Ritual Bebukung Pada Upacara Kematian Di Desa Teluk Bayur, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan (Perspektif Hukum Hindu)
Ritual Babukung Merupakan suatu tradisi turun temurun dari nenek moyang dari jaman dahulu
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Ritual Babukung Merupakan suatu tradisi turun temurun dari nenek moyang dari jaman dahulu
ABSRAK ETRIANA, 2021: Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 Dalam Aspek Etika Dan Keterampilan Dalam Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Rungan. Skripsi Fakulas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Hendri S.Ag., M.Si dan pembimbing II Lamri S.Pd., M.Pd.H. Panaturan terdapat beberapa Pasal salah satunya Pasal 41 “Bawi Ayah Hadurut Bara Lewu Telu Nanturung Pantai Danum Kalunen” dalam Pasal ini menceriakan Bawi Ayah turun ke Pantai Danum Kalunen untuk mengajarkan keturunan anak cucu Raja Bunu bagaiman membuat sarana prasarana upacara dari yang terkecil sampai yang terbesar sampai mengajarkan bagaimana bertingkah laku yang baik dan benar, dengan begitu keturunan Raja Bunu tidak akan lupa ajaran yang disampaikan oleh Ranying Hatalla kepada mereka. Namun bersadarkan fenomena di lapangan masih ada kendala dalam implementasi dalam ajaran panaturan pada Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan. Berdasarkan latar beakang tersebut, maka penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan di bahas anatara aian, (1) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika di pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Negeri 1 Rungan? (2) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan? (3) Apakah yang menjadi kendala implementasi ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan? Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, teknik penentuan informan yang di gunakan adalah purposive sampling ynag terdiri dari 6 orang narasumber. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data data diakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasl penelitan ynag dilakukan maka dapatkan hasil bahwa: (1) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika di pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) Tatacara Bicara, (b) Tingkah Laku dan (c) Sopan Santun. (2) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) pembuatan sarana basarah dan (b) pembuatan ketupat. (3) Apakah yang menjadi kendala implementasi ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) Kurang Paham Bahas Sangiang Yang Ada Di Dalam Panaturan, (b) Kehadiran Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan (c) Kurang Bahan Praktek.
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang strategi pembinaan karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang Kecamatan Basarang (perspektif pendidikan agama Hindu). Strategi pembinaan karakter siswa Hindu yang berdasarkan pada ajaran agama Hindu saat ini sangatlah diperlukan untuk menghindari siswa Hindu berperilaku menyimpang. Ini dilakukan sekali gus untuk sebuah kelestarian nilainilai etika dan susila dalam ajaran agama Hindu, guna mencapai tujuan hidup dalam agama Hindu itu sendiri yaitu “Moksartham Jagadhita Ya Ca Ithi Dharma”. Penelitian ini terfokus pada strategi pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang dengan rumsan masalah: 1) Strategi pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang Perspektif Pendidikan Agama Hindu, 2) Faktor penghambat pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang, 3) Upaya yang dilakukan dalam pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang. Adapun teori yang digunakan menganalisis permasalahan tersebut adalah teori fungsionalisme, teori pembelajaran, teori tingkah laku. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi dokumen. Hasil penelitian ini ada beberapa : Pertama, strategi pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang yaitu; 1) Dharma agama; Praktek keagamaan seperti mejejaitan, mekidung, pembacaan sloka weda, tiga jenis berperilaku seperti asih, punia dan bhakti. 2) Dharma Negara; dapat dilaku dengan menanamkan siskap kepatuhan dan tunduk kepada Negara baik terhadap tugas, hak, kewajiban, sebagai siswa atau pun sebagai warga Negara termasuk dalam pengertian seluas-luasnya. Kedua, faktor penghambat pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang yaitu; 1) faktor diri siswa, seperti adanya tekanan dari dalam diri seperti intelegensi, perhatian, minat belajar yang kurang, sikap terhadap belajar, motivasi diri, dan kurang percaya diri. 2) faktor dari tenaga pendidik, seperti, sistem komunikasi pendidik yang kurang baik, dan beban psikologis, kepercayaan emosi keagamaan, kurang memberikan perhatian pada proses pembinaan, tidak memiliki bakat dan kematangan dan ketidak siapan pendidik. (3) faktor dari orang tua, seperti; faktor relasi yang tidak baik antara orang tua dengan anak, Suasana rumah yang tegang, ribut dan sering terjadi cekcok, orang tua bermasalah. Ketiga, upay yang dapat dilakukan seperti: 1) Upaya siswa; meningkatkan intelegensi, minat, perhatian, rajin belajar, mengasah kemampaun, dan kecerdasan intelektual. 2) Upaya tenaga pendidik; memperhatikan sistem pembinaan, isi materinya, kesediaan media atau sumber dan penilian. 3) Upaya orang tua siswa; motivator, fasilatator, mediator, dan memperhatikan pendidikan anaknya. (4) Upaya lembaga; mengorganisasikan lingkungan sekolah, menyiapkan program pembinaan, bahan pelajaran, model pembinaan, sarana dan prasarana pembinaan, pencegahan tradisi kekerasan, dan meningkatkan rasa simpati dan empati, penerapan kebijakan pendidikan agama Hindu yang ditanamkan sejak dini. (5) Sad dharma; seperti dharmawacana, dharmagita, dharmatula, dharmayatra, dharmasadhana, dharmasanti.
