini mengkaji tentang Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Kesulitan membaca permulaan merujuk pada kondisi dimana seorang anak kesulitan mengenali huruf, mengeja kata atau memahami teks secara keseluruhan pada tahap awal pembelajaran membaca. Peserta didik mengalami kesulitan dalam membaca permulaan merujuk pada kondisi dimana seorang anak kesulitan mengenali huruf, mengeja kata, memahami isi teks secara keseluruhan. Ini bisa karena bebarapa faktor yaitu faktor internal gangguan pada perkembangan bahasa atau masalah perhatian dan faktor eksternal seperti lingkungan dan metode pengajaran. Berdasarkan alasan tersebut, tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu (1) bagaimana kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya dan (2) faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan membaca pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Dengan menggunakan satu jenis teori untuk menganalisis rumusan masalah tersebut yaitu teori perkembangan bahasa. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data yakni pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1) Kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai ditemui pada kesulitan mengenali huruf,, kesulitan menghubungkan bunyi dengan huruf, peserta didik sering kesulitan dalam mengucapkan kata yang memiliki kombinasi huruf serta kalimat panjang (2). Faktor yang mempengaruhi peserta didik kelas III kesulitan membaca permulaan yaitu faktor internal gangguan pada perkembangan bahasa atau masalah perhatian dan faktor eksternal seperti metode pengajaran yang kurang tepat dan lingkungan yang tidak mendukung, Siswa kesulitan membaca karena berbagai alasan, termasuk kurangnya perhatian guru, kurangnya konsentrasi siswa dalam belajar, kurangnya motivasi dan kurangnya minat siswa.
LELI YANTI
2025 · Book · Open Access
Metode pembelajaran Inquiry Based Learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk menemukan konsepnya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Inquiry Based Learning terhadap Minat Belajar Matematika kelas Vb di SDN 1 Kereng Bangkirai Palangka Raya. Minat belajar diukur mengunakan indikator perasaan senang, perhatian, ketertarikan, partisipasi siswa dalam belajar Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra- eksperimen, dengan jumlah sampel 26 Siswa/i kelas Vb SDN 1 Kereng Bangkirai Palangka Raya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025. Data di analisis menggunakan statistik deskriptif untuk menguji hubungan secara empiris Metode Inquiri Based Learning minat belajar Matematika. Hasil analisis data diperoleh skor perasaan senang siswa dengan capaian 87,50%, perhatian siswa dengan capaian 82,21%, ketertarikan siswa dengan capaian 86,86% dan partisipasi siswa dengan capaian 82,69% dengan capai keseluruhan lebih dari 84,68%. Artinya dengan pendekatan yang menekankan pada eksplorasi, keterlibatan aktif, dan penemuan mandiri, siswa menjadi lebih tertarik, aktif, dan termotivasi dalam pembelajaran Matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Metode Inquiry Based Learning terbukti memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar Matematika siswa kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Palangka Raya.
YESILA DEWI
2025 · Book · Open Access
Pendidikan seni rupa memiliki peranan penting dalam pengembangan kreativitas siswa, terutama di sekolah kejuruan yang menekankan pada penguasaan keterampilan praktis. Namun, berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas X DKV 3 SMKN 4 Palangka Raya, ditemukan bahwa pembelajaran seni rupa masih bersifat konvensional dan berpusat pada teori, sehingga mengakibatkan rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar dan berimbas pada kurangnya kreativitas dalam mengekspresikan ide. Kurangnya penggunaan model pembelajaran yang tepat menyebabkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni rupa rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran Project Based Learning yang diyakini mampu meningkatkan kreativitas siswa karena menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran melalui kegiatan berbasis proyek. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Yasmeen, modifikasi dari model spiral Kemmis dan Taggart. Tahapan yang dilakukan dalam setiap siklus meliputi diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X DKV 3 SMKN 4 Palangka Raya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penilaian hasil proyek siswa untuk mengetahui tingkat kreativitas dan keterlibatan dalam pembelajaran seni rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning berhasil meningkatkan keterlibatan dan kreativitas siswa secara signifikan. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran meningkat, guru lebih terstruktur dan percaya diri dalam mengelola kelas, serta terjadi peningkatan nilai kreativitas siswa dari rata-rata 73 pada tahap pra-siklus menjadi 82 pada siklus I dan 86 pada siklus II. Selain itu, terjadi pergeseran kategori capaian belajar siswa, di mana pada siklus II tidak ada lagi siswa dalam kategori “Kurang Baik”, dan sebagian siswa telah mencapai kategori “Sangat Baik”. Temuan ini menunjukkan bahwa model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni rupa di SMKN 4 Palangka Raya.
