2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
penerbitan buku “Sejarah Asia Selatan Dari Masa Praaksara sampai Modern” bertujuan untuk memberikan pemahaman secara komprehensif terhadap perkembangan peristiwa historisdi kawasan AsiaSelatan secara holistik. Buku ini disajikan dengan bahasa akademik sesuai dengan kebutuhan sejarawan pendidik agar bisa menyampaikan peristiwa sejarah kepada peserta didik secara baik sesuai kebutuhan kurikulum. Keberadaaan buku ini diharapkan bisa menjadi salah satu rujukan ditengah minimnya sumber belajar materi ini. Seperti pepatah mengatakan tak ada rotan akar pun jadisemoga kehadiran buku ini menjadi jawaban akan permasalahan tersebut
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bali telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah Nusantara sejak sekurang-kurangnya seribu tahun lampau. Kini sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bali memiliki beraneka ragam aspek kebudayaan yang dapat memperkaya kebudayaan nasional. Salah satu unsur kebudayaan Bali yang khas adalah arsitektur tradisionalnya. Arsitektur tradisional Bali adalah gabungan wujud-wujud estetika yang tidak bisa lepas dari sejarah dan sistem religi masyarakat Bali. Telah sekurang-kurangnya seribu dua ratus tahun Bali mengalami masa sejarah, termasuk di dalamnya akulturasi dengan berbagai macam kebudayaan dari beragam etnis. Akulturasi ini menyebabkan arsitektur Bali mengalami banyak perubahan selama kurun waktu itu. Namun demikian, konsep dasar arsitektur Bali, yakni keharmonisan dan keseimbangan antara unsur-unsur religi, sosial dan lingkungan hidup tetap menjadi dasar pijakannya. Buku ini memberikan gambaran singkat mengenai konsep-konsep dasar arsitektur tradisional Bali. Siapa pun yang tertarik dengan keindahan arsitektur Bali dapat memulai petualangannya dengan membaca buku ini. Keunikan arsitektur tradisional Bali beserta konsep tata ruangnya adalah salah satu serpihan aset budaya Nusantara yang majemuk dan bisa dijadikan salah satu ide dalam pembangunan nasional.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perjalanan masyarakat terawal dunia di bawah kepemimpinan Adam mengalami masa disintegrasi ketika terjadi perpisahan salah seorang anak Adam dengan keluarganya karena telah melakukan pembunuhan terhadap saudaranya. Terpecahlah masyarakat Adam menjadi dua. Peradaban dunia pun berada di puncak kejayaan di era Yunani-Romawi. Peradaban mereka berkembang karena pengaruh kebudayaan Babylonia dan Mesir Kuno. Ciri khas yang ditampakkan adalah pembentukan sistem pemerintahan yang lebih terstruktur. Ketika perjalanan dunia sampai pada abad pertengahan, di samping terjadinya disparitas perkembangan di setiap belahan dunia seperti transisi kerajaan Hindu-Buddha ke Islam di Asia Tenggara, sebagian besar kawasan di Eropa dan Asia Timur mengalami zaman kegelapan (dark ages). Praktik imperialisme dan kolonialisme rupanya menjadi ajang untuk saling adu kekuatan. Puncak persaingan itu adalah pertaruhan di kontes Perang Dunia I dan II, di mana Jerman kalah telak. Untuk menata distabilitas akibat perang, dibentuklah PBB. Namun, justru setelah pembentukan PBB seolah menjadi pembenaran Amerika untuk melancarkan aksi militer. Perang pun tak kunjung usai. Secara tak sengaja, terjadilah perang dingin dan perang asimetris yang terjadi hingga hari ini.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Masuknya Islam di nusantara tak lepas dari peran tokoh atau ulama yang hidup pada zaman itu yang kita kenal dengan sebutan Wali Songo. Sembilan wali ini berperan mengenalkan dan menyebarkan ajaran Islam pada masyarakat di nusantara, terutama Jawa. Wali Songo pun menjadi tokoh penting di kalangan masyarakat Jawa kala itu. Hal ini dikarenakan Wali Songo menerapkan metode dakwah yang lembut dan damai sehingga Islam tidak dianggap sebagai ancaman bagi agama lainnya (Hindu-Buddha). Masyarakat Indonesia yang kala itu telah memeluk agama Hindu-Buddha tetap mau menerima ajaran Islam disebabkan oleh metode penyebarannya yang unik, yakni melalui pendekatan budaya. Pendekatan budaya yang dilakukan Wali Songo dalam berdakwah Islam antara lain dengan media kesenian, seperti wayang, tembang Jawa, gamelan, dan upacara-upacara adat yang dipadukan dengan ajaran-ajaran Islam. Kepiawaian Wali Songo dalam berdakwah secara damai menjadikan Islam berkembang mulai dari Jawa bagian barat hingga bagian timur, seperti Cirebon, Demak, Kudus, Muria, Surabaya, Gresik, Lamongan, dan seluruh Pulau Jawa. Dari situlah agama Islam kemudian menyebar ke seluruh penjuru nusantara.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku Sejarah Kebudayaan Bali, Kajian Perkembangan dan Dampak Pariwisata merupakan salah satu hasil pelaksanaan kegiatan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1996—1997. Penulisan Sejarah Kebudayaan Bali ini merupakan salah satu bagian dari penulisan sejarah kebudayaan di Indonesia yang dilakukan Proyek IDSN secara bertahap. Buku ini memuat ikhwal sejarah kebudayaan Bali dalam berbagai aspek. Diantaranya tentang sejarah, geografi, dan perkembangan pariwisata di Bali serta dampak pariwisata bagi kehidupan masyarakat Bali.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
History of Indonesian culture.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku seni rupa Bali yang ada kebanyakan memfokuskan pembahasannya pada masa kolonial dengan Pitamaha sebagai tonggak pembaruan seni rupa Bali. Dengan demikian, pembahasan seni rupa Bali tidak secara utuh dan hanya sepotong-sepotong. Hal ini tidak jarang memunculkan persepsi bahwa seni rupa Bali dimulai sejak masa Pitamaha, masa di mana seni rupa menjadi komoditas. Pembahasan seni rupa Bali masa prasejarah dan masa Bali klasik tampaknya kurang mendapat porsi yang memadai. Buku ini hadir di hadapan pembaca budiman mencoba memberikan gambaran secara utuh tentang periodisasi seni rupa Bali dari zaman prasejarah, awal masuknya agama Hindu dan Buddha, zaman Bali klasik, zaman kolonial, pengaruh pelukis akademis di Bali, sikap perupa Bali menerima pengaruh luar. Seni rupa Bali pada masing-masing zaman tersebut menampilkan karakternya sendiri-sendiri. Seni rupa Bali masa prasejarah, awal masuknya agama Hindu dan Buddha, dan seni rupa masa klasik sarat mengandung makna simbolis berkaitan dengan keyakinan dan agama Hindu yang dianut masyarakat Bali pada waktu itu. Pada masa klasik, puri menjadi patron utama seni. Masa kolonial, seni rupa Bali mengalami perubahan revolusioner dari seni sebagai penyampai isi (pesan agama) menjadi seni yang menonjolkan ungkapan visual semata. Perubahan revolusioner itu terjadi tidak lepas dari peranan perupa akademis, baik dari Eropa, Jawa, maupun perupa Bali. Dalam menerima pengaruh dari luar, perupa Bali selalu menggunakan filter sehingga seni yang diciptakan masih menampilkan ciri khas lokal Bali. Dengan demikian, buku ini juga dapat dijadikan sebagai pegangan bagi guru-guru SMA dan SMK dalam mengajarkan materi pelajaran seni budaya, khususnya seni budaya Bali.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Untuk versi cetak, kunjungi link: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2019/5/pasti-bisa-sejarah-smama-kelas-x#.YWfQB1VBxhE Seri buku PASTI BISA merupakan buku pengayaan yang disusun berdasarkan Kurikulum 2013. Buku ini berisi materi dan soal-soal latihan untuk membantu siswa menghadapi ulangan harian dan ulangan akhir semester. Buku yang membantu siswa mempersiapkan diri agar sukses meraih nilai tinggi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut. • Berisi ringkasan materi pelajaran sesuai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 2013. • Dilengkapi contoh-contoh soal pada setiap subbab yang dibahas secara gamblang dan mudah dipahami (belajar melalui contoh). • Dilengkapi soal-soal latihan yang komprehensif di bagian akhir bab untuk menguji pemahaman materi di setiap bab. • Dilengkapi soal-soal Penilaian Hasil Belajar Semester 1 dan Penilaian Hasil Belajar Semester 2 sebagai latihan untuk menghadapi ulangan akhir semester. Seri PASTI BISA membantu mencapai kesuksesan meraih nilai tinggi pada ulangan harian dan ulangan akhir semester.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sejarah itu Asyik adalah buku pendamping pendidikan sejarah untuk SMA/MA/MAK/SMK/Sederajat kelas X Semester II. Buku ini saya susun berdasarkan kurikulum 2013 dan ditambah dengan muatan lokal sejarah singkat Madura, yang khusus digunakan oleh siswa-siswa dari Madura, atau siswa-siswa non Madura yang mempunyai kesukaan terhadap Madura, atau siapa pun yang ingin mengetahui sejarah Madura secara singkat. Buku ini juga disusun menggunakan sudut pandang kesejarahan secara integral, yaitu memadukan sejarah dengan berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial lainnya, seperti geografi, ekonomi, sosiologi, dan agama. Bahkan, sastra dan kutipan-kutipan kata mutiara pun penyusun coba masukkan di sela-sela materi. Dengan demikian, Sejarah itu Asyik, benar-benar mengasyikkan para peserta didik agar kembali mencintai sejarah Indonesia. Penyusun dalam menyusun materi pendamping sejarah Indonesia untuk kelas X semester II ini juga mencoba sesederhana mungkin membuat pembahasan, yang penyusun sesuaikan dengan kondisi peserta didik, lebih-lebih peserta didik dari kalangan pedesaan, yang kurang mampu memahami istilah-istilah dan uraian-uraian kesejarahan yang disampaikan secara panjang lebar. Dalam buku ini, penyusun berupaya semaksimal mungkin menghindari itu, sehingga harapan bahwa sejarah itu memang asyik dapat tercapai dengan baik. Jika materi sejarah telah mengasyikkan, telah mengenakkan, atau telah menyenangkan, maka isi dari materi itupun akan dapat ditangkap dengan mudah oleh peserta didik. Seterusnya, jika peserta didik dapat menangkap materi dengan mudah, maka harapan kita selaku guru sejarah, nilai-nilai kesejarahan Indonesia akan mudah terinternalisasi dalam kepribadian peserta didik, sehingga tujuan membentuk generasi Indonesia yang cinta NKRI, cinta budaya bangsa, cinta nilai-nilai keindonesiaan, dan cinta pada peradaban bangsanya akan tercapai. Dengan itu, akan tercipta kepribadian bangsa seutuhnya.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Puji Syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Buku Sejarah Perkembangan Kebaya Sunda ini dapat terselesaikan dengan baik. Buku ini merupakan bagian dari Tesis S2 untuk memperoleh Gelar Magister Desain di ITB. Buku ini berisi tentang sejarah dan perkembangan kebaya di wilayah Sunda. Pada kesempatan, ini Penulis menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. Dr. Biranul Anas Z., selaku Pembimbing I yang telah banyak memberikan masukan materi dan pengarahan alur berfikir dalam penelitian ini. 2. Drs. Yan Yan Sunarya, M.Sn., selaku Pembimbing II yang telah memberikan banyak meluangkan waktu untuk bimbingan, memberikan banyak koreksi dan perbaikan serta memberikan motivasi dalam penyelesaian Tesis ini. 3. Prof. Dr. Yakob Sumoharjo yang telah memberikan banyak ilmu dan wawasan serta memberi pinjaman literatur untuk penelitian ini. 4. Drs. Hidayat Suryalaga, selaku Budayawan dan Sejarawan Sunda yang banyak memberikan masukan tentang kebudayaan Sunda. 5. Dra. Miya Rumiyana, selaku narasumber yang telah banyak memberikan data untuk penelitian ini. 6. Dra. Yani Suryani, selaku narasumber dan informan yang banyak membantu dalam memberikan sumber data dan penterjemah literatur bahasa Sunda. 7. Bapak M. Sasmita pemilik Rumah Baca Buku Sunda serta Bapak Sudarsono Katam yang memberikan informasi serta masukan data bagi penelitian ini. 8. Staf Karyawan Perpustakaan Jurusan Senirupa Dan Desain serta Staf Karyawan Perpustakaan Pusat ITB. 9. Aom Lalam Wiranatakusumah, selaku narasumber yang telah banyak memberikan data dan informasi yang berhubungan dengan busana masa Pajajaran. 10. Hj. Hetty Sunaryo selaku narasumber yang telah memberikan informasi tentang busana kebaya Sunda. 11. Ibu Popon Oce Junjunan selaku narasumber yang telah memberikan informasi tentang kebaya menak. 12. Ibu Una pemilik Tiara Salon yang telah memberikan data dan informasi tentang busana tradisional wanita Sunda. 13. Ibu Cornelia Jane selaku narasumber yang telah banyak memberikan informasi tentang busana tradisional wanita Sunda. 14. Hj. Imas Rodiyah yang banyak membantu memberikan data penelitian. 15. Ibu Otih Rostoyati selaku narasumber yang telah memberikan informasi tentang budaya Sunda. 16. Bapak Solichin pemilik Kebaya Bandung, selaku narasumber yang telah memberikan dokumentasi sebagai data penelitian. 17. Yayasan Perpustakaan Haryoto Kunto, Yayasan Perpustakaan Dody Tisnaamidjaya, Perpustakaan Museum Sri Baduga, Perpustakaan Museum Geusan Ulun Sumedang, Perpustakaan Unpas dan Perpustakaan STSI. Kepada semua pihak yang tidak disebutkan, yang telah membantu baik secara moral dan material. Semoga Allah SWT yang Raja Segala Ilmu memberikan balasan yang berlipat ganda dan selalu melimpahkan rahmatnya untuk kita sekalian. Amiin. Bandung, 27 Februari 2019 Penulis Irma Russanti, S.Pd., M.Ds.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Influence of local culture in Islam of Sasak ethnic group in Lombok, Indonesia.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
YEMI
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Balinese culture, prior during, and post the Hindu period; articles.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan