WISNU DHARMAWAN
2021 · Thesis · Open Access
DHARMAWAN, WISNU. 2021. Impelementasi Aplikasi Zoom Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal di SMKN 2 Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1 Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Pada era new normal pelaksanaan pembelajaran di SMKN 2 Palangka Raya dilakukan secara daring. Salah satu aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran daring yaitu aplikasi zoom. Penggunaan aplikasi zoom dalam pembelajaran merupakan hal yang baru dalam pembelajaran, hal tersebut menimbulkan kendala yang dialami oleh pihak sekolah, guru dan siswa agama Hindu. Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalahnya: Bagaimanakah Implementasi, kendala dan solusi aplikasi zoom dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu pada era new normal di SMKN 2 Palangka Raya?. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi,kendala dan solusi aplikasi zoom dalam mata pelajaran agama Hindu pada era new normal di SMKN 2 Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah : Teori Konektivisme dan teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi peneltian di SMKN 2 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran pendidikan agama Hindu menggunakan aplikasi zoom di SMKN 2 Palangka Raya tetap memperhatikan tahapan dalam pembelajaran yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran serta tahap pengawasan. Penggunaan aplikasi zoom dalam pembelajaran merupakan hal baru pada era new normal maka wajar terdapat kendala dalam pelaksanaannya, adapun kendalanya seperti: 1. Jaringan yang tidak mendukung, 2. Kuota internet yang boros, 3. Handphone pengguna yang tidak memadai, 4. Kesulitan Mengoperasikan Aplikasi zoom dalam pembelajaran, 5. Kesulitan mengatur kelas, 6. Kesulitan memahami materi pembelajaran menggunakan aplikasi zoom. Solusi yang dilakukan oleh pihak sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu untuk mengatasi kendala terebut yaitu : 1. mencari wilayah yang disertai koneksi jaringan yang baik, 2. meminta hotspot dari handphone orang terdekat dan mencari tempat yang mempunyai layanan wifi, 3. meminjam handphone orang terdekat selama proses pembelajaran atau membersihkan ruang penyimpanan handphone sebelum memulai pembelajaran, 4` Belajar ke orang terdekat yang bisa mengoperasikan aplikasi zoom, 5. Sekolah mengaktifkan zoom berbayar menggunakan 1 akun, 6. guru memudahkan siswa dalam pelaksanaan praktek serta membagikan video tutorial dalam mempraktekannya, solusi yang dilakukan siswa yaitu meminta guru mengulang kembali materi yang belum dipahami, mencari materi video dari Youtube serta bertanya kepada keluarga terdekat.
DE GEDE NESE ARDIKA GOVINDA
2021 · Thesis · Open Access
Saat ini sistem pembelajaran daring dan luring muncul sebagai salah satu bentuk pola pembelajaran di era new normal seperti sekarang, dampak ini berimbas pada Sekolah Menengah Atas Negeri-1 Basarang Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas yang sebelumnya melaksanakan pembelajaran secara tatap muka namun kini dilakssanakan secara daring atau pembelajaran dari rumah. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana implementasi penggunaan Aplikasi Zoom sebagai media komunikasi dalam proses pembelajaran pada era new normal di SMAN-1 Basarang. 2) Seberapa efektifnya penggunaan Aplikasi Zoom sebagai media komunikasi dalam proses pembelajaran pada era new normal di SMAN-1 Basarang. Tujuan dan manfaat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan media komunikasi Zoom di SMAN-1 Basarang sebagai media pembelajaran dan mengetahui seberapa efektifnya pembelajaran melalui media komuikasi Zoom di SMAN-1 Basarang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Media Baru dan Teori Efektifitas. Metode yang digunakan Metode Deskriptif Kualitatif. Peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gabaran umum mengenai permasalahan penelitian, sedangkan teknik penentuan informan adalah teknik purposive sampling yaitu penentuan informan berdasarkan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Berdasarkan hasil penelitian yang dibahas peneliti dapat simpulkan: pembelajaran daring dengan menggunakan Aplikasi Zoom Sebagai Media Komunikasi dalam Proses Pembelajaran Pada Era New Normal di SMAN-1 Basarang penerapannya tidak berjalan dengan baik, banyak kendala yang menghambat proses pembelajaran seperti kendala jaringan yang tidak memadai, perangkat/HP yang tidak mendukung dan kouta internet yang boros. Penggunaan aplikasi Zoom sebagai media komunikasi dalam proses pembelajaran pada era new normal di SMAN-1 Basarang masih belum efektif, banyak kendala yang mengganggu berjalannya proses pembelajaran daring ini. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa dan prestasi siswa di sekolah.
JUMAIEDY
2021 · Thesis · Open Access
Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui palaksanaan nilai sosial budaya dalam ritual Habkung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur. Fungsi Pelaksanaan nilai sosial budaya dalam ritual Habukung pada umat Hindu Kaharingan.selanjutnya untuk menganalisis permasalahan mengunakan teori budaya yaitu:salah satu cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan ke generasi kegenerasi, teori sosial yaitu :salah satu tindakan dimana beberapa aktor yang berbeda beda dan teori simbol yaitu:tanda atau ciri yang memberitahaukan sesutu kepada orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai kabupaten Kotawaringin Timur. Teknik analisis data mengunakan teknik analisisdeskriptif yaitu :reduksi data , penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Tata cara pelaksanaan Habukung yaitu: tahap awal kebersamaan dan saling bergotong-royong mempersiapkan bahan dalam pelaksanaan, tahap pelaksanaan pelaksanan ditandai dengan adanya bunyi salekap berarti akan ada datang rombongan Habukung tahap akhir selesainya ritual pemakaman pada umat Hindu Kaharingan. Fungsi nilai sosial budaya dalam ritual Habukung bagi yaitu: Fungsi nilai kebersamaan adalah terdapat adanya persatuan antar masyarakat yyang saling terjalin dari jaman dulu sampai jaman sekarang Fungsi nilai budaya yaitu:salah satu kebudayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh generasi semenjak usia dini. Fungsi religius yaitu:bertujuan utama kehidupan sifat yang sementara sebelum kembalinya kepada Ranying Hatalla Langit atau Tuhan Yang Maha Esa melalui kematian. Estetika Habukung yaitu keindahan dalam karya seni dalam sebuah karya yang di pertujukan bersifat sakral.
DEKA PURWILA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK DEKA PURWILA, 2021. Betetabur Sebagai Media Komunikasi Umat Hindu di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I, Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II, I Wayan Sutarwan, S.Pd.,M.Pd. Masyarakat Hindu Kaharingan mempercayai bahwa betetabur merupakan alat atau sarana komunikasi melakukan hubungan agar apa yang ingin disampaikan dapat tersalurkan sehingga nantinya dapat tercapai melalui komunikasi. Komunikasi yang di lakukan melalui ritual Betetabur ini merupakan komunikasi nonverbal dengan roh leluhur menggunakan simbol-simbol. Mengingat pentingnya Betetabur maka penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana tahapan dalam pelaksanaan Betetabur di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Baruto Utara. (2) Bagaimanakah fungsi Betetabur di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Baruto Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Komunikasi Interpersonal dan Teori Fungsional Struktural. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan. Jenis penelitian yang dilakukan berjenis penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitlian ini berjumlah 7 orang terbagi atas 1 (satu) orang pemuka agama dan 6 (enam) orang tokok masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah : observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Tahapan dalam pelaksanaan Betetabur yaitu diawali dengan menyalakan api, walaupun ada yang menyebutkan pelaksanaan Betetabur diawali dengan mengucapkan mantra sebagai media permohonan yang diinginkan. Secara umum atau kebiasaan di Desa Payang Ara dalam pelaksanaan Betetabur pada prinsipnya menyalakan api terlebih dahulu, sebelum melanjutkan ke tahap pelaksanaan. Menyalakan api sebagai tanda bahwa ritual Betetabur akan dilaksanakan. Sedangkan simbol-simbol yang ada didalam pelaksanaan Betetabur dijadikan media oleh umat Hindu untuk berkomunikasi. Sejalan dengan teori komunikasi interpersonal yang menyebutkan bahwa komunikasi dapat dilakukan seseorang dengan orang lain Betetabur dilaksanakan antara Balian dengan alam semesta, roh leluhur dan manusia. (2) Fungsi dalam pelaksaan ritual Betetabur yaitu untuk memohon rejeki, pelindungan, keselamatan dan kesehatan. Sejalan dengan teori fungsional struktural yang menyebutkan bahwa bagian yang satu tidak dapat berfungsi tanpa ada hubungan dengan bagian yang lain, didalam pelaksanaannya Betetabur berfungsi dan terstruktur serta berhubungan satu sama lain sehingga Betetabur dapat berfungsi dengan baik guna tercapainya keharmonisan umat Hindu dengan leluhur, manusia dan alam. Kata Kunci : Betetabur, Fungsi, Komunikasi, Umat Hindu Kaharingan
ELVINA
2021 · Thesis · Open Access
