Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

940 item publik

Publikasi

Halaman 33 dari 47

KAJIAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN PANTUGUR DALAM RITUAL WARA HINDU KAHARINGAN DI KABUPATEN BARITO SELATAN

AYUNI LESTARI
2022 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji kajian nilai-nilai pendidikan pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan. Keberadaan patugur menjadi sarana pokok dalam ritual wara yang memiliki nilai pendidikan Hindu yang perlu untuk dikaji. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman dalam diri beberapa orang terhadap nilai-nilai dan makna sakral yang terkandung pada pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan sehingga patugur yang digunakan pada hari puncak pelaksanaan wara tersebut dipandang tidak memiliki nilai pendidikan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah proses pembuatan pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?, 2) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam pantugur ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?, 3) Bagaimanakah implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu dalam pantugur ritual wara bagi Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?. Penelitian dikaji dengan teori fungsional struktural, teori nilai, teori pendidikan Hindu, dan teori behavioristik. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa komponen yang dapat dikaji dan penyajian hasil meliputi pantugur merupakan perwujudan jasmaniah dari leluhur yang diritualkan dan wajib dihargai keberadaannya sebagai bentuk penghormatan, rasa cinta kasih, dan tanggung jawab seseorang ataupun keluarga yang melaksanakan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa proses pembuatan pantugur yang dikaji menggunakan teori fungsional struktural menghasilkan kesimpulan yang meliputi : (1) Tahap Persiapan, (2) Tahapan Pokok Pelaksanaan, dan (3) Tahap Akhir. Beberapa nilai pendidikan yang terkandung pada pantugur dalam ritual wara yang dikaji menggunakan teori nilai dan didukung dengan teori pendidikan Hindu menghasilkan kesimpulan yaitu : (1) Nilai Pendidikan Tattwa, (2) Nilai Adat Tradisi Hindu Kaharingan, (3) Nilai Pendidikan etika (susila), (4) Nilai Pendidikan Material, (5) Nilai Pendidikan Tanggung Jawab, dan (6) Nilai Pendidikan Estetika. Implikasi nilai pendidikan pada pantugur ritual wara yang dikaji menggunakan teori behavioristik menghasilkan kesimpulan yaitu : (1) Mempererat Persatuan dan Kesatuan Umat Hindu Kaharingan, (2) Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong, (3) Toleransi terhadap Keberagaman, (4) Terjaganya Keseimbangan Dan Keharmonisan Alam Semesta, (5) Taat Terhadap Pelaksanaan Upacara atau Ritual Sebagai Bentuk Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (6) Tercipta Hubungan Harmonis Dengan Sesama yang diwujudkan dalam Perilaku Belum Bahadat, (7) Menginterpretasikan Tindakan Terhadap Simbol Sakral, dan (8) Tumbuhnya Kesadaran Beretika Kata Kunci: kajian nilai pendidikan, pantugur, ritual wara

Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Mutar Sangku Pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas

SARI WULANDARI
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK SARI WULANDARI, 2022, Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Mutar Sangku Pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas Prodi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya Pembimbing (I) Dr. Nali Eka, S.Ag., M.Si Pembimbing (II) Megawati, S.Pi., M.Pd,H Agama Hindu Kaharingan merupakan Agama tertua yang ada di Kalimantan Tengah. Agama Hindu Kaharingan masih sangat kental akan tradisi dan upacara keagamaannya, dimana tradisi dan upacara keagamaan itu mengandung nilai-nilai religi. Salah satu upacara keagamaan yang diyakini oleh Umat Hindu Kaharingan khusunya di Desa Jalemu Masulan yaitu upacara Mutar Sangku pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan. Upacara Mutar Sangku merupakan upacara keagamaan Umat Hindu Kaharingan, yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan yang merupakan bagian dari Proses Perkawinan. Namun kondisi yang terjadi di lapangan bertolak belakang atau terjadi gip (ketidak sesuaian) antara kondisi ideal yang diharapkan. Dimana masih ada kendala pada saat pelaksanaannya. Sehingga berdasarkan fenomena di atas dalam menelitian ini ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana pelaksanan upacara Mutar Sangku dalam prosesi perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas, (2) Apa saja Nilai-Nilai Pendidikan Yang Terdapat Dalam Upacara Mutar Sangku pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas. Metode Penelitian ini adalah metode Deskriptif kualitatif, dengan jenis data kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu teknik purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik: Observasi, wawancara(Interview), dan studi Dokumentasi. Teknik Analisis Data kualitatif ada tiga tahap yaitu; tahap pendahuluan atau disebut pengelolaan data, tahap pokok atau tahap pengorganisasian dan tahap penentuan hasil. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu : Upacara Mutar Sangku Merupakan Upacara pembayaran atau pemenuhan jalan hadat oleh pihak laki-laki yang diberikan kepada pihak perempuan, yang dilaksanakan pada saat prosesi perkawinan berlangsung. Bentuk pelaksanaan upacara Mutar Sangku terdapat tiga tahap, yaitu tahap awal adalah tahap mempersiapkan sarana-sarana, tahap kedua atau kegiatan pokok adalah tahap pelaksanaan upacara Mutar Sangku dimana kepala Luang menyaki malas sangku dan melaksanakan Memutar Sangku yaitu rangkaian acara penagihan/pembayaran jalan Hadat, kepala Luang pihak perempuan Melek/menagih jalan adat menggunakan anak Pelek, dari Pelek satu sampai empat belas dan kegiatan akhir setelah pelaksanaan Mutar Sangku semua orang yang bertugas Memutar Sangku dan orang tua kedua belah pihak menyaki malas kedua pengantin. Nilai-Nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan upacara Mutar Sangku pada prosesi perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kabupaten menekankan pada kebenaran dalam ranah koknitif (pengetahuan). Gunung Mas terdiri dari ; Nilai Pendidikan Tattwa (Filsafat) yang terdapat dalam upacara Mutar Sangku pada prosesi perkawinan Umat Hindu Kaharingan,Nilai Pendidikan Susila atau Etika; Dalam upacara Mutar Sangku adalah sebuah aturan yang harus dilaksanakan, dipatuhi, dan ditaati oleh setiap orang yang melaksanakan perkawinan. Nilai Upacara ; untuk mendekatkan diri kepada Ranying Hatala Langi serta manifestasinya. Nilai estetika yaitu suatu keikhlasan dan rasa saling menghormati diantara kedua belah pihak.

