Profil penulis
M
1.033 karya publik ditemukan.
Perkembangan hukum perdata dalam dimensi sejarah dan politik hukum di Indonesia
Historical and political aspects of Indonesian civil law and its progress.
Sejarah perkembangan arsitektur kota Islam Banten
Sejarah pertumbuhan sastra Indonesia di Jawa Barat
The history of Indonesian literature in Jawa Barat.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GUR AGAMA HINDU DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA ERA NEW NORMAL DI SMP NEGERI DI KOTA PALANGKA RAYA
ABSTRAK Tesis ini mendeskripsikan upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP Negeri di Kota Palangka Raya. Guru agama Hindu belum banyak memahami peningkatan kompetensi pembelajaran secara daring dan upaya guru memberikan metode pembelajaran yang tepat agar apa yang disampaikan diterima siswa dengan baik. Ditemukan berbagai kendala dalam menyampaikan metode pembelajaran yang tepat. Berdasarkan hal di atas, fokus penelitian ini ialah (1) bagaimana upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya, (2) faktor-faktor yang memengaruhi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya, dan (3) bagaimana implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji dan mendeskripsikan upaya, faktor-faktor, dan implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori fenomenologi, teori motivasi, dan teori konstruktivisme dan disajikan secara formal dan informal. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya dilakukan dengan mengikuti workshop, IHT, pelatihan kurikulum, pengembangan diri, dan bergabung dengan MGMP. Yang memengaruhi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya ialah (1) faktor pendukung, di antaranya kesadaran diri, tingkat pendidikan, tingkat kecerdasan, pengalaman mengajar, pengalaman pelatihan, sarana dan prasarana, dan supervisi kepala sekolah; dan (2) faktor penghambat, di antaranya adanya PPKM, penggunaan teknologi, minat, motivasi, dan program peningkatan keprofesian berkelanjutan. Implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya di antaranya terdiri atas implikasi positif yang terdiri atas percepatan transformasi pendidikan, munculnya kreativititas tanpa batas, guru menjadi lebih akrab dan melek teknologi, pembelajaran daring lebih menyenangkan, pembelajaran daring lebih berkualitas, sedangkan implikasi negatif terdiri atas guru yang kurang terlatih, kesulitan memahami sistem yang ada di e-learning, dan kurangnya implementasi pembelajaran menggunakan ICT. Kata kunci: kompetensi guru, new normal, pembelajaran daring
Peternakan berwawasan kebudayaan dan agama Hindu
Kepurbakalaan Sunan Giri
Islamic archaeological remains on graveyard of Sunan Giri regarding propagation of Islam and acculturation of Islamic values in Java, Indonesia.
Makalah Tentang Ilmu Kebudayaan Bangsa Indonesia
Makalah Tentang Ilmu Kebudayaan Bangsa Indonesia
Kebudayaan secara umum
Customs and traditions of Malaysia.
Sejarah wayang
Sejarah kesusasteraan Melayu tradisional dan moden
Landasan kebudayaan Bali
Balinese culture; collected articles.
Kebudayaan Hindu
SANTOMO
SANTOMO
IMPLEMENTASI
IMPLEMENTASI
IMPLEMENTASI AJARAN SIWARATRI KALPA DALAM PELAKSANAAN HARI RAYA SIWARATRI PADA MASYARAKAT HINDU DI DESA LABUHAN KECAMATAN BATANG ALAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH (PERSPEKTIF PENDIDIKAN)
I GUSTI AYU WISMANTARI. 2021. Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa Dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Persfektif Pendidikan) Pembimbing I : Mujiyono S.Ag.,M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama Hindu meliputi Tattwa, Etika dan Upacara. Begitu juga pada aktifitas persembahyangan upacara Siwaratri. Permasalahan penelitian ini yakni: 1. Bagaimana Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan? 2. Apakah Fungsi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri? 3. Apakah nilainilai pendidikan yang terkandung di dalam pelaksanaan hari raya Swaratri?. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan, untuk mengetahui fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri, untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitati. Dan ini sampelnya adalah sampel mutlak, yakni seluruh populasi dalam penelitian ini. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa metode, seperti metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan vertivikasi atau menarik kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 16 april – 17 mei 2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan. Hasil penelitian yaitu: 1. Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raa Siwaratri yaitu: Menurut ajaran Siwaratri Kalpa bahwa elaksanaan hari raya Siwaratri merupakan pemujaan kehadapan Sang Hyang Siwa. 2. Fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri yakni: Upacara Siwaratri bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada manusia untuk menyadari bahwa di dalam dirinya selalu ada pertarungan antara Suru Sampad dan Asuri Sampad. 3. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan yakni: a. Nilai Relegiu. b. Nilai Spiritual. c. Nilai Etika. d. Nilai Estetika. e. Nilai Moralitas, f. Nilai keagamaan Diharapkan kepada umat Hindu agar selalu mengikuti persembahyangan Siwaratri dan mmengikuti brata Siwaratri dan lebih mengikatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
IMPLEMENTASI UPACARA MAGEDONG-GEDONGAN PADA UMAT HINDU DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN KONGBENG KABUPATEN KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR (Perspektif Pendidikan Hindu)
GUSTI BAGUS BIMANTARA. 2021. Implementasi Upacara Magedong-gedongan Pada Umat Hindu Di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji implementasi upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Keberadaan upacara magedong-gedongan ini memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat Hindu dan jarang sekali upacara magedong-gedongan ini dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Mengapa Umat Hindu di Desa Sidomulyo Jarang melaksanakan upacara magedong-gedongan ?, 2) Bagaimanakah Pelaksanaan upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai timur ?, 3) Apakah nilai-nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan upacara magedong-gedongan bagi umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur ?, Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang upacara magedong-gedongan Pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha, teori fungsional structural dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dukumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha yang di peroleh bahwa jarangnya dilaksanakan upacara magedong-gedongan karena kurangnya iksha atau tujuan pemahaman dan pengetahuan dan kemudian sakhti kemampuan ekonomi dan Sumber Daya manusia yang sangat kurang kemudian desa atau tempat yang kurang memadai kemudian kala atau waktu yang kurang mendukung dan yang terakhir patra atau keadaan yang tidak memungkinkan. Kemudian pelaksanan di tinjau dari teori fungsional Struktural bahwa setiap struktur pasti ada fungsinya hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural adalah yaitu tahap pertama (persiapan) tahap kedua (pelaksanaan upacara) dan yang terakhir tahap ketiga (akhir). Nilai Pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai Pendidikan Tattwa, etika (Susila), nilai Pendidikan upacara, material dan tanggung jawab. Implementasi, fungsi dan nilai pendidikan saling berkaitan guna tercptanya hubungan harmonis.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM AJARAN KARMA YOGA BAB III PUSTAKA BHAGAWADGITA
KETUT MERTAYASA, 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Budi Pekerti Dalam Ajaran Karma Yoga Bab III Pustaka Bhagawadgita. Skripsi Jurusan Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag. Fakta sosial pada jaman sekarang lunturnya budi pekerti terutama anak-anak usia remaja yang dipengaruhi oleh budaya barat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita, (2) Mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita yang memiliki relevansi dalam kehidupan sekarang. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Pustaka Bhagawadgita bab III Karma Yoga yang di terjemahkan oleh Prof. Dr. I. B. Mantra. Objek dalam penelitian ini adalah nilainilai pendidikan budi pekerti bab III Pustaka Bhagawadgita. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri serta buku-buku sebagai penunjang. Teknik pengumpulan data memakai Teknik Pustaka. Teknik analisis menggunakan content analysis. Metode penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita yaitu: (a) nilainilai kerja sebagai kewajiban, (b) nilai-nilai pengendalian panca indriya dan nafsu, (c) nilai-nilai yadnya, dan (d) nilai-nilai perbuatan baik dan suci. (2) nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita masih memiliki relevansi dalam kehidupan sekarang yaitu: (a) relevansi kerja sebagai kewajiban, (b) relevansi yadnya, dan (c) relevansi perbuatan baik dan suci. Sebagaimana yang terjadi sekarang saat pandemi covid-19 melanda sikap seorang pemimpin yang selalu bekerja demi menyelamatkan rakyatnya.
PEMBELAJARAN AGAMA HINDU PADA SISWA HINDU MELALUI SISTEM DARING DI SMPN-2 RUNGAN DESA TUMBANG MALAHOI KECAMATAN RUNGAN KABUPATEN GUNUNG MAS
MANSUR, 2021. Pembelajaran Agama Hindu Pada Siswa Hindu Melalui Sistem Daring di SMPN-2 Runga Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Santang, S.Pd., M.Hum. Skripsi ini meneliti dan mengkaji, tentang pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada Siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Pembelajaran agama Hindu yang dilaksanakan di SMPN-2 Rungan secara Daring ini belum terlaksanana secara maksimal kerena beberapa kendala yang dialami. Fenomena yang terjadi dilapangan kurangnya fasilitas pendukung terlaksananya pembelajaran agama Hindu secara Daring. Penelitian ini membahas tentang beberapa rumusan masalah seperti berikut ini: 1) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan, 2) Apakah kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring, 3) Bagaimanakah cara mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan secara daring di SMPN-2 Rungan di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu di SMPN-2 Rungan Desa Tumbang Malahoi. Teknis analisis data menggunakan metode deskritif dan melalui tiga tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data serta penyajian data. Hasil yang peneliti peroleh dari 1) pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan saat ini belum terlaksana secara maksimal atau secara efektif. 2) kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah kurangnya fasilitas pendukung bagi para siswa seperti tidak memiliki Handphone, jaringan yang tidak bagus dan semangat siswa yang kurang. 3) mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah belajar bekelompok atau meminjam handphone orang tua, mencari lokasi yang ada jaringan dan guru dapat meningkatkan semangat siswa dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan menarik.
NILAI PENDIDIKAN DALAM UPACARA PAKAJA MANANTU PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG BEMBAN KECAMATAN MARIKIT KABUPATEN KATINGAN
Umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah pada umumnya mempunyai berbagai Pelaksanaan Upacara Agama sesuai dengan daerah masing-masing atau sesuai dengan daerah aliran sungai (DAS). Upacara Agama Hindu Kaharingan khususnya di Desa Tumbang Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan tidak terpisah dari manusia dan mengikuti dalam setiap kehidupannya. Adapun permasalahan didalam peneliti ini adalah : 1) Bagaimana Pelaksanaan Dalam Upacara Pakaja Manantu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan? 2) Bagaimana Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam Upacara Pakaja Manantu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan? Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif. Jenis sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan yaitu tehnik purposive. Tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dukumentasi. Analisis data dalam penelitian yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori religi, teori symbol, dan teori nilai konstruktif. Berdasarkan dari hasil penelitian yang diperoleh terdapat nilai pendidikan dalam tatacara pelaksanaan upacara pakaja manantu tersebut. Karena dalam pelaksanaan upacara pakaja manantu terdapat Nilai sosial yaitu nilai gotong royong yang tercermin pada saat persiapan upacara, sehingga nilai sosial mempunyai nilai tradisi yaitu Keyakinan atau kebiasaan, nilai religious yaitu nilai sarana yang sakral, nilai tattwa yaitu nilai suatu kebenaran, nilai etika yaitu nilai sopan santun, nilai upacara yaitu nilai suatu pelaksanaannya, dan nilai estetika yaitu nilai suatu keindahan. Oleh sebab itu kita harus berupaya dan berperan aktif dalam melestarikan adat istiadat kita itu sendiri. Seperti halnya kita ikut dalam kegiatan belajar mengajar, tentang pelaksanaan upacara pakaja manantu yang mengandung nilai pendidikan. Kita harus menumbuhkan kecintaan kita terhadap adat istiadat dari nenek moyang kita, terlebih dahulu kita mempelajari agar kita bisa melaksanakan tatacara pelaksanaannya dan bisa mengetahui nilai pendidikan yang terkandung di dalam upacara pakaja manantu tersebut sesuai dengan tatacara pelaksanaan dan nilai pendidikannya.