Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.949 item publik

Publikasi

Halaman 11 dari 98

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BANYU HABANG DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA SANGGU KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN

RESA TRI SUSANTI
2025 · Book · Open Access

RESA TRI SUSANTI (2025) : Strategi Pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (Pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si, dan Pembimbing II Wentin,S.Ag., M.Pd.H). Objek Wisata Banyu Habang merupakan destinasi permandian alam yang memiliki keunikan air berwarna merah, sehingga menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah. Atas dasar anggapan tersebut, maka fokus kajian penelitian ini ada tiga (3) rumusan masalah yaitu : 1) strategi apa yang digunakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 2) Faktor apa saja yang menghambat pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam meningkatkan ekonomi Masyarakat di Desa sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 3) Apa solusi yang dilakukan dalam upaya mengatasi hambatan pengembangan Objek Wisata Banyu Habang di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan teori analisis digunakan teori strategi pengembangan dan teori kendala. Data penelitian ini dikumpulkan berdasarkan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan Berdasarkan telaah dan analisis tersebut, dapat di asumsikan hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut: pertama strategi yang digunkakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang adalah melalui strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan promosi digital serta media sosial. Kedua fator-faktor penghambat dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang yaitu kurangnya sumber daya manusia yang terlatih dan peran pemerintah daerah. Ketiga solusi yang ditemukan untuk mengatasi hambatan adalah pemberdayaan masyarakat lokal dan optimalisasi promosi serta branding wisata oleh pemerintah.

Tata Kelola Kawasan Bundaran Besar Sebagai Ikon Kota Palangka Raya

KAHAYANNI SINTA
2025 · Book · Open Access

KAHAYANNI SINTA (2025) : Tata Kelola Kawasan Bundaran Besar Sebagai Ikon Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Budi Purnomo, S.H.,M.Si). Bundaran Besar merupakan salah satu ikon utama kota Palangka Raya yang memiliki nilai strategis, baik secara geografis maupun secara simbolis sebagai pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan. Pada penelitian ini terbagi menjadi dua rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana pelaksanaan tata kelola kawasan bundaran besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana persepsi pengunjung mengenai tata kelola di kawasan Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan teori tata kelola dan persepsi pengunjung, penelitian ini melibatkan Dinas PUPR, pengelola kawasan, dan pengunjung sebagai subjek. Tujuannya menganalisis tata kelola Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, termasuk kebijakan, kebersihan, fasilitas, dan persepsi pengunjung terhadap pengelolaan kawasan. Hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yaitu (1) Tata kelola Kawasan Bundaran Besar cukup berjalan baik melalui koordinasi antarinstansi, namun masih menghadapi kendala seperti kurangnya pengawasan kebersihan dan keterbatasan fasilitas umum, (2) Persepsi Pengunjung pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap kawasan ini, tetapi mengharapkan peningkatan pada sarana seperti tempat sampah dan pencahayaan.

Persepsi Wisatawan terhadap Objek Wisata City Forest Nyaru Menteng Kota Palangka Raya

