HERIYADI
2022 · Thesis · Open Access
Heriyadi. 2022,Nilai Estetika Tari Gelang Dadas Dalam Perkawinan Suku Dayak Ma’ayan Di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kebupaten Barito Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Komang Suarta,S.Ag.,M.Si Pembimbing II : I Komang Mertayasa,S.Pd.H.,M.Si Tari Gelang Dadas dulunya sebagai sarana upacara pengobatan karena Tari Gelang tersebut memiliki kekuatan mistis dan Tari Gelang Dadas dulu sering disebut dengan wadian dadas atau dukun perempuan karena memiliki kekuatan yang dapat menyembuhkan segala penyakit, tetapi sekarang berjalannya waktu wadian dadas sering di bawakan dalam pertunjukan yang sering di sebut Tari Gelang Dadas atau wadian sanggar, yang dibawakan dalam upacara perkawinan masyarakat Suku Dayak Ma’anyan yang disebut iwurung jue.Sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1. Bagaimana nilai estetika Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot? 2. Bagaimana fungsi tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Nilai estetika tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa bentot. 2. Fungsi Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : Teori estetika dan intraksionisme simbolik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, wawancara,dan dokumentasi.. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1. Nilai estetika Gelang Dadas adalah nilai keindahan yang terpancar dari kesersian bunyi gelang, gerak badan, maupun musik yang mengirnginya. Selain itu Tari Gelang Dadas mengambil gerakan dari burung elang, ular tedung dan macan, hal tersebut terlihat dari kepak tangan, elokan pergelangan tangan, dan lincah angkatan kaki. 2. Fungsi Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan memiliki fungsi estetika, sosial, ekonomi,ritual, kesehatan, pendidikan dan komunikasi.
ELISA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Elisa, 2022. Aktivitas Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Penguatan Nilai Nilai Religius Siswa Hindu Di SDN 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto,M.Pd.H Nilai religius pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari adanya siswa yang kurang antusias mengikuti pelaksanaan basarah, tidak mau memimpin berdoa di dalam kelas, sering lupa mengucapkan salam dan kurang aktif mengikuti kegiatan keagamaan. Oleh karena itu diperlukan aktivitas penguatan dari pihak sekolah dan pendidik khsususnya guru agama Hindu dalam memberikan penguatan nilai-nilai religius pada diri siswa Hindu. Masalah yang dikaji adalah Bagaimana aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Apa faktor kendala aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Apa upaya guru pendidikan agama Hindu untuk mengatasi kendala-kendala yang ditemui dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius siswa Hindu di SDN 2 Timpah Kecematan Timpah Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah Teori Fenomenologi, Teori Kendala dan Teori Humanisme. Sampel pada penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan siswa kelas V, VI dengan jumlah 7 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius siswa Hindu di SDN 2 Timpah menjadi kuat dan meningkat. Hal itu di ungkapkan dalam hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru dan siswa Hindu kelas V dan VI di SDN 2 Timpah. Aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai religius Hindu meliputi dua aktivitas yaitu, aktivitas fisik meliputi Mengamati, Mendengarkan, Mengucapkan, Mengajak siswa Hindu untuk mengikuti kegiatan keagamaan dan aktivitas non fisik meliputi Berpikir, Keaktifan Emosi Siswa. Faktor yang mempengaruhi aktivitas penguatan nilai religius siswa Hindu adalah faktor internal yaitu dorongan dari dalam diri berupa dorongan psikologis meliputi kendala waktu yang belum maksimal dan kendala guru dalam penggunaan media audio visual. Faktor eksternal dorongan dari luar yang meliputi kurangnya kedisplinan, keaktifan siswa, pengaruh berbicara teman di sekolah dan pembelajaran daring/online pada saat pandemi. Upaya guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah meliputi tahap keteladanan, pemberian nasihat, pengawasan, pembiasaan dan pemberian PR.
WAYAN SWARTAMA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Wayan swartama, 2022. Implementasi Pendekatan Pembelajaran MIKiR Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya Kota Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. dan Pembimbing II Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos.,MAP. Pembelajaran di abad 21 ini diharapkan agar bermuara pada pembelajaran yang berfokus pada siswa, hal ini dimaksudkan agar siswa menjadi lebih aktif pada saat mengikuti proses kegiatan pembelajaran. Namun pada situasi pandemi seperti sekarang ini telah berdampak hingga ke ranah pendidikan yang membuat proses pembelajaran menjadi kurang maksimal. Melihat hal tersebut guru harus memiliki kemampuan dalm berinovasi mengembangkan pembelajaran agar pembelajaran yang dilakuan lebih optimal. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menggunkan pendekatan MIKiR pada pembelajaran, pendekatan MIKiR ini sendiri masih tergolong baru dan belum banyak sekolah yang menerapkannya. Berangkat dari hal tersebut peneliti ingin mengangkat permasalahan tentang: (1) Bagaimana Implementasi pendekatan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya? (2) apa saja keunggulan dan kendala dalam implementasi pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami implementasi pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya dan mendeskripsikan keunggulan serta kendala dalam pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi dan teori kognitivisme untuk membahas rumusan masalah 1, serta teori konstruktivisme untuk membahas rumusan masalah 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan teknik analisis data dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pendekatan pembelajaran mikir telah di Implementasikan kedalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Keunggulan dari pendekatan MIKiR: (1) memberi siswa kesempatan mengeksplor kemampuannya, (2) siswa menjadi lebih aktif, (3) pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Adapun kendala yang dialami: (1) pemahaman siswa yang masih kurang, (2) kemampuan guru dalam pendagogik yang masih kurang, (3) sarana dan prasarana yang masih kurang.
