Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.950 item publik

Publikasi

Halaman 32 dari 98

Pengembangan Dan Pengelolaan Aset Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

NOVA
2023 · Book · Open Access

NOVA, 2023 : Pengembangan Dan Pengelolaan Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan, Prodi Pramuwisata Budaya Dan Keagaamaan, Fakultas Dharma Dhuta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, Pembimbing II : I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H., M.Pd Wisata Alam Riam Gahis merupakan salah satu wisata yang berada di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Wisata ini merupakan wisata yang berbasis alam yang alami, daya tarik dari wisata yang dimiliki yaitu alam yang alami serta keadaan hutan yang masih asri dan air sungai dengan banyaknya bebatuan menimbulkan gelombang yang indah, pemandangan inilah yang memberikan pemandangan yang indah untuk dinikmati para pengunjung wisatawan. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana Partisipasi Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan; (2) Apa Faktor Penghambat Dan Pendukung Aset Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode purposif sampling, dimana informan sudah ditentukan yaitu 3 Pemerintah Desa, pengelola Wisata serta pengunjung/masyarakat. Teori yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah; (1) Teori Manajemen, (2) Teori Pengembangan. Hasil penelitian ini dapat adalah; (1) Partisipasi yang dilakukan pihak Pemerintah Desa atau Tim Pengelola dalam pengelolaan guna mencapai sasaran yang hendak dituju.(2) Faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi yaitu kurangnya anggaran dana untuk pengelolaan serta pengembangan, kurangnya kerjasama antar Pemerintah Desa maupun tim pengelola wisata. Faktor pendukung Wisata Alam Riam Gahis memiliki Alam yang sangat alami serta tempat yang menarik dengan alam yang indah dan sejuk.

Filosofi pantugur dalam upacara wara di desa kalahien kecamatan dusun selatan kabupaten barito selatan

PERNANDO
2023 · Book · Open Access

Pernando, “Filosofi Pantugur Dalam Upacara Wara Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan”. Skripsi. Program Studi Filsafat Agama Hindu”. Dosen Pembimbing (1) Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D, Pembimbing (2) Ni Nyoman Tantri, S.Pd.,M.Pd. Pantugur merupakan sebuah ukiran tangan yang menyerupai manusia maupun hewan dan terbuat dari bahan kayu ulin dan akan didirikan disamping atau didepan halaman rumah orang yang melaksanakan upacara wara. Keberadaan pantugur yang menjadi pokok dalam upacara wara yang memiliki fungsi dan makna filosofi yang perlu untuk dikaji. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman dari beberapa orang terhadap makna filosofi yang terkandung pada pantugur dalam upacara wara Hindu Kaharingan sehingga pantugur digunakan pada puncak pelasanaan upacara tersebut. Pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana proses pembuatan pantugur dalam upacara wara di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan? (2) Bagaimana fungsi pantugur dalam upacara wara di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan? (3) Bagaimana makna filosofi pantugur dala ,m upacara wara di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan? Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori religi (2) Teori fungsional struktural dan (3) Teori interaksi simbolik. Subjek penelitian ini adalah tokoh keagamaan Hindu dan rohaniawan. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa komponen yang dapat dikaji dan penyajian hasil meliputi pantugur merupakan perwujudan jasmani dari leluhur yang diupacarakan dan wajib untuk dihargai keberadaanya sebagai bentuk cinta kasih dari keluarga yang melaksana. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa proses pembuatan pantugur yang dikaji menggunakan teori religi menghasilakn kesimpulan meliputi : (1) pencarian bahan pantugur (2) bentuk pantugur(3) pelakasanaan ritual saki pilah (4) tahap pemasangan pantugur. Fungsi yang terkandung dalam pantugur yang didukung dengan teori funsional struktural menghasilkan kesimpulan : (1) fungsi religius (2) fungsi sosial (3) fungsi budaya (4) fungsi adat. Makna filosofi yang terkandung pada pantugur yang dikaji menggunakan teori interaksi simbolik menghasilkan kesimpulan yang meliputi : (1) makna religius (2) makna budaya (3) makna simbolik (4) makna kehidupan. Kata Kunci: filosofi, pantugur, upacara wara.

PERAN DAMANG DALAM MENYELESAIKAN KASUS GANTI RUGI SENGKETA TANAH ADAT HAK MILIK INDIVIDU DENGAN PT.BHARINTO EKATAMA (BEK) DI DESA BENANGIN KECAMATAN TEWEH TIMUR KABUPATEN BARITO UTARA

MARISA WULANDARI
2023 · Book · Open Access

ABSTRAK MARISA WULANDARI 2023 : Peran Damang Dalam Menyelesaikan Kasus Ganti Rugi Sengketa Tanah Adat Hak Milik Individu Dengan PT. Bharinto Ekatama (BEK) Di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Komang Darman, SH.,MH. Pembimbing II, Herwandi, MH. Berdasarkan latar belakang maka dalam penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1). Bagaimanakah Peran Damang dalam penyelesaian kasus ganti rugi sengketa tanah adat hak milik individu dengan Pt. Bharinto Ekatama (BEK) di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. (2). Bagaimanakah proses penyelesaian sengketa tanah adat hak milik individu dengan PT. Bharinto Ekatama (BEK) Di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. (3). Apakah yang menjadi pertimbangan Damang dalam menyelesaikan sengketa tanah adat hak milik individu dengan PT. Bharinto Ekatama (BEK) di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah, Teori kewenangan. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara. dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dan Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan analisis data maka dapat disimpulkan yaitu : (1). Peran Damang dalam Menyelesaikan kasus ganti rugi sengketa tanah adat hak milik individu dengan Pt. Bharinto Ekatama (BEK) di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Melalui Lembaga Adat Desa Benangin maka segala konflik/sengketa di selesaikan secara damai berdasarkan musyawarah dan mufakat. (2). Beberapa tahapan proses penyelesaian sengketa 1). Pelaporan atau Pengaduan 2). Pemanggilan Para Pihak 3). Sidang Peradilan Adat 4). Pengambilan Keputusan diselesaikan berdasarkan Pertimbangan Damang pada Peraturan Daerah Kalimantan Tengan Nomor 16 Tahun 2008

