Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

940 item publik

Publikasi

Halaman 30 dari 47

Pengembangan Kerajinan Tangan Tas Anjat Dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan Di UMKM Silip Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau

YAYU KADANG HULLI. J
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK YAYU KADANG HULLI.J: (2023) Pengembangan Kerajinan Tangan Tas Anjat Dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan di UMKM Silip Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau (pembimbing I: Dr.Kadek Sukiada, S. Ag., M.Si dan pembimbing II: Muthia Farida, M.Pd) Pengembangan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Suatu destinasi harus memiliki berbagai fasilitas kebutuhan yang diperlukan oleh wisatawan agar kunjungan seorang wisatawan dapat terpenuhi dan merasa nyaman. Pengembangan kerajinan tas anjat perlu adanya fasilitas agar dapat meningkatkan daya Tarik wisatawan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimana pengembangan kerajinan tangan tas anjat dalam meningkatkan daya tarik wisatawan, (2) Bagaimana kendala pengembangan kerajinan tangan tas anjat dalam meningkatkan daya tarik wisatawan di Desa Bukit Rawi Kecematan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulisan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori pengembangan pariwisata; (2) Teori kendala Subjek, penelitian ini adalah pemilik UMKM Silip Rawi, kepala Desa Bukit Rawi, pengrajin Silip Rawi dan wisatawan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan kerajinan tangan tas anjat dalam meningkatkan daya tarik wisatawan di Desa Bukit Rawi Kecematan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau meliputi pengembangan tas anjat, pelayanan, dan pameran-pameran tas anjat. Kendala yang dialami dalam pengembangan pengembangan kerajinan tas anjat yang dilakukan oleh UMKM Silip Rawi yaitu kurangnnya pelayanan, usaha pemasaran yang belum maksimal, dan kurangnnya atraksi.

Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan

IGO
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK IGO. 2023. Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Penerapan merupakan suatu kegiatan yang berupa tindakan dengan direncanakan secara sungguh-sungguh demi tercapainya tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang ingin dicapai. Demikian halnya dalam penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan, tentu sangat diharapkan dalam setiap penerapan pendidikan budhi pekerti yang ada dalam keluarga terkhususnya pada anak dapat berjalan lancar dan penerapannya dapat tercapai sesuai yang orang tua harapkan pada anaknya. Permasalahan yang akan di bahas antara lain:(1) Bagaimana Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan?(2) Apa Kendala Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan?.Penulisan ini bertujuan: (1 Untuk menganalisis bagaimana penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan.(2) Untuk menganalisis kendala penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi dan teori kendala. Jenis penelitian deskriftif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu primer dan sekunder. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan Teknik Purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dan dibantu beberapa alat pendukung penelitian berupa kamera, alat tulis dan list pertanyaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Penerapan pendidikan budhi pekerti kepada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan meliputi penerapan materi pendidikan budhi pekerti dan metode pendidikan budhi pekerti. Penerapan materi pendidikan budhi pekerti diantaranya mencakup materi akhlak terhadap Tuhan Yang Maha Esa, akhlak terhadap sesama manusia dan akhlak terhadap lingkungan. Sedangkan penerapan metode pendidikan budhi pekerti mencakup penerapan metode demokrasi, metode keteladanan, metode livein dan metode penjernihan nilai. Penerapan pendidikan budhi pekerti kepada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya tentu tidak berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan oleh orang tua. Setiap orang tua sudah ada mengajarkan dan memberikan pemahaman serta nasehat kepada anaknya sesuai dengan materi pendidikan budhi pekerti dan metode pendidikan budhi pekerti, namun masih ada terdapat beberapa anak yang belum bisa menerima penerapan pendidikan budhi pekerti dengan baik; (2) Kendala yang dialami setiap orang tua berbeda-beda sehingga dalam menerapkan pendidikan budhi pekerti pada anak menjadi tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan oleh orang tua. Kendala tersebut seperti: orang tua yang sering tidak menetap di rumah karena sibuk bekerja untuk bermalam di tempat kerja sehingga kurangnya waktu orang tua untuk berkumpul bersama anaknya, kurangnya kesadaran dari anak dalam mengikuti nasehat dari orang tuanya, pola asuh dari kedua orang tua yang berbeda-beda, pengaruh lingkungan yang kurang baik sehingga menimbulkan dampak yang kurang baik bagi anak, anak sering tidak memahami yang orang tuanya ajarkan, karena yang diajarkan oleh orang tua anak sulit untuk anak memahaminya. Adapun upaya untuk mengatasi kendala tersebut seperti, orang tua semaksimal mungkin untuk selalu mengajarkan hal lebih banyak lagi agar anak dapat memahami yang orang tuanya ajarkan, mengatasi pola asuh orang tua yang berbeda-beda dengan cara berdiskusi terlebih dahulu sebelum memberikan pola asuh kepada anak agar tidak terdapat perbedaan pendapat lagi, memberikan nasehat dan perhatian kepada anak agar ia merasa nyaman serta memberikan pemahaman kepada anak agar jika bergaul dengan temannya yang memiliki perilaku yang kurang baik agar jangan meniru hal tersebut karena itu merupakan contoh perilaku yang tidak baik dan harus dihindari dan jika anak tidak menghiraukan nasehat dari orang tuanya, orang tuanya tidak putus asa untuk selalu memberikan anaknya nasehat dan pemahaman agar anak bisa benar-benar paham dengan yang orang tuanya ajarkan, orang tua mengupayakan untuk selalu memberikan nasehat dan perhatian kepada anak agar dapat berubah bisa lebih mendengarkan nasehat orang tuanya.