SRI UTAMI
2022 · Thesis · Open Access
Sandung Runi yang ada di Desa Bukit Batu ini berusia setengah abad lebih, bangunan sandung ini sebelum didirikan oleh masyarakat setempat, pada tanah tempat meletakkan bangunan pada awalnya digali terlebih dahulu dengan kedalaman tiga meter. Lokasi Situs Budaya Sandung ini berada di pinggir jalan raya utama yaitu di Jalan Tjilik Riwut yang menghubungkan akses menuju berbagai kota di Kalimantan Tengah. Namun, kawasan ini tidak terawat dengan baik serta masih minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung yang ada di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Bagaimanakah Kendala serta Upaya Masyarakat dan Pemerintah dalam Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pengembangan dan Pengelolaan, (2) Teori Religi, (3) Teori Budaya. Subjek penelitian ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Masyarakat, Pemerintah Desa, Tokoh Adat, dan Pemangku Agama. Hasil penelitian ini adalah; (1) Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung perlu dilestarikan lagi keberadaannya agar lebih dikenal kebudayaannya, adat istiadat, serta ritual masyarakat Suku Dayak, (2) Kendala utama yang dihadapi kurangnya anggaran yang digunakan dalam Pengembangan Wisata Religi Situs Budaya Sandung, serta perlu ditingkatkan kembali partisipasi masyarakat ataupun pemerintah, (3) Upaya yang harus dilakukan, mengadakan sebuah program melalui musrembang, pagelaran seni dan budaya, melakukan promosi melalui sosialisasi dan kunjungan disetiap kecamatan, serta mencari anggaran melalui pengajuan proposal, pengumpulan dana melalui swadaya umat yang dilakukan dalam satu bulan sekali.
PITRIANI
2022 · Thesis · Open Access
Titian Danau Baruh merupakan salah satu wisata yang ada di Kabupaten Pulang Pisau Kecamatan Kahayan Tengah. Objek wisata ini merupakan wisata alam yang berbasis ekowisata, daya tarik wisata yang dimiliki adanya titian yang melintasi hutan menuju danau, dan memberikan pemandangan yang indah untuk memanjakan mata wisatawan. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana Strategi yang digunakan dalam Pengelolaan Wisata Alam Titian Danau Baruh di Desa Bukit Bamba Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, (2) Bagaimana Pengelolaan Wisata Alam Titian Danau Baruh yang ada di Desa Bukit Bamba Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, (3) Bagaimanakah kendala yang dihadapi dalam Pengelolaan Wisata Alam Titian Danau Baruh di Desa Bukit Bamba Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode purposif sampling, dimana informan sudah ditentukan yaitu pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat, serta pengunjung wisata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; (1) Teori Pariwisata, (2) Teori Perencanaan. Hasil kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa; (1) strategi sebagai upaya untuk mencapai sasaran yang hendak dituju. Strategi yang digunakan yaitu strengh (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan treaths (ancaman). (2) Pengelolaan wisata alam titian danau baruh perlu dikembangkan lagi agar menjadi salah satu objek wisata yang diminati dan untuk menjaga kelestarian alam. (3) Kendala utama yang dihadapi yaitu kurangnya anggaran untuk pengelolaan, kurangnya kerja sama antar pengurus wisata.