MIKO
2025 · Book · Open Access

Miko, 2025 Persepsi Wisatawan Terhadap Objek Wisata City Forest Nyaru Menteng Kota Palangka Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagaman, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemmbing I Dr A A Gede Wiranata S.Ag.,M.Pd dan Pemimbing II Handoko S.Ag.,M.Si. City Forest Nyaru Menteng merupakan salah satu objek wisata hutan di Kota Palangka Raya yang menawarkan daya tarik unik berupa hutan alam yang masih terjaga, serta upaya konservasi terhadap flora dan fauna. Persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng adalah penilaian atau tanggapan wisatawan terhadap kualitas daya tarik, fasilitas, aksesibilitas, dan layanan yang tersedia di kawasan objek wisata tersebut. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng dan bagaimana kemudahan akses, fasilitas, serta layanan tambahan berkontribusi terhadap persepsi wisatawan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan wisatawan berkunjung dan mengevaluasi persepsi wisatawan terhadap komponen pariwisata 4A (attraction, accessibility, amenities, ancillary). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Subjek penelitian adalah wisatawan yang berkunjung ke Hutan Kota Nyaru Menteng dengan jumlah sampel 56 responden yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan insidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan Skala Likert yang mengukur empat dimensi utama yaitu atraksi, aksesibilitas, fasilitas, dan pelayanan tambahan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei langsung kepada wisatawan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase untuk menggambarkan persepsi wisatawan terhadap setiap komponen pariwisata. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan korelasi Product Moment dan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukkan kedua hipotesis deskriptif yang diajukan diterima dengan hasil positif. Hipotesis pertama terbukti bahwa wisatawan memberikan persepsi positif terhadap City Forest Nyaru Menteng dengan rata-rata persentase 79,1% dalam kategori "Puas". Aspek atraksi memperoleh penilaian tertinggi 81,9% (Sangat Puas), diikuti fasilitas 77,7% (Puas), aksesibilitas 77,3% (Puas), dan pelayanan tambahan 74,6% (Puas), dengan persepsi keseluruhan mencapai 83,9% kategori "Sangat Puas". Hipotesis kedua menunjukkan kontribusi positif aksesibilitas, fasilitas, dan layanan tambahan terhadap persepsi wisatawan dengan rata-rata 76,5% kategori "Puas", memberikan kontribusi sebesar 2,54% terhadap persepsi keseluruhan wisatawan. Kesimpulan penelitian menunjukkan City Forest Nyaru Menteng berhasil memberikan pengalaman wisata yang memuaskan dengan potensi besar sebagai objek wisata unggulan di Kalimantan Tengah.

Festival Budaya Isen Mulang Sebagai Daya Tarik Pariwisata Di Kota Palangka Raya

FEBRIANA RESTI NOVI AFIANTY
2025 · Book · Open Access

Febriana Resti Novi Afianty : (2025) Festival Budaya Isen Mulang Sebagai Daya Tarik Pariwisata Di Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Dr. A.A Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag). Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan dipusatkan di Kota Palangka Raya sebagai sarana pelestarian budaya Dayak sekaligus daya tarik wisata. Atas asumsi tersebut maka penelitian ini mengangkat (2) rumusan masalah yaitu : (1) Bagaimana pengembangan potensi pariwisata melalui Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) di Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana ketertarikan pengunjung terhadap terselenggaranya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) di Kota Palangka Raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Sedangkan metode analisisnya menggunakan (1) Teori Pengembangan Pariwisata (2) Teori Pariwisata. Subjek penelitian ini adalah mulai dari : Kepala Bidang Kesenian, Tradisi, dan Warisan Budaya, pelaku seni ,budayawan, wisatawan. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) pengembangan potensi pariwisata melalui FBIM memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi pariwisata budaya, terutama dalam memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada masyarakat luas. Festival ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti pertunjukan seni, permainan tradisional, kuliner khas, serta parade budaya yang menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan lokal maupun domestik. (2) ketertarikan pengunjung terhadap terselenggaranya FBIM cukup tinggi, yang dipengaruhi oleh keunikan budaya lokal serta nilai-nilai edukatif yang disampaikan melalui festival tersebut. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam hal promosi dan inovasi penyelenggaraan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata sangat diperlukan untuk mendorong FBIM menjadi ikon pariwisata budaya berkelanjutan di Kalimantan Tengah. Kata Kunci: Festival Budaya Isen Mulang, Daya Tarik Wisata

Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Bagi Pengunjung Wisata Susur Sungai Sebangau di Kota Palangka Raya

I DEWA NYOMAN ADHIWIDYA PARINATHA
2025 · Book · Open Access

I Dewa Nyoman Adhiwidya Parinatha,2025, Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Bagi Pengunjung Wisata Susur Sungai Sebangau di Kota Palangka Raya.. Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Dan Pembimbing II Budi Purnomo, SH., M.Si. Pengelolaan merupakan suatu proses atau cara yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melaksanakan kegiatan tertentu, dimana pengawasan yang berkaitan selama pelaksanaan selalu diberikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sehingga pengelolaan keamanan dan keselamatan sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan pariwisata yang aman. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau (2) Apa kendala pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau (3) Apa solusi dalam upaya mengatasi kendala pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Manajemen dan (2) Teori Kendala. Subjek penelitian ini adalah pelaku wisata dan penyedia layanan jasa. Hasil penelitian ini adalah; (1) Pengelola rutin melakukan pemeriksaan kelayakan armada wisata; setiap perahu susur sungai diwajibkan dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, penerangan, dan alat komunikasi sebelum dioperasikan (2) Terdapat beberapa kendala antara lain Kondisi Alam, SDM, Teknis dan Promosi (3) Berbagai solusi telah dilaksanakan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.

Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu pada Proses Perkuliahan

NOVA TALIA
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Nova Talia, 2025 : Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Ilmu Komunikasi pada Proses Perkuliahan. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II I Made Darsana, S.Pd., M.Pd Gambaran terhadapa kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu pada proses perkuliahan. Pada penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah (1) bagaimana kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu pada Proses Perkuliahan (2) bagaimana kendala yang dialami mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu pada proses perkuliahan (3) bagaimana cara mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu mengatasi tantangan dalam public speaking. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori public speaking dan teori komunikasi interpersonal. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan pendekakatan kualitatif, dan menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumenatsi. (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) verifikasi atau Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan public speaking pada tingkat cukup baik, terutama dalam menyampaikan pendapat, memaparkan materi, dan berpartisipasi dalam diskusi kelas. Proses pembelajaran yang interaktif, keterlibatan dalam organisasi, serta dukungan dosen terbukti berkontribusi dalam pengembangan keterampilan ini. Namun, mahasiswa masih menghadapi kendala seperti rasa gugup, kurang percaya diri, dan kesulitan menyusun pesan secara sistematis. Faktor internal seperti kecemasan dan kurangnya literasi, serta faktor eksternal seperti lingkungan komunikasi yang kurang mendukung, turut mempengaruhi kemampuan mereka. Mahasiswa mengatasi tantangan tersebut melalui latihan rutin, persiapan materi yang matang, dan penguasaan teknik komunikasi nonverbal. Kata Kunci: Public speaking, mahasiswa, komunikasi.

KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DAN ANAK DI ERA DIGITAL DI DESA TUMBANG PANGKA KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN

RUSITA
2025 · Book · Open Access

Pola komunikasi antara orang tua dan anak di era digital, dan komunikasi yang dapat terjalin dengan baik dan efektif. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola komunikasi dan faktor penghambat komunikasi antara orang tua dan anak di era digital. Adapun yang menjadi permasalahan adalah (1) bagaimana pola komunikasi antara orang tua dan anak di dera digital (2) apa saja faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas komunikasi antara antara orang tua dan anak di era digital. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pola komunikasi keluarga.Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif, dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yangdigunakan yaitu (1) reduksi data (2) penyajian data (3) verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa pola komunikasi antara orang tua dan anak di era digital di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan yaitu menggunakan : (a) pola komunikasi bebas (Permissive), (b) pola komunikasi otoriter (Authoritarian), (c) pola komunikasi demokratis (Authoritative) kemudian dianalisis dengan teori pola komunikasi keluarga. Polakomunikasi bebas yang dilakukan oleh orang tua di era digital terkait penggunaan gawai, yaitu orang tua yang bersifat membebaskan dan kontrol terhadap anak rendah. Pola komunikasi otoriter merupakan pola komunikasi orang tua yang menetapkan aturan secara dan mengontrol anak dalam penggunaan gawai agar anakmemiliki waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang tua. Pola komunikasi demokratis yang orang tua tetap memeberi aturan terhadap anak berdasarkan kesepakatan bersama, orang tua juga memikirkan akan hal yang anak suka dan tidak suka sehingga orang tua dan anak saling terbuka dalam berkomunikasi. Faktor penghambat komunikasi antara orang tua dan anak di era digital adalah kecanduan anak dalam penggunaan gawai, tidak hanya anak orangtua juga menggunakan gawai yang menimbulkan intensitas komunikasi berkurang, dan orang tua yang tidak mengerti penggunaan gawai sehingga menimbulkan kesulitan berkomunikasi jarak jauh.

BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA UPACARA MANENUNG DI DESA TUMBANG BARINGEI KECAMATAN RUNGAN KABUPATEN GUNUNG MAS

YOGA
2025 · Book · Open Access

Yoga, 2025: Bentuk, Fungsi, Dan Makna Upacara Manenung Di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas, Prodi Kepanditaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Nurlensi, S.Ag., M.Si Pembimbing 2: I Wayan Sindia Griya Danika, S. Kom., M.T Agama Hindu Kaharingan sangat erat kaitannya dengan upacara, meskipun upacara Hindu Kaharingan sangat bervariasi karena masing-masing daerah aliran sungai (DAS) selalu berbeda-beda pelaksanaan upacara. Salah satunya Upacara Manenung. Dari segi Bentuk, Fungsi, Dan Makna, upacara Manenung sebagai upacara pemanggilan roh-roh gaib bagi masyarakat di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. judul: Bentuk, Fungsi, Dan Makna Upacara Manenung, rumasalah dalam penelitian ini : (1). Bagaimanakah bentuk pelaksanaan upacara Manenung (2). Apa fungsi upacara Manenung (3). Apa makna upacara Manenung. Ada beberapa teori yang digunakan:(1). Teori Fungsionalisme struktural (2). Teori komunikasi Ritual (3).Teori Interaksionalisme Simbolik. Metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan lokasi penelitian teknik: (1). Observasi,(2). Wawancara (3). Kepustakaan dan (4). Dokumentasi. Subyek Basir/Pisor,tokoh umat Hindu. Hasil dari penelitian ini adalah: (1). Bentuk upacara Manenung, Persiapan Sarana dan prasarana upacara Manenung, Tempat dan waktu pelaksanaan, Proses pelaksanaan upacara Manenung yaitu: Batawur, Basir menceritakan asal mula alat yang digunakan dalam upacara Manenung baik itu Baliung, Mandau, Tengang, Sipet, Dan Pisi, dan Manenung. (2). Fungsi yang ingin di capai yaitu: Fungsi religius makna upacara Manenung, Fungsi sosial makna upacara Manenung, (3). Makna apa yang terkandung dalam upacara Manenung yaitu: Makna religius, Makna sosial. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, simpulkan bahwa upacara Manenung di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas, bahwa upacara Manenung tidak hanya berperan sebagai sarana pencarian petunjuk, tetapi sebagai bentuk pelestarian identitas budaya dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian upacara ini memiliki relevansi penting dalam menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan dunia spiritual dalam kehidupan masyarakat di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas.

Pola komunikasi Keluarga Dalam Membatasi Penggunaan Gadget Pada anak di Desa Mungku Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya

FEBRIANTO
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Febrianto. 2025. Pola Komunikasi Keluarga dalam Membatasi Penggunaan Gadget Pada Anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Wayan Salendra, S.Ag., M.Si Pembimbing II, Sulandra, S.Pi., M.Si Pola komunikasi merupakan cara yang digunakan oleh orang tua maupun keluarga dalam berinteraksi dan menyampaikan pesan kepada anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Pola ini memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan sikap anak, khususnya dalam membatasi penggunaan gadget yang berlebihan. Penggunaan gadget berlebihan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, serta prestasi belajar anak. Oleh sebab itu, kontrol dari keluarga diperlukan untuk mengatur batasan penggunaan gadget secara efektif. Penelitian ini mengangkat dua rumusan masalah utama yaitu, (1) Bagaimana pola komunikasi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya? dan (2) Apa saja hambatan yang dihadapi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya?.Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu teori pola komunikasi keluarga (TPKK). Subjek penelitian ini adalah keluarga maupun orang tua di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan Lokasi penelitian di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Sumber data pada penelitian adalah keluarga atau orang tua yang berada di desa Mungku Baru. Sumber data penelitiam ini diperoleh dari masyarakat Desa Mungku Baru, serta dokumen resmi dari Desa Mungku Baru. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak terdiri dari tiga jenis, yaitu pola permisif yang cenderung memberikan kebebasan, pola demokratis yang seimbang antara kebebasan dan pengawasan, serta pola otoriter yang bersifat tegas dan ketat. Pola komunikasi otoriter paling banyak diterapkan oleh orang tua dalam membatasi penggunaan gadget pada anak. Namun, dari tiga pola komunikasi yang digunakan menimbulkan hambatan seperti reaksi emosional dari anak, tidak konsisten dalam penerapan aturan, serta pengaruh lingkungan berasal dari teman sebaya yang sulit dikontrol oleh keluarga.

