Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.950 item publik

Publikasi

Halaman 83 dari 98

Bharata ka adhunika itihasa lekhana

2021 · Book · Open Access

Contributed articles on the life and works of Asoka Kumara Simha, born 1957, historian from Uttar Pradesh, India, and modern history writing in India.

Itihasa

Amrit Rai
2021 · Book · Open Access

PERAN LEMBAGA ADAT KEDAMANGAN DALAM MENYELESAIKAN KASUS LALU LINTAS DI KECAMATAN KAMIPANG KABUPATEN KATINGAN

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK JON KIPLI, 2020 : Peran Lembaga Adat Kedamangan Dalam Menyelesaikan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH, Pembimbing II Budhi Widodo, SH.,MH. Lembaga kedamangan merupakan lembaga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak di Kalimantan tengah secara umumnya, dan Kabupaten Katingan pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan ranah kekeluargaan. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu: (1) Apa Dasar Kewenangan Lembaga Adat Kedamangan Dalam Menyelesaikan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana Proses Penyelesaian Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana Legalitas Keputusan Lembaga Adat Kedamangan Atas Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? Subjek penelitian adalah Tokoh Mayarakat Hindu Kaharingan, Mantir adat dana Damang Kepala Adat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1) Dasar kewenangan lembaga adat kedamangan dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah bahwa damang kepala adat bertugas menyelesaiakan perselisihan, sengketa atau pelanggaran terhadap hukum adat, dimungkinkan juga masalah-masalah yang termasuk dalam perkara pidana, baik dalam pertama maupun dalam sidang penyelesaian terakhir, baik dalam pemeriksa sebagaimana lazimnya menurut adat yang berlaku. (2) Proses penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu tahap laporan dan tahap sidang adat. Dalam tahap sidang adat dirundingkan suatu keputusan atas kasus yang terjadi dan tahap ini pelaku dikenakan sanksi adat. (3) Legalitas Keputusan Lembaga Adat Kedamangan Atas Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu kekuatan hukum keputusan sidang pada kasus kecelakaan lalu lintas yang diselesaikan di lembaga adat kedamangan di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan sifatnya mengikat karena sudah ada persutujuan dan perjanjian yang telah dibuat dan itu sebagai bukti bahwa kedua belah pihak sudah sepakat untuk melakukan perdamaian Kata Kunci : Peranan, Lembaga Adat, Kedamangan, Penyelesaian Kasus, Kecelakaan Lalu Lintas.

Pengaruh Kepribadian Guru Dan Motivasi Dalam Proses Belajar Mengajar Pada Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri-3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

2020 · Book · Open Access

Pengelolaan pembelajaran penting dilakukan untuk memudahkan proses belajar mengajar untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun pada kenyataannya pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Hindu SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan belum sepenuhnya efektif apabila tidak didukung oleh beberapa pihak yang terkait termasuk kepala sekolah dan guru agama Hindu di sekolah tersebut. Penelitian bertujuan (1) mengetahui perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan; (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ; (3) mengetahui pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer (data dari guru mata pelajaran agama Hindu dan kepala SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan) dan data sekunder (literature, buku, artikel, jurnal, serta situs internet yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan). Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu diSMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan secara keseluruhan sudah di lakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dengan cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan sudah dilakukan tetapi secara keseluruhan belum optimal atau kurang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran diantaranya kurangnya keaktifan guru dalam hal penyampaian pembelajaran, minimnya bahan belajar atau sumber belajar, prasarana dan sarana yang ada disekolah sangat terbatas. Pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu diSMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dibagi dua, yaitu: Pengawasan internal dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan kepada siswa dan pengawasan eksternal dilakukan oleh kepala SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dan pihak Kementerian Agama Hindu Kota Palangka Raya. Secara garis besar kegiatan pengawasan pembelajaran di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan belum optimal atau kurang baik

Ritual Mampunduk Hajat Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman, Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2020 · Book · Open Access

Ritual Mampunduk Hajat selain memiliki nilai-nilai sakral, ritual tersebut memiliki nilai-nilai pendidikan. Akan tetapi fakta yang terjadi tidak semua Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Khususnya Generasi Muda Hindu memahami secara mendalam tentang Ritual Mampunduk Hajat baik dari segi proses pelaksanaan maupun nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya dan segala aspek yang menyangkut ritual tersebut, Masalah-masalah yang berkaitan dengan rendahnya pemahaman Umat Hindu Kaharingan khususnya Generasi Muda Hindu Kaharingan di desa Tumbang Kaman tentang Ritual Mampunduk Hajat tersebut, disebabkan karena Ritual Mampunduk Hajat hanya dipahami dikalangan tertentu saja terutama pada kalangan Pisor/Basir. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif, Teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini misalnya orang yang dianggap paling tahu dengan apa yang kita harapkan, atau dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajah obyek atau situasi yang diteliti. Dalam Hal ini yang menjadi Informan dalam penelitian ini adalah 1 orang Pisor, Ketua Majelis Kelompok, dan 2 orang tokoh Umat Hindu Kaharingan desa Tumbang Kaman. Adapun Teori-teori yang digunakan Peneliti dalam penelitian ini adalah Teori Pendidikan Humanisme, Teori Pendidikan Hindu, Teori Religi dan Teori Nilai. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa Proses pelaksanaan dari Ritual Mampunduk Hajat ini terdiri dari tahap awal, tahap pokok dan tahap akhir. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam Ritual Mampunduk Hajat ini adalah Nilai Pendidikan Tattwa yaitu kepercayaan dan keyakinan kepada Ranying Hatalla Langit sebagai Pencipta Alam semesta dan segala isinya dengan mempersembahkan persembahan suci yang tulus dan ikhlas kepada Sahur Parapah (ManifestasiNya) sebagai wujud rasa bhakti kepadaNya. Nilai Pendidikan Etika dalam Ritual Mampunduk Hajat adalah mengajarkan bagaimana cara kita bersyukur dan berterima kasih kepada Ranying Hatalla Langit, Sahur Parapah karena telah melimpahkan anugerahNya. Nilai Pendidikan Upacara yang terkandung pada Ritual Mampunduk Hajat adalah mengajarkan Umat Hindu Kaharingan khususnya Generasi Muda Hindu Kaharingan untuk mengetahui tentang Ritual tersebut baik dari segi sarana-sarana yang digunakan maupun proses pelaksanaan upacara keagamaan yang berdasarkan tata cara pelaksanaan dan aturan-aturan yang berlaku dari ritual tersebut.

Kinyah Bukung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur. (perspektif seni dan keagamaan hindu)

2020 · Book · Open Access

Perkembangan zaman yang semakin hari semakin berubah, maka merupakan suatu kewajiban bagi umat Hindu Kaharingan untuk selalu menjaga dan melestarikan suatu tradisi upacara. karena berdasarkan pandangan selama ini tradisi Knyah Bukung ini sudah sangat sedikit orang yang mau mengikutinya apalagi generasi muda, sangat jarang untuk ikut atau mengetahui makna dan bentuk-bentuk gerakan Kinyah Bukung yang sebenarnya. Dengan tujuan penelitian yaitu 1) Pelaksanaan Kinyah Bukung pada Masyarakat Hindu Kaharingan 2). Pola gerak Kinyah Bukung pada Masyarakat Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai kabupaten Kotawaringin Timur. Hasil penelitian sebagai berikut: Pelaksanaan upacara Kinyah Bukung berasal dari sebuah cerita legenda atau mitologi. Legenda itulah maka bagi pemeluk agama Hindu Kaharingan selalu melaksanakan Kinyah Bukung setiap ada keluarga yang meninggal dunia. Proses Pembuatan Bukung dalam pembuatannya tidaklah mudah proses pembuatan topeng Bukung akan berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. dimana sebelum sebuah batang kayu gabus (Palawi) diambil, maka yang mengambil terlebih dahulu menyampaikan niatnya yang tulus dan iklas untuk mengambil bagian kayu tersebut untuk dijadikan sebuah topeng Bukung. Adapun proses pelaksanaan upacara Kinyah Bukung yang selalu dilaksanakan setiap ada umat Hindu Kaharingan yang meninggal dunia yaitu selalu diadakan pada malam hari, kecuali pada hari penguburan dimana para Bukung yang datang ikut mengantar jenazah ke kuburan. Pola gerak Kinyah Bukung biasanya akan mengikuti pola gerak dari masing-masing bukung tersebut, seperti : 1) Bukung Kambe; 2) Bukung Kahayan yaitu berbentuk manusia; 3) Bukung Naga berbentuk Kepala Naga; 4) Bukung Bukung Kambe Rawit berbentuk Hantu; 5) Bukung kapatung berbentuk manusia 6) Bukung Bukung burung yaitu berbentuk burung; ; 7) Bukung Langgar yaitu berbentuk binatang gajah ; 8) Bukung Kinyak yaitu berbentuk orang yang dilumuri tanah liat; 9) Bukung Tambalui Lahar yaitu berbentuk Kuyang.

Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Pelaksanaan Basarah di Desa Tubang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan

2020 · Book · Open Access

Penanaman Nilai-Nilai pendidikan dalam melaksanakan Basarah merupakan penanaman yang sangat penting. Penanaman Nilai-nilai dalam melaksakan Basarah tersebut yaitu sebagai berikut: Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah pemimpin bagi umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa tersebut. Yang mana sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat. selain majelis kelompok, tenaga penyuluh tersebut, melakukan penanaman terhadap pelaksanaan Basarah misalkan Basarah di tempat balai dan di tempat orang meninggal (Basarah Ampung). Sehingga dengan adanya permasalahan diatas penulis tertarik untuk mengkaji: 1.Bagaimana Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. 2.Bagaimana Peran pengurus Lembaga Agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di desa tumbang gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. 3. Bagaimana Implikasi Penanaman Nilai-Nmilai Pendidikan Agama Hindu di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Tujuan umum mengacu pada judul. 2.Tujuan Khusus yaitu untuk mengetahui tentang penanaman Nilai-Nilai, Pendidikan Agama Hindu dan untuk mendapatkan gambaran tentang penanaman Lembaga agama Hindu di Desa Tumbang gaei kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Metode yang digunakan dalam ini adalah kualitatif, Teknik penentuan informan yang digunakan adalah Proposive Sampling yang terdiri Ketua Majelis, tokoh-tokoh agama Hindu, dan umat yang beragama Hindu di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Jenis dan sumber data yaitu: data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan teknis analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasakan Hasil penelitian: Bagaimana penanaman nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya kabupaten katingan. .2. bagaimana peran pengurus lembaga Hindu, dalam penanaman nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Gaei. 3. Implikasi penanaman nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Gaei kecamatan Bukit Raya Kabupaten katingan.

Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMKN 1 Palangka Raya Kalimantan Tengah

2020 · Book · Open Access

Pendidikan berlangsung sepanjang zaman sesuai dengan perkembangan dan situasi terjadi saat ini kejadian yang luar biasa yang melanda dunia yaitu pandemi Covid-19, proses pembelajara menjadi berubah dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh dengan daring, luring dan kombinasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tujuan Penelitian, tujuan umum dan tujuan khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen, dianalisis mengunakan deskritif kualitatif. Perencanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah menyiapkan kurikulum untuk sekolah menengah kejuruan untuk kondisi khusus, silabus, kalender pendidikan, jadwal pelajaran dan RPP daring, sarana belajar daring seperti handphone android, leptop dan materi pelajaran. Perencanaan pembelajaran secara luring pada era new normal adalah menyiapkan RPP luring, materi pelajaran, sarana belajar berupa alat komunikasi seperti handphone, radio, televisi dan buku paket. perencanaan pembelajaran secara kombinasi pada era new normal adalah menyiapkan RPP kombinasi, sarana berupa jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah pendahuluan: mengucap salam, berdoa, mengisi daftra hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran melalui googleclassroom. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menggali informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Kegiatan penutup: membuat kesimpulan, melakukan refleksi, melakukan evalusi pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara luring adalah pendahuluan: berdoa, menyiapkan dan menginformasikan materi pelajaran dalam bentuk buku paket dan lembar kerja, memotivasi peserta didik.Kegiatan inti: memberikan kesempatan kepada peserta didik/orang tua untuk menanyakan hal-hal yang belum di pahami berkaitan dengan materi, tugas melalui telephone seluler penutup: berdoa setelah belajar luring.Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu sacara kombinasi adalah pendahuluan: salam, berdoa, mengisi daftar hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran melalui googleclassroom atau mengambil materi berupa buku paket, lembar kerja peserta didik kesekolah dengan jadwal yang sudah ditentukan dan memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menginformasikan, mengasosiasi, komunikasikan melalui googleclassroom/handphone. penutup: membuat rangkuman atau kesimpulan pelajaran, refleksi, mengirimkan foto hasil kegiatan lembar kerja peserta didik atau menyetorkan tugas kesekolah, evalusi pembelajaran dengan kuis atau lembar kerja peserta didik, berdoa sebelum menghakhiri pelajaran.

Dandang Tingang dalam Basarah Hindu Kaharingan Di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2020 · Book · Open Access

Agama Hindu yaitu bersifat fleksibel dan universal memberikan keleluasan dan kemudahan kepada umat Hindu untuk melaksanakan ajaran Hindu sesuai dengan Desa Kala Patra. Desa artinya sebuah tempat di mana umat Hindu itu berada, Kala artinya waktu dan Patra artinya keadaan. Seperti yang ada di Kalimantan Tengah, memiliki cara beribadah yang berbeda dengan Umat di daerah yang lain. Cara beribadah umat Hindu Kaharingan di sebut Basarah. Pelaksanaan Basarah memiliki etika dan norma dalam pelaksanaannya. Salah satu hal penting dalam Basarah adalah adanya sarana bulu ekor Tingang atau yang disebut Dandang Tingang. Dandang Tingang memiliki makna yang penting dalam persembahyangan Basarah. Sehingga umat Hindu Kaharingan saat ini masih banyak belum memahami nilai-nilai yang terkandung pada Dandang Tingang yang digunakan dalam Basarah. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi tingkat pemahaman dan kesadaran dalam pelaksanaan Basarah, yang kemudian berdampak pada kualitas keyakinan/sradha. Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah yang diangkat penulis yaitu: 1) Bagaimana pemahaman Umat Hindu Kaharingan terhadap penggunaan Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu? 2) Apa nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung pada Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu? 3) Bagaimana Implikasi nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu pada Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu? Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif, Jenis sumber data penelitiann yaitu sumber data primer dan sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik Purposive. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dimulai tanggal 20 Juli sampai 20 Agustus 2020, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu Pemahaman Umat Hindu Kaharingan terhadap penggunaan Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu berdasarkan hasil wawancara bahwa sebagai salah satu sarana Basarah dan dijadikan sebagai perantara permohonan dan ucapan syukur kepada Ranying Hatalla. Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung pada Dandang Tingang dalam Basarah yaitu Nilai tatwa, nilai etika dan nilai upacara. Implikasi nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu pada Dandang Tingang dalam Basarah yaitu dengan menerapkan tiga komponen Tri Hita Karana itu meliputi hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia (Pawongan), dan hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam lingkungan (Palemahan)

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Umat Hindu Dalam Pelaksanaan Basarah Di Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya

2020 · Book · Open Access

Dalam agama Hindu mengenal tentang tiga kerangka dasar yaitu tattwa, etika dan upacara. Pelaksanaan upacara inilah yang membedakan agama Hindu dengan agama lainnya, karena agama Hindu lebih dominan kedalam pelaksanaan upacara yaitu sebagai bentuk implementasi ajaran tattwa dan etika secara nyata. Sama halnya dengan hari raya Saraswati yang dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk pemujaan kepada dewi Saraswati dan memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan. Partisipasi umat Hindu sangat penting demi kelangsungan pelaksanaan hari raya Saraswati terutama pesembahyangan yang dilakukan pada saat pagi hari. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain : (1) Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya? (2) Bagaimana upaya pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya, (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Sumber data penelitian ini adalah ketua PHDI, guru agama Hindu, Penyuluh agama, Pemangku, masyarakat Hindu dan dokumen desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Fungsionalisme dan teori Religi. Metode yang digunakan untuk menumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah yaitu waktu pelaksanaannya, kesibukan, kurangnya kesadaran, kurangnya pengetahuan, kurangnya rasa memiliki, anggapan bahwa hari raya Saraswati kurang penting dan lebih fokus terhadap persembahyangan di Balai masing-masing. Sedangkan upaya pembinaan yang harus dilakukan adalah melakukan pembinaan, melakukan rembug sastra, memotivasi diri sendiri, melakukan komunisadi dengan pemuka agama, penyuluh agama dan guru agama Hindu.

Minat Belajar Siswa Terhadap Pembelajaran Seni Budaya SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

2020 · Book · Open Access

Perkembangan jaman semakin pesat dalam ilmu pengatahuan dan teknologi. Kemajuan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat, mengakibatkan peningkatan upaya pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahi bagaimana tujuan : (1) Bagaimanakah minat belajar siswa terhadap mata pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? (2) Apakah faktor-faktor yang menjadi penghambat minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? (3) Bagaimanakah upaya meningkatkan minat siswa dalam belajar seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? khususnya dalam upaya memberika ilmu pengetahuan tentang minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya. Medote yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode yang didasarkan atas kenyataan yang berlangsung sekarang dimana data-data yang mula-mula dikumpul dan disusun, kemudian dijelaskan serta dianalisis, di dalam penelitia. Dari analisi data tersebut dapat disimpulkan bahawa: (1) minat belajar siswa terhadap mata pelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau dalam mengetahui minat belajar siswa guru minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya sangat kurang karena siswa-siswi masih kurang percaya diri dalam mengasah kemampuan dan pengetahuan yang di miliki di bidang seni budaya. (2) faktor-faktor yang menjadi penghambat minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau yang menjadi faktor penghambat minat belajar siswa merupakan kendala yang dihadapi seorang siswa yang masih kurang minat niat belajar atau motivasi dalam dirinya (3) upaya meningkatkan minat siswa dalam belajar seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau Upaya seorang guru khusunya guru mata pelajaran seni budaya didalam meningkat minat pelaksanaan proses pembelajaran tentunya sangat besar sekali, dimana guru agama seni budaya bertidak sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dan pelatih yang harus dipedomani oleh para siswa disekolah

Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan

2020 · Book · Open Access

Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji tentang Kendala yang terjadi pada Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit. Siswa di SMAN 1 Marikit mengalami kesulitan dan hambatan dalam memahami dan menerima Mata Pelajaran Seni Budaya yang disampaikan oleh guru, oleh karena itu perlu mengkaji tentang: (1) pembelajaran siswa dalam Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (2) Kendala Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Behavioristik, teori Kendala, dan teori Motivasi Belajar. Hasil penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori: (1) Pada pembedahan rumusan masalah yang nomor satu menggunakan teori Behavioristik (2) pada rumusan masalah yang ke-dua menggunakan teori Kendala (3) pada rumussan masalah nomor tiga menggunakan teori motivasi belajar. Hasil penelitian yang dikaji berdasarkan teori yang digunakan adalah: (1) sistem pembelajaran pada Mata Pelajaran Seni Budaya masih belum menggunakan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan ajar yang digunakan hanya satu bahan ajar saja yakni buku paket Seni Budaya; (2) guru hanya menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab saja, belum tersedianya alat-alat atau media yang digunakan untuk melakukan praktek, media yang digunakan hanya spidol dan papan tulis saja. Guru yang mengajar Mata Pelajaran Seni Budaya merupakan tidak berlatar belakang dari pendidikan Seni. Keadaan ruang kela yang masih belum efektif. Kurangnya kreativitas guru dalam mengajar; (3) adapun upaya yang dilakukan adalah kepala sekolah udah menanyakan tentang silabus kepada Dinas Pendidikan namun masih belum ada respon. Guru Seni Budaya menanyakan pada sekolah lain yang mungkin mempunyai silabus agar bisa menyusun RPP. Kepala sekolah jjuga sudah mengusulkan untuk pengadaan alat-alat atau sarana prasarana agar bisa digunakan pada saat praktek. Kepala sekolah sudah mengupayakan untuk memperbanyak bahan ajar Mata Pelajaran Seni Budaya

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pesiwah Pada Umat Hindu Dayak Lawangan Di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong

2020 · Book · Open Access

Skripsi ini mengkaji tentang Nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Pesiwah pada umat Hindu dayak lawangan di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Fenomena yang terjadi dalam upacara Pesiwah masih kurangnya keterlibatan generasi muda sehingga sehingga minimnya pengetahuan akan pelaksanaannya termasuk nilai-nilai yang terkandung pada upacara Pesiwah, berkaitan dengan pendidikan keagamaan. (1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangan di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. (2) Apa saja Nilai-nilai Pendidikan agama Hindu dalam upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangan di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu, untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai pendidikan agama Hindu seperti nilai pendidikan Tattwa, Susila dan Upacara yang dikenal dengan Tiga kerangka dasar agama Hindu, guna memperkaya keilmuan agama terkhususnya pelaksanaan upacara Pesiwah. Teori yang digunakan 1) Teori Fungsinalisme Struktural 2) Teori Nilai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah Snow Ball dalam pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan analisis data penelitian yang landasi teori atau konsep dapat disimpulkan bahwa: (1) Upacara Pesiwah merupakan upacara melepas Pali sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang telah didapat dan dipersembahkan melalui upacara Pesiwah ditujukan kepada Tuhan beserta manifestasi-Nya. Tahap Pelaksanaan upacara Pesiwah terbagi menjadi tiga tahap yaitu meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir, untuk persiapan diantaranya, biaya, waktu, tempat, Besaruan (mengundang), sarana prasarana, membuat Anshak, memasak Lamang, serta menata persembahan, sedangkan untuk pelaksanaan meliputi menghidupkan Damuan sebagai pemberitahuan bahwa ritual akan dimulai, Sempuri bercerita asal musal Pesiwah, permbersihan sarana dan prasarana, dan yang terakhir menghaturkan persembahan kepada Tuhan dan para manifestasi-Nya, dan tahap akhir yaitu makan bersama dan penyerahan Tembai kepada Balian. (2) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara Pesiwah adalah: Nilai pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Susila/etika serta Nilai Pendidikan Upacara.