Umat Hindu Kaharingan di desa Pangi cukup dikenal luas dengan pelaksanaan upacara keagamaan, salah satunya pelaksanaan persembahyangan Basarah. Akan tetapi, umat Hindu Kaharingan di desa Pangi kurang aktif melaksanakan kegiatan persembahyangan Basarah, sehingga berdampak pada rutinitas pelaksanaan Basarah. Kurangnya minat, serta terkendala waktu luang menyebabkan umat Hindu Kaharingan kurang dalam mengikuti pelaksanaan Basarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana upaya meningkatkan peran serta umat Hindu Kaharingan pada pelaksanaan Basarah di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. 2) Bagaimana dampak upaya meningkatkan peran serta umat Hindu Kaharingan pada pelaksanaan Basarah di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan penelitian adalah : (1) Teori Peran, (2) Teori Dampak. Metode penelitian menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis data kualitatif deskriftif. Lokasi penelitian di Desa Pangi. Subjek penelitian adalah 7 orang terdiri dari 1 (satu) orang rohaniawan, 1 (satu) orang pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, 1 (satu) orang penyuluh agama Hindu Kecamatan Banama Tingang, dan 4 (empat) orang umat Hindu Kaharingan. Sumber data adalah data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan adalah menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah 1. Pengumpulan data, 2. reduksi data, 3. penyajian data, 4. penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1. Upaya meningkatkan peran serta umat Hindu Kaharingan pada pelaksanaan Basarah di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah melaksanakan kegiatan keagamaan, melaksanakan upacara hari suci, Basarah rutin pada kamis malam, Basarah rutin pemuda-pemudi, Pasraman, mengikut sertakan umat Hindu Kaharingan pada kegiatan keagamaan, memberi motivasi keagamaan, mengusahakan tenaga guru honorer dan PNS, mengusahakan tenaga penyuluh, melaksanakan pembinaan dan pelayanan. 2. Dampak upaya meningkatkan peran serta umat Hindu Kaharingan pada pelaksanaan Basarah di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah menghasilkan dampak positif yakni peningkatan pada perempuan lansia, ibu rumah tangga, anak-anak dan pemuda-pemudi, terlihat pada meningkatnya keaktifan dalam pelaksanaan Basarah. Dampak dari upaya yang dilakukan terlihat juga pada keinginan umat Hindu Kaharingan untuk maju dan mendalami ajaran agama.
REDIONO
2021 · Thesis · Open Access
Motivasi merupakan keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Setiap aktivitas yang dilakukan seseorang karena didorong oleh suatu kekuatan ari dalam diri orang tersebut, maka kekuatan pendorong inilah yang dinamakan motivasi siswa, motivasi sangat berperan penting dalam proses pembelajaran dan keberhasilan belajar itu sendiri, adanya motivasi belajar yang tinggi pada seorang siswa untuk belajar dapat dilihat dari ketekunannya serta tidak mudah putus asa untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan meskipun dihadang berbagai macam penghambat. Penelitian ini ada tiga permasalahan : (1) Bagaimana Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan? (2) Apakah Faktor-Faktor Yang Menjadi Penghambat Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan? (3) Apa Upaya-upaya Yang Dilakukan Dalam Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan penelitian menggunakan teknik snowball sampling pengambilan sampel dengan bantuan ke informan. Studi tentang motivasi belajar siswa agama Hindu pada era new normal di SDN Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan, yaitu baik dengan komponem yang ada pada pembelajaran. Motivasi dengan cara memberikan sebuah dorongan semangat untuk siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri. Hambatan motivasi belajar siswa agama Hindu pada era new normal di SDN Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan, yaitu faktor lingkungan (Pandemi covid-19) sarana dan prasarana kurangnya bahan ajar atau buku pendidikan agama Hindu dan budi pekerti, tidak dapat mengefektif dan mengefisien menggunakan waktu, hal inilah yang menjadi hambatan yang merupakan suatu dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan dalam motivasi belajar siswa agama Hindu kepala sekolah telah mengijinkan ruangan kelas yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran pendidikan agama Hindu, peran seorang guru mendidik, mengotrol kepada siswa saat pembelajaran berlangsung dan adanya niat siswa untuk belajar dan termotivasi ketika melihat temannya yang lain aktif dalam belajar.