SUSANTIE, 2021. Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah BagiUmat Hindu Kaharingan Di Desa Tangkahen Kabupaten PulangPisau. Tesis Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Agama Hindu Program Pascasarjana IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil, Pembimbing II Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag.,Ph.D. Tesis ini mengkaji Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah BagiUmat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Fenomena yang terjadi, belum terkelola dengan baik dan maksimal peninggalan dari Bawi Ayah yang ada di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Berdasarkan uraian tersebut masalah yang dikaji adalah : 1. Bagaimanakah tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 2. Apa makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 3. Apa nilai pendidikan yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi pendidikan agama Hindu di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian ini, untuk mengkaji dan menggali pengetahuan tentang tata kelola keberadaan peninnggalan Bawi Ayah, makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah dan nilai pendidikan peninggalan Bawi Ayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan adalah secara Purposive. Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan menggunakan teori manajemen analisis sistem, teori fungsionalisme struktural dan teori kebudayaan. Dari hasil penelitian ini memperoleh hasil bahwa perlunya tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau, melalui berbagai tahap perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Peninggalan dari Bawi Ayah memiliki makna yang terkandung didalamnya dan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada peninggalan tersebut
Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan merupakan salah satu lembaga yang berada di suatu desa tertentu dibawah pimpinan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan yang berada di Kecamatan, fungsinya sebagai suatu wadah organisasi keagamaan yang berfungsi untuk membentuk para generasi muda Hindu Kaharingan yang beriman,cerdas,bijaksana dan mampu berdaya saing. Pelaksanaan Basarah merupakan salah satu program kerja Majelis Kelompok dalam memotivasi pemuda Hindu Kaharingan di Desa Jangkit. Namun fakta yang terjadi di lapangan motivasi pemuda untuk mengikuti persembahyangan Basarah masih sangat minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan di bahas antara lain: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas? (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas? (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mendapatkan data tentang program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk memahami peranan Majelis Kelompok dalam dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. (3) Untuk memahami kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah pemuda dan mampu memberikan solusi serta masukan kepada Majelis Kelompok agar dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional,teori peran, dan teori humanistik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis adalah cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah : (a) Pelaksanaan Basarah Umum (b) Pelaksanaan Basarah Keluarga (c) Pelaksanaan Pembangunan. (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Pembinaan (b) Upacara. (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Faktor Kesibukan (b) Faktor Usia (c) Kurangnya Kesadaran Diri.
Rama Saputra, 2021. Peranan GuruParaman Dalam Meningkatkan Minat Basarah di Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP) palangka Raya. Pembimbing ( I ) Suryanto, S.Pd.,M.Pd, Pembimbing ( II ) Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Penanaman nilai-nilai Sraddha dan Bhakti agama Hindu dapat diselenggarakan dalam bentuk pasraman melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. Penelitian ini berfokus mengungkap peranan guru pasraman nonformal dalam meningkatkan minat siswa melakukan Bhakti berupa peribadatan Basarah pada umat Hindu Kaharingan. Di dalam Pasraman Penyang Hinje Simpei adapun yang melatar belakangi rumusan masalah terdapat 3 Masalah, malasah yang ( 1 ) Bagaimanakah Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ? ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ? (3)Apa Upaya yang dilakakukan oleh Guru Pasraman Penyang Hinje Simpei Untuk meningkatkan Minat Basarah Siswa di Pasraman Penyang Hinje Simpei. Penulisan ini bertujuan : ( 1 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan Bagaimana Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa Di Desa Tarantang kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. ( 2 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan apa kendala Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Tarantang Kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. (3) untuk mengetahui mendiskripsikan Upaya yang dilakukan Guru untuk meningkatkan minat Basarah Siswa Teori yang di gunakan untuk penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Behaviorisme menekankan hanya pada hal-hal yang dapat diobservasi secara kasat mata, maka teori ini memandang proses belajar yang alami oleh manusia oleh kondisi stimulus ( S ) dan respon ( R ). Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Penyang Hinje Simpei di Desa Tarantang Kecamatan Mnatangai Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan terdiri dari 13 orang , yang menjadi instrumen penelitian adalah penelitian sendiri. waktu yang di gunakan untuk penelitian ini kurang lebih 1 ( satu ) bulan di mulai dari tanggal 22 april s/d 24 Mei 2021 untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Bagaimanakah Peran Guru dalam meningkatkan Minat Basarah siswa Pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) memberikan siswa Motivasi ( b ) 10 IAHN-TP Palangka Raya memberikan dorongan ( c ) menyediakan fasilitas ( d ) mengajarkan siswa membuat sarana prasarana ( e ) latihan yoga dan ( F ) latihan menari ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) kurangnya minat siswa dalam mengikuti ibadah Basarah ( b ) kurangnya dorongan dari orang tua ( c ) malas ( d ) minimnya pengetahuan tentang Agama ( d ) jarak dan kurang termotivasi. ( 3) Apa upaya yang dilakukan Guru dalam meningkatkan minat Basarah siswa (a) memberikan motivasi (b) memberikan pembelajaran yang menarik (c) memberikan nasehat (d) memberikan kepercayaan kepada siswa (e) memberikan Bimbingan ke siswa.