KREATIVITAS GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PPKN KELAS 4A SDN 2 BUKIT TUNGGAL PALANGKA RAYA

MIRA
2025 · Book · Open Access

Mira. 2025. Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya Pembibing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag. Pembibing II Lamri, S.Pd.H Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Kreativitas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di dalam kelas terutama pada mata pelajaran PPKn kelas 4A berikutnya memotivasikan siswa dalam pembelajaran. Adapun rumus masalah : 1 bagaimana kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajara siswa pada mata pelajaran PPKn SDN 2 Bukit Tunggal Palanka Raya ? 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas 4A sdn 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Humanistik, teori Kontruktruktivisme. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di SDN 2 Bukit Tunggal, jenis dan sumber data yang digunakan : sumber data primer dan data skunder, tehnik penentuan informan yaitu tehnik purposive, tehnik pengumpulan data yang digunakan : Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi, Instrumen penelitian kualitatif tehnik analisis data yaitu : pengumpulan data, penyajian data dan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tetang Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Yaitu dalam kreativitas guru meningkatkan motivasi belajar siswa dilakukan dikelas menggunakan beberapa metode : tanya jawab, ceramah, diskusi kelompok, dan menggunakan media pembelajaran. Selain itu kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, yang lebih dalam memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan sehingga dapat menarik minat siswa belajar pada pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa di kelas.

PENGARUH MEDIA WORDWALL TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEMATIK KELAS III DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 BUKIT TUNGGAL PALANGKA RAYA

WANDA
2025 · Book · Open Access

Wanda, 2025, Pengaruh Media Wordwall terhadap Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Tematik Kelas III di Sekolah Dasar Negeri 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I : Dr.I Putu Widyanto,M.Pd.H. Pembimbing II : Hendri, S.Ag.,M.Si Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keaktifan siswa dalam pembelajaran tematik di kelas III SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Keaktifan siswa menjadi faktor penting dalam proses belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Wordwall terhadap keaktifan siswa dalam pembelajaran tematik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-shot case study. Subjek penelitian adalah 16 siswa kelas IIIB. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung skor rata-rata dan kategori keaktifan siswa. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa hanya dua butir angket yang valid (P5 dan P7). Dari hasil angket, sebagian besar siswa menunjukkan keaktifan yang cukup hingga sangat tinggi. Selain itu, data observasi dan wawancara juga memperkuat temuan bahwa siswa lebih antusias, termotivasi, dan terlibat aktif saat pembelajaran menggunakan media Wordwall. Kesimpulannya, media Wordwall berpengaruh positif terhadap peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran tematik. Media ini mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan sehingga mendorong keterlibatan siswa secara aktif.

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MATA PELAJARAN PPKn KELAS V D SDN PERCOBAAN PALANGKA RAYA

OKTAVIA
2025 · Book · Open Access

Oktavia.2025. Penerapan Problem Based Learning Dalam Mata Pelajaran PPKn Kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA. Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd,. M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning dalam mata pelajaran PPKn pada peserta didik kelas V D di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Utuk mengetahui bagaimana bentuk pelaksanaan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya, (2) Untuk mengetahui bagaimana kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya, (3) Untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengatasi kendala-kendala dalam penerapan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian dilakukan di SDN Percobaan Palangka Raya pada bulan April hingga Mei 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan wakil bagian kurikulum, wali kelas VD, dan 5 oran peserta didik, serta studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning di kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya telah dilakukan sesuai tahapan, di mana guru memfasilitasi peserta didik dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah autentik melalui diskusi kelompok dan eksplorasi berbagai sumber belajar. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah perbedaan kemampuan peserta didik yang beragam dan keterbatasan alokasi waktu pembelajaran. Upaya guru dalam mengatasi kendala ini meliputi diferensiasi pembelajaran, seperti pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan dan pemberian pertanyaan/evaluasi yang disesuaikan, serta pengelolaan waktu yang efektif dengan menetapkan batas waktu jelas untuk setiap sesi diskusi.

