Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.955 item publik

Publikasi

Halaman 65 dari 98

Desantara

2021 · Book · Open Access

Studies of culture and religions in Indonesia.

Sejarah Masyarakat Islam Indonesia

Sarkawi B. Husain
2021 · Book · Open Access

Diskusi yang berkaitan dengan proses kedatangan Islam di Nusantara ini telah berlangsung sekian lama. Diskusi itu meliputi tiga masalah pokok, yaitu: tempat asal kedatangan Islam, para pembawa, dan waktu kedatangannya.2 Selain melahirkan banyak buku dan makalah, diskusi itu telah melahirkan sejumlah teori tentang perkembangan awal Islam di Nusantara tersebut adalah: teori India, teori Arab, teori Persia, dan teori Cina. Bagian ini mendiskusikan berbagai teori tersebut sambil melihat kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Selain itu, bagian ini membicarakan juga tentang saluran dan media dalam proses islamisasi serta relasi antara negara (baca: kerajaan-kerajaan) dengan Islam.

RENSI

RENSI ANDIKA
2021 · Book · Open Access

RENSI

SEPTIANA

I KADEK SEPTIANA
2021 · Book · Open Access

SEPTIANA

SANTOMO

SANTOMO
2021 · Book · Open Access

SANTOMO

NILAI-NILAI PENDIDIKAN HINDU DALAM UPACARA NYANGIANG BATATAMBA PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BATU TUKAN KECAMATAN PETAK MALAI KABUPATEN KATINGAN

DANIE RATNASARI
2021 · Book · Open Access

DANIE RATNASARI. 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Nyangiang Batatamba Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Pembimbing I. Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Hendri, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Masyarakat secara umum dan Umat Hindu Kaharingan khususnya, belum banyak yang memahami tentang Upacara Nyangiang Batatamba apa lagi mengenai proses, tujuan dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Upacara Nyangiang Batatamba menjadi upacara penting dalam mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta apa lagi di dunia modern sekarang ini. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini mengkaji dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana proses pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 2) Apa tujuan pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 3) Apakah Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang terdapat dalam Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui tentang proses, tujuan Upacara Nyangiang Batatamba pada umat Hindu Kaharingan serta kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan Agama Hindu, dan menambah wawasan bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Dalam konsep penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Nilai-Nilai Pendidikan Hindu, Upacara Nyangiang Batatamba, Umat Hindu Kaharingan. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Teori Fenomenologi, 2) Teori Interaksionisme Simbolik dan 3) Teori Nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa Upacara Nyangiang Batatamba terdiri dari tahap persiapan, waktu pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba tahap pokok pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba dan tahap akhir dari Upacara Nyangiang Batatamba. Sedangkan dari makna Upacara Nyangiang Batatamba adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mengobati segala macam penyakit yang diderita oleh seseorang dan juga sebagai pengganti pengobatan nonmedis. Adapun makna sarana yang digunakan agar dapat memperlancar proses Upacara Nyangiang Batatamba. Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yaitu nilai pendidikan Tattwa, nilai pendidikan Susila/Etika, nilai pendidikan Upacara dan nilai pendidikan Susila.

Eksistensi Museum Balanga Dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan di Kota Palangka Raya.

WIDIYA
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK WIDIYA, 2021. Eksistensi Museum Balanga Dalam Pengembangan Pariwisata Budaya Dan Keagamaan Di Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D dan Pembimbing II: I Made Puspe, S.Ag., M.Pd.H Museum Balanga memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian tradisi yang dapat menjadi wadah pembelajaran kebudayaan Suku Dayak yang mayoritasnya mendiami wilayah Kalimantan Tengah. Selain itu Museum Balanga tidak hanya sebagai tempat merawat dan penyimpanan benda-benda bersejarah warisan budaya tetapi juga dapat memberikan informasi yang positif mengenai benda bersejarah, serta budaya dan sumber daya alam di lingkungan Suku Dayak. Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin pesat Museum Balanga harus memiliki pengelolaan yang baik dalam proses pengembangannya. Untuk itu diperlukan suatu manajemen yang bisa memperbaiki dan membangun museum, supaya dapat menarik wisatawan maupun pengunjung museum agar dapat mengenal dan mempelajari sejarah yang ada di dalam Museum Balanga. Dilihat dari pembahasan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana Peran dan Fungsi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan di Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana Strategi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Teori Peran dan 2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pertama Peran Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berperan sebagai daya tarik wisatawan, ikon Kota Palangka Raya, dan sebagai pendukung perkembangan pariwisata, kedua Fungsi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berfungsi sebagai pendidikan, komunikasi, dan tempat merawat dan melindungi benda-benda bersejarah, dan yang ketiga Strategi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan yaitu Museum Balanga melakukan promosi dan pengelolaan yang dilaksanakan dan diterapkan dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan di Kota Palangka Raya. Kata Kunci : Eksistensi, Museum Balanga, Pengembangan Pariwisata

Betetabur Sebagai Media Komunikasi Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito utara

DEKA PURWILA
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK DEKA PURWILA, 2021. Betetabur Sebagai Media Komunikasi Umat Hindu di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I, Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II, I Wayan Sutarwan, S.Pd.,M.Pd. Masyarakat Hindu Kaharingan mempercayai bahwa betetabur merupakan alat atau sarana komunikasi melakukan hubungan agar apa yang ingin disampaikan dapat tersalurkan sehingga nantinya dapat tercapai melalui komunikasi. Komunikasi yang di lakukan melalui ritual Betetabur ini merupakan komunikasi nonverbal dengan roh leluhur menggunakan simbol-simbol. Mengingat pentingnya Betetabur maka penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana tahapan dalam pelaksanaan Betetabur di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Baruto Utara. (2) Bagaimanakah fungsi Betetabur di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Baruto Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Komunikasi Interpersonal dan Teori Fungsional Struktural. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan. Jenis penelitian yang dilakukan berjenis penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitlian ini berjumlah 7 orang terbagi atas 1 (satu) orang pemuka agama dan 6 (enam) orang tokok masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah : observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Tahapan dalam pelaksanaan Betetabur yaitu diawali dengan menyalakan api, walaupun ada yang menyebutkan pelaksanaan Betetabur diawali dengan mengucapkan mantra sebagai media permohonan yang diinginkan. Secara umum atau kebiasaan di Desa Payang Ara dalam pelaksanaan Betetabur pada prinsipnya menyalakan api terlebih dahulu, sebelum melanjutkan ke tahap pelaksanaan. Menyalakan api sebagai tanda bahwa ritual Betetabur akan dilaksanakan. Sedangkan simbol-simbol yang ada didalam pelaksanaan Betetabur dijadikan media oleh umat Hindu untuk berkomunikasi. Sejalan dengan teori komunikasi interpersonal yang menyebutkan bahwa komunikasi dapat dilakukan seseorang dengan orang lain Betetabur dilaksanakan antara Balian dengan alam semesta, roh leluhur dan manusia. (2) Fungsi dalam pelaksaan ritual Betetabur yaitu untuk memohon rejeki, pelindungan, keselamatan dan kesehatan. Sejalan dengan teori fungsional struktural yang menyebutkan bahwa bagian yang satu tidak dapat berfungsi tanpa ada hubungan dengan bagian yang lain, didalam pelaksanaannya Betetabur berfungsi dan terstruktur serta berhubungan satu sama lain sehingga Betetabur dapat berfungsi dengan baik guna tercapainya keharmonisan umat Hindu dengan leluhur, manusia dan alam. Kata Kunci : Betetabur, Fungsi, Komunikasi, Umat Hindu Kaharingan

PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING DENGAN MODEL READING, QUESTIONING AND ANSWERING (RQA) DALAM KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU DI SMAN 1 PULAU MALAN KABUPATEN KATINGAN

CANDRA WARDANA
2021 · Book · Open Access

Candra Wardana.2021 : Penerapan pembelajaran daring dengan model reading, questioning and answering (RQA) dalam kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi , Program Studi Pendidikan Agama Hindu, IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Yuni Permata,S.Pd.,M.Pd Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), berlatar belakang SMAN 1 Pulau Malan dengan objek penelitian siswa kelas XI yang beragama Hindu berjumlah 10 (sepuluh) orang dan tujuan penelitian ini adalah menerapkan pembelajaran daring dengan model reading, questioning, and answering dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta efektivitas penerapan pembelajaran dengan model reading, questioning, and answering dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan materi sad darsana (filsafat Hindu). Pada penelitian ini mengkaji pokok penerapan pembelajaran daring dan efektifitas pembelajaran dari dengan model RQA dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa diSMAN 1 Pulau Malan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dan 4 (empat) tahap, meliputi ; 1) Perencanan, 2) Pelaksanan, 3) Observasi dan 4) Refleksi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumen. Menggunakan analisis kualitatif untuk analisis datanya termasuk penyajian data dan penarikan kesimpulanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran daring dengan model reading, questioning, and answering dapat meningkat kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dapat di lihat pada siklus I dan siklus II. Kemampuan siswa dalam berpikir siswa pada siklus I berada di skor 55% pada kriteria “cukup baik” dan pada siklus II berada di skor 83% dengan kriteria “baik”. Efektivitas pembelajaran daring dengan model reading, questioning, and answering dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dapat disimpulkan cukup efektif dibandingkan dengan model konvensional sebagaimana dapat dilihat pada setiap siklus. Oleh karena itu, hasil penelitian di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan sudah terealisasi dengan baik.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARANG DARING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEDISIPLINAN SISWA DI SMP ISEN MULANG PALANGKA RAYA

IRAEWATI
2021 · Book · Open Access

Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia Pendidikan Awalnya Proses Pembelajaran tatap muka diganti dengan Proses Pembelajaran Daring sesuai dengan Surat Edaran Kemendikbud agar segala kegiatan diganti menjadi Work From Home. Rumusan Masalah Bagaimana Implementasi Pembelajaran Daring untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya, dan dampak implikasi pembentukan karakter kedisiplinan Siswa dalam Pembelajaran Daring di SMP Isen Mulang Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi Pembelajaran daring di SMP Isen Mulang Palangka Raya, untuk memahami,mengetahui dan mengkaji dampak Implikasi pembentukan karakter siswa selama pelajaran daring di SMP Isen Mulang Palangka Raya dari Subjek Penelitian yaitu Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan siswa beragama Hindu di SMP Isen Mulang palangka Raya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Metode pengumpulan data adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi, dianalisis menggunakan Pendekatan deskriptif kualitatif.Teori yang digunakan yaitu teori Perilaku (Behavioristik) dan Teori Motivasi. Hasil Penelitian Implementasi Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk disiplinan siswa di SMP Isen Mulang pada masa pandemicovid-19adalah guru membuat RPP-PJJ dan menyiapkan materi berupa PPT dan video lalu dibagikan kepada siswa melalui aplikasi google meeting pada google classroom. Untuk memudahkan siswa mengetahui adanya tugas di google classroom, guru menginformasikannya melalui pesan whatsapp. Setelah siswa mengerjakan tugas yang diberikan, maka guru akan mendisiplinkan siswa melalui ketepatan waktu siswa dalam mengumpulkan tugas, serta kehadiransiswa selama pembelajaran daring berlangsung di terapkan di SMP Isen Mulang Palangka Raya, guru juga melaksanakan evaluasi atau penilaian dengan melakukan atau memantau adanya perkembangan siswa biarpun di masa pendemi seperti ini dan guru juga langsung mengambil tindakan yaitu dengan memberikan tugas dan memberikan sikap spiritual yang dapat dilakukan di rumah kepada siswa. Karakter/sikap yang harus dijalankan sesusai kurikulum dan ketentuan yang ada karena secara keseluruhan sangat berperan penting pada generasi muda dalam mengembangkan kemampuan, akademik, psikologis dan sosial dalam meningkatkan kesadaran pada siswa.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM UPACARA NUTUI KANEN PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA REONG KECAMATAN DUSUN UTARA KABUPATEN BARITO SELATAN

JENDEFRI.B
2021 · Book · Open Access

JENDEFRI B. 2021. Nilai-Nilai Upacara Nutui Kanen Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan Pembimbing I. Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. I Gede Dharman Gunawan Skripsi ini mengkaji Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Nutui kanen Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan. Bangsa Indonesia merupakan masyarakat majemuk, yang terdiri dari berbagai suku dan bahasa, salah satunya adalah masyarakat Hindu Kaharingan yang ada di Kalimantan Tengah. Masyarakat Hindu Kaharingan mempunyai tradisi yang sudah diwariskan secara turuntemurun dari nenek moyang terdahulu seperti Upacara Nutui kanen berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah yang diangkat penulis yaitu: 1. Bagaimana pelaksanaan upacara Nutui Kanen Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan?, 2. Apakah fungsi pelaksanaan upacara Nutui Kanen Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan?, 3. Bagaimana NilaiNilai Pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan?. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif. Jenis sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik Purposive. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian yaitu pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian yang diperoleh yaitu Upacara Nutui Kanen terdiri dari tahap persiapan, waktu pelaksanaan Upacara Nutui Kanen tahap pokok pelaksanaan upacara Nutui Kanen dan tahap akhir dari upacara Nutui kanen. Bahwa upacara Nutui Kanen adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mengantarkan roh menuju watang katui/gunung lumut atau sorga. Nilai-nilai pendidikan agama Hindu yaitu nilai pendidikan Tattwa, nilai pendidikan Etika dan nilai pendidikan Upacara.

RUMAH BETANG TAMBAU SEBAGAI PARIWISATA BUDAYA DI DESA NIHAN HILIR KECAMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA

NYEPIANI
2021 · Book · Open Access

ABSTRACT NYEPIANI, 2021. Betang Tambau House as Cultural Tourism In Nihan Hilir Village, West Lahei District, North BaritoRegency. Thesis Strata One Faculty of Dharma Duta and Brahma Widya Hindu Philosophy Study Program Institut Agam Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Supervisor I: Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag., M.Fil.H. Advisor II : Winawati, S.Pd.M.Pd. ​Indonesia is the most in-demand tourism producing country, such as from natural and cultural wealth that become an important component in tourism in Indonesia. Central Kalimantan is one of the provinces that has a unique tourist attraction and is much in the interest of tourists. Betang House is a traditional house typical of dayak tribe in Kalimantan. Betang House has a unique building shape, with an elongated and stilt-shaped building. The formulation of this research problem is, how the form of Betang Tambau House, how the function and meaning of Betang Tambau House. The purpose of the research to know the form, function and meaning of Rumah Betang Tambau.The concept used is Rumah Betang, the definition of cultural tourism. The theory used is symbolic interaction theory, tourism development theory. The research method used is qualitative research method which is research that is used directly in the field.​ ​The formulation of the problem in this study, 1. What is the shape of the Betang Tambau House in Nihan Hilir Village, West Lahei District, North Barito Regency as cultural tourism? 2. What is the function and meaning of Betang Tambau House in Nihan Hilir Village, West Lahei District, North Barito Regency as cultural tourism? There are three research objectives, namely to determine the form, function and meaning of Betang Tambau House in Nihan Hilir Village, West Lahei District, North Barito Regency as cultural tourism. ​The concept proposed is Rumah Betang, cultural tourism. The theory used is the Symbolic Interaction Theory. Functional Structural Theory. The research method used is a qualitative research method, namely research carried out directly in the field. This research was carried out directly in the village of Nihan Hilir, West Lahei District, North Barito Regency. The data sources are Primary and Secondary with the research subjects being the Village Head, Youth Leader, Village Apparatus, Community, and Betang Residents. The techniques in data collection used were observation, interviews, and documentation studies which were analyzed with data analysis techniques.​ Keywords : Form, Function, Meaning

PAKEM TARI

PRASETIAWAN
2021 · Book · Open Access

PAKEM TARI

PERAN GURU

UPANDI
2021 · Book · Open Access

PERAN GURU

pEMAHAMAN

KARTIKA DEWI
2021 · Book · Open Access

pEMAHAMAN