FITRI MEI DENSI
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Fitri Mei Densi. 2022. Nilai Pendidikan Karakter Hindu Dalam Upacara Aruh Bawanang Pada Masyarakat Dayak Pitap Di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H, Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang nilai pendidikan karakter Hindu dalam upacara Aruh Bawanang pada masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan. Berdasarkan fenomena yang terjadi, upacara Aruh Bawanang merupakan upacara yang unik, menarik, signifikan, dan urgen sehingga penting untuk dikaji lebih mendalam. Sebab upacara tersebut mempunyai nilai karakter Hindu yang penting untuk dikaji. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana pelaksanaan upacara Aruh Bawanang yang memiliki nilai pendidikan karakter Hindu masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap?, dan apakah nilai-nilai pendidikan karakter Hindu dalam upacara Aruh Bawanang masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap?. Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan karakter Hindu dalam upacara Aruh Bawanang, dianalisis dengan teori struktural fungsional dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upacara Aruh Bawanang pada masyarakat Dayak Pitap di Desa Langkap dikaji menggunakan teori struktural fungsional. Pelaksanaan upacara ini memiliki beberapa tahapan yaitu proses persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir/penutupan. Adapun tahapan persiapan yakni; musyawarah, waktu dan tempat upacara, pemimpin upacara, dan sarana prasarana dalam upacara. Tahap selanjutnya yaitu proses pelaksanaan yang terdiri dari beberapa tahapan yakni: Upacara Batagas, Upacara Babalian, Upacara Penyerahan, Upacara Balapas Basar, Upacara Manjanji Balai, Tari Bakanjar, Bakapur Baminyak, Bamamang, Batatabusan, Bapalit Liur, dan Manggalung. Tahap selanjutnya yaitu tahap akhir yaitu penutup. Terkait nilai pendidikan karakter Hindu dianalisis dengan teori nilai yang terbagi menjadi enam yakni; Nilai Religius, Nilai Kejujuran, Nilai Persahabatan/komunikatif, Nilai Cinta Damai, Nilai Kepedulian Sosial, dan Nilai Tanggung Jawab. Upacara Aruh Bawanang merupakan hal yang sangat penting sebagai ungkapan rasa syukur yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa/Nining Bahatara dan juga sebagai bentuk nilai karakter Hindu yang mewujudkan masyarakat hidup harmonis dan damai atas hasil panen padi yang diperoleh setiap tahunnya, serta permohonan agar mereka selalu diberi rejeki, kesehatan, dan kesejahteraan sekaligus penghormatan terhadap leluhur yang diyakini senantiasa melindungi mereka dari berbagai marabahaya. Kata kunci: Nilai Pendidikan Karakter Hindu, Aruh Bawanang, Harmonis, dan Damai.
TOBIE SUSWOYO
2022 · Thesis · Open Access
TOBIE SUSWOYO. 2022 : Dampak Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit Di Sungai Cempaga Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Program Studi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Budhi Widodo, SH.,MH, Pembimbing II Citranu, SH.,MH. Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur menimbulkan dampak yang sangat meresahkan bagi masyarakat yang tinggal di aliran sungai Cempaga, karena sungai Cempaga salah satu sumber kehidupan masyarakat di Desa Bukit Batu. Setelah terjadinya pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit dapat selalu berbahaya bagi kesehatan yang dalam jangka panjang, merubah dan menghilangkan kebiasaan masyarakat beraktivitas ke sungai Cempaga untuk mandi, mencuci dan menangkap ikan. Pemasalahan yang diteliti mencakup 3 (tiga) hal yakni : (1). Apa Dampak Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit Di Sungai Cempaga Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten kotawaringin Timur? (2). Apa Upaya Hukum Yang Dapat Dilakukan Oleh Masyarakat Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (3). Apa Bentuk Perlindungan Hukum Dari Negara Terhadap Masyarakat Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Dengan Adanya Dampak Pencemaran Limbah Kelapa Sawit. Subjek dari penelitian ini adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur, Polisi Resort Kabupaten Kotawaringin Timur, Camat atau Sekretaris Camat Kecamatan Cempaga Hulu, Kepala Desa Bukit Batu dan Masyarakat Desa Bukit Batu. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Kepustakaan dan Dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1). Dampak pencemaran limbah cair perusahaan kelapa sawit sangat meresahkan masyarakat karena ada beberapa faktor yang terdampak disebabkan pencemaran sungai Cempaga diantaranya faktor ekonomi, sosial, budaya dan faktor kesehatan. (2). Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh masyarakat dengan mengadu atau melaporkan perusahaan kelapa sawit kepada pihak yang berwajib atau yang memiliki wewenang untuk menjaga, melestarikan lingkungan hidup meliputi kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup. (3). Masyarakat yang melakukan upaya hukum dilindungi oleh negara melalui peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh negara seperti Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Peraturan Perundang-Undangan, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Negara Republik Indonesia dan Peraturan lainnya yang menyangkut tentang Hak dan Kewajiban warga negara.
