Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

932 item publik

Publikasi

Halaman 4 dari 47

KOMUNIKASI PERSUASIF PENGURUS DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN ANGGOTA UKM SANGGAR PALAMPANG TARUNG IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

YULNGI
2026 · Thesis · Open Access

Yulngi, 2026 Komunikasi Persuasif Pengurus Dalam Meningkatkan Keaktifaan Anggota UKM Sanggar Palampang Tarung IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H dan Pembimbing II, Yoppie, S.Pd., M.Pd.H. Komunikasi persuasif merupakan salah satu strategi yang digunakan pengurus UKM Sanggar Palampang Tarung untuk meningkatkan keaktifan anggota melalui pemberian motivasi, ajakan, dan pendekatan personal. Meskipun demikian, sebagian anggota UKM Sanggar Palampang Tarung IAHN Tampung Penyang Palangka Raya masih menunjukkan tingkat keaktifan yang rendah dalam mengikuti kegiatan organisasi. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komunikasi persuasif yang dilakukan pengurus serta kendala yang dihadapi dalam meningkatkan keaktifan anggota. Berdasarkan latar belakang, maka pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi adalah; (1) bagaimana komunikasi persuasif yang dilakukan pengurus UKM Sanggar Palampang Tarung dalam meningkatkan keaktifan anggota di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, (2) bagaimana kendala yang dihadapi pengurus UKM Sanggar Palampang Tarung dalam meningkatkan keaktifan anggota melalui komunikasi persuasif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan teknik penentuan informan menggunakan Teknik Purposive Sampling dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori komunikasi persuasif dan (2) Teori kendala (Theory of Constraints/TOC). Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah pengurus dan anggota UKM Sanggar Palampang Tarung. Hasil penelitian ini adalah; (1) Komunikasi persuasif yang dilakukan pengurus dalam meningkatkan keaktifan anggota dilaksanakan melalui penyampaian informasi, pemberian motivasi, pendekatan personal, dan pemanfaatan media komunikasi, khususnya WhatsApp. (2) Kendala yang dihadapi pengurus dalam meningkatkan keaktifan anggota terdiri atas kendala internal dan eksternal. Kendala internal meliputi rendahnya rasa percaya diri dan motivasi sebagian anggota, sedangkan kendala eksternal meliputi kesibukan akademik, pembagian waktu, keterlibatan dalam organisasi lain, serta benturan jadwal kegiatan

Minat Belajar Peserta Didik Kelas III Di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

NANDA APRILIA
2026 · Thesis · Open Access

Nanda Aprilia, 2026. Minat belajar peserta didik kelas III Di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar IAHN-TP Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih perlunya peningkatan minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan penelitian, yaitu: (1) apa saja faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, dan (2) bagaimana upaya guru kelas dalam mendukung peningkatan minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar serta upaya-upaya yang dilakukan guru kelas dalam menumbuhkan dan meningkatkan minat belajar peserta didik kelas III Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, peserta didik, orang tua/wali, dan teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang saling berkaitan, yaitu perhatian guru, dukungan keluarga, dan suasana belajar yang nyaman. Ketiga faktor tersebut berfungsi sebagai rangsangan dari luar yang diterima individu, menimbulkan ketertarikan, serta mengubah sikap menjadi lebih aktif sesuai dengan teori minat belajar yang digunakan. Adapun upaya guru dalam meningkatkan minat belajar meliputi mengenali karakteristik dan ketertarikan peserta didik, menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami, menerapkan media dan metode pembelajaran yang bervariasi, serta menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua. Kendala yang ditemukan di lapangan berupa belum meratanya kepemilikan buku pegangan peserta didik, namun dapat diatasi melalui dukungan terpadu antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat belajar peserta didik tidak tumbuh secara alami, melainkan perlu dibangkitkan, dipelihara, dan ditingkatkan melalui rangsangan yang terencana, konsisten, serta disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia sekolah dasar.

Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka

LINA
2026 · Thesis · Open Access

Lina. 2026. Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka . Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, S.S., M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa masih pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, bertanya, maupun bekerja sama dalam kelompok sehingga pembelajaran belum berlangsung secara aktif dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV SDN 3 Palangka; dan (2) meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan Program Satu Anak Satu Peran dalam model pembelajaran kooperatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Program Satu Anak Satu Peran sebagai strategi yang diintegrasikan ke dalam model pembelajaran kooperatif sehingga setiap siswa memperoleh tanggung jawab yang jelas untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SDN 3 Palangka Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivistik sebagai landasan dalam pelaksanaan pembelajaran karena menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan kerja sama kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi siswa pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari semakin banyaknya siswa yang aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, menjalankan tanggung jawab sesuai perannya, serta berani mempresentasikan hasil diskusi. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna

Eksplorasi Pengalaman Guru dalam Mengelola Perilaku Agresif Verbal Siswa Kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya

PEBIDA SALAMIARA
2026 · Thesis · Open Access

Pebida Salamiara. 2026. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H. Pembimbing II: Roy Wentas, S.Pd., M.Pd.H. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Eksplorasi Pengalaman Guru dalam Mengelola Perilaku Agresif Verbal Siswa Kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Perilaku agresif verbal merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi pada siswa sekolah dasar. Perilaku tersebut ditunjukkan melalui tindakan mengejek, berkata kasar, membentak, serta memanggil teman dengan julukan yang tidak disukai sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran dan hubungan sosial antarsiswa. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam mengelola perilaku agresif verbal siswa kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi guru dalam proses penanganannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengelola perilaku agresif verbal melalui teguran, nasihat, pendekatan personal, pembiasaan penggunaan bahasa yang santun, keteladanan, penguatan pendidikan karakter, serta kerja sama dengan orang tua. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter siswa, rendahnya kesadaran siswa terhadap dampak ucapan, pengaruh lingkungan keluarga, teman sebaya, media sosial, serta keterbatasan waktu dalam memberikan pembinaan secara individual. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan mendukung perkembangan karakter siswa.

Analisis Peran Guru dalam Membentuk Sikap Religius Siswa Melalui Pendidikan Agama Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya

NI KOMANG NIASIN
2026 · Thesis · Open Access

Ni Komang Niasin,2026,Analisis Peran Guru Dalam Membentuk Sikap Religius Siswa Melalui Pendidikan Agama Hindu Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena belum optimalnya sikap religius siswa Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya, yang tercermin dari belum konsistennya pelaksanaan doa Tri Sandya, kurang terjaganya kebiasaan salim kepada guru, serta beragamnya kemampuan siswa dalam menghafalkan doa harian. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kajian mendalam terhadap peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam proses pembentukan sikap religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk sikap religius siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru dalam proses tersebut di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa Hindu dari kelas III hingga kelas VI. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya telah menjalankan lima peran secara terintegrasi dan berkesinambungan, yaitu sebagai educator, mentor, guide, motivator, dan evaluator dalam membentuk sikap religius siswa yang mencakup dimensi sradha, bhakti, dan sila. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama dengan orang tua, antusiasme siswa, kondisi jumlah siswa Hindu yang terbatas sehingga memungkinkan pendekatan personal yang lebih intensif, serta adanya kegiatan pembiasaan religius di sekolah. Faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, belum tersedianya ruang ibadah khusus, pengaruh lingkungan luar sekolah, serta keterbatasan pembinaan keagamaan di lingkungan keluarga. Berbagai hambatan tersebut diatasi melalui pembinaan bertahap, peningkatan koordinasi dengan orang tua, dan penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif.

FILOSOFI BATU PATAHU PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA MASAHA KECAMATAN MANDAU TALAWANG KABUPATEN KAPUAS

EKA SUSILAWATI
2026 · Thesis · Open Access

EKA SUSILAWATI, 2026. Filosofi Batu Patahu Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Masaha Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Sastra Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I : Prof Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si., D.Phil dan Pembimbing II: I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H., M.Ag. Batu patahu merupakan simbol sakral yang dipercaya memiliki hubungan dengan roh leluhur sehingga memiliki makna penting dalam kehidupan religius dan sosial masyarakat. Penelitian ini membahas: (1) mitologi batu patahu di Desa Masaha Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas, (2) fungsi batu patahu pada umat Hindu Kaharingan, dan (3) makna filosofi yang terkandung dalam batu patahu. Penelitian ini bertujuan mengetahui mitologi, fungsi, dan makna filosofi batu patahu pada umat Hindu Kaharingan di Desa Masaha. Penelitian menggunakan teori fenomenologi, fungsionalisme, dan simbol dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, dengan informan tokoh agama Hindu Kaharingan, basir, dan masyarakat Desa Masaha.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mitologi batu patahu berawal dari ditemukannya tiga batu yang diyakini memiliki kekuatan spiritual dan berkaitan dengan roh leluhur, serta disakralkan melalui pembangunan pasah patahu; (2) batu patahu berfungsi sebagai sarana ritual, penghormatan kepada leluhur, pemersatu masyarakat, pedoman etika, warisan budaya, serta mendukung moderasi beragama; dan (3) filosofi batu patahu mengandung nilai pendidikan, susila, tattwa, etika, penghormatan kepada leluhur, keseimbangan hubungan manusia dengan alam, serta keyakinan kepada Ranying Hatalla Langit sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, batu patahu tidak hanya dipahami sebagai benda fisik, tetapi juga sebagai simbol budaya dan spiritual yang mewariskan nilai-nilai kehidupan secara turun-temurun.

Pengaruh Ice breaking Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas Iva Di SDN 1 Langkai Palangka Raya

LIDIYA
2026 · Thesis · Open Access

Lidiya, 2026 Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd, Santang S.Pd., M. Hum. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengaruh Ice breaking terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian, keterlibatan, dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan ice breaking sebagai strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengurangi kejenuhan, serta meningkatkan fokus belajar siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh penerapan ice breaking terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan ice breaking terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode preexperimental melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa kelas IVA SDN 1 Langkai Palangka Raya. Teknik pengumpulan data menggunakan angket minat belajar dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas isi dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, uji normalitas, analisis N-Gain, dan uji Paired Sample t-test menggunakan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ice breaking berpengaruh signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (<0,05) sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan ice breaking efektif meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru menerapkan ice breaking secara terencana sebagai variasi pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, meningkatkan keterlibatan siswa, dan menumbuhkan minat belajar dalam proses pembelajaran

Perilaku Bulying pada Peserta Didik Kelas VA SDN 1 Menteng Palangka Raya

OKTA PIASIH
2026 · Thesis · Open Access

Okta Piasih : (2026) Perilaku Bullying Pada Peserta Didik Kelas V A SDN 1 Menteng Palangka Raya. (pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd dan pembimbing II Putu Wisnu Saputra, M. Pd) Perilaku bullying di lingkungan sekolah dasar merupakan permasalahan sosial yang serius dan memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Perilaku tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik korban, tetapi juga mengganggu perkembangan sosial dan emosional peserta didik secara keseluruhan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya fenomena perilaku bullying pada peserta didik kelas VA di SDN 1 Menteng Palangka Raya yang terjadi dalam berbagai bentuk dan belum mendapatkan penanganan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis bullying yang terjadi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying pada peserta didik kelas VA di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan lima informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru kelas VA, dan tiga peserta didik, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying yang terjadi pada peserta didik kelas VA di SDN 1 Menteng Palangka Raya mencakup tiga jenis utama. Pertama, bullying verbal yang merupakan bentuk paling dominan, diwujudkan melalui ejekan, pemberian julukan negatif, kata-kata kasar, ancaman lisan, dan ucapan yang merendahkan martabat teman. Kedua, bullying fisik yang terjadi dalam bentuk pemukulan, dorongan, tendangan, serta tindakan menyembunyikan dan merusak barang milik teman. Ketiga, bullying sosial yang terjadi dalam bentuk pengucilan, pengabaian, dan tindakan mempermalukan teman di depan umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying tersebut meliputi faktor individu, faktor keluarga, faktor teman sebaya, faktor lingkungan sekolah, serta faktor media sosial dan lingkungan digital. Kelima faktor tersebut saling berkaitan dan berinteraksi dalam membentuk pola perilaku bullying di lingkungan kelas VA.