ABSTRAK BRILLIANA PUTRI, 2021. berjudul Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu SMA Negeri 1 Pasak Talawang Di Desa Jangkang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Mitro,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si . Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peranan penting karena bertindak sebagai pengelola dan pelaksana interaksi belajar mengajar. Guru tidak hanya dituntut menyusun perencanaan pengajaran dan mentransfer pengetahuan atau isi pelajaran yang disajikan kepada para siswanya, tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan terkandung dalam materi pelajaran yang disajikan. Adapun tujuan penelitian yaitu 1) Untuk mengetahui pelaksanaan, kendala dan upaya dalam pembelajaran agama Hindu SMA Negeri 1 Pasak Talawang, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Pasak Talawang. Hasil penelitian Guru agama Hindu menyusun RPP dan Silabus yang mengacu kepada kurikulum K 13, wajib diperiksa dan ditanda tangani oleh kepala sekolah, guru selalu menyampaikan penganjali umat Om Swasty Astu dan Tabe salamat Lingu Nalatai salam sujud karendem malempang, di buka dengan doa bersama dilakukan bergiliran oleh siswa agama Hindu. Pelaksanaan apersepsi hanya dilakukan kadang-kadang saja, Metode yang sering digunakan adalah metode ceramah, kadang-kadang dengan metode Tanya jawab, pelaksanaan Post tes kadang-kadang dilakukan oleh guru, lebih sering memberikan pekerjaan rumah. Akhir pokok bahasan selalu mengadakan evaluasi, Selanjutnya mengadakan tes tengah semester sesuai dengan jadwal. Kemudian tes akhir semester dilakukan serentak sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan oleh sekolah. Hasil tes yang disampaikan kepada siswa dilakukan pada tengah semester. Kendala yang dihadapi yaitu buku paket pelajaran pendidikan agama Hindu yang terbatas, guru agama Hindu yang bukan basicnya dari pendidikan agama Hindu, Ruangan belajar agama yang terbatas, Sarana dan prasarana penunjang pembelajaran yang berbasis IT terbatas, Sarana dan prasarana untuk praktek persembahyangan basarah tidak ada. Upaya yang dilakukan dapat simpulkan sebagai berikut: Memfoto copy buku paket yang dimiliki oleh guru agama Hindu, mengusulkan diangkat guru agama Hindu yang definitive sesuai dengan pendidikan guru agama Hindu kepada pihak terkait, sekolah menyiapkan anggaran untuk pengadaan buku paket dan perlengkapan sarana dan prasaranan praktek persembahyangan, Mengusulkan penambahan ruangan belajar bagi siswa, Kata Kunci:Pelaksanaan, Pembelajaran, Agama Hindu
Nandoe, Fran. 2021. Implementasi Metode Ceramah Dalam Proses Pembelajarang Daring Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Putu Widyanto, S.Pd., M.Pd.H dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji implemnetasi metode ceramah dalam proses pembelajaran daring pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-4 Palangka Raya. Implementasi merupaka kebijakan yang dilakukan oleh guru untuk menerapkan suatu ide, gagasan, kebijakan yang akan diambil untuk mencapai proses pembelajaran yang diingkan. Metode ceramah merupan pilihan yang diambil guru agama sebagai metode didalam proses penyamapaian materi pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di masa pandemi covid-19 dengan system pembelajaran daring. Pembelajaran daring merupakan salah satu alternatif yang diambil oleh pemerintah dalam hal penyelenggaran pelaksanaan pembelajaran di masa pandemic covid-19 yang sedang melanda Indonesia dan pada khususnya berdampak pada dunia Pendidikan. Berdasarkan latar latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang (1) Bagaimanakah implementasi metode ceramah dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya. (2) Bagaimanakah upaya guru mengefektifkan metode ceramah dalam proses pembelajaran daring pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya agar dapat berjalan efektif . Dalam penelitian ini menggunkan metode kualitatif. Penentuan informan Teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu : pengumpulan data, reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori behaviorisme dan kognitivisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa (1) implementasi metode ceramah dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya telah diterapkan oleh guru agama Hindu didalam proses pembelajaran, penerapan ini meliputi persiapan yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan meberikan intruksi kepada seluruh guru bidang studi, perisapan yang dilakukan oleh guru bidang studi pendidikan agam Hindu dengan mempersiapkan perangkat bahan ajar berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (RPP-JJ, pelaksanaan pembelajaran daring, dan melakukan evaluasi hasil belajar, komponen tersebut dilakukan untuj melihat penerapan implementasi metode ceramah dalam pembelajaran daring; (2) Upaya yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah, guru dan siswa mengefektifkan proses pembelajaran daring yaitudengan saling bersinergi agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan antara lain, bahwa didalam menerapkan metode ceramah dalam pembelajaran daring pada pelajaran pendidikan agama Hindu, seorang guru harus memiliki kemampuan untuk mengemas pembelajaran.
Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia Pendidikan Awalnya Proses Pembelajaran tatap muka diganti dengan Proses Pembelajaran Daring sesuai dengan Surat Edaran Kemendikbud agar segala kegiatan diganti menjadi Work From Home. Rumusan Masalah Bagaimana Implementasi Pembelajaran Daring untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya, dan dampak implikasi pembentukan karakter kedisiplinan Siswa dalam Pembelajaran Daring di SMP Isen Mulang Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi Pembelajaran daring di SMP Isen Mulang Palangka Raya, untuk memahami,mengetahui dan mengkaji dampak Implikasi pembentukan karakter siswa selama pelajaran daring di SMP Isen Mulang Palangka Raya dari Subjek Penelitian yaitu Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan siswa beragama Hindu di SMP Isen Mulang palangka Raya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Metode pengumpulan data adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi, dianalisis menggunakan Pendekatan deskriptif kualitatif.Teori yang digunakan yaitu teori Perilaku (Behavioristik) dan Teori Motivasi. Hasil Penelitian Implementasi Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk disiplinan siswa di SMP Isen Mulang pada masa pandemicovid-19adalah guru membuat RPP-PJJ dan menyiapkan materi berupa PPT dan video lalu dibagikan kepada siswa melalui aplikasi google meeting pada google classroom. Untuk memudahkan siswa mengetahui adanya tugas di google classroom, guru menginformasikannya melalui pesan whatsapp. Setelah siswa mengerjakan tugas yang diberikan, maka guru akan mendisiplinkan siswa melalui ketepatan waktu siswa dalam mengumpulkan tugas, serta kehadiransiswa selama pembelajaran daring berlangsung di terapkan di SMP Isen Mulang Palangka Raya, guru juga melaksanakan evaluasi atau penilaian dengan melakukan atau memantau adanya perkembangan siswa biarpun di masa pendemi seperti ini dan guru juga langsung mengambil tindakan yaitu dengan memberikan tugas dan memberikan sikap spiritual yang dapat dilakukan di rumah kepada siswa. Karakter/sikap yang harus dijalankan sesusai kurikulum dan ketentuan yang ada karena secara keseluruhan sangat berperan penting pada generasi muda dalam mengembangkan kemampuan, akademik, psikologis dan sosial dalam meningkatkan kesadaran pada siswa.
JENDEFRI B. 2021. Nilai-Nilai Upacara Nutui Kanen Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan Pembimbing I. Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. I Gede Dharman Gunawan Skripsi ini mengkaji Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Nutui kanen Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan. Bangsa Indonesia merupakan masyarakat majemuk, yang terdiri dari berbagai suku dan bahasa, salah satunya adalah masyarakat Hindu Kaharingan yang ada di Kalimantan Tengah. Masyarakat Hindu Kaharingan mempunyai tradisi yang sudah diwariskan secara turuntemurun dari nenek moyang terdahulu seperti Upacara Nutui kanen berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah yang diangkat penulis yaitu: 1. Bagaimana pelaksanaan upacara Nutui Kanen Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan?, 2. Apakah fungsi pelaksanaan upacara Nutui Kanen Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan?, 3. Bagaimana NilaiNilai Pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan?. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif. Jenis sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik Purposive. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian yaitu pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian yang diperoleh yaitu Upacara Nutui Kanen terdiri dari tahap persiapan, waktu pelaksanaan Upacara Nutui Kanen tahap pokok pelaksanaan upacara Nutui Kanen dan tahap akhir dari upacara Nutui kanen. Bahwa upacara Nutui Kanen adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mengantarkan roh menuju watang katui/gunung lumut atau sorga. Nilai-nilai pendidikan agama Hindu yaitu nilai pendidikan Tattwa, nilai pendidikan Etika dan nilai pendidikan Upacara.