DOLEN
2025 · Book · Open Access
Skripsi ini mengkaji tentang strategi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari di Kelas V A SDN 1 Sabaru. Strategi merupakan cara atau upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam meningkatkan minat belajar siswa, guru dapat menerapkan strategi mengajar yang kreatif dan inovatif, sehingga siswa dapat tertarik dan antusias untuk mengikuti proses pembelajaran. Minat belajar siswa yang tinggi dapat dilihat dari keaktifan siswa saat mengikuti proses pembelajaran. Di SDN 1 Sabaru tepatnya di Kelas V A, minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari cukup tinggi, hal ini terlihat pada saat siswa mengikuti proses pembelajaran, dimana siswa selalu memperhatikan saat guru mengajar, selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, selalu antusias saat guru menjelaskan dan aktif bertanya tentang materi pelajaran yang dijelaskan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari, strategi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari dan apa saja kendala guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari di Kelas V A SDN 1 Sabaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi seperti gambar maupun keadaan di tempat penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas V A SDN 1 Sabaru dan 4 orang siswa kelas V A SDN 1 Sabaru, teori yang digunakan dalam membantu peneliti mengkaji fenomena pada penelitian ini adalah teori minat, teori strategi, teori konstruktivisme dan teori kendala. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari di Kelas V A SDN 1 Sabaru cukup tinggi. Dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari guru Kelas V A SDN 1 Sabaru menggunakan strategi diantaranya, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, membangun hubungan yang positif dengan siswa, menggunakan media pembelajaran yang menarik saat mengajar dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Dalam meningkatkan minat belajar siswa, guru Kelas V A SDN 1 Sabaru menghadapi berbagai kendala, dimana kendala ini meliputi terbatasnya media pembelajaran, seperti alat musik tradisional dan property tari sebagai media untuk melakukan praktik.
ANSILA FRIDA MAULA
2025 · Book · Open Access
Skripsi ini mengkaji tentang metode learning by doing dalam meningkatkan keterampilan menggambar pada siswa kelas x tkr a SMK Karsa mulya. Di SMK Karsa Mulya, khususnya kelas X TKR A, ditemukan bahwa keterampilan menggambar siswa masih tergolong rendah, dilihat dari ketidaktepatan proporsi, perspektif, serta pewarnaan dan kontrol tangan yang belum stabil. Guru seni budaya telah menerapkan metode Learning by Doing untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode ini dikenal mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui praktik langsung. Namun, hasilnya belum maksimal dan belum sepenuhnya mencapai standar pembelajaran yang ditetapkan Kemendikbudristek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Learning by Doing, kendala yang dihadapi, serta solusi yang dilakukan guru dalam meningkatkan keterampilan menggambar siswa kelas X TKR A di SMK Karsa Mulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian terletak pada aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan metode tersebut. Teori yang digunakan untuk membantu peneliti mengkaji fenomena ini adalah teori behavioristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan metode Learning by Doing dalam pembelajaran seni rupa di kelas X TKR A SMK Karsa Mulya memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, baik dari sisi guru maupun siswa. Kendala tersebut meliputi keterbatasan waktu untuk diskusi karya, perbedaan kemampuan antar siswa, gangguan konsentrasi, penggunaan istilah yang sulit dipahami dengan penjelasan yang terlalu cepat, serta kurangnya ketertarikan siswa terhadap topik pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, meskipun metode ini tergolong efektif, perlu adanya penguatan pada tahap evaluasi dan refleksi akhir agar siswa mampu menilai hasil karyanya secara lebih kritis dan mendalam, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran seni rupa secara berkelanjutan.
