2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lisanti, 2023. Pengaruh Bimbingan Belajar Dari Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas III SDN 1 Menteng Palangka Raya. Skripsi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Pembimbing II: I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh bimbingan belajar dari orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas III SDN 1 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 41 orang siswa/i. Penelitian ini menggunakan metode deskriktif kuantitatif, dengan variabel bimbingan belajar dari orang tua dan prestasi belajar siswa yang menjadi variabel terikat. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan mei sampai dengan juni 2023. Dengan menggunakan metode pengumpulan data; Observasi atau pengamatan, dokumentasi dan kuesioner atau angket. Penilaian angket menggunakan Skala Likert dengan menggunakan teknik analis data linier sederhana.Pada analisis data digunakan uji keberartian regresi linier sederhana yaitu uji hipotesi, uji signifikan dan uji koefiseien determinasi. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan garis regresi yaitu Y = 70,585 + 0,104 + e yang diperoleh nilai thitung sebesar 2.022. Dapat diketahui bahwa nilai koefisien koefisien kolerasi R sebesar 0,437 dan indeks koefisien sebesar 0,191. Hal tersebut berarti bahwa pengaruh variabel X (Bimbingan belajar dari orang tua) terhadap variabel Y (Prestasi belajar) adalah sebesar 91%, sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Untuk hasil analisis dan uji hipotesis tarap signifikan diperoleh nilai thitung sebesar 2.022. Berarti nilai thitung lebih besar dari ttabel (3.038 > 2.022) Kerena thitung didaerah Ha diteriama dan Ho di tolak sehingga hipotesis dengan hasil berbunyi terdapat pengaruh bimbingan belajar dari orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas III SDN 1 Menteng Palangka Raya.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini diharapkan dapat hadir memberi kontribusi positif dalam ilmu pengetahuan Hukum khususnya terkait dengan Dasar atau Pengantar Hukum Indonesia. Sistematika Buku Pengantar Hukum Indonesia ini memberikan nuansa berbeda yang saling menyempurnakan dari setiap pembahasannya baik dari sisi teori, konsep maupun peraturan perundang-undangan yang sesuai dan mudah dipahami. Sistematika buku Pengantar Hukum Indonesia ini mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan ragulasi yang ada didalam berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku yang melengkapi khasanah keilmuan sebagai pengantar dalam mempelajari Hukum di Indonesia. Buku ini terdiri atas 16 Bab yang dibahas secara rinci dalam pembahasan yakni : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Subyek, dan Obyek hukum, Sistem Hukum dan Klasifikasi Hukum, Istilah, pengertian PHI, Sejarah Tata Hukum Indonesia, Tujuan Mempelajari PHI, Hubungan PHI dan PIH, Dasar-Dasar HTN, Dasar-Dasar HAN, Dasar-Dasar Hukum Acara PTUN, Dasar-Dasar Hukum Pidana, Dasar-Dasar Hukum Acara Pidana, Dasar-Dasar Hukum Perdata, Dasar-Dasar Hukum Acara Perdata, Dasar-Dasar Hukum Adat, Dasar-Dasar Hukum Islam, Dasar-Dasar Hukum Internasional, Dasar-Dasar Hukum Perdata Internasional, Dasar-Dasar Hukum Dagang.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sistematika buku Metodologi Penelitian di Berbagai Bidang ini mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan contoh penerapan. Buku ini terdiri atas 11 bab yang dibahas secara rinci, diantaranya: Metodologi Penelitian Ilmu Komputer, Metodologi Penelitian Ilmu Komunikasi, Metodologi Penelitian Ekonomi, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, Metodologi Penelitian Kesehatan, Metodologi Penelitian Kebidanan, Metodologi Penelitian Pendidikan, Metodologi Penelitian Pertanian, Metodologi Penelitian Pariwisata, Metodologi Penelitian Teknik, dan Metodologi Penelitian Ilmu Sosial Buku ini diharapkan dapat hadir memberi kontribusi positif dalam ilmu pengetahuan khususnya terkait dengan Metodologi Penelitian.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
USIN SANTIKA, 2022, Sandung Raung Dalam Ritual Kematian Masyarakat Hindu
Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten
Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma
Sastra. Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung
Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si.
Pembimbing (II). Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si.
Ritual kematian adalah tata cara dalam suatu rangkaian kematian yang dilakukan
oleh setiap masyarakat apabila ada suatu kematian. Demikian halnya dengan Suku
Dayak khususnya umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa Bukit Batu dalam suatu
kematian melaksanakan ritual kematian sebelum melaksanakan penguburan.
Masalah yang diteliti : (1). Apa tujuan dan fungsi Sandung Raung dalam ritual
kematian menurut masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan
Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur dalam Perspektif Hukum Hindu?
(2).Apa syarat-syarat dan tahapan-tahapan dalam ritual kematian mayarakat Hindu
Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin
Timur ditinjau dari Perspektif Hukum Hindu?
Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori
Simbol dan Teori Religi. Subjek penelitian ini adalah Umat Hindu Kaharingan, Majelis
Kelompok Agama Hindu, Tokoh Masyarakat Umat Hindu Kaharingan, Mantir Adat
Desa Bukit Batu, dan Pisor. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah
metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data dianalisis dengan
metode kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan/verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tujuan dan fungsi
Sandung Raung yaitu tujuan Sandung Raung dalam Ritual Kematian, tujuan didirikan
Sandung Raung menghemat penggunaan lahan untuk lahan penguburan. Fungsi
didirikannya Sandung Raung tempat menyimpang tulang belulang atau jasad umat
Hindu Kaharingan yang meninggal dunia di Desa Bukit Batu. (2) Syarat-syarat (sarana)
dan tahapan-tahapan dalam ritual kematian yaitu sarana gong (garantung), katambung,
gendang ,kenong,sumbu (lampu tembok),sipa ruku giling pinang,behas hambaruan dan
behas bokal liau,piring atau mangkok putih,sisir,cermin,pakaian yang digunakan di
langkauan,rotan,parapen atau dupa, kayu untuk pembuatan langkau, pisau tangking,
tikar (amak purun), bambu untuk lamang,bunga,pelapah pisang,baram/boram,
luntung/likat ,tajau (guci), bendera bahalai, hewan kurban berupa babi dan ayam, daun
kelapa (dawen enyuh katilambung nyahu), tampung papas,baliung rintih batu,tukil.
Tahapan memandikan jenazah (menggunakan ritual yang mana dilaksanakan oleh
pisor), memasang langkauan atau palangkawan, memasang talatai, membuat peti
jenazah (raung) menggunakan hewan kurban ayam, melaksanakan nyuluh raung,
memasuk jenazah ke dalam raung/runi (peti jenazah), bintik raung (melukis peti
jenazah), nyuluh raung laki-laki 5 kali bolak balik dan perempuan 7 kali bolak balik,
ritual tabekas/nambekas,manetes atau maluput sirau.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK SANTI. 2022. Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Komang Suarta, S.Ag.M.Si. Skripsi ini mengkaji strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Strategi merupakan rencana dan metode yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Strategi diperlukan untuk membentuk karakter siswa yang belum sepenuhnya mematuhi aturan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) Bagaimanakah strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur? (2) apakah kendala guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur ? Teori yang digunakan adalah teori strategi, teori konstruktivistik dan teori kendala/problem. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, 1) Strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur adalah dengan pembiasaan dan keteladanan. 2) Kendala pada pembentukan karakter siswa Hindu di SMAN 1 Awang Lapai, adalah kendala yang muncul dari faktor intern siswa/dimensi siswa dan faktor ekstern siswa. Faktor ekstern siswa yakni kurangnya literatur bacaan bagi siswa, sedangkan dari faktor intern siswa/ dimensi siswa yaitu kurangnya rasa percaya diri siswa, kurangnya rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran dan kurangnya motivasi siswa Kata Kunci : Strategi Guru Agama Hindu dan Karakter Siswa Hindu
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SANTI. 2022. Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Komang Suarta, S.Ag.M.Si. Skripsi ini mengkaji strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Strategi merupakan rencana dan metode yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Strategi diperlukan untuk membentuk karakter siswa yang belum sepenuhnya mematuhi peraturan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) Bagaimanakah strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur? (2) apakah kendala guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur ?. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, 1) Strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur adalah dengan pembelajaran yang digunakan untuk membentuk karakter rasa ingin tahu siswa dibentuk melalui pertanyaan yang guru berikan kepada siswa setiap selesai menyampaikan materi, karakter tanggung jawab siswa dibentuk melalui jadwal piket menyapu kelas dan sanksi pada saat siswa terlambat mengumpulkan tugas, dan karakter gemar membaca siswa dibentuk melalui sebelum memulai pembelajaran siswa diajak untuk membaca keperpustakaan sekolah. Keteladanan yang digunakan untuk membentuk karakter disiplin siswa dibentuk melalui peraturan tata tertib sekolah dan karakter jujur siswa dibentuk dengan memberikan soal tes pada saat pembelajaran selesai. Pembiasaan yang digunakan untuk membentuk karakter religius siswa dibentuk dengan membuat jadwal membaca doa dan karakter peduli lingkungan siswa dibentuk dengan adanya jadwal kerja bakti setiap hari jumat. Dan penguatan respon terhadap perilaku yang kemungkinan berulangnya kembali, penguatan terhadap perilaku positif dan penguatan terhadap perilaku negatif. 2) Kendala pada pembentukan karakter siswa Hindu di SMAN 1 Awang Lapai, adalah kendala yang muncul dari faktor internal siswa atau dimensi siswa dan faktor eksternal siswa. Faktor eksternal siswa yakni kurangnya literatur bacaan bagi siswa, sedangkan dari faktor internal siswa atau dimensi siswa yaitu kurangnya disiplin siswa, kurangnya rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran, kurangnya minat baca siswa, dan kurangnya motivasi siswa. Kata Kunci : Strategi, Guru Agama Hindu, dan Karakter
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
USIN SANTIKA, 2022, Sandung Raung Dalam Ritual Kematian Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Ritual kematian adalah tata cara dalam suatu rangkaian kematian yang dilakukan oleh setiap masyarakat apabila ada suatu kematian. Demikian halnya dengan Suku Dayak khususnya umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa Bukit Batu dalam suatu kematian melaksanakan ritual kematian sebelum melaksanakan penguburan. Masalah yang diteliti : (1). Apa tujuan dan fungsi Sandung Raung dalam ritual kematian menurut masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur dalam Perspektif Hukum Hindu? (2).Apa syarat-syarat dan tahapan-tahapan dalam ritual kematian mayarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur ditinjau dari Perspektif Hukum Hindu? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Simbol dan Teori Religi. Subjek penelitian ini adalah Umat Hindu Kaharingan, Majelis Kelompok Agama Hindu, Tokoh Masyarakat Umat Hindu Kaharingan, Mantir Adat Desa Bukit Batu, dan Pisor. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tujuan dan fungsi Sandung Raung yaitu tujuan Sandung Raung dalam Ritual Kematian, tujuan didirikan Sandung Raung menghemat penggunaan lahan untuk lahan penguburan. Fungsi didirikannya Sandung Raung tempat menyimpang tulang belulang atau jasad umat Hindu Kaharingan yang meninggal dunia di Desa Bukit Batu. (2) Syarat-syarat (sarana) dan tahapan-tahapan dalam ritual kematian yaitu sarana gong (garantung), katambung, gendang ,kenong,sumbu (lampu tembok),sipa ruku giling pinang,behas hambaruan dan behas bokal liau,piring atau mangkok putih,sisir,cermin,pakaian yang digunakan di langkauan,rotan,parapen atau dupa, kayu untuk pembuatan langkau, pisau tangking, tikar (amak purun), bambu untuk lamang,bunga,pelapah pisang,baram/boram, luntung/likat ,tajau (guci), bendera bahalai, hewan kurban berupa babi dan ayam, daun kelapa (dawen enyuh katilambung nyahu), tampung papas,baliung rintih batu,tukil. Tahapan memandikan jenazah (menggunakan ritual yang mana dilaksanakan oleh pisor), memasang langkauan atau palangkawan, memasang talatai, membuat peti jenazah (raung) menggunakan hewan kurban ayam, melaksanakan nyuluh raung, memasuk jenazah ke dalam raung/runi (peti jenazah), bintik raung (melukis peti jenazah), nyuluh raung laki-laki 5 kali bolak balik dan perempuan 7 kali bolak balik, ritual tabekas/nambekas,manetes atau maluput sirau.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Media pembelajaran adalah semua jenis alat atau instrumen yang berbentuk fisik maupun nonfisik, baik dalam bentuk software maupun hardware, tercetak maupun audivisual yang digunakan pendidik sebagai penghubung untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik dan merangsang minat, perhatian, pikiran, dan perasaan peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif. Media pembelajaran dapat berupa modul, teman, instruktur, buku, video, gambar atau foto, slide, recorder, film, dan lain sebagainya. Elemen media pembelajaran terdiri atas lima elemen yaitu teks, gambar, suara, video, dan animasi. Teks berupa naskah, tulisan, ataupun simbol, gambar berupa ilustrasi atau sketsa atas suatu benda, peristiwa, atau yang lainnya, dan suara berupa bunyi yang dapat berbentuk percakapan, melodi, dan lain sebagainya. Sedangkan video berupa rekaman atas suatu kejadian dan animasi berupa serangkaian gambar yang tampak bergerak. Buku ini akan membahas teori tentang media pembelajaran yang disertai turorial pembuatan media pembelajaran dengan beberapa jenis aplikasi atau platform. Pembaca akan diajak memahami tentang sumber belajar, media pembelajaran, dan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pada akhir bab pembaca akan mempraktikkan membuat media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan menggunakan Microsoft Powerpoint, Flipbook, Mindjet MindManager, Canva, dan Quizizz. Penulis berharap pembaca akan memahami tentang media pembelajaran baik dari segi teori maupun dari segi praktik.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
SUSANTIE, 2021. Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah BagiUmat Hindu Kaharingan Di Desa Tangkahen Kabupaten PulangPisau. Tesis Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Agama Hindu Program Pascasarjana IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil, Pembimbing II Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag.,Ph.D.
Tesis ini mengkaji Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah BagiUmat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Fenomena yang terjadi, belum terkelola dengan baik dan maksimal peninggalan dari Bawi Ayah yang ada di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Berdasarkan uraian tersebut masalah yang dikaji adalah : 1. Bagaimanakah tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 2. Apa makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 3. Apa nilai pendidikan yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi pendidikan agama Hindu di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian ini, untuk mengkaji dan menggali pengetahuan tentang tata kelola keberadaan peninnggalan Bawi Ayah, makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah dan nilai pendidikan peninggalan Bawi Ayah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan adalah secara Purposive. Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian dikaji dengan menggunakan teori manajemen analisis sistem, teori fungsionalisme struktural dan teori kebudayaan. Dari hasil penelitian ini memperoleh hasil bahwa perlunya tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau, melalui berbagai tahap perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Peninggalan dari Bawi Ayah memiliki makna yang terkandung didalamnya dan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada peninggalan tersebut
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Puji Syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Buku Sejarah Perkembangan Kebaya Sunda ini dapat terselesaikan dengan baik. Buku ini merupakan bagian dari Tesis S2 untuk memperoleh Gelar Magister Desain di ITB. Buku ini berisi tentang sejarah dan perkembangan kebaya di wilayah Sunda. Pada kesempatan, ini Penulis menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. Dr. Biranul Anas Z., selaku Pembimbing I yang telah banyak memberikan masukan materi dan pengarahan alur berfikir dalam penelitian ini. 2. Drs. Yan Yan Sunarya, M.Sn., selaku Pembimbing II yang telah memberikan banyak meluangkan waktu untuk bimbingan, memberikan banyak koreksi dan perbaikan serta memberikan motivasi dalam penyelesaian Tesis ini. 3. Prof. Dr. Yakob Sumoharjo yang telah memberikan banyak ilmu dan wawasan serta memberi pinjaman literatur untuk penelitian ini. 4. Drs. Hidayat Suryalaga, selaku Budayawan dan Sejarawan Sunda yang banyak memberikan masukan tentang kebudayaan Sunda. 5. Dra. Miya Rumiyana, selaku narasumber yang telah banyak memberikan data untuk penelitian ini. 6. Dra. Yani Suryani, selaku narasumber dan informan yang banyak membantu dalam memberikan sumber data dan penterjemah literatur bahasa Sunda. 7. Bapak M. Sasmita pemilik Rumah Baca Buku Sunda serta Bapak Sudarsono Katam yang memberikan informasi serta masukan data bagi penelitian ini. 8. Staf Karyawan Perpustakaan Jurusan Senirupa Dan Desain serta Staf Karyawan Perpustakaan Pusat ITB. 9. Aom Lalam Wiranatakusumah, selaku narasumber yang telah banyak memberikan data dan informasi yang berhubungan dengan busana masa Pajajaran. 10. Hj. Hetty Sunaryo selaku narasumber yang telah memberikan informasi tentang busana kebaya Sunda. 11. Ibu Popon Oce Junjunan selaku narasumber yang telah memberikan informasi tentang kebaya menak. 12. Ibu Una pemilik Tiara Salon yang telah memberikan data dan informasi tentang busana tradisional wanita Sunda. 13. Ibu Cornelia Jane selaku narasumber yang telah banyak memberikan informasi tentang busana tradisional wanita Sunda. 14. Hj. Imas Rodiyah yang banyak membantu memberikan data penelitian. 15. Ibu Otih Rostoyati selaku narasumber yang telah memberikan informasi tentang budaya Sunda. 16. Bapak Solichin pemilik Kebaya Bandung, selaku narasumber yang telah memberikan dokumentasi sebagai data penelitian. 17. Yayasan Perpustakaan Haryoto Kunto, Yayasan Perpustakaan Dody Tisnaamidjaya, Perpustakaan Museum Sri Baduga, Perpustakaan Museum Geusan Ulun Sumedang, Perpustakaan Unpas dan Perpustakaan STSI. Kepada semua pihak yang tidak disebutkan, yang telah membantu baik secara moral dan material. Semoga Allah SWT yang Raja Segala Ilmu memberikan balasan yang berlipat ganda dan selalu melimpahkan rahmatnya untuk kita sekalian. Amiin. Bandung, 27 Februari 2019 Penulis Irma Russanti, S.Pd., M.Ds.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SUSANTIE, 2021. Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah BagiUmat Hindu Kaharingan Di Desa Tangkahen Kabupaten PulangPisau. Tesis Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Agama Hindu Program Pascasarjana IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil, Pembimbing II Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag.,Ph.D. Tesis ini mengkaji Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah BagiUmat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Fenomena yang terjadi, belum terkelola dengan baik dan maksimal peninggalan dari Bawi Ayah yang ada di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Berdasarkan uraian tersebut masalah yang dikaji adalah : 1. Bagaimanakah tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 2. Apa makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 3. Apa nilai pendidikan yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi pendidikan agama Hindu di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian ini, untuk mengkaji dan menggali pengetahuan tentang tata kelola keberadaan peninnggalan Bawi Ayah, makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah dan nilai pendidikan peninggalan Bawi Ayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan adalah secara Purposive. Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan menggunakan teori manajemen analisis sistem, teori fungsionalisme struktural dan teori kebudayaan. Dari hasil penelitian ini memperoleh hasil bahwa perlunya tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau, melalui berbagai tahap perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Peninggalan dari Bawi Ayah memiliki makna yang terkandung didalamnya dan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada peninggalan tersebut
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Santi Tya Rahayu. 2020, Peran Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran Agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson,S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji Peran Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran Agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya. Guru saat ini hanya menggunakan metode ceramah membuat pembelajaran kurang menarik sehingga peserta didik menjadi pasif dan kurang termotivasi untuk belajar. Pengguna metode pembelajaran yang menonton dan membosankan mengakibatkan peserta didik kurang minat belajar dalam proses pembelajaran sehingga menyebabkan masih ada peserta didik yang hasil belajar rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang (1) Bagaimana peran guru dalam melaksanakan proses pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya (2) Apa saja yang menjadi kendala dalam melaksanakan pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya (3) Apa upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran Agama Hndu di SMK Negeri 2 Palangka Raya. Tujuan penelitian : secara umum, penelitian ini dikategorikan sebagai penjelajahan lapangan dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak, sedangkan secara khusus untuk mengetahui bagaimana peran guru Agama Hindu dalam melaksanakan proses pembelajaran, untuk mengetahui apa saja kendala serta untuk mengetahui apa upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dikaji dengan Teori Behaviorisme, Teori Kognitivisme, Teori Konstruktivisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa (1)Peran guru dalam melaksanakan proses pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya, yang dilakukan oleh guru agama Hindu hanya berperan guru sebagai pendidik yang mengajarkan materi menggunakan metode ceramah. Hal yang perlu ditingkatkan lagi adalah peran sebagai motivator mengingat masih banyakpeserta didik yang kesusahan menerima materi dengan baikdan bisa menggunakan metode pembelajaran variasi agar meningkatkan minat belajar siswa. (2) Kendala dalam melaksanakan pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya yaitu: kendala dari dalam diri siswa seperti pembawaan psikologi siswa sebagai pengaruh dari pola asuh atau kondisi dalam lingkungan keluarga, dan kendala dari luar siswa seperti perilaku siswa yang timbul sebagai akibat dari pengaruh luar seperti teman bergaul, masih kurang adanya kebersamaan tenaga pendidik dengan peserta didik. (3) Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran Agama Hndu di SMK Negeri 2 Palangka Raya, upaya yang perlu dilakukan oleh seorang guru sebagai motivator adalah melakukan pendekatan yang lebih kepada siswa, membuat siswa nyaman untuk menceritakan permasalahannya agar dapat mencari jalan keluar dari permasalah itu sehigga siswa dapat termotivasi belajar lebih giat lagi.