RITUAL MALABUH BALAI MENURUT KEPERCAYAAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

SONIA LESTARI
2023 · Thesis · Open Access

Sonia Lestari, 2023, Ritual Malabuh Balai Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi, Fakultas Dharma Sastara, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (1) Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si Pembimbing (2) Budiarto Santoso, MH. Malabuh Balai adalah ritual yang dilaksanakan seseorang yang pernah berhajat atau berjanji kepada Jata meminta akan sesuatu dan apabila yang dihajat terkabul maka harus dilaksanakan ritual Malabuh Balai. Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan ditulis antara lain: (1) Bagaimana proses ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Apa makna Ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (3) Mengapa Ritual Malabuh Balai diakukan dan apa dampak yang akan terjadi bila Ritual Malabuh Balai tidak dilaksanakan? Dikaji dalam Perspektif Hukum Hindu. Narasumber penelitian ini adalah Pisor, Mantir Adat Desa Bukit Batu, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Bukit Batu, dan beberapa Tokoh Agama Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) proses upacara yang dilaksanakan oleh Pisor yang merupakan pesta baagung (upacara menggunakan gong) selama dua hari satu malam. Ada dua Balai yang di buat yaitu, balai yang akan diturunkan ke dalam air yang terbuat dari kayu Jalutung, dan balai yang didirikan didalam rumah yang disebut Balai Langka yang terbuat dari tiang haur Humbang Bahenda (Bambu Kuning). Atap balai menggunakan kain kuning dan dinding terbuat dari Bahalai. (2) Makna ritual Malabuh Balai yang dilaksanakan di Desa Bukit Batu, yaitu makna yang dipandang sebagai suatu yang berhubungan dengan kebudayaan atau secara khusus dengan dunia simbol berupa pengetahuan, kepercayaan, ekspresi yang mengungkapkan perasaan yang tersembunyi dan ada dibalik sarana dan prasarana. Dan makna Religi dan Makna Sosial. Terdapat juga makna disetiap sarana dan prasaran dalam pelaksanaan ritual Malabuh Balai. (3) Ritual Malabuh Balai merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang dan tetap dilaksankan hingga sekarang. Umat Hindu Kaharingan biasanya bahajat dengan Jata (manifestasi dari Ranying Hatalla Langit). Ritual Malabuh Balai mempunyai dampak. Baik itu dampak positif dan bila seseorang yang pernah bahajat tidak melaksanakan ritual Malabuh Balai maka ada dampak negatif yang akan diterima. Kata Kunci : Malabuh Balai, Bayar Hajat

Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Siswa/Siswi SMPN 1 Atap Satu Katingan Hulu Desa Tumbang Kajamei Kecamatan Bukit Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah

RISNA
2023 · Thesis · Open Access

Secara umum tujuan Penelitian ini adalah gambaran tentang jejaring sosial terhadap perilaku siswa sehingga dapat dijadikan pedoman serta penambahan wawasan tentang penggunaan jejaring sosial terhadap perilaku siswa di SMPN Satu Atap 1 Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Serta untuk mengetahui efektivitas jejaring sosial terhadap perilaku siswa dalam menggunakan jejaring sosial. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah; 1)Bagaimana Efektivitas Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Siswa/Siswi di SMPN SatuAt ap 1Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan tengah? 2)Apa Dampak Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Siswa/Siswi di SMPN Satu Atap 1 Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan tengah? Jenis dan Pendekatan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan 1)pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) penyajian data, 4) kesimpulan (verifikasi) teori yang digunakan untuk mengkaji masalah dalam penelitian ini adalah: 1) teori efektivitas. Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, Guru dan siswa/siswi. Hasil kajian dalam penulisan ini, bahwa jejaring sosial, di SMPN Satu Atap 1 Katingan Hulu Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalimantan tengah Ketergantungan penggunaan jejaring sosial terhadap perilaku siswa sangat tidak efektif dalam proses pembelajaran akan tetapi pemanfaatan jejaring sosial dalam proses pembelajaran sebagai sumber pendukung dalam proses pembelajaran berupa bahan ajar, dan referensi belajar mudah diakses dengan memanfaatkan jejaring sosial. Kemudahan yang ditawarkan memberi dampak terhadap intensitas Adapun, Dampak positifnya yaitu: Dapat membangun komunitas belajar, menambah pengetahuan, dan membuat siswa melek teknologi. Sedangkan dampak negatifnya yaitu: kecanduan jejaring sosial yang menyebabkan siswa menunda bahkan tidak mengerjakan tugas ataupun pekerjaan rumah. penggunaan jejearing sosial pada siswa/siswi di SMPN Satu Atap Satu Katingan Hulu dalam proses pembelajaran sangat efektif sebagai penunjang pembelajaran.