Upaya Penguatan Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten katingan

MARDIONOE
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Mardionoe. 2022. Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji tentang Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. tantangan bagi umat hindu kaharingan Desa Tumbang Kaman sekarang sangatlah berat, banyak permasalahan yang terjadi yang dialami mulai dari konversi agama yang dilakukan oleh agama lain, hingga kurangnya keaktifan umat hindu kaharingan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, maka hal tersebutlah yang menjadi keprihatinan dan merupakaan tantangan bagi majelis kelompok agama hindu kaharingan untuk melakukan penguatan Nilai-Nilai Pendidikan hindu kepada Umat Hindu Kaharingan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka skripsi ini mengkaji tentang (1) Bagaimana peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kepada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman (2) Apakah faktor kendala Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kepada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman (3) Bagaimana Upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kepada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara dan Studi Dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori peran, teori kendala dan teori motivasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Bagaimana peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kepada Umat Hindu Peran majelis kelompok agama hindu kaharingan desa tumbang Kaman sudah berupaya dan sudah berjalan dengan baik. (2) Apakah faktor kendala Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu faktor kendala majelis kelompok adalah kurang SDM umat sehingga mempengaruhi tingkat kesadaran untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, keadaan ekonomi umat yang rata-rata menegah ke bawah, faktor kesibukan dengan aktifitas sehari-hari, kurang rohaniawan. (3) Bagaimana Upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kepada Umat Hindu. Upaya yang dilakukan majelis kelompok adalah dengan aktif memberikan pelayanan basarah sesuai dengan program kerja yang telah terlaksana, berusaha memberikan dorongan atau motivasi kepada umat.

UPACARA NGOKOI OKAN KERIRING PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA PAYANG ARA KECAMATAN GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA (Perspektif Pendidikan Hindu)

ELA RESNA SAPUTRI
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ELA RESNA SAPUTRI, 2022. Upacara Ngokoi Okan Keriring pada umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara (Perspektif Pendidikan Hindu) Pembimbing I Dr. Nali Eka, S.Ag., M.Si Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H Upacara Ngokoi Okan Keriring juga merupakan suatu upacara yang ditujukan kepada leluhur (pitra yadnya). Upacara ini dilaksankan sebagai ungkapan syukur kepada Dewa Kelelungan Aning Kekelio sebagai manisfestasi Ranying Hatalla Langit Juus Tuha Alah Tala yang telah diyakini membantu dan mewujudkan harapan apa yang dikehendaki atau diinginkan Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Pelaksanaan Upacara Ngokoi Okan Keriring Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 2. Apa Fungsi Upacara Ngokoi Okan Keriring Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 3. Apakah Perspektif Pendidikan Agama Hindu Terhadap Upacara Ngokoi Okan Keriring Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami proses pelaksanaan upacara Ngokoi Okan Keriring pada umat Hindu Kaharingan, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teori Religi, teori Struktural Fungsional, dan teori Nilai. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Payang Ara, jenis dan sumber data yang digunakan: sumber data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara, studi dokumentasi, instrument penelitian kualitatif, teknik analisis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Ngokoi Okan Keriring pada umat Hindu yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap: 1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi sebagai: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan tuhan dan leluhur, 2. Menjaga hubungan harmoni dengan sosial sesama manusia. Selain mempunyai fungsi upacara Ngokoi Okan Keriring juga perspektif pendidikan agama Hindu terhadap upacara yakni: 1. Perspektif pendidikan Tattwa agama Hindu, 2. Perspektif pendidikan Etika agama Hindu, 3. Perspektif pendidikan upacara agama Hindu. Upacara Ngokoi Okan Keriring ini biasanya dilakukan setelah kegiatan panen padi atau setahun sekali, dimana penduduk setempat bergotong-royong untuk membuat perlengkapan sarana dan prasarana untuk memberikan sesaji kepada roh bagi umat Hindu kaharingan yang berada di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. bahwa keriring memiliki nilai magis yang sangat tinggi, karena di samping bisa memberikan tuah rezeki kepada keluarga dan anak cucunya juga diyakini sebagai pelindung terhadap segala gagguan malapetaka.

PENGGELOLAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMPN 3 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

MERSIE
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Mersie, 2022. berjudul Penggelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Mitro,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Lilik, S.Ag.,M.Pd.H . Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu khususnya dalam pengelolaan pembelajaran di SMPN 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, merupakan tugas dan tanggung jawab guru sebagai pendidik dalam membantu dan membimbing anak didiknya untuk mencapai seluruh aspek yang ada pada anak didinya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Dengan tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Hindu, 2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh guru agama Hindu dalam pengelolaan pembelajaran agama Hindu dan 3) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru agama Hindu dalam meningkatkan pengelolaan pembelajaran agama Hindu di SMPN 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu guru agama Hindu menyusun RPP dan Silabus yang mengacu kepada kurikulum K 13, dan diperiksa serta ditanda tangani oleh kepala sekolah. Aspek dalam penyusunan perencanaan pembelajaran yaitu aspek tujuan pembelajaran, bahan atau isi pelajaran, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan serta pelaksanaan evaluasi. Dalam membuka pelajaran, guru selalu menyampaikan penganjali umat. Guru memperhatikan keadaan atau situasi kelas, pelaksanaan apersepsi hanya dilakukan kadang-kadang saja, Metode yang sering digunakan adalah metode ceramah diselingi dengan metode Tanya jawab, pelaksanaan Post tes kadang-kadang dilakukan, sering dengan memberikan pekerjaan rumah. Mengadakan tes tengah semester, kemudian tes akhir semester sesuai dengan jadwal. Tidak semua hasil tes disampaikan kepada siswa, hanya hasil tes tengah semester. Kendala buku paket pelajaran, Ruangan belajar agama, Sarana dan prasarana penunjang pembelajaran yang berbasis IT, Sarana dan prasarana untuk praktek persembahyangan basarah tidak ada. Mengupayakan memfoto copy buku paket, dan untuk perlengkapan sarana dan prasaranan praktek persembahyangan. Mengusulkan kepada pemerintah agar dapat penambahan ruangan belajar bagi siswa.

