Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

940 item publik

Publikasi

Halaman 27 dari 47

DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN (DISKOMINFO) KOTA PALANGKA RAYA DALAM PENCEGAHAN BERITA HOAKS DI MEDIA SOSIAL

I MADE WAWAN ANDRIAWAN
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK I Made Wawan Andriawan, 2023 : Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya Dalam Pencegahan Berita Hoaks Di Media Sosial. Pembimbing I: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II: Wentin, S.Ag., M.Pd.H Hoaks dewasa ini banyak disebarluaskan melalui media digital, khususnya media sosial. Dalam upaya pencegahan penyebarluasan berita hoaks di media sosial maka perlunya strategi dalam menangani berita hoaks yang tersebar luas di media sosial, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya seyogyanya memiliki strategi yang tepat untuk mencegah berita hoaks yang tersebar di media sosial. Rumusan masalah penelitian ini yaitu (1) Bagaimana strategi Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandaian (Diskominfo) Kota Palangka Raya dalam pencegahan penyebarluasan berita hoaks di media sosial. (2) Apakah faktor-faktor yang mendukung dan menghambat strategi dalam pencegahan penyebarluasan berita hoaks di Media Sosial. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai strategi Diskominfo Kota Palangka Raya dalam pencegahan penyebarluasan berita hoaks di media sosial, serta faktor apa saja yang mendukung dan menghambat strategi Diskominfo Kota Palangka Raya Dalam Pencegahan penyebarluasan Berita Hoaks Di Media Sosial. Teori yang digunakan untuk mengkaji masalah ini adalah (1) teori Strategi Komunikasi dan (2) Teori Komunikasi Sibernetik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber Data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah Sekertaris Diskominfo Kota Palangka Raya, Jabatan Fungsional Pranata Humas Ahli Muda Sub Koordinator Layanan Informasi Publik, Kabid Pengelola Informasi Publik, Jabatan Fungsional Pranata Humas Ahli Muda Sub Koordinator Pengelolaan Media Komunikasi Publik, Kasubbag umum dan kepegawaian. Hasil penelitian ini adalah strategi yang digunakan oleh Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya menetapkan beberapa metode yaitu secara langsung (1) Sosialisasi (2) Diskominfo goes to school (3) literasi media, tidak langsung antara lain (1) webinar-webinar (2) website (3) pengaduan lapor. Hasil penelitian ini adalah Faktor pendukung (1) pemerintah pusat (2) pemerintah daerah (3) Sebagian masyarakat yang sadar akan informasi. Sedangkan faktor penghambat (1) masyarakat yang tidak sadar terhadap informasi (2) Diskominfo tidak memiliki kewenangan untuk memblokir akun penyebar berita hoaks (3 Diskominfo Kota Palangka Raya tidak memiliki aplikasi pendeteksi berita hoaks.

Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Berbasis Kearifan Lokal di SMA Negeri se- Kota Palangka Raya

WISNU DHARMAWAN
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini menggali bagaimana implementasi pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal di SMA Negeri se-kota Palangka Raya. Agama Hindu dikenal kental terhadap ajaran, budaya dan nilai-nilai kearifan lokal di dalamnya, salah-satunya ajaran yang juga merupakan bagian dari Hindu di Kalimantan Tengah yaitu ajaran kearifan lokal Hindu Kaharingan. Pada SMA Negeri se-kota Palangka Raya banyak siswa yang masih menganut ajaran Hindu kaharingan sehingga dalam penelitian ini mengkaji bagaimana implementasi yang pembelajaran kearifan lokal Hindu Kaharingan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalahnya: Bagaimanakah implementasi, kendala, dan solusi yang dilakukan dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal di SMA Negeri se-Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: 1). Teori Kognitivisme, 2). Teori Kendala, 3). Teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif Kualitatif dengan lokasi di SMA Negeri 1 Palangka Raya, SMA Negeri 3 Palangka Raya, dan SMA Negeri 6 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data Primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa para guru agama Hindu di SMA Negeri se-Kota Palangka Raya juga melaksanakan pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal Hindu Kaharingan dalam proses pembelajaran dengan mengkolaborasikan, mengaitkan, menyatukan ajaran Hindu Kaharingan dengan Hindu secara umum. Meskipun di dalam penerapannya terdapat kendala yaitu kurangnya bahan ajar yang dapat menjadi pedoman untuk mendukung pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal Hindu Kaharingan agar dapat pengetahuan dan pemahaman siswa lebih mendalam. Selain itu, kendala lain yang dirasakan oleh guru agama Hindu dan siswa agama Hindu di beberapa sekolah yaitu tidak mendapatkan ruang belajar khusus mata pelajaran agama Hindu yang layak dan nyaman karena guru dan peserta didik menganggap pembelajaran agama merupakan privasi dan membutuhkan ruang privat. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu para guru dan siswa memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mencari sumber maupun literatur lain yang ada di internet mengenai materi kearifan lokal Hindu Kaharingan. Kedua, para guru masih mengupayakan untuk mengusulkan ruang kelas khusus agama Hindu kepada pihak sekolah agar kiranya dapat dipertimbangkan.