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Mencegah Pergaulan Bebas Pada Siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang

NI PUTU VIDYA ARDIANI
2026 · Thesis · Open Access

Ni Putu Vidya Ardiani, 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Mencegah Pergaulan Bebas Pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd. H Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Pi., M.Psi., Psikolog Pergaulan bebas merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi perkembangan moral, karakter, dan perilaku peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk karakter serta membimbing peserta didik agar mampu menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang, serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan peran tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru Pendidikan Agama Hindu berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang melalui penanaman nilai-nilai ajaran Agama Hindu, pembinaan, pendampingan, serta pemberian motivasi kepada peserta didik; (2) faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru Pendidikan Agama Hindu, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), penyuluh Agama Hindu, MGMP Agama Hindu, serta pelaksanaan kegiatan pengembangan bakat dan ekstrakurikuler keagamaan; dan (3) faktor penghambat meliputi kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, serta faktor internal dari dalam diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Hindu telah dilaksanakan dengan baik, namun memerlukan dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat agar upaya pencegahan pergaulan bebas dapat berjalan secara optimal.

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Dalam Pembiasaan Karakter Gemar Membaca Pada Siswa Kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya

GITA ANDIN SATIVA
2026 · Thesis · Open Access

ativa, Andin, Gita, 2026. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Dalam Pembiasaan Karakter Gemar Membaca Pada Siswa Kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. I Wayan Dana, S.Pd.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd. Rendahnya karakter gemar membaca pada siswa sekolah dasar masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya yang ditunjukkan oleh belum optimalnya kebiasaan membaca, rendahnya pemanfaatan perpustakaan dan pojok baca, serta masih terbatasnya variasi bahan bacaan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta mendeskripsikan dampak implementasi Gerakan Literasi Sekolah terhadap pembiasaan karakter gemar membaca pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan sembilan informan, terdiri atas kepala sekolah, wali kelas V, kepala perpustakaan, dan enam siswa kelas V. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya telah dilaksanakan dengan baik melalui pembiasaan membaca selama 15-30 menit sebelum pembelajaran dimulai, pemanfaatan pojok baca, perpustakaan sekolah, serta berbagai kegiatan literasi yang dilakukan secara rutin. Faktor pendukung implementasi Gerakan Literasi Sekolah meliputi komitmen kepala sekolah, keterlibatan guru, pembiasaan membaca yang dilakukan secara konsisten, serta tersedianya perpustakaan dan pojok baca. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi keterbatasan variasi koleksi buku bacaan, belum optimalnya sarana pendukung literasi, dan masih adanya sebagian siswa yang memiliki minat membaca relatif rendah. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat, frekuensi, dan kebiasaan membaca siswa, meningkatkan kemampuan memahami bacaan, memperkaya kosakata, meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan kembali isi bacaan, serta membentuk karakter gemar membaca pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya.

Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab pada Peserta Didik Kelas IV Di SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya

MARIA GEBI PERTAMA
2026 · Thesis · Open Access

Maria Gebi Pertama, 2026 :Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Pada Peserta Didik Kelas IV Di SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H., Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, SS.,M.Hum Pendidikan karakter merupakan bagian integral dari pembentukan kepribadian peserta didik di sekolah dasar, namun masih banyak ditemukan permasalahan seperti kurangnya disiplin waktu, ketidakteraturan dalam mengerjakan tugas, dan rendahnya kesadaran tanggung jawab di kalangan siswa kelas IV SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab pada peserta didik kelas IV serta upaya guru dalam mengimplementasikannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur kepada kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa, serta analisis dokumentasi seperti RPP dan tata tertib sekolah yang dilaksanakan selama Oktober–November 2025 di SDN 4 Palangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan karakter disiplin dilakukan melalui pembiasaan kedatangan tepat waktu, keteladanan guru, dan integrasi dalam kegiatan pembelajaran, sementara karakter tanggung jawab dibangun lewat tugas piket kelas, penyelesaian PR tepat waktu, dan pendampingan teman; meskipun perilaku siswa sebagian besar positif, masih terdapat kendala berupa ketidakkonsistenan sebagian siswa yang dipengaruhi lingkungan keluarga. Guru menerapkan strategi keteladanan, nasihat edukatif, dan kerja sama dengan orang tua sebagai faktor pendukung utama. Disimpulkan bahwa pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab telah berjalan efektif namun memerlukan penguatan berkelanjutan; implikasinya adalah perlunya integrasi nilai karakter secara holistik dalam kurikulum sekolah dasar untuk membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Kreativitas Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik

MUSROFA TRIANA
2026 · Thesis · Open Access

Musrofa Triana 2026 : Kreativitas Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si., Pembimbing II : Heri Kusuma Tarupay, SS.,M.Hum. Skripsi ini membahas tentang kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi media pembelajaran yang menarik, pemberian pujian dan penghargaan, serta penciptaan suasana belajar yang nyaman, aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru kelas IV sebagai informan utama, kepala sekolah, dan peserta didik sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik dilakukan melalui penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, pemanfaatan media pembelajaran yang menarik, pemberian pujian dan penghargaan, serta penciptaan suasana belajar yang positif. Kepala sekolah memberikan kebebasan kepada guru untuk berinovasi dalam memilih metode strategi, dan media pembelajaran selama tetap mengacu pada tujuan pembelajaran dan kurikulum yang berlaku. Sekolah juga memberikan motivasi dan supervisi akademik secara berkala untuk membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran. Kreativitas guru tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang terlihat dari keaktifan, antusiasme, keberanian bertanya dan menjawab pertanyaan, serta kesungguhan dalam menyelesaikan tugas.

Keterampilan Komunikasi Terhadap Public Speaking Mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

AMISA ADELIA STEPANI
2026 · Thesis · Open Access

Public speaking merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu dalam mendukung kegiatan akademik maupun persiapan memasuki dunia kerja. Namun, kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Tampung Penyang Palangka Raya belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan komunikasi terhadap public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya serta mengukur besarnya pengaruh yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana menggunakan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu, yang mengindikasikan bahwa semakin baik keterampilan komunikasi yang dimiliki mahasiswa maka semakin tinggi pula kemampuan public speaking-nya. Pengaruh tersebut dibuktikan melalui nilai signifikansi sebesar 0,001 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Adapun kontribusi keterampilan komunikasi terhadap public speaking sebesar 27,3% sedangkan 72,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini seperti kepercayaan diri, penguasaan materi, kemampuan storytelling dan pengalaman berbicara di depan umum. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan keterampilan komunikasi perlu menjadi perhatian dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas public speaking mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Tampung Penyang Palangka Raya.

Peran Pasraman Parawei dalam Pembiasaan Kegiatan Keagamaan Hindu Kaharingan pada Anak Pasraman di Desa Petaк Ваhandang Кесамatan Kurun Kebupaten Gunung Mas

LILIS SRIANI
2026 · Thesis · Open Access

Lilis Sriani, 2026. Peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kec. Kurun Keb. Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H, Pembimbing II, Megawati, S., Pi.M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang peran Pasraman Parawei dalam pembiasan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kebupaten Gunung Mas. Fenomena yang terjadi di lapangan ditemukan masalah, yakni terdapat adanya anak Pasraman yang belum terbiasa dalam pembiasaan kegiatan keagamaan. Berdasarkan dari latar belakang penelitian ini mengkaji tentang: 1). Bagaimana peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. 2). Apa faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. 3). Bagaimana dampak peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, mendeskripsikan dan menganalisis peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. Untuk mengkaji secara mendalam rumusan masalah dikaji menggukan Teori Peran dan Humanistik. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan pendekaan kualitatif. Teknik penetuan informan yang digunakan yaitu Porposive. Teknik analisis data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Ketua Pasraman, Guru Pasraman, Siswa Pasraman dan Orang tua siswa/siswi Pasraman Parawei. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penerikan kesimpulan. Berdasarkan dari penelitian dan analisis dengan menggunakan Teori Peran dan Humanistik, ditemukan bahwa, Pasraman Parawei mempunyai peran dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan, dalam membentuk karakter religius, Pendidikan Agama Hindu, Penguatan Sradha dan Bhakti dan Pengembangan Kreativitas dan Keterampilan pada Anak Pasraman. Pasraman Parawei dalam perannya dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman, mempunyai faktor pendukung dan penghambat, faktor pendukung yaitu, dukungan orang tua dan dukungan Guru Pasraman. faktor penghambat yaitu, siswa kurang aktif, kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya kedisiplinan siswa, dan perilaku siswa yang beragam. Pasraman Parawei dalam peran pembiaasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan mempunyai dampak yakni, membentuk karakter anak Pasraman, meningkatkan Sradha dan Bhakti anak Pasraman, dan mengembangkan kretivitas dan keterampilan anak Pasraman