WAYAN OKA RIYADE
2021 · Thesis · Open Access
Oka Riyade, Wayan. 2021. Peranan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Yadnya Sesa pada Anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Zaman sekarang ini dengan bermacam-macam kesibukan orang tua tidak selalu bisa mengawasi anak-anaknya dalam pelaksanaan Yadnya Sesa, apalagi orang tua sama-sama bekerja sehingga tidak setiap saat bisa memantau anaknya. Sebagian besar orang tua tidak melaksanakan Yadnya Sesa. Bila orang tuanya saja tidak melaksanakan Yadnya Sesa, bagaimana anak akan melaksanakannya sedangkan yang kita ketahui bahwa orang tua merupakan contoh yang ditiru, yang nantinya akan sangat berpengaruh khususnya dalam pelaksanaan Yadnya Sesa. Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalahnya sebagai berikut : (1) Bagaimana peranan orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? (2) Apakah faktor penghambat orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui peranan orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, (2) Untuk mengetahui faktor penghambat orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah : (1) Teori Peran dan (2) Teori Interaksi Simbolik. Subjek penelitian ini adalah orang tua di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah data primer artinya data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (tanpa melalui perantara) dari sumber pertamanya, adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah orang tua dan data sekunder artinya data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber pertama. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peranan orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas sangat menonjol dibuktikan dalam hasil penelitian orang tua memberikan pendidikan keteladanan, pendidikan pengawasan dan pendidikan dengan hukaman/sanksi. Sedangkan faktor penghambat orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas adalah faktor sikap/watak anak, media massa dan status sosial ekonomi.
AA DRIADI
2021 · Thesis · Open Access
Aa Driadi. 2021. Studi Tentang Tingkat Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Persembahyangan (Basarah) Di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro.,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Hendri.,S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji Tentang Tingkat Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Persembahyangan Basarah Di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Pelaksanaan kegiatan upacara Basarah di Desa Mirah Kalanaman masih kurang optimal, dikarenakan berbagai macam faktor kesibukan, waktu, kurangnya kesadaran, kurangnya pengetahuan agama dan faktor lanjut usia. Sehingga ketika ada pelaksanaan kegiatan upacara Basarah hanya sedikit umat hindu kaharingan yang mengikuti persembahyangan Basarah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya minat umat hindu kaharingan dalam melaksanakan persembahyangan Basarah di desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan basarah di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK) Desa Mirah Kalanaman. Rumusan masalah yang digunakan dalam penulisan Skripsi ini yaitu : (1) Apa saja faktor yang menyebabkan kurangnya minat umat hindu kaharingan dalam melaksanakan Persembahyangan Basarah di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? (2) Bagaimana pelaksanaan kegiatan Basarah di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? (3) Apa Saja Upaya Yang Dilakukan Oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK) Desa Mirah Kalanaman? Teknik memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Sistem menganalisis, Teori Motivasi Vroom Dan Teori Komunikasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan Purpossive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Teknik Analisa data menggunakan metode Deskriptif Analisa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan basarah di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan belum dilakukan secara maksimal oleh umat Hindu Kaharingan disebabkan karena ada xi IAHN-TP Palangka Raya beberapa faktor yang menghambat diantaranya adalah 1. Kurangnya kesadaran diri, 2. Pengaruh Kesibukan, 3. Pengaruh Waktu, 4. Pengaruh kurangnya pengetahuan Agama, 5. Pengaruh lanjut usia. Adapun upaya yang dilakukan oleh Majelis kelompok Agama Hindu Kaharingan di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan yaitu memperhatikan sebab kurangnya minat dalam melaksanakan Persembahyangan Basarah, membuat jadwal Basarah rutin, memberikan arahan, masukan serta selalu menjalin Komunikasi dengan umat Hindu Kaharingan.
JULIANDRI
2021 · Thesis · Open Access
JULIANDRI
YEMI
2021 · Thesis · Open Access
YEMI
JULIANDRI
2021 · Thesis · Open Access
Juliandri, 2021: Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu Di SDN Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau, Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si
Pengelolaan pembelajaran sangatlah penting dilakukan untuk memudahkan proses belajar mengajar untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun pada kenyataannya pelaksanaan pembelajaran agama Hindu belum sepenuhnya efektif apabila tidak didukung oleh beberapa pihak yang terkait termasuk kepala sekolah dan guru agama Hindu di SDN Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau tersebut.
Penelitian bertujuan (1) mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran Agama Hindu di SDN Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau; (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran Agama Hindu di SDN Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau; (3) mengetahui pengawasan pelaksanaan pembelajaran Agama Hindu di Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SDN Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer (data dari guru mata pelajaran agama Hindu dan data sekunder (literature, buku, artikel, jurnal, serta situs internet yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan). Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran Agama Hindu secara keseluruhan sudah di lakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SDN Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau dengan cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran Agama Hindu di SDN Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau sudah dilakukan tetapi secara keseluruhan belum optimal atau kurang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran diantaranya kurangnya keaktifan guru dalam hal penyampaian pembelajaran, minimnya bahan belajar atau sumber belajar, prasarana, dan sarana yang ada disekolah sangat terbatas. Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu di dibagi dua, yaitu: pengawasan internal dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu kepada siswa dan pengawasan eksternal dilakukan oleh kepala SDN Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau dan pihak Kementerian Agama Hindu Kabupaten Lamandau. Secara garis besar kegiatan pengawasan pelaksanaan pembelajaran di SDN Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau belum optimal atau kurang baik.