Makna Mampendeng Karamat Lewu bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan

MIYANTIE
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK MIYANTIE, 2023: Makna Mampendeng Karamat Lewu Bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, Prodi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I: Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II: Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag. Agama Hindu Kaharingan adalah agama yang tertua di Kalimantan Tengah, mempunyai berbagai macam upacara keagamaan yang mengandung nilai religi yang diyakini oleh penganutnya salah satu bagian dari dari upacara keagamaan agama Hindu Kaharingan yaitu Mampendeng Karamat Lewu. Permasalahan pada penelitian ini yaitu bagaimanakah proses Mampendeng Karamat Lewu bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, bagaimanakah fungsi Mampendeng Karamat Lewu bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan dan makna apakah yang terkandung di dalam Mampendeng Karamat Lewu bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Adapun tujuan pada penelitian ini yaitu untuk menggali lebih dalam bagaimanakah proses, fungsi dan makna dari Mampendeng Karamat Lewu. Adapun subjek yang digunakan pada penelitian ini yaitu Basir atau Pisor, Tokoh Agama dan tokoh masyarakat Hindu Kaharingan, sedangkan objek penelitiannya adalah bagaimanakah proses, fungsi, dan makna Mampendeng Karamat Lewu.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: Metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Adapun data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif Kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini. 1. Proses Mampendeng Karamat Lewu sesuai dengan petunjuk Manenung atau petunjuk Sangiang tempat dan waktu pelaksanaan proses Mampendeng Karamat Lewu serta sarana dan prasarana pada proses Mampendeng Karamat Lewu tersebut. 2. Fungsi Mampendeng Karamat Lewu bagi umat Hindu Kaharingan adalah mempunyai fungsi yang bertujuan untuk menjaga alam lingkungan manusia agar terciptanya keseimbangan keharmonisan dan keselamatan dunia. 3. Makna yang terkandung di dalam Mampendeng Karamat Lewu pada hakekatnya adalah sebagai perwujudan simbol simbol ketuhanan yang mempunyai makna yang tinggi dalam hal manusia memuja kebesaran Tuhan beserta semua manifestasinya karena segala yang akan terjadi dikarenakan atas kehendak Ranying Hatalla Langi tTuhan Kata Kunci: Makna, Mampendeng Karamat Lewu

Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Menanamkan Sikap Spiritual Siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupaten Kapuas

YENI WULANDARI
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK YENI WULANDARI. 2023. Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Spiritual Siswa Hindu Di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji strategi guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupat-en Kapuas. Strategi merupakan rencana dan metode yang dirancang untuk men-capai suatu tujuan. Strategi diperlukan dalam menanamkan sikap spiritual siswa yang belum sepenuhnya memiliki sikap yang religius. Berdasarkan latar belakang yaitu kegiatan keagamaan siswa dan guru semakin berkurang karena tempat keagamaan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah, siswa sering lupa berdoa sebelum memulai pembelajaran. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Strategi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabu-paten Kapuas? (2) Apa kendala yang dihadapi guru pendidikan Agama Hindu da-lam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Ka-bupaten Kapuas? Teori yang digunakan adalah teori humanistik dan teori in-teraksionisme simbolik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, 1) Strategi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupat-en Kapuas adalah dengan pembiasaan, penghafalan, mengingat dan ceramah. 2) Kendala yang dihadapi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan si-kap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupaten Kapuas ada-lah siswa kurang merespon pertanyaan guru karena malu bertanya, kurangnya percaya diri siswa, perpustakaan belum ada dan literatur bacaan atau buku paket belum ada, jaringan internet belum tersedia, ruang keagamaan masih belum ada khususnya Pendidikan Agama Hindu.

PANDUDUK DALAM UPACARA NAHUNAN UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA MARAPIT KECAMATAN KAPUAS TENGAH KABUPATEN KAPUAS

ERPI
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ERPI, 2023 : Panduduk dalam Upacara Nahunan Umat Hindu Kaharingan di Desa Marapit Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Program Studi Kepanditaan, Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I : Winawati, S. Pd.,M.Pd dan Pembimbing II : Dr. Anak Agung Geda Wiranata, S.Ag.,M.Ag Agama Hindu Kaharingan Khususnya di Desa Marapit Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas meyakini dan selalu melaksanakan berbagai macam upacara-upacara baik itu upacara yang terkecil hingga upacara yang terbesar karena upacara merupakan aktifitas keagamaan yang besifat religius karena agama dan upacara adalah satu-kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Upacara juga merupakan ritual suci serta jalan yang mengamalkan rasa bhakti untuk mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi Wasa/Ranying Hatalla Langit beserta menisfestasinya, serta mempersembahkan sasajen dengan hati yang tulus iklas. Dalam berbagai macam upacara khususnya upacara Nahunan memiliki saranan utama yaitu Panduduk sebagai makna yang lebih mendalam dan bermanfaat dalam kehidupan manusia. Berdasarkan dalam latar belakang maka penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain : (1) Bagaimana eksistensi Panduduk dalam upacara Nahunan umat Hindu Kaharingan di Desa Marapit Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas? (2). Bagaimana Fungsi Panduduk dalam Upacara Nahunan umat Hindu Kaharingan di Desa Marapit Kecamatan Kapuas Tengah Kebupaten Kapuas? (3). Bagaimanakah Makna Panduduk dalam Upacara Nahunan Umat Hindu Kaharingan di Desa Marapit Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Eksistensi Panduduk, (2) Fungsi dan Makna filosofi Panduduk. Untuk membadah ketiga masalah tersebut dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan beberapa teori : (1) Teori Simbolik, (2) Teori Fungsionalisme Struktural dan (3) Teori Religi. Metode yang digunakan yaitu metode Kualitatif dan lokasi yang digunakan yaitu bertempat di Desa Marapit Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas. Teknik pengmpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunkan teknik : (1) Observasi, (2) Wawancara (3) Dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah Bidan/Basir (Rohaniawan), Ketua Mantir Adat dan Tokoh Umat Hindu Kaharingan. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Eksistensi Panduduk, (2) Fungsi Panduduk, (3) Makna Panduduk. Berdasarkan hasil analis dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa makna Panduduk dalam Upacara Nahunan pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Marapit Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas pada intinya merupakan suatu upacara pemberian nama seorang bayi yang sakral pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Marapit Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas.

