Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.958 item publik

Publikasi

Halaman 52 dari 98

PENGARUH METODE MIND MAPPING DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 1 KAMANTU KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN

TEKSAM UKIRMAN
2022 · Book · Open Access

Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui serta mendiskripsikan seberapa tinggi peningkatan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu yang akan terjadi setelah diterapkan metode Mind Mapping di SD Negeri 1 Kamantu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dilengkapi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan tes. Sedangkan untuk memperoleh data menggunakan instrumen berupa soal tes dengan teori humanistik. Analisis data menggunakan uji N-Gain Score dengan hasil data berupa nilai presentase keefektifan. Nilai hasil belajar peserta didik Agama Hindu SDN-1 Kamantu pada pre-test adalah dengan rata-rata sebesar 52 yang dimana nilai tersebut di bawah KKM yang telah ditetapkan sekolah yaitu sebesar 60. Metode mind mapping digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan Agama Hindu. Dengan menggunakan metode mind mapping peningkatan minat peserta didik dalam proses belajar mengajar dengan rata-rata sebesar 81%. Penilaian post-test dilaksanakan setelah dilakukannya proses pembelajaran menggunakan metode mind mapping. Nilai hasil belajar peserta didik Agama Hindu pada post-test adalah dengan rata-rata sebesar 87. Tingkat pengaruh metode mind mapping dihitung menggunakan teknik uji N-Gain Score. Pengaruh metode mind mapping pada hasil belajar peserta didik dalam pendidikan Agama Hindu adalah 73% dengan tafsiran efektifitas cukup efektif. Jadi, dengan demikian dapat disimpulkan hasil akhir penelitian adalah adanya pengaruh metode mind mapping dalam pendidikan Agama Hindu untuk meningkatkan belajar peserta didik di SDN-1 Kamantu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan.

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE PADA PEMERINTAHAN DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA PAYANG ARA KECAMATAN GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA

ASDA PRANTINA SUMARIASOPA
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK ASDA PRANTINA SUMARIASOPA, 2022, Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governace Pada Pemerintahan Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa Di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing (I). Dr. I Made Kastama, SH.,MH Pembimbing (II). Armadiansyah, S.Ag,SH,MH. Pada dasarnya penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance adalah upaya untuk menciptakan tata pemerintahan yang baik, bersih, efektif dan efisien. Sebagai pedoman perilaku dalam sistem pengelolaan pemerintahan di Indonesia yang lebih populer dengan istilah Good Governance. Masalah yang diteliti dalam Skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) Bagaimana Prinsip-Prinsip Good Governance yang di Jalankan Kepala Desa dalam Pengelolaan Dana Desa di Desa Payang Ara, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara ? (2)Bagaimana Strategi Pemerintah Desa Payang Ara Untuk Mencegah Tindak Pidana Korupsi Dana Desa di Desa Payang Ara, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kewenangan dan teori relatif atau teori tujuan hukum pidana. Adapun jenis penelitian ini adalah yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Payang Ara Kecamatn Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut disimpulkan bahwa : 1) Penerapan prinsip-prinsip good governance yang dijalankan Kepala Desa Payang Ara sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme dan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa 2) Strategi Pemerintah Desa Payang Ara untuk mencegah tindak pidana korupsi dana desa yaitu dalam setiap perencanaan kegiatan dan penggunaan anggaran selalu melibatkan BPD dan masyarakat Desa Payang Ara sebagai salah satu upaya transparansi yang nyata, sehingga keuangan desa tidak di salah gunakan sesuai yang diamanatkan dalam pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri No 20 Tahun 2018 menyatakan bahwa “keuangan desa dikelola berdasarkan asas transparansi, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Adapun upaya Pemerintah Desa Payang Ara untuk mencegah tindak pidana korupsi dana desa yaitu dengan menggunakan aplikasi sistem keuangan desa yang memudahkan dalam pengelolaan anggaran agar lebih terarah dan transparan penggunaannya.

UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMPN-5 KURUN KECAMATAN KUALA KURUN KABUPATEN GUNUNG MAS

DEYAN
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Deyan, 2022. berjudul Upaya Guru Dalam Mengembangkan Keterampilan Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN-5 Kurun Kecamatan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, I Komang Mertayasa,S.Pd.H.,M.Si dan Pembimbing II, I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si . Tugas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran tentunya dituntut suatu kemampuan khusus yang harus ditingkatkan agar apa yang menjadi harapan untuk menciptakan kader harapan bangsa dapat tercapai, guru yang mengemban tugas dan tanggung jawab guru sebagai pendidik dalam membantu dan membimbing anak didiknya untuk mencapai seluruh aspek yang ada pada anak didinya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan khususnya dalam upaya mengembangkan keterampilan siswa belajar agama Hindu. Adapun tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan keterampilan siswa pada mata pelajaran agama Hindu dan 2) Untuk mengetahui kendala guru dalam mengembangkan keterampilan Siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa guru di SMPN-5 Kurun menerapkan kurikulum K13, RPP dan Silabus mengacu kepada kurikulum dan diketahui oleh kepada sekolah, guru agama Hindu juga juga selalu memperhatikan aspek ketrampilan siswa agama Hindu, seperti mengadakan jadwal sembahyangan, dan mengadakan jadwal pelaksanaan persembahyangan atau Basarah seperti memimpin berdoa, mangaru sangku, pandehen/dharma wacana, ngandayu, dan mambuwur behas. Juga ada jadwal untuk praktek membuat sarana persembahyangan contohnya membuat ruku, giling pinang, tampung tawar dan hiasan sangku serta membuat jadwal latihan ngandayu dan jadwal latihan menari seperti tari kinyah mandau, tari manasai dan tari tambun bungai. Keterampilan ini khususnya bagi peserta didik agama Hindu dalam mengembangan ketrampilan yang dilakukan pada setiap hari sabtu pagi sampai siang di sekolah. sudah melakukan tugas sebagai seorang guru dengan baik dimana dia berperan dalam membimbing siswa memberi nasehat yang baik, membantu siswa mengali potensi atau bakat yang ada di dalam diri masing-masing siswa sehingga dapat membantu siswa beragama Hindu dalam berprestasi dan mampu bersaing dengan yang yang lain. Kendala guru dalam mengembangkan keterampilan siswa yaitu kehadiran saat latihan yang kurang, bermain saat latihan dan sarana atau perlengkapan yang masih kekurangan untuk menunjang pelatihan yang kita ketahui sekolah yang berada di desa jadi memakai yang sudah saja namun itu tidak mengurangi semangat bagi siswa yang memang benar ingin belajar untuk mengembangkan bakat atau potensi yang ada didalam dirinya untuk berprestasi membanggakan orang tua dan sekolah. Adapun kendala yang lain berasal dari siswa yang ada juga yang malas mengikuti ini menjadi hal perlu diperhatikan oleh guru yang bersangkutan apa saja pendekatan yang sesauai untuk menarik hati siswa yang malas untuk bisa mengikuti kegiatan tersebut.

UPACARA NGOKOI OKAN KERIRING PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA PAYANG ARAKECAMATAN GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA (Perspektif Pendidikan Hindu)

ELA RESNA SAPUTRI
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK ELA RESNA SAPUTRI, 2022. Upacara Ngokoi Okan Keriring pada umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara (Perspektif Pendidikan Hindu) Pembimbing I Dr. Nali Eka, S.Ag., M.Si Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H Upacara Ngokoi Okan Keriring juga merupakan suatu upacara yang ditujukan kepada leluhur (pitra yadnya). Upacara ini dilaksankan sebagai ungkapan syukur kepada Dewa Kelelungan Aning Kekelio sebagai manisfestasi Ranying Hatalla Langit Juus Tuha Alah Tala yang telah diyakini membantu dan mewujudkan harapan apa yang dikehendaki atau diinginkan Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Pelaksanaan Upacara Ngokoi Okan Keriring Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 2. Apa Fungsi Upacara Ngokoi Okan Keriring Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 3. Apakah Perspektif Pendidikan Agama Hindu Terhadap Upacara Ngokoi Okan Keriring Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami proses pelaksanaan upacara Ngokoi Okan Keriring pada umat Hindu Kaharingan, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teori Religi, teori Struktural Fungsional, dan teori Nilai. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Payang Ara, jenis dan sumber data yang digunakan: sumber data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara, studi dokumentasi, instrument penelitian kualitatif, teknik analisis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Ngokoi Okan Keriring pada umat Hindu yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap: 1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi sebagai: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan tuhan dan leluhur, 2. Menjaga hubungan harmoni dengan sosial sesama manusia. Selain mempunyai fungsi upacara Ngokoi Okan Keriring juga perspektif pendidikan agama Hindy terhadap upacara yakni: 1. Perspektif pendidikan Tattwa agama Hindu, 2. Perspektif pendidikan Etika agama Hindu, 3. Perspektif pendidikan upacara agama Hindu. Upacara Ngokoi Okan Keriring ini biasanya dilakukan setelah kegiatan panen padi atau setahun sekali, dimana penduduk setempat bergotong-royong untuk membuat perlengkapan sarana dan prasarana untuk memberikan sesaji kepada roh bagi umat Hindu kaharingan yang berada di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. bahwa keriring memiliki nilai magis yang sangat tinggi, karena di samping bisa memberikan tuah rezeki kepada keluarga dan anak cucunya juga diyakini sebagai pelindung terhadap segala gagguan malapetaka.

Upaya Penguatan Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten katingan

MARDIONOE
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Mardionoe. 2022. Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji tentang Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. tantangan bagi umat hindu kaharingan Desa Tumbang Kaman sekarang sangatlah berat, banyak permasalahan yang terjadi yang dialami mulai dari konversi agama yang dilakukan oleh agama lain, hingga kurangnya keaktifan umat hindu kaharingan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, maka hal tersebutlah yang menjadi keprihatinan dan merupakaan tantangan bagi majelis kelompok agama hindu kaharingan untuk melakukan penguatan Nilai-Nilai Pendidikan hindu kepada Umat Hindu Kaharingan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka skripsi ini mengkaji tentang (1) Bagaimana peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kepada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman (2) Apakah faktor kendala Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kepada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman (3) Bagaimana Upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kepada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara dan Studi Dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori peran, teori kendala dan teori motivasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Bagaimana peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kepada Umat Hindu Peran majelis kelompok agama hindu kaharingan desa tumbang Kaman sudah berupaya dan sudah berjalan dengan baik. (2) Apakah faktor kendala Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Upaya Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu faktor kendala majelis kelompok adalah kurang SDM umat sehingga mempengaruhi tingkat kesadaran untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, keadaan ekonomi umat yang rata-rata menegah ke bawah, faktor kesibukan dengan aktifitas sehari-hari, kurang rohaniawan. (3) Bagaimana Upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Penguatan Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kepada Umat Hindu. Upaya yang dilakukan majelis kelompok adalah dengan aktif memberikan pelayanan basarah sesuai dengan program kerja yang telah terlaksana, berusaha memberikan dorongan atau motivasi kepada umat.

Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Mutar Sangku Pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas

SARI WULANDARI
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK SARI WULANDARI, 2022, Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Mutar Sangku Pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas Prodi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya Pembimbing (I) Dr. Nali Eka, S.Ag., M.Si Pembimbing (II) Megawati, S.Pi., M.Pd,H Agama Hindu Kaharingan merupakan Agama tertua yang ada di Kalimantan Tengah. Agama Hindu Kaharingan masih sangat kental akan tradisi dan upacara keagamaannya, dimana tradisi dan upacara keagamaan itu mengandung nilai-nilai religi. Salah satu upacara keagamaan yang diyakini oleh Umat Hindu Kaharingan khusunya di Desa Jalemu Masulan yaitu upacara Mutar Sangku pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan. Upacara Mutar Sangku merupakan upacara keagamaan Umat Hindu Kaharingan, yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan yang merupakan bagian dari Proses Perkawinan. Namun kondisi yang terjadi di lapangan bertolak belakang atau terjadi gip (ketidak sesuaian) antara kondisi ideal yang diharapkan. Dimana masih ada kendala pada saat pelaksanaannya. Sehingga berdasarkan fenomena di atas dalam menelitian ini ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana pelaksanan upacara Mutar Sangku dalam prosesi perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas, (2) Apa saja Nilai-Nilai Pendidikan Yang Terdapat Dalam Upacara Mutar Sangku pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas. Metode Penelitian ini adalah metode Deskriptif kualitatif, dengan jenis data kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu teknik purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik: Observasi, wawancara(Interview), dan studi Dokumentasi. Teknik Analisis Data kualitatif ada tiga tahap yaitu; tahap pendahuluan atau disebut pengelolaan data, tahap pokok atau tahap pengorganisasian dan tahap penentuan hasil. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu : Upacara Mutar Sangku Merupakan Upacara pembayaran atau pemenuhan jalan hadat oleh pihak laki-laki yang diberikan kepada pihak perempuan, yang dilaksanakan pada saat prosesi perkawinan berlangsung. Bentuk pelaksanaan upacara Mutar Sangku terdapat tiga tahap, yaitu tahap awal adalah tahap mempersiapkan sarana-sarana, tahap kedua atau kegiatan pokok adalah tahap pelaksanaan upacara Mutar Sangku dimana kepala Luang menyaki malas sangku dan melaksanakan Memutar Sangku yaitu rangkaian acara penagihan/pembayaran jalan Hadat, kepala Luang pihak perempuan Melek/menagih jalan adat menggunakan anak Pelek, dari Pelek satu sampai empat belas dan kegiatan akhir setelah pelaksanaan Mutar Sangku semua orang yang bertugas Memutar Sangku dan orang tua kedua belah pihak menyaki malas kedua pengantin. Nilai-Nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan upacara Mutar Sangku pada prosesi perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kabupaten menekankan pada kebenaran dalam ranah koknitif (pengetahuan). Gunung Mas terdiri dari ; Nilai Pendidikan Tattwa (Filsafat) yang terdapat dalam upacara Mutar Sangku pada prosesi perkawinan Umat Hindu Kaharingan,Nilai Pendidikan Susila atau Etika; Dalam upacara Mutar Sangku adalah sebuah aturan yang harus dilaksanakan, dipatuhi, dan ditaati oleh setiap orang yang melaksanakan perkawinan. Nilai Upacara ; untuk mendekatkan diri kepada Ranying Hatala Langi serta manifestasinya. Nilai estetika yaitu suatu keikhlasan dan rasa saling menghormati diantara kedua belah pihak.

Penggunaan Media Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 9 Palangka Kota Palangka raya

DEDI SUGANDA
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Dedi Suganda. 2022. Penggunaan Media Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri 9 Palangka Kota Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H. Dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Yang melatar belakangi penelitian ini ialah kurang maksimalnya penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu, kurangnya minat belajar siswa, bahkan siswa tidak hadir dalam pembelajaran menggunakan media sosial. Sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) bagaimana penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 9 Palangka Kota Palangka Raya. (2) apa saja keunggulan dan kelemahan penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 9 Palangka Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori belajar kognitif dan teori belajar sibernetik. Metode yang di gunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah : Observasi, Wawancara, Dokumnetasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu yaitu: (a) media sosial yang digunakan oleh guru agama Hindu ada beberapa media sosial di antaranya WhatsApp dan Youtube. (b) guru agama Hindu membuat grup WhatsApp agar bisa berkomunikasi dengan siswa yang juga memiliki media sosial WhatsApp. (c) melakukan proses pembelajaran dengan cara panggilan video atau kirim pesan teks atau Audio. (d) membantu menfasilitasi siswa dengan memberikan kouta internet gratis kepada siswa. (2) keunggulan dan kekurangan penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 9 Palangka yaitu : (a) dengan penggunaan media sosial guru agama Hindu merasa sangat terbantu, mudah mencari bahan belajar siswa baik soal pembelajaran, materi, dan pembelajaran menyenangkan seperti penggunaan media Youtube. (b) tidak semua siswa menggunakan media sosial karena tidak punya handphone sebagai alat dalam penggunaan media sosial. (c) penggunaan media sosial tidak bisa digunakan tanpa adanya paket data atau kouta internet dan gangguan jaringan juga mengakibatkan penggunaan media sosial tidak maksimal. Kata Kunci : Penggunaan, Media Sosial, Pembelajaran pendidikan agama Hindu.