Penerapan Metode Pembelajaran Mandiri Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 4 Desa Handiwung Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan

DEPIANTI
2022 · Thesis · Open Access

Depianti.2022. Penerapan metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan prestasi siswa pendidikan agama hindu di SMP Negeri 4 Desa Handiwung Kecamatan tasik payawan kabupaten katingan. Skripsi ini mengkaji penerapan metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan prestasi siswa pendidikan agama hindu di SMP Negeri 4 Desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan. Kurangnya keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga perlunya strategi yang dapat memberikan perkembangan hasil belajar siswa agama hindu sehingga diterapkan pembelajaran mandiri. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji : 1) SMP Negeri 4 Desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan pembelajaran mandiri di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama hindu di SMP Negeri 4 desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi,wawancara,penyebaran angket atau dengan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan yaitu : reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar konstruktivisme dan teori belajar humanistik. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa : 1) SMP Negeri 4 desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan, digunakan yaitu dengan metode ceramah dan diskusi, yang dimana membuat keaktifan siswa cukup meningkat dan sekarang guru menerapkan dengan interaksi, komunikasi, refelaksi sehingga siswa tidak jenuh dengan materi yang disampaikan. Kendala dalam pembelajaran mandiri di era new normal dalam pembelajaran agama hindu yaitu karena terbatasnya waktu belajar serta penyampaian materinya sebab di era new normal ini pelaksanaan pembelajaran secara jarak jauh sehingga pertemuan antara guru dan siswa terbatas. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan metode pembelajaran mandiri SMP Negeri 4 desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu penerapan SMP Negeri 4 desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ini sangat berpengaruh terhadap keaktifan siswa sebab guru agama hindu sudah menerapkan metode ceramah dan dikusi agar tidak hanya guru saja yang berperan tetapi siswa juga mendapatkan hasil yang positif bagi perkembangan pembelajarannya. Kedisplinan siswa agama hindu di SMP Negeri 4 desa handiwung kecamatan tasik payawan kabupaten katingan lumayan baik karena siswa agama hindu tetap mematuhi aturan yang dibuat oleh pihak sekolah serta mengikuti pembelajaran yang sudah ditentukan oleh sekolah. Minat belajar siswa cukup meningkat setelah diterapkan pembelajaran mandiri. Hal ini dapat dilihat dari ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.

UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA AGAMA HINDU PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

MITA
2022 · Thesis · Open Access

Mita, 2022. berjudul Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Agama Hindu Pada Masa Pandemi Covid 19 di Sekolah Dasar Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II, I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si . Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu khususnya dalam upaya meningkatkan kedispilinan belajar siswa agama Hindu pada masa pandemi covid 19, merupakan tugas yang sangat berat bagi guru sebagai pendidik dalam membantu dan membimbing anak didiknya untuk mencapai keberhasilan. Dengan tujuan penelitian yaitu: Untuk mengetahui upaya dan kendala yang dilakukan oleh guru agama Hindu dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa agama Hindu saat pandemi covid 19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kedisplinan dan motivasi belajar siswa agama Hindu SDN 2 Timpah masa pandemic covid 19 yaitu sistem pembelajaran dari rumah, dan membuat group WA, terjadi penurunan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa, faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan kedisplinan dan motivasi siswa dalam belajar yaitu karena pembelajaran dari rumah kurang pengawasan dari guru dan orang tua siswa., factor sarana dan prasarana pendukung yang kurang, orang tua siswa kurang fasih dalam penggunaan media pembelajaran daring. Guru agama Hindu telah melakukan komunikasi dengan orang tua siswa, melalui WA group, mengingatkan via WA group agar tugas yang berikan untuk dikerjakan tepat waktu dan selalu berupaya untuk memberikan jawaban kepada siswa yang bertanya dalam WA Group. Guru memberikan sangsi berupa penurunan nilai, sehingga dengan adanya sangsi tugas siswa dapat dikumpulkan tepat waktu. guru memberikan nasehat atau teguran kepada siswa agar mereka selalu rajib belajar, mengerjakan tugasnya tepat waktu. Guru dalam menyampaikan tata tertib tidak dibuatkan secara khusus, melainkan hanya menyampaikan via Chat di WA group. Guru agama Hindu mengadakan absensi siswa pada jam pelajaran untuk mengetahui keadaan siswa, guru agama Hindu selalu memberikan arahan, nasehat, motivasi, memberikan pujian atau reward kepada siswa yang memiliki keberhasilan, Kendala yang dirasakan oleh guru agama Hindu dalam meningkatkan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa agama Hindu di masa pandemic covid 19 yaitu: 1). Keterlibatan orang tua siswa yang kurang untuk mengawasi anak dalam belajar maupun menyelesaikan tugas, 2). Kurangnya penguasaan media pembelajaran berbasis daring baik itu guru agama Hindu maupun siswa atau orang tua siswa dan 3). Kendala biaya baik yang diraskan oleh guru maupun orang tua siswa.

Strategi Pembelajaran Agama Hindu DI SDN-2 Banturung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya

APRIANA
2022 · Thesis · Open Access

APRIANA, 2022. Strategi Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-2 Banturung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampun Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M. Si Dalam dunia pendidikan, Strategi Pembelajaran sangatlah penting untuk dilaksanakan gunanya juga agar terwujudnya proses pembelajaran yang di inginkan dan di cita-citakan pada setiap sekolah dan dengan ini Skripsi ini mengkaji Strategi Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-2 Banturung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Oleh karena itu di dalam sekolah ini juga ada beberapa perencanaan atau yang sering di sebut dengan Strategi yang guru Agama Hindu laksanakan pada proses pembelajaran di sekolah dasar pada peserta didik yang beragama Hindu. Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan bahwa yang sangat berpengaruhnya terhadapt keberhasilan dalam perencanaan pembelajaran yang dalam hal ini peserta didik Agama Hindu tidak terlalu fokus dalam melaksanakan pembelajaran Agama Hindu yang di mana proses pembelajaran Agama masih di laksanakan bersama dalam artian nya bergabung belajar bersama pada peserta didik Agama lain, otomatis pembelajaran yang direncanakan atau di lakukan oleh guru tentu tidak maksimal di terima oleh peserta didik Agama Hindu dan juga tidak efektif dalam menerima materi pembelajaran Agama Hindu saat dilaksanakan dalam ruangan. Dengan ini juga ada beberapa Rumusan Masalah dalam penelitian ini yang di mana adalah : 1. Bagaimana strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Banturung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya ? 2. Apa saja kendala pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Banturung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya ? 3. Apa upaya strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Banturung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya ? Begitu juga dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jelasnya bagaimana strategi yang direncanakan oleh guru Agama Hindu dalam pembelajaran di SDN-2 Banturung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori konstruktivistik dan teori humanistik Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder teknik penentuan informana yaitu menggunakan teknik pusposive sampling serta teknik pengumpulan data seperti observasi,wawancara dan dokumentasi dan instrument penelitian teknik analisis data seperti metode deskriptif dan metode analisis data kualitatif. Untuk itu tidak lupa juga bahwa hasil dari penelitian menunjukan strategi pembelajaran Agama Hindu dapat terlaksana sebagaimana mesti nya walaupun ada beberapa kendala yang terjadi dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Banturung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya ini serta hal itu juga tidak terlepas dari adanya upaya yang di rencanakan atau di laksanakan untuk mencegah terjadi nya kendala yang akan di alami pada proses pembelajaran yang akan berlansung tentu juga guru menggunakan berbagai strategi dan upaya dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Banturung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya.

KAJIAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN HINDU DALAM RITUAL PERKAWINAN NANGGAI SUMMANG DI DESA SEIRAHAYU II KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA

SUGIYO
2022 · Thesis · Open Access

Melestarikan sebuah tradisi adalah merupakan suatu kewajiban bagi semua pihak, terutama umat Hindu Kaharingan yang berada diwilayah Desa Seirahayu II Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Agama dengan ritual selalu bersinergi, sebab lahirnya sebuah agama karena dilandasi adanya sebuah ritual atau tradisi begitu juga sebaliknya tradisi budaya dilandasi dengan adanya agama. Seiringnya perkembangan zaman sekarang ini, dimana keberadaan ritual perkawinan nanggai summang,hampir jarang dilakukan lagi,karena akibat pengaruh budaya moderisasi sehingga budaya tradisional yang dianggap memiliki makna nilai pendidikan tattwa, sosial, tradisi,etika, dan nilai pendidikan estetika. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana proses ritual perkawinan nanggai summang dilakukan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Seirahayu II Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara ? dan 2). Apakah kajian Nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung didalam ritual perkawinan nanggai summang di Desa Seirahayu II Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara ?. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang diteliti adalah, Teori Fungsionalisme Struktural, teori sistem religi, dan teori nilai. penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan Teknik studi dokumentasi. Teknik analisis data.Teknik penyajian hasil analisis data. Hasil penelitian mengemukakan bahwan proses ritual perkawinan nanggai summang memiliki beberapa tahap yakni tahap awal, tahap pokoki, dan tahap akhir. Sedangkan nilai pendidikan dalam ritual perkawinan nanggai summang, yaitu; Nilai pendidikan tattwa, sosial,tradisi,etika, dan estetika. nilai pendidikan tattwa dapat dilihat ketika Balian duduk di Balai summang dengan mengucapkan beberapa mantra yang ditujukan kepada Tuhan beserta manifestasinya yang menguasai alam semesta beserta isinya. Nilai pendidikan tradisi merupakan kebiasaan yang mengatur tentang perilaku kehidupan manusia berkaitan dengan kehidupan sosial umat Hindu Kaharingan Seirahayu II terhadap nilai tradsi yang sanggat diyaki.. Nilai pendidikan etika yakni beberapa larangan atau pantangan wajib ditaati ketika ritual nanggai summang berlangsung. Sedangkan nilai pendidikan sosial dalam ritual perkawinan nanggai summang, yakni dengan terlihatnya kehidupan umat Hindu Kaharingan yang selalu bersama-sama atau saling tolong-menolong dalam melaksanakan berbagai kegiatan ritual keagamaan terutama pada ritual nanggai summang.

JALAN HADAT PERKAWINAN DAYAK NGAJU PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATAN MIHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

ERDY
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ERDY,2022, Jalan Hadat Perkawinan Dayak Ngaju Pada Umat Hindu Kaharingan Di Kecamantan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas (Berfungsi dan Makna). Dengan dosen Pembimbing I Dr.SIHUNG.,S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II I WAYAN SINDIA GRYA DANIKA.,S.Kom.,M.T. Jalan Hadat Perkawinan Dayak Ngaju adalah yang berlaku di Kalimantan Tengah yang mengunakan sistem bilateral, perkawinan adat ini diberikan pembayaran jujuran (Jalan Hadat) pembayaran jalan hadat dilakukan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Jalan hadat ini sudah dikenal luas, tapi apa nilai-nilai yang terkandung dibalik simbol-simbol jalan hadat tersebut dikaitkan dengan konsep ajaran agama hindu kaharingan secara seluruh belum banyak diketahui orang, perkawinan suku dayak ngaju bermula dari tradisi lisan yang berakar dari religi kaharingan yang awalnya disebut dengan agama helu (Agama Dulu).Dalam ajaran agama hindu kaharingan( religi asli masyarakat etnik dayak ngaju) ritual perkawinan mempunyai religi yang berkaitan dengan keturunan dan merupakan suatu peningkatan nilai berdasar agama yang sakral. Masalah yang diteliti mencakup 3 (tiga) yaitu : (1)Bagaimana pelaksanaan jalan hadat perkawinan Dayak Ngaju Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamantan Mihing Raya Kabapaten Gunung Mas ? (2) Bagaimana Fungsi Jalan Hadat Perkawinan Dayak Ngaju Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamantan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas ? (3) Apa Makna Filosofit Jalan Hadat Perkawinan Dayak Ngaju Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamantan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas ?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripti kualitatif.penelitian deskriptif adalah penelitian yang di lakukan untuk mengatahui nilai Variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau primer dan sekunder, sedangkan teknik penentuan informasi adalah teknik snowball samping yaitu penentuan informasi berdasarkan teknik pola salju gulir. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah dengan cara: observasi, wawancara dan perpustakaan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dan kualitatif sehingga akurasi data menjadi lebih terjamin. Fungsi Jalan Hadat Perkawinan Dayak Ngaju Adalah merupakan sarana ekspresi simbolis untuk mewujudkan konsep-konsep keagamaan,khususnya yang berkenaan dengan kekuatan-kekuatan gaib tertentu, sedangkan fungsi kedua merupakan eksprise simbolis untuk menyalurkan tangapan-tangapan kesan atas alam berserta sifat-sifat, mau pun atas konsep budaya tertentu melalui bentukan visual yang terencana. Makna filosofis adalah pada bagian ini bahas makna filosofis dari beberapa proses yang terdapat di Kecamantan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas yaitu: Manjuluk duit, Hakumbang auh, Maja misek atau pertunangan, Nampa janji, Melanggar janji, Mungkut rapin tuak, Pangaten mandai, Membuka lawang sakepeng, Haluang hapelek, Haluang hapelek di bayar lunas, Manyaki panganten, Pali panganten dan maruah pali, Menerima manantu Kata Kunci : Jalan Hadat, Perkawinan Dayak Ngaju, Umat Hindu Kaharingan.

Implementasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pendidikan Agama Hindu di SDN 8 Menteng Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya

FENTI WULANDARI
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK WULANDARI, FENTI, 2022, Implementasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pendidikan Agama Hindu di SDN 8 Menteng Kecamatan Jekan Raya Kota Palanga Raya.. Pembimbing I Dr. Inyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Suryanto, S.Pd., M.Si Penelitian ini mengkaji tentang Implementasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pendidikan Agama Hindu di SDN 8 Menteng Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka terbatas yang dimulai sejak Desember 2021. Dengan diterapkannya pembelajaran tatap muka terbatas ini tentunya terdapat beberapa kendala-kendala yang dihadapi, khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu, yang dikarenakan akan ada kebiasaan-kebiasaan baru yang harus dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan implementasi pembelajaran tatap muka terbats pendidikan agama Hindu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitataif, yang bertujuan untuk memahami, menganalisis dan mendeskripsikan implementasi pembelajaran tatap muka terbatas di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah dilakukan verifikasi, analisis data dengan beberapa teori yang relevan seperti teori implementasi, dan teori behavioristik. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka terbatas pendidikan agama Hindu di SDN 8 Menteng tetap memperhatikan tahapan dalam pembelajaran yaitu tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Namun dalam implementasi pembelajaran tatap muka terbatas pendidikan Agama Hindu terdapat beberapa kendala seperti guru kesulitan dalam mengatur siswa agar mereka selalu mematuhi protokol kesehatan, kemudian keterbatasan waktu pembelajaran yang dikarenakan dalam satu ruangan di dalamnya tergabung beberapa kelas, sehingga menyebabkan guru kesulitan untuk membagi waktu, dan dalam pembelajaran tatap muka terbatas pun waktu pembelajaran dibatasi yang awalnya 4x35 menit, saat ini menjadi 3x35 Menit. Kendala yang terakhir yaitu keterbatasan sarana prasarana, seperti tidak tersedianya ruang belajar khusus agama Hindu, sehingga pembelajaran dilakukan di Perpustakaan yang ruangannya cukup sempit, sehingga membuat siswa dan guru tidak dapat menjaga jarak.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN HINDU DALAM UPACARA PURWA DAKSINA PADA PIODALAN DI PURA PITAMAHA KOTA PALANGKA RAYA

KETUT DWI PURWANTI
2022 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami upacara Purwa Daksina pada piodalan. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya di Kota Palangka Raya. Belum banyak memahami tentang upacara Purwa Daksina pada piodalan apalagi pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan, dan implikasinya. Upacara sampai sekarang masih dilaksanakan, tetapi terjadi kesalahan dalam hal-hal sepele yang seharusnya tidak dilakukan oleh umat Hindu. Pelaksanaan upacara Purwa Daksina pada piodalan masih dianggap sebagai tempat berkumpul bersama antar umat Hindu. Purwa Daksina pada piodalan ini dipandang sebagai sarana untuk menghaturkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Upacara Purwa Daksina pada piodalan mempunyai pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan dan implikasi bagi manusia itu sendiri maupun orang lain. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini terfokuskan pada pembahasan tentang (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Purwa Daksina pada piodalan, (2) nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan, (3) Implikasi nilai Purwa Daksina pendidikan Hindu dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan upacara Purwa Daksina pada piodalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah dilakukan verifikasi, data analisis dengan beberapa teori yang relevan seperti teori struktural fungsional, teori nilai, dan teori implikasi. Hasilnya dikaji secara formal dan informal. Hasil penelitian ini dideskripsikan bahwa upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya terbagi kedalam dua tahapan. Tahapan awal adalah tahap persiapan sarana dan prasarana. Tahap pokok adalah proses inti dalam proses yaitu acara Purwa Daksina pada piodalan. Nilai pendidikan Hindu dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan adalah bermacam-macam baik bagi kehidupan keluarga maupun masyarakat Hindu di Kota Palangka Raya. Nilai-nilai pendidikan Hindu itu adalah : nilai material, nilai pendidikan seni, nilai vital, nilai pendidikan susila (etika), nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan solidaritas sosial, nilai kerohanian, nilai pendidikan kebenaran, nilai pendidikan keindahan, nilai pendidikan moralitas, dan nilai pendidikan keagamaan. Implikasi dalam upacara Purwa Daksina pada piodalan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya bermacam-macam baik untuk masyarakat Hindu maupun orang lain. Implikasi upacara Purwa Daksina pada piodalan yaitu implikasi positif. Implikasi positif upacara Purwa Daksina pada piodalan adalah : implikasi sosial, implikasi religius, dan implikasi kedamaian. Interaksi sosial masyarakat Hindu dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta keharmonisan masyarakat Hindu dapat dikatakan sangat luar biasa baik.