Gadget Sebagai Media Komunikasi di SMAN 1 Lahei Barat Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara

SUSINI
2023 · Thesis · Open Access

SUSINI, 2023: Gadget Sebagai Media Komunikasi di SMAN 1 Lahei Barat Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, pembimbing I: Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H, Pembimbing II: Handoko, S.Ag., M.Si. Keberadaan teknologi informasi, jaringan internet, dan percepatan aliran informasi menjadi dasar dari pergeeseran paradigma, khususnya dalam dunia pendidikan. Gadget merupakan salah satu teknologi yang canggih dan mudah didapatkan biasanya gadget mempunyai desain yang minimalis dan praktis. Implikasi perkembangan gadget yang sedang diminati baik dari kalangan kecil sampai umur dewasa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada dua permasalahan yang akan di bahas antara lain, (1) Bagaimana Efektivitas Gadget Sebagai Media Komunikasi di SMAN 1 LAHEI BARAT Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (2) Bagaimana Dampak Gadget Sebagai Media Komunikasi di SMAN 1 LAHEI BARAT Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Lahei Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Uses and Gratification, teori dampak. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kepustakaan,observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini pada umumnya siswa-siswi di SMAN 1 Lahei Barat memahami penggunaan gadget sebagai media komunikasi yang efektif karena gadget dapat menjadi alat yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar di SMAN 1 Lahei Barat dalam meningkatkan prestasi belajarnya siiwa juga diperbolehkan menggunakan gadget sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. dampak penggunaan gadget sebagai media komunikasi di SMAN 1 Lahei Barat yakni: dampak positif sebagai alat komunikasi di belahan dunia lainnya, dapat memperoleh pengetahuan yang cepat dan tepat sebagai media komunikasi dan sarana pembelajaran yang baru dalam belajar. Dampak negatif gadget di SMAN 1 Lahei Barat yaitu dari diri sendiri, kontrol dalam diri sendiri adalah upaya yang dapat dilakukan untuk membentengi diri dari dampak-dampak yang timbul akibat penggunaan gadget. Selain perlu pengawasan di dalam kelas peran orang tua dalam membina dan mengarahkan anaknya agar melakukan aktivitas yang positif bagi anaknya sehingga dapat meminimalisir dampak dari penggunaan gadget di SMAN 1 Lahei Barat.

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Ritual Pakanan Sahur Lewu pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Raya Kecamatan Rungan Barat kabupaten Gunung Mas

ENDANG
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Endang . 2023. Nilai-nilai Pendidikan Hindu Dalam Ritual Pakanan Sahur Lewu Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Hendri,S.Ag.,M.Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam ritual Pakanan Sahur Lewu pada masyarakat hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat kabupaten Gunung Mas. Ritual pakanan sahur lewu merupakan rirual bagian dari pitra yajnya yang pelaksanaanya masih belum banyak dipahami secara mendalam tentang nilai pendidikan oleh sebagian masyarakat Hindu Kaharingan sendiri, karena ritual pakanan sahur lewu disamping memiliki nilai pendidikan, juga mengandung makna nilai religius yang sangat diyakini yang dapat menjaga serta memberi kesehatan dan keselamatan. Berdasarkan latar belakang,maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses ritual pakanan sahur lewu pada masyarakat hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas ?. (2) Aka kajian Nilai-nilai pendidikan Hindu yang terdapat dalam ritual pakanan sahur lewu pada masayarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas ? Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah, yaitu mengunakan 2 (dua) teori. Teori fungsional struktural, dan Teori nilai. Sedangkan tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian yang dikaji Ritual pakanan sahur lewu yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya dilakukan sesuai dengan proses atau hapan-tahapan yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Adapun proses tahapan; 1) Tahap musyawarah,menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan, meminjam (mencari) Basir. 2) Tahap pokok; narinjet marawei sahur (memanggil roh leluhur), maganjan (menari mengelilingi rumah patahu atau keramat). 3) Tahap akhir; membuka atau memeriksa behas hambaruan (melihat ciri atau tanda roh yang terdapat pada beras), Persembahan sesajen di rumah patahu, dan pali (pantangan). Sedangkan Nilai pendidikan; 1) Nilai pendidikan tattwa atau Ketuhanan terletak pada proses hingga berakhir pelaksanaan ritual pakanan sahur lewu, sebab mantra-mantra yang diucapkan oleh Basir melalui beras tawur merupakan penyampaian permohonan doa kepada Ranying Hatala Langit, Tuhan Yang Maha Esa serta manifestasi-Nya. 2) Nilai pendidikan etika merupakan adanya aturan-aturan tertentu yang harus ditaati dan dipatuhi sesuai dengan aturan yang sudah dibrlakukan secara turun-temurun. 3) Nilai ritual dilihat dari dari beberapa aspek, baik nilai tattwa maupun nilai etik. Nilai tattwa yang terdapat pada ritual pakanan sahur lewu yaitu adanya suatu keyakinan masyarakat Hindu Kaharingan bahwa sahur parapah dipercayaii sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa (Ranying Hatalla Langit) yang dapat membantu manusia dari berbagai musibah sehingga kehidupan manusia menjadi harmonis.

