Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

940 item publik

Publikasi

Halaman 1 dari 47

SANKSI PELANGGARAN PALI UPACARA MA’AUH LAMAN PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA SAMBI KECAMATAN ARUT UTARA KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

SURIYA
· Thesis · Open Access

SURIYA, 2019: Sanksi Pelanggaran Pali Upacara Ma’auh Laman Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Budhi Widodo, SH,.MH. Pembimbing (II) Agung Adi, S.Ag.,M.Si. Upacara merupakan salah satu rangkaian kegiatan ritual keagamaan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Ranying Hatalla Langit serta manifestas-Nya. Agama Hindu adalah salah satu agama yang ada di Indonesia, mempunyai hak dan kewajiban sama dengan agama yang lainnya, dalam pelaksanaan upacara agam Hindu Kaharingan di Desa Sambi tidak lepas dari pali (pantangan) yang merupakan salah satu bentuk tradisi dari jaman nenek moyang terdahulu yang harus ditaati dan dipatuhi oleh masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Sambi. Pali dilaksanakan selama 3 (tiga) hari tujuan melaksnakan pali demi menjaga keseimbangan alam ataupun menjaga hubungan antara manusia dengan leluhur. Apabila ada yang melanngar pali maka akan dikenakan Sanksi dengantujuan diberikan sanksi supaya ada efek jera dan tidak mengulangnya lagi. Perspektif Hukum agama Hindu, terdapat dalam smerti dan srti. Sehingga penelitian ingin meneliti Sanksi Pelanggar Pali Upacara Ma’auh Laman Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Berdasarkan latar belakang di atas maka dalam penelitian ini ada dua permasalahan antara lain, 1). Apa saja Pali dalam Upacara Ma’auh Laman pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat? 2). Sanksi Apa saja yang di jatuhkan kepada pelanggar Pali upacara Ma’auh Laman pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat?. Teori yang digunakan untik menganalisis rumuasan masalah adalah, 1) Teori Tindakan Sosial, 2) Teori Resepsi dari Van Den Berg. Subjek penelitian ini adalah Tukang Tawur, Majelis Kelompok, Maelis Resort dan tokoh masyarakat Hindu Kaharingan, metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumntasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriftif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi penyajian data dan penarikan kesimpulan atau berifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pali dalam upacara Ma’auh Laman yakni tradisi secara turun temurun sesuai dengan panaturan serta memiliki jenis-jenis pali yang terdapat dalam upacara Ma’auh Laman, (2) Saksi diberikan kepada pelaku pelanggar pali dikenakan denda yaitu mengganti biaya upacara, berupa uang dan barang seperti mangkok, piring, parang, uang turus perjanjian dan kain satu lembar. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan pali adalah suatu larangan yang tidak bisa dilanggar, karena pali adalah suatu tradisi secara turun temurun. Kata Kunci: Sanksi, Upacara Ma’auh Laman, Hukum Hindu

Strategi Guru dalam Mengatasi Masalah Perilaku Siswa melalui Manajemen Kelas di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya

ADE SETIAWAN
162025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi manajemen kelas yang diterapkan oleh guru kelas V di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya dalam mengatasi berbagai masalah perilaku siswa, seperti kurang fokus, berbicara sendiri, dan sulit mengikuti instruksi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dan fenomenologis ini dilaksanakan di SDN 1 Langkai. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan kunci terdiri dari guru kelas dan siswa kelas V. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi guru efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan mendukung perkembangan perilaku positif siswa. Strategi tersebut mencakup: (1) Perencanaan Partisipatif melalui pelibatan siswa dalam penyusunan aturan kelas untuk membangun rasa tanggung jawab; (2) Pengorganisasian Dimensi Fisik dan Sosio-Emosional yang optimal, seperti penataan tempat duduk berdasarkan karakteristik siswa, serta membangun hubungan interpersonal yang suportif dan berbasis empati ; dan (3) Pengendalian Perilaku melalui penerapan Disiplin Positif yang konsisten, berfokus pada pemberian pujian/penguatan positif, kegiatan refleksi diri, dan dialog korektif yang bersifat membimbing alih-alih menghukum. Selain itu, guru juga aktif menjalin kerja sama dengan orang tua untuk memantau perilaku siswa secara lebih optimal. Dengan demikian, strategi manajemen kelas ini terbukti efektif mengatasi masalah perilaku siswa dan membentuk karakter positif.

Pengaruh Manajemen Kelas terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas V SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

DEWI SHAGITA NABILA ERUEHANO
12025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini membahas tentang pengaruh manajemen kelas terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini di dasari pentingnya penerapan manajemen kelas yag efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan semangat belajar peserta didik. Banyak guru menghadapi kendala dalam mengelola kelas seperti kurangnya perhatian siswa, tingkat kedisiplinan yang rendah, dan kurangnya variasi strategi pembelajaran hal tersebut berpotensi menurunkan motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis sejauh mana manajemen kelas yang diterapkan guru berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik.

PERAN BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM (BKSDA) DALAM PENGELOLAAN TAMAN WISATA ALAM BUKIT TANGKILING DI KOTA PALANGKA RAYA

DESTRI RATNA SARI
2026 · Thesis · Open Access

Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling di Kota Palangka Raya merupakan kawasan pelestarian alam untuk pariwisata dan rekreasi tanpa mengesampingkan fungsi konservasi. Pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji: 1) Bagaimana peran BKSDA dalam pengelolaan TWA Bukit Tangkiling; 2) Apa saja kendala yang dihadapi BKSDA dalam pengelolaan TWA Bukit Tangkiling. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran dan kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teori Peran (role theory) untuk menganalisis kesesuaian antara peran yang diharapkan (expected role) dan peran yang dijalankan secara nyata (actual role). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan purposive sampling, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) BKSDA menjalankan perannya melalui lima aspek, yaitu perencanaan, pelaksanaan, perlindungan dan konservasi, pengawasan, serta evaluasi, yang sejalan dengan peran yang diharapkan (expected role); 2) kendala meliputi luas kawasan sekitar 500 hektare dengan topografi perbukitan, keterbatasan personel, serta keterbatasan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, diperlukan penambahan personel dan anggaran agar fungsi konservasi dan wisata dapat berjalan beriringan.

STRATEGI PENGELOLAAN OBJEK EKOWISATA PULAU KAJA DI DESA SEI GOHONG KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA

ZULAIHA
2026 · Thesis · Open Access

Pengelolaan objek wisata berbasis konservasi seperti Pulau Kaja memerlukan strategi yang tepat agar pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu: (1) strategi pengelolaan dalam mengembangkan Pulau Kaja sebagai objek ekowisata di Desa Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, dan (2) keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan ekowisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan landasan Teori Ekowisata dan Teori Partisipasi Masyarakat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, beberapa strategi dilakukan dalam pengelolaan ekowisata Pulau Kaja, diantaranya adalah 1) adanya kolaborasi antara BOS Foundation, pemerintah, dan masyarakat lokal, 2) penerapan berbagai strategi pemasaran diantaranya strategi segmenting, digital marketing, dan word of mouth, 3) pengembangan fasilitas dan layanan pendukung, dan 4) inovasi produk wisata. Kedua, keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan ekowisata diwujudkan melalui kerja sama aktif dengan lembaga konservasi, pemerintah daerah, pihak swasta, dan akademisi. Setiap pihak memiliki peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi dalam mendukung tujuan utama, yaitu pelestarian alam, konservasi orangutan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Upaya pengelolaan dan pengorganisasian sumber daya manusia dilakukan secara terpadu, berkelanjutan, dan berbasis pada prinsip konservasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

WISATA BUKIT BATU KASONGAN SEBAGAI WISATA RELIGI DI KECAMATAN KATINGAN HILIR KALIMANTAN TENGAH

DEA CHRISTI NATALI
2026 · Thesis · Open Access

Bukit Batu Kasongan di Kecamatan Katingan Hilir, Kalimantan Tengah, merupakan kawasan yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata religi dengan nilai religius, historis, budaya, kepercayaan, dan keindahan alam. Potensi tersebut berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Dayak, khususnya Hindu Kaharingan, aktivitas ritual, pertapaan, serta sejarah Tjilik Riwut. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mengkaji: 1) Apa saja yang menjadi daya tarik Wisata Religi Bukit Batu Kasongan Kecamatan Katingan Hilir Kalimantan Tengah; 2) Bagaimana implikasi Wisata Religi Bukit Batu Kasongan terhadap nilai-nilai tradisi masyarakat di Kecamatan Katingan Hilir Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tarik Wisata Bukit Batu Kasongan sebagai wisata religi serta implikasinya terhadap nilai-nilai tradisi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian teoritis berupa teori daya tarik wisata dan teori fungsionalisme struktural. Teori daya tarik wisata digunakan untuk menganalisis unsur-unsur yang menjadi daya tarik Bukit Batu, sedangkan teori fungsionalisme struktural digunakan untuk memahami fungsi wisata religi dalam kehidupan masyarakat dan keberlangsungan tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) daya tarik Wisata Religi Bukit Batu Kasongan meliputi nilai religius, sejarah, budaya, kepercayaan masyarakat, dan keindahan alam. Telaga Bawi Kameloh dipercaya memiliki tuah magis sebagai tempat menyampaikan permohonan atau hajat; 2) keberadaan wisata religi memberikan implikasi terhadap pelestarian dan pewarisan tradisi, budaya, serta kepercayaan masyarakat kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, pengembangan Bukit Batu Kasongan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta nilai-nilai budaya masyarakat setempat

IMPLIKASI TIDAK TERSEDIANYA GURU AGAMA HINDU PADA SISWA HINDU DI SDN 1 SEPANG KOTA KECAMATAN SEPANG KABUPATEN GUNUNG MAS

MIRNA REVILINA
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK MIRNA REVILINA. 2026. Implikasi Tidak Tersedianya Guru Agama Hindu terhadap Siswa Hindu di SDN 1 Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II: Yoppie, M.Pd.H Skripsi ini mengkaji atau meneliti implikasi tidak tersedianya guru Agama Hindu di SDN 1 Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Fenomena terjadi ketimpangan pada siswa Hindu di SDN 1 Sepang Kota karena tidak tersedianya guru Agama Hindu yang memberikan proses pembelajaran kepada anak didik. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ini mengkaji tentang 1. Apa kendala tidak tersedia guru Agama Hindu di SD Negeri 1 Sepang Kota, 2. Bagaimana implikasi tidak tersedianya Guru Agama Hindu pada siswa Hindu di SD Negeri 1 Sepang Kota Untuk mengkaji rumusan masalah menggunakan teori Peran dan teori Implikasi untuk mendapatkan kajian yang baik. Tujuan dari penelitian ini mengkaji ilmu pengetahuan tentang Pendidikan dan pengetahuan agama Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas, siswa Hindu, dan pihak Penyelenggaraan Bimas Hindu Kantor Kemenag Agama Kabupaten Gunung Mas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dalam bentuk skripsi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori menunjukkan bahwa kendala tidak tersedianya Guru Pendidikan Agama Hindu disebabkan oleh keterbatasan jumlah guru, belum meratanya pemerataan dan distribusi Guru Pendidikan Agama Hindu, serta jumlah siswa Hindu yang relatif sedikit dibandingkan dengan peserta didik yang beragama lain. Pihak sekolah telah melakukan upaya berupa pengajuan kebutuhan Guru Pendidikan Agama Hindu kepada instansi terkait, melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang, serta memberikan pembinaan karakter secara umum kepada seluruh peserta didik. Implikasi tidak tersedianya Guru Pendidikan Agama Hindu terhadap siswa Hindu meliputi belum terlaksananya pembelajaran Pendidikan Agama Hindu secara terstruktur dan berkesinambungan, terbatasnya pemahaman siswa terhadap ajaran Agama Hindu melalui pembelajaran formal di sekolah, serta belum optimalnya pembinaan karakter religius dan nilai-nilai spiritual berdasarkan ajaran Hindu. Pengetahuan keagamaan siswa selama ini lebih banyak diperoleh melalui keluarga, tokoh agama, dan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan Guru Pendidikan Agama Hindu sangat diperlukan untuk mendukung terlaksananya pendidikan agama yang terarah, sistematis, berkesinambungan, sesuai kebutuhan peserta didik Hindu. Kata kunci : Guru Pendidikan Agama Hindu, implikasi, siswa Hindu, Karakter Siswa

OPTIMALISASI TATA KELOLA PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS HUTAN DESA DI TANGKAHEN KECAMATAN BANAMA TINGANG KABUPATEN PULANG PISAU

YENTRI
2026 · Thesis · Open Access

Pengembangan ekowisata berbasis hutan desa merupakan salah satu strategi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Namun, optimalisasi tata kelola pengembangan Ekowisata Hutan Desa Tangkahen masih menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi tata kelola pengembangan ekowisata berbasis hutan desa di Tangkahen serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan tata kelola tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi tata kelola terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, kelembagaan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) yang belum optimal, serta kesadaran masyarakat terhadap konservasi yang masih perlu ditingkatkan. Faktor eksternal meliputi keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas serta dukungan pemerintah dan mitra yang belum berkelanjutan. Upaya optimalisasi dilakukan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelibatan aktif masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan ekowisata berbasis hutan desa bergantung pada sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan kelembagaan lokal dalam mewujudkan tata kelola yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.

PENGARUH PENGENDALIAN DIRI DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI TERHADAP KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA PADA KEGIATAN FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

DEPI PERMATASARI
2026 · Thesis · Open Access

Public speaking merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh mahasiswa, tidak hanya dalam konteks akademik tetapi juga dalam kehidupan sosial, Namun kemampuan public speaking Mahasiswa Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya IAHN Palangka Raya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian diri dan keterampilan komunikasi terhadap kemampuan public speaking mahasiswa. Penelitian ini menggunkaan pendekatan deskriptif eksploratif dengan jenis penelitian kuantitatif. Analisa data dilakukan dengan deskripsis data hasil penelitian, uji kualitas instrumen, uji pra-syarat analisis, dan analisis regresi linear berganda menggunakan program SPSS 24.0 Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pengendalian diri (sig. 0,001 < 0,05) dan keterampilan komunikasi (sig. 0,013 < 0,05) secara parsial terhadap kemampuan public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya angkatan 2025. Secara simultan, kedua variabel juga memberikan pengaruh yang signifikan (sig. 0,000 < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,342. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian diri dan keterampilan komunikasi berkontribusi sebesar 34,2% terhadap kemampuan public speaking, sementara 65,8% dijelaskan oleh variabel lain. Temuan ini menegaskan bahwa perlunya pengembangan pengendalian diri dan keterampilan komunikasi mahasiswa untuk menunjang kemampuan public speaking. peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi variabel lain yang menyumbang 65,8% pengaruh di luar penelitian ini.

STRATEGI KOMUNIKASI GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA HINDU SDN – 1 MARANDANG KECAMATAN SERUYAN HULU KABUPATEN SERUYAN

KALVIN
2026 · Thesis · Open Access

Kalvin, 2026 : Strategi Komunikasi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu SDN – 1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag, Pembimbing II I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd. Pembelajaran Agama Hindu membutuhkan strategi komunikasi guru yang sesuai dengan kondisi siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi komunikasi Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan? (2) Apa saja hambatan dan upaya Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu (1) Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas dan (2) Teori Behavioristik. Informan penelitian terdiri dari Guru Agama Hindu, siswa Hindu kelas IV–VI, serta orang tua atau wali siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi guru dilakukan melalui komunikasi interpersonal, verbal, dan dialogis dengan penggunaan bahasa sederhana, pertanyaan, penjelasan ulang materi, pendekatan pribadi, perhatian, motivasi, pujian, dan penghargaan; (2) hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya fokus dan keaktifan siswa, kesulitan memahami materi, kurangnya keberanian menjawab pertanyaan, serta keterbatasan media pembelajaran; (3) upaya yang dilakukan guru meliputi pendekatan personal, pemberian perhatian, penjelasan ulang, pertanyaan, motivasi, pujian, dan penghargaan. Strategi komunikasi tersebut mendukung keterlibatan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu.

STRATEGI KOMUNIKASI GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA HINDU SDN – 1 MARANDANG KECAMATAN SERUYAN HULU KABUPATEN SERUYAN

KALVIN
2026 · Thesis · Open Access

Kalvin, 2026 : Strategi Komunikasi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu SDN – 1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag, Pembimbing II I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd. Pembelajaran Agama Hindu membutuhkan strategi komunikasi guru yang sesuai dengan kondisi siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi komunikasi Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan? (2) Apa saja hambatan dan upaya Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu (1) Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas dan (2) Teori Behavioristik. Informan penelitian terdiri dari Guru Agama Hindu, siswa Hindu kelas IV–VI, serta orang tua atau wali siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi guru dilakukan melalui komunikasi interpersonal, verbal, dan dialogis dengan penggunaan bahasa sederhana, pertanyaan, penjelasan ulang materi, pendekatan pribadi, perhatian, motivasi, pujian, dan penghargaan; (2) hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya fokus dan keaktifan siswa, kesulitan memahami materi, kurangnya keberanian menjawab pertanyaan, serta keterbatasan media pembelajaran; (3) upaya yang dilakukan guru meliputi pendekatan personal, pemberian perhatian, penjelasan ulang, pertanyaan, motivasi, pujian, dan penghargaan. Strategi komunikasi tersebut mendukung keterlibatan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER SISWA KELAS V C DI SDN 8 MENTENG PALANGKA RAYA

KEVIN AULYA
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAKSI Kevin Aulya : (2026) Implementasi Pembelajaran Interaktif sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Siswa Kelas V C di SDN 8 Menteng Palangka Raya. (Pembimbing I Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H) Pembelajaran interaktif merupakan proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif melalui interaksi antara guru dan siswa maupun antarsiswa. Penerapan pembelajaran interaktif tidak hanya mendukung keaktifan siswa dalam belajar, tetapi juga dapat mengembangkan karakter melalui kegiatan tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, dan penyampaian pendapat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan pembelajaran interaktif pada siswa kelas V C SDN 8 Menteng Palangka Raya yang telah melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran, namun masih ditemukan siswa yang kurang aktif dan kurang percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran interaktif, mengetahui nilai-nilai karakter yang berkembang, serta mengetahui faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran interaktif pada siswa kelas V C SDN 8 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan tindak lanjut, serta memperoleh dukungan kebijakan sekolah. Nilai karakter yang berkembang meliputi disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian dan sikap menghargai, serta percaya diri dan keberanian berpendapat. Faktor penghambat meliputi perbedaan motivasi dan keaktifan siswa, kurangnya kepercayaan diri, keterbatasan media, sarana dan prasarana, serta alokasi waktu. Kata kunci: Pembelajaran Interaktif, Karakter Siswa, Peserta Didik Sekolah Dasar.

PERAN MANTIR ADAT DALAM PENANGANAN PRA PERKAWINAN BEDA AGAMA DI DESA TEWANG RANGKANG KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING KABUPATEN KATINGAN

ARIN FIN
2026 · Thesis · Open Access

Arin Fin. 2025, Peran Mantir Adat dalam Penanganan Pra Perkawinan Beda Agama Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan. Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Riwun.S.Ag.,M,Si, dan Pembimbing II Alfred Yetno,SH.,MH. Perkawinan beda agama merupakan salah satu fenomena sosial yang sering menimbulkan berbagai persoalan hukum, sosial, budaya, dan keagamaan dalam masyarakat. Di tengah masyarakat adat Dayak di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan, keberadaan Mantir Adat memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban sosial serta menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan adat istiadat, termasuk dalam penanganan pra perkawinan beda agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Mantir Adat dalam penanganan pra perkawinan beda agama serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan peran tersebut di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan Mantir Adat, tokoh agama, pasangan yang melakukan pra perkawinan beda agama, dan masyarakat setempat. Data juga diperoleh melalui observasi lapangan dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) Peran dan kewenangan Mantir Adat dalam menangani pra-perkawinan beda agama sangat penting sebagai mediator, fasilitator, penasihat, dan penegak hukum adat. Mantir Adat berwenang memberikan pertimbangan adat, memediasi kedua belah pihak dan keluarga, serta memastikan bahwa proses penyelesaian dilakukan sesuai dengan norma adat yang berlaku guna menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat. 2) Mekanisme penyelesaian pra-perkawinan beda agama melalui lembaga adat dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengaduan atau konsultasi keluarga kepada Mantir Adat, musyawarah antara para pihak, pemberian nasihat dan pertimbangan adat, pencapaian kesepakatan bersama, hingga penetapan keputusan adat yang diterima oleh kedua keluarga. Seluruh proses mengedepankan prinsip musyawarah, mufakat, dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat serta keyakinan masing-masing pihak. 3) Implikasi sosial, hukum, dan keagamaan dari penanganan pra-perkawinan beda agama oleh Mantir Adat menunjukkan dampak yang positif bagi masyarakat. secara sosial, proses tersebut mampu menjaga kerukunan, toleransi, dan hubungan kekeluargaan. Secara hukum, penyelesaian adat memberikan kepastian dan legitimasi sosial terhadap keputusan yang diambil masyarakat. Secara keagamaan, proses ini mendorong penghormatan terhadap keyakinan masing-masing pihak serta meminimalkan potensi konflik yang dapat muncul akibat perbedaan agama dalam perkawinan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Mantir Adat berperan penting dalam penanganan pra perkawinan beda agama melalui pendekatan musyawarah, mediasi, dan pembinaan adat guna menciptakan kesepahaman antara para pihak yang akan melangsungkan perkawinan. Peran tersebut tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian persoalan adat, tetapi juga sebagai sarana menjaga kerukunan, toleransi, dan keharmonisan sosial dalam masyarakat adat Dayak di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Kata Kunci: Mantir Adat, Pra Perkawinan, Perkawinan Beda Agama.

KOMUNIKASI MAHASISWA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MENANGKAL BERITA HOAKS PADA MEDIA SOSIAL DI FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

LIDYA SINTA BELA
2026 · Thesis · Open Access

Lidya Sinta Bela, (2026) Komunikasi Mahasiswa Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Menangkal Berita Hoaks Pada Media Sosial di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Evie, S.Pd., M.Pd Secara umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana komunikasi mahasiswa berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi digital guna menangkal penyebaran berita hoaks pada media sosial seperti tiktok di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks pada media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, 2) Apa saja strategi yang dilakukan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital untuk mencegah penyebaran hoaks di media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dengan informan sebanyak 8 (delapan) mahasiswa dan 2 (dua) dosen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, sedangkan teknik analisis data meliputi pengumpulan data, verifikasi, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks di TikTok berlangsung secara aktif, dinamis, dan timbal balik melalui verifikasi, evaluasi, penyaringan informasi, serta pemberian umpan balik. Strategi tersebut didukung oleh pembelajaran, diskusi, seminar, pelatihan literasi digital, dan dukungan dosen serta fakultas. Kemampuan literasi digital mahasiswa telah berkembang, tetapi belum sepenuhnya merata sehingga masih diperlukan penguatan secara berkelanjutan.

KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE DAN OFFLINE DALAM MEMBANGUN ENGAGEMENT PADA COFFEE SHOP TITIK BALIK KOPI

WAYAN ANITA SARI
2026 · Thesis · Open Access

Komunikasi pemasaran merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan agar memberikan informasi, membujuk, tentang produk yang ditawarkan dari sebuah perusahaan, untuk membangun citra merek positif. Dalam konteks Coffee Shop komunikasi pemasaran dapat dijadikan sebagai strategi dalam membangun keterlibatan konsumen. terdapat dua rumusan masalah (1) bagimana strategi komunikasi pemasaran online dan offline yang digunakan Coffee Shop Titik Balik Kopi untuk membangun engagement, (2) bagimana kendala yang dihadapii Coffee Shop Titik Balik Kopi dalam meningkatkan engagement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang digunakan Coffee Shop Titik Balik Kopi dalam membangun keterlibatan konsumen. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, observasi dan kepustakaan. Menggunakan teori bauran pemasaran 7P dan engagement theory. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Coffee Shop Titik Balik Kopi menerapkan prinsip bauran pemasaran 7P sebagai strategi pemasaran dalam membangun keterlibatan. Selanjutnya pada pelakasanaannya terdapat kendala engagement theory pada elemen konten dan algoritma platfrom, Titik Balik Kopi masih terkendala pada keterbatasan menentukan ide konten, menjaga konsistensi publikasi, persaingan konten dimedia sosial serta masih kesulitan memahami karakteristik dan preferensi audiens.

STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN TEMATIK KELAS III SDN PETAK BAHANDANG

SELVIANA AFRIANITA
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Selviana Afrianita 2026.Mitro,S.Pd,.M.Si , Heri Kusuma Tarupay, SS,.M.Hum Strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pelajaran tematik kelas III SDN Petak Bahandang. Skripsi Fakultas Dharma Acarya. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar IAHN-TP Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dalam satu tema untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kesulitan belajar yang dialami siswa kelas III SDN Petak Bahandang, seperti kurangnya pemahaman terhadap materi, rendahnya motivasi belajar, kesulitan membaca, kurangnya konsentrasi saat pembelajaran berlangsung, serta rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut menuntut guru untuk menerapkan strategi pembelajaran yang tepat agar kesulitan belajar siswa dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa pada pelajaran tematik, mengidentifikasi strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, serta mengetahui efektivitas strategi yang diterapkan guru kelas III SDN Petak Bahandang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru menerapkan berbagai strategi, yaitu penggunaan media pembelajaran yang menarik, pemberian bimbingan individual dan kelompok, penggunaan metode pembelajaran yang interaktif, pemberian motivasi. Strategi tersebut terbukti membantu meningkatkan pemahaman materi, keaktifan, dan motivasi belajar siswa Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, sarana prasarana yang kurang memadai, perbedaan karakteristik siswa, dan kurangnya motivasi belajar dari siswa. Kata Kunci : Strategi Guru, Kesulitan Belajar, Pembelajaran Tematik, sekolah dasar.

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas

ANISYA
2026 · Thesis · Open Access

Anisya 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas.Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai karakter belum sepenuhnya optimal, seperti kurangnya kedisiplinan, tanggung jawab, sikap saling menghargai, dan sopan santun. Guru Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis upaya guru dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai karakter pada siswa di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru Pendidikan Agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter dilakukan melalui peran sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, teladan, dan motivator. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan saling menghormati. Penanaman nilai dilakukan melalui pemberian arahan dan nasihat, keteladanan, pembiasaan, teguran, motivasi, serta pemberian apresiasi terhadap perilaku positif siswa. Dalam perspektif behavioristik, tindakan guru tersebut dapat dipahami sebagai stimulus yang diarahkan untuk membentuk respons perilaku positif siswa melalui penguatan dan pembiasaan yang dilakukan secara berulang; (2) Kendala dalam penanaman nilai-nilai karakter meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, belum konsistennya perilaku siswa, pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan, perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana dan dukungan dalam pelaksanaan penanaman karakter; (3) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut meliputi pemberian arahan dan nasihat, pembiasaan perilaku positif, pemberian keteladanan, motivasi, teguran, serta pengawasan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah.

UPAYA MAJELIS KELOMPOK AGAMA HINDU KAHARINGAN DALAM MENGATASI KETERBATASAN TENAGA PENGAJAR PADA PASRAMAN PENYANG HATAMPUNG DI DESA TAMPANG TUMBANG ANJIR KABUPATEN GUNUNG MAS

LALA SRI NINGSIH
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung di Desa Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas. Keterbatasan tenaga pengajar dapat memengaruhi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan keberlangsungan pendidikan keagamaan Hindu di pasraman. Dalam kondisi tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memiliki peran penting dalam melakukan berbagai upaya untuk menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab keterbatasan tenaga pengajar serta mendeskripsikan upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung berkaitan dengan keterbatasan jumlah tenaga pengajar, keterbatasan waktu karena tenaga pengajar memiliki aktivitas lain, terbatasnya calon pengajar, serta belum optimalnya pembinaan dan keberlanjutan tenaga pengajar. Kondisi tersebut berdampak pada pengelolaan kegiatan pembelajaran dan kebutuhan pembagian tugas tenaga pengajar. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan melakukan beberapa upaya, yaitu koordinasi dengan pengurus dan tenaga pengajar pasraman, pemberdayaan masyarakat dan tokoh agama, serta kaderisasi dan pembinaan calon pengajar. Pelaksanaan upaya tersebut didukung oleh semangat tenaga pengajar, dukungan pengurus pasraman, partisipasi masyarakat dan tokoh agama, antusiasme peserta didik, serta kerja sama antarunsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pasraman. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu tenaga pengajar, terbatasnya calon pengajar, kesibukan masyarakat, dan belum optimalnya pembinaan secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar dilakukan melalui pengelolaan dan optimalisasi sumber daya yang tersedia serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Kaderisasi dan pembinaan calon pengajar menjadi bagian penting untuk menjamin keberlanjutan tenaga pengajar pada masa mendatang. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian keterbatasan tenaga pengajar membutuhkan upaya yang berkelanjutan melalui koordinasi, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pembinaan calon pengajar. Kata kunci: Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, keterbatasan tenaga pengajar, pasraman, upaya, pendidikan keagamaan Hindu.

UPAYA GURU MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SDN 2 MENTENG

YERI PRIANTI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa tunagrahita ringan, upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran di SDN 2 Menteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang dipilih berdasarkan pertimbangan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran siswa tunagrahita ringan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunagrahita ringan mengalami (1) bentuk kesulitan belajar dalam memahami materi pembelajaran, membaca, menulis, berhitung, serta memusatkan perhatian. (2) Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, dilakukan melalui penyesuaian metode pembelajaran, penggunaan media dan alat bantu pembelajaran, pemberian penjelasan secara bertahap dan berulang, pendampingan secara langsung, serta pemberian motivasi dan penguatan positif. (3) Faktor pendukung dan penghambat bagi guru dalam mengatasi kesulitan belajar. Fator pendukung meliputi kerja sama antara guru, orang tua, dan sekolah, dukungan kepala sekolah, serta ketersediaan media dan fasilitas pembelajaran. Faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan siswa dalam memahami materi dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan pendampingan individual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dilakukan melalui penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan siswa serta dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Kata kunci: kesulitan belajar, tunagrahita ringan, upaya guru, pendidikan inklusif, dukungan sosial

STRATEGI GURU KELAS DALAM MENGATASI DISTRAKSI PERHATIAN SISWA KELAS IV DI SDN 6 PALANGKA

MINI
2026 · Thesis · Open Access

This research was motivated by students’ attention distractions during the learning process, which can hinder their engagement and understanding of the material presented. Attention distractions can be observed when students talk to their peers, play during lessons, fail to pay attention to the teacher’s explanations, and engage in other activities unrelated to the learning process. Therefore, appropriate teacher strategies are needed to restore and maintain students’ attention throughout the learning process. This study aims to describe the strategies employed by the fourth-grade classroom teacher in addressing students’ attention distractions at State Elementary School (SDN) 6 Palangka and to identify the forms and factors influencing the occurrence of students’ attention distractions. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of the principal, the fourth-grade classroom teacher, and fourthgrade students. Data analysis was conducted through the stages of data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the classroom teacher employed several strategies to address students’ attention distractions, including the use of varied learning methods and the management of the classroom environment. The teacher used various learning methods, such as lectures to explain concepts, followed by discussions to increase interaction among students. The teacher also managed the classroom environment and seating arrangements to support students’ attention during the learning process. The implementation of these strategies was adjusted to the students’ conditions and characteristics. The forms of students’ attention distractions included a lack of attention to the teacher’s explanations, students disturbing their peers during the learning process, and students having difficulty maintaining focus on learning activities. Two factors influenced students’ attention distractions, namely internal factors originating from within the students and external factors arising from the students’ learning environment. Future researchers are expected to develop further studies by examining more diverse teacher strategies for addressing students’ attention distractions and involving broader subjects and learning contexts. In addition, future research may investigate the effectiveness of these strategies in improving students’ focus and engagement during the learning process. Keywords: Teacher Strategies, Attention Distractions, Fourth-Grade Students, Learning.