HERDA
2025 · Book · Open Access
Herda 2025. Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak Pada Ukm Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Lamri, S.Pd.,M.Pd.H. Pembimbing II. Yoppie, M.Pd.H. Proses pembelajaran seni bela diri tradisional Dayak pada UKM Bela Diri di IAHN-TP Palangka Raya adalah salah satu kegiatan pelatihan bela diri yang dilakukan untuk menigkatkan kemampuan dan pemahaman mahasiswa atau anggota terkait seni bela diri serta untuk melestarikan budaya lokal. Dalam mempelajari Pola Langkah seni bela diri tradisional dayak masih ada anggota yang Kurang menguasai ragam gerak yang diajarkan pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya yang menyebabkan anggota tersebut terlambat lulus. Pemahaman anggota terkait fungsi gerakan seni bela diri masih kurang, baik itu dalam konteks Seni bela diri maupun seni pertunjukan Mambuka Lawang Sakepeng. Hal ini berdampak pada kurangnya pemahaman anggota tentang fungsi dan kurangnya penguasan teknik seperti bertahan, menyerang, menghadang dan menangkis. Pemahaman anggota terkait makna pola Langkah seni bela diri tradisional Dayak, masih kurang, yang berdampak pada kurangnya pemahaman mendalam, terkait folosifi, nilai-nilai dan makna spritual yang tertanam didalamnya. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya, 2). Apa kendala yang dihadapi dalam Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Behavioristik, teori Kognitif, teori Kinesiologi dan teori Kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan Purposive Sumpling. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Proses pembelajaran atau pelatihan seni bela diri tradisional dayak diawali dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, langkah atau jurus yang diajarkan yaitu Fungsi pola langkah dasar 1 (satu) pola langkah dasar 4 (empat) dan pola langkah dasar 6 (enam) Berantai. Fungsi dan tujuan pola langkah 6 (enam) Berantai. 2). Kendala dalam mempelajari Seni Bela Diri tradisional Dayak yaitu kendala dalam proses latihan, lambatnya daya tanggkap anggota terhadap gerakan, dan tingkat kesulitan gerakan. Kata Kunci: Proses Pembelajaran Seni Bela Diri, UKM Bela Diri, IAHN-TP Palangka Raya
ALKI SAPUTRA
2025 · Book · Open Access
ABSTRAKSI ALKI SAPUTRA, 2025. Peran Organisasi PC KMHDI Palangka Raya dalam meningkatkan kemampuan Public Speaking Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu di Fakultas Dharma Acarya. Fakultas Dharma Acarya, Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H, Pembibmbing II Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd.H. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi PC KMHDI Palangka Raya dalam meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu di Fakultas Dharma Acarya. Keterampilan public speaking sangat penting bagi mahasiswa untuk mendukung aktivitas akademik, seperti seminar proposal, dan laporan akhir. Oleh karena itu, peran organisasi kemahasiswaan dinilai strategis dalam memfasilitasi pengembangan keterampilan komunikasi mahasiswa. Fokus kajian ini diarahkan pada tiga tujuan utama, yaitu: (1) mendeskripsikan peran organisasi dalam peningkatan kemampuan public speaking, (2) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut, serta (3) menggambarkan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan teori peran, teori humanistik, dan teori manajemen strategis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Ketua Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Ketua PC KMHDI Palangka Raya, Ketua Bidang Kaderisasi, pengurus organisasi, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan pengumpulan, kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Metode ini digunakan untuk memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai kontribusi organisasi terhadap peningkatan kompetensi komunikasi lisan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PC KMHDI Palangka Raya memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa melalui kegiatan seperti Diklat Manajemen Organisasi (DMO). Program ini melatih mahasiswa berbicara di depan umum dan menumbuhkan rasa percaya diri. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya kepercayaan diri, serta keterbatasan sarana dan waktu pelatihan. Pelatihan yang ada belum dilaksanakan secara rutin dan terstruktur. Untuk mengatasi hal tersebut, organisasi memberikan pendampingan oleh kader senior, motivasi berkelanjutan, serta latihan public speaking dalam kegiatan organisasi. Ke depan, PC KMHDI Palangka Raya merencanakan pelatihan terstruktur oleh pelatih profesional. Dengan demikian, organisasi ini berperan strategis dalam mendukung pengembangan kapasitas komunikasi mahasiswa sebagai calon pemimpin umat Hindu.