Persepsi Pemuda Hindu Kaharingan Terhadap Tari Bakanjar Pada Upacara Aruh Bawanang di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan

NICA
2023 · Thesis · Open Access

The bakanjar dance is performed as a means of expressing gratitude to Nining Bhatara. In this case, the bakanjar dance is held once a year at the Aruh Bawang ceremony. However, in reality most of the Hindu Kaharingan youths were not seen participating in the bakanjar dance procession, because they were more influenced by modern things, giving rise to various perceptions of the Hindu Kaharingan youths in Langkap Village. This study aims to: 1) find out the perceptions of Hindu Kaharingan youth towards the bakanjar dance at the Aruh Bawanang ceremony in Langkap Village, Tebing Tinggi District, Balangan Regency, South Kalimantan Province 2) find out the constraints of Hindu Kaharingan youth in participating in the procession of the bakanjar dance at the Aruh Bawanang ceremony in the village Langkap Tebing Tinggi District, Balangan Regency, South Kalimantan Province. This research uses the theory of perceptions and constraints and this research uses a qualitative descriptive approach, with research locations in Langkap Village. This research was conducted from April to May 2023. The informants were determined purposively. This data was obtained through observation, interviews, and documentation. As the main instrument in this study, researchers were assisted by interviews, cameras and stationery. After that it is done with verification, data analysis. Based on the results of the research conducted, the results show that 1) the perception of the Hindu Kaharingan youth on the bakanjar dance in the Aruh Bawanang ceremony considers that the bakanjar dance is an ancient dance. 2) Monotonous dance moves 3) Difficult dance moves. The obstacles faced by the Hindu Kaharingan youth are problems such as the absence of training or coaching, lack of self-confidence, lack of interest in the Hindu Kaharingan youth, and social environmental factors.

FILOSOFI MEMPELAI DUDUK DI ATAS GONG DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

MAYA
2023 · Thesis · Open Access

MAYA, 2023, Filosofi Mempelai Duduk Di Atas Gong Dalam Perkawinan Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Mariatie, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Dede Suryanto, MH. Perkawinan menurut ajaran agama Hindu Kaharingan yaitu keinginan dalam menjalankan kehidupan, mereka mampu untuk menjalani kehidupannya guna membangun rumah tangganya dalam sebuah rumah yang besar menjadi rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana filosofis mempelai duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Persepektif Hukum Hindu) ? (2) Apakah akibat bila mempelai tidak duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Persepektif Hukum Hindu)? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Simbol dan Teori Sebab Akibat (kausalitas). Subjek penelitian ini adalah Umat Hindu Kaharingan, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, Tokoh Umat Hindu Kaharingan, Mantir Adat Desa Bukit Batu, dan Pisor. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Filosofi mempelai duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan berumah tangga dan sebagai tempat bersandar dalam memelihara ikatan perkawinan agar tidak terpisahkan sampai maut memisahkan, karena dalam konsep ajaran perkawinan Nyai Endas Bulau Lisan Tingang adalah Nyamah Hentang Tulang Ije Sandung Mantang artinya ikatan perkawinan bagi masyarakat Hindu Kaharingan tak dapat dipisahkan sampai dunia akhirat tetap satu tempat/rumah/sandung. (2) apabila kedua mempelai tidak duduk di atas gong yaitu akan berdampak pada kehidupan kedua mempelai dalam berumah tangga yaitu kurang harmonis, kurang membawa berkah terhadap kehidupan mereka berdua akan tetapi juga tidak terlalu fatal akibatnya karena menyesuaikan sistem perkawinannya menurut masyarakat desa setempat sistem perkawinan ada dua hal yang dilakukan yaitu perkawinan Kicak Kacang dan Ritual Perkawinan yang selengkapnya menggunakan hewan kurban babi/sapi. Perbedaan tatacara perkawinan biasanya ada tingkatan yang pertama kalau dilaksanakannya menggunakan hewan kurban yaitu babi wajib dilaksanakan duduk di atas gong, sedangkan kalau hanya menggunakan ayam hanya duduk di tikar putih tidak memegang kayu Sawang Untung dikatakan perkawinan Kicak Kacang. Kata Kunci : Filosofi, Mempelai Duduk Di Atas Gong, Perspektif Hukum Hindu

Nilai-Nilai Seni Dalam Katambung Pada Upacara Tiwah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur

YONA
2023 · Thesis · Open Access

YONA. 2023. Nilai-Nilai Seni Dalam Katambung Pada Upacara Tiwah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Dosen Pembimbing I Dr. Nali Eka, S.Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II Dr. I Putu Widiyanto, M.Pd.H. Bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, memiliki adat istiadat dan kebudayaan yang beraneka jenis dan ragamnya. Diluar konteks Hindu Kaharingan, juga sering kita jumpai seperti Katambung ditampilkan dalam suatu kegiatan masyarakat untuk membuka acara seremonial diluar upacara keagamaan Hindu Kaharingan. 1. Apakah Fungsi Katambung dalam Upacara Tiwah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. 2. Bagaimana Nilai Seni yang Terdapat dalam Katambung pada Upacara Tiwah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Struktural Fungsional, teori Weighted Scale dan teori Etnomusikologi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: metode observasi, wawancara, studi dokumen, instrument penelitian dan teknik analisis data. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu: teknik Purvosive Sampling. Tempat penelitian di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Hasil Penelitian menunjukan bahwa 1. Katambung akan tetap berfungsi karena Katambung merupakan sarana mediator utama yang menjadi salah satu alat perantara manusia dengan Tuhan (Ranying Hatalla Langit) untuk mencapai surga dalam pelaksanaan Balian pada upacara Tiwah. Artinya Katambung itu akan tetap difungsikan atau digunakan apabila dalam ritual Balian pada upacara Tiwah dilaksanakan. Fungsi Katambung dalam pelaksanaan Balian pada upacara Tiwah dapat dilihat dari tiga hal yaitu fungsi laten, fungsi manifes dan disfungsi. Dari ketiga fungsi dapat dilihat bahwa keberadan fungsi yang ada pada Katambung yang digunakan sebagai simbol identitas pada pelaksanaan Balian pada upacara Tiwah bagi umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. 2. Katambung merupakan salah satu alat musik instrumental dan sakral dalam Hindu Kaharingan yang dimainkan untuk mengatur dan mengiringi nada dasar pada tempo dalam mantra dengan cara dipukul atau di tekap, memainkan alat Katambung ini dengan cara menabuh atau dipukul menggunakan jari-jari tangan kanan, lalu tangan kiri digunakan untuk memegang badan Katambung hingga mengeluarkan bunyi dung dengan nada dasar yang selaras sehingga mengeluarkan bunyi yang seirama, nilai seni yang terdapat dalam irama Katambung terdapat nada dasar pada tempo dalam mantra atau syair yang berfungsi sebagai pengantar doa suci dalam agama Hindu Kaharingan. Katambung memiliki nilai bentuk, anyaman, ukiran dan dempul yang ada pada badan Katambung, teknik membuat karya seni rupa yang dilakukan dengan cara dibentuk dan diolah dengan berbagai alat, bahan dan teknik agar mendapatkan hasil kualitas Katambung yang baik ketika digunakan.

Eksistensi Objek Wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara

AMELIA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK AMELIA, 2023: Eksistensi Objek Wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Wentin, S.Ag., M.Pd.H Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara, merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Potensi yang ada di objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon, berupa sumber daya alam yang menonjol yaitu bebatuan, flora dan fauna. Objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon tentunya memerlukan pengembangan yang berkelanjutan untuk menjaga ke eksistensiannya agar tetap terjaga dan diminati oleh pengunjung. Eksistensi tempat wisata perlu dilakukan untuk memberi dampak keberadaan wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara. Akan tetapi, wisata alam Air Terjun Jantur Tawaon masih kurang eksis karena keberadaannya masih kurang diketahui oleh masyarakat dan wisatawan. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini maka rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah eksistensi objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara (2) Apakah faktor yang menjadi kendala dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini yaitu: (1) Teori Eksistensi (2) Teori Manajemen Sumber Daya Manusia (3) Teori Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode: observasi, kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik snowball sampling dengan teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon sangat perlu dalam eksistensi terhadap keberadaan dari wisata Air Terjun ini oleh karena itu, perlunya pemasaran dan promosi untuk meningkatkan ke eksistensiannya dari objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh, (2) Faktor kendala dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon diantaranya sebagai berikut: (a) merupakan kawasan cagar alam atau kawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), (b) Belum mendapatkan izin untuk mengelola (c) adanya pemukiman masyarakat, serta tanaman-tanaman masyarakat yang berladang, (d) Banyaknya sampah yang berserakan sehingga kebersihan di lingkungan objek wisata masih kurang.

Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling Dalam Meningkatkan Minat Pengunjung Di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah

SINDI NOVIANTI
2023 · Thesis · Open Access

SINDI NOVIANTI, 2023: Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam Meningkatkan Minat Pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II: I Made Darsana, S.Pd., M.Pd Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling termasuk tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah atau hutan rawa. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana strategi pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, (2) Bagaimana kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pariwisata, (2) Teori Manajemen. Subjek penelitian ini adalah Pengelola Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, Lurah Banturung, Pengunjung dan Masyarakat. Hasil penelitian ini adalah; (1) Strategi pengelolaan yang dilakukan pihak pengelola adalah memberikan kualitas pelayanan yang baik, melakukan promosi wisata melalui media sosial dan kegiatan seperti Bike To Nature TWA Bukit Tangkiling yang berhubungan dengan banyak orang sehingga wisatawan mengetahui dan mengenal Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, (2) Kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling terbatasnya anggaran dana dalam pengelolaan sehingga mempengaruhi kelengkapan fasilitas dan sarana prasarana. Kata kunci: Pengelolaan, Taman Wisata Alam, Bukit Tangkiling

