Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

931 item publik

Publikasi

Halaman 2 dari 47

Pengaruh Penggunaan Media Augmented Reality (AR) Terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Kelas IV di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya

YEDI ARDIANTO
2026 · Thesis · Open Access

Yedi Ardianto. 2026. Pengaruh Penggunaan Media Augmented Reality (AR) terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H.; Pembimbing II: Krisma Natalia, M.Pd. Minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) masih menjadi salah satu permasalahan dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang cenderung konvensional serta belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar IPAS siswa sebelum dan sesudah penggunaan media Augmented Reality (AR), menganalisis perbedaan minat belajar antara kelas yang menggunakan media Augmented Reality dan kelas yang mengikuti pembelajaran konvensional, serta mengetahui efektivitas media Augmented Reality dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa yang terdiri atas 14 siswa pada kelas eksperimen dan 13 siswa pada kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan angket minat belajar yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, Independent Samples t-test, dan Normalized Gain (N-Gain) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest kelas eksperimen sebesar 54,43 dan kelas kontrol sebesar 55,23, yang menunjukkan kondisi awal minat belajar kedua kelompok relatif sama. Setelah pembelajaran, rata-rata skor posttest meningkat menjadi 100,00 pada kelas eksperimen dan 57,46 pada kelas kontrol, dengan skor maksimum instrumen sebesar 115. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hasil uji N-Gain menunjukkan rata-rata kelas eksperimen sebesar 0,755 (kategori tinggi) dan kelas kontrol sebesar 0,037 (kategori rendah). Dengan demikian, penggunaan media Augmented Reality (AR) terbukti efektif serta berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya.

KOMUNIKASI DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA PADA RUMAH MODERASI IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

NURASI
2026 · Thesis · Open Access

Komunikasi memiliki peran penting dalam membangun interaksi harmonis di tengah keberagaman agama. Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAHN Tampung Penyang Palangka Raya berperan memfasilitasi dan menggerakkan kegiatan yang mendukung penguatan moderasi beragama dan toleransi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola komunikasi Rumah Moderasi Beragama dalam membangun toleransi antarumat beragama serta strategi komunikasi yang diterapkan untuk meningkatkan toleransi pada Rumah Moderasi IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik penentuan informan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi antarbudaya dan komunikasi interpersonal. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa, dosen, dan pengelola Rumah Moderasi Beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi melalui Rumah Moderasi Beragama berperan dalam membangun toleransi antarumat beragama di kampus. Rumah Moderasi Beragama menjadi wadah yang memfasilitasi sivitas akademika dalam memahami dan menerapkan nilai moderasi beragama melalui kegiatan. Komunikasi dilakukan secara terbuka, santun, dialogis, empatik, dan setara melalui komunikasi verbal maupun nonverbal. Strategi komunikasi terdiri atas empat jenis, yaitu komunikasi institusional melalui kegiatan lintas agama, komunikasi instruksional melalui arahan tentang moderasi beragama, komunikasi interpersonal melalui interaksi terbuka, empati, dan saling menghargai, serta strategi pesan melalui bahasa yang santun dan mudah dipahami. Keempat strategi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa berbagai agama untuk berinteraksi, berdiskusi, dan bekerja sama. Interaksi lintas agama membantu mahasiswa memahami perbedaan, saling menghormati, mengurangi kesalahpahaman, dan memperkuat hubungan sosial sehingga tercipta kehidupan kampus yang harmonis, toleran, serta mendukung kerukunan antarumat beragama.

NALISIS PENEGAKAN HUKUM ADAT DALAM PENYELESAIAN KASUS PERKELAHIAN DI DESA TUMBANG BARAOI KECAMATAN PETAK MALAI KABUPATEN KATINGAN

WENDI SAPUTRA
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK WENDI SAPUTRA, 2026 : Analisis Penegakan Hukum Adat dalam Penyelesaian Kasus Perkelahian di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Pembimbing I, Dr. Agung Adi, S.Ag., M.Si. Pembimbing II, Ririn Kurniasi, M.H Perkelahian merupakan salah satu bentuk konflik sosial yang masih terjadi dalam kehidupan masyarakat. Di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, penyelesaian kasus perkelahian dilakukan melalui mekanisme hukum adat yang mengutamakan musyawarah, perdamaian, pertanggungjawaban, dan pemulihan hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penegakan hukum adat dalam penyelesaian kasus perkelahian serta menganalisis pemenuhan asas keadilan dalam penyelesaian perkara tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lembaga adat, pemerintah desa, serta para pihak yang mengetahui dan terlibat dalam penyelesaian perkara. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan Teori Pluralisme Hukum dan Teori Keadilan John Rawls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum adat dalam penyelesaian kasus perkelahian dilakukan melalui penerimaan laporan, pengumpulan keterangan dari para pihak dan saksi, musyawarah adat, penentuan pihak yang bertanggung jawab, pemberian sanksi adat berupa singer, serta pembuatan surat pernyataan damai. Hukum adat masih berfungsi sebagai living law dan berinteraksi dengan hukum negara dalam penyelesaian konflik masyarakat. Pemenuhan asas keadilan terlihat dari adanya kesempatan bagi korban dan pelaku untuk menyampaikan keterangan, pertimbangan terhadap tingkat kesalahan dalam pemberian sanksi, serta upaya mencapai perdamaian dan memulihkan hubungan sosial. Namun, penegakan hukum adat masih menghadapi keterbatasan, terutama terkait kepatuhan sebagian masyarakat dan kewenangan lembaga adat dalam pelaksanaan putusan diperlukan penguatan kelembagaan adat, peningkatan dokumentasi perkara, dan koordinasi antara lembaga adat, pemerintah desa, dan masyarakat dalam penyelesaian konflik. Kata Kunci: Hukum Adat, Penegakan Hukum, Perkelahian, Pluralisme Hukum, Keadilan Restoratif.

Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V-B SDN 6 Palangka.

RENOL
2026 · Thesis · Open Access

Renol. 2026: Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V-B SDN 6 Palangka. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si, dan Pembimbing II Serlis Rusandi, M.Pd. Penelitian ini membahas tentang pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V-B SDN 6 Palangka. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti, proses pembelajaran IPAS masih cenderung menggunakan pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran dan prestasi belajar siswa belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V-B SDN 6 Palangka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 siswa kelas V-B SDN 6 Palangka. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket untuk mengukur penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan tes esai berupa pretest dan posttest untuk mengukur prestasi belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa sebelum diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) diperoleh nilai pretest dengan nilai minimum 15, nilai maksimum 65, nilai rata-rata 33,33, dan standar deviasi 12,655. Setelah diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) diperoleh nilai posttest dengan nilai minimum 45, nilai maksimum 95, nilai ratarata 74,58, dan standar deviasi 12,676, sehingga menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi nilai sig. prestasi belajar siswa yaitu 0,366 > 0,05, sehingga data penelitian berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 7,749 lebih besar daripada t tabel sebesar 1,717, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V-B di SDN 6 Palangka

NGALINGU LIAU DALAM RITUAL BALIAN TANTULAK AMBUN RUTAS MATEI DI KECAMATAN SEPANG KABUPATEN GUNUNG MAS

DIRGANTARA
2026 · Thesis · Open Access

DIRGANTARA, 2026. Ngalingu Liau dalam Ritual Balian Tantulak Ambun Rutas Matei di Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Prodi Kepanditaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I : Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag. dan Dosen Pembimbing II : Nurlensi,SAg.,M.Si. Hindu Kaharingan merupakan agama Hindu yang dianut oleh penganut yang berasal dari etnis Dayak di Kalimantan Tengah yang awalnya disebut dengan Agama Helu (Kaharingan), adanya integrasi kepercayaan Kaharingan dengan agama Hindu pada tahun 1980, maka disebut dengan Hindu Kaharingan sebagai identitas jati diri penganutnya, sedangkan secara administratif tetap tertulis agama Hindu dimana tidak menghilang tradisi lokal. Menurut ajaran agama Hindu Kaharingan, Ritual Balian Tantulak Ambun Rutas Matei sangatlah penting untuk dilaksanakan oleh anggota keluarga yang ditinggalkan, dimana ritual ini bertujuan untuk membersihkan sial (pali belum), suatu hal yang tidak baik bagi keluarga yang ditinggalkan. Salah bagian penting dalam Ritual Balian Tantulak Ambun Runtas Matei yaitu Ngalingu Liau. Bagi keluarga yang ditinggal almarhum, Ngalingu Liau pada saat Ritual tersebut sangatlah penting, maka berdasarkan fenomena tersebut, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang Ngalingu Liau, terutama yang ingin diteliti yaitu proses Ngalingu Liau pada Ritual Balian Tantulak Ambun Rutas Matei, dan makna dalam Ngalingu Liau pada Ritual Balian Tantulak Ambun Rutas Matei di Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Dengan demikian penulis tertarik menulis Skripsi dengan judul : Ngalingu Liau dalam Ritual Balian Tantulak Ambun Rutas Matei di Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Tujuan sebenarnya dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Proses dan Makna Ngalingu Liau dalam Ritual Balian Tantulak Ambun Rutas Matei,dengan menggunakan beberapa teori yaitu: 1) Teori Religi, 2) Teori Interpretif Simbolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif yang dimana dengan menggunakan metode ini akan lebih mudah penulis untuk mengumpulkan data atau informasi yang dibutuhkan. Kemudian, teknik pengumpulan data yang digunakan pada peneltian, 1) Observasi, 2) Wawancara, 3) Dokumentasi, 4) Kepuastakaan. Subyek dalam penelitian ini adalah, 1) Basir Upu, 2) Basir, 3) Ketua Majelis Resot, 4) Mantir Basarah, 5) Ketua Majelis Kelompok yang ada di Kecamatan Sepang. Berdasarkan analisis dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Ngalingu Liau, merupakan bagian terpenting dalam Ritual Balian Tantulak Ambun Rutas Matei, karena pada momen tersebut Liau Haring Kaharingan untuk terakhir kali bisa turun ke Pantai Danum Kalunen untuk menceritakan perjalanan hidup secara singkat dan memberikan pesan terakhir kepada keluarga yang ditinggalkannya, dan proses Ngalingu Liau dalam Ritual Balian Tantulak Ambun Rutas Matei memalui beberapa bagian terlebih dahulu antara lain, membersihkan Panganduang Ambun Rutas Matei atau pengaruh buruk yang terjadi akibat terjadinya kematian, dan dilanjutkan dengan pembersihan Liau Haring Kaharingan dibeberapa tempat sehingga sampai di Bukit Lanting Kalingu baru bisa dilaksanakannya proses Ngalingu Liau. Kemudian makna simbolik Ngalingu Liau dalam Ritual Balian Tantulak Ambun Rutas Matei merupakan hadirnya Liau Haring Kaharingan ke Pantai Danum Kalunen untuk yang terakhir kalinya dengan membawa Kayun Penyang Karuhei Tatau yang akan diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan dan untuk memberikan pesan untuk terakhir kalinya kepada keluarga yang ditinggalkan.