TEMA
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK TEMA. 2025. Upacara Ipaket sebagai Media Pembelajaran Spiritual dan Pendidikan Agama dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kebupaten Barito Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing Drs. Derson, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.M.,Si Skripsi ini mengkaji ritual Ipaket umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur. Fenomena yang terjadi dalam ritual Ipaket selama ini adalah kurangnya pemahaman umat terhadap proses, makna, serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ritual Ipaket, sehingga ritual tersebut dilaksanakan sebagai ceremonial tanpa mengetahui bagaimana proses, makna dan nilai-nilai pendidikan yang ada dalam ritual Ipaket. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1.Bagaimana Peranan Upacara Ipaket Sebagai media pembelajaran Seperitual Pada Masyarakat Hindu di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kebupaten Barito Timur? 2.Apa saja media pembelajaran Spritual yang terkandung di Upacara Ipaket dan Pendidikan Agama Hindu,Dalam Upacara Ipaket. Pada masyarakat Hindu di Desa Hayaping Kecamatan Awang, Kebupaten Barito Timur? Tujuan umum dari penelitian ini untuk menemukan pengetahuan yang terperinci dalam ritual Ipaket yang dilaksanakan di Desa Bentot. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Fungsional dan struktural, teori religi, teori simbol, dan teori pendidikan. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penafsiran data, dan penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori fungsional dan struktural maka diperoleh bahwa ritual Ipaket dalam pelaksanaannya sistem yang terstruktur dan mempunyai fungsi setiap sarana prasarana yang dibuat. Makna yang terkandung dalam ritual Ipaket dikaji dengan teori religi dan teori simbol maka diperoleh makna religius, makna penyucian, dan makna sosial. Sedangkan nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada ritual Ipaket di analisis dengan teori pendidikan diperoleh nilai tattwa (kebenaran mutlak), nilai susila (etika), dan nilai upakara (upacara). Proses, makna dan nilai-nilai pendidikan yang terdapat ritual Ipaket saling berkaitan erat dalam menjaga keseimbangan alam dengan kehidupan manusia agar meningkatkan kesejahteraan, kedamaian, kebahagiaan, serta meningkatkan sradha bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan sang pencipta, dengan sesama manusia, maupun manusia dengan alam. Kata kunci: Upacara Ipaket Sebagai Media Pembelajaran Spiritual Pendidikan Agama Hindu
MARLIANI
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK Marliani. 2025. Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri Tumbang Karamu 1 Kabupaten Murung Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd, M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Pd.H. Kreativitas guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna meningkatkan motivasi peserta didik. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (datacondensation), penyajian data (datadisplay) dan penarikan kesimpulan (conclusionsdrawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki kreativitas yang baik dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik (1) Kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik yaitu dengan (a) Menggunakan Metode Tanya jawab, ceramah, dan diskusi kelompok. (b) Media pembelajaran yang digunakan untuk menunjang pembelajaran. (c) Guru membuat perencanaan sebelum proses pembelajaran dan melakukan evaluasi. (d) Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan. Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah untuk meningkatkan motivasi dan menarik minat belajar pada peserta didik. (2) Kendala guru dalam meningkatkan kreativitas untuk memotivasi belajar peserta didik yaitu: (a) Karakter dan perilaku peserta didik yang berbeda-beda. (b) Peserta didik yang tidak bisa membaca dan berhitung akan kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran. (c) Sarana dan prasarana yang terbatas. Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran
NYOMAN KASMAWAN
2025 · Book · Open Access
Minat dan semangat siswa pada proses belajar disebut juga sebagai motivas belajar, motivasi belajar pada siswa tidak timbul begitu saja, melainkan perlu adanya rangsangan baik secara internal maupun eksternal. Rangsangan motivasi secara internal disebabkan oleh keinginan untuk mencapai prestasi belajar, sedangkan rangsangan secara eksternal, disebabkan oleh orang tua, keluarga, lingkungan sosial, lingkungan sekolah, guru, dan teman sebayanya melalui interaksi yang terjalin setiap saat, baik dalam kelas, maupun diluar kelas. Penelitian yang dilakukan berfokus pada interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa, khususnya siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yaitu; (1) Untuk mendeskripsikan interkasi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. (2) Untuk