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERBATASAN LAHAN PERKEBUNAN MASYARAKAT DI DESA TAJAU PECAH KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN

NI PUTU KRISTINA
2023 · Book · Open Access

ABSTRAK Ni Putu Kristina, 2023: Peran Pemerintah Desa Dalam Penyelesaian Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat Di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Komang Darman, S.H.,MH. Pembimbing II, Ni Putu Paramita Dewi, S.H.,M.H. Pemerintah Desa adalah unsur penyelenggara Pemerintahan Desa yang bertugas untuk mengatur dan melaksanakan pemerintahan ditingkat Desa yang dikepalai oleh Kepala Desa dan dibantu Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa. Jika terjadi konflik atau sengketa pada masyarakat, Pemerintah Desa bertindak sebagai pemimpin, sebagai mediator dan sebagai Hakim perdamaian untuk mendamaikan dari kedua belah pihak yang bersengketa, dan juga dalam penyelesaian sengketa perbatasan lahan pada masyarakat. Masalah yang diteliti : (1) Peran Pemerintah Desa Dalam Penyelesaian Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat Di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kaimantan Selatan. (2) Bagaimanakah Proses Penyelesaian Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Subyek penelitian adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, Kasi Pemerintahan, Kasi Pelayanan & kesejahteraan, kaur umum & perencanaan, RT, Polsek Batu Ampar, Pengacara dan pihak-pihak yang bersangkutan dengan penyelesaian sengketa perbatasan lahan di Desa Tajau Pecah. Obyek Penelitian adalah Kasus Sengketa Perbatasan Lahan Perkebunan Masyarakat di Desa Tajau Pecah. Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kewenangan dari Philipus M. Hadjon dan Teori Keadilan dari John Rawls. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Desa sangat berperan penting yaitu sebagai Pemerintah Desa sebagai pemimpin, sebagai mediator dan sebagai hakim perdamaian desa. Proses penyelesaian sengketa perbatasan lahan perkebunan masyarakat yang terjadi di Desa Tajau Pecah dilakukan secara mediasi, dalam hal ini kepala desa sebagai mediator dalam memediasi para pihak yang bersengketa. Dalam mediasi ada beberapa tahapan yang dilakukan yaitu, mengajukan pengaduan, menghadirkan para pihak, mengumpukan data, mediasi dan putusan.

Eksistensi Objek Wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara

AMELIA
2023 · Book · Open Access

ABSTRAK AMELIA, 2023: Eksistensi Objek Wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Wentin, S.Ag., M.Pd.H Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara, merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Potensi yang ada di objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon, berupa sumber daya alam yang menonjol yaitu bebatuan, flora dan fauna. Objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon tentunya memerlukan pengembangan yang berkelanjutan untuk menjaga ke eksistensiannya agar tetap terjaga dan diminati oleh pengunjung. Eksistensi tempat wisata perlu dilakukan untuk memberi dampak keberadaan wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara. Akan tetapi, wisata alam Air Terjun Jantur Tawaon masih kurang eksis karena keberadaannya masih kurang diketahui oleh masyarakat dan wisatawan. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini maka rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah eksistensi objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara (2) Apakah faktor yang menjadi kendala dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh Kabupaten Barito Utara. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini yaitu: (1) Teori Eksistensi (2) Teori Manajemen Sumber Daya Manusia (3) Teori Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode: observasi, kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik snowball sampling dengan teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon sangat perlu dalam eksistensi terhadap keberadaan dari wisata Air Terjun ini oleh karena itu, perlunya pemasaran dan promosi untuk meningkatkan ke eksistensiannya dari objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon di Desa Pendreh, (2) Faktor kendala dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun Jantur Tawaon diantaranya sebagai berikut: (a) merupakan kawasan cagar alam atau kawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), (b) Belum mendapatkan izin untuk mengelola (c) adanya pemukiman masyarakat, serta tanaman-tanaman masyarakat yang berladang, (d) Banyaknya sampah yang berserakan sehingga kebersihan di lingkungan objek wisata masih kurang.

ANALISIS PENGEMBANGAN WISATA TAHURA LAPAK JARU SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA DI KECAMATAN KURUN KABUPATEN GUNUNG MAS

EMONITAE
2023 · Book · Open Access

ABSTRAK EMONITAE, 2023, Analisis Pengembangan Wisata Tahura Lapak Jaru Sebagai Daerah Tujuan Wisata Di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas, Pembimbing I: Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II: Yoppie, M.Pd.H Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang saat ini sedang digelarkan oleh pemerintah. Pariwisata juga merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya alam menjadi tempat wisata yang dapat bernilai ekonomi tinggi bagi suatu daerah karena dapat menarik pengunjung baik dari dalam maupun dari luar negeri.Namun, keberadaan objek wisata harus dikelola dan dikembangkan dengan baik agar terus eksis dan menjadi tujuan wisata. Salah satunya adalah wisata Tahura Lapak Jaru yang ada di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan objek wisata Tahura Lapak Jaru sebagai daerah tujuan wisata di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Dengan permasalahan: (1) Kendala apa saja yang dialami dalam pengebangan objek Wisata Tahura Lapak Jaru di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. (2) Bagaimana strategi pengembangan wisata Tahura Lapak Jaru sebagai daerah tujuan wisata di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kendala dan teori pengembangan pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) kendala yang dialami dalam pengebangan objek Wisata Tahura Lapak Jaru di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas yaitu kurang optimalnya dana yang dimiliki oleh pihak pengelola, sehingga pengembangan wisata kurang berjalan dengan maksimal, kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar memahami bidang kepariwisataan dan (2) Strategi pengembangan wisata Tahura Lapak Jaru sebagai daerah tujuan wisata di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas yakni diperlukannya kerja sama antara pemerintah daerah, pengelola wisata, pelaku usaha, maupun masyarakat setempat