KOMUNIKASI VERBAL PEMERINTAH DESA TUMBANG DAHUEI KECAMATAN BUKIT RAYA KABUPATEN KATINGAN DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PEMBANGUNAN

PELDI SUSILO
2026 · Thesis · Open Access

Peldi Susilo (2026) Komunikasi Verbal Pemerintah Desa Tumbang Dahuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Dalam Meningkatrkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Pembangunan Pembimbing I, Handoko S.Ag., M.Si Pembimbing II, I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H., M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi verbal Pemerintah Desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program pembangunan. Komunikasi verbal menjadi sarana dalam menyampaikan informasi, memberikan pemahaman, dan mengajak masyarakat terlibat dalam pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi verbal Pemerintah Desa Tumbang Dahuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan serta kendala yang dihadapi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program pembangunan. Teori yang digunakan adalah Teori Komunikasi Verbal dan Teori Kendala ( Theory of Constraints (TOC)). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, Perangkat Desa, Ketua BPD, Ketua RT, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi verbal Pemerintah Desa Tumbang Dahuei dilakukan melalui musyawarah desa, sosialisasi, komunikasi interpersonal, kunjungan langsung, serta melibatkan unsur masyarakat dalam penyampaian informasi pembangunan. Strategi komunikasi yang diterapkan berupa keterbukaan, penggunaan bahasa sederhana, pendekatan persuasif, dan komunikasi kekeluargaan yang mampu meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat. Kendala yang ditemukan meliputi rendahnya kehadiran masyarakat dalam musyawarah, kesibukan bekerja, perbedaan tingkat pemahaman, kurangnya perhatian terhadap informasi pembangunan, dan keterbatasan jangkauan komunikasi pemerintah desa. Oleh karena itu, pemerintah desa perlu meningkatkan intensitas komunikasi dan memperkuat peran tokoh masyarakat dalam mendukung partisipasi masyarakat terhadap program pembangunan.

KOMUNIKASI TATAP MUKA DI TENGAH FENOMENA PHUBBING PADA MAHASISWA ASRAMA IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

MUHAMAD
2026 · Thesis · Open Access

Muhamad, 2026. Komunikasi Tatap Muka di Tengah Fenomena Phubbing Pada Mahasiswa Asrama IAHN Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Desembeling, S.Ag.,M.Si Penelitian ini mengkaji fenomena phubbing (phone snubbing) yang memicu paradoks komunikasi: mendekatkan hubungan dengan pihak yang jauh melalui gawai, namun justru menjauhkan keakraban dengan orang yang berada di dekatnya di lingkungan komunal Asrama IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Lingkungan asrama yang idealnya menjadi ruang pembinaan karakter, persaudaraan, serta pengamalan nilai-nilai agama dan budaya, kini menghadapi tantangan nyata akibat pergeseran pola interaksi tersebut. Tujuan riset ini untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman subjektif mahasiswa dalam berkomunikasi tatap muka, menganalisis dampak perilaku phubbing terhadap dinamika dan iklim sosial asrama, serta mengidentifikasi hambatan, upaya yang telah dilakukan, dan solusi yang tepat guna. Jenis atau metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, akurat mengenai sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Pendekatan tersebut dimulai dengan cara berpikir deduktif kemudian melakukan pengujian di lapangan serta pendekatan kualitatif lebih menekankan analisis pada proses penyimpulkan deduktif dan induktif serta analisis terhadap dinamika hubungan antara fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah, Penelitian ini dilaksanakan di asrama mahasiswa Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dilaksanakan kurang lebih satu (1) bulan, Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dalam proses pelaksanaannya yang menentukan adalah Pembina asrama dan ketua asrama putra beserta putri, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, Analisis data yang digunakan peneliti yaitu model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014:12- 14) yaitu kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena phubbing saat berinteraksi langsung secara signifikan menurunkan kualitas komunikasi tatap muka mahasiswa. mahasiswa yang menjadi sasaran perilaku ini cenderung merasa diabaikan, kurang dihargai, dan tidak mendapatkan perhatian penuh dari lawan bicara. Penggunaan gawai saat berkomunikasi menyebabkan perhatian terbagi, sehingga menghambat kontak mata serta menurunkan efektivitas penyampaian pesan. Lebih lanjut, fenomena ini juga terbukti mengurangi kualitas hubungan interpersonal, menurunkan rasa saling percaya, serta menghambat pembentukan kehadiran sosial dan kebersamaan di lingkungan asrama

PENGARUH PERUBAHAN SOSIAL TERHADAP EKSISTENSI GALERI LEWU SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KOTA PALANGKA RAYA