ABSTRAK WIDIYA, 2021. Eksistensi Museum Balanga Dalam Pengembangan Pariwisata Budaya Dan Keagamaan Di Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D dan Pembimbing II: I Made Puspe, S.Ag., M.Pd.H Museum Balanga memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian tradisi yang dapat menjadi wadah pembelajaran kebudayaan Suku Dayak yang mayoritasnya mendiami wilayah Kalimantan Tengah. Selain itu Museum Balanga tidak hanya sebagai tempat merawat dan penyimpanan benda-benda bersejarah warisan budaya tetapi juga dapat memberikan informasi yang positif mengenai benda bersejarah, serta budaya dan sumber daya alam di lingkungan Suku Dayak. Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin pesat Museum Balanga harus memiliki pengelolaan yang baik dalam proses pengembangannya. Untuk itu diperlukan suatu manajemen yang bisa memperbaiki dan membangun museum, supaya dapat menarik wisatawan maupun pengunjung museum agar dapat mengenal dan mempelajari sejarah yang ada di dalam Museum Balanga. Dilihat dari pembahasan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana Peran dan Fungsi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan di Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana Strategi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Teori Peran dan 2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pertama Peran Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berperan sebagai daya tarik wisatawan, ikon Kota Palangka Raya, dan sebagai pendukung perkembangan pariwisata, kedua Fungsi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berfungsi sebagai pendidikan, komunikasi, dan tempat merawat dan melindungi benda-benda bersejarah, dan yang ketiga Strategi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan yaitu Museum Balanga melakukan promosi dan pengelolaan yang dilaksanakan dan diterapkan dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan di Kota Palangka Raya. Kata Kunci : Eksistensi, Museum Balanga, Pengembangan Pariwisata
EKA RESIANA, 2021. Implementasi pendidikan Etika Pada Siswa di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I Yuni Permata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II I Komang Mertayasa, S.Pd.H.,M.Si Peran seorang guru yang akan mengerti akan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru, dapat dijadikan panutan bagi siswa dengan menunjukan sikap dan prilaku yang baik. Etika merupakan langkah awal yang harus ditanamkan oleh guru dalam segala aspek kehidupan, etika merupakan tatanan yang menjaga hubungan kehamonisan dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Disamping itu juga guru adalah sebagai panutan dan contoh yang baik bagi anak didiknya. Hal ini dikarenakan dari prilaku siswa diluar jam sekolah yang kurang terkontrol terjadi kenakalan remaja seperti perkataan yang kurang baik dan tak menghormati guru. Banyak hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh para siswa namun mereka melakukannya juga tanpa rasa ragu dan tanpa merasa bersalah. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN-1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Rumusan masalah dalam penelitian Ini ialah (1) Bagaimana Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? (2) Apakah Kendala-kendala Dalam Implementasi Pendidikan Etika di SMAN-1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dalam pengumpulan data ini dilakukan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan analisis data diperoleh hasil bahwa (1) penerapan pendidikan etika pada siswa SMAN-1 Gunung Timang kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, berjalan dengan cukup baik. Namun demikian masih perlu ditingkatkan mengingat masih belum sepenuhnya siswa dapat menerapkannya, sehingga masih ditemukan adanya pelanggaran etika oleh siswa di lingkungan sekolah. (2) Hambatan dari implementasi pendidikan etika pada siswa yaitu dari Faktor diri sendiri siswa tersebut dan faktor dari pertemanan. Hal ini membuat siswa kurang memahami makna dan tujuan tentang pendidikan etika tersebut secara baik. Di dalam penelitian ini ada beberapa hal yang disarankan (1) pihak sekolah diharapkan mendukung sepenuhnya dalam penerapan pendidikan Etika (2) kepada siswa agar selalu membiasakan diri taat dan berbakti pada catur guru dan memahami serta mengerti, tentang ajaran etika pada catur guru dan memahami dan mengerti tentang ajaran Tri Kaya Parisudha sehingga perilaku siswa menjadi lebih baik.