MAKNA PENJATUHAN SANKSI ADAT DALAM KASUS PERKELAHIAN PADA UPACARA RITUAL NGALANGKANG PERSPEKTIF HUKUM HINDU (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT DAYAK DUSUN DI DESA TARUSAN KECAMATAN DUSUN UTARA KABUPATEN BARITO SELATAN)

ELAYANTO
2023 · Book · Open Access

ELA YANTO, 2023. Makna Penjatuhan Sanksi Adat Dalam Kasus Perkelahian Pada Upacara Ritual Ngalangkang Perspektif Hukum Hindu (Studi Kasus Pada Masyarakat Dayak Dusun Di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan). Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Agama Hindu, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri TampungPenyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S. Ag., M. Si dan Pembimbing II : Gelar Sumbogo Peni, S. Ag., M. Si. Sanksi adat sangat berperan untuk menjaga keharmonisan hidup manusia, sekaligus untuk menjaga ketertiban dalam masyarakat. Pelanggaran terhadap norma adat dan norma agama akan menimbulkan kegoncangan hidup dalam masyarakat, oleh karena itu perlu diterapkan sanksi adat atau tindakan hukum adat. Bagi siapapun yang melanggar norma/kaidah hukum adat dan agama dianggap menganggu keseimbangan dan keselarasan hidup dalam masyarakat, sehingga menimbulkan reaksi adat dengan berupa sanksi adat. Dalam masyarakat suku Dayak Dusun khususnya di Desa Tarusan apabila terjadi pelanggaran adat akan dilakukan sanksi adat. Karena dengan adanya penjatuhan sanksi upacara ngalangkang adalah upacara ritual memberikan persembahan kepada orang yang sudah meninggal biasanya dilakukan selama tiga tahun berturut-turut, maka kesimbangan dapat dipulihkan. Salah satu kasus pelanggaran adat yang terjadi di Desa Tarusan adalah kasus perkelahian pada saat Upacara Ritual Ngelangkang. Untuk itu yang menjadi permasalahan ini adalah: (1) Apa makna penjatuhan sanksi adat dalam kasus perkelahian pada Upacara Ritual Ngalangkang di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, (2) Bagaimana pelaksanaan penyelesaian kasus perkelahian pada Upacara Ritual Ngalangkag di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan. Metode penelitian Teori Tri Hita Karana danTeori Receptio in Complexu. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Informan ditentukan berdasarkan teknik sampling pengumpulan data melalui wawancara, obervasi, dokumentasi dan anilisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Makna Penjatuhan Sanksi Adat Dalam Kasus Perkelahian Pada Upacara Ritual Ngalangkang Perspektif Hukum Hindu (Studi Kasus Pada Masyarakat Dayak Dusun Di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan). Yaitu ada dua makna adat dan makna ritual saki pilah yang bermakna untuk membuang sial kawe terhadap masyarakat di Desa Tarusan. Dilakukan melalui perangkat adat, proses sidang adat, pertimbangan Damang Kepala Adat dalam memberi keputusan, dan perjanjian kedua belah pihak. Dasar pertimbangan hukum dalam menyelesaikan kasus perkelahian melalui perangkat adat berdasarkan kewenangan Damang Kepala Adat. Kata Kunci: sanksi adat, perkelahian, ritual ngalangkang, dan hukum hindu

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DA-LAM MENANAMKAN SIKAP SPIRITUAL SISWA HINDU DI SMPN-1 TIMPAH SATU ATAP KABUPATEN KAPUAS

YENI WULANDARI
2023 · Book · Open Access

ABSTRAK YENI WULANDARI. 2023. Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Spiritual Siswa Hindu Di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji strategi guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupat-en Kapuas. Strategi merupakan rencana dan metode yang dirancang untuk men-capai suatu tujuan. Strategi diperlukan dalam menanamkan sikap spiritual siswa yang belum sepenuhnya memiliki sikap yang religius. Berdasarkan latar belakang yaitu kegiatan keagamaan siswa dan guru semakin berkurang karena tempat keagamaan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah, siswa sering lupa berdoa sebelum memulai pembelajaran. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Strategi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabu-paten Kapuas? (2) Apa kendala yang dihadapi guru pendidikan Agama Hindu da-lam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Ka-bupaten Kapuas? Teori yang digunakan adalah teori humanistik dan teori in-teraksionisme simbolik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, 1) Strategi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupat-en Kapuas adalah dengan pembiasaan, penghafalan, mengingat dan ceramah. 2) Kendala yang dihadapi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan si-kap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupaten Kapuas ada-lah siswa kurang merespon pertanyaan guru karena malu bertanya, kurangnya percaya diri siswa, perpustakaan belum ada dan literatur bacaan atau buku paket belum ada, jaringan internet belum tersedia, ruang keagamaan masih belum ada khususnya Pendidikan Agama Hindu.