Pemanfaatan Media WhatsApp Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Menteng Palangka Raya

DEDY PURWANTO
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK PURWANTO, DEDY,2022. Pemanfaatan Media WhatsApp Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing l I Komang Mertayasa, S.Pd.H., M.Si dan Pembimbing ll Tri Aspyana, M.Pd. Kurangnya pemahaman guru dalam pemanfaatan media WhatsApp didalam pembelajaran pendidikan agama Hindu berdampak pada banyak menimbulkan kendala yang terjadi pada pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu. Oleh karena itu pemahaman terkait pemanfaatan media WhatsApp secara optimal perlu untuk dilakukan oleh guru. Untuk mengetahui pemanfaatan media WhatsApp dalam pembelajarn pendidikan agama Hindu sehingga banyak menimbulkan kendala yang terjadi pada pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 1 Menteng, skripsi ini akan mengkaji; 1) Mengetahui pemanfaatan media WhatsApp dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 1 Menteng; 2) Mengetahui kendala pemanfaatan media WhatsApp dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 1. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu: data deskriptif yang menganalisis dan menyajikan gambaran lengkap pada objek penelitian kemudian memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori behaovioristik dan teori sibernetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemanfaatan media WhatsApp dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 1 Menteng sebagai berikut: a) Mengirim tugas melalui pesan chat; b). Menjelaskan materi pembelajaran; c) Menampilkan gambar; d) Video call; e) Voive note; f) WhatsApp group. 2) Kendala pemanfaatan media WhatsApp dalam pembelajaran pendidikan di SDN 1 Menteng, yaitu kendala guru dan kendala siswa, adapun kendala yang dialami oleh guru agama di SDN 1 Menteng antara lain: a) Kurangnya pemahaman guru; b) Jaringan tidak stabil; c) Terbatasnya waktu pertemuan; d) Spesifikasi handphone yang tidak memadai. Adapun kendala yang di alami oleh siswa di SDN 1 Menteng antara lain: a) Kuota internet; b) Penggunaan handphone bergantian; c) Kesulitan mendapatkan jaringan. Kata Kunci : Pemanfaatan, Media, WhatsApp, Pemanfaatan Media Pembelajaran

PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI SDN-1 DATAH KAPAS DESA TUMBANG DIRING KECAMATAN PASAK TALAWANG KABUPATEN KAPUAS

LELI
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK LELI 2022, Peran Guru Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Sebagai Pembimbing I dan Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Sebagai Pembimbing II Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pada hakekatnya peran guru dalam pembelajaran itu sangat penting bagi peserta didik untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan tujuan Agama Hindu adalah untuk menuntun umat manusia dalam usaha mencapai suatu keberhasilan dalam dunia pendidikan. Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dan khususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya pendidikan suatu usaha sadar yang dilakukan untuk membimbing seseorang untuk mengembangkan jati diri yang lebih baik. Dalam suatu pengajaran dalam pendidikan tidak lepas dari suatu tujuan pendidikan, tujuan pendidikan sama halnya dengan tujuan hidup individu yang berlangsung ialah secara terus menerus. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah dalam perkembangannya mengalami berbagai macam kendala dalam proses pelaksanaan belajar mengajar di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Keberhasilan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah. Keberhasilan siswa tentu berkaitan dengan proses pembelajaran yang kurang nyaman didalam kelas, karena kurangnya sarana dan prasarana ini salah satunya merupakan faktor yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kepuas dan kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas, khususnya dalam perannya dalam pembelajaran dan mengajar, ajaran Agama Hindu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode Kualitatif yang berlokasi di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Dengan jumlah informan terdiri dari 9 orang, yang menjadi instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan yang dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif yang meliputi empat langkah yaitu mengumpul data, reduksi data, penyajian data, serta melakukan penarikan data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis data penelitian yang dilandasi teori atau konsep dapat disimpulkan bahwa peran guru dalam pembelajaran Agama Hindu ada lima yaitu guru sebagai edukator, manager, supervisor, innovator, motivator. Ruang belajar, dan fasilitas sekolah.

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMA NEGERI 1 JABIREN RAYA KABUPATEN PULANG PISAU

BENJIE
2022 · Book · Open Access

BENJIE, 2022. Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Strata Satu (S-1), Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Pembimbing (II) Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos.,MPA. Skripsi ini mengkaji pengaruh tingkat Pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik. Pada penelitian di SMA ini di tujukan pada Orang Tua dan Peserta Didik Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dilengkapi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk memperoleh data menggunakan instrumen berupa angket dan menggunakan teori Behavioristik. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS Uji Normalisasi dengan hasil data nilai sig. tingkat Pendidikan orang tua adalah sebesar 0,04. Sedangkan nilai sig. prestasi siswa adalah sebesar 0,48. Tingkat Pendidikan orang tua memiliki nilai sig 0,05 bahwa data tersebut berdistribusi tidak normal dan prestasi belajar memiliki nilai sig. > 0,05 data tersebut berdistribusi normal dan Uji Korelasi menggunakan uji Kendall’s tau_b dengan distribusi nilai signifikan (2-tailed) antara tingkat Pendidikan orang tua dengan tingkat prestasi peserta didik 0,03 0,05. Jadi, dengan demikian dapat disimpulkan hasil akhir dari penelitan adalah tidak adanya hubungan antara tingkat Pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik di SMA Negeri 1 Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau.

AKTIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI RELIGIUS SISWA HINDU DI SDN 2 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

ELISA
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Elisa, 2022. Aktivitas Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Penguatan Nilai Nilai Religius Siswa Hindu Di SDN 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto,M.Pd.H Nilai religius pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari adanya siswa yang kurang antusias mengikuti pelaksanaan basarah, tidak mau memimpin berdoa di dalam kelas, sering lupa mengucapkan salam dan kurang aktif mengikuti kegiatan keagamaan. Oleh karena itu diperlukan aktivitas penguatan dari pihak sekolah dan pendidik khsususnya guru agama Hindu dalam memberikan penguatan nilai-nilai religius pada diri siswa Hindu. Masalah yang dikaji adalah Bagaimana aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Apa faktor kendala aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Apa upaya guru pendidikan agama Hindu untuk mengatasi kendala-kendala yang ditemui dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius siswa Hindu di SDN 2 Timpah Kecematan Timpah Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah Teori Fenomenologi, Teori Kendala dan Teori Humanisme. Sampel pada penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan siswa kelas V, VI dengan jumlah 7 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius siswa Hindu di SDN 2 Timpah menjadi kuat dan meningkat. Hal itu di ungkapkan dalam hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru dan siswa Hindu kelas V dan VI di SDN 2 Timpah. Aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai religius Hindu meliputi dua aktivitas yaitu, aktivitas fisik meliputi Mengamati, Mendengarkan, Mengucapkan, Mengajak siswa Hindu untuk mengikuti kegiatan keagamaan dan aktivitas non fisik meliputi Berpikir, Keaktifan Emosi Siswa. Faktor yang mempengaruhi aktivitas penguatan nilai religius siswa Hindu adalah faktor internal yaitu dorongan dari dalam diri berupa dorongan psikologis meliputi kendala waktu yang belum maksimal dan kendala guru dalam penggunaan media audio visual. Faktor eksternal dorongan dari luar yang meliputi kurangnya kedisplinan, keaktifan siswa, pengaruh berbicara teman di sekolah dan pembelajaran daring/online pada saat pandemi. Upaya guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah meliputi tahap keteladanan, pemberian nasihat, pengawasan, pembiasaan dan pemberian PR.

Implementasi Pendekatan Pembelejaran MIKiR pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya Kota Palangka Raya

WAYAN SWARTAMA
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Wayan swartama, 2022. Implementasi Pendekatan Pembelajaran MIKiR Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya Kota Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. dan Pembimbing II Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos.,MAP. Pembelajaran di abad 21 ini diharapkan agar bermuara pada pembelajaran yang berfokus pada siswa, hal ini dimaksudkan agar siswa menjadi lebih aktif pada saat mengikuti proses kegiatan pembelajaran. Namun pada situasi pandemi seperti sekarang ini telah berdampak hingga ke ranah pendidikan yang membuat proses pembelajaran menjadi kurang maksimal. Melihat hal tersebut guru harus memiliki kemampuan dalm berinovasi mengembangkan pembelajaran agar pembelajaran yang dilakuan lebih optimal. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menggunkan pendekatan MIKiR pada pembelajaran, pendekatan MIKiR ini sendiri masih tergolong baru dan belum banyak sekolah yang menerapkannya. Berangkat dari hal tersebut peneliti ingin mengangkat permasalahan tentang: (1) Bagaimana Implementasi pendekatan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya? (2) apa saja keunggulan dan kendala dalam implementasi pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami implementasi pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya dan mendeskripsikan keunggulan serta kendala dalam pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi dan teori kognitivisme untuk membahas rumusan masalah 1, serta teori konstruktivisme untuk membahas rumusan masalah 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan teknik analisis data dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pendekatan pembelajaran mikir telah di Implementasikan kedalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Keunggulan dari pendekatan MIKiR: (1) memberi siswa kesempatan mengeksplor kemampuannya, (2) siswa menjadi lebih aktif, (3) pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Adapun kendala yang dialami: (1) pemahaman siswa yang masih kurang, (2) kemampuan guru dalam pendagogik yang masih kurang, (3) sarana dan prasarana yang masih kurang.

Implementasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pendidikan Agama Hindu di SDN 8 Menteng Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya

FENTI WULANDARI
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK WULANDARI, FENTI, 2022, Implementasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pendidikan Agama Hindu di SDN 8 Menteng Kecamatan Jekan Raya Kota Palanga Raya.. Pembimbing I Dr. Inyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Suryanto, S.Pd., M.Si Penelitian ini mengkaji tentang Implementasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pendidikan Agama Hindu di SDN 8 Menteng Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka terbatas yang dimulai sejak Desember 2021. Dengan diterapkannya pembelajaran tatap muka terbatas ini tentunya terdapat beberapa kendala-kendala yang dihadapi, khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu, yang dikarenakan akan ada kebiasaan-kebiasaan baru yang harus dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan implementasi pembelajaran tatap muka terbats pendidikan agama Hindu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitataif, yang bertujuan untuk memahami, menganalisis dan mendeskripsikan implementasi pembelajaran tatap muka terbatas di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah dilakukan verifikasi, analisis data dengan beberapa teori yang relevan seperti teori implementasi, dan teori behavioristik. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka terbatas pendidikan agama Hindu di SDN 8 Menteng tetap memperhatikan tahapan dalam pembelajaran yaitu tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Namun dalam implementasi pembelajaran tatap muka terbatas pendidikan Agama Hindu terdapat beberapa kendala seperti guru kesulitan dalam mengatur siswa agar mereka selalu mematuhi protokol kesehatan, kemudian keterbatasan waktu pembelajaran yang dikarenakan dalam satu ruangan di dalamnya tergabung beberapa kelas, sehingga menyebabkan guru kesulitan untuk membagi waktu, dan dalam pembelajaran tatap muka terbatas pun waktu pembelajaran dibatasi yang awalnya 4x35 menit, saat ini menjadi 3x35 Menit. Kendala yang terakhir yaitu keterbatasan sarana prasarana, seperti tidak tersedianya ruang belajar khusus agama Hindu, sehingga pembelajaran dilakukan di Perpustakaan yang ruangannya cukup sempit, sehingga membuat siswa dan guru tidak dapat menjaga jarak.

Nilai Estetika Tari Gelang Dadas Dalam Perkawinan Masyarakat Suku Dayak Ma’anyan Di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur

HERIYADI
2022 · Book · Open Access

Heriyadi. 2022,Nilai Estetika Tari Gelang Dadas Dalam Perkawinan Suku Dayak Ma’ayan Di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kebupaten Barito Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Komang Suarta,S.Ag.,M.Si Pembimbing II : I Komang Mertayasa,S.Pd.H.,M.Si Tari Gelang Dadas dulunya sebagai sarana upacara pengobatan karena Tari Gelang tersebut memiliki kekuatan mistis dan Tari Gelang Dadas dulu sering disebut dengan wadian dadas atau dukun perempuan karena memiliki kekuatan yang dapat menyembuhkan segala penyakit, tetapi sekarang berjalannya waktu wadian dadas sering di bawakan dalam pertunjukan yang sering di sebut Tari Gelang Dadas atau wadian sanggar, yang dibawakan dalam upacara perkawinan masyarakat Suku Dayak Ma’anyan yang disebut iwurung jue.Sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1. Bagaimana nilai estetika Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot? 2. Bagaimana fungsi tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Nilai estetika tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa bentot. 2. Fungsi Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan di Desa Bentot. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : Teori estetika dan intraksionisme simbolik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, wawancara,dan dokumentasi.. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1. Nilai estetika Gelang Dadas adalah nilai keindahan yang terpancar dari kesersian bunyi gelang, gerak badan, maupun musik yang mengirnginya. Selain itu Tari Gelang Dadas mengambil gerakan dari burung elang, ular tedung dan macan, hal tersebut terlihat dari kepak tangan, elokan pergelangan tangan, dan lincah angkatan kaki. 2. Fungsi Tari Gelang Dadas dalam upacara perkawinan suku Dayak Ma’anyan memiliki fungsi estetika, sosial, ekonomi,ritual, kesehatan, pendidikan dan komunikasi.

STRATEGI GURU AGAMA HINDU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA HINDU DI SMA NEGERI 1 AWANG LAPAI KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR

SANTI
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK SANTI. 2022. Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Komang Suarta, S.Ag.M.Si. Skripsi ini mengkaji strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Strategi merupakan rencana dan metode yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Strategi diperlukan untuk membentuk karakter siswa yang belum sepenuhnya mematuhi aturan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) Bagaimanakah strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur? (2) apakah kendala guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur ? Teori yang digunakan adalah teori strategi, teori konstruktivistik dan teori kendala/problem. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, 1) Strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur adalah dengan pembiasaan dan keteladanan. 2) Kendala pada pembentukan karakter siswa Hindu di SMAN 1 Awang Lapai, adalah kendala yang muncul dari faktor intern siswa/dimensi siswa dan faktor ekstern siswa. Faktor ekstern siswa yakni kurangnya literatur bacaan bagi siswa, sedangkan dari faktor intern siswa/ dimensi siswa yaitu kurangnya rasa percaya diri siswa, kurangnya rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran dan kurangnya motivasi siswa Kata Kunci : Strategi Guru Agama Hindu dan Karakter Siswa Hindu

Nilai-nilai Pendidikan Hindu pada Sapundu dalam Upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

KRISTAE
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK KRISTAE. 2022. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Pada Sapundu Dalam Upacara Tiwah Di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji Nilai-nilai Pendidikan Hindu Pada Sapundu Dalam Upacara Tiwah Di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan keberadaan Sapundu menjadi sarana pokok dalam upacara Tiwah yang memiliki nilai sakral dan religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman masyrakat terhadap bentuk, fungsi, dan nilai pendidikan Hindu yang ada pada Sapundu sehingga beragam bentuk Sapundu dijadikan bahan gurauan atau penghinaan. Berdasarkan uaraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) bagaimana bentuk Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei?, 2) Apa fungsi Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei?, 3) Nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbnag Atei?. Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sapundu dalam upacara Tiwah yang dilaksanakan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Atei. Hasil penelitian ini dikaji menggunakan teori simbol, teori struktural fungsional, dan teori nilai. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik penentuan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran data, dan menyimpulkan data. Hasil yang dikaji dengan teori simbol maka diperoleh bahwa bentuk Sapundu dalam upacara Tiwah bagi masyarakat Hindu Kaharingan yakni proses pembuatan harus melalui upacara mamapas atau menyucikan kayu, bentuk Sapundu sesuai dengan permintaan keluarga dan menyesuaikan bentuk kayu, dan sarana prasarana yang digunakan yaitu Babi, ayam dan juga Lilis Lamiang. Fungsi yang dianalisis dengan teori struktural fungsional maka fungsinya antara lain fungsi religious merupakan tempat mengikat hewan korban dan juga sebagai pengawal Liau Haring Kaharingan di sorga, fungsi sosial yaitu untuk mempererat tali persaudaraan dan gotong royong umat Hindu Kaharingan, dan fungsi pendidikan sebagai wadah belajar untuk para generasi muda umat Hindu Kaharingan. Nilai pendidikan Hindu yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan Tattwa yaitu dalam proses pembuatan Sapundu harus dilaksanakan upacara mamapas yang didalamnya terdapat mantra-mantra yang diucapkan yang dilakukan oleh Pisor, Etika (susila) oterdapat pada bentuk Sapundu tidak boleh menggandung nilai pornografi, dan Upacara yaitu sebelum pembuatan Sapundu dilaksanakan terlebih dahulu upacara Mamapas.

PERANAN PERHIMPUNAN PEMUDA HINDU KOTA PALANGKA RAYA DALAM PENDIDIKAN REGENERASI BASIR

RIANDI
2022 · Book · Open Access

Penelitian ini mengkaji peranan perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana proses pendidikan regenerasi basir? 2) bagaimana peranan perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir? 3) bagaimana kendala-kendala yang dihadapi perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan informasi tentang peranan perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir yaitu 1) untuk mengetahui bagaimana proses pendidikan regenerasi basir 2) untuk mengetahui peranan perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir 3) untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitianya peranan perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir. Penentuan sumber data dengan mengunakan porvosiv sampling (sampling bertujuan), dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini deskritif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peranan Peradah dalam pendidikan regenerasi Basir yaitu 1) proses pendidikan regenerasi Basir melalui beberapa tahap yaitu tahap persiapan seperti tahap perecanaan waktu dan tempat dilaksnakan, tahap persiapan sarana dan prasarana,, dan sampai pada proses tahap pendidikan meliputi mangantung sahur, prosesi pemandian, proses pendidikan, dan penobatan atau pendudusan sebagai rohaniawan atau seorang Basir..2) Peranan Peradah di Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi Basir yaitu sebagai motivator, inisiator/inisiatif dan fasilitator yang bertujuan untuk meningkatkan SDM umat Hindu khusunya di Kota Palangka Raya dan juga meningkatkan sradha (keyakinan) dan keimanan. 3) adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam pendidikan regenerasi Basir yang terbagi menjadi dua yaitu kendala internal dan eksternal. Kendala interal adalah kendala dari dalam yang dihadapi Peradah meliputi kurangnya paritisipan anggota Peradah, tidak adanya dana dan waktu. Dan kendala eksternal yang dihadapi Peradah meliputi kesulitan mecari sarana prasarana yang digunakan, tidak ada bantuan dana dari luar serta kurangnya motivasi dari masyrakat serta lembaga-lembaga keagamaan.

UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM MEMOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMPN 2 KATINGAN HULU DESA TUMBANG GAEI KECAMATAN BUKIT RAYA KABUPATEN KATINGAN

LISAWATI
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK LISAWATI. 2022. Upaya Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Belajar Siswa Di SMPN 2 Katingan Hulu Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.,Si dan Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri S.Ag., M.Ag Pendidikan adalah suatu interaksi antara pendidik atau guru dengan anak didik atau siswa yang dapat menunjang pengembangan manusia seutuhnya yang berorientasi pada nilai-nilai dan pelestarian serta pengembangan kebudayaan yang berhubungan dengan usaha-usaha pengembangan manusia tersebut. Pendidikan dipandang sebagai salah satu faktor utama yang menentukan pertumbuhan ekonomi, yaitu melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja terdidik. Di samping itu pendidikan di pandang mempunyai peranan penting dalam menjamin perkembangan dan kelangsungan bangsa. Guru di harapkan dapat mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan yang di harapkan dengan memperhatikan motif/tujuan pribadi siswa. Berhasil tidaknya siswa dalam proses belajar tergantung dari upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, karena motivasi besar pengaruhnya terhadap minat dan prestasi belajar siswa. Sebab motivasi yang baik adalah motivasi yang mampu membangun dan merubah perbuatan seseorang setelah mendapatkan motivasi dari orang lain. Sehingga, guru agama Hindu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada bidang pelajaran agama Hindu di SMPN 2 Katingan Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Masalah yang diteliti mencakup 3 (tiga) rumusan masalah yaitu :1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu? 2. Apa kendala yang di alami guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu? 3. Apa upaya yang dilakukan guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, yang di maksud dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah, guru agama Hindu dan Siswa. Dalam pengumpulan data ini di lakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu teori motivasi dan teori behavioristik. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu yaitu guru agama Hindu dalam pembelajaran membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terlebih dahulu meliputi materi yang di ambil dari berbagai sumber seperti Kitab Suci Panaturan, Buku Kandayu dan buku pekajaran agama Hindu SD kelas 1, 2 dan 3 yang akan disampaikan setiap pertemuan di ruang kelas . Selain itu metode yang digunakan ceramah dan tanya jawab, media yang digunakan dalam pembelajaran berupa papan tulis dan spidol dan bahan ajar yang bersumber dari Kitab Suci Panaturan, buku Kandayu dan buku pelajaran pendidikan agama Hindu SD kelas 1, 2 dan 3. Dalam pengelolaan kelas guru agama Hindu selalu memberikan rasa aman dan nyaman kepada siswa, dengan memperhatikan tempat duduk siswa supaya tidak terganggu selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun minat dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yaitu masih sangat kurang hal ini di karenakan siswa tidak faham terkait materi yang sulit di fahami sehingga siswa lebih memilih diam dan tidak ingin bertanya. Kendala yang di alami guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu yaitu fasilitas pembelajaran yang belum tersedianya dalam menunjang proses pembelajaran di ruang kelas seperti buku paket mata pelajaran pendidikan agama Hindu yang masih belum ada, serta lingkungan yang masih kurang peduli terhadap pembelajaran pendidikan agama Hindu sehingga kegiatan pembelajaran terkadang belum efektif. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa di SMPN 2 Katingan Hulu yaitu dengan rangkaian perencanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, metode, media dan bahan ajar. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan tanya jawab, serta sebagai media pendukung dalam pembelajaran digunakan media visual berupa papan tulis dan spidol untuk mencatat yang perlu dicatat oleh guru agama Hindu. Bahan ajar yang digunakan berupa Kitab suci Panaturan, buku Kandayu dan buku pelajaran pendidikan agama Hindu SD kelas 1, 2 dan 3 dengan mencatat materi yang di dikte oleh guru agama Hindu. Rangkaian proses pembelajaran di dalam ruang kelas seperti salam panganjali, berdoa dengan menggunakan doa Hindu Kaharingan, mencatat materi yang didikte oleh guru agama HIindu, penjelasan materi, kemudian tanya jawab dan diskusi terkait dengan materi yang belum dipahami oleh siswa sehingga siswa yang pasif dan kurang mengerti dapat berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran dengan siswa yang aktif dan paham. Hal ini bertujuan untuk memotivasi belajar siswa oleh guru agama Hindu agar dalam proses pembelajaran lebih aktif lagi. Selain itu, setiap akhir pembelajaran, guru agama Hindu memberikan evaluasi kepada siswa dalam bentuk tugas yang dikerjakan dirumah.

Upaya Orang Tua Dalam Pembiasaan Basarah Pada Anaknya Di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara

LITA
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Lita, 2022. Upaya Orang Tua Dalam Pembiasaan Basarah Pada Anaknya di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si Pembimbing II Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Keluarga merupakan rumah dimana dalam pembiasaan pertama kali diterapkan sejak lahir, lingkungan keluarga membentuk perilaku yang kemudian akan diterapkan dalam masyarakat dan sekolah. Sebuah keluarga ada upaya orang tua yang sangat dominan dalam pembiasaan perilaku anak, benar adanya jika “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” ibarat ini sangat mendukung, karena apa yang dilakukan orang tua, anak akan senatiasa memperhatikan kemudian menerapkan, karena orang tua dianggap orang yang paling dipatuhi, didalam keluarga. Orang tua adalah pria dan wanita yang terikat dalam perkawainan dan siap sedia untuk memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu anak yang dilahirkannya. Pola asuh merupakan suatu keseluruhan interaksi antara orang tua dengan anak, yang di mana orang tua dalam pembiasaan terhadap anaknya dengan mengubah tingkah laku, pengtahuan serta nilai-nilai yang dianggap paling tepat oleh orang tua, agar anaknya mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal. Orang tua adalah orang utama dan pertama dalam hal pembiasaan keimanan bagi anaknya. Orang tua baik ayah maupun ibu merupakan orang pertama yang menerima anak lahir didunia. Orang tua menjadi hal yang terpenting dalam membawa anak untuk menjadi seorang individu yang baik setiap orang tua pasti mempunyai keinginan dan tujuan bagi masa depan anaknya. Untuk itu seorang anak harus dibekali dengan ilmu pengetahuan, keterampilan dan yang paling penting lagi adalah membekali dengan pendidikan agama sedini mungkin, baik tidaknya anak sangat bergantung pada pendidikan oleh orang tuanya. Pendidikan agama yang harus ditanamkan terlebih dahulu oleh orang tua salah satunya tentang pembiasaan basarah yang wajib dilakukan, orang tua harus menanamkan hal itu agar nantinya anak terbiasa untuk melaksanakan basarah dengan penuh kesadaran dari dirinya sendiri. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini ada tiga akan dibahas, yatiu (1) Bagaimana upaya orang tua dalam pembiasaan Basarah pada anaknya di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara? (2) Apa kendala yang dialami dalam pelaksanaan Basarah pada anaknya di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara? (3) Apa solusi yang dilakukan oleh Mejelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam pembiasaan Basarah pada Anak di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan adalah Purposive yang terdiri dari jumlah orang yang hadir pada pelaksanaan Basarah menjadi narasumber. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa: (1) orang tua sangat berperan penting dalam pendidikan anak, karena akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, dan pada pembiasaan Basarah orang tua harus dapat menjadi contoh yang baik, misalnya dapat hadir melaksanakan basarah dan mengajak anak untuk ikut dan berperan dalam pembiasaan Basarah. (2) paktor yang menjadi penghambat dan pendukung orang tua membiasakan anak pada pembiasaan Basarah adalah paktor sosial, paktor semangat orang tua mendidik anak, paktor lingkungan, paktor anak, paktor orang tua, dan paktor ekonomi. (3) upaya yang dapat orang tua lakukan adalah dengan terus mengajak anaknya melaksanakan persembahyangan Basarah, ,memperhatikan pergaulan anak, memberikan nasihat maupun wajengan kepada anak agar tidak menyimpang, serta dapat menjelaskan kepada anak kapan waktu dan tempat untuk bermain dan kapan harus belajar dengan baik.