MANSUR, 2021. Pembelajaran Agama Hindu Pada Siswa Hindu Melalui Sistem Daring di SMPN-2 Runga Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Santang, S.Pd., M.Hum. Skripsi ini meneliti dan mengkaji, tentang pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada Siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Pembelajaran agama Hindu yang dilaksanakan di SMPN-2 Rungan secara Daring ini belum terlaksanana secara maksimal kerena beberapa kendala yang dialami. Fenomena yang terjadi dilapangan kurangnya fasilitas pendukung terlaksananya pembelajaran agama Hindu secara Daring. Penelitian ini membahas tentang beberapa rumusan masalah seperti berikut ini: 1) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan, 2) Apakah kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring, 3) Bagaimanakah cara mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan secara daring di SMPN-2 Rungan di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu di SMPN-2 Rungan Desa Tumbang Malahoi. Teknis analisis data menggunakan metode deskritif dan melalui tiga tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data serta penyajian data. Hasil yang peneliti peroleh dari 1) pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan saat ini belum terlaksana secara maksimal atau secara efektif. 2) kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah kurangnya fasilitas pendukung bagi para siswa seperti tidak memiliki Handphone, jaringan yang tidak bagus dan semangat siswa yang kurang. 3) mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah belajar bekelompok atau meminjam handphone orang tua, mencari lokasi yang ada jaringan dan guru dapat meningkatkan semangat siswa dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan menarik.
I GUSTI AYU WISMANTARI. 2021. Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa Dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Persfektif Pendidikan) Pembimbing I : Mujiyono S.Ag.,M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama Hindu meliputi Tattwa, Etika dan Upacara. Begitu juga pada aktifitas persembahyangan upacara Siwaratri. Permasalahan penelitian ini yakni: 1. Bagaimana Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan? 2. Apakah Fungsi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri? 3. Apakah nilainilai pendidikan yang terkandung di dalam pelaksanaan hari raya Swaratri?. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan, untuk mengetahui fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri, untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitati. Dan ini sampelnya adalah sampel mutlak, yakni seluruh populasi dalam penelitian ini. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa metode, seperti metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan vertivikasi atau menarik kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 16 april – 17 mei 2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan. Hasil penelitian yaitu: 1. Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raa Siwaratri yaitu: Menurut ajaran Siwaratri Kalpa bahwa elaksanaan hari raya Siwaratri merupakan pemujaan kehadapan Sang Hyang Siwa. 2. Fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri yakni: Upacara Siwaratri bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada manusia untuk menyadari bahwa di dalam dirinya selalu ada pertarungan antara Suru Sampad dan Asuri Sampad. 3. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan yakni: a. Nilai Relegiu. b. Nilai Spiritual. c. Nilai Etika. d. Nilai Estetika. e. Nilai Moralitas, f. Nilai keagamaan Diharapkan kepada umat Hindu agar selalu mengikuti persembahyangan Siwaratri dan mmengikuti brata Siwaratri dan lebih mengikatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
WIDIYA, 2021. Eksistensi Museum Balanga Dalam Pengembangan Pariwisata Budaya Dan Keagamaan Di Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D dan Pembimbing II: I Made Puspe, S.Ag., M.Pd.H Museum Balanga memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian tradisi yang dapat menjadi wadah pembelajaran kebudayaan Suku Dayak yang mayoritasnya mendiami wilayah Kalimantan Tengah. Selain itu Museum Balanga tidak hanya sebagai tempat merawat dan penyimpanan benda-benda bersejarah warisan budaya tetapi juga dapat memberikan informasi yang positif mengenai benda bersejarah, serta budaya dan sumber daya alam di lingkungan Suku Dayak. Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin pesat Museum Balanga harus memiliki pengelolaan yang baik dalam proses pengembangannya. Untuk itu diperlukan suatu manajemen yang bisa memperbaiki dan membangun museum, supaya dapat menarik wisatawan maupun pengunjung museum agar dapat mengenal dan mempelajari sejarah yang ada di dalam Museum Balanga. Dilihat dari pembahasan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana Eksistensi Museum Balanga dalam menunjang pariwisata di Kota Palangka Raya (2) Bagaimana Peran dan Fungsi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan di Kota Palangka Raya, (3) Bagaimana Strategi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Teori Peran dan 2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pertama eksistensi Museum Balanga di tengah kehidupan masyarakat memberikan suatu pembaharuan dalam kegiatan edukasi sejarah. Edukasi yang ditampilkan di Museum Balanga yaitu sejarah Suku Dayak Kalimantan Tengah mulai dari kelahiran, perkawinan dan kematian. kedua Peran Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berperan sebagai daya tarik wisatawan, ikon Kota Palangka Raya, dan sebagai pendukung perkembangan pariwisata, ketiga Fungsi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berfungsi sebagai pendidikan, komunikasi, dan tempat merawat dan melindungi benda-benda bersejarah, dan yang ketiga Strategi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan yaitu Museum Balanga melakukan promosi dan pengelolaan yang dilaksanakan dan diterapkan dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan di Kota Palangka Raya.