LUH MAYA RANI
2026 · Thesis · Open Access

Luh Maya Rani. Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Eksistensi Galeri Lewu sebagai Wisata Edukasi di Kota Palangka Raya. Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka. Pembimbing: I Handoko, S,Ag.,M.Si dan Pembimbing II: Dr. I Kadek Sukiada S.Ag., M.Si. 2026. Galeri Lewu merupakan galeri seni independen yang diresmikan pada November 2024 di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang berfungsi sebagai ruang pamer seni sekaligus wisata edukasi. Keberadaan galeri ini menjadi alternatif bagi seniman lokal yang selama ini kesulitan mendapatkan ruang pamer permanen. Namun, perubahan sosial yang terjadi di masyarakat perkotaan, seperti perkembangan teknologi digital, pergeseran gaya hidup, dan rendahnya apresiasi terhadap seni budaya, diduga mempengaruhi eksistensi Galeri Lewu sebagai destinasi wisata edukasi. Penelitian ini penting dilakukan mengingat belum ada kajian ilmiah yang secara spesifik membahas pengaruh perubahan sosial terhadap eksistensi galeri seni di Palangka Raya. Dari pembahasan diatas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah bentuk Perubahan Sosial yang terjadi di Galeri Lewu di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi di Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi di Kota Palangka Raya? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik galeri, dan pengunjung, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Juli 2026 di Galeri Lewu, Jalan Punai No. 107, Palangka Raya. Hasil penelitian bentuk perubahan sosial yang terjadi di Galeri Lewu meliputi: perubahan fungsi dan diferensiasi struktural sebagai ruang seni independen, perubahan dari sederhana ke kompleks melalui diversifikasi program, perubahan pola hubungan sosial antar seniman dan masyarakat, regenerasi seniman melalui sanggar anak, dan perubahan ekonomi kreatif. Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi tetap terjaga melalui program edukatif seperti penyediaan kanvas bagi pengunjung, workshop melukis, crafting, pelatihan motif seni, dan kunjungan edukasi sekolah tanpa biaya. Pengaruh perubahan sosial bersifat ambivalen, dimana kendala utama meliputi keterbatasan dana operasional, kurangnya SDM pemasaran digital, dan keterbatasan fasilitas

PENGELOLAAN TAMAN WISATA ALAM BUKIT TANGKILING SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA BERKELANJUTAN

ADE SUSANA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh status Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling sebagai kawasan konservasi yang memerlukan pengelolaan seimbang antara fungsi pelestarian lingkungan dan pemanfaatan wisata, serta adanya peningkatan jumlah kunjungan yang belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang konsisten. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan dan apa saja faktor pendukung serta penghambatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan kawasan tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengelolaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data terdiri atas data primer dari wawancara dengan informan dan data sekunder dari dokumen resmi serta literatur. Objek penelitian adalah implementasi pengelolaan destinasi wisata, sedangkan subjek penelitian meliputi Pengelola Resort Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, masyarakat lokal, dan pengunjung. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori Pariwisata Berkelanjutan UNWTO melalui pendekatan Triple Bottom Line Elkington serta teori Manajemen POAC dari George R. Terry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling secara umum telah berjalan cukup baik dengan menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan pada aspek lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi. Faktor pendukung meliputi komitmen pengelola, dukungan BKSDA, partisipasi masyarakat, potensi sumber daya alam, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran pengunjung, keterbatasan fasilitas, anggaran, dan sumber daya manusia. Penelitian merekomendasikan peningkatan edukasi konservasi, perbaikan fasilitas, penambahan anggaran dan personel, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan agar pengelolaan kawasan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Pengaruh Sertifikasi Dosen Terhadap Motivasi dan Kinerja Dosen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

EKO WAHYUDI
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sertifikasi dosen terhadap motivasi dan kinerja dosen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan profesional yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, kesejahteraan, motivasi, dan kinerja dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh dosen yang telah memiliki sertifikat pendidik di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) menggunakan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dosen. Sertifikasi dosen juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Selain itu, motivasi dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme melalui sertifikasi mampu meningkatkan motivasi kerja yang selanjutnya berdampak pada peningkatan kinerja dosen dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa sertifikasi dosen tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengakuan profesional, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan motivasi dan kinerja dosen sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of lecturer certification on lecturers' motivation and performance at the State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya (Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya). Lecturer certification serves as formal professional recognition expected to improve lecturers' competence, welfare, motivation, and performance in carrying out the Three Pillars of Higher Education (Tri Dharma Perguruan Tinggi). This research employed a quantitative approach using a survey method. The research population consisted of certified lecturers at the State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya. Data were collected through questionnaires using a Likert scale. Data analysis was conducted using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination (R²) with IBM SPSS software. The findings indicate that lecturer certification has a positive and significant effect on lecturers' motivation. Lecturer certification also has a positive and significant effect on lecturers' performance. Furthermore, lecturers' motivation has a positive and significant effect on their performance. The results demonstrate that enhanced professionalism through lecturer certification improves work motivation, which subsequently contributes to better performance in teaching, research, and community service. This study implies that lecturer certification serves not only as formal professional recognition but also as a strategic instrument for improving lecturers' motivation and performance, thereby supporting the enhancement of higher education quality.