mendeskripsikan dan mengkaji kendala dan solusi interakasi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Untuk mencapai tujuan diatas, peneliti mengunakan jenis metode penelitian kualitatif yang berlangsung di sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan yaitu, teori behaviorisme dan teori interaksi simbolik. Penentuan informan dengan mengunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari, guru agaa Hindu, orang tua siswa, dan siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian yagn dilakukan yaitu; (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Selanjtunya, data dianalisis melalui tiga tahap yaitu; kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut; 1) Bagaimana interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) Bagaimana kendala dan solusi interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya.
KUSNI SUSANTI
2025 · Book · Open Access
Kusni Susanti, 2025. Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas V C Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SDN Percobaan Palangka Raya Skripsi: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN TP) Palangka Raya. Pembimbing I Tri Aspiyana M.Pd., Pembimbing II Santang S.Pd., M. Hum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan kelas terhadap minat belajar siswa kelas V C dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Percobaan Palangka Raya. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa, yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian selama proses pembelajaran berlangsung, dominasi metode pembelajaran ceramah yang bersifat monoton, serta minimnya upaya guru dalam memberikan motivasi kepada peserta didik. Dalam konteks tersebut, pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, interaktif, dan menyenangkan, sehingga mampu mendorong peningkatan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei sebagai teknik utama. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas V C yang dipilih secara keseluruhan (total sampling). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket, observasi langsung di kelas, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara variabel pengelolaan kelas dan minat belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengelolaan kelas dan minat belajar siswa. Artinya, semakin baik kualitas pengelolaan kelas oleh guru, maka semakin tinggi pula minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pengelolaan kelas yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan motivasi dan antusiasme siswa terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat merancang dan menerapkan manajemen kelas yang inovatif dan adaptif agar suasana belajar menjadi lebih menarik dan optimal. Kata Kunci: Pengelolaan Kelas, Minat Belajar, Bahasa Indonesia, Siswa Sekolah Dasar
SISKA ANASTASYA
2025 · Book · Open Access
Anastasya, Siska, 2025, Efektivitas Penanganan Kesulitan Membaca Pada Siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Suryanto, S.P.d.,M.Pd Dan Dosen Pembimbing II: Santang, S,Pd.,M.Hum Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang efektivitas penanganan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Kesulitan membaca merupakan salah satu permasalahan fundamental dalam pendidikan dasar yang dapat berdampak signifikan terhadap prestasi belajar siswa secara keseluruhan. Mengingat pentingnya kemampuan membaca sebagai landasan pembelajaran, identifikasi dan penanganan yang efektif menjadi krusial. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dan teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kesulitan membaca di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya telah dilakukan melalui beberapa strategi, meliputi (1). bimbingan individual, penggunaan metode membaca yang bervariasi, serta dukungan dari guru dan orang tua. Meskipun demikian, efektivitas penanganan ini bervariasi antar siswa, tergantung pada tingkat kesulitan, konsistensi intervensi, dan faktor pendukung lainnya. (2) faktor penyebab kesulitan membaca pada siswa kurangnya keinginan untuk belajar, minimnya motivasi dan inisiatif untuk berlatih membaca di luar jam pelajaran, perhatian serta bimbingan orang tua dalam membimbing anak-anak mereka belajar membaca di luar jam sekolah masih sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan siswa tidak mendapatkan penguatan yang cukup di lingkungan rumah untuk mengembangkan kemampuan membaca mereka. (3) Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan membaca dengan menyesuaikan materi bacaan dengan tingkat kemampuan siswa. memilih buku yang sesuai dengan level membaca siswa, siswa didorong untuk membaca buku bersama-sama, menciptakan lingkungan belajar yang suportif. untuk membangun kepercayaan diri dan kelancaran siswa, siswa diminta membaca buku dengan suara keras menggunakan mikrofon di depan kelas secara bergantian.