PENGARUH KEDISIPLINAN GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SDN 1 KERENG BANGKIRAI KOTA PALANGKA RAYA

ANGGI
2025 · Book · Open Access

Anggi, 2025. Pengaruh Kedisiplinan Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPAS di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd., Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd Kedisiplinan guru merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sejumlah fakta yang menunjukkan bahwa masih terdapat tantangan dalam penerapan kedisiplinan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan guru terhadap motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang diisi oleh responden yang berjumlah 26 orang dari kelas V B SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif, uji prasyarat seperti uji normalitas dan uji heterokedasiditas, serta Spearman’s rho untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara kedisiplinan guru dan motivasi siswa tidak signifikan secara statistik. Dengan kata lain, berdasarkan data yang dianalisis, tidak ada cukup bukti untuk menyatakan bahwa kedisiplinan guru berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hubungan antara kedisiplinan guru dan motivasi belajar siswa tidak signifikan secara statistik. Dengan kata lain, tidak terdapat cukup bukti empiris untuk menyatakan bahwa kedisiplinan guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa."

EFEKTIVITAS MEDIA PAPAN PERKALIAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SDN 8 MENTENG PALANGKA RAYA

NI KADEK YUNIKA DEWI
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Ni Kadek Yunika Dewi. 2021. Dr. Pranata, S.Pd., M.Si., Tri Aspiyana,M.Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Efektivitas Media Papan Perkalian Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN 8 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media papan perkalian terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas III di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan fenomena yang ada, masih ada ditemukan bahwa metode pembelajaran yang digunakan guru masih kurang efektif dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, terutama dalam pembelajaran perkalian di SDN 8 Menteng Palangka Raya khususnya siswa kelas III A. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dikaji yakni bagaimana efektivitas media papan perkalian terhadap peningkatan hasil belajar perkalian siswa kelas III SDN 8 Menteng Palangka Raya?. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana efektivitas media papan perkalian untuk peningkatan hasil belajar siswa kelas III di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain Pre-exsperimen tipe one group pre-test dan post-test dimana pemilihan teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh yaitu dipilih dari kelas III A. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis sebelum dan sesudah penerapan media papan perkalian berupa essay dan pilihan ganda untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Pada analisis data menggunakan uji t test untuk menunjukkan perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media papan perkalian yaitu dengan nilai sebelum diberikan perlakuan siswa sebesar 50,3 dan tingkat pemahaman sesudah diberikan perlakuan sebesar 91,4 setelah menerapkan media papan perkalian. Sedangkan pada uji N-Gain Score yaitu pada nilai rata-rata (mean) N-Gain Score sebesar 7948. Karena nilai rata-rata (mean) lebih besar menunjukkan bahwa nilai N-Gain berada dalam rentang pada 0.70 hingga 100, ini menunjukkan bahwa efektivitas media papan perkalian termasuk ke dalam interpretasi tinggi. Hal ini berdasarkan hipotesis maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Media Papan Perkalian, efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, ditemukan bahwa pemebelajaran dengan menggunakan media papan perkalian juga dapat meningkatkan motivasi belajar serta keterampilan siswa. Temuan ini mendukung efektivitas media papan perkalian dalam konteks pendidikan dasar dan memberikan implikasi penting bagi praktik pengajaran disekolah. Disarankan agar media papan perkalian diimplementasikan lebih luas dan dipertimbangkan untuk berbagai subjek pembelajaran untuk meningkiatkan hasil belajar serta kualitas pendidikan.

PENDAMPINGAN GURU DALAM PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDN 9 PALANGKA

RISKA ROSARI
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi pada Anak Berkebutuhan Khusus dapat mengenyam pendidikan yang setara dengan anak normal pada umumnya dengan menerima pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menyatakan anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya untuk belajar bersama. Anak Berkebutuhan Khusus yang memiliki kebutuhan dan keterbatasan yang berbeda-beda. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pendampingan guru dalam pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka? 2) Apa kendala guru dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka? 3) Upaya guru dalam pendampingan anak Berkebutuhan Khusus di SDN 9 Palangka? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Subek penelitian ini adalah guru kelas serta siswa Anak Berkebutuhan Khusus yang berada di kelas I dan kelas V, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumnetasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat Tahap yaitu kondensasi data, ceklis observasi, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di lapangan menunjukan, 1) cara pendampingan anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka berbeda-beda karena anak berkebutuhan khusus di SDN 9 palangka yang berada di kelas I dan di kelas V memiliki hambatan yang berbeda-beda pula setiap anaknya. Pendampingan pendekatan yang dilakukan dalam pada anak berkebutuhan khusus yaitu dengan pendekatan yang lebih individual menyesuaikan kurikulum yang ada. Pada pendampingan dalam pembelajaran guru juga menerapkan dukungan dan emosional, serta menyederhanakan materi untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan Anak Berkebutuhan Khusus. 2) Hambatan atau kendala yang dihadapi guru dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus antara lain keterbatasan waktu dan energi pada guru, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendampingin anak berkebtuhan khusus, serta saranan dan prasarana yang kurang mendukung dalam proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus yang dapat berdampak pada proses pembelajaran. 3) Upaya guru dalam mengatasi hambatan yang terjadi dengan melakukan pengembangan diri dan pelatihan, serta mengevaluasi kemajuan belajar anak.