Perkawinan dibawah Umur Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Janah Mansiwui Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur

RULIYANI
2023 · Book · Open Access

Masyarakat Hindu Kaharingan memandang bahwa perkawinan anak usia dini tidak merupakan perkawinan yang ideal. Sebab pada usia remaja atau muda adalah masa yang diharuskan menuntut ilmu pengetahuan. Berdasarkan Uraian diatas, Rumusan Masalah yang diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Apa Faktor Penyebab Perkawinan Dibawah Umur pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Janah Mansiwui Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur?, 2. Bagaimana Upaya Lembaga Agama Untuk Mencegah Perkawinan Dibawah Umur pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Janah Mansiwui Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur?. Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan yaitu teori Sebab Akibat dan teori Preventif. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh mengenai faktor penyebab perkawinan dibawah umur meliputi lima faktor yaitu faktor ekonomi, faktor pendidikan,hamil diluar nikah,faktor orang tua dan faktor keinginan sendiri. Perkawinan dibawah umur akan semakin berkurang jika seseorang tidak terpengaruh dari faktor-faktor tersebut. Dalam upaya lembaga agama untuk mencegah perkawinan dibawah umur yaitu dengan pentingnya Sosialisasi tentang Pendidikan Seks Kurangnya informasi terkait hak-hak reproduksi seksual menjadi salah satu alasan masih tingginya pernikahan dini, Menyediakan Pendidikan Formal Memadai Ketika anak-anak perempuan dan laki-laki mendapatkan kesempatan akses pendidikan formal yang memadai, maka pernikahan dini dapat dicegah, Masyarakat Agar Lebih Paham Bahaya Pernikahan Dini Orang tua dan masyarakat sekitar adalah stakeholder terdekat yang dapat mencegah terjadinya pernikahan dini

IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 2014 TENTANG PERKEBUNAN TERHADAP PENGATURAN KEBUN PLASMA KELAPA SAWIT PENGELOLAAN KOPERASI HARAPAN SEJAHTERA DI DESA PENDA DURIAN KECAMATAN MENTAYA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

ALDI PRANATA
2023 · Book · Open Access

ALDI PRANATA, 2023, Implementasi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan Terhadap Pengaturan Kebun Plasma Kelapa Sawit Pengelolaan Koperasi Harapan Sejahtera Di Desa Penda Durian Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi strata satu, Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing(I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag.,M.Si. Pembimbing(II) Armadiansyah, S.Ag.,SH.,MH. Undang–Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan sebagaimana Pasal 58 ayat (1) UU Perkebunan menyatakan “perusahaan perkebunan yang memiliki izin usaha perkebunan untuk budidaya wajib memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar paling rendah 20% dari total luas areal kebun yang diusahakan oleh perusahaan perkebunan. Oleh sebab itu, penelitian ini berupaya mengeksplorasi terkait usaha kemitraan dan pengelolaan kebun plasma berupa fasilitasi 20% dari PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group kepada Koperasi Harapan Sejahtera. Masalah yang diteliti yaitu (1)Bagaimana implementasi usaha kemitraan antara perusahaan kelapa sawit PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group dengan Koperasi Harapan Sejahtera di Desa Penda Durian Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (2)Bagaimana pengelolaan Kebun Plasma Kelapa Sawit 20% dari kebun Inti PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group yang dikelola oleh Koperasi Harapan sejahtera di Desa Penda Durian Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. teknik penentuan informan penelitian ini yaitu Teknik Purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain 1 orang Ketua Koperasi Harapan Sejahtera, 2 orang Humas dan Staf Plasma PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group, 1 orang Kepala Desa Penda Durian, dan 2 orang tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa, 1)Implementasi Usaha Kemitraan antara perusahaan kelapa sawit PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group dengan Koperasi Harapan di desa penda durian kecamatan mentaya hulu kabupaten kotawaringin timur, didasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan yang selanjutnya disebut (UU Perkebunan) mewajibkan setiap perusahaan perkebunan agar memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar paling rendah 20% dari total luas areal kebun inti yang diusahakan. 2)Pengelolaan kebun plasma kelapa sawit 20% dari kebun inti PT. Mentaya Sawit Mas (MSM) Wilmar Group yang dikelola oleh Koperasi Harapan Sejahtera di Desa Penda Durian Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, telah dilaksanakan kewajibannya untuk memberikan fasilitasi Pembangunan kebun masyarakat 20% dengan total lahan 150 Ha kepada anggota koperasi 177 orang.

PERAN MANTIR ADAT DAYAK SIANG DALAM MENYELESAIKAN KASUS HAMIL DI LUAR NIKAH DI DESA NARUI KECAMATAN LAUNG TUHUK KABUPATEN MURUNG RAYA