ABSTRAK Herdianto,2021. Peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara. Skripsi Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Komang Suarta,S,Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II Lamri,S.Pd.,M.Pd.H Majelis kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah lembaga keagamaan yang terdiri dari orang-orang yang dipilih oleh Umat Hindu Kaharingan dan sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat tersebut, melakukan pelayanan terhadap umat seperti pelayanan dari segi keagamaan misalnya Basarah (persembahyangan) serta memberi bimbingan terhadap umat dengan sangat baik, agar umat mampu memahami ajaran Agamanya. Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan menjalankan tugas dan mandat yang diberikan dengan sebaik mungkin namun dengan adanya Pandemi Covid-19 hal inilah yang membuat umat Hindu Kaharingan kurang berminat untuk melaksanakan kegiatan Basarah (persembahyangan). Sehubungan dengan masalah di atas maka rumusan masalah sebagai berikut 1. Bagaimanakah peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam meningkatkan minat Basarah pada masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara?. 2. Apakah kendala Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam meningkatkan minat Basarah pada masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara? Tempat penelitian ini adalah di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara. Tehnik penentuan informan menggunakan tehnik Purposive Sampling (bola salju). Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan penyajian dan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Umat Hindu Kaharingan di Desa Malawaken Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara cukup banyak 2.294 jiwa, tetapi dalam kegiatan Basarah umat yang hadir kurang dari jumlah umat yang sebenarnya. Dengan demikian maka Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memberikan penyuluhan dan bimbingan terhadap umat Hindu Kaharingan agar minat dalam melaksanakan Basarah tetap berkembang namun tetap mematuhi standar protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Kata Kunci : Peran Majelis Kelompok Dalam Meningkatkan Minat Basarah Pada Masa Pandemi Covid-19.
ABSTRAK Ulpatiana. 2021. Penerapan Strategi Active Learning Di Era New Normal Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H Skripsi ini mengkaji penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Kurangnya keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga perlunya strategi yang dapat memberikan perkembangan hasil belajar siswa agama Hindu sehingga diterapkan strategi active learning. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, penyebaran angket atau dengan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar Konstruktivisme dan teori belajar Humanistik. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan digunakan yaitu dengan metode ceramah dan diskusi, yang dimana membuat keaktifan siswa cukup meningkat.Dan sekarang guru menerapkan dengan interaksi, komunikasi, refelaksi sehingga siswa tidak jenuh dengan materi yang disampaikan. Kendala dalam strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran agama Hindu yaitu karena terbatasnya waktu belajar serta penyampaian materinya sebab di era new normal ini pelaksanaan pembelajaran secara jarak jauh sehingga pertemuan antara guru dan siswa terbatas. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan yaitu Penerapan strategi active learning ini sangat berpengaruh terhadap keaktifan siswa sebab guru agama Hindu sudah menerapkan metode ceramah dan diskusi agar tidak hanya guru saja yang berperan aktif tetapi siswa juga mendapatkan hasil yang positif bagi perkembangan pembelajarannya. Kedisiplinan siswa agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan lumayan baik karena siswa agama Hindu tetap mematuhi aturan yang dibuat oleh pihak sekolah serta mengikuti pembelajaran yang sudah ditentukan oleh sekolah. Minat belajar siswa cukup meningkat setelah diterapkan strategi active learning. Hal ini dapat dilihat dari ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Kata Kunci : Penerapan, Strategi, Active Learning, New Normal, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu
Pendidikan merupakan salah satu usaha setiap Bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga membantu memperlancarkan pelaksanaan pembangunan Nasional Indonesia, di sisi lain Indonesia saat ini sedang mengalami kondisi tidak baik sedang maraknya wabah Covid-19. Hal itu berpengaruh pada dunia Pendidikan sehingga proses pembelajaran awalnya tatap muka secara langsung diganti menjadi Pembelajaran Online atau daring. Rumusan masalah bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang kabupaten Barito Utara dan Apa Kendala dalam Pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara dan untuk mengetahui kendala dalam Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu. Subyek pnelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan Siswa beragama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dianalisis menggunakan deskritif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu teori sibernetik.. Hasil penelitian Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom diterapkan pada masa pandemi setelah ada surat edaran dari Kemendikbud untuk melaksanakan pembelajaran Online. Tahap perencanaan Guru dan Siswa menyiapkan media seperti Handphone, belajar mengaplikasikan Google classroom, Guru Agama Hindu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menyiapkan materi berupa PPT dan video Pembelajaran. pelaksanaan pembelajaran pendahuluan: Guru membagikan materi di google classroom, mengucapkan salam, Guru menyampaikan Topik. Kegiatan inti : menyimak, memahami dan menanyakan. Penutup : Guru menyampaikan materi pertemuan selanjutnya, dan mengucapkan salam. kemudian mengavaluasi pembelajaran yang disampaikan. Kemudian kendala yang dialami yaitu Guru agama Hindu belum terlalu optimal dalam mengaplikasikan Google classroom, jaringan internet di wilayah kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang tidak stabil dan sinyal 4G bisa hilang beberapa hari, Kuota internet yang mahal berdasarkan perbandingan Harga sehingga siswa lambat merespon pembelajaran yang disampaikan oleh Guru Agama Hindu di ruang Goole Classroom dalam proses pembelajaran.