RITUAL HINTING PALI PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI SAMPIT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

AGUS SANANG
2023 · Thesis · Open Access

Ritual hinting pali merupakan suatu aturan hukum dalam Hindu Kaharingan yang pemasangannya tidak dilakukan disembarang tempat. Ritual dilaksanakan yang dipimpin oleh penyelenggara ritual agama Hindu Kaharingan yaitu seorang Pisur ataupun Basir, yang bermakna di tempat tersebut ada pantangan pali yang bersifat sakral dan suci. Perkembangan zaman saat ini terlebih bagi pihak yang tidak memahami atau pihak yang memiliki kepentingan lain banyak berpendapat tentang Hinting Pali, seperti menyatakan hinting pali sebagai adat budaya Dayak yang turun temurun dilaksanakan, maka dapat dilaksanakan untuk menghinting perusahaan yang bersengketa. Ritual hinting pali yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Kaharingan tentu tidak menyimpang dari aturan yang sudah ditetapkan atau dengan kata lain telah sesuai dengan aturan lembaga keagamaan. Peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Ritual Hinting Pali Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai pelaksanaan Ritual hinting pali, untuk mengkaji lebih dalam tentang faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pelaksanaan ritual hinting pali serta untuk mengkaji lebih dalam tentang kebijakan dari lembaga keagamaan atau Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan ritual hinting pali di Sampit Kabupaten Kotawarngin Timur. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Dasar pelaksanaan pemasangan Hinting Pali adalah Kitab suci Panaturan Pasal 63 tentang asal Pali dan Tulah. dan tentang pelaksanaan Tiwah Suntu, ritual Hinting pali juga telah dilaksanakan sejak zaman dahulu yang diwariskan turun temurun oleh pemeluk agama Hindu Kaharingan dalam pelaksanan ritual Nahunan, perkawinan, kematian dan Tiwah. Sarana dan prasarana dalam pemasangan ritual Hinting Pali meliputi: Rotan, Daun Sawang, Kapur Sirih, Tawur, parapen, hewan korban, pehun kayu (kayu yang habis dibakar). Tata cara pemasangan hinting pali harus dilaksanakan oleh basir atau pisur. Sebelum dilaksanakan ritual manawur, maka dipersiapkan terlebih dahulu sarana dan prasarana untuk pemasangan hinting pali tersebut, kemudian basir atau pisur melaksanakan ritual manawur yaitu manawur untuk memanggil rajan pali atau penguasa pali agar bisa hadir ke tempat pelaksanaan ritual untuk menerima yang menjadi bagian mereka. Setelah itu barulah diadakan pemasangan hinting pali di tempat yang telah ditentukan. Ritual hinting pali menurut agama Hindu Kaharingan sesuai dengan pelaksanaanya dibagi kedalam dua factor atau kegiatan pokok yaitu hinting pali untuk mambaleh bunu dan hinting pali untuk ritual keagamaan. Kebijakan yang dilakukan oleh lembaga agama Hindu Kaharingan khususnya Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan pemasangan Hinting pali meliputi kegiatan rapat kerja atau koordinasi dengan Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan Pusat, mengadakan sosialisasi, melakukan pelepasan hinting pali.

Filosofi Pelek Rujin Pangawin Pada Upacara Perkawinan Umat Agama Hindu kaharingan di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas

SISTRA
2023 · Thesis · Open Access

Pelek Rujin Pangawin adalah tata cara atau persyaratan yang harus dipenuhi pada saat pelaksanaan upacara perkawinan, baik sebelum pelaksanaannya maupun disaat upacara perkawinan itu dilaksanakan serta awal mulanya kehidupan berumah tangga termasuk di dalamnya ada Jalan Adat yang harus dibayar oleh seorang laki-laki terhadap perempuan dan keluargannya. Pelek Rujin Pangawin dilaksakan agar kehidupan kedua mempelai mudah rejeki, panjang umur, bahagia dan sejahtera. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimanakah Mitologi Pelek Rujin Pangawin pada upacara perkawinan umat agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. (2) Bagaimanakah proses pelaksanaan Pelek Rujin Pangawin pada upacara perkawinan umat agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. (3) Bagaimanakah makna Filosofi Pelek Rujin Pangawin pada upacara perkawinan umat agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah Teori Religi dan Teori Simbol. Subjek penelitian ini adalah Tokoh keagamaan Hindu dan Umat Hindu Kaharingan Kelurahan Tehang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan prosesi perkawinan memiliki makna simbolik, dimana simbol-simbol tersebut mempunyai makna dan fungsi masing yang saling berkaitan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak Ngaju. Simbol-simbol tersebut selalu mempunyai peranan dan sebagai petunjuk bagi para penganutnya

Penerapan Sanksi Adat Sala Basa dalam Kasus Pelecehan pada Masyarakat Dayak U’ut Danum di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan

LINDANG
2023 · Thesis · Open Access

LINDANG, 2023 : Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Sri Kayun, SH.,M.Si Indonesia merupakan negara yang menganut sistem pluralitas dalam bidang hukum dimana mengakui keberadaan hukum Negara/Positif, hukum Agama dan hukum Adat. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagian masyarakat masih menggunakan hukum adat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungannya. Masyarakat Dayak U’ut Danum menerapkan sanksi adat untuk menjatuhkan hukuman terhadap pelanggaran hukum adat yaitu kasus pelecehan yang dilakukan oleh masyarakatnya yaitu Sanksi adat Sala Basa. Oleh sebab itu peneliti mengelaborasikan tentang Penerapan Sanksi Adat Sala Basa dalam kasus Pelecehan pada masyarakat Dayak U’ut Danum, dengan lokasi penelitian di Desa Tumbang Habangoi. Penelitian ini berusaha menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok : (1) Bagaimana Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan ?. (2) Apa Dampak Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan ?. Metode yang di gunakan adalah penelitian hukum empiris sosiologis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain 3 orang Mantir Adat, 1 orang ketua Rukun Warga (RW) dan 2 Orang Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber di kumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian di analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa Penerapan sanksi adat sala basa di Desa Tumbang Habangoi tetap dilaksanakan dan di taati oleh setiap warga masyarakat. Dalam penerapan sanksi adat Sala Basa bisa di lakukan oleh petugas adat, Mantir Adat, dan aparat Desa bersama dengan tokoh Masyarakat adat dalam pelaksanaanya di masyarakat. Kemudian dampak yang ditimbulkan terdapat 2 (dua) yaitu dampak positif dan negatif. Secara dampak positif terkait penerapannya Penerapan sanksi adat Sala Basa ini sangat berdampak positif untuk diterapkan, menimbulkan Efek Jera, hukum adat benar-benar diterapkan sehingga kepercayaan masyarakat meningkat terhadap penegakan hukum adat dan keseimbangan alam terjaga dengan dilaksanakan ritual hasaki hapalas dan Hasadingen. Secara Dampak Negatif ada beberapa yang berdampak negatif dalam penerapan sanksi adat sala basa dalam kasus pelecehan yaitu : Tidak dapat menghilangkan sanksi sosial yang diterima oleh pihak korban. Kata kunci : Penerapan, Sanksi Adat Sala Basa, Pelecehan.

Nilai-Nilai Pendidikan Hindu dalam Yajña Sesa di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

WAYAN OKA RIYADE
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai pendidikan Hindu dalam Yajña Sesa di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Yajña Sesa merupakan sarana dalam persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa berupa makanan yang telah dimasak yang memiliki nilai pendidikan Hindu yang perlu dikaji. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman dalam diri beberapa orang terhadap bentuk pelaksanaan, fungsi serta nilai-nilai yang terkandung dalam Yajña Sesa. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah pelaksanaan Yajña Sesa di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?, 2) Apakah yang terkandung dalam fungsi Yajña Sesa di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? 3) Bagaimanakah nilai-nilai pendidikan Hindu dalam Yajña Sesa di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?. Penelitian dikaji dengan teori simbol, teori fungsional struktural dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa pelaksanaan Yajña Sesa yang dikaji menggunakan teori simbol menghasilkan kesimpulan yaitu: waktu pelaksanaan Yajña Sesa, tempat pelaksanaan Yajña Sesa, sarana dalam pelaksanaan Yajña Sesa, cara membuat Yajña Sesa, doa/mantra dalam pelaksanaan Yajña Sesa, hambatan dalam pelaksanaan Yajña Sesa dan dampak jika tidak melaksanakan Yajña Sesa. Fungsi Yajña Sesa yang dikaji menggunakan teori fungsional struktural menghasilkan kesimpulan yaitu: fungsi religius, fungsi tradisi, fungsi pendidikan, fungsi sosial, fungsi etika, fungsi estetika dan fungsi ekonomi. Nilai-nilai pendidikan Hindu dalam Yajña Sesa yang dikaji menggunakan teori nilai menghasilkan kesimpulan yaitu: nilai pendidikan, nilai pendidikan ekonomi, nilai pendidikan estetika, nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan etika (susila), nilai pendidikan tattwa (kebenaran), nilai pendidikan upacara dan nilai pendidikan religius.

PERAN LAGU KEAGAMAAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI PASRAMAN KOTA PALANGKA RAYA

SINTYA WIDHIACARNI ATMANASTUSTI
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji tentang peran lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu di Pasraman Kota Palangka Raya. Lagu keagamaan tidak hanya sebuah lagu biasa yang dinyanyikan di Pasraman, tetapi lagu keagamaan adalah sebuah lagu dengan lirik yang memuat ajaran tentang pendidikan agama Hindu. Berdasarkan observasi yang penulis lakukan, terdapat perbedaan antara harapan dan kenyataan yang menghasilkan suatu gap, selain itu berdasarkan hasil pencarian literature kepustakaan yang serupa, masih banyak bahkan belum ada yang mengkaji terkait peran lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu. Penelitian ini terfokus pada peran lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu di Pasraman Kota Palangka Raya dengan rumusan masalah: 1) Nilai-nilai pendidikan agama Hindu apa saja yang terkandung dalam lagu keagamaan di Pasraman Kota Palangka Raya? 2) Bagaimana peran dan fungsi lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu di Pasraman Kota Palangka Raya? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil yakni: Pertama, nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam lagu keagamaan di Pasraman Kota Palangka Raya dibagi menjadi dua, yaitu nilai pendidikan agama Hindu Paravidya dengan nilai-nilainya sebagai berikut: 1) Ranying Hatalla menciptakan manusia, 2) Percaya adanya manifestasi Tuhan, 3) Berserah diri kepada Tuhan, 4) Memuja Tuhan, dan 5) Percaya kemahakuasaan Sang Hyang Widhi. Nilai pendidikan agama Hindu Aparavidya dengan nilai-nilainya yakni: 1) Nilai pendidikan susila, 2) Nilai pendidikan keagamaan Hindu, dan 3) Nilai pendidikan estetika. Kedua, peran lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu sebagai berikut: 1) Pemotivasi peningkatan keimanan, 2) Pengembang pendidikan karakter, dan 3) Pedoman interaksi sosial. Fungsi lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu yakni: 1) Meningkatkan keimanan, 2) Mengembangkan pendidikan karakter, dan 3) Meningkatkan hidup bersosialisasi.

Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Palangka Raya

MARLIANI
2022 · Thesis · Open Access

Mutu pendidikan yang baik tergantung pada peran guru dalam proses belajar mengajarnya, karena guru menjadi figur sentral dalam dunia pendidikan yang selalu terkait dengan komponen sistem pendidikan khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga aspek permasalahan, yaitu 1. Bagaimana Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan di SMK Negeri 5 Palangka Raya; 2. Bagaimana pengelolaan Standar Isi pada Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan di SMK Negeri 5 Palangka Raya; dan 3. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan di SMK Negeri 5 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen Pendidikan dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama manajemen peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni manajemen peningkatan mutu, dan peningkatan mutu pendidikan. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada manajemen peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Palangka Raya. Pelaksanaan manajemen peningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 5 Palangka Raya, mengacu pada tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; Kedua, Standar isi SMK Negeri 5 Palangka Raya mengacu pada standar nasional pendidikan mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompeteni lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik; dan ketiga, Faktor pendukung dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMK Negeri-5 Palangka Raya adalah sumber daya manusia, lingkungan sekolah, tujuan / visi SMK Negeri-5 Palangka Raya, peran serta masyarakat dan lembaga lain. Sedangkan faktor penghabatnya adalah faktor ruang kelas di dalam melaksanakan ujian praktek.

Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan

IRUSI DIANA SARI
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK SARI, IRUSI DIANA 2022. Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan, Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pemimbing I : Dr. Pranata, S. Pd., M. Si dan Pemimbing II : I Komang Mertayasa, S. Pd., M. Si Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta bentuk sikap dan kepercayaan kepada peserta didik. Dengan kata lain, adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Penelitian ini ada tiga permasalahan : (1) Bagaimana pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 1 Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana kendala-kendala pembelajaran Agama Hindu di SD Negeri Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan? (3) Bagaimana upaya-upaya pembelajaran Agama Hindu di SD Negeri Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan ? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan penelitian meng gunakan teknik snowball sampling mengambil sampel dengan bantuan ke informan. Studi tentang Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan, yaitu baik dengan komponen yang ada apa pembelajaran. Pembelajaran dengan memberikan sebuah dorongan semangat untuk siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri. Hambatan pembelajaran siswa agama Hindu pada era new normal di SD Negeri Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan, yaitu faktor lingkungan sarana dan prasarana kurangnya bahan ajar atau buku pendidikan agama Hindu dan budi perkerti, tidak dapat mengefektif dan mengefisien menggunakan waktu, hal ini yang menajdi hambatan yang merupakan suatu dapat mengganggu jalanya proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu guru selalu memberikan rangsangan, dorongan dan motivasi kepada siswa agar setiap mengikuti pembelajaran dapat aktif dan giat. Kata kunci : Pembelajarn, Pendidikan, Agama Hindu

Peran Pemuda Hindu Kaharingan Dalam Basarah Umum Di Kelurahan Tumbang Sawamang Kecamatan Katingan Hulu