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA SISWA SMA NEGERI KOTA PALANGKA RAYA PADA ERA GLOBALISASI

MILUWATI
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Dinamika era globalisasi dan arus informasi digital memicu polarisasi serta penurunan pemahaman moderasi beragama di lingkungan sekolah. Kondisi terse-but berdampak pada timbulnya hambatan psikologis seperti isolasi peran (role isolation) pada siswa Hindu yang berstatus minoritas di sekolah negeri. Penelitian ini diarahkan untuk mendapatkan kejelasan serta implikasinya ter-hadap Pendidikan Agama Hindu di sekolah. Adapun rumusan masalah yang dipakai landasan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana peran guru Pendidi-kan Agama Hindu (PAH) dalam memperkuat moderasi beragama siswa pada SMA Negeri Kota Palangka Raya? (2) Apa saja hambatan yang dihadapi guru PAH dalam memperkuat moderasi beragama siswa pada SMA Negeri Kota Pal-angka Raya? (3) Bagaimana strategi adaptif guru PAH dalam memperkuat mod-erasi beragama siswa pada SMA Negeri Kota Palangka Raya? Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui metode observasi partisipatif, wawancara mendalam (in-depth inter-view), dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan dan member checking. Data selanjutnya diinterpretasi dengan menggunakan tiga pisau analisis konseptual, yaitu Teori Peran (Role Theory Bid-dle), Teori Konstruktivisme Sosial (Lev Vygotsky), dan Teori Pendidikan Mul-tikultural (James A. Banks). Berdasarkan substansi yang digunakan dalam penelitian ini, beberapa temuan yang diperoleh meliputi (1) Peran guru PAH secara konsisten berjalan sebagai value transmitter yang menginternalisasikan nilai Tat Twam Asi dan Tri Hita Ka-rana, conservator nilai keagamaan, serta role model dan inspirator karakter inklusif di lingkungan sekolah. (2) Hambatan yang dihadapi mencakup aspek in-ternal berupa isolasi peran (role isolation) dan kecenderungan eksklusif siswa minoritas, serta hambatan eksternal berupa ketimpangan komposisi kelas mul-tikultural, keterbatasan buku teks/bahan ajar nasional yang kurang mengako-modasi kearifan lokal (content gap), benturan ekspektasi domestik/orang tua, ser-ta ketiadaan ruang kelas khusus keagamaan Hindu. (3) Strategi adaptif yang dit-erapkan guru mencakup Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis role sharing, pembentukan Forum Diskusi Huma Betang, pengembangan konten digi-tal edukatif Hindu Kaharingan, serta pemanfaatan media seni rupa lokal (seperti Sapundu) untuk menjembatani keterbatasan ruang ibadah. Integrasi strategi ini berhasil mentransformasi interaksi siswa minoritas dari rasa terasing menjadi kolaboratif. Penelitian ini memberikan kontribusi da-lam merekonstruksi ekosistem belajar inklusif yang mengawinkan konsep Tri Mandala Hindu dengan filosofi egaliter Huma Betang Dayak, guna mewujudkan ruang kelas sebagai laboratorium sosial pembentuk ketahanan mental dan karak-ter moderat siswa. Kata Kunci: Guru Agama Hindu, Moderasi Beragama, Huma Betang, Era Glob-alisasi, Minoritas. ABSTRACT The dynamics of the globalization era and the flow of digital information trigger polarization and a decline in the understanding of religious moderation in school environments. These conditions lead to psychological barriers such as role isolation among minority Hindu students in public schools. This study is directed towards gaining clarity and its implications for Hindu Religious Education in schools. The research questions serving as the foundation of this study are (1) What is the role of Hindu Religious Education (PAH) teachers in strengthening students' religious moderation in State Senior High Schools in Palangka Raya City? (2) What obstacles are faced by PAH teachers in strengthening students' religious moderation in State Senior High Schools across Palangka Raya City? (3) What adaptive strategies are implemented by PAH teachers in strengthening students' religious moderation in State Senior High Schools in Palangka Raya City? Through a qualitative approach with a case study design, data were col-lected using participatory observation methods, in-depth interviews, and docu-mentation studies. Data validity was maintained through extended observation and member checking. The data were then interpreted using three conceptual an-alytical frameworks: Biddle's Role Theory, Lev Vygotsky's Social Constructivism Theory, and James A. Banks' Multicultural Education Theory. Based on the substance used in this study, several findings were obtained, includ-ing: (1) The role of PAH teachers consistently functions as value transmitters in-ternalizing the teachings of Tat Twam Asi and Tri Hita Karana, conservators of religious values, as well as role models and inspirators for inclusive character building in schools. (2) The obstacles faced include internal aspects such as role isolation and exclusive tendencies among minority students, alongside external obstacles such as demographic imbalances in multicultural classrooms, a lack of national textbooks/learning materials incorporating local wisdom (content gap), domestic/parental expectations resistance, and the absence of dedicated class-rooms for Hindu religious activities. (3) The adaptive strategies implemented by teachers include Character Education Strengthening (PPK) based on role-sharing, establishing Huma Betang Discussion Forums, developing Hindu Kaharingan ed-ucational digital content, and utilizing local fine arts media (such as Sapundu) to overcome spatial limitations for religious worship. The integration of these strategies successfully transformed minority stu-dent interactions from feeling isolated to becoming collaborative. This research contributes to reconstructing an inclusive learning ecosystem by synthesizing the Balinese Hindu Tri Mandala spatial concept with the egalitarian Dayak Huma Betang philosophy, ultimately transforming classrooms into social laboratories that foster mental resilience and moderate character among students. Keywords: Hindu Teachers, Religious Moderation, Huma Betang, Globalization Era, Minority.

Pengaruh Manajemen Sarana Prasarana dan Persepsi Siswa Terkait Fasilitas Keagamaan Terhadap Kepuasan Belajar Siswa Hindu di SMAN 4 Palangka Raya