INDRA PRAYOGI
2023 · Book · Open Access

ABSTRAK Indra Prayogi, 2023 Peran Mantir Adat Dayak Siang Dalam Menyelesaikan Kasus Hamil Di Luar Nikah Di Desa Narui Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M.Si. Pembimbing (II) Ni Wayan Eka Sumartini, S.H Kasus hamil di luar nikah merupakan perbuatan yang melanggar kaidah/norma adat dan agama, serta dapat menganggu keseimbangan dan keharmonisan di masyarakat. Maka untuk memulihkan ketentraman dan keseimbangan yang telah terganggu maka terjadi reaksi adat dan sanksi adat. Terkait dengan itu maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Apa Faktor penyebab terjadinya Kasus Hamil diluar Nikah di Desa Narui, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya ? (2) Bagaimanakah Proses Penyelesain Kasus Hamil diluar Nikah di Desa Narui, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya ? (3) Bagaimanakah Upaya Mantir Adat Dayak Siang dalam menangani Pencegahan Kasus Hamil diluar Nikah di Desa Narui, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya Permasalahan dianalisis dengan teori Tindakan Sosial, Keadilan Sosial, Sebab akibat (Qausalitas), dan teori Von Savigny (Sejarah Hukum).Informan ditentukan secara porposif sampling, pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan, data dianalisis melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) Faktor Penyebab Terjadinya Kasus Hamil Diluar Nikah di desa Narui Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya dikarenakan faktor internal dan eksternal. Adapun Faktor internal meliputi : (a) kurangnya rasa hormat/patuh anak kepada orang tuanya, (b) Kurang mendapatkan pendidikan agama dalam keluarga, dan (c) Kurangnya pengendalian diri. Sedangkan Faktor Eksternal meliputi : (a) Pergaulan Bebas, (b) Kemajuan Teknologi, (c) kurangnya kontrol orang tua, dan (d) Kurang memahami aturan adat. (2) Proses Penyelesaian dilakukan melalui beberapa tahapan :(a) Adanya pengaduan oleh pihak terkait dengan kasus yang terjadi kepada pihak mantir adat; (b) Pemanggilan kepada pihak terlapor: (c) Penetapan tanggal siding; dan (d) Penyelenggaran sidang. Musyawarah/mufakat melalui sidang peradilan adat berpegang teguh pada Perjanjian Rapat Tumbang Anoi 96 Pasal tahun 1894 dengan filosofi masyarakat hukum adat adalah “Belum Bahadat”. hasil keputusan adalah berupa Sanksi (Cipon) adat yang dikenakan kepada pelaku yaitu pasal 137 pelanggaran Kouh Dusa Kanak Kalih Hukum Adat 30-45 Cipon, dinilai dengan mata uang Rupiah yaitu sebesar Rp. 4.500.000,- (Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), Serta melaksanakan Upacara Nawai Ondo berupa syukuran. (3) Upaya Mantir Adat Dayak Siang Dalam Menangani Pencegahan Kasus Hamil Diluar Nikah tersebut dengan pelayanan 1 x 24 jam dan sosialisasi aturan adat.

HAKEKAT PERKAWINAN TICAK KACANG PADA MASYARAKAT SUKU DAYAK SIANG DI DESA TUMBANG KOLON KECAMATAN SUNGAI BABUAT KABUPATEN MURUNG RAYA (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

ALIPIRGO
2023 · Book · Open Access

ALIPIRGO, 2023, Hakekat Perkawinan Ticak Kacang Pada Masyarakat Suku Dayak Siang di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skripsi srata satu, Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Armadiansyah, S.Ag., SH.,MH, dan Pembimbing II Emilson Atharwan, SH.,MH. Hakekat perkawinan ticak kacang yaitu perkawinan yang dilaksanakan secara sederhana dalam perayaannya dan dilaksanakan selama satu hari, perkawinan ini dilaksanakan atas kesepakatan antara kedua belah pihak keluarga orang tua pria dan wanita calon panganten, melihat kekurangan-kekurangan dalam melaksanakan perkawinan normal tidak dapat dilaksanakan, maka perkawinan ini dipakai untuk jalan tengah supaya anak kedua belah pihak tersebut dapat melangsungkan perkawinan secara sederhana tetapi tetap sah. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup dua hal 2 (dua) hal yaitu : (1) apakah hakekat perkawinan ticak kacang pada masyarakat Dayak Siang di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya ?. (2) bagaimana proses perkawinan ticak kacang pada masyarakat Dayak Siang di Desa Tumbang Kolon Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya ?. Subjek penelitian adalah mantir adat di Desa Tumbang Kolon, kepala Desa Tumbang Kolon. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan tehnik penentuan informan yaitu purvosiv sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain : 1 orang mantir adat, 3 orang tokoh masyarakat, dan 2 orang perangkat desa. Teknik pengumpulan data dengan cara yaitu dengan cara wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber maupun dari bukubuku dikumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian dianalisis secara kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, (1) Hakekat Perkawinan Ticak Kacang Pada Masyarakat Suku Dayak Siang adalah perkawinan yang sederhana selama satu hari dilaksanakan berdasarkan kemampuan kedua belah pihak keluarga antara pria dan wanita dan untuk tetap melaksanakan perkawinan maka pernikahan ini diambil untuk jalan tengah supaya tetap bisa melangsungkan perkawinan berdasarkan kesempakatan yang telah dimusyawarahkan antara dua pihak keluarga untuk bisa melaksanakan perkawinan yang secara sederhana tetapi sah berdasarkan adat budaya dan tradisi. (2) Proses perkawinan ticak kacang yaitu berawal dari pongumang auh, nyoro kisok, ngana kisok, dan pelaksanaan perkawinan. Dalam pelaksanaan perkawinan terdapat beberapa tahap, pertama marak panganten, kedua pengukuhan panganten, ketiga nasehat penganten, keempat menanam batang sawang dan kelima mamali selama 3 hari.

STRATEGI GURU AGAMA HINDU DALAM MEMBUDAYAKAN LITERASI SISWA HINDU DI SMPN 1 MANUHING KECAMATAN MANUHING KABUPATEN GUNUNG MAS

