DODI KARNO
2021 · Book · Open Access
Skripsi ini mengkaji tentang Dampak Karungut Musik Modern Terhadap Pelestarian Karungut Musik Tradisional dengan penomena-penomena atau permasalah yang terjadi di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah karena sekarang ini pelestarian alat musik tradisional sebagai pengiring karungut sudah sangat jarang digunakan minat generasi muda untuk menggunakan alat musik tradisional sebagai pengiring karungut sudah terpengaruh dengan kehadiran alat musik modern yang sangat mudah didapatkan dan sangat mudah untuk digunakan. Rumusan masalah yang diangakat penulis yaitu : 1. Apa Dampak Karungut Musik Modern terhadap pelestarian karungut musik Tradisional di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah?, 2. Bagaimana upaya agar Karungut Musik Tradisional tetap eksis dan berkembang di tengah kemajuan zaman?. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif. Jenis sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, tehnik penentuan informan yaitu tehnik purposive. Tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dukumentasi. Analisis data dalam penelitian yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penulisan skripsi ini teori yang digunakan yaitu Teori Dampak Sosial, Teori Upaya, Teori Fungsionalsime Struktural. Dari hasil penelitian yang diperoleh terdapat dampak positif penggunaan alat musik untuk mengiringi karungut. Budaya musik modern yang masuk di tengah-tengah kelestarian budaya karungut tradisional sangat baik. Dengan kehadiran Alat musik modern Untuk mengiringi karungut, generasi milenial sangat banyak yang tertarik dengan musik dan karungut, banyak juga yang mengenalnya hingga keluar daerah dan selalu eksis diberbagai jejaring sosial media. Dampak negatif dari penggunaan alat musik modern mengiringi karungut. Penggunaan alat musik modern sangat mengurangi minat generasi muda untuk belajar dan mempelajari alat musik tradisional karena dikatan terlalu kuno dan sangat sulit untuk dipelajari. Lambat laun juga anak cucu generasi penerus nantinya banyak yang tidak bisa memainkan bahkan tidak akan menutup kemungkinan mereka tidak mengenalnya lagi alat musik tradisional yang sering digunakan untuk mengiringi karungut. Oleh sebab itu kita harus berupaya dengan kita harus berperan aktif dalam melestarikan budaya kita itu sendiri. Seperti halnya kita ikut dalam kegiatan belajar mengajar, tentang alat musik tradisional untuk mengiringi karungut. Kita harus menumbuhkan kecintaan kita terhdapa budaya kita sendiri, terlebih dahulu kita mempelajari agar kita bisa memainkan dan menggunakan alat musik tradisional itu sendiri sesuai dengan fungsi dan tempatnya.
I GUSTI AYU WISMANTARI
2021 · Book · Open Access
I GUSTI AYU WISMANTARI. 2021. Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa
Dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri Pada Masyarakat Hindu Di Desa
Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
(Persfektif Pendidikan)
Pembimbing I : Mujiyono S.Ag.,M.Ag
Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag.,M.Si
Sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama Hindu meliputi Tattwa, Etika
dan Upacara. Begitu juga pada aktifitas persembahyangan upacara Siwaratri.
Permasalahan penelitian ini yakni: 1. Bagaimana Implementasi Ajaran Siwaratri
Kalpa dalam Pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan? 2. Apakah Fungsi
Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri? 3. Apakah nilainilai pendidikan yang terkandung di dalam pelaksanaan hari raya Swaratri?.
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa
dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan, untuk mengetahui fungsi
ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri, untuk mengetahui
nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitati. Dan ini
sampelnya adalah sampel mutlak, yakni seluruh populasi dalam penelitian ini.
Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa metode, seperti
metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Sedangkan teknik
analisa data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data, dan vertivikasi atau menarik kesimpulan. Waktu
penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 16 april – 17 mei
2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu di Desa Labuhan Kecamatan
Batang Alai Selatan.
Hasil penelitian yaitu: 1. Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam
pelaksanaan hari raa Siwaratri yaitu: Menurut ajaran Siwaratri Kalpa bahwa
elaksanaan hari raya Siwaratri merupakan pemujaan kehadapan Sang Hyang
Siwa. 2. Fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri
yakni: Upacara Siwaratri bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada
manusia untuk menyadari bahwa di dalam dirinya selalu ada pertarungan antara
Suru Sampad dan Asuri Sampad. 3. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam
pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan yakni: a. Nilai Relegiu. b. Nilai
Spiritual. c. Nilai Etika. d. Nilai Estetika. e. Nilai Moralitas, f. Nilai keagamaan
Diharapkan kepada umat Hindu agar selalu mengikuti persembahyangan
Siwaratri dan mmengikuti brata Siwaratri dan lebih mengikatkan Sradha dan
Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
SINTA
2021 · Book · Open Access
Pendidikan merupakan salah satu usaha setiap Bangsa untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia sehingga membantu memperlancarkan pelaksanaan
pembangunan Nasional Indonesia, di sisi lain Indonesia saat ini sedang mengalami
kondisi tidak baik sedang maraknya wabah Covid-19. Hal itu berpengaruh pada
dunia Pendidikan sehingga proses pembelajaran awalnya tatap muka secara
langsung diganti menjadi Pembelajaran Online atau daring. Rumusan masalah
bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom
pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang
kabupaten Barito Utara dan Apa Kendala dalam Pelaksanaannya. Penelitian ini
bertujuan untuk meneliti bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan
Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA
Negeri 1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara dan untuk mengetahui kendala
dalam Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu. Subyek pnelitian ini yaitu Kepala
Sekolah, Guru Agama Hindu dan Siswa beragama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung
Timang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode
pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dianalisis
menggunakan deskritif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu teori sibernetik..
Hasil penelitian Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi
Google classroom diterapkan pada masa pandemi setelah ada surat edaran dari
Kemendikbud untuk melaksanakan pembelajaran Online. Tahap perencanaan Guru
dan Siswa menyiapkan media seperti Handphone, belajar mengaplikasikan Google
classroom, Guru Agama Hindu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) dan menyiapkan materi berupa PPT dan video Pembelajaran. pelaksanaan
pembelajaran pendahuluan: Guru membagikan materi di google classroom,
mengucapkan salam, Guru menyampaikan Topik. Kegiatan inti : menyimak,
memahami dan menanyakan. Penutup : Guru menyampaikan materi pertemuan
selanjutnya, dan mengucapkan salam. kemudian mengavaluasi pembelajaran yang
disampaikan. Kemudian kendala yang dialami yaitu Guru agama Hindu belum
terlalu optimal dalam mengaplikasikan Google classroom, jaringan internet di
wilayah kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang tidak stabil dan
sinyal 4G bisa hilang beberapa hari, Kuota internet yang mahal berdasarkan
perbandingan Harga sehingga siswa lambat merespon pembelajaran yang
disampaikan oleh Guru Agama Hindu di ruang Goole Classroom dalam proses
pembelajaran.
WAYAN KARTINI
2021 · Book · Open Access
WAYAN KARTINI. 2021. Pemahaman Umat Hindu Tentang Kidung Suci Dewa Yajna Dalam Persembahyangan Di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau (Perspektif Pendidikan Hindu).
Pembimbing I. Dr.I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A
Pembimbing II. I Made Paramarta,S.Ag.,M.Si
Penelitian ini mengkaji pemahaman umat Hindu tentang kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma di Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami kidung suci dewa yajna. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya belum banyak memahami tentang meningkatkan pemahaman dan keterampilan melagukan kidung suci dewa yajna. Dalam pelaksanaan persembahyangan kidung suci dewa yajna masih di gunakan, tetapi tidak semua umat Hindu ikut melagunakannya. Melantunkan kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di pandang sebagai sarana untuk menghaturkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) pemahaman umat Hindu tentang kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau, (2) kendala umat Hindu dalam melagukan kidung suci dewa yajna di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau, (3) upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan melagukan kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten pulang Pisau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengekplorasi, mendeskripsikan pemahaman umat Hindu melagukan kidung suci dewa yajna, dan menganalisis jenis–jenis kidung suci yang digunakan, kendala umat Hindu dalam melagukan kidung suci dewa yajna, upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan melagukan kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis pemahaman umat Hindu tentang kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung kabupaten pulang pisau (perspektif pendidikan Hindu). Data ini di peroleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Penelitian bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah di lakukan verifikasi, data dianalisis dengan beberapa teori yang relevan seperti teori interaksi simbolik, teori fenomenologi, teori sad dharma dan teori pendidikan Hindu. Hasilnya disajikan secara formal dan informal.
Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa Pemahaman Umat Hindu Tentang kidung sucid dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau adalah untuk mengetahui Pemahaman Umat Hindu tentang Ketuhanan (Para Vidya), Pemahaman Umat Hindu Tentang Duniawi (Apara Vidya). Kendala Umat Hindu Dalam Melagukan kidung suci dewa yajna di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau adalah Dalam menembangkan kidung suci dewa yajna di Desa Garantung sudah tentu terdapat hambatan-hambatan yang dihadapinya. Faktor-faktor yang menjadi penghambat atau kendala yang merupakan faktor dari luar (internal) dan kendala dari dalam (eksternal).Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Melagukan kidung suci dewa yajna Dalam Persembahyangan Di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau adalah menggunakan enam metode dalam ajaran agama Hindu yang dapat digunakan dalam mendalami ajaran agama Hindu, yang disebut dengan metode Sad Dharma, Metode yang dimaksud adalah (1) Dharma Sedana, (2) Dharma Gita, (3) Dharma Wacana, (4) Dharma Tula, (5) Dharma Yatra dan, (6) Dharma Santi.
YULI YANA
2021 · Book · Open Access
YULI YANA, 2021. Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.
Pembimbing I Yuni Permata, S.Pd., M.Pd
Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H
Pembelajaran sistem daring telah diterapkan disemua sekolah yang terdampak dari Covid-19. Salah satu sekolah yang terdampak dari wabah covid-19 yaitu SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Salah satu mata pelajaran yang terdampak dari wabah Covid-19 yaitu mata pelajaran pendidikan Agama Hindu. Akan tetapi yang terjadi dilapangan tidak semua siswa bisa mengikuti pembelajaran secara daring karena tidak semua siswa memiliki perangkat pembelajaran (laptop/handphone) yang memadai untuk mengikuti pembelajaran daring. Sehingga sekolah ini tidak menerapkan pembelajaran daring dikarenakan beberapa kendala dan alasan tersendiri diantaranya karena sekolah ini berada di pedalaman dan jaringan untuk mengakses internet masih sangat sulit untuk ditemukan, kemudian dikarenakan juga jumlah siswa disekolah ini juga bisa dikatakan sedikit, sehingga pada masa covid-19 seperti saat ini ketika melangsungkan pembelajaran secara tatap muka tidak akan menimbulkan kerumunan, hingga pada akhirnya sekolah ini menerapkan pembelajaran pada masa covid-19 ini yaitu tetap dengan tatap muka / luring.
Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Untuk mengetahui bagaimana kendala dan solusi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Narasumber penelitian, terdiri dari guru mata pelajaran pendidikan agama Hindu Kepala sekolah dan siswa kelas IV dan kelas V yang beragama Hindu sebanyak 2 orang. Untuk memperoleh data penelitian digunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan dilaksanakan dengan luring, motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan agama Hindu dan pengetahuan masih stabil tidak mengalami penurunan dari tahun lalu dilihat dari nilai rata-rata siswa 80-90.(2) kendala dan solusi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan yaitu kurangnya sarana atau media pembelajaran yang disediakan sekolah,Solusinya guru-guru harus membuat jadwal untuk bergantian memakai laptop sekolah dan sekolah mengusulkan ke dinas untuk pengadaan penambahan komputer atau laptop sekolah.
I GUSTI BAGUS BIMANTARA
2021 · Book · Open Access
GUSTI BAGUS BIMANTARA. 2021. Implementasi Upacara Magedong-gedongan Pada Umat Hindu Di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji implementasi upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Keberadaan upacara magedong-gedongan ini memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat Hindu dan jarang sekali upacara magedong-gedongan ini dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Mengapa Umat Hindu di Desa Sidomulyo Jarang melaksanakan upacara magedong-gedongan ?, 2) Bagaimanakah Pelaksanaan upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai timur ?, 3) Apakah nilai-nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan upacara magedong-gedongan bagi umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur ?, Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang upacara magedong-gedongan Pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha, teori fungsional structural dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dukumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha yang di peroleh bahwa jarangnya dilaksanakan upacara magedong-gedongan karena kurangnya iksha atau tujuan pemahaman dan pengetahuan dan kemudian sakhti kemampuan ekonomi dan Sumber Daya manusia yang sangat kurang kemudian desa atau tempat yang kurang memadai kemudian kala atau waktu yang kurang mendukung dan yang terakhir patra atau keadaan yang tidak memungkinkan. Kemudian pelaksanan di tinjau dari teori fungsional Struktural bahwa setiap struktur pasti ada fungsinya hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural adalah yaitu tahap pertama (persiapan) tahap kedua (pelaksanaan upacara) dan yang terakhir tahap ketiga (akhir). Nilai Pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai Pendidikan Tattwa, etika (Susila), nilai Pendidikan upacara, material dan tanggung jawab. Implementasi, fungsi dan nilai pendidikan saling berkaitan guna tercptanya hubungan harmonis.
HILKA
2021 · Book · Open Access
HILKA.2021,Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu Di Masa Covid Pamdemi 19 Di SDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I Lilik S.Ag.,M.Pd.H dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si
Skripsi ini mengkaji Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu di Masa Covid Pandemi 19 DiSDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara suasana lingkungan belajar sering dipersepsikan sebagai suatu lingkungan yang menyiksa, membosankan, kurang merangsang, dan berlangsung secara menonton sehingga anak-anak belajar dengan terpaksa, tidak semangat dan kurang bergairah. Dilain pihak para guru juga berada dalam suasana lingkungan yang kurang menyenangkan dan sering terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentag ( 1). Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu di Masa Covid Pandemi 19 DiSDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara (2) Kendala Dari Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu di SDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Tujuan penelitian:penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif Dan Menyenangkan (PAIKEM) Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara.
Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan doumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar Peran, teori belajar konstruktivistik dan teori belajar implementasi.
Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: ( 1). Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu di Masa Covid Pandemi 19 DiSDN-1Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, yang dilakukan oleh guru agama Hindu yaitu terlebih dahulu melakukan perencanaan pembelajaran misalnya dengan menyiapkan RPP, silabus, menguasai materi yang akan diberikan agar ketika masuk keruangan dapat memberikan materi dengan baik. Selain itu dalam Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu Di Masa Covid Pandemi 19 juga melakukan perumusan tujuan dengan menganalisis tingkat kompetensi dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) untuk memenuhi tuntutan minimal kompetensi yang dijadikan standar nasional. adapun bentuk pemaparan perencanaan pembelajaran guru agama Hindu (2) Kendala Dari Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu di Covid Pandemi 19 DiSDN-1 Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara yaitu siswa masih belum berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran, di ruangan ketika pembelajaran berlangsung siswa lebih banyak cenderung diam dan tidak mau bertanya dan ketika guru agama Hindu bertanya sebagian dari
x
IAHN-TP Palangka Raya
mereka diam sehingga Kesulitan Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran Agama Hindu Di Masa Covid Pandemi 19 belum bisa berlajalan dengan baik karena siswanya cenderung fasif. Selain itu sarana dan prasara khususnya untuk agama Hindu masih belum memadai ketika melakukan praktek siswa masih menggunakan media atau alat seadanya.
KETUT MERTAYASA
2021 · Book · Open Access
KETUT MERTAYASA, 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Budi Pekerti Dalam
Ajaran Karma Yoga Bab III Pustaka Bhagawadgita. Skripsi Jurusan
Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama
Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I
Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri,
S.Ag., M.Ag.
Fakta sosial pada jaman sekarang lunturnya budi pekerti terutama anak-anak
usia remaja yang dipengaruhi oleh budaya barat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)
Mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab
III Pustaka Bhagawadgita, (2) Mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti
dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita yang memiliki relevansi
dalam kehidupan sekarang.
Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif.
Subjek penelitian ini adalah Pustaka Bhagawadgita bab III Karma Yoga yang di
terjemahkan oleh Prof. Dr. I. B. Mantra. Objek dalam penelitian ini adalah nilainilai
pendidikan budi pekerti bab III Pustaka Bhagawadgita. Instrumen dalam
penelitian ini adalah peneliti itu sendiri serta buku-buku sebagai penunjang. Teknik
pengumpulan data memakai Teknik Pustaka. Teknik analisis menggunakan content
analysis. Metode penyajian hasil analisis menggunakan metode informal.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) nilai-nilai pendidikan budi
pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita yaitu: (a) nilainilai
kerja sebagai kewajiban, (b) nilai-nilai pengendalian panca indriya dan nafsu,
(c) nilai-nilai yadnya, dan (d) nilai-nilai perbuatan baik dan suci. (2) nilai-nilai
pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita
masih memiliki relevansi dalam kehidupan sekarang yaitu: (a) relevansi kerja
sebagai kewajiban, (b) relevansi yadnya, dan (c) relevansi perbuatan baik dan suci.
Sebagaimana yang terjadi sekarang saat pandemi covid-19 melanda sikap seorang
pemimpin yang selalu bekerja demi menyelamatkan rakyatnya.
AA DRIADI
2021 · Book · Open Access
Aa Driadi. 2021. Studi Tentang Tingkat Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Persembahyangan (Basarah) Di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro.,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Hendri.,S.Ag.,M.Si
Skripsi ini mengkaji Tentang Tingkat Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Persembahyangan Basarah Di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Pelaksanaan kegiatan upacara Basarah di Desa Mirah Kalanaman masih kurang optimal, dikarenakan berbagai macam faktor kesibukan, waktu, kurangnya kesadaran, kurangnya pengetahuan agama dan faktor lanjut usia. Sehingga ketika ada pelaksanaan kegiatan upacara Basarah hanya sedikit umat hindu kaharingan yang mengikuti persembahyangan Basarah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya minat umat hindu kaharingan dalam melaksanakan persembahyangan Basarah di desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan basarah di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK) Desa Mirah Kalanaman.
Rumusan masalah yang digunakan dalam penulisan Skripsi ini yaitu : (1) Apa saja faktor yang menyebabkan kurangnya minat umat hindu kaharingan dalam melaksanakan Persembahyangan Basarah di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? (2) Bagaimana pelaksanaan kegiatan Basarah di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? (3) Apa Saja Upaya Yang Dilakukan Oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK) Desa Mirah Kalanaman? Teknik memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Sistem menganalisis, Teori Motivasi Vroom Dan Teori Komunikasi.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan Purpossive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Teknik Analisa data menggunakan metode Deskriptif Analisa.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan basarah di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan belum dilakukan secara maksimal oleh umat Hindu Kaharingan disebabkan karena ada
xi IAHN-TP Palangka Raya
beberapa faktor yang menghambat diantaranya adalah 1. Kurangnya kesadaran diri, 2. Pengaruh Kesibukan, 3. Pengaruh Waktu, 4. Pengaruh kurangnya pengetahuan Agama, 5. Pengaruh lanjut usia. Adapun upaya yang dilakukan oleh Majelis kelompok Agama Hindu Kaharingan di Desa Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan yaitu memperhatikan sebab kurangnya minat dalam melaksanakan Persembahyangan Basarah, membuat jadwal Basarah rutin, memberikan arahan, masukan serta selalu menjalin Komunikasi dengan umat Hindu Kaharingan.
MANSUR
2021 · Book · Open Access
MANSUR, 2021. Pembelajaran Agama Hindu Pada Siswa Hindu Melalui Sistem Daring di SMPN-2 Runga Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas.
Pembimbing (I) I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si
Pembimbing (II) Santang, S.Pd., M.Hum.
Skripsi ini meneliti dan mengkaji, tentang pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada Siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Pembelajaran agama Hindu yang dilaksanakan di SMPN-2 Rungan secara Daring ini belum terlaksanana secara maksimal kerena beberapa kendala yang dialami. Fenomena yang terjadi dilapangan kurangnya fasilitas pendukung terlaksananya pembelajaran agama Hindu secara Daring. Penelitian ini membahas tentang beberapa rumusan masalah seperti berikut ini: 1) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan, 2) Apakah kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring, 3) Bagaimanakah cara mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan secara daring di SMPN-2 Rungan di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu di SMPN-2 Rungan Desa Tumbang Malahoi. Teknis analisis data menggunakan metode deskritif dan melalui tiga tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data serta penyajian data.
Hasil yang peneliti peroleh dari 1) pelaksanaan pembelajaran agama Hindu pada siswa Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan saat ini belum terlaksana secara maksimal atau secara efektif. 2) kendala yang dialami siswa Hindu dalam pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah kurangnya fasilitas pendukung bagi para siswa seperti tidak memiliki Handphone, jaringan yang tidak bagus dan semangat siswa yang kurang. 3) mengatasi kendala yang dialami siswa Hindu dalam mengikuti pembelajaran agama Hindu melalui sistem Daring di SMPN-2 Rungan adalah belajar bekelompok atau meminjam handphone orang tua, mencari lokasi yang ada jaringan dan guru dapat meningkatkan semangat siswa dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan menarik.
ETRIANA
2021 · Book · Open Access
ABSRAK ETRIANA, 2021: Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 Dalam Aspek Etika Dan Keterampilan Dalam Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Rungan. Skripsi Fakulas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Hendri S.Ag., M.Si dan pembimbing II Lamri S.Pd., M.Pd.H. Panaturan terdapat beberapa Pasal salah satunya Pasal 41 “Bawi Ayah Hadurut Bara Lewu Telu Nanturung Pantai Danum Kalunen” dalam Pasal ini menceriakan Bawi Ayah turun ke Pantai Danum Kalunen untuk mengajarkan keturunan anak cucu Raja Bunu bagaiman membuat sarana prasarana upacara dari yang terkecil sampai yang terbesar sampai mengajarkan bagaimana bertingkah laku yang baik dan benar, dengan begitu keturunan Raja Bunu tidak akan lupa ajaran yang disampaikan oleh Ranying Hatalla kepada mereka. Namun bersadarkan fenomena di lapangan masih ada kendala dalam implementasi dalam ajaran panaturan pada Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan. Berdasarkan latar beakang tersebut, maka penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan di bahas anatara aian, (1) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika di pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Negeri 1 Rungan? (2) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan? (3) Apakah yang menjadi kendala implementasi ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan? Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, teknik penentuan informan yang di gunakan adalah purposive sampling ynag terdiri dari 6 orang narasumber. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data data diakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasl penelitan ynag dilakukan maka dapatkan hasil bahwa: (1) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika di pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) Tatacara Bicara, (b) Tingkah Laku dan (c) Sopan Santun. (2) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) pembuatan sarana basarah dan (b) pembuatan ketupat. (3) Apakah yang menjadi kendala implementasi ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) Kurang Paham Bahas Sangiang Yang Ada Di Dalam Panaturan, (b) Kehadiran Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan (c) Kurang Bahan Praktek.
MANDANG
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK MANDANG. 2021: Upaya Majelis Resort Meningkatkan Kesadaran Ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Pd.,M.Si Majelis Resort adalah lembaga agama Hindu Kaharingan yang berposisi di Kecamatan serta memiliki tugas dan kewajiban membina dan membimbing seluruh umat Hindu Kaharingan yang ada di Kecamatan. Pelaksanaan ibadah (Basarah) pemuda merupakan salah satu program kerja yang dirancang, dibuat serta di tetapkan oleh Majelis dan jajarannya dimana memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman akan pentingnya pelaksanaan ibadah (Basarah). Namun faktanya berdasarkan fenomena di lapangan kesadaran Ibadah (Basarah) pemuda sangat rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas? (2) Apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas? (3) Bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas?. Penulisan ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. (3) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori struktural fungsional, teori religius, dan teori tindakan sosial. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi/penelitian langsung turun ke lapangan, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif análisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Tidak menetap, (b) Sangat rendah. (2) Apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: Faktor Internal dan faktor External. Faktor internal (a) Waktu (b) Kemalasan (c) Minim pengetahuan agama (d) Minder (e) Pengaruh kesibukan/pekerjaan (f) Jarak dan alat transportasi dan (g) Kurang termotivasi. Faktor External (a) bergaul dengan teman sebaya berbeda agama, (b) Berpacaran berbeda agama (c) Provokasi dari lingkungan sekitar. (3) Bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Latihan/pratek pembuatan sarana dan prasarana keagamaan (b) Pemberian hadiah (c) Memotivasi. Kata Kunci: Upaya, Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan, Meningkatkan Kesadaran Ibadah (Basarah) Pemuda, Pemuda, Agama Hindu Kaharingan.
ELA MAYORA
2021 · Book · Open Access
Ela Mayora, 2021. Strategi Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampun Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Lilik, S.Ag., M. Pd. H
Dalam dunia pendidikan, Strategi Pembelajaran sangatlah penting untuk dilaksanakan gunanya juga agar terwujudnya proses pembelajaran yang di inginkan dan di cita-citakan pada setiap sekolah dan dengan ini Skripsi ini mengkaji Strategi Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara. Oleh karena itu di dalam sekolah ini juga ada beberapa perencanaan atau yang sering di sebut dengan Strategi yang guru Agama Hindu laksanakan pada proses pembelajaran di sekolah dasar pada peserta didik yang beragama Hindu. Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan bahwa yang sangat berpengaruhnya terhadapt keberhasilan dalam perencanaan pembelajaran yang dalam hal ini peserta didik Agama Hindu tidak terlalu fokus dalam melaksanakan pembelajaran Agama Hindu yang di mana proses pembelajaran Agama masih di laksanakan bersama dalam artian nya bergabung belajar bersama pada peserta didik Agama lain, otomatis pembelajaran yang direncanakan atau di lakukan oleh guru tentu tidak maksimal di terima oleh peserta didik Agama Hindu dan juga tidak efektif dalam menerima materi pembelajaran Agama Hindu saat dilaksanakan dalam ruangan. Dengan ini juga ada beberapa Rumusan Masalah dalam penelitian ini yang di mana adalah : 1. Bagaimana strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara? 2. Apa saja kendala pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara? 3. Apa upaya strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara? Begitu juga dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jelasnya bagaimana strategi yang direncanakan oleh guru Agama Hindu dalam pembelajaran di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara.
Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori konstruktivistik dan teori humanistik Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder teknik penentuan informana yaitu menggunakan teknik pusposive sampling serta teknik pengumpulan data seperti observasi,wawancara dan dokumentasi dan instrument penelitian teknik analisis data seperti metode deskriptif dan metode analisis data kualitatif.
Untuk itu tidak lupa juga bahwa hasil dari penelitian menunjukan strategi pembelajaran Agama Hindu dapat terlaksana sebagaimana mesti nya walaupun ada beberapa kendala yang terjadi dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh ini serta hal itu juga tidak terlepas dari adanya upaya yang di rencanakan atau di laksanakan untuk mencegah terjadi nya kendala yang akan di alami pada proses pembelajaran yang akan berlansung tentu juga guru menggunakan berbagai strategi dan upaya dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara.
RAMA SAPUTRA
2021 · Book · Open Access
Rama Saputra, 2021. Peranan GuruParaman Dalam Meningkatkan Minat Basarah di Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP) palangka Raya. Pembimbing ( I ) Suryanto, S.Pd.,M.Pd, Pembimbing ( II ) Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si.
Penanaman nilai-nilai Sraddha dan Bhakti agama Hindu dapat diselenggarakan dalam bentuk pasraman melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. Penelitian ini berfokus mengungkap peranan guru pasraman nonformal dalam meningkatkan minat siswa melakukan Bhakti berupa peribadatan Basarah pada umat Hindu Kaharingan. Di dalam Pasraman Penyang Hinje Simpei adapun yang melatar belakangi rumusan masalah terdapat 3 Masalah, malasah yang ( 1 ) Bagaimanakah Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ? ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ? (3)Apa Upaya yang dilakakukan oleh Guru Pasraman Penyang Hinje Simpei Untuk meningkatkan Minat Basarah Siswa di Pasraman Penyang Hinje Simpei.
Penulisan ini bertujuan : ( 1 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan Bagaimana Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa Di Desa Tarantang kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. ( 2 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan apa kendala Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Tarantang Kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. (3) untuk mengetahui mendiskripsikan Upaya yang dilakukan Guru untuk meningkatkan minat Basarah Siswa Teori yang di gunakan untuk penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Behaviorisme menekankan hanya pada hal-hal yang dapat diobservasi secara kasat mata, maka teori ini memandang proses belajar yang alami oleh manusia oleh kondisi stimulus ( S ) dan respon ( R ).
Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Penyang Hinje Simpei di Desa Tarantang Kecamatan Mnatangai Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan terdiri dari 13 orang , yang menjadi instrumen penelitian adalah penelitian sendiri. waktu yang di gunakan untuk penelitian ini kurang lebih 1 ( satu ) bulan di mulai dari tanggal 22 april s/d 24 Mei 2021 untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Bagaimanakah Peran Guru dalam meningkatkan Minat Basarah siswa Pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) memberikan siswa Motivasi ( b )
10
IAHN-TP Palangka Raya
memberikan dorongan ( c ) menyediakan fasilitas ( d ) mengajarkan siswa membuat sarana prasarana ( e ) latihan yoga dan ( F ) latihan menari ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) kurangnya minat siswa dalam mengikuti ibadah Basarah ( b ) kurangnya dorongan dari orang tua ( c ) malas ( d ) minimnya pengetahuan tentang Agama ( d ) jarak dan kurang termotivasi. ( 3) Apa upaya yang dilakukan Guru dalam meningkatkan minat Basarah siswa (a) memberikan motivasi (b) memberikan pembelajaran yang menarik (c) memberikan nasehat (d) memberikan kepercayaan kepada siswa (e) memberikan Bimbingan ke siswa.
WARDIMAN
2021 · Book · Open Access
WARDIMAN, 2021. Upaya Guru Agama Hindu dalam Meningktatkan Pemahaman Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos.,MAP. Pembimbing II, Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.
Pendidikan agama Hindu memiliki peranan yang sangat penting dalam hal mencetak generasi bangsa yang bermutu dan memiliki kualitas tinggi. Kerjasama yang baik dari semua pihak akan menentukan hasil dari kegiatan pendidikan yang telah dilakukan. Salah satunya yaitu guru. Guru sebagai seorang pendidik akan mengasuh, membimbing dan meningkatkan pemahaman siswa. Upaya guru dalam kegiatan pembelajaran menjadi peran penting dalam mewujudkan generasi siswa yang lebih baik khususnya terhadap dasar-dasar pendidikan agama Hindu di sekolah.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini akan ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa Hindu terhadap dasar-dasar ajaran agama Hindu di SMAN-1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas?. (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi upaya guru dalam meningkatkan pemahaman siswa Hindu terhadap dasar-dasar ajaran agama Hindu di SMAN-1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu teori kognitivisme, teori upaya. Informan penelitian ini adalah guru agama Hindu (satu orang), kepala sekolah, dan siswa kelas X (dua orang) serta siswa kelas XI (satu orang). Teknik pengumpulan data yaitu 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi. Metode penelitan ini yang digunakan metode kualitatif. Dan teknik analisis data meliputi beberapa tahapan yaitu: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarik kesimpulan.
Hasil penelitian upaya guru dalam meningkatkan pemahamahan siswa terhadap dasar-dasar pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas yaitu 1) Guru menghadirkan kegiatan pembelajaran dengan semenarik mungkin, yaitu dengan menggunakan media audio visual berupa film, memperbanyak bahan ajar, berdoa sebelum belajar, mengikuti persembahyangan, dan mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Sementara itu, upaya yang dilakukan pihak sekolah adalah dengan mempersilahkan ruangan kelas sebagai tempat belajar agama Hndu 2) Faktor pendukung adalah berupa adanya kerja sama dari pihak sekolah serta guru dengan masyarakat sekitar dalam bentuk pelatihan. Dan 3) Faktor penghambat yaitu kurangnya bahan ajar berupa buku paket, belum tersedianya tempat belajar khusus untuk mata pelajaran agama, dan keadaaan lingkungan.
ANGGA
2021 · Book · Open Access
Angga 2021. Pelaksanaan Pembelajaran Di Pasrama Penyang Hinje Simpei Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN- TP) Palangka Raya.
Pembimbing I, Dr.Drs I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si
Pembimbing II, Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si.
Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting khususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membimbing seseorang untuk mengembangkan jati diri yang lebih baik. Jadi pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia baik oleh dirinya sendiri maupun melalui orang lain. Dalam penelitian ini penulis mengangkat penelitian pendidikan nonformal Pasraman Penyang Hinje Simpei. Berkaitan dengan pendidikan nonformal pasraman terdapat beberapa masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Penyang Hinje Simpei dan apa manfaat yang dirasakan orang tua setelah adanya Pasraman Penyang Hinje Simpei lingkup penelitian sebagai berikut : (1) pelaksanaan pembelajaran (2) manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua.
Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Penyang Hinje Simpei di Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan 6 orang, yang menjadi instrument penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dan manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua setelah adanya pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Penyang Hinje Simpei Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, (1) pada pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Penyang Hinje Simpei, guru-guru Pasraman Penyang Hinje Simpei telah melaksankan perannya sebagai guru yakni sudah melaksankan persiapan sebelum mengajar, pengelolaan pengajaran dalam hal sistem pelaksanaan pembelajaran, pembukaan pembelajaran, materi-materi yang akan disampaikan, penggunaan metode pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, pengelolan kelas, serta menutup pembelajaran, dan melakukan proses evaluasi, sudah dilakukan sesuia dengan rangkaian proses pada pelaksanaan pembelajaran dan juga sudah dilakukan secara optimal dalam mencapai tujuan dalam pembelajaran. (2) manfaat- manfaat yang dirasakan orang tua di Pasraman Penyang Hinje Simpei, yaitu berubahnya perilaku dan sikap anak-anak mereka menajadi lebih baik, serta mampu mengaplikasikan materi-materi yang disampaikan di pasraman seperti membuat saran upacara keagamaan Hindu Kaharingan dan sarana persembahyangan Basarah, dan terasahnya bakat dan minat anak dalam berbagai bidang kesenian seperti tarik suara, serta menguatnya keimanan anak terhadap agamanya sendiri.
CARMA
2021 · Book · Open Access
CARMA. 2021. Motivasi Belajar Siswa Secara Daring Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Jenjang Strata Satu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.
Pembimbing (I), Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H
Pembimbing (II) Desak Ketut Angraeni, SS.,M.Pd
Pembelajaran daring yang diberlakukan untuk semua lembaga pendidikan banyak memberikan dampak, salah satunya pada motivasi belajar siswa, terutama pada siswa jenjang SMA. Siswa SMA adalah individu yang memasuki masa remaja, dimana masa remaja sangat rentan mengalami permasalahan karena mengalami perubahan baru dalam dirinya. Selain itu, motivasi belajar siswa juga berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran.Adapun rumusan permasalahan yang ada dalam penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran daring di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas? 2. Bagaimana motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas? 3. Bagaimana faktor penghambat dan pendukung dan upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas Tujuan penelitian ini yaitu: Untuk Mendeskripsikan tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas, Motivasi, faktor penghambat dan pendukung dan upaya motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan Snowball sampling. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tahapan pelaksanaan pembelajaran daring di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas terdiri dari (a) Perencanaan pembelajaran (b) Pelaksanaan pembelajaran (c) Pengawasan (d) Evaluasi Hasil belajar. (2) Motivasi belajar terdiri dari: (a) motivasi internal (b) motivasi eksternal. Faktor penghambat dan pendukung dan upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas adalah: (a) Faktor Penghambat yaitu: Jaringan internet, keterbatasan waktu, kurangnya minat peserta didik dan keterbatasan ekonomi (b) Faktor pendukung yaitu: tersedianya lab komputer, pemberian paket data. Upaya yang dilakukan dalam memotivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas adalah: (a) Upaya dari sekolah (b) Upaya dari guru.
HENTA
2021 · Book · Open Access
henta
VITA SRI RAHAYU
2021 · Book · Open Access
Pelaksanaan Pembelajaran Pada Era New Normal di SMPN 2 Marikit Desa Rangan Tangko Kabupaten Katingan
JUMAIEDY
2021 · Book · Open Access
Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui palaksanaan nilai sosial budaya dalam ritual Habkung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur. Fungsi Pelaksanaan nilai sosial budaya dalam ritual Habukung pada umat Hindu Kaharingan.selanjutnya untuk menganalisis permasalahan mengunakan teori budaya yaitu:salah satu cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan ke generasi kegenerasi, teori sosial yaitu :salah satu tindakan dimana beberapa aktor yang berbeda beda dan teori simbol yaitu:tanda atau ciri yang memberitahaukan sesutu kepada orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai kabupaten Kotawaringin Timur. Teknik analisis data mengunakan teknik analisisdeskriptif yaitu :reduksi data , penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Tata cara pelaksanaan Habukung yaitu: tahap awal kebersamaan dan saling bergotong-royong mempersiapkan bahan dalam pelaksanaan, tahap pelaksanaan pelaksanan ditandai dengan adanya bunyi salekap berarti akan ada datang rombongan Habukung tahap akhir selesainya ritual pemakaman pada umat Hindu Kaharingan. Fungsi nilai sosial budaya dalam ritual Habukung bagi yaitu: Fungsi nilai kebersamaan adalah terdapat adanya persatuan antar masyarakat yyang saling terjalin dari jaman dulu sampai jaman sekarang Fungsi nilai budaya yaitu:salah satu kebudayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh generasi semenjak usia dini. Fungsi religius yaitu:bertujuan utama kehidupan sifat yang sementara sebelum kembalinya kepada Ranying Hatalla Langit atau Tuhan Yang Maha Esa melalui kematian. Estetika Habukung yaitu keindahan dalam karya seni dalam sebuah karya yang di pertujukan bersifat sakral.