RONA DELPIA
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Kepuasan belajar siswa Hindu merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pengelolaan Pendidikan, yang turut dipengaruhi oleh ketersediaan serta persepsi terhadap fasilitas penunjang keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Manajemen Sarana Prasarana (X1) dan Persepsi Siswa (X2) terhadap Kepuasan Belajar Siswa Hindu (Y) di SMAN 4 Palangka Raya, baik secara langsung melalui Fasilitas Keagamaan (Z) sebagai variabel antara (intervening). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain ex post facto menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa beragama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya, dengan jumlah sampel 82 siswa yang ditentukan menggunakan Teknik propotional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran instrumen angket (kuesioner) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) untuk menguji efek langsung dan tidak langsung antarvariabel Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji sub structural I, Manajemen Sarana Prasarana (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Fasilitas Keagamaan (Z) (β = 0,802), sedangkan Persepsi Siswa (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap Fasilitas Keagamaan (Z). pada uji sub structural II, Persepsi Siswa (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap Kepuasan Belajar (Y) dengan kontribusi paling dominan (β = 0,942), begitu fula Fasilitas Keagamaan (Z) (β = 0,136). Sebaliknya, Manajemen Sarana Prasarana (X1) tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap Kepuasan Belajar (Y). Hasil uji sobel membuktikan bahwa Fasilitas Keagamaan (Z) berfungsi sebagai variabel mediasi penuh (full mediation) pada hubungan antara Manajemen Sarana Prasarana (X1) terhadap Kepuasan Belajar (Y) (thitung 3,223 > 1,96). Namun, Fasilitas Keagamaan (Z) tidak terbukti memediasi pengaruh Persepsi Siswa (X2) terhadap Kepuasan Belajar Siswa Hindu (Y) (thitung 1,167 1,96). Pihak sekolah diharapakan menjaga persepsi positif siswa dan mengoptimalkan manajemen sarana prasarana fisik khusus keagamaan guna mendongrak kepuasan belajar secara efektif.

Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya

HERLINA
2026 · Thesis · Open Access

Herlina 2026. Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1. Wentin, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Yoppie, M.Pd.H. Optimalisasi penggunaan alat musik dalam Proses pembelajaran seni musik di SMPN 8 Palangka Raya adalah salah satu kegiatan pembelajaran dan pelatihan seni musik yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa terkait seni musik tradisional Dayak Kalimantan Tengah serta untuk melestarikan budaya lokal. Dalam proses pembelajaran seni musik tradisional dayak masih belum maksimal karena keterbatasan jumlah alat musik dan minimnya waktu latihan, yang menyebabkan beberapa siswa terlambat menguasai teknik bermain musik tradisional dayak Kalimantan tengah. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya, 2). Apa kendala dalam Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Behavioristik dan teori kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan Purposive Sumpling. Teknik analisis data yang dugunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan tengah Dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya Di SMPN 8 Palangka raya yaitu Manajemen sekolah fokus pada pengangaraan berkala dan pemeliharaan fasilitas. 2. Kegiatan Pembelajaran Seni Musik Tradisional Dayak terdiri dari Kegiatan pendahuluan yang diawali dengan berdoa bersama, memeriksa kehadiran dan penyampaian tujuan pembelajaran, Kegiatan inti Guru menjelaskan teori dan mencontohkan cara bermain alat musik. Kegiatan Penutup Guru meminta beberapa kelompok untuk mendemonstrasikan hasil latihan didepan kelas sebagai bahan evaluasi. 3) Kendala dalam proses pembelajaran seni musik Tradisional yaitu kurangnya ketersediaan alat musik tradisional dayak, Anggaran sekolah yang terbatas membuat pengadaan alat musik tidak sebanding dengan jumlah siswa. Keterbatasan waktu juga menjadi penghambat sehingga proses pembelajaran seni musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah di SMPN 8 Palangka Raya kurang optimal.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM SIARAN MIMBAR AGAMA HINDU PRO 1 DI RRI PALANGKA RAYA

SUNETAE MR. HANYI
2026 · Thesis · Open Access

Sunetae MR. Hanyi. 2026. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Siaran Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya. Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu, Program Pascasarjana, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A., Pembimbing II Dr. Ervantia Restulita L. Sigai, S.S., M.Si. Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya merupakan salah satu media pendidikan agama Hindu nonformal yang berperan dalam menyampaikan ajaran dan nilai-nilai agama Hindu kepada masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian mengenai nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam isi siaran keagamaan, pola penyampaiannya, serta latar belakang penyelenggaraan program sebagai media pendidikan agama Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang munculnya Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya, mengkaji pola penyampaian nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam siaran, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam isi siaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan Kepala RRI Palangka Raya, pengelola Program Mimbar Agama Hindu Pro 1, serta narasumber program sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya diselenggarakan sebagai implementasi fungsi RRI sebagai lembaga penyiaran publik melalui kerja sama dengan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu, lembaga keagamaan Hindu, dan narasumber untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan agama Hindu nonformal. Kedua, pola penyampaian nilai-nilai pendidikan agama Hindu dilakukan melalui materi yang sistematis, komunikatif, dan kontekstual, didukung oleh koordinasi antara pengelola program, Bimas Hindu, dan narasumber sehingga materi mudah dipahami dan dimaknai oleh masyarakat. Ketiga, isi siaran memuat nilai etika, nilai sosial, dan nilai spiritual yang tidak hanya memperkuat pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter, hubungan sosial yang harmonis, serta kehidupan spiritual masyarakat dalam mengamalkan ajaran Hindu sehari-hari.