PERAN DAMANG KEPALA ADAT DALAM PENYELESAIAN KASUS PERCOBAAN PEMBUNUHAN JERE NGOMPATOI DI DESA KONUT KECAMATAN TANAH SIANG KABUPATEN MURUNG RAYA

PONSA LIANA
2023 · Thesis · Open Access

LIANA PONSA, 2023, Peran Damang Kepala Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Skrispsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP ) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. Pembimbing II Emilson Atharwan, MH. Lembaga Adat Kedamangan merupakan warga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak di kaliamatan tengah secara umumnya di kabupaten murung raya pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu (1) bagaimanakah peran damang kepala adat dalam menyelesaikan kasus percobaan pembunuhan jere ngompatoi di desa konut kecamatan tanh siang kabupaten murung raya? (2) bagaimanakah proses Penyelesaian Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya? Dalam penelitian ini menggunakan Metode peneltian yaitu observasi, wawacara, perpustakaan dan dokumentasi adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini. Adalah 5 sebsnayak (Lima) orang yang terdiri dari Yaitu mantir 1 orang, Kepala Desa dan seketaris Desa, Damang Kepala Adat, dan Seketaris Damang. Penelitian ini menggunakan teori 1.Teori Kewenagan 2.Teori penyelesaian sengketa, dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber maupun dari buku-buku di kumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian di analisis secara deskriftif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, ferifkasi data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat dihasilkan suatu kesimpulan, (1). Peranan Damang Dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Sangat berperan dalam menylesaikan sebagai Mediator dan Hakim Perdamaian Adat yang memberi sanksi atau meneri denda adat kepada kedua belah pihak serta memutuskan perkara secara adil kepada kedua belah pihak. (2). Proses Penylesaian Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi di Desa Konut yaitu adanya Pelaporan,Pemanggilan Para Pihak, dan Saksi-Saksi yang melihat untuk mengadakan musawarah dan mufakat (Mediasi) dan Sanksi Denda Adat sebesar Rp. 300.000 Kepada Kedua Belah Pihak yang diberikan Mantir Adat dan dan di sertai kewajiban melakukan ritual Adat hasaki hapalas untuk mengakhiri Perselisihan diantara kedua belah pihak. Kata Kunci : Peran, Damang Kepala Adat, Penyelesaian Kasus dan Percobaan Pembunuhan (Jere Ngompatoi)

MAKNA PENJATUHAN SANKSI ADAT DALAM KASUS PERKELAHIAN PADA UPACARA RITUAL NGALANGKANG PERSPEKTIF HUKUM HINDU (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT DAYAK DUSUN DI DESA TARUSAN KECAMATAN DUSUN UTARA KABUPATEN BARITO SELATAN)

ELAYANTO
2023 · Thesis · Open Access

ELA YANTO, 2023. Makna Penjatuhan Sanksi Adat Dalam Kasus Perkelahian Pada Upacara Ritual Ngalangkang Perspektif Hukum Hindu (Studi Kasus Pada Masyarakat Dayak Dusun Di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan). Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Agama Hindu, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri TampungPenyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S. Ag., M. Si dan Pembimbing II : Gelar Sumbogo Peni, S. Ag., M. Si. Sanksi adat sangat berperan untuk menjaga keharmonisan hidup manusia, sekaligus untuk menjaga ketertiban dalam masyarakat. Pelanggaran terhadap norma adat dan norma agama akan menimbulkan kegoncangan hidup dalam masyarakat, oleh karena itu perlu diterapkan sanksi adat atau tindakan hukum adat. Bagi siapapun yang melanggar norma/kaidah hukum adat dan agama dianggap menganggu keseimbangan dan keselarasan hidup dalam masyarakat, sehingga menimbulkan reaksi adat dengan berupa sanksi adat. Dalam masyarakat suku Dayak Dusun khususnya di Desa Tarusan apabila terjadi pelanggaran adat akan dilakukan sanksi adat. Karena dengan adanya penjatuhan sanksi upacara ngalangkang adalah upacara ritual memberikan persembahan kepada orang yang sudah meninggal biasanya dilakukan selama tiga tahun berturut-turut, maka kesimbangan dapat dipulihkan. Salah satu kasus pelanggaran adat yang terjadi di Desa Tarusan adalah kasus perkelahian pada saat Upacara Ritual Ngelangkang. Untuk itu yang menjadi permasalahan ini adalah: (1) Apa makna penjatuhan sanksi adat dalam kasus perkelahian pada Upacara Ritual Ngalangkang di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, (2) Bagaimana pelaksanaan penyelesaian kasus perkelahian pada Upacara Ritual Ngalangkag di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan. Metode penelitian Teori Tri Hita Karana danTeori Receptio in Complexu. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Informan ditentukan berdasarkan teknik sampling pengumpulan data melalui wawancara, obervasi, dokumentasi dan anilisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Makna Penjatuhan Sanksi Adat Dalam Kasus Perkelahian Pada Upacara Ritual Ngalangkang Perspektif Hukum Hindu (Studi Kasus Pada Masyarakat Dayak Dusun Di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan). Yaitu ada dua makna adat dan makna ritual saki pilah yang bermakna untuk membuang sial kawe terhadap masyarakat di Desa Tarusan. Dilakukan melalui perangkat adat, proses sidang adat, pertimbangan Damang Kepala Adat dalam memberi keputusan, dan perjanjian kedua belah pihak. Dasar pertimbangan hukum dalam menyelesaikan kasus perkelahian melalui perangkat adat berdasarkan kewenangan Damang Kepala Adat. Kata Kunci: sanksi adat, perkelahian, ritual ngalangkang, dan hukum hindu

BENTUK PELAYANAN DAN PENATAAN FASILITAS OBJEK WISATA DERMAGA KERENG BANGKIRAI PALANGKA RAYA KALIAMNTAN TENGAH

FAHREZA ASMAWATI
2023 · Thesis · Open Access

Objek wisata Dermaga Kereng Bangkirai yang terletak di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya, yang sering disebut dengan nama “Pesona Wisata Alam Air Hitam Sungai Sebangau Kota Palangka Raya”. Dermaga Kereng Bangkirai merupakan pintu gerbang utama menuju kawasan Taman Nasional Sebangau dan merupakan tujuan wisata alam. Apalagi didukung oleh aksesibilitas yang cukup dekat, dimana kawasan ini hanya berjarak sekitar 12 km dari jantung Kota Palangka Raya. Panorama keindahan dan di dukung dengan fasilitas di dermaga Kereng Bangkirai. Objek wisata dermaga Kereng Bangkirai memiliki peranan penting dalam pembangunan sektor ekonomi, khususnya di Kereng Bangkira. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah Bentuk Pelayanan dan Penataan Fasilitas Dermaga Kereng Bangkirai, (2) Apakah Bentuk Hambatan Terhadap Pelayanan dan Penataan Fasilitas Dermaga Kereng Bangkirai. Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Untuk Mengetahui Bentuk Pelayanan dan Penataan Fasilitas di Dermaga Kereng Bangkirai, (2) Untuk Mengetahui Bentuk Hambatan Terhadap Pelayanan dan Penataan Fasilitas Dermaga Kereng Bangkirai. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pelayanan dan (2) Teori Fungsional Struktural. Subjek penelitian ini adalah Pemerintah Desa, Masyarakat, Pemerintah dan Pengunjung. Hasil penelitian ini adalah; (1) Bentuk Pelayanan dan Penataan Fasilitas Objek Wisata Dermaga Kereng Bangkirai, perlu lebih di maksimalkan lagi untuk menarik wisatawan luar daerah hingga negeri (2) Kendala utama yang dihadapi kurangnya anggaran yang digunakan dalam Pengelolaan Dermaga Kereng Bangkirai, serta perlu ditingkatkan kembali partisipasi masyarakat ataupun pemerintah

Implementasi Budaya Literasi Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan

MAYA SAFITRI
2023 · Thesis · Open Access

MAYA SAFITRI, 2023. Implementasi Budaya Literasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agma Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H. Budaya literasi penting dalam memperkaya kosakata, memperluas wawasan dan pengetahuan, membantu berpikir kritis, di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan masih dalam tahap pembiasaan termasuk dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Ada tiga permasalahan yang akan dibahas dibahas: (1) Bagaimana implementasi budaya literasi pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan? (2) Apa kendala implementasi budaya literasi pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan? (3) Bagaiman upaya mengatasi kendala implementasi budaya literasi di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan?. Teori yang digunakan yaitu teori implementasi, kendala dan humanistik. Informan penelitian adalah guru agama Hindu (satu orang), kepala sekolah (satu orang) dan siswa agama Hindu (3 orang). Teknik pengumpulan data: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Dan teknik analisis data: 1) kondensasi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Dari hasil penlitian dapat disimpulkan bahwa 1) guru mengimplementasikan budaya literasi dengan mengarahkan siswa untuk membaca buku Kandayu, kitab suci Panaturan dan buku mata pelajaran lain yang berhubungan dengan pendidikan moral selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. 2) kendala yang dihadapi berasal dari a) faktor manusiawi: guru agama Hindu belum mengikuti pelatihan secara khusus tentang budaya literasi, dan siswa agama Hindu belum mampu melafalkan bahasa sangiang dengan fasih; b) faktor intitusional: belum tersediannya ruangan khusus untuk belajar agama Hindu; dan c) faktor intruksional: kurangnya buku bacaan agama Hindu. Dan 3) upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah: membeli buku tambahan dan mengusulkan kepihak dinas terkait untuk mengirimkan buku serta mengikutkan para guru dalam kegiatan seminar atau pelatihan. Dan upaya yang dilakukan oleh guru agama Hindu: menyediakan buku Kandayu, kitab suci Panaturan dan memanfaatkan buku mata pelajaran lain.

Peran Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu Periode 2022-2023 Dalam Melatih Public Speaking Mahasiswa di Fakultas Dharma Acarya

KRISNA WIDIA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Krisna Widia. 2023. Peran Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu Periode 2022-2023 Dalam Melatih Public Speaking Mahasiswa di Fakultas Dharma Acarya. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H dan Pembimbing II. I Made Paramarta, S.Ag., M.Si Kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan gagasan atau pendapat masih kurang disebabkan kurang percaya diri. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya sebagai salah satu perguruan tinggi di kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah meluluskan mahasiswa-mahasiswa yang mampu berperan sebagai agen perubahan. Hal ini relevan sekali karena mata kuliah di perguruan tinggi tersebut hampir semuanya membutuhkan diskusi-diskusi dalam pembelajarannya. Maka mahasiswa Pendidikan Agama Hindu diharapkan memiliki wawasan yang luas dan kepercayaan diri yang tinggi dalam menyampaikan gagasan. Dari permasalah yang di atas peneliti tertarik untuk meneliti terkait Peran Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang 1) Bagaimana peran organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih Public Speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya?, 2) Fakor apa sajakah yang menjadi kendala organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih Public Speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya? Hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal tentang peran organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) pendidikan agama Hindu periode 2022-2023 dalam melatih public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Acarya yaitu: 1). HMPS pendidikan agama Hindu memiliki beberapa program kerja dalam 1 tahun kepengurusan seperti: pengabdian kepada masyarakat, makrab/malam keakraban mahasiswa prodi pendidikan agama Hindu, Basarah rutin prodi dan lomba keagamaan Hindu tingkat mahasiswa. 2). HMPS pendidikan agama Hindu memiliki dua program kerja yang telah dilakukan HMPS dalam melatih public speaking mahasiwa seperti: kegiatan bakti sosial dan kegiatan pelatihan dan pembinaan dalam kegiatan Basarah rutin prodi. 3), Faktor yang menjadi kendala dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) pendidikan agama Hindu terbagi menjadi dua yaitu: a) Faktor internal yaitu, minat mahasiswa pendidikan agama Hindu masih kurang dikarenakan memiliki kesibukkan pribadinya masing-masing dan sulitnya mengatur waktu kegiatan. b) Faktor eksternal yaitu, kurangnya dukungan dana dari pihak lembaga perguruan tinggi.

Pengaruh Perhatian Orang Tua Dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 1 Lungkuh Layang Kabupaten Kapuas

FITRI NADA
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya perhatian orang tua dan minat belajar. Sehingga hasil belajar siswa tidak maksimal. Orang tua sering kali dihadapkan dengan berbagai macam tingkah atau prilaku anak yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang dibahas yaitu: (1) Apakah ada pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Lungkuh Layang Kabupaten Kapuas. (2) Apakah ada pengaruh minat belajar terhadap hasil belaja siswa kelas V SD Negeri 1 Lungkuh Layang Kabupaten Kapuas. (3) Apakah ada pengaruh perhatian orang tua dan minat belajar terhadap belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Lungkuh Layang Kabupaten Kapuas. Penulisan ini bertujuan (1) untuk mengetahui ada tidanya pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Lungkuh Layang Kabupaten Kapuas. (2) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Lungkuh Layang Kabupaten Kapuas. (3) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perhatian orang tua dan minat belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Lungkuh Layang Kabupaten Kapuas. Teori untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori behavioristik dan humanistik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan penarikan kesimpulan melalui analisis statistik. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas V yang berjumlah 15 siswa. Sampel penelitian dengan jumlah 15 siswa. Teknik pengambilan sampel mengunakan sampling jenuh. Teknik pengumpulan data mengunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data mengunakan analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan : Y = 69.470 – 0,247 + 0,349. Hasil analisis data taraf signifikan 5% diperoleh (1) Perhatian Orang Tua berpengaruh terhadap hasil belajar. Hal ini berdasarkan hasil uji t diketahui bahwa t_(hitung )> t_(tabel ), yaitu – 3.501 > 2,179 dan nilai signifikansi 0,05 yaitu 0,004 0,05. (2) Minat Belajar berpengaruh terhadap hasil belajar. Hal ini berdasarkan hasil uji t diketahui bahwa t_(hitung )> t_(tabel ), yaitu 4.788 > 2,179 dan nilai signifikansi 0,05 yaitu 0,000 0,05.(3) Perhatian Orang Tua Dan Minat Belajar berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar. Hal ini berdasarkan uji F diketahui bahwa 〖F 〗_(hitung ) > 〖F 〗_(tabel ) yaitu 13.488 3.885 dan nilai signifikansi 0,05 yaitu 0,001.

Kreativitas Guru Dalam Memotivasi Belajar Peserta Didik SD Negeri 1 Menteng Kota Palangka Raya

ANGGI RESNUNGKI
2023 · Thesis · Open Access

Kreativitas guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna meningkatkan motivasi peserta didik. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki kreativitas yang baik dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik (1) Kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik yaitu dengan (a) Menggunakan Metode Tanya jawab, ceramah, dan diskusi kelompok. (b) Media pembelajaran yang digunakan LCD proyektor untuk menampilkan pembelajaran. (c) Guru membuat perencanaan sebelum proses pembelajaran dan melakukan evaluasi. (d) Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan. Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah untuk meningkatkan motivasi dan menarik minat belajar pada peserta didik. (2) Kendala guru dalam meningkatkan kreativitas untuk memotivasi belajar peserta didik yaitu: (a) Karakter dan perilaku peserta didik yang berbeda-beda. (b) Peserta didik yang tidak bisa membaca dan berhitung akan kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran. (c) Sarana dan prasarana yang terbatas. Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran.

Pasah Patahu di Dusun Tumbang Onah Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas (Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna)

VIA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK VIA,2023: Pasah Patahu di Dusun Tumbang Onah Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas (Kajian Bentuk Fungsi dan Makna), Prodi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemimbing I: Handoko, S.Ag, M.Si Pemimbing II: I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H.,M.Pd Umat Hindu Kaharingan yang ada di Kalimantan Tengah memiliki beberapa sistem keyakinan atau kepercayaan salah satunya mengenai keayakinan tentang Pasah Patahu yang dijadikan sebagai tempat bahajat/memohon untuk meminta perlindungan yang ditujukan kepada para leluhur agar dapat terhindar dari marabahaya yang akan menimpa. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah bentuk Pasah Patahu di Dusun Tumbang Onah Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas, bagaimanakah fungsi Pasah Patahu dan bagaimanakah makna dari Pasah Patahu yang dijadikan sebagai tempat bahajat/memohon perlindungan bagi umat Hindu Kaharingan. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menggali lebih dalam bagaimanakah bentuk, fungsi dan makna yang terkandung dari Pasah Patahu. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Basir, tokoh masyarakat Hindu Kaharingan, sedangkan objek penelitiannya adalah bagaiman bentuk, fungsi dan makna Pasah Patahu. Teknik yang dipergunakan untuk mengumpulkan data adalah: Metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Adapun data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini. 1. Bentuk dari Pasah Patahu yaitu memiliki berbagai macam bentuk baik yang berupa memanjang ataapun pendek dengan mempunyai arti atau makna tersendiri dari setiap bentuknya yang berdasarkan kepercayaan atau keyakinan umat Hindu Kaharingan. 2.Fungsi Pasah Patahu berfungsi sebagai tempat bahajat/memohon perlindungan agar terhindar dari marabahaya yang ditujukan kepada sang pencipta atau Sang Hyang Widhi Wasa yaitu melalui perantara para leluhur. 3. Makna Pasah Patahu, makna yang terkandung dari Pasah Patahu yaitu sangat sakral karena Pasah Patahu menurut keyakinan umat Hindu Kaharingan merupakan tempat bahajat/memohon yang dipercayai atau meyakini bahwa Ganan Patahu/penjaga mampu melindungi kampung atau Dusun agar dapat terhindar dari marabahaya yang akan menimpa Dusun tersebut. Kata Kunci: Pasah Patahu, Bentuk, Fungsi, Makna.

PERAN GURU AGAMA HINDU DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER RELIGIUS PADA PESERTA DIDIK HINDU DI SMKN 3 MUARA TEWEH KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA

NIKI PURWANTI
2023 · Thesis · Open Access

Niki Purwanti, 2023. Peran Guru Agama Hindu Dalam Menumbuhkan Karakter Religius Pada Peserta Didik Hindu Di SMKN 3 Muara Teweh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Suwito, S.Ag,.M.Si, Pembimbing II Komang Suarta, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji tentang Peran Guru Agama Hindu Dalam Menumbuhkan Karakter Religius Pada Peserta Didik Hindu di SMKN 3 Muara Teweh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara, sebab terjadinya permasalahan ini dikarenakan adanya fenomena bahwa siswa kurang memiliki karakter religious. Untuk hal tersebut tentunya penumbuhan karakter religious ada hubungannya dengan guru. Oleh karena itu, jika ada kendala bagimana cara guru dalam menumbuhkan karakter religious pada peserta didik. Berdasarkan hal yang dikaji adalah : 1) Apa Kendala Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu dalam menumbuhkan karakter Religius peserta didik di SMKN 3 Muara Teweh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. 2) Bagaimanakah Peran Guru Agama Hindu dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik di SMKN 3 Muara Teweh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini bertujuan : 1)Untuk mengetahui kendala Guru Agama Hindu dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik Hindu di SMKN 3 Muara Teweh. 2)Untuk mengetahui Peran Guru Agama Hindu dalam menumbuhkan Karakter Religius peserta didik Hindu di SMKN 3 Muara Teweh. Adapun manfaat dalam penelitian ini yaitu sebagai masukan bagi semua pihak baik pihak sekolah maupun pihak pihak yang terkait agar dapat memberikan masukan untuk pendidikan peserta didik secara lebih optimal baik dilingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat sekitar. Teori yang digunakan untuk membedah penelitian ini yakni menggunakan teori peran dan teori kendala. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai permasalahan penelitian. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori peran dan teori kendala. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Kendala dalam menumbuhkan karakter religious pada siswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internalnya yakni terdiri dari kurangnya kedisiplinan guru, kurangnya pengawasan guru agama Hindu terhadap siswa, penggunaaan metode pembelajaran yang kurang tepat. 2) Peran guru agama Hindu dalam menumbuhkan karakter religus siswa terdiri dari beberapa peran yakni guru mmeiliki peran sebagai pengajar mengatasi masalah, guru sebagai eksplorator, guru sebagai konselor, guru sebagai manajeman kelas, guru sebagai supervisor, guru sebagai motivator.

Implemetasi Pendidikjan Prenatal Melalui Menyaki Tihi pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing

WATI
2023 · Thesis · Open Access

Skripsi ini mengkaji tentang implementasi pendidikan prenatal melalui Manyaki Tihi pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing. Dalam pendidikan semasa masih dalam kandungan yang dilakukan oleh umat agama Hindu Kaharingan ini perlu diketahui filosofi upacara Manyaki Tihi, rangkaian upacara Manyaki Tihi dan implementasi pendidikan prenatal melalui upacara Manyaki Tihi pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing. Agar generasi hal ini dapat menjadi informasi bagi para generasi penerus, dan upacara Manyaki Tihi ini dapat terus dilalaksanakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data-data maupun informasi dengan melakukan observasi, wawancara semi terstruktur serta dengan pengumpulan data berupa data primer dan sekunder ditempat penelitian serta dokumentasi berupa gambar situasi dan keadaan tempat dilakukannya tempat penelitian. Subjek penelitian ini adalah Basir, tokoh agama Hindu Kaharingan, dan warga yang melakukan upacara Manyaki Tihi. Teori yang digunakan dalam memecahkan masalah dengan menggunakan teori fenomenologi dan teori behafioristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Manyaki Tihi adalah sebuah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Kaharingan secara turun-temurun yang ditujukan untuk ibu hamil atau ibu yang sedang mengandung dilatar belakangi atas dasar peristiwa-peristiwa sulit yang dihadapi oleh seorang perempuan yang sedang mengandung sampai ia melahirkan. Upacara Manyaki Tihi memiliki tiga rangkaian kegiatan yaitu: 1) Persiapan, yaitu menentukan hari baik dan menyiapkan sarana seperti: beras, hewan korban berupa babi dan ayam untuk diambil darahnya, sirih pinang, minyak kelapa, air, tutup panci, jala, tikar (Amak), dupa atau kemenyan dan perkakas seperti kapak, parang, dan batu asah. 2) Kegiatan inti, yaitu memoleskan (manyaki) darah babi dan ayam pada ibu hamil dan menaburkan beras putih keberbagai penjuru. Dan, 3) Penutup, yaitu tampung tawar. Serta implementasi yaitu upacara ini hanya boleh dilakukan oleh wanita yang beragama Hindu Kaharingan yang sedang mengandung anak pertama pada usia kandungan memasuki usia 7 bulan. Karena upacara ini akan membuat sang calon ibu merasa lebih damai dan tenang, karena selama upacara sang Basir akan mengucapkan doa-doa yang ditujukan untuk para leluhur dan Ranying Hatlla Langit. Sehingga sang ibu merasa lebih tenang dan siap untuk menghadapi kelahiran bayi pertamanya. Dan sang bayi dalam kandunganpun akan menjadi lebih sehat, karena sang ibu tidak mengalami stres.

Pengembangan Tarian Dadas sebagai Destinasi Wisata Budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur

EKA FRANSISKA
2023 · Thesis · Open Access

Tarian Dadas adalah jenis tarian tradisional yang berasal dari suku Dayak Ma’anyan yang ada di pedalaman Kalimantan Tengah. Pada zaman dahulu tarian dadas bukanlah disebut sebagai tarian melainkan balian, karena pada sejarahnya tarian dadas merupakan sebuah ritual yang digunakan untuk mengobati orang yang sedang menderita sebuah penyakit. Berdasarkan latar diatas maka peneliti merumuskan masalah yaitu (1) Bagaimanakah Perkembangan Tarian Dadas Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, (2) Apakah Upaya Yang Dilakukan Oleh Pelaku Seni Di Kecamatan Paku Beto Untuk Mengembangkan Tarian Dadas Sebagai Destinasi Wisata Budaya Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan pada penelitian ini yaitu; (1) Teori Struktural-Fungsional dan (2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode penelitian menggunakan jenis metode analisis deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Subjek penelitian ini adalah Staff bagian Budaya Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Barito Timur, Kepala Desa Paku, Pengelola Sanggar Panunraun Jatuh, Balian Dadas, Pelatih Tari Dan Para Penari. Berdasarkan teori Fungsional-Struktural yang memandang tentang sebuah keteraturan sistem budaya dalam memenuhi fungsinya maka hasil penelitian ini adalah: (1) Perkembangan tarian dadas terletak pada variasi tarian, kostum, musik dan lainnya yang dikemas agar tidak monoton dan lebih menarik dalam menjadi destinasi wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, dan berdasarkan Teori Pengembangan Pariwisata yang membahas berbagai upaya pengembangan dengan tujuan untuk memajukan pariwisata; (2) Upaya pengembangan tarian dadas sebagai wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur adalah memberikan dukungan dan motivasi dalam bentuk fasilitas, anggaran dan semangat pada setiap kegiatan yang berhubungan dengan tarian dadas dalam dunia kepariwisataan.

Implementasi Program Gerakan Literasi Sekolah dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Agama Hindu di SMP Negeri 8 Palangka Raya

RIRI RIANTI
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Riri Rianti,2023. Impelemntasi Program Gerakan Literasi Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri 8 Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Dan Pembimbing II, Tri Aspiyana, M.Pd Kurangnya minat baca dan pemanfaatan sumber belajar menjadi pemicu kurangnya minat baca di Indonesia. Oleh karena itu,penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa agama Hindu di kelas VIII.7 dan kelas VIII.8 di SMP Negeri 8 Palangka Raya serta mendeskripsikan faktor penghambat pelaksanaan program gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa agama Hindu di kelas VIII.7 dan kelas VIII.8 di SMP Negeri 8 Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru agama Hindu, petugas perpustakaan dan 4 orang peserta didik. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan program gerakan literasi sekolah pada siswa agama Hindu di kelas VIII.7 dan kelas VIII.8 yaitu adanya kegiatan 15 menit membaca, penataan sarana literasi seperti pojok baca di kelas atau taman sekolah, adanya ruang perpustakaan, pelibatan publik dan menanggapi buku bacaan secara lisan dan tulisan. Faktor penghambat gerakan literasi sekolah pada siswa agama Hindu di kelas VIII.7 dan kelas VIII.8 yaitu kurangnya minat baca siswa, kurangnya pemanfaatan sumber belajar seperti perpustakaan, kurangnya literatur bacaan yang diminati siswa dan kurangnya sosialisasi tentang program gerakan literasi sekolah.

IMPLEMENTASI MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA HINDU DI SDN 1 TAMPANG TUMBANG ANJIR KECAMATAN KURUN KABUPATEN GUNUNG MAS

VONNY
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Vonny. 2023 : Implementasi Media Gambar Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu Di SDN 1 Tampang Tumbang Anjir Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si,dan Pembimbing II, I Komang Mertayasa, S.Pd.H., M.Si Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), berlatar belakang SDN 1 Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas dengan objek penelitian siswa kelas III yang beragama Hindu berjumlah 2 (dua) orang dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan media gambar dalam pembelajaran Pendidikan agama hindu dan efektifitas penggunaan media gambar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi pokok Memahami Sembahyang dalam Agama Hindu. Pada penelitian ini mengkaji pokok penerapan media gambar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III di SDN 1 Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dan 4 (empat) tahap, meliputi ; 1) Perencanan, 2) Pelaksanan, 3) Observasi dan 4) Refleksi. Data diperoleh melalui observasi, angket dan dokumen. Menggunakan analisis kuantitatif untuk analisis datanya termasuk penyajian data dan penarikan kesimpulanya secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan media gambar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sangat baik untuk di implementasikan pada proses pembelajaran. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat di lihat pada siklus I dan siklus II. Motivasi siswa pada siklus I dengan nilai angket 57,5% dan observasi 64,5% berada pada kriteria “cukup baik” dan pada siklus II berada kriteria “baik” dengan nilai angket 78% dan observasi 84,5%. Jadi hasil penelitian yang dilaksanakan menunjukan bahwa implementasi media gambar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SDN 1 Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas sangat efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Sehingga penelitian ini dapat terealisasi dengan baik.