WINSI NOVI ULANDARI
2025 · Book · Open Access
Ulandari Novi Wulandari. 2025. Penerapan Proplem Based Learning Dalam pembelajaran IPAS terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di SDN-1 Kereng Bingkirai Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M. A dan pembimbing II Ibu Putu Cory Candra Yhani S. Pd., M. Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS di SDN-1 Kereng Bangkirai. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, berlokasi SDN-1 Kereng Bangkirai., dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah Guru Kelas V, siswa kelas V, dan Kepala Sekolah SDN-1 Kereng Bangkirai.. Jenis metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan model (observasi, wawancara, dokumentasi). Metode adalah membahas suatu proses atau objek, tujuannya adalah untuk merasakan dan memahami pengatahuan suatu fenomena tertentu berdasarkan pengatahuan dan gagasan yang telah diketahui sebelumnya, sehingga diperoleh informasi yang diperlukan untuk penelitian. Pendekatan ini jelas memudahkan analisis, memperjelas pemahaman subjek, dan memberikan nilai objektivitas sekaligus membatasi bidang kajian oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melakukan Penelitian. H Hasil penelitian menujukan (1) peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu berperan sebagai motivator, fasilitator, administrator dan evaluator. (2) Hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis meliputi karakter siswa, kurangnya keaktifan belajar, sopan santun, dan konsentrasi belajar, serta faktor internal seperti kesehatan, minat belajar, dan kemampuan siswa, serta faktor eksternal seperti keluarga, masyarakat, dan lingkungan. (3) Upaya guru kelas V dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa termasuk memberikan tes kemampuan berpikir kritis dan memberikan reward/hadiah.
SENTIA
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini mengkaji tentang implementasi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan pengetahuan herbarium siswa kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan situasi saat ini, menunjukkan bahwa guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan siswa pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap pengetahuan herbarium siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain true eksperimental tipe pretest-posttest control group desain. Dua kelas terlibat dalam kelas ini yaitu, kelas IV A berfungsi sebagai kelas kontrol dan kelas IV B berfungsi sebagai kelas eksperimen yang mana pemilihan teknik pengambilan sampel Probability Sampling dengan jenis simple random sampling. Pengumpulan data dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda yang dilakukan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berbasis proyek, yang mana tujuannya adalah untuk mengukur peningkatan pengetahuan herbarium siswa. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji normalitas, uji hipotesis (uji mann-whitney u test), dan uji n-gain (gain score). Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 taraf signifikansi 0,05 (0,000 0,05) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam pengetahuan herbarium siswa. Sedangkan nilai uji N-Gain yaitu, nilai rerata (mean) pada kelas kontrol adalah 0,41 yang menujukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang berada antara 0,30 hingga kurang dari 0,70. Maka termasuk dalam kategori sedang. Kemudian nilai rerata (mean) pada kelas eksperimen adalah 0,75 menunjukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang lebih besar atau sama dengan 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Jadi dapat dapat disimpulkan dari hasil analisis di atas pada N-Gain Score bahwa model pembelajaran berbasis proyek (pembuatan herbarium) termasuk dalam interpretasi tinggi.