INDRI
2023 · Book · Open Access

INDRI, 2023 : Strategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Hendri, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) I Komang Mertayasa, S.Pd.H.,M.Si. Pendidikan memegang peranan penting dan diperlukan oleh setiap individu karena melalui proses pendidikan individu akan mampu mengikuti gerak pembangunan yang sedang berlangsung sekarang maupun masa yang akan datang. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan, karena sasaranya adalah kualitas Sumber Daya Manusia. Budaya literasi rakyat Indoensia masih diklaim rendah. Menurut data United Nations Eductional Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam Lestari, 2019) indeks minat baca masyarakat Indonesia pada tahun 2012 hanya 0,001 dan hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang tertarik membaca. SMPN 1 Manuhing merupakan sekolah yang berada di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Masa, dan di sekolah ini telah menerapkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Oleh sebab itu peneliti meneliti tentang Strategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu, dengan lokasi penelitian di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Penelitan ini berusaha menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok : (1) Bagaimana Strategi Guru Agama Hindu dalam Memnudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas?. (2) Apa Saja Kendala Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan adalah metode purposive sampling, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan teknik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tentang Stategi Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Strategi dalam membudayakan literasi terdapat beberapa strategi yang digunakan yaitu guru meminta siswa untuk membaca 15 menit sebelum pemebelajaran dimulai. Strategi yang digunakan yaitu guru membawa siswa untuk menonton video yang berkaitan dengan pendidikan agama Hindu menggunakan laptop dan Guru Agama Hindu memberikan siswa tugas membuat cerita yang berkaitan dengan Ajaran Hindu. Kendala Guru Agama Hindu dalam Membudayakan Literasi Siswa Hindu di SMPN 1 Manuhing Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Terdapat dua kendala yaitu, Kendala internal, masih terdapat beberapa peserta didik yang masih malas untuk memebaca. Masih terdapat siswa yang kurang dalam menguasai bahasa Indonesia. Kendala eksternal, guru dalam membudayakan Literasi pada siswa bahwa masih kurang dalam hal penunjang buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan Agama Hindu, fasilitas pembelajaran masih belum memadai dan kurangnya dukungan dari orang tua siswa, Keadaan perpustakaan masih belum memadai

RITUAL MALABUH BALAI MENURUT KEPERCAYAAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

SONIA LESTARI
2023 · Book · Open Access

Sonia Lestari, 2023, Ritual Malabuh Balai Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi, Fakultas Dharma Sastara, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (1) Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si Pembimbing (2) Budiarto Santoso, MH. Malabuh Balai adalah ritual yang dilaksanakan seseorang yang pernah berhajat atau berjanji kepada Jata meminta akan sesuatu dan apabila yang dihajat terkabul maka harus dilaksanakan ritual Malabuh Balai. Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan ditulis antara lain: (1) Bagaimana proses ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Apa makna Ritual Malabuh Balai menurut Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (3) Mengapa Ritual Malabuh Balai diakukan dan apa dampak yang akan terjadi bila Ritual Malabuh Balai tidak dilaksanakan? Dikaji dalam Perspektif Hukum Hindu. Narasumber penelitian ini adalah Pisor, Mantir Adat Desa Bukit Batu, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Bukit Batu, dan beberapa Tokoh Agama Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) proses upacara yang dilaksanakan oleh Pisor yang merupakan pesta baagung (upacara menggunakan gong) selama dua hari satu malam. Ada dua Balai yang di buat yaitu, balai yang akan diturunkan ke dalam air yang terbuat dari kayu Jalutung, dan balai yang didirikan didalam rumah yang disebut Balai Langka yang terbuat dari tiang haur Humbang Bahenda (Bambu Kuning). Atap balai menggunakan kain kuning dan dinding terbuat dari Bahalai. (2) Makna ritual Malabuh Balai yang dilaksanakan di Desa Bukit Batu, yaitu makna yang dipandang sebagai suatu yang berhubungan dengan kebudayaan atau secara khusus dengan dunia simbol berupa pengetahuan, kepercayaan, ekspresi yang mengungkapkan perasaan yang tersembunyi dan ada dibalik sarana dan prasarana. Dan makna Religi dan Makna Sosial. Terdapat juga makna disetiap sarana dan prasaran dalam pelaksanaan ritual Malabuh Balai. (3) Ritual Malabuh Balai merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang dan tetap dilaksankan hingga sekarang. Umat Hindu Kaharingan biasanya bahajat dengan Jata (manifestasi dari Ranying Hatalla Langit). Ritual Malabuh Balai mempunyai dampak. Baik itu dampak positif dan bila seseorang yang pernah bahajat tidak melaksanakan ritual Malabuh Balai maka ada dampak negatif yang akan diterima. Kata Kunci : Malabuh Balai, Bayar Hajat

FILOSOFI MEMPELAI DUDUK DI ATAS GONG DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

MAYA
2023 · Book · Open Access

MAYA, 2023, Filosofi Mempelai Duduk Di Atas Gong Dalam Perkawinan Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Mariatie, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Dede Suryanto, MH. Perkawinan menurut ajaran agama Hindu Kaharingan yaitu keinginan dalam menjalankan kehidupan, mereka mampu untuk menjalani kehidupannya guna membangun rumah tangganya dalam sebuah rumah yang besar menjadi rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana filosofis mempelai duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Persepektif Hukum Hindu) ? (2) Apakah akibat bila mempelai tidak duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Persepektif Hukum Hindu)? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Simbol dan Teori Sebab Akibat (kausalitas). Subjek penelitian ini adalah Umat Hindu Kaharingan, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, Tokoh Umat Hindu Kaharingan, Mantir Adat Desa Bukit Batu, dan Pisor. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Filosofi mempelai duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan berumah tangga dan sebagai tempat bersandar dalam memelihara ikatan perkawinan agar tidak terpisahkan sampai maut memisahkan, karena dalam konsep ajaran perkawinan Nyai Endas Bulau Lisan Tingang adalah Nyamah Hentang Tulang Ije Sandung Mantang artinya ikatan perkawinan bagi masyarakat Hindu Kaharingan tak dapat dipisahkan sampai dunia akhirat tetap satu tempat/rumah/sandung. (2) apabila kedua mempelai tidak duduk di atas gong yaitu akan berdampak pada kehidupan kedua mempelai dalam berumah tangga yaitu kurang harmonis, kurang membawa berkah terhadap kehidupan mereka berdua akan tetapi juga tidak terlalu fatal akibatnya karena menyesuaikan sistem perkawinannya menurut masyarakat desa setempat sistem perkawinan ada dua hal yang dilakukan yaitu perkawinan Kicak Kacang dan Ritual Perkawinan yang selengkapnya menggunakan hewan kurban babi/sapi. Perbedaan tatacara perkawinan biasanya ada tingkatan yang pertama kalau dilaksanakannya menggunakan hewan kurban yaitu babi wajib dilaksanakan duduk di atas gong, sedangkan kalau hanya menggunakan ayam hanya duduk di tikar putih tidak memegang kayu Sawang Untung dikatakan perkawinan Kicak Kacang. Kata Kunci : Filosofi, Mempelai Duduk Di Atas Gong, Perspektif Hukum Hindu