PERAN PEMANGKU DALAM MENGAJARKAN KETERAMPILAN MEMBUAT SARANA UPACARA PADA PEMUDA HINDU DI DESA SARI MAKMUR KECAMATAN MANTANGAI KABUPATEN KAPUAS

KOMANG SURIP ARTAWAN
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK SURIP, KOMANG ARTAWAN, 2022: Peran Pemangku dalam Mengajarkan Keterampilan Membuat Sarana Upacara pada Pemuda Hindu di Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II I Komang Mertayasa, S.Pd.H., M.Si. Dalam ajaran Agama Hindu meliputi Tatwa, Etika dan Upacara. Begitu juga terdapat dalam pelatihan pembuatan sarana upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas mengenai peran pemangku dalam pelatihan pembuatan Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Tujuan yang terdapat dalam penelitian ini yakni: 1). Mengetahui peran Pemangku dalam mengajarkan keterampilan membuat Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. 2). Mengetahui bagaimana kendala peran Pemangku dalam mengajarkan keterampilan membuat Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur. 3). Mengetahui Upaya-upaya Pemangku dalam mengatasi kendala dalam mengajarkan keterampilan membuat Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur. Penelitian ini mengunakan metode penelitian deskriftif kualitatif, informan dalam penelitian ini yaitu berjunlah 6 (enam) informan. Tehnik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Waktu penelitian di lakukan selama 1 (satu) bulan yaitu dari tanggal 28 April-30 Mei 2022. Adapun yang menjadi tempat penelitian ini adalah Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Hasil dari penelitian ini adalah: 1). Pemangku berperan mengarahkan pemuda/pemudi Hindu, dan sekaligus berperan aktif dalam mengajarkan pembuatan sarana upacara. 2). Kendala dalam pelatihan pembuatan sarana upacara yaitu kurangnya minat pemuda/pemudi Hindu dalam mengikuti pelatihan pembuatan sarana upacara, serta kesulitan dalam mendapatkan daun kelapa yang digunakan dalam pembuatan sarana upacara. 3). Upaya-upaya pemangku dalam mengatasi kendala pada pelatihan keterampilan membuat sarana upacara yaitu dengan cara memberikan motivasi dan pencerahan pada pemuda/pemudi Hindu, dalam Mengikuti pelatihan membuat sarana upacara. Selain itu juga Pemangku berinisiatif dengan mengunakan daun kelapa sawit untuk pelatihan membuat sarana upacara, karena susahnya mendapatkan daun kelapa di Desa Sari Makmur.

EKSISTENSI BASIR DALAM PELAKSANAAN RITUAL TANTULAK BALA (MANULAK LANTING BAMBAN) UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG OROI KECAMATAN MANUHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

MARTONO
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Martono, 2022, Eksistensi Basir Dalam Pelaksanaan Ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) Di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Strata Satu Program Studi Kepanditaan Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. dan Pembimbing II Yoppie, M.Pd.H. Pelaksanaan ritual tidak bisa dipisahkan dengan seorang Basir atau Rohaniawan, oleh karena itu masalah yang terjadi di dalam penelitian ini merupakan permasalahan yang sering terjadi di dalam pelaksanaan ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban), yang dimana selalu mecari dan membutuhkan tenaga seorang Basir untuk melaksanakan serta menjalankan ritual tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Eksistensi dan Kendala seorang Basir dalam pelaksanaan ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan lokasi penelitian yang digunakan yaitu bertepatan di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teknik pengumpulan data yang digunakan : (1). Observasi (2) Wawancara (3) Dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 Orang Basir 1 Orang Tokoh Agama Ketua Majelis Resort agama Hindu Kaharingan dan Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Oroi. Hasil dari penelitian (1) Eksistensi Basir dalam pelaksanaan ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, Yaitu : eksistensi atau keberadaan Basir Di Desa tersebut sangat terbatas dan selalu membutuhkan tenaga Basir Dari Daerah lain. (2) Kendala pelaksanaan Ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung yaitu : Kendala atau permasalahan yang sering terjadi di Desa Tumbang Oroi Merupakan permasalahan yang sama yakni tentang kurangnya serta terbatasnya orang yang berperan utama dalam pelaksanaan Ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) atau pelaku utama yang menjalankan dan melaksanakan ritual tersebut.

Pemanfaatan Media WhatsApp Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Menteng Palangka Raya

DEDY PURWANTO
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PURWANTO, DEDY,2022. Pemanfaatan Media WhatsApp Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing l I Komang Mertayasa, S.Pd.H., M.Si dan Pembimbing ll Tri Aspyana, M.Pd. Kurangnya pemahaman guru dalam pemanfaatan media WhatsApp didalam pembelajaran pendidikan agama Hindu berdampak pada banyak menimbulkan kendala yang terjadi pada pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu. Oleh karena itu pemahaman terkait pemanfaatan media WhatsApp secara optimal perlu untuk dilakukan oleh guru. Untuk mengetahui pemanfaatan media WhatsApp dalam pembelajarn pendidikan agama Hindu sehingga banyak menimbulkan kendala yang terjadi pada pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 1 Menteng, skripsi ini akan mengkaji; 1) Mengetahui pemanfaatan media WhatsApp dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 1 Menteng; 2) Mengetahui kendala pemanfaatan media WhatsApp dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 1. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu: data deskriptif yang menganalisis dan menyajikan gambaran lengkap pada objek penelitian kemudian memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori behaovioristik dan teori sibernetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemanfaatan media WhatsApp dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 1 Menteng sebagai berikut: a) Mengirim tugas melalui pesan chat; b). Menjelaskan materi pembelajaran; c) Menampilkan gambar; d) Video call; e) Voive note; f) WhatsApp group. 2) Kendala pemanfaatan media WhatsApp dalam pembelajaran pendidikan di SDN 1 Menteng, yaitu kendala guru dan kendala siswa, adapun kendala yang dialami oleh guru agama di SDN 1 Menteng antara lain: a) Kurangnya pemahaman guru; b) Jaringan tidak stabil; c) Terbatasnya waktu pertemuan; d) Spesifikasi handphone yang tidak memadai. Adapun kendala yang di alami oleh siswa di SDN 1 Menteng antara lain: a) Kuota internet; b) Penggunaan handphone bergantian; c) Kesulitan mendapatkan jaringan. Kata Kunci : Pemanfaatan, Media, WhatsApp, Pemanfaatan Media Pembelajaran