Ibo, 2021. Upacara Kematian Ayah Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Sastra Program studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP)Palangka raya, Pembimbing (1) Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. pembimbing (2) Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Dalam kematian masyarakat Hindu Kaharingan bahwa orang melaksanakan proses upacara Ayah ini sebagai bentuk perhatian keluarganya terhadap orang meninggal untuk melaksanakan upacara sakral yaitu upacara Ayah. Permasalahan yang diteliti yaitu 1) Apa dasar hukum pelaksanaan Upacara Kematian “Ayah” Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) ? 2) Bagaimana proses pelaksanaan Upacara Kematian “Ayah” Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) ? 3) Apa kendala dalam pelaksanaan Upacara Kematian “Ayah” Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) ? Tujuan penelitian ini terdiri atas tujuan yang bersifat umum dan tujuan yang bersifat khusus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori (1) teori receptio compleksu, (2) teori simbol, (3) teori religi. Subjek penelitian ini adalah Ketua MK-AHK Desa Panopa, Manter, Kepala Adat dan tokoh masyarakat Hindu Kaharingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Dasar Hukum Pelaksanaan Upacara Kematian Ayah Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) adalah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Majelis Kelompok agama Hindu Kaharingan di Desa Panopa serta mengacu pada sumber hukum yaitu kitab Suci Panaturan sebagai pedoman pelaksanaan upacara kematian ayah bagi masyarakat Hindu Kaharingan yang telah ditulis pada pasal 33 tentang upacara Tiwah Suntu, dalam pasal tersebut menjelaskan tentang proses serta perlengkapan upacara Tiwah sebagaimana yang sudah dituliskan pada ayat 3 yaitu perlengkapan Tiwah itu sudah lengkap semua. 2) Proses Pelaksanaan Upacara Kematian Ayah Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) adalah berawal dari adanya kematian, tahapan atau proses pelaksanaan (1) perawatan jenazah, (2) memasukan jenazah kedalam lancak, (3) mendirikan paduk, (4) ritual babukuk/babukung, (5) pemakaman (6) persiapan upacara ayah, (7) pelaksanaan upacara ayah, (8) penutup upacara ayah. 3) Kendala Dalam Pelaksanaan Upacara Kematian Ayah Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Panopa Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau (Perspektif Hukum Hindu) adalah (1) faktor ekonomi (2) faktor status sosial (3) faktor diganggu orang, dan (4) faktor melanggar pantian atau pamali/pantangan. Kata Kunci : Upacara Ayah, Masyarakat Hindu Kaharingan
DANIE RATNASARI. 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Nyangiang Batatamba Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Pembimbing I. Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Hendri, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Masyarakat secara umum dan Umat Hindu Kaharingan khususnya, belum banyak yang memahami tentang Upacara Nyangiang Batatamba apa lagi mengenai proses, tujuan dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Upacara Nyangiang Batatamba menjadi upacara penting dalam mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta apa lagi di dunia modern sekarang ini. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini mengkaji dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana proses pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 2) Apa tujuan pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 3) Apakah Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang terdapat dalam Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui tentang proses, tujuan Upacara Nyangiang Batatamba pada umat Hindu Kaharingan serta kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan Agama Hindu, dan menambah wawasan bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Dalam konsep penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Nilai-Nilai Pendidikan Hindu, Upacara Nyangiang Batatamba, Umat Hindu Kaharingan. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Teori Fenomenologi, 2) Teori Interaksionisme Simbolik dan 3) Teori Nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa Upacara Nyangiang Batatamba terdiri dari tahap persiapan, waktu pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba tahap pokok pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba dan tahap akhir dari Upacara Nyangiang Batatamba. Sedangkan dari makna Upacara Nyangiang Batatamba adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mengobati segala macam penyakit yang diderita oleh seseorang dan juga sebagai pengganti pengobatan nonmedis. Adapun makna sarana yang digunakan agar dapat memperlancar proses Upacara Nyangiang Batatamba. Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yaitu nilai pendidikan Tattwa, nilai pendidikan Susila/Etika, nilai pendidikan Upacara dan nilai pendidikan Susila.