NOVITA SAHFITRI
2025 · Book · Open Access
Novita Sahfitri. 2025. Serlis Rusandi, M.Pd., Putu Cory Candra Yhani, S.Pd, M.Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Type Jigsaw Pada Mata Pelajaran IPAS Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Palangka. Skripsi ini mengkaji tentang Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Type Jigsaw Pada Mata Pelajaran IPAS Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Palangka. Hal tersebut didasari fenomena rendahnya hasil belajar IPAS siswa, yang diduga disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dikaji yakni: 1) Bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw terhadap hasil belajar siswa?, 2) Apakah ada perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran cooperatif type jigsaw?. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan dapat memberikan gambaran mengenai pengaruh dari model pembelajaran cooperatif type jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Teori yang digunakan untuk mengkaji rumusan masalah adalah Teori Konstruktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen. Bentuk desain yang digunakan adalah Quasi Experiment Design dengan jenis One-Group Pretest-Postest Quasi-Experimental Design. Untuk pengambilan sampel dari seluruh siswa kelas IVB berjumlah 15 orang. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis (essay) dan observasi keaktifan siswa, yang dilakkukan sebelum dan sedudah penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Data dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran cooperatif type jigsaw di kelas IVB SD Negeri 4 Palangka bekerja efektif terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari analisis data dengan uji N-Gain dan uji T-Test. Hasil uji N-Gain Score yaitu nilai rata-rata (mean) sebesar 0,6218, yang berarti menunjukkan bahwa efektivitas penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw termasuk dalam kategori sedang. Kemudian, pada N-Gain Presentase sebesar 62.18%, yang menunjukkan bahwa hasilnya cukup efektif. Selain itu, pada hasil uji Paired Samples T-Test menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest setelah penerapan model cooperatif type jigsaw dengan Sig. (2 -tailed) sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw pada mata pelajaran IPAS terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 4 Palangka.
ALDIANOR
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK ALDIANOR, 2025. Pengaruh Bimbingan Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN 4 Palangka, Kota Palangka Raya. Pembimbing (I) Serlis Rusandi, M.Pd Pembimbing (II) Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi.,Psikolog Bimbingan merupakan semua aktivitas yang dilakukan oleh orang tua dalam rangka memberikan bantuan untuk anaknya. Karena itu, sebagai orang tua harus senantiasa memberikan bimbingan yang lebih secara berkelanjutan untuk anak. Waktu anak disekolah sangat terbatas, namun pada saat dirumah anak memiliki banyak waktu dengan orang tuanya untuk belajar. Maka hasil belajar anak sangat didukung oleh bimbingan belajar dari orang tuanya yang di berikan secara berkala, secara langsung ataupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh bimbingan orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas III SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampelnya merupakan siswa kelas III SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya berjumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data meliputi penyebaran kuesioner, serta dokumentasi berupa nilai hasil ulangan harian seluruh mata pelajaran. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji linearitas, kemudian analisis regresi linear sederhana dan koefisien determinasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 26 for windows. Teori yang digunakan untuk membantu menjelaskan rumusan masalah yaitu teori kognitivisme. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Hasil kuesioner bimbingan orang tua dalam belajar didapatkan siswa yang memperoleh kategori rendah berjumlah 10 orang, kategori sedang berjumlah 26 orang, dan kategori tinggi berjumlah 4 orang. (2) Hasil belajar siswa kelas III SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya cukup rendah. Terdapat banyak siswa yang tidak mampu mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu diatas 75 pada hasil ulangan harianya. terdapat pengaruh bimbingan orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas III SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. (3) Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai thitung 4.103 > ttabel 1.684. Maka, dapat diketahui bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel, selanjutnya hasil analisis regresi linear sederhana mendapatkan taraf signifikan 0,000 0,05 yang artinya antar variabel pada penelitian ini mempunyai pengaruh satu sama lain. Pengaruh variabel X (bimbingan orang tua) terhadap variabel Y (hasil belajar siswa) sebesar 30,7%, persentase ini didapatkan dengan melihat hasil nilai R Square pada uji koefisien determinasi dan sisanya 69,3 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Kesimpulannya hasil penelitian ini adalah bimbingan orang tua memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas III SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya.