Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SINDI

10 karya publik ditemukan.

2024: 82023: 2

PENERAPAN METODE PERMAINAN MENYUSUN KATA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS IV SDN 1 MENTENG PALANGKA RAYA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sindi Erpany. 2020. Tri Aspiyana, M. Pd., Santang, S. Pd., M. Hum. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penerapan Metode Permainan Menyusun Kata Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Skripsi ini dilatar belakangi dengan minimnya literasi di Indonesia, dari 70 Negara Indonesia menduduki posisi ke-63 dalam literasi menurut Survey Program For International Students Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization For Economic Co-operation and Development (OECD) pada Tahun 2019 Negara Indonesia menempati diantara sepuluh Negara dengan tingkat literasi terendah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode permainan menyusun kata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik kelas IV SDN 1 Menteng Palangka raya. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa siswa dikelas IV SDN 1 Menteng masih banyak yang mengalami kesulitan dalam membaca. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan desain quasi eksperimen Dengan rancangan one group Pretest-Posttest. Jumlah sampel pada penelitian adalah 10 siswa yang diambil menggunakan Teknik random sampling yang berasal dari populasi kelas IV B. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 macam yaitu observasi, tes kemampuan membaca, serta dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Normalitas dan Uji Hipotesis yang dibagi dua yaitu Uji Wilcoxon signed rank dan Uji N-gain (Gain score). Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai prestest dan posttest dengan nilai Asymp. Sig (2tailend) sebesar 0.024, sedangkan nilai uji N-Gain, yaitu nilai rata-rata n-gain, sebesar 0.2679. Nilai rata-rata menunjukkan bahwa nilai N-Gain berada dalam rentang 0,00 hingga 0.30, yang menunjukkan bahwa metode penerapan permainan menyusun kata memiliki interpretasi yang kurang. Hasilnya menunjukkan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca mereka.

PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN TERHADAP KASUS PENGANIAYAAN RINGAN DI KEJAKSAAN NEGERI PALANGKA RAYA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

SINDI, 2024 : Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesai Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Citranu, MH. Pembimbing II Alfred Yetno, MH. Restorative Justice secara umum didefinisikan sebagai keadilan yang mengedepankan pemulihan atas kerugian atau penderitaan yang timbul akibat suatu tindak pidana. Keadilan restoratif dapat dicapai melalui proses kerjasama antara semua pemangku kepentingan (terutama pelaku dan korban).Oleh sebab itu peneliti tertarik mengangkat tentang Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesaian Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dengan lokasi penelitian di Kejaksaan Negeri Palangka Raya. Dengan dua rumusan pokok : (1) Bagaimana penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? (2) Apa dampak dan manfaat dari penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan teknik purposive sampling, di analisis menggunakan teori keadilan dan teori tujuan hukum, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian diolah dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Restorative Justice dalam kasus tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Jaksa penuntut umum menawarkan untuk dilakukan upaya perdamaian kepada korban dan pelaku. Setelah berkas perkara dinilai layak dan para pihak telah berhasil dilakukan upaya damai, Kejaksaan Negeri akan mengirim surat permohonan kepada Kejaksaan Tinggi dan setelah dilakukan verifikasi dan dinyatakan layak, kemudian berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Agung untuk meminta persetujuan terkait pelaksanaan Restorative Justice, setelah mendapatkan persetujuan, Kejaksaan Agung menyerahkan kembali berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi, kemudian Kejaksaan tinggi menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri dan mendapatkan persetujuan, dikeluarkan lah surat ketetapan dan pemberitahuan penghentian penuntutan oleh penuntut umu maka perkara tersebut secara resmi dianggap selesai dan tidak akan dilanjutkan ke proses persidangan di pengadilan. Sementara itu, konsep ini memberikan dampak dan manfaat positif baik bagi Negara, korban, pelaku, dan masyarakat dikarenakan konsep ini lebih berfokus pada perdamaian dari pada penghukuman serta dapat mengembalikan keadaan atau hubungan seperti semulaantara korban maupun pelaku dan memastikan korban dan juga pelaku sama-sama mendapatkan rasa keadilan dari hasil akhir yang di peroleh. Bagi Negara sendiri konsep ini dianggap dapat mengurangi beban peradilan dan meminimalisir overkapasitas penjara dan angka kejahatan, sementara bagi masyarakat melalui Restorative Justice masyarakat dapat melihat contoh bagaimana perkara dapat diselesaikan secara kekeluargaan, damai, dan adil.

Penerapan Metode Permainan Menyusun Kata pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sindi Erpany. 2020. Tri Aspiyana, M. Pd., Santang, S. Pd., M. Hum. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penerapan Metode Permainan Menyusun Kata Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Skripsi ini dilatar belakangi dengan minimnya literasi di Indonesia, dari 70 Negara Indonesia menduduki posisi ke-63 dalam literasi menurut Survey Program For International Students Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization For Economic Co-operation and Development (OECD) pada Tahun 2019 Negara Indonesia menempati diantara sepuluh Negara dengan tingkat literasi terendah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode permainan menyusun kata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik kelas IV SDN 1 Menteng Palangka raya. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa siswa dikelas IV SDN 1 Menteng masih banyak yang mengalami kesulitan dalam membaca. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan desain quasi eksperimen Dengan rancangan one group Pretest-Posttest. Jumlah sampel pada penelitian adalah 10 siswa yang diambil menggunakan Teknik random sampling yang berasal dari populasi kelas IV B. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 macam yaitu observasi, tes kemampuan membaca, serta dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Normalitas dan Uji Hipotesis yang dibagi dua yaitu Uji Wilcoxon signed rank dan Uji N-gain (Gain score). Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai prestest dan posttest dengan nilai Asymp. Sig (2tailend) sebesar 0.024, sedangkan nilai uji N-Gain, yaitu nilai rata-rata n-gain, sebesar 0.2679. Nilai rata-rata menunjukkan bahwa nilai N-Gain berada dalam rentang 0,00 hingga 0.30, yang menunjukkan bahwa metode penerapan permainan menyusun kata memiliki interpretasi yang kurang. Hasilnya menunjukkan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca mereka.

Penerapan Restorative Justice sebagai Alternatif Penyelesaian terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SINDI, 2024 : Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesai Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Citranu, MH. Pembimbing II Alfred Yetno, MH. Restorative Justice secara umum didefinisikan sebagai keadilan yang mengedepankan pemulihan atas kerugian atau penderitaan yang timbul akibat suatu tindak pidana. Keadilan restoratif dapat dicapai melalui proses kerjasama antara semua pemangku kepentingan (terutama pelaku dan korban).Oleh sebab itu peneliti tertarik mengangkat tentang Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesaian Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dengan lokasi penelitian di Kejaksaan Negeri Palangka Raya. Dengan dua rumusan pokok : (1) Bagaimana penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? (2) Apa dampak dan manfaat dari penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan teknik purposive sampling, di analisis menggunakan teori keadilan dan teori tujuan hukum, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian diolah dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Restorative Justice dalam kasus tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Jaksa penuntut umum menawarkan untuk dilakukan upaya perdamaian kepada korban dan pelaku. Setelah berkas perkara dinilai layak dan para pihak telah berhasil dilakukan upaya damai, Kejaksaan Negeri akan mengirim surat permohonan kepada Kejaksaan Tinggi dan setelah dilakukan verifikasi dan dinyatakan layak, kemudian berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Agung untuk meminta persetujuan terkait pelaksanaan Restorative Justice, setelah mendapatkan persetujuan, Kejaksaan Agung menyerahkan kembali berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi, kemudian Kejaksaan tinggi menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri dan mendapatkan persetujuan, dikeluarkan lah surat ketetapan dan pemberitahuan penghentian penuntutan oleh penuntut umu maka perkara tersebut secara resmi dianggap selesai dan tidak akan dilanjutkan ke proses persidangan di pengadilan. Sementara itu, konsep ini memberikan dampak dan manfaat positif baik bagi Negara, korban, pelaku, dan masyarakat dikarenakan konsep ini lebih berfokus pada perdamaian dari pada penghukuman serta dapat mengembalikan keadaan atau hubungan seperti semulaantara korban maupun pelaku dan memastikan korban dan juga pelaku sama-sama mendapatkan rasa keadilan dari hasil akhir yang di peroleh. Bagi Negara sendiri konsep ini dianggap dapat mengurangi beban peradilan dan meminimalisir overkapasitas penjara dan angka kejahatan, sementara bagi masyarakat melalui Restorative Justice masyarakat dapat melihat contoh bagaimana perkara dapat diselesaikan secara kekeluargaan, damai, dan adil.

Penggunaan Media Gambar Seri Dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Sederhana Pada Siswa Kelas V SDN 4 Palangka

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menulis memudahkan siswa untuk berpikir kreatif dan aktif, dan juga mampu memberikan reaksi positif terhadap perkembangan lingkungan sekitar. Kemampauan siswa dalam menulis menjadi hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan. Karena pada mata pelajaran bahasa indonesia masih ada beberapa siswa yang kesulitan dalam menulis karangan yang disebabkan kurangnya kemampuan dalam mengembangkan ide untuk mengarang. Maka hal ini berdasarkan teori belajar konstruktivistik belajar adalah proses pembentukan pengetahuan siswa itu sendiri, dengan metode mengajar menggunakan media gambar seri untuk meningkatkan kemapuan siswa dalam menulis karangan. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat disimpulakan bahwa penggunaan media gambar seri dalam pembelajaran dapat meningkatkan proses pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN 4 Palangka. Meningkatnya kemampuan menulis karangan sederhana dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dilihat dari hasil persentase tuntas belajar pada siklus I sebesar 40% dan siklus II sebesar 93,33% atau mengalami peningkatan yaitu 53,33%. Sehingga dapat dilihat adanya peningkatan yang terjadi pada kemampuan menulis karangan sederhana siswa kelas V SDN 4 Palangka dengan penggunaan media gambar seri dapat memotivasi dan membantu siswa untuk mengingat isi pelajaran khusunya bahasa indoensia yang terkandung dalam rangkaian gambar.

Analisis Penerapan Gerakan Literasi Sekolah Melalui Pojok Baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Petikasari Sindiwati. 2024. “ Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Dharma Acarya Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay,M.Hum Skripsi ini mengkaji Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) Bagaimana penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Teori yang digunakan dua teori : 1) Teori penerapan dan 2) teori strategi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Analisis penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. telah sampai pada tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Dalam kegiatan GLS melalui pojok baca ada beberapa gerakan yang diterapkan, yang pertama gerakan orang tua membaca, yang kedua gerakan siswa membaca dan yang ketiga gerakan amplop literasi. (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Kendala yang dihadapi dalam penerapan GLS melalui pojok baca yaitu minimnya ketersedian srana dan prasarana seperti buku-buku bacaan yang menarik minat peserta didik untuk membacanya dan buku masih belum menyesuaikan jenjang usia anak buku-buku bacaanya masih beragam dan buku bacaan yang ada di pojok baca tidak diperbarui secara rutin. Serta kedala guru dalam tahap pembelajaran sedangkan kedala siswa yaitu kuarangnya minat baca dikarenakan mereka lebih suka bermain dan memegang handphone dibanding membaca. Kata Kunci: Analisis penerapan, gerakan literasi, pojok baca

Penggunaan Media Gambar Seri dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Sederhana pada Siswa Kelas V SDN 4 Palangka

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi kesulitan siswa dalam menulis karangan sederhana, dikarenakan kurangnya kemampuan siswa dalam mengembangkan ide untuk mengarang. Sehingga penggunaan media pembelajaran yang efektif dalam proses pembelajaran sangatlah penting. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan siswa menulis karangan melalui media gambar seri pada siswa kelas V SDN 4 Palangka. (2) untuk mengetahui bagaimanakah efektivitas penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan pada siswa kelas V SDN 4 Palangka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar konstruktivistik. Jenis penelitian adalah Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 4 Palangka yang berjumlah 15 orang. Teknik analisis data dari hasil observasi aktivitas siswa siklus I dan siklus II, analisis data dari hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan pada kemampuan menulis karangan sederhana dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penggunaan media gambar seri, memotivasi dan membantu siswa untuk mengingat isi pelajaran khusunya Bahasa Indoensia yang terkandung dalam rangkaian gambar. Dapat dilihat dari hasil persentase tuntas belajar pada siklus I sebesar 40% dan siklus II sebesar 93,33% atau mengalami peningkatan yaitu 53,33%.

Analisis Penerapan Gerakan Literasi Sekolah Melalui Pojok Baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Petikasari Sindiwati. 2024. “ Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Dharma Acarya Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay,M.Hum Skripsi ini mengkaji Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) Bagaimana penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Teori yang digunakan dua teori : 1) Teori penerapan dan 2) teori strategi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Analisis penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. telah sampai pada tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Dalam kegiatan GLS melalui pojok baca ada beberapa gerakan yang diterapkan, yang pertama gerakan orang tua membaca, yang kedua gerakan siswa membaca dan yang ketiga gerakan amplop literasi. (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Kendala yang dihadapi dalam penerapan GLS melalui pojok baca yaitu minimnya ketersedian srana dan prasarana seperti buku-buku bacaan yang menarik minat peserta didik untuk membacanya dan buku masih belum menyesuaikan jenjang usia anak buku-buku bacaanya masih beragam dan buku bacaan yang ada di pojok baca tidak diperbarui secara rutin. Serta kedala guru dalam tahap pembelajaran sedangkan kedala siswa yaitu kuarangnya minat baca dikarenakan mereka lebih suka bermain dan memegang handphone dibanding membaca. Kata Kunci: Analisis penerapan, gerakan literasi, pojok baca

Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling Dalam Meningkatkan Minat Pengunjung Di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

SINDI NOVIANTI, 2023: Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam Meningkatkan Minat Pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II: I Made Darsana, S.Pd., M.Pd Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling termasuk tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah atau hutan rawa. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana strategi pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, (2) Bagaimana kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pariwisata, (2) Teori Manajemen. Subjek penelitian ini adalah Pengelola Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, Lurah Banturung, Pengunjung dan Masyarakat. Hasil penelitian ini adalah; (1) Strategi pengelolaan yang dilakukan pihak pengelola adalah memberikan kualitas pelayanan yang baik, melakukan promosi wisata melalui media sosial dan kegiatan seperti Bike To Nature TWA Bukit Tangkiling yang berhubungan dengan banyak orang sehingga wisatawan mengetahui dan mengenal Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, (2) Kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling terbatasnya anggaran dana dalam pengelolaan sehingga mempengaruhi kelengkapan fasilitas dan sarana prasarana. Kata kunci: Pengelolaan, Taman Wisata Alam, Bukit Tangkiling

Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling Dalam Meningkatkan Minat Pengunjung Di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SINDI NOVIANTI, 2023: Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam Meningkatkan Minat Pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II: I Made Darsana, S.Pd., M.Pd Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling termasuk tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah atau hutan rawa. Berdasarkan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimana strategi pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, (2) Bagaimana kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam meningkatkan minat pengunjung di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) Teori Pariwisata, (2) Teori Manajemen. Subjek penelitian ini adalah Pengelola Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, Lurah Banturung, Pengunjung dan Masyarakat. Hasil penelitian ini adalah; (1) Strategi pengelolaan yang dilakukan pihak pengelola adalah memberikan kualitas pelayanan yang baik, melakukan promosi wisata melalui media sosial dan kegiatan seperti Bike To Nature TWA Bukit Tangkiling yang berhubungan dengan banyak orang sehingga wisatawan mengetahui dan mengenal Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, (2) Kendala pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling terbatasnya anggaran dana dalam pengelolaan sehingga mempengaruhi kelengkapan fasilitas dan sarana prasarana. Kata kunci: Pengelolaan, Taman Wisata Alam, Bukit Tangkiling