PENERAPAN HUKUM ADAT TERHADAP KASUS PENGANIAYAAN DI DESA TUMBANG PANGKA KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN

LINGCHIANI
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK LINGCHIANI, 2022 : Penerapan Hukum Adat Terhadap Kasus Penganiayaan di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan Skripsi Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP) Palangkaraya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH., MH. Pembimbing II Gelar Sumbogo Peni, S.Ag,.M.Si. Kehidupan merupaka suatu misteri yang dijalani seseorang. Pengalaman positif maupun negatif tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan seseorang. Demikian pula tindakan yang tidak menyenangkan perlakuan pada korban penganiayaan bervariasi menurut penyebab traumanya. Cedera akibat kekerasan benda tumpul dapat berupa luka memar, luka lecet, luka robek, patah tulang dan pendarahan atau robekan pada alat-alat didalamnya. Kemudian trauma akibat kekerasan benda tajam dapat berupa luka tusuk, luka iris, dan luka bacok. Selain itu, Penyebab trauma juga dapat berasal dari tembakan senjata api, yang menyebabkan trauma. Permasalahan yang diteliti meliputi dua rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana Proses penyelesaian kasus penganiayaan yang dilakukan melalui Hukum Adat di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Senaman Mantikei Kabupaten Katingan. 2) Apakah yang menjadi dasar pertimbangan Hukum dalam menyelesaikan kasus penganiayaan melalui lembaga Adat di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Mantikei kabupaten Katingan. Teori dalam menganalisis adalah Teori Kewenangan dan Teori Kepastian Hukum. Subjek peneliatan ini adalah Damang Kepala Adat, Mantir Adat tokoh masyrakat. Data dianalisi dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah- langkah redukusi penyajian data. dan penarikan data kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian proses penyelesai kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Tumbang Pangka kecamata Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Dasar hukum dalam menyelesaiakan kasus penganiayaan melalui lembaga kedamangan di Desa Tumbang Pangka kecamatan Sanaman Kabupaten Katingan. Dasar Hukum Dalam Penyelesaian Kasus Penganiayaan (UUD NRI 1945) amandemen keempat, secara tegas dalam pasal 18 B ayat (2) menyatakan bahwa, Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat. Ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut:1.Proses penyelesaian kasus penganiayaan di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan dilaksanakan Mantir Adat dalam proses sidang adat yaitu pelaku didenda senilai Rp.5.000.000,- ( lima Juta Rupiah) sebagai biaya santunan yang dinyatakan dalam surat perjanjian.2 Dasar pertimbang hukum dalam menyelesaikan kasus penganiayaan melalui lembaga Adat di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan penulis dapat menyampaikan saran- saran 1)Kepada masyarakat diharapkan untuk selalu biasa mengontrol emosi supaya tidak terjadi perkara terutama untuk masyarakat Desa Tumbang Pangka

Upacara Balian Natau Liau di kelurahan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya

EBY
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Eby, 2022. Upacara Balian Natau Liau di Kelurahan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Skripsi. Stara Satu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Program Studi Kepanditaan, IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. Wayan Gepu, S.Ag.,M.Fil. H dan Pembimbing II. Rabiadi, S.Sos.H.,M.Pd.H Balian Natau Liau, adalah ucapan , pemintaan maaf keturanannya kepada roh/ Liau atas kesalahan yang pernah dibuat semasa hindupnya. Adapun Rumusan Masalah, yang diangkat atau yang di teliti adalah : Bagaimanakan Pelaksanaan Upacara Balian Natau Liau, Apakah Fungsi yang terkandung dalam upacara Balian Natau Liau dan apakah makna yang terkandung dalam upacara Balian Natau Liau di Kelurahan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka raya. Tujuan Penelitian, ini adalah untuk mengetahui secara jelas, tentang Pelaksanaan , Fungsi dan makna yang terkandung dalam upacara Balian Natau Liau. adapun teori yang di gunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Sebagai berikutr :teori Religi, digunakan untuk membedah tentang pelaksanaan, teori interaksionalisme simbolik yang guniaka untuk membedah rumasan yang kedua dan teori fungsionalisme struktural yang di gunakan untuk membedah rumusan yang ketika. Adapun hasil penelitian ini meliputi: Bagaimana pelaksanaan upucara Balian Natau Liau, apakah fungsi yang terkandung dalam upacara Balian Natau Liau, apakakah makna yang terkandung dalam upacara Balian Natau Liau. Hasil analisis dapat di simpulkan: Pelaksanaan Upacara Balian Natau Liau adalah Upacara pemintaan maaf keturunan kepada roh/liau karena kesalah merekan semasa hidupnya. Fungsi yang terkandung dalam upacara Balian Natau Liau yaitu: fungsi riligius, fungsi estetika, fungsi sosial dan fungsi etika. Makna yang terkandung dalam upacara Balian Natau Liau yaitu makna ekonomi, makna estetikia, makna sosial, makna etika dan makna pengorbanan suci ( yadya). Kata Kunci : Upacara Balian Natau Liau

Filosofi Upacara Na'ah Uroy Hindu Kaharingan Di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