TRI OKTAVIANI
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK TRI OKTAVIANI,2022 Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei. Skripsi Jurusan Dharma Acaraya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr, Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Pendidikan berlangsung sepanjang zaman sesuai dengan perkembangan dan situasi.Kekurangan guru proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan banyak problematika pembelajaran yang tidak terlaksana, tenaga pendidik berlatar agama berbeda,pembelajaran tidak sesuai dengan kurikulum, bahan belajar yang kekurangan. Rumus masalah Bagaimana Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Apa saja Dampak Dalam Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei, untuk mengetahui bagaimana problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei, mengetahui apa saja dampak problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN-1 Tumbang Manangei. Subjek penelitiannya yaitu guru yang mengajar pendidikan agama Hindu,kepala sekolah, dan orang tua siswa.Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif.Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen. Di analisis mengunakan deskripsif kualitatif, teori yang di gunakan yaitu teori problematika pendidikan dan problematika solving. Hasil penelitian problematika pembelajaran pendidikan agama Hindu yang tidak terlaksana adalah kekurangan pengetahuan tenaga pendidik tentang ilmu agama, problematika tenaga pendidik berlatar belakang agama yang berbeda adalah kurangnya tenaga pendidik yang beragama Hindu.Problematika yang tidak sesuai dengan kurikulum adalah tenaga pendidik yang tidak menguasai materi, dari agama yang berbeda, kurangnya buku referensi pendidikan agama Hindu adalah kurangnya pengetahuan siswa dalam pendidikan agama, tidak adanya bahan belajar di luar jam kelas siswa, keterbatasan jarak dan waktu serta kekurangan pengetahuan tempat penjualan buku. Dampak problematika pembelajaran yang tidak terlaksana, kurangnya pengetahuan siswa tidak bisa mengendalikan lima musuh yang ada dalam diri manusia, kurangnya rasa inggin tahu kepada hyang widhi wasa.Dampak negatif bagi siswa pelaksanaan pembelajaran kurang efektifnya: ribut dalam kelas pada saat jam belajar, berkelahi, kurang minat mengikuti persembahyangan basarah,kurang tata rama sopan santun terhadap orang tua, Dampak bagi siswa kekurangan buku referensi: kekurangan bahan belajar siswa, bahan materi guru, kurang pengetahuan dalam prasaraa persembahyangan basarah,pelaksanaan basarah. Dampak pelaksanaan pembelajaran yang melangar aturan: keimana tenaga pendidik yang mengajar pendidikan agama agama Hindu yang bukan segama,rasa bersalah kepada Tuhan, kepada orang tua siswa,sekolah belum bisa memberikan yang terbaik untuk anak didik Kata Kunci: Problematika, Pembelajaran,Agama Hindu
PREDNATA IVANDI
2022 · Thesis · Open Access
Prednata Ivandi, 2022, Eksistensi Keramat Batu Bahai Di Desa Pepas Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara (Kajian Sosial Religius). Skripsi Strata Satu Progaram Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M..Pd. dan Pembimbing II : I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat lokal terhadap eksistensi keramat Batu Bahai, yakni batu berukuran besar berada di tepian sungai barito di Desa Pepas Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara yang diyakini sebagai tempat sakral (suci) bagi masyarakat untuk berkaul, memohon keselamatan hidup, rejeki, dan dipermudah dalam melakukan segala hal. Masyarakat melaksanaan ritual bayar hajat sebagai bentuk ungkapan syukur atas segala hal yang terkabulkan. Berdasarkan dari latar belakang, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yaitu : (1) Bagaimanakah mitologi Keramat Batu Bahai di Desa Pepas? (2) Bagaimanakah eksistensi Keramat Batu Bahai di Desa Pepas? (3) Makna sosial religius apakah yang terkandung dalam Keramat Batu Bahai di Desa Pepas? Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologis dan teori Fungsional Struktural. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data: 1) Observasi, (2) Wawancara dan 3) Studi Dokumen. Subyek dalam penelitian ini adalah Basir, Tokoh Masyarakat dan masyarakat, dengan menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Mitologi Keramat Batu Bahai diawali dengan sejarah, asal-usul dan bentuk, (2) Eksistensi Keramat Batu Bahai dibagi menjadi dua yaitu : Pelaksanaan Ritual Bayar Hajat dan Persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan ritual bayar hajat; (3) Makna sosial religius yang terkandung dalam Keramat Batu Bahai, dapat dibagi menjadi dua yaitu; makna sosial dalam pelaksanaan ritual bayar hajat dan makna religius dalam pelaksanaan ritual bayar hajat dalam ajaran Hindu Kaharingan terbentuk karena adanya interaksi sosial antar masyarakat setempat.
NIA RAHMADANI
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Nia Rahmadani, 2022, ritual Manggantung Sahur Parapah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Skripsi Strata satu Program studi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Winawati, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II: Ni Putu Eka Merliana, ST., MT. Ritual Manggantung Sahur Parapah adalah ritual yang dilaksanakan dengan membuat suatu tanda permohonan, yaitu satu buah mangkok yang diisi beras, lalu digantung di dalam rumah kepada Sahur Parapah. Dalam pelaksanaannya biasanya ada tiga jenis Sahur yang biasa digunakan, yaitu Sahur perorangan, Sahur keluarga, dan Sahur Lewu. Akan tetapi dalam penelitian ini yang akan diteliti adalah Sahur perorangan, yang didalamnya memiliki keunikan, terutama Sahur yang akan digantung dalam sebuah mangkok kecil yang berisi beras, sipa ruku, sirau dan uang logam. Seiring dengan perkembangan zaman, maka penting adanya pemahaman tentang ritual khususnya ritual Manggantung Sahur Parapah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, serta menggali keunikan-keunikan yang belum diketahui mengingat perkembangan zaman yang semakin maju, berkembang dan lebih modern dikhawatirkan ritual tersebut akan musnah seiring dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pelaksanaan, fungsi dan makna ritual Manggantung Sahur Parapah. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil kajian penulisan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ritual Manggantung Sahur Parapah merupakan salah satu rasa cinta kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atau disebut dengan Sahur Parapah sebagai salah satu manifestasi-Nya yang dilaksanakan sebagai ucapan rasa syukur atas segala perlindungan dengan cara Manggantung Sahur Parapah yang berisi behas, sipa ruku, sirau dan kertas yang berisi nama pemilik Sahur untuk memohon doa, terutama dalam pelaksanaan jenis Sahur perorangan yang dilaksanakan hanya untuk satu orang yang dalam pelaksanaannya terdapat banyak fungsi dan makna. Kata Kunci: Ritual, Manggantung Sahur Parapah
JUNAEDI
2022 · Thesis · Open Access
Perhatian orang tua terhadap prestasi anaknya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu memerlukan suatu tindakan berupa pemberian semangat, motivasi dan nasehat kepada anak serta membimbing anak saat belajar. Sebagai orang tua yang baik tentunya harus melakukan beberapa tindakan tersebut agar kebutuhan pendidikan anak selain yang dari guru di sekolah terpenuhi. Namun terdapat orang tua yang tidak menjalankan tugas tersebut sebagaimana mestinya. Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalahnya: Bagaimana Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Anaknya Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN 1 Rungan kecamatan Rungan kabupaten Gunung Mas? Dan Bagaimana Prestasi Anaknya Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN 1 Rungan kecamatan Rungan kabupaten Gunung Mas?. Tujuan penelitiannya untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan perhatian orang tua terhadap prestasi anaknya dan prestasi anaknya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN 1 Rungan kecamatan Rungan kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah : (1) Teori Behavioristik dan (2) Teori Peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di SMPN 1 Rungan kecamatan Rungan kabupaten Gunung Mas. Sumber data data Primer adalah orang tua siswa agama Hindu dan guru agama Hindu. Data Sekunder adalah profil SMPN 1 Rungan, profil kelurahan Jakatan Raya dan dokumentasi penelitian berupa foto dan rekaman wawancara. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa mayoritas orang tua siswa menyatakan tidak/jarang memberikan perhatian terhadap prestasi anaknya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu karena beberapa kendala, seperti : (1) sibuk bekerja dari pagi hingga sore dan bahkan ada yang harus menginap ditempat kerja dan (2) kesibukan sebagai ibu rumah tangga yang mengurus rumah dan mengurus anak yang masih kecil. Meskipun dengan mayoritas orang tua siswa yang menyatakan tidak/jarang memberikan Perhatian Terhadap Prestasi Anaknya Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu, tetapi prestasi siswa agama Hindu di SMPN 1 Rungan tetap meningkat. Prestasi tersebut dapat dilihat dari nilai tugas dan ulangan, keterampilan dalam bidang agama serta tingkah laku siswa. Kendala yang dialami guru dalam meningkatkan prestasi siswa agama Hindu di SMPN 1 Rungan antara lain : (1) terdapat siswa yang sering bolos, (2) terdapat siswa yang mengidap Autisme sehingga cara dalam mengajar harus dibedakan dengan siswa yang normal dan (3) pemahaman siswa yang masih kurang terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu.
FRANSAFTA TRI HARIYADI
2022 · Thesis · Open Access
Fransafta Tri Hariyadi, 2022. Eksistensi Umat Hindu Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, SkripsiFakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Lilik, S.Ag.,M.Pd.H
PENDRA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK PENDRA, 2022: Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Pandemi Covid di SMP Negeri 1 Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Peyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Pembimbing II Lilik S. Ag.,M.Pd.H Berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran masa pandemi Covid-19 tentu setiap lembaga pendidikan mengalami berbagai tantangan dalam proses belajar mengajar dan permasalahan yang dapat menggangu, menghambat, mempersulit atau bahkan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dapat ditelusuri dari jalanya proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mengkaji masalah: pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 1 Teweh Timur Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Adapun tujuan penelitian untuk menemukan dan mendapatkan data dan fakta-fakta dan gambaran : (1) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 1 Teweh Timur Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. (2) Apa saja kendala-kendala dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 1 Teweh Timur Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriftif Kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui observasi dan wawancara. Penentuan Informan penelitian ini mengunakan teknik purposive sampling, peneliti memilih informan yang diangap paham dan dapat menjawab tentang masalah-masalah yang akan diteliti. Hasil penelitian sebagai berikut : pelaksaaan pembelajaran pendidikan agama Hindu pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 1 Teweh Timur Kabupaten Barito Utara, melalui dua tahap yaitu tahap perencanaan pembelajaran dan tahap pengelolaan pembelajaran, pada tahap perencanaan pembelajaran yaitu guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran RPP yang disesuikan dengan kurikulum yang berlaku. Sedangkan pada tahap pengelolaan pembelajaran, meliputi kegiatan (1) membukan pembelajaran dan meyampaikan pokok bahasan, (2) penggunaan metode pembelajaran, (3) penggunaan media pembelajaran, (4) pengelolaan kelas (5) kegiatan menutup pembelajaran dan (6) mengadakan evaluasi pembelajaran. Sedangkan pada rumusan masalah 2 kendala yaitu (1) terbatasnya durasi waktu belajar sehingga dalam proses belajar mengajar peyampaian materi tidak begitu maksimal selain itu kendala lain (2) terbatasanya buku/bahan literatur pendidikan agama Hindu dan (3) keterbatasan akses jaringan/sinyal internet
LISAWATI
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK LISAWATI. 2022. Upaya Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Belajar Siswa Di SMPN 2 Katingan Hulu Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.,Si dan Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri S.Ag., M.Ag Pendidikan adalah suatu interaksi antara pendidik atau guru dengan anak didik atau siswa yang dapat menunjang pengembangan manusia seutuhnya yang berorientasi pada nilai-nilai dan pelestarian serta pengembangan kebudayaan yang berhubungan dengan usaha-usaha pengembangan manusia tersebut. Pendidikan dipandang sebagai salah satu faktor utama yang menentukan pertumbuhan ekonomi, yaitu melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja terdidik. Di samping itu pendidikan di pandang mempunyai peranan penting dalam menjamin perkembangan dan kelangsungan bangsa. Guru di harapkan dapat mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan yang di harapkan dengan memperhatikan motif/tujuan pribadi siswa. Berhasil tidaknya siswa dalam proses belajar tergantung dari upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, karena motivasi besar pengaruhnya terhadap minat dan prestasi belajar siswa. Sebab motivasi yang baik adalah motivasi yang mampu membangun dan merubah perbuatan seseorang setelah mendapatkan motivasi dari orang lain. Sehingga, guru agama Hindu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada bidang pelajaran agama Hindu di SMPN 2 Katingan Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Masalah yang diteliti mencakup 3 (tiga) rumusan masalah yaitu :1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu? 2. Apa kendala yang di alami guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu? 3. Apa upaya yang dilakukan guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, yang di maksud dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah, guru agama Hindu dan Siswa. Dalam pengumpulan data ini di lakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu teori motivasi dan teori behavioristik. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu yaitu guru agama Hindu dalam pembelajaran membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terlebih dahulu meliputi materi yang di ambil dari berbagai sumber seperti Kitab Suci Panaturan, Buku Kandayu dan buku pekajaran agama Hindu SD kelas 1, 2 dan 3 yang akan disampaikan setiap pertemuan di ruang kelas . Selain itu metode yang digunakan ceramah dan tanya jawab, media yang digunakan dalam pembelajaran berupa papan tulis dan spidol dan bahan ajar yang bersumber dari Kitab Suci Panaturan, buku Kandayu dan buku pelajaran pendidikan agama Hindu SD kelas 1, 2 dan 3. Dalam pengelolaan kelas guru agama Hindu selalu memberikan rasa aman dan nyaman kepada siswa, dengan memperhatikan tempat duduk siswa supaya tidak terganggu selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun minat dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yaitu masih sangat kurang hal ini di karenakan siswa tidak faham terkait materi yang sulit di fahami sehingga siswa lebih memilih diam dan tidak ingin bertanya. Kendala yang di alami guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu yaitu fasilitas pembelajaran yang belum tersedianya dalam menunjang proses pembelajaran di ruang kelas seperti buku paket mata pelajaran pendidikan agama Hindu yang masih belum ada, serta lingkungan yang masih kurang peduli terhadap pembelajaran pendidikan agama Hindu sehingga kegiatan pembelajaran terkadang belum efektif. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu yaitu dengan rangkaian perencanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, metode, media dan bahan ajar. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan tanya jawab, serta sebagai media pendukung dalam pembelajaran digunakan media visual berupa papan tulis dan spidol untuk mencatat yang perlu dicatat oleh guru agama Hindu. Bahan ajar yang digunakan berupa Kitab suci Panaturan, buku Kandayu dan buku pelajaran pendidikan agama Hindu SD kelas 1, 2 dan 3 dengan mencatat materi yang di dikte oleh guru agama Hindu. Rangkaian proses pembelajaran di dalam ruang kelas seperti salam panganjali, berdoa dengan menggunakan doa Hindu Kaharingan, mencatat materi yang didikte oleh guru agama HIindu, penjelasan materi, kemudian tanya jawab dan diskusi terkait dengan materi yang belum dipahami oleh siswa sehingga siswa yang pasif dan kurang mengerti dapat berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran dengan siswa yang aktif dan paham. Hal ini bertujuan untuk memotivasi belajar siswa oleh guru agama Hindu agar dalam proses pembelajaran lebih aktif lagi. Selain itu, setiap akhir pembelajaran, guru agama Hindu memberikan evaluasi kepada siswa dalam bentuk tugas yang dikerjakan dirumah.
BENJIE
2022 · Thesis · Open Access
BENJIE, 2022. Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Strata Satu (S-1), Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Pembimbing (II) Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos.,MPA. Skripsi ini mengkaji pengaruh tingkat Pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik. Pada penelitian di SMA ini di tujukan pada Orang Tua dan Peserta Didik Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dilengkapi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk memperoleh data menggunakan instrumen berupa angket dan menggunakan teori Behavioristik. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS Uji Normalisasi dengan hasil data nilai sig. tingkat Pendidikan orang tua adalah sebesar 0,04. Sedangkan nilai sig. prestasi siswa adalah sebesar 0,48. Tingkat Pendidikan orang tua memiliki nilai sig 0,05 bahwa data tersebut berdistribusi tidak normal dan prestasi belajar memiliki nilai sig. > 0,05 data tersebut berdistribusi normal dan Uji Korelasi menggunakan uji Kendall’s tau_b dengan distribusi nilai signifikan (2-tailed) antara tingkat Pendidikan orang tua dengan tingkat prestasi peserta didik 0,03 0,05. Jadi, dengan demikian dapat disimpulkan hasil akhir dari penelitan adalah tidak adanya hubungan antara tingkat Pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik di SMA Negeri 1 Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau.