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Papan Jurang Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya

MARSI
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Marsi. 2025 Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., Krisma Natalia, M.Pd. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Papan Jurang terhadap Motivasi Belajar siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran papan jurang terhadap motivasi belajar siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan hasil observasi yang di lakukan oleh peneliti, guru jarang menggunakan media pembelajaran pada saat kegiatan pembelajaran matematika sehingga motivasi belajar siswa tidak tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran papan jurang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Bentuk desain yang digunakan adalah Pre-Experiment Design Pre-Tes and Post-Test Group. Motivasi belajar siswa diukur menggunakan angket. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II dengan jumlah 32 orang siswa. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan data hasil penelitian, peneliti memperoleh hasil berupa peningkatan motivasi belajar siswa. Pada tahap pre-test nilai rata-rata siswa berjumlah 37,13 yang artinya motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang. Sedangkan pada tahap post-test, nilai rata-rata motivasi belajar siswa berjumlah 39,59 yang artinya motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran papan jurang mempengaruhi tingkat motivasi belajar siswa.

EFEKTIVITAS METODE PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V SDN 4 MENTENG PALANGKA RAYA

SRI AULIA
2025 · Book · Open Access

Penanaman nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, toleran, dan cinta tanah air. Namun, realitas di lapangan, khususnya di SDN 4 Menteng Palangka Raya, menunjukkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Pancasila masih didominasi oleh metode ceramah yang bersifat pasif. Hasil observasi menunjukkan rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah, kepatuhan terhadap aturan, dan kesadaran terhadap keberagaman. Guru cenderung tidak mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks yang relevan dengan kehidupan siswa, sehingga pembelajaran terasa kurang bermakna dan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas metode Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas V-C SDN 4 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 29 orang. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji hipotesis menggunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran dengan metode Problem Based Learning. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Nilai rata-rata N-Gain Score siswa yaitu 0,7371 termasuk ke dalam kategori tinggi. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan rata-rata N-Gain dalam bentuk persentase sebesar 73,7110 dengan standar deviasi 19,06. Berdasarkan kriteria tingkat keefektifan, maka rata-rata N-Gain sebesar 73,71% dikategorikan sebagai cukup efektif.

PENGARUH PENGGUNAAN QUIZIZZ TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI SDN 1 MENTENG KOTA PALANGKA RAYA

NI MADE SANTI NIRMALAWATI
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Ni Made Santi Nirmalawati, 2025. Pengaruh Penggunaan Quizizz Terhadap Minat Belajar Siswa Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pembimbing (I) Dr. I Putu Widiyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) I Made Pustikayasa, ST, M.Pd Pada era digital, teknologi berkembang sangat pesat sehingga diharapkan para pendidik dapat mengikuti perkembangan zaman ini dan dapat mengaplikasikannya dalam dunia pendidikan, termasuk dalam metode evaluasi atau asesmen pembelajaran agar dapat meningkatkan minat belajar, serta tidak terkesan jenuh dan monoton. Namun, banyak guru yang masih terus menggunakan metode penilaian konvensional, seperti penilaian tertulis di atas kertas, yang sering membuat siswa bosan dan tegang. Hal ini dapat berpengaruh terhadap minat belajar siswa yang dapat cenderung menurun. Sebaliknya, penggunaan telepon genggam dikalangan siswa sudah cukup tinggi, sehingga diperlukan inovasi baru dalam evaluasi pembelajaran melalui teknologi. Quizizz adalah platform berbasis game yang dapat menjadi solusi melalui fitur interaktif yang menyenangkan dan interaktif. Salah satu guru di SDN 1 Menteng memanfaatkan Quizizz sebagai media asesmen/evaluasi dalam pembelajaran, dan dapat dilihat bagaimana antusias siswa saat mengerjakan soal melalui Quizizz. Namun, masih sedikit penelitian yang mempelajari dampaknya terhadap minat belajar siswa, terutama di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana pengaruh penggunaan Quizizz terhadap minat belajar siswa di SDN 1 Menteng kota Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif survei dengan teknik analisis deskriptif. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada 24 responden. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dari 24 siswa, terdapat mayoritas siswa yaitu dengan frekuensi 14 responden (58,33%) berada dalam kategori sangat tinggi, kemudian 9 responden (37,5%) berada pada kategori tinggi, 1 responden (4,17%) pada kategori cukup, dan tidak ditemukan siswa dengan minat belajar pada kategori rendah, serta nilai rata-rata 40 dengan 83,33% yang dimana masuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa Quizizz berpengaruh positif dan sangat tinggi terhadap minat belajar siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya.

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN 2 BUKIT TUNGGAL

MEI LANISA
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Mei Lanisa,2025. Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA., Putu Wisnu Saputra, M.Pd.Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN 2 Bukit Tunggal. Kurikulum merdeka adalah ideologi pendidikan yang menerapkan gagasan bahwa sistem pendidikan perlu menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap tuntunan masyarakat serta kebutuhan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah dengan tetap mengacu pada standar pendidikan nasional untuk menjamin pencapaian pada tujuan pendidikan nasional. Dalam perspektif ini, kurikulum dianggap sebagai suatu sistem yang harus dapat menyesaikan diri dengan dinamika perubahan zaman dan kebutuhan sosial yang berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan kurikulum merdeka pada jenjang sekolah dasar yaitu SDN 2 Bukit Tunggal, serta menganalisis kendala apasaja yang ditemukan pada pelaksanaannya dan bagaimana upaya guru dalam menghadapi kendala tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian ini akan memberikan gambaran tentang situasi dan kejadian faktual yang sistematis mengenai faktor serta fenomena yang dimiliki untuk mengetahui dasar-dasarnya. Hasil dari penelitian ini secara keseluruhan pelaksanaan kurikulum merdeka di SDN 2 Bukit Tunggal tidak hanya berlangsung begitu saja tanpa adanya persiapan, hal ini menunjukkan bahwa SDN 2 Bukit Tunggal telah bergerak kearah yang positif dalam mendukung kebijakan baru dalam bidang pendidikan yang dirancang pemerintah melalui kurikulum merdeka. Meskipun pada tahap awal banyak ditemukan kendala baik dalam pemahaman mengenai konsep maupun komponen dalam kurikulum merdeka serta sulitnya beradaptasi dengan perangkat ajar baru namun hal tersebut tidak serta merta menghentikan semangat sekolah untuk terus maju serta berbenah dan belajar. Dengan adanya pelatihan yang relavan serta pendampingan yang berkelanjutan dan komunikasi yang terbuka dari berbagai pihak terkait, implementasi kurikulum merdeka yang bertahap mulai menunjukkan dampak positif baik dalam hal kesiapan guru maupun dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih konstekstual dan bermakna.

Analisis Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar Kelas V SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya

NORHAYATI
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK NORHAYATI, 2025: Analisis Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar Kelas V SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing 1 Lamri, S.Pd.,M.Pd.H dan pembimbing 2 Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Pada konteks sekolah dasar khususnya kelas V SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya, terdapat berbagai dampak permasalahan pada perkembangan karakter siswa terhadap dampak penggunaan gadget, yaitu terdapat perubahan sikap siswa menjadi malas belajar, dan kurangannya kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan karakter siswa sekolah. Pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar Kelas V SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana upaya guru dalam mengatasi dampak negatif penggunaan gadget terhadap perkembangan karakter siswa sekolah dasar SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi data. Dengan jumlah informan sebanyak 5 orang, yaitu kepala sekolah, wali kelas V dan 3 orang siswa kelas V. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Gadget pada SDN 1 Menteng yang dimana seharusnya digunakan untuk keperluan belajar tetapi digunakan oleh siswa untuk hal-hal lain seperti bermain game, menonton youtube, dan sosial media, sehingga hal tersebut berdampak pada sikap, dan tingkah laku siswa.