HILKA
2021 · Thesis · Open Access
HILKA.2021,Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu Di Masa Covid Pamdemi 19 Di SDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I Lilik S.Ag.,M.Pd.H dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si
Skripsi ini mengkaji Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu di Masa Covid Pandemi 19 DiSDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara suasana lingkungan belajar sering dipersepsikan sebagai suatu lingkungan yang menyiksa, membosankan, kurang merangsang, dan berlangsung secara menonton sehingga anak-anak belajar dengan terpaksa, tidak semangat dan kurang bergairah. Dilain pihak para guru juga berada dalam suasana lingkungan yang kurang menyenangkan dan sering terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentag ( 1). Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu di Masa Covid Pandemi 19 DiSDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara (2) Kendala Dari Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu di SDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Tujuan penelitian:penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif Dan Menyenangkan (PAIKEM) Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara.
Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan doumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar Peran, teori belajar konstruktivistik dan teori belajar implementasi.
Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: ( 1). Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu di Masa Covid Pandemi 19 DiSDN-1Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, yang dilakukan oleh guru agama Hindu yaitu terlebih dahulu melakukan perencanaan pembelajaran misalnya dengan menyiapkan RPP, silabus, menguasai materi yang akan diberikan agar ketika masuk keruangan dapat memberikan materi dengan baik. Selain itu dalam Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu Di Masa Covid Pandemi 19 juga melakukan perumusan tujuan dengan menganalisis tingkat kompetensi dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) untuk memenuhi tuntutan minimal kompetensi yang dijadikan standar nasional. adapun bentuk pemaparan perencanaan pembelajaran guru agama Hindu (2) Kendala Dari Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu di Covid Pandemi 19 DiSDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara yaitu siswa masih belum berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran, di ruangan ketika pembelajaran berlangsung siswa lebih banyak cenderung diam dan tidak mau bertanya dan ketika guru agama Hindu bertanya sebagian dari
x
IAHN-TP Palangka Raya
mereka diam sehingga Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu Di Masa Covid Pandemi 19 belum bisa berlajalan dengan baik karena siswanya cenderung fasif. Selain itu sarana dan prasara khususnya untuk agama Hindu masih belum memadai ketika melakukan praktek siswa masih menggunakan media atau alat seadanya.
JUWANTI
2021 · Thesis · Open Access
JUWANTI. 2021. Pelaksanaan Belajar Mengajar Pendidikan Agama Hindu Di SMP Negeri 1 Lahei Kabupaten Barito Utara. Skripsi Fakultas Dharma Acarya. Prodi Pendidikan Agama Hindu. Institut Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pada hakekatnya pembangunan nasional adalah untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan tujuan agama Hindu adalah untuk menuntun umat manusia dalam usaha mencapai suatu kesempurnaan jasmani dan rohani, ketentraman untuk mengatur hubungan hidup antara manusia dengan lingkungan, manusia dengan Tuhan dan manusia yang religius. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah kurang aktifnya pelaksanaan pendidikan agama Hindu dan kurang aktifnya peranan guru agama Hindu serta faktor penghambat dalam pelaksanaan pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 1 Lahei Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pendidikan agama Hindu dalam upaya meningkatkan sradha dan bhakti siswa agama Hindu di SMP Negeri 1 Lahei Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara dan faktor-faktor penghambat pelaksanaan pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 1 Lahei Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara, khususnya dalam upaya memberikan pengetahuan tentang ajaran agama Hindu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Lahei Kecamatan Lahei Kabupaten Barito berjumlah 23 orang, 1 orang guru agama Hindu dan 1 orang Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Lahei sebagai lembaga agama di Kecamatan Lahei. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yang berusaha menggambarkan hasil dari penelitian agar mudah dimengerti dan dipahami, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu prosentase. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pendidikan agama Hindu dalam upaya meningkatkan sradha dan bhakti siswa agama Hindu di SMP Negeri 1 LaheiKecamatan Lahei Kabupaten Barito mengalami hambatan dan masih belum berjalan dengan baik.