INTERNALISASI NILAI-NILAI TRI HITA KARANA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA HINDU DI PRATAMA WIDYALAYA WIDYA BHAKTI KOTA PALANGKA RAYA

AAN MARHANSYAH
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter peserta didik di tengah berbagai fenomena penurunan moral yang masih terjadi, seperti kurangnya kedisiplinan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Dalam konteks pendidikan Agama Hindu, nilai-nilai Tri Hita Karana yang meliputi Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan dipandang sebagai landasan filosofis yang mampu membentuk karakter peserta didik secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana, mengkaji implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa Hindu, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses internalisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi terhadap wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu dan siswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dengan memanfaatkan strategi keteladanan, pembiasaan, pembelajaran berbasis pengalaman, bercerita, bermain, serta pemberian penguatan. Internalisasi tersebut memberikan implikasi positif terhadap terbentuknya karakter religius, disiplin, peduli, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, tercipta budaya sekolah yang religius, harmonis, dan peduli lingkungan. Namun demikian, proses internalisasi masih menghadapi kendala internal berupa karakteristik perkembangan anak usia dini yang masih egosentris, kemampuan memahami konsep abstrak yang terbatas, serta belum stabilnya konsistensi perilaku siswa, dan kendala eksternal berupa kurang optimalnya kesinambungan pembiasaan di lingkungan keluarga, perbedaan pola pengasuhan orang tua, serta pengaruh lingkungan sosial dan perkembangan teknologi. Dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana merupakan strategi yang efektif dalam membentuk karakter siswa Hindu apabila dilaksanakan secara berkelanjutan, didukung oleh keteladanan guru, pembiasaan yang konsisten, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

RITUAL NGARIAU MENURUT TRADISI MASYARAKAT SUKU DAYAK NGAJU KECAMATAN KAPUAS TENGAH (PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU)

YUSTIVA LESTARI
2026 · Thesis · Open Access

Ritual Ngariau merupakan tradisi masyarakat Suku Dayak Ngaju di Kecamatan Kapuas Tengah yang dilaksanakan sebelum membuka lahan pertanian sebagai bentuk penghormatan kepada penjaga alam serta permohonan keselamatan dan hasil panen. Perubahan struktur ekonomi masyarakat dari sektor pertanian ke pertambangan menyebabkan ritual ini semakin jarang dilaksanakan sehingga mengancam kelestarian nilai budaya dan keagamaan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Ritual Ngariau, menganalisis perspektif Pendidikan Agama Hindu terhadap ritual tersebut, serta mengkaji upaya pelestariannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di Desa Pujon, Kecamatan Kapuas Tengah. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Ngariau merupakan warisan Hindu Kaharingan yang berlandaskan keyakinan kepada Ranying Hatalla, Kariau sebagai penjaga alam, dan Bhutakala. Ritual ini mengandung nilai Tattwa, Susila, dan Acara yang tercermin dalam penghormatan kepada Tuhan, keharmonisan manusia dengan alam, serta pelaksanaan Bhuta Yadnya. Pelestarian ritual dilakukan melalui pewarisan antargenerasi, pendidikan berbasis kearifan lokal, dokumentasi, serta dukungan masyarakat adat dan pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ritual Ngariau memiliki nilai religius, pendidikan, sosial, budaya, dan ekologis sehingga layak dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus sumber pembelajaran kontekstual dalam Pendidikan Agama Hindu.

IMPLEMENTASI METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU: STUDI KASUS DI SMA NEGERI 3 PALANGKA RAYA

BAYU TRISNAWAN
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Meskipun metode ceramah dinilai efektif untuk menyampaikan materi secara sistematis, pelaksanaannya belum sepenuhnya sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) implementasi metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, (2) kendala yang dihadapi dalam implementasinya, dan (3) solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Konstruktivisme Jean Piaget untuk menganalisis implementasi pembelajaran dan Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kendala beserta solusi yang diterapkan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: 1) Teori Kontruktivisme, 2) Teori Kendala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode ceramah telah dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap persiapan, guru menyusun modul ajar, tujuan pembelajaran, materi, serta instrumen penilaian. Pada tahap pelaksanaan, guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, absensi, dan pertanyaan pemantik, kemudian menyampaikan materi menggunakan metode ceramah yang dipadukan dengan tanya jawab dan diskusi serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tahap evaluasi dilakukan melalui tes tertulis, penugasan, serta penilaian terhadap keaktifan dan pemahaman peserta didik. Kendala yang dihadapi meliputi pembelajaran yang cenderung monoton, rendahnya partisipasi peserta didik, perbedaan karakteristik peserta didik, serta kurangnya kreativitas guru dalam mengembangkan variasi pembelajaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru mengembangkan metode ceramah interaktif, memanfaatkan media pembelajaran, meningkatkan kompetensi profesional melalui pelatihan dan supervisi, serta menerapkan pembelajaran kontekstual disertai praktik langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ceramah masih relevan digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu apabila dikembangkan secara inovatif, dikombinasikan dengan metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tuntutan pembelajaran abad ke-21.  ABSTRACT This research was motivated by the continued dominance of the lecture method in Hindu Religious Education learning at SMA Negeri 3 Palangka Raya. Although the lecture method is considered effective for delivering learning materials systematically, its implementation has not been fully aligned with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes student-centered learning. This study aimed to analyze: (1) the implementation of the lecture method in Hindu Religious Education learning, (2) the obstacles encountered in its implementation, and (3) the solutions adopted to overcome these obstacles. This study employed Jean Piaget's Constructivist Theory to analyze the implementation of the learning process and the Theory of Constraints (TOC) to examine the obstacles and the solutions applied. The theories used to analyze the research problems were: (1) Constructivist Theory and (2) Theory of Constraints. This study employed a qualitative descriptive approach and was conducted at SMA Negeri 3 Palangka Raya. The data sources consisted of primary and secondary data. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that the implementation of the lecture method was carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the preparation stage, teachers developed teaching modules, learning objectives, learning materials, and assessment instruments. During the implementation stage, teachers began the lesson with greetings, joint prayer, attendance checking, and stimulating questions, followed by the delivery of learning materials using the lecture method combined with question-and-answer sessions and discussions while relating the materials to students' daily lives. The evaluation stage was conducted through written tests, assignments, and assessments of students' participation and understanding. The obstacles encountered included monotonous learning activities, low student participation, differences in students' characteristics, limited teacher creativity in developing varied instructional strategies. To address these obstacles, teachers combined the lecture method with other instructional methods, utilized learning media, enhanced their professional competence through training and supervision, and implemented contextual learning accompanied by practical activities. This study concludes that the lecture method remains relevant in Hindu Religious Education learning, provided that it is implemented innovatively, integrated with more interactive instructional methods, and adapted to students' characteristics and the demands of twenty-first-century learning.