LIANA
2022 · Thesis · Open Access
Penanaman Nilai-nilai Moralitas Untuk Siswa Agama Hindu di SDN 3 Timpah Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas
TITI KARMILA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Titi Karmila. 2022. Peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam Memotivasi Pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si., Pembimbing II Suwito, S.Ag., M.Si. Basarah merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai wujud Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ranying Hatalla Langit) oleh umat Hindu Kaharingan yang ada di Kalimantan Tengah khususnya di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas karena tujuan Basarah mempunyai arti dan makna semua orang mendekatkan dirinya dengan Tuhan untuk memohon perlindungan. Permasalahan yang di bahas yaitu:(1)Bagaimana pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas?; (2)Bagaimana peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas?; dan (3)Apa kendala dan upaya untuk meningkatkan motivasi dalam pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas?. Penulisan ini bertujuan:(1)Untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas; (2)Untuk menganalisis peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas; dan (3)Untuk menganalisis kendala dan upaya untuk meningkatkan motivasi dalam pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas. Teori untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori peran dan teori motivasi. jenis penelitian deskriftif kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:(1)pelaksanaan Basarah belum dilaksanakan secara rutin serta umat Hindu Kaharingan tidak aktif mengikuti Basarah terlihat pada tingkat kehadiran umat Hindu Kaharingan yang hadir dapat dihitung dengan jari baik orang tua, remaja dan anak-anak; (2) Peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas sudah terlihat adanya sebuah peran yang dilakukan namun kurangnya kerjasama antar pengurus, sehingga belum maksimal mencapai sasaran dan perlu ditingkatkan lagi agar umat yang ada di Desa Kayu Bulan dapat meningkatkan motivasi nya dalam pelaksanaan Basarah sehingga tercapainya Basarah yang rutin dan efektif; dan (3) Kendala internal yang dihadapi oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan melaksanakan Basarah seperti: kurangnya kesadaran dalam membina umat Hindu Kaharingan, pengetahuan keagamaan yang terbatas, rasa acuh tak acuh, sibuk bekerja, serta faktor malas dalam diri. Kendala eksternal tidak adanya penyuluh agama, tidak ada kendaraan, kurang aktifnya sebagian pengurus Majelis Kelompok, dan faktor signal. Upaya yang dilakukan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan seperti:Membuat jadwal pelaksanaan Basarah di balai umum, Basarah bergiliran di rumah-rumah, Basarah khusus generasi muda pada sore hari Kamis, memotivasi melalui Pandehen, mengubah pola pikir, kesadaran dalam diri, adanya dukungan dari umat Hindu Kaharingan kepada Majelis Kelompok, mengadakan arisan dan diadakan kunjungan Basarah ke desa-desa lainnya. Kata kunci: Basarah, Majelis kelompok
LITA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Lita, 2022. Upaya Orang Tua Dalam Pembiasaan Basarah Pada Anaknya di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si Pembimbing II Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Keluarga merupakan rumah dimana dalam pembiasaan pertama kali diterapkan sejak lahir, lingkungan keluarga membentuk perilaku yang kemudian akan diterapkan dalam masyarakat dan sekolah. Sebuah keluarga ada upaya orang tua yang sangat dominan dalam pembiasaan perilaku anak, benar adanya jika “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” ibarat ini sangat mendukung, karena apa yang dilakukan orang tua, anak akan senatiasa memperhatikan kemudian menerapkan, karena orang tua dianggap orang yang paling dipatuhi, didalam keluarga. Orang tua adalah pria dan wanita yang terikat dalam perkawainan dan siap sedia untuk memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu anak yang dilahirkannya. Pola asuh merupakan suatu keseluruhan interaksi antara orang tua dengan anak, yang di mana orang tua dalam pembiasaan terhadap anaknya dengan mengubah tingkah laku, pengtahuan serta nilai-nilai yang dianggap paling tepat oleh orang tua, agar anaknya mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal. Orang tua adalah orang utama dan pertama dalam hal pembiasaan keimanan bagi anaknya. Orang tua baik ayah maupun ibu merupakan orang pertama yang menerima anak lahir didunia. Orang tua menjadi hal yang terpenting dalam membawa anak untuk menjadi seorang individu yang baik setiap orang tua pasti mempunyai keinginan dan tujuan bagi masa depan anaknya. Untuk itu seorang anak harus dibekali dengan ilmu pengetahuan, keterampilan dan yang paling penting lagi adalah membekali dengan pendidikan agama sedini mungkin, baik tidaknya anak sangat bergantung pada pendidikan oleh orang tuanya. Pendidikan agama yang harus ditanamkan terlebih dahulu oleh orang tua salah satunya tentang pembiasaan basarah yang wajib dilakukan, orang tua harus menanamkan hal itu agar nantinya anak terbiasa untuk melaksanakan basarah dengan penuh kesadaran dari dirinya sendiri. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini ada tiga akan dibahas, yatiu (1) Bagaimana upaya orang tua dalam pembiasaan Basarah pada anaknya di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara? (2) Apa kendala yang dialami dalam pelaksanaan Basarah pada anaknya di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara? (3) Apa solusi yang dilakukan oleh Mejelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam pembiasaan Basarah pada Anak di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan adalah Purposive yang terdiri dari jumlah orang yang hadir pada pelaksanaan Basarah menjadi narasumber. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa: (1) orang tua sangat berperan penting dalam pendidikan anak, karena akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, dan pada pembiasaan Basarah orang tua harus dapat menjadi contoh yang baik, misalnya dapat hadir melaksanakan basarah dan mengajak anak untuk ikut dan berperan dalam pembiasaan Basarah. (2) paktor yang menjadi penghambat dan pendukung orang tua membiasakan anak pada pembiasaan Basarah adalah paktor sosial, paktor semangat orang tua mendidik anak, paktor lingkungan, paktor anak, paktor orang tua, dan paktor ekonomi. (3) upaya yang dapat orang tua lakukan adalah dengan terus mengajak anaknya melaksanakan persembahyangan Basarah, ,memperhatikan pergaulan anak, memberikan nasihat maupun wajengan kepada anak agar tidak menyimpang, serta dapat menjelaskan kepada anak kapan waktu dan tempat untuk bermain dan kapan harus belajar dengan baik.