Pengembangan Tarian Dadas Sebagai Destinasi Wisata Budaya Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur

EKA FRANSISKA
2023 · Book · Open Access

Tarian Dadas adalah jenis tarian tradisional yang berasal dari suku Dayak Ma’anyan yang ada di pedalaman Kalimantan Tengah. Pada zaman dahulu tarian dadas bukanlah disebut sebagai tarian melainkan balian, karena pada sejarahnya tarian dadas merupakan sebuah ritual yang digunakan untuk mengobati orang yang sedang menderita sebuah penyakit. Berdasarkan latar diatas maka peneliti merumuskan masalah yaitu (1) Bagaimanakah Perkembangan Tarian Dadas Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, (2) Apakah Upaya Yang Dilakukan Oleh Pelaku Seni Di Kecamatan Paku Beto Untuk Mengembangkan Tarian Dadas Sebagai Destinasi Wisata Budaya Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan pada penelitian ini yaitu; (1) Teori Struktural-Fungsional dan (2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode penelitian menggunakan jenis metode analisis deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Subjek penelitian ini adalah Staff bagian Budaya Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Barito Timur, Kepala Desa Paku, Pengelola Sanggar Panunraun Jatuh, Balian Dadas, Pelatih Tari Dan Para Penari. Berdasarkan teori Fungsional-Struktural yang memandang tentang sebuah keteraturan sistem budaya dalam memenuhi fungsinya maka hasil penelitian ini adalah: (1) Perkembangan tarian dadas terletak pada variasi tarian, kostum, musik dan lainnya yang dikemas agar tidak monoton dan lebih menarik dalam menjadi destinasi wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, dan berdasarkan Teori Pengembangan Pariwisata yang membahas berbagai upaya pengembangan dengan tujuan untuk memajukan pariwisata; (2) Upaya pengembangan tarian dadas sebagai wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur adalah memberikan dukungan dan motivasi dalam bentuk fasilitas, anggaran dan semangat pada setiap kegiatan yang berhubungan dengan tarian dadas dalam dunia kepariwisataan.

STRATEGI PEMASARAN OBJEK WISATA TAHURA ANGGREK PAMA MAGARAM PERSADA DI DESA SIONG KECAMATAN PAJU EPAT KABUPATEN BARITO TIMUR

ENI DIA
2023 · Book · Open Access

ENI DIA, 2023: Marketing Strategy of Tahura Anggrek Pama Magaram Persada Tourism Object in Siong Village, Paju Epat District, East Barito Regency. Supervisor I: Dr. Kuri, S.Ag., M.Ag and Supervisor II: Muthia Farida, M.Pd Tahura Anggrek Pama Magaram Persada in Siong Village, Paju Epat District, East Barito Regency is a typical Kalimantan black orchid conservation place and is an icon of East Barito Regency which is starting to become extinct, and this tourist attraction is the original habitat of black orchids and there are several facilities that already exist in it such as outbound games, gazebos, toilets, parking and more. This is the attraction and potential that must be developed and marketed, of course, it can bring income to the village government and local tourism actors. However, the beauty and potential of this tourist attraction is not directly proportional to the interest of visitors to travel there. This study aims to answer the following problems: (1) what are the marketing strategies of Tahura Anggrek Pama Magaram Persada tourism in Siong Village, Paju Epat District, East Barito Regency?, (2) what are the obstacles in the implementation of marketing the Tahura Anggrek Pama Magaram Persada tourist attraction in Siong Kecamata Paju Epat Village, East Barito Regency? The method was a qualitative descriptive analysis method using data collections of techniques: interviews, observation, documentation, and literature. The theories used to study this problem were (1) SWOT analysis and (2) 7p marketing mix. The subjects of this study were tourism object managers, Cultural Tourism, Youth and Sports Offices, Tourism Awareness Groups, village governments, and visitors. The results of this study are; (1) the marketing strategy that has been applied to tourist attractions is a word of mouth strategy, with a SWOT analysis using a 7 p marketing mix, alternative strategies can be used in marketing Tahura attractions (2) factors that become obstacles in the implementation of marketing of Tahura Anggrek Pama Magaram Persada tourist attractions are as follows: (a) budget constraints, (b) lack of quality and quantity of human resources, (c) promotion that has not been maximized, (d) facilities and infrastructure that have not been maximized, (e) location far from the city center and poor road access.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN HINDU DALAM UPACARA MENEK KELIH PADA MASYARAKAT HINDU DI DESA BASARANG JAYA KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS

NI SAYU KADE ASTUTI
2023 · Book · Open Access

ABSTRAK Ni Sayu Kade Astuti. 2023. Nilai-nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Menek Kelih Pada Masyarakat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Tujuan skripsi mengkaji tentang nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Bedasarkan fenomena yang terjadi, umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melaksanakan upacara Menek Kelih kurang memahami jenis-jenis sarana Upakara yang digunakan. Umat Hindu juga kurang memahami nilai-nilai dalam upacara Menek Kelih. Untuk itu, diperlukannya kajian mendalam tentang pelaksanaan, kendala, dan nilai-nilai upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Rumusan masalah yang dikaji yakni: (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Menek Kelih pada umat Hindu di Desa Basarang Jaya, (2) Apakah kendala dalam upacara Menek Kelih pada umat Hindu Bali di Desa Basarang Jaya, dan (3) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Teori yang digunakan untuk mengkaji yakni teori fenomenologi, teori kendala (Theory Of Countrains), dan teori nilai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam mengenai upacara Menek Kelih. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang upacara Menek Kelih. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan secara porposive. Peneliti sebagai instrumen utama. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Bedasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori fenomenologi, bahwa pelaksanaan upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan upacara dan tahap akhir. Tahap persiapan yakni melakukan sangkep dan mempersiapkan sarana upakara, tahap pelaksanaan upacara yakni menghaturkan sarana upakara, pembersihan diri (melukat), natab upacara Menek kelih, Persembahyangan, dan tahap akhir yakni melakukan simakrama, ngelungsur sesaji, dan makan bersama. Bedasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori kendala, bahwa dalam pelaksanaan upacara Menek Kelih tedapat dua kendala yakni kendala internal dan eksternal. Kendala internal dalam upacara Menek Kelih yakni kurangnya pemahaman dan pengetahuan, serta kurangnya motivasi diri untuk mempelajari sarana upakara, dan kendala eksternal dalam upacara Menek Kelih yakni kendala pada dana dan kendala kehadiran umat. Dari hasil penelitian yang dikaji dengan teori nilai bahwa nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih terdiri dari nilai pendidikan tattwa (kebenaran) yang merupakan ajaran ketuhanan yang menjadikan landasan keyakinan umat dalam memeluk agama, nilai pendidikan religius yang merupakan kepercayaan umat akan adanya Sang Hyang Widhi, nilai pendidikan etika (tingkah laku), nilai pendidikan moralitas yang merupakan pengetahuan umat mengenai hal yang baik dan hal yang buruk, nilai pendidikan sosial yang merupakan interaksi antar umat yang saling membutuhkan satu sama lain, nilai pendidikan upacara yang merupakan rasa tanggung jawab dan kesanggupan umat untuk beryadnya, nilai pendidikan keindahan yang merupakan suatu karya seni dan karya cipta dan nilai pendidikan keagamaan.

STRATEGI PENGELOLA DALAM PENGEMBANGAN WISATA PESONA ALAM LESTARI (PAL) DI KELURAHAN KERENG BANGKIRAI KOTA PALANGKA RAYA

SILASIE
2023 · Book · Open Access

SILASIE, 2023: Strategi Pengelola Dalam Pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari (PAL) Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II: Sulandra, S.Pi., M.Si. Pariwisata merupakan faktor yang menentukan lokasi industri untuk memajukan ekonomi di daerah-daerah yang kurang berkembang. Pariwisata juga merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya alam yang banyak dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian suatu daerah, seiring dengan perkembangan teknologi, akses dan transportasi memberikan peluang besar dalam pengembangan wisata. Namun, keberadaan objek wisata harus dikelola dan dikembangkan dengan baik agar terus berkembang dan menjadi tujuan wisata. Salah satunya adalah Wisata Pesona Alam Lestari yang ada di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelola dalam pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Dengan permasalahan: (1) Bagaimana strategi pengelola dalam pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. (2) Apa saja Kendala dalam pengelolaan Wisata Pesona Alam Lestari yang ada di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen dan teori kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari empat tahap dalam proses analisis dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dalam penelitian ini peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) Strategi pengelola dalam pengembangan wisata Pesona Alam Lestari menggunakan strategi analisis SWOT yaitu strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), threat (ancaman) dalam hal ini perlu ditingkatkan sektor pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan SDM dan melakukan kerja sama yang baik antar pemilik wisata, karyawan maupun masyarakat sebagai pelaku usaha. (2) Kendala yang dialami dalam pengelolaan Wisata Pesona Alam Lestari yaitu kurang optimalnya dana yang dimiliki pengelola, sehingga pengembangan wisata kurang maksimal, kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar memahami dibidang pariwisata serta tidak ada kebijakan dalam menjalin kerjasama terhadap pemerintah daerah ataupun pihak lain.

STRATEGI GURU AGAMA HINDU DALAM PENERAPAN PADA SISWA DI SMPN SATU ATAP 2 SEPANG KECEMATAN SEPANG KABUPATEN GUNUNG MAS

JUMIWATI
2023 · Book · Open Access

ABSTRAK JUMIWATI, 2023. Strategi Guru Dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SMPN Satu Atap 2 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Dr Drs. I Wayan karya, M.Pd., M.Si Pembimbing (II) Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengarah pada Strategi Guru Dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Hindu di SMPN Satu Atap 2 Sepang, dimana pembelajaran agama Hindu saat ini sangat penting untuk dilaksanakan. Mengarah pada tingkat disiplin, tidak bisa dipungkiri bahwa sistem pembelajaran agama Hindu saat ini sering mendapatkan banyak siswa yang kurang efektif dlam mengikuti pembelajaran sama halnya dengan tingkat kedisiplinan mereka yang saat ini masih belum berjalan baik. Dalam penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan teknik observasi (turun kelapangan lokasi penelitian), wawancara (menanyakan proses, kendala dan cara mengatasi kendala kepada informan) dan dokumentasi sebagai bentuk bukti adanya pelaksanaan penelitian berdasarkan bukti wawancara bahwa data yang ditulis nyata adanya. Subyek penelitian, kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data dengan analisis data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti adalah 1) Faktor yang mempengaruhi Disiplin belajar siswa Hindu di SMPN Satu Atap 2 Sepang 2) Strategi Guru dalam Meningkatkan disiplin Belajar siswa Hindu di SMPN Satu Atap 2 Sepang. Adanya dua pembahasan ini berdasarkan hasil penelitian dilapangan dapat dijadikan sebagai sumber untuk dijadikan pembehasan terkait dengan cara untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.