TESIS DAMPAK PERKAWINAN USIA MUDA TERHADAP PERCERAIAN STUDI KASUS UMAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATANKATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN

ANITA SELVIANA
2026 · Thesis · Open Access

Anita Selviana, 2026. Dampak Perkawinan Usia Muda Terhadap Perceraian Studi Kasus Umat Hindu Kaharingan Di Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si,.D.Phil. Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag,.M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu kabupaten katingan. Fenomena perkawinan usia muda masih banyak dijumpai terutama karena faktor budaya, ekonomi, dan minimnya pemahaman tentang kesiapan mental serta tanggung jawab dalam membangun rumah tangga. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:1) Apakah faktor-faktor yang mendorong terjadinya dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 2) Apakah dampak dari perkawinan usia muda yang berujung pada perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 3) Bagaimana upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi dampak perkawinan usia muda yang berujung perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? di analisis menggunakan teori Kausalitas, Budaya dan Hukum Partisipan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis didapatkan hasil yaitu: pertama, Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perkawinan usia muda:1) Faktor Internal, 2) Faktor Eksternal, 3) Faktor Keinginan Sendiri, 4) Faktor Pengetahuan, 5) Faktor Kebebasan, Kehamilan, dan Pendidikan; Kedua, Dampak dari perkawinan usia muda yang berujung perceraian meliputi: 1) Dampak Trauma, 2) Dampak Ekonomi, 3) Dampak Sosial, 4) Dampak Tidak Memiliki Anak, 5) Dampak Agama dan Budaya Keterlantaran; Ketiga, Upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi perceraian perkawinan dini yaitu: 1)Peningkatan penyuluhan dan pendidikan, 2) Penguatan peran keluarga, 3) Pemberdayaan ekonomi masyarakat, 4) Penegakan Regulasi dan dispensasi nikah yang ketat, 5) sosialisasi advokasi melalui tokoh agama dan adat. Kata Kunci : Perkawinan Usia Muda, Perceraian, Hindu Kaharingan, Dampak Sosial.

Peran Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa Hindu terhadap Ajaran Catur Guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas

LANTRI DIANA
2026 · Thesis · Open Access

Lantri Diana , 2026: Peran Guru Dalam Memotivasi Belajar Siwa Hidu Terhadap Ajaran Catur Guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag., M.Ag dan pembimbing II, Dr.Lilik.,S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji peran guru dalam memotivasi belajar siswa Hidu Terhadap ajaran Catur Guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Masalah fenomena yang terjadi di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas rendahnya motivasi belajar siswa dan kurangnya pemahaman mengenai ajaran catur guru dalam pembelajaran. Berdasarkan masalah tersebut rumusan masalah yang ingin dikaji yakni Bagaimana peran guru dalam Memotipasi belajar siswa Hindu Terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Apa kendala yang dihadapi guru dalam Memotvasi belajar siswa Hindu terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Bagaimana upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam memberikan memotivasi belajar siswa Hindun terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Untuk mengkaji lebih dalam masalah tersebut, penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori peran (role theory) dan teori humanistik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan analisis kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil analisis dengan menggunakan teori peran (role theory) ditemukan bahwa peran guru dalam memotivasi belajar siswa Hindu terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas terdapat beberapa peran yang dijalankan yakni peran guru sebagai pendidik, guru sebagai pembimbing, guru sebagai motivator, dan guru sebagai pengawas. Didalam proses peran guru dalam memotivasi belajar ditinjau dengan teori humanistik guru mengalami kendala yang dihadapi yakni karakter siswa yang berbeda-beda, kurangnya motivasi berlajar, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan sarana dan prasana dalam proses pembelajaran. Selanjutnya untuk mengkaji tentang upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam memotivasi belajar dengan teori humanistik guru telah melakukan berbagai hal dengan guru menggunakan metode yang bervariasi, guru memberikan reward/hadiah dan pujian,guru berkalorasi sesama guru, dan sekolah menyediakan sarana prasana belajar. Berdasarkan hasil analisis tersebut ditemukan bahwa peran guru sangat penting dalam memotivasi belajar kepada siswa tentang ajaran catur guru.

Pengaruh Penerapan Metode Deep Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN 2 Palangka Raya

ETNI MARSELA
2026 · Thesis · Open Access

Etni Marsela 2026. Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A, Putu Cory Chandra Yhani, S.Pd.,M.Pd Skripsi. Pengaruh Penerapan Metode Deep Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMPN 2 Palangka Raya Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya kajian empiris mengenai pengaruh penerapan metode deep learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode deep learning terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan landasan teori belajar bermakna Ausubel serta teori konstruktivisme Piaget dan Bruner yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam membangun pemahaman secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 24 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert dan dokumentasi hasil belajar siswa, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode deep learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,014 (0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,246. Nilai tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode deep learning mampu menjelaskan 24,6% variasi hasil belajar siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Selain itu, seluruh siswa memperoleh hasil belajar di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai rata-rata sebesar 92,75. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode deep learning memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Palangka Raya, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas proses dan hasil belajar.