Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

Betetabur Sebagai Media Komunikasi Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito utara

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Komunikasi Hindu•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK DEKA PURWILA, 2021. Betetabur Sebagai Media Komunikasi Umat Hindu di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I, Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II, I Wayan Sutarwan, S.Pd.,M.Pd. Masyarakat Hindu Kaharingan mempercayai bahwa betetabur merupakan alat atau sarana komunikasi melakukan hubungan agar apa yang ingin disampaikan dapat tersalurkan sehingga nantinya dapat tercapai melalui komunikasi. Komunikasi yang di lakukan melalui ritual Betetabur ini merupakan komunikasi nonverbal dengan roh leluhur menggunakan simbol-simbol. Mengingat pentingnya Betetabur maka penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana tahapan dalam pelaksanaan Betetabur di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Baruto Utara. (2) Bagaimanakah fungsi Betetabur di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Baruto Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Komunikasi Interpersonal dan Teori Fungsional Struktural. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan. Jenis penelitian yang dilakukan berjenis penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitlian ini berjumlah 7 orang terbagi atas 1 (satu) orang pemuka agama dan 6 (enam) orang tokok masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah : observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Tahapan dalam pelaksanaan Betetabur yaitu diawali dengan menyalakan api, walaupun ada yang menyebutkan pelaksanaan Betetabur diawali dengan mengucapkan mantra sebagai media permohonan yang diinginkan. Secara umum atau kebiasaan di Desa Payang Ara dalam pelaksanaan Betetabur pada prinsipnya menyalakan api terlebih dahulu, sebelum melanjutkan ke tahap pelaksanaan. Menyalakan api sebagai tanda bahwa ritual Betetabur akan dilaksanakan. Sedangkan simbol-simbol yang ada didalam pelaksanaan Betetabur dijadikan media oleh umat Hindu untuk berkomunikasi. Sejalan dengan teori komunikasi interpersonal yang menyebutkan bahwa komunikasi dapat dilakukan seseorang dengan orang lain Betetabur dilaksanakan antara Balian dengan alam semesta, roh leluhur dan manusia. (2) Fungsi dalam pelaksaan ritual Betetabur yaitu untuk memohon rejeki, pelindungan, keselamatan dan kesehatan. Sejalan dengan teori fungsional struktural yang menyebutkan bahwa bagian yang satu tidak dapat berfungsi tanpa ada hubungan dengan bagian yang lain, didalam pelaksanaannya Betetabur berfungsi dan terstruktur serta berhubungan satu sama lain sehingga Betetabur dapat berfungsi dengan baik guna tercapainya keharmonisan umat Hindu dengan leluhur, manusia dan alam. Kata Kunci : Betetabur, Fungsi, Komunikasi, Umat Hindu Kaharingan

Kata kunci

Betetabur, Fungsi, Komunikasi, Umat Hindu Kaharingan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Betetabur Sebagai Media Komunikasi Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito utara2021 · oai:ais:skripsi:204