Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SINTA

12 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 42024: 22022: 22021: 2

KOMUNIKASI MAHASISWA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MENANGKAL BERITA HOAKS PADA MEDIA SOSIAL DI FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Lidya Sinta Bela, (2026) Komunikasi Mahasiswa Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Menangkal Berita Hoaks Pada Media Sosial di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Evie, S.Pd., M.Pd Secara umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana komunikasi mahasiswa berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi digital guna menangkal penyebaran berita hoaks pada media sosial seperti tiktok di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks pada media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, 2) Apa saja strategi yang dilakukan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital untuk mencegah penyebaran hoaks di media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dengan informan sebanyak 8 (delapan) mahasiswa dan 2 (dua) dosen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, sedangkan teknik analisis data meliputi pengumpulan data, verifikasi, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks di TikTok berlangsung secara aktif, dinamis, dan timbal balik melalui verifikasi, evaluasi, penyaringan informasi, serta pemberian umpan balik. Strategi tersebut didukung oleh pembelajaran, diskusi, seminar, pelatihan literasi digital, dan dukungan dosen serta fakultas. Kemampuan literasi digital mahasiswa telah berkembang, tetapi belum sepenuhnya merata sehingga masih diperlukan penguatan secara berkelanjutan.

KOMUNIKASI MAHASISWA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MENANGKAL BERITA HOAKS PADA MEDIA SOSIAL DI FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lidya Sinta Bela, (2026) Komunikasi Mahasiswa Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Menangkal Berita Hoaks Pada Media Sosial di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Evie, S.Pd., M.Pd Secara umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana komunikasi mahasiswa berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi digital guna menangkal penyebaran berita hoaks pada media sosial seperti tiktok di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks pada media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, 2) Apa saja strategi yang dilakukan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital untuk mencegah penyebaran hoaks di media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dengan informan sebanyak 8 (delapan) mahasiswa dan 2 (dua) dosen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, sedangkan teknik analisis data meliputi pengumpulan data, verifikasi, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks di TikTok berlangsung secara aktif, dinamis, dan timbal balik melalui verifikasi, evaluasi, penyaringan informasi, serta pemberian umpan balik. Strategi tersebut didukung oleh pembelajaran, diskusi, seminar, pelatihan literasi digital, dan dukungan dosen serta fakultas. Kemampuan literasi digital mahasiswa telah berkembang, tetapi belum sepenuhnya merata sehingga masih diperlukan penguatan secara berkelanjutan.

Tata Kelola Kawasan Bundaran Besar Sebagai Ikon Kota Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

KAHAYANNI SINTA (2025) : Tata Kelola Kawasan Bundaran Besar Sebagai Ikon Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Budi Purnomo, S.H.,M.Si). Bundaran Besar merupakan salah satu ikon utama kota Palangka Raya yang memiliki nilai strategis, baik secara geografis maupun secara simbolis sebagai pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan. Pada penelitian ini terbagi menjadi dua rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana pelaksanaan tata kelola kawasan bundaran besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana persepsi pengunjung mengenai tata kelola di kawasan Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan teori tata kelola dan persepsi pengunjung, penelitian ini melibatkan Dinas PUPR, pengelola kawasan, dan pengunjung sebagai subjek. Tujuannya menganalisis tata kelola Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, termasuk kebijakan, kebersihan, fasilitas, dan persepsi pengunjung terhadap pengelolaan kawasan. Hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yaitu (1) Tata kelola Kawasan Bundaran Besar cukup berjalan baik melalui koordinasi antarinstansi, namun masih menghadapi kendala seperti kurangnya pengawasan kebersihan dan keterbatasan fasilitas umum, (2) Persepsi Pengunjung pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap kawasan ini, tetapi mengharapkan peningkatan pada sarana seperti tempat sampah dan pencahayaan.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA RITUAL MAPUI DALAM UPACARA KEMATIAN DI DESA RANGAN KAWIT KECAMATAN KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTAK Sinta Widia. 2025, Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan Ritual Mapui Dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Drs. I Ketut Soter, Md.H Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Proses ritual Mapui dalam upacara kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu merupakan pembakaran mayat bersamaan dengan Peti/Raung/Runi Ritual ini dilaksanakan secara turun menurun berdasarkan keturunan yang di wariskandari nenek moyang terlebih dahulu Ritual Mapui bertujuan untuk memebrsihkan Roh Kasar dari do’sa atau kesalahan yang tidak di sengaja selama hidupnya, minimnya pengetahuan dan pemahaman Umat Hindu Kaharingan Rangan Kawit terhadap nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam Ritual Mapui merupakan permaalahan yang diangkat dalam penelitian ini sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji: 1) Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Mapui dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan ? 2) Apa Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan Ritual Mapui Dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian 1) Untuk Mengetahui Proses Pelaksanaan Ritual Mapui dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. 2) Untuk Mengetahuai Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Rituial Mapui Dalam Upacara Kematian Di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan Teori Religi, dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui snowball sampling. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan tentang ritual Mapui dapat disimpulkan bahwa (1) proses pelaksanan pada ritual Mapui dalam upacara kematian memiliki tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap inti dan tahap akhir. (1) nilai-nilai pendidikan yang terkandung pada ritual Mapui dalam upacara kematian adalah Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Sususila/Etika dan Nilai Pendidikan Upacara.

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu pada Ritual Mapui dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTAK Sinta Widia. 2025, Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan Ritual Mapui Dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Drs. I Ketut Soter, Md.H Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Proses ritual Mapui dalam upacara kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu merupakan pembakaran mayat bersamaan dengan Peti/Raung/Runi Ritual ini dilaksanakan secara turun menurun berdasarkan keturunan yang di wariskandari nenek moyang terlebih dahulu Ritual Mapui bertujuan untuk memebrsihkan Roh Kasar dari do’sa atau kesalahan yang tidak di sengaja selama hidupnya, minimnya pengetahuan dan pemahaman Umat Hindu Kaharingan Rangan Kawit terhadap nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam Ritual Mapui merupakan permaalahan yang diangkat dalam penelitian ini sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji: 1) Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Mapui dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan ? 2) Apa Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan Ritual Mapui Dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian 1) Untuk Mengetahui Proses Pelaksanaan Ritual Mapui dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. 2) Untuk Mengetahuai Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Rituial Mapui Dalam Upacara Kematian Di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan Teori Religi, dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui snowball sampling. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan tentang ritual Mapui dapat disimpulkan bahwa (1) proses pelaksanan pada ritual Mapui dalam upacara kematian memiliki tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap inti dan tahap akhir. (1) nilai-nilai pendidikan yang terkandung pada ritual Mapui dalam upacara kematian adalah Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Sususila/Etika dan Nilai Pendidikan Upacara.

Tata Kelola Kawasan Bundaran Besar sebagai Ikon Kota Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KAHAYANNI SINTA (2025) : Tata Kelola Kawasan Bundaran Besar Sebagai Ikon Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Budi Purnomo, S.H.,M.Si). Bundaran Besar merupakan salah satu ikon utama kota Palangka Raya yang memiliki nilai strategis, baik secara geografis maupun secara simbolis sebagai pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan. Pada penelitian ini terbagi menjadi dua rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana pelaksanaan tata kelola kawasan bundaran besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana persepsi pengunjung mengenai tata kelola di kawasan Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan teori tata kelola dan persepsi pengunjung, penelitian ini melibatkan Dinas PUPR, pengelola kawasan, dan pengunjung sebagai subjek. Tujuannya menganalisis tata kelola Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, termasuk kebijakan, kebersihan, fasilitas, dan persepsi pengunjung terhadap pengelolaan kawasan. Hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yaitu (1) Tata kelola Kawasan Bundaran Besar cukup berjalan baik melalui koordinasi antarinstansi, namun masih menghadapi kendala seperti kurangnya pengawasan kebersihan dan keterbatasan fasilitas umum, (2) Persepsi Pengunjung pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap kawasan ini, tetapi mengharapkan peningkatan pada sarana seperti tempat sampah dan pencahayaan.

Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka Di Palangka Raya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

SINTANI HORIVITA LOKA 2024, Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka Di Palangka Raya Pembimbing (I) Dr.I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi kesulitan dalam membaca siswa SDN 9 Palangka seperti kesulitan mengeja, terbata-bata, kesulitan dalam pemenggalan kata, salah dalam menyebutkan huruf, salah dalam menyebutkan kata, dan belum mengenal huruf-huruf abjad dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? 2) Apakah faktor pendukung dan penghambat pada strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 2 orang siswa kelas III, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan, 1) Kesulitan membaca di kelas III di SDN 9 Palangka di Kota Palangka Raya diantaranya adalah kurangnya kosakata, kesulitan mengenali dan mengucapkan kata-kata, serta masalah dalam memahami isi bacaan. Kurangnya minat atau motivasi untuk membaca juga menjadi tantangan yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, guru menerapkan beberapa strategi seperti pendekatan fonik untuk membantu siswa mengenali suara huruf dan kata, menggunakan buku bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, serta melakukan kegiatan membaca bersama di kelas untuk membangun kebiasaan membaca. Selain itu, guru juga bimbingan membaca secara individu diberikan bagi siswa yang memerlukan bantuan tambahan dengan memberikan pendampingan pada proses pembelajaran. Guru berusaha mencari solusi untuk meningkatkan kemampuan membaca. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam keberhasilan mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III sangat dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu dukungan dari metode pengajaran yang tepat, keterlibatan orang tua, sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan guru, dan lingkungan belajar yang kondusif sangat membantu dalam mengatasi kesulitan ini. Namun, kurangnya motivasi siswa, keterbatasan waktu, kendala keluarga, dan masalah kesehatan atau psikologis menjadi tantangan yang harus diatasi dengan kerjasama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Kata Kunci: Startegi, Guru, Kesulitan Membaca

Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SINTANI HORIVITA LOKA 2024, Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka Di Palangka Raya Pembimbing (I) Dr.I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi kesulitan dalam membaca siswa SDN 9 Palangka seperti kesulitan mengeja, terbata-bata, kesulitan dalam pemenggalan kata, salah dalam menyebutkan huruf, salah dalam menyebutkan kata, dan belum mengenal huruf-huruf abjad dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? 2) Apakah faktor pendukung dan penghambat pada strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 2 orang siswa kelas III, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan, 1) Kesulitan membaca di kelas III di SDN 9 Palangka di Kota Palangka Raya diantaranya adalah kurangnya kosakata, kesulitan mengenali dan mengucapkan kata-kata, serta masalah dalam memahami isi bacaan. Kurangnya minat atau motivasi untuk membaca juga menjadi tantangan yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, guru menerapkan beberapa strategi seperti pendekatan fonik untuk membantu siswa mengenali suara huruf dan kata, menggunakan buku bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, serta melakukan kegiatan membaca bersama di kelas untuk membangun kebiasaan membaca. Selain itu, guru juga bimbingan membaca secara individu diberikan bagi siswa yang memerlukan bantuan tambahan dengan memberikan pendampingan pada proses pembelajaran. Guru berusaha mencari solusi untuk meningkatkan kemampuan membaca. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam keberhasilan mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III sangat dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu dukungan dari metode pengajaran yang tepat, keterlibatan orang tua, sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan guru, dan lingkungan belajar yang kondusif sangat membantu dalam mengatasi kesulitan ini. Namun, kurangnya motivasi siswa, keterbatasan waktu, kendala keluarga, dan masalah kesehatan atau psikologis menjadi tantangan yang harus diatasi dengan kerjasama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Kata Kunci: Startegi, Guru, Kesulitan Membaca

Pembelajaran Seni Musik Baleganjur pada Umat Hindu di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ni Komang Saraswati Sinta Devi, 2022. Pembelajaran Seni Musik Baleganjur pada Umat Hindu di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang kabupaten Kutai Kartanegera. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos,. M.A.P Pembimbing II : I Made Paramarta, S.Ag,. M.Si. Seni musik Baleganjur yang berasal dari Bali dipelajari oleh umat Hindu di Desa Manunggal Jaya dengan mayoritas umatnya adalah Hindu Jawa. Meskipun telah melakukan kegiatan latihan, tetapi dalam prakteknya umat belum bisa menampilkan pada ritual-ritual keagamaan Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Pembelajaran seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya, 2) Pemahaman umat Hindu terhadap seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya, 3) kendala yang umat Hindu hadapi dalam mempelajari seni musik Baleganjur. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori pembelajaran, teori estetika, dan teori nilai. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Ketua PHDI Desa Manunggal Jaya, pelatih, pemangku 3 orang, umat Hindu 3 orang, dan pemudi Hindu 3 orang. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Pembelajaran seni musik Baleganjur bisa terlaksanan karena adanya bantuan dari Pambimas Hindu dengan memberikan kelengkapan alat, pelatih serta diminati oleh umat Hindu di Desa Manunggal Jaya sehingga proses pembelajaran dapat berjalan. 2) Pemahaman umat terhadap seni musik Baleganjur yakni karena perannya sebagai pelengkap upacara keagamaan dan fungsinya sebagai pengiring upacara keagamaan. 3) Kendala yang dihadapi umat yakni kendala umat Hindu yang sedikit, sehingga peminat seni muik Baleganjur pun sedikit. Pelatih seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya hanya satu, sehingga belum ada latihan rutin karena menyesuaikan dengan jadwal pelatih. Selain itu karena adanya pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala yang menghambat praktek kesenian Baleganjur dalam beberapa upacara keagamaan.

Pembelajaran Seni Musik Baleganjur pada Umat Hindu di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ni Komang Saraswati Sinta Devi, 2022. Pembelajaran Seni Musik Baleganjur pada Umat Hindu di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang kabupaten Kutai Kartanegera. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos,. M.A.P Pembimbing II : I Made Paramarta, S.Ag,. M.Si. Seni musik Baleganjur yang berasal dari Bali dipelajari oleh umat Hindu di Desa Manunggal Jaya dengan mayoritas umatnya adalah Hindu Jawa. Meskipun telah melakukan kegiatan latihan, tetapi dalam prakteknya umat belum bisa menampilkan pada ritual-ritual keagamaan Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Pembelajaran seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya, 2) Pemahaman umat Hindu terhadap seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya, 3) kendala yang umat Hindu hadapi dalam mempelajari seni musik Baleganjur. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori pembelajaran, teori estetika, dan teori nilai. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Ketua PHDI Desa Manunggal Jaya, pelatih, pemangku 3 orang, umat Hindu 3 orang, dan pemudi Hindu 3 orang. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Pembelajaran seni musik Baleganjur bisa terlaksanan karena adanya bantuan dari Pambimas Hindu dengan memberikan kelengkapan alat, pelatih serta diminati oleh umat Hindu di Desa Manunggal Jaya sehingga proses pembelajaran dapat berjalan. 2) Pemahaman umat terhadap seni musik Baleganjur yakni karena perannya sebagai pelengkap upacara keagamaan dan fungsinya sebagai pengiring upacara keagamaan. 3) Kendala yang dihadapi umat yakni kendala umat Hindu yang sedikit, sehingga peminat seni muik Baleganjur pun sedikit. Pelatih seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya hanya satu, sehingga belum ada latihan rutin karena menyesuaikan dengan jadwal pelatih. Selain itu karena adanya pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala yang menghambat praktek kesenian Baleganjur dalam beberapa upacara keagamaan.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ONLINE DENGAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM iv PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMA NEGERI 1 GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendidikan merupakan salah satu usaha setiap Bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga membantu memperlancarkan pelaksanaan pembangunan Nasional Indonesia, di sisi lain Indonesia saat ini sedang mengalami kondisi tidak baik sedang maraknya wabah Covid-19. Hal itu berpengaruh pada dunia Pendidikan sehingga proses pembelajaran awalnya tatap muka secara langsung diganti menjadi Pembelajaran Online atau daring. Rumusan masalah bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang kabupaten Barito Utara dan Apa Kendala dalam Pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara dan untuk mengetahui kendala dalam Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu. Subyek pnelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan Siswa beragama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dianalisis menggunakan deskritif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu teori sibernetik.. Hasil penelitian Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom diterapkan pada masa pandemi setelah ada surat edaran dari Kemendikbud untuk melaksanakan pembelajaran Online. Tahap perencanaan Guru dan Siswa menyiapkan media seperti Handphone, belajar mengaplikasikan Google classroom, Guru Agama Hindu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menyiapkan materi berupa PPT dan video Pembelajaran. pelaksanaan pembelajaran pendahuluan: Guru membagikan materi di google classroom, mengucapkan salam, Guru menyampaikan Topik. Kegiatan inti : menyimak, memahami dan menanyakan. Penutup : Guru menyampaikan materi pertemuan selanjutnya, dan mengucapkan salam. kemudian mengavaluasi pembelajaran yang disampaikan. Kemudian kendala yang dialami yaitu Guru agama Hindu belum terlalu optimal dalam mengaplikasikan Google classroom, jaringan internet di wilayah kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang tidak stabil dan sinyal 4G bisa hilang beberapa hari, Kuota internet yang mahal berdasarkan perbandingan Harga sehingga siswa lambat merespon pembelajaran yang disampaikan oleh Guru Agama Hindu di ruang Goole Classroom dalam proses pembelajaran.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ONLINE DENGAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM iv PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMA NEGERI 1 GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan merupakan salah satu usaha setiap Bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga membantu memperlancarkan pelaksanaan pembangunan Nasional Indonesia, di sisi lain Indonesia saat ini sedang mengalami kondisi tidak baik sedang maraknya wabah Covid-19. Hal itu berpengaruh pada dunia Pendidikan sehingga proses pembelajaran awalnya tatap muka secara langsung diganti menjadi Pembelajaran Online atau daring. Rumusan masalah bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang kabupaten Barito Utara dan Apa Kendala dalam Pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara dan untuk mengetahui kendala dalam Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu. Subyek pnelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan Siswa beragama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dianalisis menggunakan deskritif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu teori sibernetik.. Hasil penelitian Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom diterapkan pada masa pandemi setelah ada surat edaran dari Kemendikbud untuk melaksanakan pembelajaran Online. Tahap perencanaan Guru dan Siswa menyiapkan media seperti Handphone, belajar mengaplikasikan Google classroom, Guru Agama Hindu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menyiapkan materi berupa PPT dan video Pembelajaran. pelaksanaan pembelajaran pendahuluan: Guru membagikan materi di google classroom, mengucapkan salam, Guru menyampaikan Topik. Kegiatan inti : menyimak, memahami dan menanyakan. Penutup : Guru menyampaikan materi pertemuan selanjutnya, dan mengucapkan salam. kemudian mengavaluasi pembelajaran yang disampaikan. Kemudian kendala yang dialami yaitu Guru agama Hindu belum terlalu optimal dalam mengaplikasikan Google classroom, jaringan internet di wilayah kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang tidak stabil dan sinyal 4G bisa hilang beberapa hari, Kuota internet yang mahal berdasarkan perbandingan Harga sehingga siswa lambat merespon pembelajaran yang disampaikan oleh Guru Agama Hindu di ruang Goole Classroom dalam proses pembelajaran.