ELMI WINARTI
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK ELMI WINARTI, 2022. Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Negeri Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Strata Satu (S-1), Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Pranata, S.Pd., M.Si, Pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd. H Motivasi belajar merupakan daya penggerak dalam diri siswa sehingga menjamin kegiatan belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Motivasi belajar juga bisa dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Permasalahan yang diteliti adalah Bagaimana Tingkat Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori motivasi dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan angket menggunakan teknik observasi dan studi kepustakaan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 Di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan dengan berbagai fenomena dan aspek yang dimilikinya. Adapun yang menjadi populasi penelitian ini adalah 4 orang siswa yang beragama Hindu kelas VII-VIII di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten katingan. Hipotesis awal pada penelitian ini adalah Tingkat motivasi belajar siswa dalam pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN Satu Atap 1 Pulau Malan pada masa pandemi tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Negeri Satu Atap 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan dengan kategori tinggi dengan persentase 71% Sehingga Ho ditolak dan H_1 diterima. Sehingga kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Tingkat Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Masa Pandemi Covid-19 di SMP Negeri Satu Atap 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan adalah Kategori Tinggi.
NI WAYAN RATIH PUJALI
2022 · Thesis · Open Access
Ratih Pujali, Ni Wayan. 2022. Banten Gebogan Dalam Upacara Piodalan Pada Umat Hindu di Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Prodi Pendidikan Agama Hindu. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji banten gebogan dalam upacara piodalan pada umat Hindu di desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Banten gebogan merupakan upakara yang unik, menarik, dan urgent dalam upacara piodalan, akan tetapi umat Hindu belum memahami proses pembuatan, fungsi, dan nilai filosofi yang terdapat dalam banten gebogan. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini difokuskan tentang (1) Bagaimanakah proses pembuatan banten gebogan dalam upacara piodalan pada umat Hindu di desa Sari Makmur?, (2) Apakah fungsi banten gebogan dalam upacara piodalan pada umat Hindu di desa Sari Makmur?, dan (3) Bagaimanakah perspektif pendidikan agama Hindu terhadap banten gebogan dalam upacara piodalan pada umat Hindu di desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas?. Tujuan penelitian untuk memahami dan mendeskripsikan banten gebogan dalam upacara piodalan pada umat Hindu di desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bertujuan memahami dan menganalisis banten gebogan dalam upacara piodalan pada umat Hindu di desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas (perspektif pendidikan agama Hindu). Informan dipilih secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori unsur-unsur religi, teori fungsionalisme, dan teori nilai. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan menunjukan bahwa proses pembuatan banten gebogan dalam upacara piodalan pada umat Hindu terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahapan awal, tahapan pokok dan tahapan akhir. Fungsi banten gebogan dalam upacara piodalan pada umat Hindu dibagi menjadi dua bagian yaitu: fungsi manifes dan fungsi laten. Fungsi manifes terdiri dari banten gebogan sebagai persembahan, banten gebogan sebagai simbol dan banten gebogan sebagai ungkapan rasa syukur. Fungsi laten terdiri dari fungsi estetika, fungsi ekonomi, fungi sosial, fungsi etika dan fungsi simbolik. Perspektif pendidikan agama Hindu terhadap banten gebogan dalam upacara piodalan pada umat Hindu dapat dilihat dari nilai-nilai yang terdapat dalam banten gebogan yaitu nilai material meliputi: nilai pendidikan seni dan nilai pendidikan ekonomi. Nilai vital meliputi: nilai pendidikan etika (susila) dan nilai pendidikan sosial. Nilai kerohanian meliputi: nilai pendidikan kebenaran (tattwa), nilai pendidikan keindahan (estetika), nilai pendidikan moralitas dan nilai pendidikan keagamaan.