ANITA SELVIANA
2022 · Thesis · Open Access

fondasi yang kokoh dan kuat dalam pembentukan watak dan karakter generasi yang akan datang. Maka dengan demikian kelangsungan umat dan agama Hindu Kaharingan akan tetap terpelihara oleh para pemuda pemudi yang memiliki kemampuan intelektual dan kemampuan religius. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Pedekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metologi yang menyelidiki suatu penomena sosial. Pada pendekatan ini, peneliti membuat gambaran komplek, meneliti kata-kata, pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang dialami. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Peran adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukanya. Peran menentukan apa yang harus diperbuat seseorang bagi masyarakat serta kesempatan-kesempatan apa yang diberikan masyarakat kepadanya, Kehadiran merupakan indikator minat pemuda Hindu Kaharingan dalam mengikuti Persembahyangan Basarah di Kelurahan Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, Minat adalah dorongan dari dalam diri kita sendiri atau kemauan kita untuk melakukan atau memilih suatu kegiatan yang lebih bermanfaat, peran pemuda Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan Basarah adalah keberanian dan kemampuan dalam menyampaikan Pandehen atau ceramah keagamaan. Dalam Pelaksanaan persembahyangan Basarah umum di kelurahan Tumbang Sanamang pemuda Agama Hindu Kaharingan masih banyak yang belum berani untuk menjadi penyampai Pandehen atau ceramah keagamaan yang mengupas isi kitab suci yang diambil sebagai Galang Basarah karena berbagai alasan. Kendala yang dihadapi Pemuda Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah: Kendala yang dialami karena zaman globalisasi yang sangat pesat dalam pergaulan yang sangat mempengaruhi genarasi muda, hal tersebut membuat generasi muda rentan dalam pergaualan, karena masa muda adalah masa masa yang sanfat mudah terpengaruh lewat pergaualan. Kata kunci : Peran, Pemuda Hindu Kaharingan, Tujuan Basarah

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DI SMA NEGERI 1 TASIK PAYAWAN KABUPATEN KATINGAN

YETRI NATALIA
2022 · Thesis · Open Access

Yetri Natalia, 2022. Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran Blended Learning Di SMA Negeri 1 Tasik Payawan Kabupaten Katingan, Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H, Pembimbing II : Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Model pembelajaran Blended Learning di era pengetahuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa. Dalam proses belajar mengajar menuntut adanya antusias dan minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Untuk mengetahui, memahami, menganalisis dan mendeskripsikan strategi guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran Blended Learning Di SMAN- 1 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. 2)Untuk mengetahui, memahami, menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor yang Mempengaruhi guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran Blended Learning Di SMAN-1 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori belajar behavioristik dan teori konektivisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri siswa, guru agama Hindu,kepala sekolah,dan guru kurikulum. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Pembelajaran blended learning di SMAN 1 Tasik Payawan tetap mengikuti tiga tahapan pembelajaran secara konvensional, yaitu tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan pembelajaran, tahap evaluasi pembelajaran dan tahap pengawasan yang dilakukan sekolah. 2) Kendala yang dialami oleh pihak sekolah, guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran blended learning yaitu harus membagi jadwal daring maupun luring sehingga tidak bentrok dengan jadwal yang lain

MAKNA FILOSOFIS UPACARA NGALANGKANG PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA PAYANG ARA KECAMATAN GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

SELTA MARIALOSA
2022 · Thesis · Open Access

SELTA MARIA LOSA, 2022, Makna Upacara Ngalangkang Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II) Dr. Ni Nyoman Rahmawat S.Ag.,M.Si. Upacara Ngalangkang merupakan upacara ritual kematian yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatang Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Masalah yang diteliti: (1). Bagaimana proses upacara Ngalangkang pada masyaraka Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. (2). Apa makna filosofis sarana-sarana yang digunakan dalam pelaksanan Upacara Ngalangkang Di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kubupaten Barito Utara. (3). Apa saja pantangan dan larangan pada upacara Ngalangkang dan apa akibatnya bila dilanggar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Religi, Teori Simbol dan Teori Sebab Akibat (Kausalitas). Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan Studi Kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan Penarikan Kesimpulan/Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Proses pelaksanaan upacara Ngalangkang dilaksanakan Basarah untuk memohon perlindungan kepada Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa). Mempersiapkan ancak dalam upacara Ngalangkan sangat penting yaitu pertama kita menyiapkan ancak dan kemudian dialaskan dengan daun pisang sebagai lapik ancak dan menyiapkan sarana dan prasarana yang diletakan di dalam ancak. Dilanjutkan dengan pengantaran ancak kekuburan yang dilakukan oleh keluarga dan tukan balian, sesampai dikuburan ancak yang sudah dibawa akan diletakan diatas kuburan, lalu tukan balian memengang Odak mandru menggunakan tangan sebelah kiri dan memukul diatas kuburan sampai 7 kali untuk memanggil Liau, tukan balianin mengucapkan Papat Mamang untuk memberikan makan kepada Liau, selanjutnya tukan balian memukul lagi diatas kuburan sampai 7 kali untuk mengembalikan Liau tersebut. Apabila ancak sudah diantar kekuburan, sesampai dirumah dilaksanakan Pander jampa untuk “penempong pali artinya supaya kita yang masih hidup, apabila ingin melaksanakan acara baik tersebut misalnya seperti pernikahan atau bokas tidak dikenakan pali mara (2). Makna filosofi sarana dan prasarana yang digunakan adalah untuk persembahan kepada Liau atau korban suci yang ditujukan kepada roh-roh para leluhur karena merakalah yang membuat kita ada di dunia hingga kita dewasa. (3). pantangan dan larangan dilanggar akan ada saksi dan akibatnya dari semua pantangan dan larangan tersebut, karena apa bila dilanggar akan mendapatkan denda yang begitu besar yaitu 7 antang setara senilai uang Rp.700.000 itu yang akan dibayar apa bila semua itu terjadi pada saat perlaksanaan upacara Ngalangkang berlangsung.