MENTILI
2022 · Thesis · Open Access

Mentili, 2022, Filosofi Upacara Na’ah Uroy Hindu Kaharingan Di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya Skripsi Strata satu Program studi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Prof. Drs I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil dan Pembimbing II: Dr. Ervantia Restulita L, Sigai,SS.,M.Si. Upacara Na’ah Uroy merupakan rangkaian upacara tahunan yang dilaksanakan umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Upacara ini dilaksanakan sebagai ungkapan permohonan kepada Mohotara Labata Dilang Sangumang (Tuhan Yang Maha Esa) beserta manifestasinya pada saat masa bertani agar diberikan kesuburan pada benih padi. Berdasarkan latar belakang terdapat tiga rumusan masalah yang dikaji :(1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara Na’ah Uroy ? (2) Bagaimana fungsi upakara pada upacara Na’ah Uroy ? dan (3) Bagaimana nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam upacara Na’ah Uroy ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, fungsi upakara dan nilai-nilai filosofis upacara Na’ah Uroy. Untuk membedah masalah penelitian menggunakan kajian pustaka, konsep dan beberapa teori : (1) Teori religi, (2) Teori fungsionalisme struktural dan (3) Teori interaksionisme simbolik. Metode yang digunakan metode kualitatif yang dilengkapi dengan data kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik : (1) Observasi, (2) wawancara, (3) studi kepustakaan dan (4) studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Tokoh agama, Wasy, Kepala Adat dan Tokoh masyarakat. Hasil dari penelitian: (1) Na’ah Uroy diawali pelaksanaan upacara, tempat dan waktu, aturan dan larangan, memimpin pelaksanaan, orang yang melaksanakan dan tujuan upacara Na’ah Uroy, (2) fungsi upakara fungsi religius, fungsi sosial, fungsi etika, dan fungsi estetika, (3) nilai religi, nilai sosial, nilai etika, nilai estetika, dan nilai filosofis. Dimana ketaatan dalam melaksanakan sembahyang maupun persembahan upacara yang ditunjukan kepada Mohotara Lobata Dilang Sangumang (Tuhan Yang Maha Esa) merupakan aplikasi dari perilaku yang taat dalam kehidupan yang bernuansa religius yang menghantarkan pada suasana kehidupan yang tentram lahir batin.

Makna Upacara Manajah Antang Umat Hindu Kaharingan Di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan

NATALIA
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK NATALIA, 2023: Makna Upacara Manajah Antang Umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Habupaten Katingan, Prodi Kepanditaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemimbing 1: Handoko, S.Ag, M.Si Pemimbing 2: Nurlensi, S.Ag., M.Si. Agama Hindu Kaharingan sangat erat kaitannya dengan upacara, meskipun upacara Hindu Kaharingan sangat bervariasi karena masing-masing daerah aliran sungai (DAS) selalu berbeda-beda pelaksanaan upacara agamanya. Salah satu bentuk ketaatan umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Rangan Kawit Kecematan Katingan Hulu Kabupaten Katingan adalah melakukan Upacara Manajah Antang. pada penelitian ini yaitu bagaimana bentuk upacara manajah antang umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Oleh sebab itu peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Makna Upacara Manajah Antang tersebut, ada pun yang ingin di teliti yaitu mengenai Makna Upacara Manajah Antang namun umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecematan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. bagaimanakah fungsi upacara manajah antang umat hindu kaharingan di desa rangan kawit kecematan katingan hulu kabupaten katingan dan bagaimanakah makna dari upacara manajah antang umat hindu kaharingan di desa rangan kawit kecematan katingan hulu kabupaten katingan yang dijadikan sebagai upacara pemanggilan roh-roh gaib bagi umat Hindu Kaharingan. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menggali lebih dalam bagaimanakah bentuk, fungsi dan makna yang terkandung dari upacara manajah antang. Dengan demikian penulis tertarik untuk menulis Skripsi dengan judul: Makna Upacara Manajah Antang Umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan.sedangkan yang menjadi permasalahan dalam penulisan Skripsi ini adalah : (1). Bagaimana bentuk upacara manjah antang umat hindu kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2).Bagaima fungsi upacara manajah antang di Desa Rangan Kawit Kecematan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (3). Bagaimana makna upacara manajah antang di Desa Rangan Kawit Kecematan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Untuk membedah masalah dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan beberapa teori:(1).Teori Religi(2).Teori Fungsionalisme (3).Teori Interaksionalisme Simbolik. Penelitian tentang makna upacara manajah antang menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan lokasi penelitian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik: (1). Observasi,(2). Wawacara (3). Kepustakaan dan (4). Dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah Basir/Pisor,tokoh umat Hindu Kaharingan dan masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah: (1). Bentuk upacara Manajah Antang : Sarana dan prasarana upacara manajah antang (2). Fungsi yang ingin di capai yaitu: Fungsi religius makna upacara manajah antang Fungsi sosial makna upacara manajah antang fungsi religius makna upacara manajah antang (3). Makna apa yang terkandung dalam upacara manajah antang yaitu: Makna religius, makna sosial. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, simpulkan bahwa makna upacara manajah antang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan pada nantinya merupakan suatu pada umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Kata Kunci : Makna, Upacara Manajah Antang

MAKNA FILOSOFIS UPACARA NGONOLAH PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG BONDANG KECAMATAN LAUNG TUHUP KABUPATEN MURUNG RAYA

TAN MEWA ATI
2022 · Thesis · Open Access

Ngonolah merupakan upacara yang ada di Desa Tumbang Bondang Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya, Ngonolah hanya dilaksanakan pada saat ada orang meninggal secara tiba-tiba atau tidak wajar, seperti yang orang meninggal kecelakaan kendaraan, meninggal karena tenggelam, meninggal karena melahirkan atau meninggal karena ari-ari bayinya terjebak, dan bunuh. Ngonolah terkait upacara yadnya yaitu manusa yadnya. Adapun hal ini yang menjadi permasalahan tersebut ada beberapa rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini yaitu: (1). Bagaimana proses upacara Ngonolah pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Bondang Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya?, (2). Bagaimana makna upacara Ngonolah pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Bondang Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya?. Tujuan penelitian ini agar data ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan. Terkait dengan teori untuk membedah permasalahan dalam penelitian ini yang digunakan yaitu: Teori religi untuk membedah permasalahan pertama, dan Teori Simbol yang akan digunakan untuk membedah permasalahan kedua yang ada dalam upacara Ngonolah yang ada di Desa Tumbang Bondang Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Metode yang digunakan penelitian ini meliputi: Metode kualitatif kerena untuk menghasilkan gambaran secara utuh dan mendalam tentang realita sosial dan berbagai fenomena yang terjadi. Jenis dan pendekatan penelitian, lokasi dan waktu penelitian, jenis dan sumber data, objek dan subjek penelitian, teknik penentuan informan. Hasil penelitian yang telah diperoleh dilapangan yaitu: proses upacara Ngonolah, persiapan upacara Ngonolah, tempat pelaksanaan dan sarana prasarana upacara Ngonolah. Pelaksanaan upacara Ngonolah yang mengandung makna sosial, makna etika, makna religuis, makna estetika dan makna sarana upacara Ngonolah yang berkaitan dengan makna filosofis.