Fenomena Perubahan Sikap Mahasiswa Dalam Proses Perkuliahan Pada Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-Tampung Penyang Palangka Raya

RIRA MARGARETA
2026 · Thesis · Open Access

Rira Margareta.2026.Fenomena Perubahan Sikap Mahasiswa Dalam Proses Perkuiahan Pada Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHNTampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I Dr I Gede Dharman Gunawan, SH. M.Pd.H Pembimbing II Megawati S.Pi.,M.Pd.H Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena perubahan sikap mahasiswa dalam proses perkuliahan pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu IAHN-Tampung Penyang Palangkaraya, meliputi bentuk perubahan sikap serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam perspektif Etika Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada mahasiswa dan dosen, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sikap mahasiswa dalam proses perkuliahan bersifat dinamis, yaitu mengarah pada perubahan positif dan negatif. Perubahan positif terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri, keaktifan dalam diskusi, dan kemandirian belajar. Sedangkan perubahan negatif ditunjukkan dengan menurunnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sikap mahasiswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi penurunan motivasi belajar, kurangnya kesadaran diri, kondisi psikologis seperti stres akibat beban tugas, serta rendahnya pengendalian diri. Faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pertemanan, metode pembelajaran dosen, lingkungan keluarga, dan beban akademik. Perspektif Etika Hindu, perubahan sikap mahasiswa berkaitan dengan penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha, Sad Ripu, dan Tri Mala. Perubahan sikap yang positif mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbuatan, sedangkan perubahan negatif menunjukkan belum optimalnya pengendalian diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembinaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sikap mahasiswa agar sesuai dengan nilai-nilai etika Hindu

Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Di SDN-4 Menteng Palangka Raya

CERI
2026 · Thesis · Open Access

Ceri, 2026. Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SDN-4 Menteng Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Pranata, S.Pd., M.Si, Pembimbing II, Megawati, S.PI., M.Pd.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN-4 Menteng Palangka Raya. Siswa terlihat kurang semangat, kurang aktif, dan masih malu untuk menjawab pertanyaan maupun tampil di depan kelas. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang belum optimal dan kurang bervariasi sehingga siswa cepat merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III di SDN-4 Menteng Palangka Raya melalui penerapan media gambar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas empat tahapan dalam setiap siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 4 siswa kelas III yang beragama Hindu di SDN-4 Menteng Palangka Raya. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase dengan rumus P = (F/N) × 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar secara bertahap melalui dua siklus berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada kondisi awal sebelum tindakan, motivasi belajar siswa masih berada pada kategori Cukup dan Kurang. Setelah diterapkannya media gambar hitam putih pada Siklus I, rata-rata persentase motivasi belajar siswa mencapai 68,75% dengan 2 siswa (50%) berkategori Baik, namun indikator keberhasilan belum tercapai. Pada Siklus II, guru melakukan perbaikan dengan mengganti media gambar hitam putih dengan media gambar berwarna sehingga rata-rata persentase motivasi belajar siswa meningkat menjadi 88,75% dengan seluruh siswa (100%) mencapai kategori Baik berdasarkan 4 kriteria penilaian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Kurang, Cukup, dan Baik, Sangat Baik. Indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan, yaitu minimal 75% siswa dengan kategori Baik, telah tercapai pada Siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar, khususnya media gambar berwarna, merupakan upaya guru Agama Hindu yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN-4 Menteng Palangka Raya.

Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Langkai Palangka Raya

YUNIE
2026 · Thesis · Open Access

Yunie, 2026. Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV Di SDN 1 Langkai Planagka Raya. Pembimbing (I) Dr. I Wayan Dana,S.Pd., M.Si Pembimbing (II) Ayu Fitriana, M.Pd Disiplin dalam belajar merupakan faktor krusial yang membantu siswa untuk tetap belajar secara teratur di sekolah. Saat siswa memiliki disiplin yang tinggi, mereka akan lebih cepat memahami materi pelajaran. Pengamatan menunjukkan bahwa variasi tingkat kedisiplinan siswa kelas IV diduga memengaruhi hasil belajar dalam mata pelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa signifikan pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini sekaligus menjadi sampel jenuh (total sampling) yang melibatkan 27 siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Data diperoleh melalui kuesioner dan dokumen nilai raport, kemudian dianalisis dengan regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi. Hasill penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata skor angket disiplin belajar siswa berada di angka 48,56 (kategori tinggi) dan rata-rata skor hasil belajar IPAS mereka mencapai 80,00 (kategori baik). Dengan menggunakan uji t, diperoleh t hitung sebesar 10,631 yang jauh melebihi t tabel yaitu 2,060, serta nilai Sig. (2-tailed) 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hasil pengujian koefisien determinasi juga menunjukkan bahwa disiplin belajar berkontribusi sebesar 81,9% terhadap hasil belajar IPAS siswa, sementara 18,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Pengaruh Penggunaan Media Papan Bilangan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V.A Pada Mata Pelajaran Matematika Di SDN 2 Menteng

SULTEMA
2026 · Thesis · Open Access

Sultema, 2026. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H, Putu Wisnu Saputra, M.Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penggunaan Media Papan Bilangan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V.A Pada Mata Pelajaran Matematika Di SDN 2 Menteng Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan media papan bilangan terhadap hasil belajar siswa kelas V.A pada mata pelajaran Matematika materi KPK dan FPB di SDN 2 Menteng. Hasil belajar siswa masih belum optimal sehingga penggunaan media papan bilangan diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media papan bilangan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V.A di SDN 2 Menteng. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan 23 siswa kelas V.A SDN 2 Menteng. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji hipotesis Wilcoxon Signed-Rank, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 69,35, sedangkan rata-rata nilai posttest sebesar 83,70, sehingga terjadi peningkatan hasil belajar setelah penggunaan media papan bilangan. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikan kurang dari 0,05 sehingga data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon SignedRank yang memperoleh Z = -4,284 dengan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05). Hasil analisis N-Gain sebesar 0,5386 menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media papan bilangan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa

Hubungan Minat Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SDN 2 Menteng Palangka Raya

JEFRI
2026 · Thesis · Open Access

JEFRI, 2026. Hubungan Minat Belajar Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SDN 2 Menteng Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. I Wayan Dana, S.Pd.,M.Si Pembimbing (II) Dedy Arianto Bannus, S.Pd., M.Ed Hasil belajar matematika merupakan indikator keberhasilan pembelajaran yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya minat belajar. Minat belajar yang baik diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sehingga mendukung hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar, hasil belajar matematika, serta mengetahui hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas III SDN 2 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional (ex post facto). Populasi penelitian berjumlah 55 siswa dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar dan dokumentasi nilai ulangan harian matematika, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman Rank dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata 44,29, sedangkan hasil belajar matematika memiliki rata-rata 60,64. Uji Spearman Rank memperoleh koefisien korelasi sebesar 0,218 dengan nilai signifikansi 0,111 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas III SDN 2 Menteng Palangka Raya. Temuan ini menunjukkan bahwa minat belajar bukan merupakan satu-satunya faktor yang berkaitan dengan hasil belajar matematika sehingga terdapat faktor lain di luar variabel yang diteliti.

Pengaruh Penggunaan Media Papan Pengetahuan Terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya

GRESTI VIONAE
2026 · Thesis · Open Access

Gresti Vionae, 2026. pengaruh penggunaan media papan pengetahuan terhadap minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Menteng. Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka raya. Pembimbing I Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 1 Menteng. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat belajar siswa yaitu dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan interaktif, seperti media papan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media papan pengetahuan terhadap minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Menteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode preexperimental dan desain one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di kelas IV A SDN 1 Menteng pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 27 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket minat belajar. Data penelitian dianalisis menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 31 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media papan pengetahuan terhadap minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Menteng. Hal tersebut dibuktikan berdasarkan hasil uji-t berpasangan yang memperoleh nilai signifikansi sebesar <0,001 lebih kecil dari 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Penggunaan media papan pengetahuan membuat siswa lebih aktif, antusias, serta lebih tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran IPAS. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media papan pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Menteng.