BUDI SEVENSON
2020 · Thesis · Open Access
Skripsi dengan judul Penerapan Nilai-nilai Budi Pekerti Pada Siswa Hindu Di SDN Saing Pipa Desa Kotam Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten BaritoTimur, bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan penerapan nilai-nilai budi pekerti, untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya serta untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh guru dalam menerapkan nilai-nilai budi pekerti tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data. Jenis penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan pada penelitian ini dimaksud untuk memperoleh informasi mengenai Penerapan Nilai-nilai Budi Pekerti Pada Siswa Hindu Di SDN Saing Pipa Desa Kotam Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten BaritoTimur. Penelitian ini dilakukan pada Kepala sekolah, guru Agama Hindu beserta siswa Hindu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisa, dipilih dan diolah serta direferensikan dengan metode deskriptif kualitatif.. Dari hasil analisis data maka pelaksanaan penerapan nilai-nilai budi pekerti dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Adapun metode yang digunakan disini adalah metode ceramah, pemberian tugas, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, pembiasaan, dan keteladanan. Selanjutnya pelaksanaan penerapan budi pekerti dilaksanakan dengan menekankan nilai karakter jujur, tekun, disiplin dan tanggungjawab serta melibatkan orang tua siswa, dalam proses pelaksanaan juga menggunakan metode pembiasaan, pembelajaran dan keteladanan. Kemudian faktor penghambat dalam penerapan budi pekerti yaitu: latar belakang pendidikan guru yang tidak memenuhi standar akademis, buadaya luar, pendidikan orang tua, kedisiplinan siswa serata minimnya sarana dan prasarana sekolah. upaya yang dilakukan oleh guru dalam menerapkan nilai-nilai budi pekerti yaitu membudayakan mengucapkan salam panganjali, menanamkan sipat ketulusan hati, baik, sopan, dan beretika. Kemudian memupuk sikap saling kerjasama, saling menghargai serta dengan mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan. Dari penulisan ini diharapkan bagi semua pihak agar ada upaya untuk memberikan dukungan dalam pelaksanaan penerapan nilai-nilai budi pekerti kepada siswa demi mewujudkan siswa yang baik berahlak mulia, beriman dan berprestasi.
ASAN BASRI
2020 · Thesis · Open Access
Pelaksanaan Pembelajaran.....
CAINA
2020 · Thesis · Open Access
CAINA, 2020. Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Tantulak Bala Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si. Penelitian ini menganalisis tentang nilai-nilai pendidikan dalam upacara Tantulak Bala pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kabupaten Gunung Mas, upacara Tolak Bala merupakan serangkaian kegiatan untuk mencegah dan menghindari dari berbagai macam bala serta ganguan-gangguan dari makhluk gaib peres/penyakit seperti penyakit yang datang secara tiba-tiba.. Pada dasarnya upacara ini telah menjadi tradisi yang tidak dapat ditinggalkan oleh masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang, agar selalu dilestarikan dan melasanalan upacara Tantulak Bala dengan mempersembahkan babi dan ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tata cara proses pelaksanaan upacara Tantulak Bala tentunya melalui beberapa hal seperti dasar pelaksanaan upacara, tujuan pelaksanaan upacara serta sarana dan prasarana upacara juga tata cara pelaksanaan upacara Tantulak Bala.Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Tempat penelitian ini adalah dilaksanakan di Kelurahan Tehang Manuhing yaitu dengan dipilihnya tempat penelitian ini karena mengingat upacara Tantulak Bala masih sering dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan setiap tahunnya khususnya di Kelurahan Tehang Manuhing. Dengan Teknik penentuan Informan adalah Purposive Sampling yakni Basir, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, dan tokoh masyarakat Hindu Kaharingan. Sumber data, yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif.Adapun Nilai-Nilai Pendidikan dalam Upacara Tantulak Bala Bagi Umat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, yaitu Nilai Sosial, Nilai Psikologis dan Pedagogis, Nilai Religius dan Nilai Intelektual dan Nilai Kecerdasan. Implikasi upacara ini dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia baik atau buruknya. Dampak dari pelaksanaan upacara Tantulak Bala dapat dibedakan menjadi dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif, yaitu a) Manusia dapat dijauhkan dari peres/penyakit yang dapat mengancam kehidupan manusia di dunia ini; b) Manusia dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan damai, harmonis, tentram dan sejahtera; c) Manusia tidak mengalami kesusahan dalam hidupnya; dan d) Merasakan ketenangan setelah melakukan upacara Tantulak Bala. Kemudian dampak negatif, yakni: a) Manusia merasakan tidak aman dan gelisah akibat tidak melaksanakan upacara Tantulak Bala; b) Timbulnya sebuah penyakit berasal dari segala arah yang berbeda-beda baik dari dasar air, darat dan udara; dan c) Kurangnya kerjasama umat Hindu dalam melaksanakan upacara Tantulak Bala.
LILIN ULAN DARI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK LILIN ULAN DARI, 2020 Upacara Bobantan Laman Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau (Perspektif Pendidikan Hindu) Skripsi. Staratan Satu. Fakultas Dharma Acarya. Progra Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag., M.Ag Dan Dosen Pemimbing II Suwito S.Ag., M.Si Upacara Bobantan Laman adalah yang dianggap masih memiliki nilai-nilai yang cukup relevan bagi masyarakat Desa Kubung dilaksanakan setiap tahun sekali dilaksanakan pada tanggal 7 juli oleh umat Hindu Kahringan Kabupaten Lamandau upacara Bobantan tentu memiliki makna nilai-nilai pendidikan didalamnya, Adapun rumusan masalah didalam penelitian ini adalah 1.bagaimana latar belakang pelaksanaan upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? 2. apakah makna pelaksanaan upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? 3.apakah nilai-nilai yang tekandung dalam upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? Tujuan penelitian ada tiga yaitu untuk mengetahui bagaimana latar pelaksanaan upacara Bobantan Laman di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau untuk mengetahui makna yang terkandung dalam upacara Bobantan Laman dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung di dalam upacara Bobantan Laman masyarakat Hindu Kaharigan Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Konsep yang digunakan adalah upacara Bobantan Laman teori yang digunakan yaitu teori religi,teori makna, teori fungsionalisme struktural Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode Deskriptif kualitatif, yakni suatu metode yang diharapkan mampu memberikan gambaran dari suatu proses atau kejadian maupun peristiwa yang terjadi secara faktual dan akurat mengenai suatu fenomena. Metode penelitian yang digunakan dimaksud adalah merupakan sebuah cara, hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan metode adalah : Cara yang tepat mengunakan atau melakukan penelitaian, sedangkan penelitian adalah merupakan suatu kegiatan dalam rangka mencari, mencatat, merumuskan sekaligus menganalisis sampai dengan penyusunan akhir laporan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upacara Bobantan Laman adalah merupakan wujud sradha dan bhakti kepada Sangiang Duato (Tuhan Yang Maha Esa ) Sagar bertujuan mendapatak perlindungan, hidup damai dan tentram.
WAYAN DIKA PRAMANA PHALA
2020 · Thesis · Open Access
Pendidikan berlangsung sepanjang zaman sesuai dengan perkembangan dan situasi terjadi saat ini kejadian yang luar biasa yang melanda dunia yaitu pandemi Covid-19, proses pembelajara menjadi berubah dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh dengan daring, luring dan kombinasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tujuan Penelitian, tujuan umum dan tujuan khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen, dianalisis mengunakan deskritif kualitatif. Perencanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah menyiapkan kurikulum untuk sekolah menengah kejuruan untuk kondisi khusus, silabus, kalender pendidikan, jadwal pelajaran dan RPP daring, sarana belajar daring seperti handphone android, leptop dan materi pelajaran. Perencanaan pembelajaran secara luring pada era new normal adalah menyiapkan RPP luring, materi pelajaran, sarana belajar berupa alat komunikasi seperti handphone, radio, televisi dan buku paket. perencanaan pembelajaran secara kombinasi pada era new normal adalah menyiapkan RPP kombinasi, sarana berupa jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah pendahuluan: mengucap salam, berdoa, mengisi daftra hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran melalui googleclassroom. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menggali informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Kegiatan penutup: membuat kesimpulan, melakukan refleksi, melakukan evalusi pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara luring adalah pendahuluan: berdoa, menyiapkan dan menginformasikan materi pelajaran dalam bentuk buku paket dan lembar kerja, memotivasi peserta didik.Kegiatan inti: memberikan kesempatan kepada peserta didik/orang tua untuk menanyakan hal-hal yang belum di pahami berkaitan dengan materi, tugas melalui telephone seluler penutup: berdoa setelah belajar luring.Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu sacara kombinasi adalah pendahuluan: salam, berdoa, mengisi daftar hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran melalui googleclassroom atau mengambil materi berupa buku paket, lembar kerja peserta didik kesekolah dengan jadwal yang sudah ditentukan dan memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menginformasikan, mengasosiasi, komunikasikan melalui googleclassroom/handphone. penutup: membuat rangkuman atau kesimpulan pelajaran, refleksi, mengirimkan foto hasil kegiatan lembar kerja peserta didik atau menyetorkan tugas kesekolah, evalusi pembelajaran dengan kuis atau lembar kerja peserta didik, berdoa sebelum menghakhiri pelajaran.
HANDI
2020 · Thesis · Open Access
Abstrak Handi, 2020, Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Hindu dalam Upacara Manajah Antang Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jangkang, Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Tesis Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si., Pembimbing II Dr. Ervantia Restulita. L.Sigai, SS.,M.Si. Generasi muda Hindu cenderung mengabaikan dan hanya melihat dengan sekilas pelaksanaan ritual keagamaan Hindu.Rasa keingintahuan tentang cara pelaksanaan, persyaratan upacara, sampai kepada makna atau nilai yang terkandung dalam pelaksanaan ritual keagamaan sangat sedikit. Tujuan penelitian adalah mengetahui pelaksanaan upacara manajah antang,nilai-nilai pendidikan karakter, dan implikasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam upacara itu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan analisis,tahapan upacara meliputi menentukan hari baik, menentukan lokasi, upacara manenung,manarinjet sahur, mempersiapkan sarana upacara, pelaksanaan upacara basir/pisormanawur memanggil antang.Nilai-nilai pendidikan karakter dalam pelaksanaan upacara manajah antang dilihat dari nilai pendidikan karakter religius, nilai karakter etika atau susila, dan nilai pendidikan karakter sosial.Implikasi nilai pendidikan karakter religius ialah (1) bukti nilai pendidikan karakter religius tetap dijaga dan dilestarikan; (2) menumbuhkan keyakinan dan ketaatan pada ajaran-ajaran suci Ranying Hatalla; (3)memberikan petunjuk semakin menambah keimanan masyarakat; (4) menumbuhkan keyakinan dan pemahaman akan nilai-nilai suci ajaran Hindu Kaharingan; (5) menumbuhkan keimanan dan keyakinan dalam melaksanakan upacara ritual; dan (6) simbol dari sikap religius seseorang terhadap nilai ajaran agamanya dan kepada tuhannya. Implikasi nilai pendidikan karakter etika atau susila yaitu (1) menumbuhkan kesadaran saling bergotong-royong; (2) sikap sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial; (3) terwujud ketaatan untuk tidak melanggar pantangan-pantangan; (4) menaati apa yang sudah disampaikan oleh pelaksana upacara, yaitu basir/pisor; dan (5) pelaksanaan dengan penuh kedamaian. Implikasi nilai pendidikan karakter sosial, yaitu (1) kesadaran untuk saling membantu; (2) tolong-menolong; (3) pewujudan rasa persaudaraan; (4) wajib kita penuhi sesuai dengan kemampuan yang kita miliki; (5) tidak dapat hidup sendiri; dan (6) dilakukan dengan hati yang tulus ikhlas. Kata kunci: nilai, pendidikan, karakter, manajah antang
MADE IPONG PUTRA
2020 · Thesis · Open Access
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam kehidupan manusia, sehingga banyak orang yang sudah sukses dan berhasil karena mendapatkan pendidikan yang tepat bagi dirinya. Pendidikan dapat diperoleh melalui pendidikan yang formal maupun nonformal.Pendidikan yang formal dapat melaui lembaga-lembaga sekolah yang memiliki sistem pembelajaran.Pendidikan ini merupaakan Pendidikan yang di selenggarakan di sekolah-sekolah pemerintah maupun yayasan,Studi tentang motivasi siswa dalam pembelajaran agama Hindu sangatlah berguna dan bermanfaat sekali mengingatkan dalam pendidikan agama Hindu tidak hanya materi teori tetapi juga materi bacaan kitab suci yang memerlukan metode pembelajaran seperti mendengarkan tape video maupun lainnya. Penelitian ini ada tiga permasalahan, yaitu : (1) Bagaimana studi tentang memotivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN 3 Palangka Raya? (2) Apa yang menjadi kendala kurangnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu? (3) Bagaimanakah upaya guru Agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu? . Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dikaji dengan Teori motivasi siswa, Teori Interaksionisme, Teori Konstruktivisme Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut : (1) Studi tentang motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu yaitu Menggunakan buku materi, media gambar, handphone, serta memberi contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai pelajaran yang disampaikan guna melatih imajinasi berpikir siswa. 2. Bahwa yang menjadi kendala kurangnya motivasi Belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu adalah kurangnya Ruangan Belajar yang khusus bagi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu sehingga media yang ada tidak bisa di gunakan pada saat pembelajaran pendidikan Agama Hindu. (3) Upaya Guru dalam memotivasi siswa yang pada pembelajaran pendidikan agama Hindu adalah pihak sekolah telah berupaya menyediakan media pembelajaran untuk kelancaran proses belajar, namun ruangan belum bisa memenuhi syarat dalam proses belajar mengajar sehingga akhirnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu agak kurang dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain.