Tim Ganesha Operation
2022 · Book · Open Access
Untuk versi cetak, silakan kunjungi link: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2019/5/pasti-bisa-pai-smpmts-kelas-viii#.YW1DulVBxhE Seri buku PASTI BISA merupakan buku pengayaan yang disusun berdasarkan Kurikulum 2013. Buku ini berisi materi dan soal-soal latihan untuk membantu siswa menghadapi ulangan harian dan ulangan akhir semester. Buku yang membantu siswa mempersiapkan diri agar sukses meraih nilai tinggi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut. • Berisi ringkasan materi pelajaran sesuai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 2013. • Dilengkapi contoh-contoh soal pada setiap subbab yang dibahas secara gamblang dan mudah dipahami (belajar melalui contoh). • Dilengkapi soal-soal latihan yang komprehensif di bagian akhir bab untuk menguji pemahaman materi di setiap bab. • Dilengkapi soal-soal Penilaian Hasil Belajar Semester 1 dan Penilaian Hasil Belajar Semester 2 sebagai latihan untuk menghadapi ulangan akhir semester. Seri PASTI BISA membantu mencapai kesuksesan meraih nilai tinggi pada ulangan harian dan ulangan akhir semester.
Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny
2022 · Book · Open Access
Era digital dan kemajuan teknologi informasi, telah memberikan keterbukaan dan kemudahan informasi bagi mahasiswa dalam mengakses informasi materi perkuliahan, tetapi ketidakmampuan untuk memfilter sumber yang dapat dipercaya, menjadikan buku ini sebagai salah satu rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan isinya, serta telah disesuaikan dengan kurikulum dan capaian pembelajaran (learning outcome) sebagaimana dipersyaratakan dalam penyusunan kurikulum berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Buku ini disusun untuk memenuhi referensi dalam mengkaji bahan kajian Pendidikan Agama Islam, yang meliputi : Ketuhanan, kemanusiaan, dan kehidupan, agama dan dinul Islam, serta tauhid dan keimanan.
Prof. Dr. H. Haidar Putra Daulay; M.A.
2022 · Book · Open Access
Buku ini diberi judul: Pemberdayaan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Digunakan kata pemberdayaan dengan maksud agar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diajarkan di sekolah semakin efektif dan mencapai tujuan yang diharapakan. Dengan demikian, isi pokok buku ini adalah menyajikan apa saja upaya yang dilakukan agar Pendidikan Agama Islam di sekolah membuahkan hasil sesuai dengan yang diharapkan dipandang dari berbagai aspek. Tidak dapat dimungkiri bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) mengalami berbagai problema. Problema-problema itu ada yang berasal dari pendidik, peserta didik, kurikulum, sarana prasarana, manajemen, pendekatan yang dilakukan, dan lain sebagainya. Berdasarkan problema yang dihadapi itulah sebagai landasan untuk dicarikan solusinya. Diharapkan buku ini akan menjadi bacaan bagi para guru agama, yang kepada merekalah tujuan utama ditulis buku ini, begitu juga buku ini dapat digunakan oleh calon guru agama yang sedang berkuliah di Fakultas Tarbiyah atau Program Studi Tarbiyah pada tingkat strata 1 dan Program Studi Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam pada program strata 2 dan 3, juga buku ini dapat digunakan oleh pemerhati dan pencinta pendidikan Islam. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Agus Pahrudin
2022 · Book · Open Access
Pendidikan Islam Indonesia memiliki kekhasan tersendiri berbanding dengan negara lain dalam dunia Islam. Tidak saja berbentuk madrasah, tetapi beragam. Ini belum lagi adanya perjumpaan dengan etnisitas dan juga keberagamaan di masyarakat Indonesia. Walau dengan nama yang sama, madrasah atau pesantren, tetapi keduanya ketika berada dalam lingkungannya masing-masing memiliki corak tersendiri. Dalam pandangan-pandangan inilah, kemudian buku ini diwujudkan untuk memberi ruang bagi tersemainya pandangan keberagaman di pendidikan Islam. Dalam soal ideologis, tetap saja tunggal. Namun dalam praktik, begitupula dengan metode, akan mengalami adaptasi disesuaikan dengan kondisi kelembagaan. Buku ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk mendokumentasikan pendidikan Islam di Indonesia. Dengan kondisi yang diuraikan sebelumnya, merupakan sebuah kesempatan dalam memperkaya maklumat pendidikan. Termasuk dengan adanya langkah ini sehingga dapat melengkapkan mozaik pendidikan Islam.
Lukman Hakim et. al.
2022 · Book · Open Access
Wacana hubungan agama (Islam) dan sain telah bergulir sejak Syed Muhammad Naquib al-Attas, Ismail Razi al-Faruqi, Murice Bucaile, Syed Hussein Nasr, dan Ziauddin Sardar serta para pemikir Indonesia seperti Nurcholis Madjid dan M. Amin Abdullah. Menurut catatan saya, paling tidak ada lima varian hubungan antara Islam dan sains: justifikasi atau ayatisasi ilmu atau sebaliknya pembuktian kebenaran Al-Qur’an dan Hadis, relasi dan titik temu (interface) Islam dalam ilmu pengetahuan; komparasi ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu dalam Islam, kolaborasi ilmu dan Islam, dan rekonstruksi ilmu dalam Islam. Walaupun ada beberapa varian tentang bagaimana pola atau model hubungan Islam dan sains itu, upaya perwujudannya dalam dunia pendidikan terus bergulir salah satunya adalah integrasi Islam dan sains yang menjadi semboyan utama berdirinya Universitas Islam Negeri (UIN) yang merupakan ekspansi dari IAIN dan STAIN. Upaya ijtihadi hubungan Islam dan sains di UIN melahirkan beberapa model, di antaranya: jaring laba-laba (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), pohon ilmu (UIN Maliki Malang), dan twins tower (UIN Sunan Ampel Surabaya). Walaupun model integrasi itu belum sepenuhnya melembaga, namun upaya itu patut dihargai karena membangun paradigma keilmuan memerlukan beberapa generasi sampai menemukan suatu mazhab keilmuan (school of knowledge) tertentu. Buku yang merupakan hasil penelitian disertasi, yang mengkaji tentang integrasi Islam dan sains dalam kurikulum di UINSA Surabaya, ini boleh dikatakan sebagai penelitian awal yang diharapkan dapat mengilhami dan sekaligus sebagai pijakan bagi peneliti-peneliti berikutnya sejalan dengan semakin matangnya konsep integrasi itu sendiri. Prof. Dr. Tobroni, M.Si. Guru Besar Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang
Rahmat; M.Pd.I
2022 · Book · Open Access
Evaluasi Pendidikan perspektif Islam merupakan suatu proses dan tindakan yang terencana berbasis Islam untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan (peserta didik) terhadap tujuan (pendidikan), sehingga dapat disusun penilaiannya yang dapat dijadikan dasar untuk membuat keputusan. Prinsip-prinsip evaluasi pendidikan perspektif Islam meliputi mengacu pada tujuan, dilaksanakan secara obyektif, bersifat komprehensif atau menyeluruh dan dilaksanakan secara terus menerus atau kontinu (istiqomah). Secara umum tujuan dan fungsi evaluasi pendidikan perspektif Islam untuk: menguji, mengetahui, mengklasifikasi, mengukur, perbaikan, memberikan tabsyir (berita gembira) dan ‘iqab/nadir (siksa/kabar buruk). Dalam al-Qur’an istilah evaluasi tidak dijumpai persamaan kata yang pasti, tetapi ada kata-kata tertentu yang mengarah kepada arti evaluasi, seeperti al-balā’, al- ḥisāb, al-ḥukm, dan al-qaḍā. Prinsip-prinsip evaluasi dalam al-Qur’an mengacu pada tujuan, kontinuitas, totalitas, dan objektifi tas. Artinya, evaluasi harus dilakukan secara sistematis, berkesinambungan, dan terencana. Evaluasi merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah sistem pendidikan Islam. Sebab, ia dijadikan sebagai instumen untuk menilai serta mengukur keberhasilan proses pendidikan tersebut. Kesuksesan suatu pendidikan dapat dilihat dari model evaluasi hasil belajar yang telah ditentukan sesuai standar kurikulum yang berlaku. Dengan demikian, ketepatan memilih model evaluasi hasil belajar mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.
Rudi Ahmad Suryadi
2022 · Book · Open Access
Kehadiran buku ini mengisi ruang kosong di antara sekian banyak buku pendidikan Islam lainnya. Buku ini menggambarkan beberapa tema yang dianggap penting dalam konten pendidikan Islam. Pemaknaan pendidikan dalam buku ini, walaupun kurang mendalam namun penulis mencoba memaparkannya dengan memerhatikan aspek substantif pendidikan Islam. Pembahasan pada buku ini lebih mengarah pada beberapa komponen pendidikan, seperti konsep pendidikan, tujuan, pendidik (guru), kurikulum, metode, dan alat. Tetapi karena ada beberapa hal yang dipandang penting untuk dipaparkan, penulis mengulas pula konsepsi manusia dan sedikit gambaran mengenai potret pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam “indigenous” di Indonesia, sistem pendidikan Islam dalam perkembangan modern dan sosial budaya, serta ulasan mengenai Pendidikan Agama Islam di sekolah.
Neni; Shabri Shaleh Anwar
2022 · Book · Open Access
Sekolah alam adalah sekolah impian yang menjadi kenyataan bagi mereka yang mengangankan dan menginginkan perubahan dalam dunia pendidikan secara menyeluruh yang pada akhirnya mengarah pada perbaikan mutu dan hasil akhir dari proses pendidikan itu sendiri. Pada sekolah alam, anak-anak dibebaskan bereksplorasi, bereksperimen dan berekspresi tanpa dibatasi sekat-sekat diniding dan berbagai aturan, yang mengekang rasa ingin tahu mereka, yang membatasi interaksi mereka dengan kehidupan yang sebenarnya, yang membuat mereka berjarak dan tak akrab dengan alam lingkungan mereka. Anak dibebaskan menjadi diri mereka, dan mengembangkan potensi dirinya untuk tumbuh menjadi manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, berwawasan ilmu pengetahuan dan siap menjadi pemimpin di muka bumi (khalifatu fil ardh). Anak dibebaskan dari tekanan ‘mengejar’ nilai dan rangking, tapi didorong untuk menumbuhkan tradisi ilmiah. Prestasi tidak dilihat dalam perbandingan dengan anak lain, tapi dari upaya mereka memaksimalkan potensi diri dan menjadi lebih baik. Belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan, tidak membebani. Belajar jadi kebutuhan, bukan keharusan. Sekolah tidak menjadi penjara yang membosankan. Di sekolah alam, guru dibebaskan berkreasi dalam mengajar. Kreatifitas guru tidak dibatasi oleh buku paket dan target nilai. Guru tak sekadar mengajar, tapi mendidik. Guru tak hanya menjadi panutan, tapi teman. Guru adalah fasilitator. Guru-guru yang beridealisme tinggi dan penuh dedikasi di sekolah ini membantu anak didik mengenali kelebihan dan kekurangannya dan menjadikan mereka tidak sekedar mandiri, tapi bias membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dikerjakan. Berdasarkan riset yang penulis lakukan, ada guru berpendapat bahwasanya semua anak itu adalah juara. Menurut penulis, berdasarkan teori the multiple of inteleg, dalam artian kemampuan yang berbeda, dalam fenomena penulis temukan di lapangan, satu orang guru sekolah alam mengajarkan seluruh bidang studi termasuk materi agama, hal ini akan menimbulkan kesenjangan desain. Apakah mampu seorang guru mengetahui potensi 20 orang siswa deangan 2 fasilitator, sedangkan dia bukan ahli di bidang agama. Oleh karena itu perlu ada kesimbangan yang terangkum dalam sebuah model. Buku ini menawarakan sebuah model yang teruji melalui sebuah penelitian yang panjang berkenaan dengan model pendidikan agama Islam berbasis Lingkungan
MARLIANI
2022 · Book · Open Access
Mutu pendidikan yang baik tergantung pada peran guru dalam proses belajar mengajarnya, karena guru menjadi figur sentral dalam dunia pendidikan yang selalu terkait dengan komponen sistem pendidikan khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga aspek permasalahan, yaitu 1. Bagaimana Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan di SMK Negeri 5 Palangka Raya; 2. Bagaimana pengelolaan Standar Isi pada Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan di SMK Negeri 5 Palangka Raya; dan 3. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan di SMK Negeri 5 Palangka Raya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen Pendidikan dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut.
Pertama manajemen peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni manajemen peningkatan mutu, dan peningkatan mutu pendidikan. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada manajemen peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Palangka Raya. Pelaksanaan manajemen peningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 5 Palangka Raya, mengacu pada tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; Kedua, Standar isi SMK Negeri 5 Palangka Raya mengacu pada standar nasional pendidikan mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompeteni lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik; dan ketiga, Faktor pendukung dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMK Negeri-5 Palangka Raya adalah sumber daya manusia, lingkungan sekolah, tujuan / visi SMK Negeri-5 Palangka Raya, peran serta masyarakat dan lembaga lain. Sedangkan faktor penghabatnya adalah faktor ruang kelas di dalam melaksanakan ujian praktek.
SUGIYO
2022 · Book · Open Access
Melestarikan sebuah tradisi adalah merupakan suatu kewajiban bagi semua pihak, terutama umat Hindu Kaharingan yang berada diwilayah Desa Seirahayu II Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Agama dengan ritual selalu bersinergi, sebab lahirnya sebuah agama karena dilandasi adanya sebuah ritual atau tradisi begitu juga sebaliknya tradisi budaya dilandasi dengan adanya agama. Seiringnya perkembangan zaman sekarang ini, dimana keberadaan ritual perkawinan nanggai summang,hampir jarang dilakukan lagi,karena akibat pengaruh budaya moderisasi sehingga budaya tradisional yang dianggap memiliki makna nilai pendidikan tattwa, sosial, tradisi,etika, dan nilai pendidikan estetika.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana proses ritual perkawinan nanggai summang dilakukan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Seirahayu II Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara ? dan 2). Apakah kajian Nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung didalam ritual perkawinan nanggai summang di Desa Seirahayu II Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara ?. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang diteliti adalah, Teori Fungsionalisme Struktural, teori sistem religi, dan teori nilai. penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan Teknik studi dokumentasi. Teknik analisis data.Teknik penyajian hasil analisis data.
Hasil penelitian mengemukakan bahwan proses ritual perkawinan nanggai summang memiliki beberapa tahap yakni tahap awal, tahap pokoki, dan tahap akhir. Sedangkan nilai pendidikan dalam ritual perkawinan nanggai summang, yaitu; Nilai pendidikan tattwa, sosial,tradisi,etika, dan estetika. nilai pendidikan tattwa dapat dilihat ketika Balian duduk di Balai summang dengan mengucapkan beberapa mantra yang ditujukan kepada Tuhan beserta manifestasinya yang menguasai alam semesta beserta isinya. Nilai pendidikan tradisi merupakan kebiasaan yang mengatur tentang perilaku kehidupan manusia berkaitan dengan kehidupan sosial umat Hindu Kaharingan Seirahayu II terhadap nilai tradsi yang sanggat diyaki.. Nilai pendidikan etika yakni beberapa larangan atau pantangan wajib ditaati ketika ritual nanggai summang berlangsung. Sedangkan nilai pendidikan sosial dalam ritual perkawinan nanggai summang, yakni dengan terlihatnya kehidupan umat Hindu Kaharingan yang selalu bersama-sama atau saling tolong-menolong dalam melaksanakan berbagai kegiatan ritual keagamaan terutama pada ritual nanggai summang.
OBOY
2022 · Book · Open Access
OBOY, 2022. Penyuluh Agama Sebagai Informan Bagi Umat Hindu di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Dengan Dosen Pembimbing (I) Dr I Wayan Suasta, M.Pd.H Dan Dosen Pembimbing (II) Hadiantoe Ego Gantiano, M.Pd.H Penyuluh Agama Hindu Kaharingan sangatlah penting bagi Umat Hindu Kaharingan, karena dengan adanya tenaga penyuluh umat Hindu Kaharingan akan lebih baik dan terarah dalam proses pelayanan ataupun pembinaan umat Hindu Kaharingan dan yang pastinya akan lebih mudah memahami tentang bagaimana menjalankan hidup dalam agama dan juga lebih mudah mendapatkan informasi dari seorang yang memang benar-benar membidangi hal tersebut. Namun karena tenaga penyuluhnya tidak ada jadi umat Hindu Kaharingan masih banyak yang tidak paham dan masih banyak umat Hindu Kaharingan yang lalai tidak mengikuti proses ibadah basarah inilah yang membuat Hindu Kaharingan bisa berpindah agama bukan karena kurangnya pembinaan dan pelayanan namun kesadaran umat Hindu itu sendiri dalam pelaksanaan ibadah basarah itu sangatlah kurang terutama untuk orang tua umat Hindu Kaharingan mereka lebih memilih kerja atau pergi keladang dari pada mereka ikut ibadah tapi astungkara walaupun mereka sibuk dengan kerjaannya mereka tetap menyuruh anak-anaknya untuk berangkat ibadah basarah dan anak-anak, remaja di sana masih aktif dalam melaksanakan ibadah basarah walaupun dengan kemampuan pengurus yang terbatas mereka tetap semangat mengikuti ibadah baasarah. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah sebagai berikut; (1) Bagamana Peran Tenaga Penyuluh Pembinaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (2) Bagaimana Dampak dari Peran Tenaga Penyuluh Terhadap Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Analisis masalah ini menggunakan teori Fungsional Struktural dan teori Identitas Sosial. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui: Observasi, Wawancara, Studi Kepustakaan, Dokumtasi dan Perekaman Suara. Pentuan informan menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan dan umat Hindu Kaharingan yang sangat membutuhkan tenaga penyuluh Karena Penyuluh Agama Sebagai Informan Bagi Umat Hindu kaharingan di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Peran Penyuluh Agama Hindu Kaharingan sangatlah penting dan sangat dibutuhkan terkhususnya umat Hindu Kaharingan yang ada di Wilayah Kecamatan Petak Malai karena di sana tidak ada tenaga penyuluhnya maka sangat di harapkan agar pihak lembagaan keagaman segera merekomendasikan tenagan penyuluh di wilayah Kecamatan Petak Malai terkhususnya pihak keagamaan Kabupaten Katingan. (2) Dampak dari Peran Tenaga Penyuluh sangatlah baik dapat memotivasi umat Hindu Kaharingan agar lebih giat lagi mengikuti ibadah basarah terlebih bagi kaum remaja karena merekalah harapan umat Hindu Kaharingan saat ini namun karena tidak ada tenaga penyuluhnya jadi semampu pengurus-pengurus agama yang ada di desa Tumbang Baraoi dengan kemampuan mereka yang terbatas.
NI KETUT AYU MARHENI S;PDH
2022 · Book · Open Access
Tesis ini mengkaji tentang Penyelesaian Sidang Adat Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang ada di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yang dilakukan oleh masyarakat yang ada di Desa Tumbang Mantuhe yang melanggar Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004. Fenomena inilah yang terjadi, berdasarkan observasi yang terjadi di dalam rumah tangga masyarakat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yang diselesaikan secara hukum adat Hindu Kaharingan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Apakah penyebab terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Perspektif Hukum Hindu. 2. Apakah pelanggaran hukum yang dilakukan kasus kekerasan dalam rumah tangga pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Perspektif Hukum Hindu. 3. Bagaimana Proses Penyelesaian Sidang Adat Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga Pada Masyarakat di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Perspektif Hukum Hindu. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang diteliti adalah, Teori Kausalitas, Teori Kewenangan dan Teori Validitas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Teknik Observasi, Teknik Wawancara, dan Teknik Studi Dokumentasi. Teknik analisis data. Teknik Penyajian hasil analisi data. Dari hasil penelitian mengemukakan bahwa penyebab kekerasan dalam rumah tangga disebabkan, adanya kecurigaan Suami Terhadap istri, Suami kurang Komonikasi dengan Istri, kurang terpenuhi kasih sayang, kurang harmonis, ekonomi dan perselingkuhan. Sedangkan pelanggaran hukum dalam kasus kekerasan rumah tangga yang terjadi di Desa Tumbang Mantuhe yaitu : kekerasan psikologis, kekerasan biologis, dan suami tidak melakukan kewajiban. Kemudian proses penyelesaian melalui musyawarah dan mufakat yang diselesaikan oleh mantir adat, saksi-saksi, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan keluarga kedua belah pihak yang bersengketa dengan melakukan tahapan proses, yaitu adanya laporan korban, mediasi dan sidang adat serta pengambilan keputusan.
I NYOMAN SUASTITA; S.AG
2022 · Book · Open Access
Penelitian ini mengkaji tentang tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di Daerah Aliran Sungai Kahayan. Tradisi hapantan merupakan tradisi yang unik, menarik, dan juga penting yang menarik untuk dikaji lebih dalam, sebab tradisi ini memiliki banyak makna khas dari masyarakat Dayak. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, rumusan masalah yang di kaji yakni; apakah latar belakang tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan ?, bagaimanakah pelaksanaan tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan ?, dan apakah makna yang terkandung dalam tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan ?. Masalah tersebut di kaji dengan teori religi, toeri struktural fungsional dan teori Interaksionalisme simbolik. Kajian ini untuk mengkaji lebih dalam untuk menambah pengetahuan Agama Hindu terhadap tradisi hapantan. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu deskriptip kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan kepustakaan. tehnik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan kesimpulan untuk mendapatkan sebuah penelitian yang ilmiah Berdasarkan pembahasan dan analisis yang dikaji dengan teori ditemukan bahwa ; tradisi hapantan di latar belakangi oleh adanya orang yang handep. Pelaksanaan tradisi hapantan di lakukan dengan tiga tahapan, yaitu; persiapan dimulai dengan musyawarah, mencari sarana dan prasarana, membuat sarana yang dibutuhkan Selanjutnya pelaksanaan, diawali dengan tanya jawab, melipat kain, barulah pantan dipotong, dilanjutkan dengan pemberian pupur, undus dan terakhir adalah mapas. Tahap akhir yaitu para tamu ikut bersama menganjan, pencatatan barang bawaan, menjamu tamu dengan acara makan bersama, dan hasupa hasundau (berbincang-bincang). Makna yang terkandung dalam tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu kaharingan meliputi; Makna Religious; Makna Estetika, Makna Etika, Makna Gotong Royong ,Makna Sosial, dan Makna Keakraban. Dari analisis yang di lakukan di atas dapat di simpulkan bahwa tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan adalah tradisi yang unik dalam meyambut tamu yang mempunyai nilai dan makna “Belum Bahadat” yang wajib di lestarikan
YUNGKI
2022 · Book · Open Access
YUNGKI, 2022. ” Upacara Piak Pali dalam perkawinan Suku dayak Siang di desa Tumbang Bondang, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya” (kajian bentuk,fungsi dan makna) Dengan Dosen Pembimbing I Tiwi Etika,S.Ag.,M.Ag.,Ph.D dan Dosen Pembimbing II Dr.Anak Agung Gede Wiranata,S.Ag.,M.Ag Piak Pali Suku dayak Siang di desa Tumbang Bondang, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya adalah merupakan suatu upacara yang sakral yaitu keselamatan kedua insan yang melakukan suatu hubungan sebelum dilakukan perkawinan yaitu sehingga terjamin keselamatannya atau terhindar dari segala marabahaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain, Jenis penelitian menggunakan data primer dan skunder, sedangkan teknik penentuan informan adalah Teknik penentuan Informan untuk tujuan tertentu saja. Purposive sampling juga bisa berarti sampling yang menentukan target kelompok tertentu. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah dengan cara : Teknik observasi, Teknik wawancara dan Teknik teknik Kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif sehingga akurasi data menjadi lebih terjamin. Dari kajian dan analisis pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1).Bentuk Upacara Piak Pali dalam perkawinan Suku Dayak Siang di desa Bondang Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya adalah berupa sarana prasarana yang tersedia ada 4 bentuk seperti yang merupakan sarana sakral yang wajib dipersiapkan sebelum melaksanakan Upacara Piak Pali oleh sepasang kekasih sebelum melaksanakan ikatan perkawinan. 2). Piak Pali akan dilaksanakan apabila ada dua orang dewasa lawan jenis ditemukan tinggal bersama dalam satu rumah atau pada tempat tertentu yang tertutup yang dicurigai/ada indikasi melakukan persetubuhan. Meskipun tidak melakukan persetubuhan tapi dipandang melakukan pelanggaran hukum adat sehingga tidak membawa dampak yang buruk bagi warga yang lain , apabila tidak melaksanakan Piak Pali, maka kedua belah pihak tersebut akan dikenakan sanksi hukum adat yang berlaku Piak Pali akan tetap dilaksanakan meskipun tanpa ada persetujuan dari orang tua 3), Makna Piak Pali suku Dayak siang di Desa Tumbang Bondang, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya menyangkut pengukuhan pensucian kedua insan tersebut secara adat tersebut sebagai pengakuan pengesahan dalam pemberian nama agar mendapatkan kedamaian
NATALIA
2022 · Book · Open Access
Natalia,2022. Pengelolan Wisata Edukasi Museum Balanga Di Kota Palangka Raya.Pembimbing I:Wentin, S.Ag., M.Pd.H, dan pembimbing II: Bapak Dr.Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag Museum Balanga memiliki sifat pendidikan budaya dari Suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah,diantaranya adalah seperti melakukan pengadaan dan juga konservasi benda benda budaya untuk dipamerkan ke masyarakat luas yang dalam hal ini fungsi museum balanga sebagai wisata edukasi yang memberikan pendidikan kepada masyarakat luas. Sisi positif yang disajikan museum untuk publik atau dari kunjungan ke museum tidak dapat dihindari bahwa masih ada sebagian atau sekelompok masyarakat yang memiliki cara pandang (paradigma) kurang baik tentang museum. Suatu kesan yang menganggap museum tidak lebih dari gudang atau tempat benda-benda kuno untuk tujuan dipamerkan ke masyarakat dan tanpa nilai, oleh karena itu pengelolaan museum perlu memberikan pemahaman mengenai arti, manfaat dar: tujuan pendirian atau pengelolaan museum. Dilihat dari pembahasaan di atas maka rumus masalah dalam penelitian ini adalah : (1)Bagaimanakah Pengelolaan wisata edukasi di museum Balanga Kota Palangka Raya (2) Apakah yang menjadi Implikasi dari pengelolaan wisata edukasi di museum Balanga Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Teori Konstruktivisme dan (2) teori pengaruh. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian,teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan purposive sampeling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunkan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Pengelolan wisata edukasi di Museum Balanga masih kurang tertata dengan baik, di Museum Balanga sendiri tidak memiliki sop ( standar operating procedure) yang telah di perbarui dalam pelayan terhadap wisatawan. Kendala pelaksanaan perawatan dan pembersihan benda- benda koleksi Museum Balanga adalah kurangnya stap yang bekerja, terutarna pekerja laki - laki dan tidak adanya ahli di bidang arkeologi untuk pengklasifikasian benda- benda koleksi. Dampak wisata edukasi Museum Balanga terhadap wisatawan terutama pelajar ataupun mahasiswa sangat positif yang memberikan pembelajaran edukasi tentang kebudayan suku dayak, mengenal ritual Agama Hindu Kaharingan dari upacara kelahiran, perkawinan sampai kematian dan pengenal tentang tokoh suku dayak yaitu bapak Tjilik Riwut.
JULIANSYAH
2022 · Book · Open Access
JULIANSYAH, 2022. Gaya dan Seni Berbicara dalam Menyampaikan Pandehen Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (Studi Kasus Mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu) Pembimbing I Sulandra, S.Pi.,M.Si dan Pembimbing II Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen sangat diperlukan dalam setiap pelaksanaan basarah khususnya yang dilakukan oleh mahasiswa program studi ilmu komunikasi Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini tujuan untuk mengetahui gambaran cara menerapkan gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen. Adapun permasalahan pada penelitian ini: bagaimana gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Komunikasi Publik, Teori Kendala. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah melalui pendekatan kualitatif. Jenis sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan adalah purposive sampling. dan teknik pengumpulan data penelitian adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik video, sedangkan teknik analisis data adalah mengunakan teknik analisis verbal dan dilanjutkan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya menunjukkan bahwa faktanya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu sudah terlatih dalam hal berbicara menyampaikan pandehen dengan menggunakan gaya dan seni dalam berbicara, serta telah mampu menyampaikan ide dan gagasan dari pemikiran yang dimiliki dengan baik dan benar.
PIOGENTA
2022 · Book · Open Access
Tesis ini mengkaji eksistensi situs Bukit Batu dalam pendidikan Hindu pada masyarakat Hindu di Kabupaten Katingan. Situs Bukit Batu memiliki keunikan yang luar biasa, karena setiap struktur terbentuk dari struktur batu lain yang mempunyai nama dan fungsi serta mitologi sendiri. Keunikan tampak dapat diperhatikan sejak awal masuk wilayah bebatuan situs Bukit Batu yang ada talaga suci dan diakhiri dengan batu besar tinggi yakni batu Tingkes. Masyarakat memahami situs Bukit Batu sebagai objek wisata untuk sekedar berekreasi, namun mempunyai eksistensi, fungsi, dan nilai-nilai yang berasal dari mitos dan struktur keberadaan Situs Bukit Batu. Berdasarkan latar belakang tersebut tesis ini mengkaji rumusan masalah : (1) Bagaimanakah eksistensi Situs Bukit Batu dalam pendidikan Hindu pada masyarakat Hindu di Kabupaten Katingan? (2) Apakah fungsi eksistensi Situs Bukit Batu dalam pendidikan Hindu pada masyarakat Hindu di Kabupaten Katingan? (3) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu pada Situs Bukit Batu bagi masyarakat Hindu di Kabupaten Katingan?. Tujuan penelitian ini mengkaji dan memperkaya ilmu pengetahuan Hindu dari mitologi rakyat dan eksistensi Situs Bukit Batu di Kabupaten Katingan. Analisis masalah menggunakan teori eksistensiliasme, teori fungsional struktural, dan teori nilai.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan analisis deskriptif kualitatif, dengan pendekatan emik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi, dari data primer dan kualitatif. Teknik analisis data kualitatif yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan yang disajian hasil analisis data dalam narasi Bahasa Indonesia, informal dan formal.
Hasil penelitian yang dianalisis dengan teori yang digunakan, menunjukkan bahwa eksistensi situs Bukit Batu dalam pendidikan Hindu pada masyarakat Hindu di Kabupaten Katingan tampak dari adanya mitologi situs Bukit Batu, yajna (persembahan suci), pelestarian budaya, dan pariwisata di situs Bukit Batu. Fungsi eksistensi situs Bukit Batu dalam pendidikan Hindu memiliki fungsi pendidikan tri hita karana, fungsi pendidikan yajna, fungsi pelestarian ekologi, fungsi religius, fungsi sosial, dan fungsi ekonomi. Nilai-nilai pendidikan Hindu pada situs Bukit Batu yaitu nilai pendidikan tatwa (filosofi), nilai pendidikan susila (etika), nilai pendidikan upacara, dan nilai pendidikan gotong royong. Eksistensi situs Bukit Batu dalam pendidikan Hindu menjadi sebuah wahana yang mempunyai makna dan nilai pendidikan Hindu yang luhur. Saat mengunjungi dan turut melakukan aktivitas religi di situs Bukit Batu, secara alami akan mentransformasi nilai-nilai pendidikan Hindu sehingga akan meningkatkan sradha dan bhakti umat Hindu. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa Situs Bukit Batu di Kabupaten Katingan mempunyai eksistensi tinggi dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan Pendidikan umat Hindu, yang akan mendewasakan masyarakat, kesejahteraan, dan keharmonisan.
MASKAM
2022 · Book · Open Access
Ritual Aruh Ganal Bawanang merupakan ritual Masyarakat Hindu Meratus di Kecamatan Piani Kabupaten Tapin yang sangat percaya kepada Leluhur yang dilaksanakan setiap Tahun sekali yakni pada bulan Juli menjelang bulan purnama, masyarakat Meratus yang meyakini leluhur secara kental melaksanakan ritual Aruh Ganal Bawanang. ritual Aruh Ganal Bawanang, jika dikaitkan dengan ajaran Panca Yadnya ritual Aruh Ganal Bawanang tergolong Ritual Dewa Yadnya, Pitra yadnya dan Bhuta Yadnya. ritual Aruh Ganal Bawanan dilaksanakan oleh masyarakat Hindu Meratus di Kecamatan Piani yang masih menganut agama Hindu lokal. Pelaksanaan ritual Aruh Ganal Bawanang oleh masyarakat Hindu Meratus di Kecamtan Piani selama ini masih dipahami dalam bentuk tradisi dan kebiasaan yang membudaya yang turun temurun, tanpa memahami dan mengetahui nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam Ritual Aruh Ganal Bawanang. Oleh karena itu penelitian lebih terfokus pada Kajian Nilai Pendidikan dalam ritual Aruh Ganal Bawanang pada masyarakat Hindu Meratus dengan rumusan masalah: 1) Bagaimana pelaksanaan ritual Aruh Ganal Bawanang di Kecamatan Piani Kabupaten Tapin. 2) Bagaimana nilai-nilai ritual dalam Aruh Ganal Bawanang. 3) Bagaimana Implikasi Pendidikan ritual Aruh Ganal Bawanang di Kecamatan Piani Kabupaten Tapin. Peneliti bertujuan untuk lebih mengetahui ritual Aruh Ganal Bawanang. Teori yang digunakan untuk mengetahui ritual Aruh Ganal Bawanang yaitu: teori Simbol, teori Fungsional Struktural dan teori pertukaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: metode deskriptif, motode Analises Kualitatif, metode wawancara, metode observasi dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut: Ritual Aruh Ganal Bawanang yaitu dimulai dengan: 1) Ritual Mulai Manabas, 2) Ritual Batabang 3.) Ritual Manyalukut, 4) Ritual Mamanduk dan Mahayip, 5) Ritual Bamata Umang, 6) Ritual Mananam Banih, 7) Ritual Merabon Banih Mandara, 8) Ritual Bapalas Banih, 9) Ritual Manyampuk Banih Mawai (bunga Padi Mulai mengeluarkan Berbuah), 10) Ritual Mangatam, 11) Ritual Aruh Ganal Bawanang, 12) Ritual Babuat atau Baancak Banih Kalulung. Dalam Aruh Ganal Bawanang terdapat (1) Nilai Pendidikan religious, (2) Nilai Sosial dan Budaya, (3) Nilai Etika, (4) Nilai Toleransi Beragama dan (5) Nilai Estetika, sedangkan Implikasi Pendidikan yaitu: (1) Implikasi Religius, (2) Implikasi Budaya, (3) Implikasi Sosial, dan (4) Imlikasi Sumber Daya Alam.
Kata Kunci: Kajian Nilai Pendidikan, Ritual Aruh Ganal Bawanang, Masyarakat Hindu Meratus
WATI
2022 · Book · Open Access
Sistem pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 mengalami banyak perubahan dalam pelaksanaan pembelajaran yang menjadi persoalan dalam dunia pendidikan di sekolah termasuk sekolah menengah atas. Persoalan pendidikan pada masa pandemi Covid-19 banyak menjadi fokus berbagai penelitian. Akan tetapi sistem pelaksanaan pembelajaran khususnya pendidikan agama Hindu di sekolah menengah atas kabupaten Kapuas belum tersedia. Dengan demikian peneliti tertarik mengkaji sistem pelaksanaan pembelajaran di SMA Negeri Kuala Kapuas dengan fokus masalah (1) Bagaimana kesiapan dalam menerapkan sistem pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu pada masa pandemi Covid-19 di SMAN Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas, (2) Bagaimana sistem yang diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu pada masa Covid-19 di SMAN Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas, dan (3) Apa kendala dan solusi yang dihadapi dalam sistem pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu pada masa pandemi Covid-19 di SMAN Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas.
Teori yang digunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori behaviorisme, teori sistem, dan teori kognitif. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen.
Hasil analisis sistem pelaksanaan pembelajaran menunjukkan beberapa hal berikut. (1) kesiapan pelaksanaan pembelajaran daring yakni kesiapan guru, siswa dan infrastruktur pendukung pembelajaran daring, sedangkan PTM terbatas adalah kesiapan jadwal dan protokol kesehatan. (2) Sistem yang diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran adalah pembelajaran daring penuh, pembelajaran dengan penugasan, dan PTM terbatas dengan penerapan protokol kesehatan. (3) Kendala yang dihadapi sekolah yakni pengetahuan guru dan siswa terkait pembelajaran daring masih beragam, pelajaran sulit dipahami siswa dalam pembelajaran daring, dan ketersediaan sarana dan prasarana belum memadai. Solusi yang ditawarkan dalam sistem pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi yakni meningkatkan kreativitas guru dan siswa dan melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk pemenuhan kebutuhan siswa dalam belajar.
Kata Kunci: sistem pelaksanaan pembelajaran, pendidikan agama hindu, pandemi Covid-19
LOLIK ROHNIA HANJAR SAPUTRIA NINGSIH
2022 · Book · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu. Penelitian ini mengangkat fenomena upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki perbedaan dari upacara odalan lainnya, dan menjadikan upacara ini memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri. Berdasarkan hal di atas, penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) apakah latar belakang umat Hindu Jawa mempertahankan tradisi Hindu Jawa dalam upacara odalan pura di Kabupaten Kutai Kartanegara?, (2) bagaimanakah pelaksanaan upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kajian pendidikan Hindu?, (3) apakah makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kajian pendidikan Hindu?, tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji, menjelaskan dan mendeskripsikan latar belakang, pelaksanaan serta makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan memahami dan menganalisis upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan kajian pendidikan Hindu. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori interaksionisme simbolik dan teori fungsionalisme struktural, dengan disajikan secara formal dan informal. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa latar belakang umat Hindu Jawa masih mempertahankan tradisi Hindu Jawa adalah: Adanya Kepribadian Orang Jawa, mempertahankan dan melestarikan ajaran Hindu Jawa, adanya warisan budaya dan tradisi dari leluhur, menjadi refleksi budaya Jawa, menjadi solidaritas umat Hindu Jawa dan kepuasan batin Hindu Jawa. Upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu terbagi ke dalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahapan pokok, dan tahapan akhir. Makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu adalah: makna sosial, makna gotong royong, makna solidaritas, makna moralitas, makna susila, makna karakter, makna kebenaran, makna keindahan, makna keindahan pandang, makna keindahan hati, makna religiusitas,dan makna rasa syukur. Interaksi sosial masyarakat Hindu Jawa dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta kaharmonisan masyarakat Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat dikatakan sangat luar biasa baik. Kata kunci: upacara odalan, tradisi Hindu Jawa