SUSINI
2023 · Book · Open Access
SUSINI, 2023: Gadget Sebagai Media Komunikasi di SMAN 1 Lahei Barat Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, pembimbing I: Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H, Pembimbing II: Handoko, S.Ag., M.Si. Keberadaan teknologi informasi, jaringan internet, dan percepatan aliran informasi menjadi dasar dari pergeeseran paradigma, khususnya dalam dunia pendidikan. Gadget merupakan salah satu teknologi yang canggih dan mudah didapatkan biasanya gadget mempunyai desain yang minimalis dan praktis. Implikasi perkembangan gadget yang sedang diminati baik dari kalangan kecil sampai umur dewasa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada dua permasalahan yang akan di bahas antara lain, (1) Bagaimana Efektivitas Gadget Sebagai Media Komunikasi di SMAN 1 LAHEI BARAT Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (2) Bagaimana Dampak Gadget Sebagai Media Komunikasi di SMAN 1 LAHEI BARAT Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Lahei Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Uses and Gratification, teori dampak. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kepustakaan,observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini pada umumnya siswa-siswi di SMAN 1 Lahei Barat memahami penggunaan gadget sebagai media komunikasi yang efektif karena gadget dapat menjadi alat yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar di SMAN 1 Lahei Barat dalam meningkatkan prestasi belajarnya siiwa juga diperbolehkan menggunakan gadget sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. dampak penggunaan gadget sebagai media komunikasi di SMAN 1 Lahei Barat yakni: dampak positif sebagai alat komunikasi di belahan dunia lainnya, dapat memperoleh pengetahuan yang cepat dan tepat sebagai media komunikasi dan sarana pembelajaran yang baru dalam belajar. Dampak negatif gadget di SMAN 1 Lahei Barat yaitu dari diri sendiri, kontrol dalam diri sendiri adalah upaya yang dapat dilakukan untuk membentengi diri dari dampak-dampak yang timbul akibat penggunaan gadget. Selain perlu pengawasan di dalam kelas peran orang tua dalam membina dan mengarahkan anaknya agar melakukan aktivitas yang positif bagi anaknya sehingga dapat meminimalisir dampak dari penggunaan gadget di SMAN 1 Lahei Barat.
ROBY SAPUTRA
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Roby Saputra,2023. Peran Komunikasi Interpersonal Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SDN 1 Tumbang Setoli Kecamatan Suling Tambun Kabupaten Seruyan. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Ervantia Restulita L Sigai, S.S., M.Si Dan Pembimbing II Evie, Spd., M.Pd Guru merupakan suatu profesi, yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru (Uno, 2007: 15).pendidikan merupakan suatu sendi kehidupan. Melalui pendidikan, kecerdasan dan keterampilan manusia lebih terasa dan teruji dalam menghadapi dinamika kehidupan. Tanpa pendidikan manusia tidak berkembang dengan baik. Komunikasi Interpersonal Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa SDN 1 Tumbang Setoli.Pada skripsi ini persoalan yang akan dikaji mencakup tiga rumusan masalah yaitu, bagaimanakah Fungsi komunikasi interpersonal Guru Dalam meningkatkan Memotivasi Belajar siswa Di SDN 1 Tumbang Setoli, apa saja faktor peghambat Komunikasi Interpersonal Guru dalam meningkatkan Memotivasi Belajar Siswa Di SDN 1 Tumbang Setoli, bagaimanakah dampak komunikasi interpersonal guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SDN 1 Tumbang Setoli penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Analisis data pada penelitian ini yakni reduksi data, display data dan verifikasi. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa dalam proses belajar mengajar kesatuan antara belajar siswa dengan guru, yang keduanya terjalin hubungan saling menunjang. Proses belajar mengajar guru tidak akan berarti tanpa diikuti dengan motivasi belajar siswa, begitu pula sebaliknya motivasi belajar siswa sulit mengarah kepada tujuan jika tanpa ada bimbingan dan komunikasi yang jelas dari guru. Guru mengalami kesulitan berkomunikasi dengan siswa atau mengajar ketika tidak ada sinergi dari siswa sehingga pesan yang disampaikan guru tidak diterima dengan baik oleh siswa membuat feedback yang diberikan oleh siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan guru sehingga membuat komunikasi tidak efektif. komunikasi Intrepersonal yang telah dilakukan antara Siswa dengan guru terhadap motivasi belajar siswa di SDN 1 Tumbang Setoli berdampak positif guru dan kegiatan siswa dalam pembelajaran relatif sama. Komunikasi banyak arah komunikasi yang tidak hanya melibatkan interaksi dinamis antara guru dan siswa, tetapi juga melibatkan interaksi yang dinamis pula antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya.
TITIK
2023 · Book · Open Access
TITIK, 2023 : Peranan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kegiatan Keagamaan Hindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau (Kajian Persfektif Ilmu Komunikasi Hindu). Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Jurusan Ilmu Komunikasi Hindu, Pembimbing I : Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H Pembimbing II : I Komang Widyana, S.Pd.H., M.Pd Ajaran agama yang berisi nilai-nilai moral berkaitan dengan pembentukan sifat-sifat yang luhur, supaya dapat dipahami secara utuh dan perlu diaktualisasikan melalui kemampuan dan pemahaman. Pemahaman umat terhadap ajaran agama Hindu ditinjau dari aspek tattwa, etika dan upacara, akan berdampak pada pengertian sekaligus pemahaman menyeluruh tentang ajaran agama secara baik dan benar. Salah satu dampak tersebut adalah pelaksanaan Basarah, yang merupakan cara untuk menghubungkan diri dengan Ranying Hatalla. Umat Hindu Kaharingan di desa pangi dalam melaksanakan basarah mengalami berbagai permasalahan atau hambatan karena yang terjadi kurangnya umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan Basarah. Fokus masalah yang dapat dirumuskan dan dikaji dalam penelitian ini yaitu, sebagai berikut; (1) Bagaimanakah peran masyarakat dalam meningkatkan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau (2) Apakah kendala yang dialami masyarakat dalam mengikuti Kegiatan Keagamaan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Teori Peranan (2) Teori Kendala (3) Teori Fungsionalisme Struktural. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah : observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Peran umat Hindu Kaharingan dalam mengikuti pelaksanaan Basarah, dapat dilihat dari umat yang melaksanakan Basarah (2) Upaya meningkatkan peran umat Hindu Kaharingan di perlukan pengurus yang aktif, bersungguh-sungguh menjalankan tugas supaya dapat menggali dan menumbuhkan minat umat dalam mengamalkan ajaran dan nilai agama.(3) kendala yang dialami umat Hindu Kaharingan kurangnya minat dan kesibukan pribadi umat.
PURWANTO
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Purwanto, 2023. Peran Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Mengajarkan Moderasi Beragama Di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur, Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Dosen Pembimbing II Ni Nyoman Sumarni, S.Ag,M.Si Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengajarkan moderasi beragama di desa Tumbang Kalang. Desa ini dikenal sebagai salah satu desa yang kaya akan keberagaman agama, khususnya Hindu Kaharingan, dan dengan kehadiran berbagai umat agama lainnya. Namun, seiring dengan keberagaman tersebut, terdapat permasalahan yaitu kurangnya pemahaman dalam moderasi bergama pada beberapa umat Hindu Kaharingan di sana, baik dari pemuda-pemudi Hindu Kaharingan sampai generasi yang lebih tua. Adapun salah satu kasus permasalahan yang telah peneliti temukan pada saat observasi awal, yaitu adannya oknum dari salah satu masyarakat umat Hindu Kaharingan yang mencampuri (mengomentari) urusan peribadahan umat agama yang lain. Dari hal tersebut maka perlakukan ini secara ilmiah termasuk perilaku Intoleran atau kurang menghargai sebuah perbedaan dalam arti masih belum paham akan moderasi bergama sepenuhnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode Kualitatif yang berlokasi di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan menentukan informan menggunakan teknik penentuan informan Purposive Sampling dengan jumlah informan terdiri dari 9 orang, yang menjadi instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, yang dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif yang meliputi empat langkah yaitu mengumpul data, kondensasi data, penyajian data, serta melakukan penarikan data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengajarkan moderasi bergaama di Desa Tumbang Kalang adalah sebagai berikut: 1). Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memberikan penyuluhan kepada umat Hindu Kaharingan dalam mengajarkan moderasi beragama. 2). Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memberikan Sosialisi kepada umat Hindu Kaharingan dalam mengajarkan sikap saling menghargai dalam beragama. 3). Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan menjadi teladan bagi Umat Hindu Kaharingan dalam beragama.
RAHANDI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Rahandi. 2023. Minat Pemuda Terhadap Alat Musik Tradisional Kecapi di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.
Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd. H
Pembimbing II. Hendri, S. Ag., M. Si
Kurangnya minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi ini sendiri disebabkan karena banyak pemuda yang lebih sering mendengar dan melihat alat musik modern seperti keyboard dan gitar. Kebanyakan anak muda lebih mengenal dan menggunakan aplikasi game musik di handphone ketimbang alat musik tradisional seperti kecapi, terdapat pemuda yang beralasan tidak memiliki waktu luang untuk mempelajari alat musik tradisional kecapi, terdapat pula pemuda yang ingin mempelajari tentang alat musik tradisional tetapi malu untuk belajar. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1). Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Katawaringin Timur? 2). Apa saja kendala yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur? 3)Bagaimanakah upaya yang dilakukan pemerintah desa dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur? Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Katawaringin Timur.
Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu dalam penelitian ini adalah satu bulan dari Mei – Juni.
Hasil penelitian mengungkap bahwa 1). Faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat music tradisional kecapi yaitu: faktor internal dan faktor eksternal 2). Kendala yang dialami oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat/seniman dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi meliputi kendala waktu yang kurang, keaktifan pemuda dan keadaan sekitar dalam artian lingkungan pemuda 3). Upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa Tumbang Kalang untuk mengatasi kendala yang ditemui dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi meliputi menyediakan lokasi, memberikan pengalaman dan melakukan sosialisasi.
GUSANAWATI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Gusanawati. 2023. Eksistensi Tari Tradisional Kalimantan Tengah Pada Ekstrakurikuler Seni Tari Di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Susi, M.Fil.H.
Tari Tradisional Kalimantan Tengah yang memiliki beraneka ragam seni tari yang eksis pada masanya dan sudah berkembang sejak dahulu dan ada beberapa juga tarian yang masih tetap dikembangkan hingga kini. Walaupun beberapa tari mungkin masih ada dan sebagian yang lain sudah mulai hilang, bahkan ada yang berubah fungsinya. Jika dahulu tarian tradisional daerah Kalimantan Tengah ada yang hanya digunakan untuk mengobati ataupun menghibur keluarga kerajaan, kini sudah menjadi hiburan masyarakat. Sementara beberapa tari tradisional sudah banyak berevolusi, karena munculnya tari kreasi baru yang sekarang lebih diminati. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui eksistensi tari tradisional Kalimantan Tengah pada ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 3 Palangka Raya. 2) mengetahui kendala yang mempengaruhi tari tradisional Kalimantan Tengah pada ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 3 Palangka Raya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan lokasi penelitian di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juni sampai dengan Juli 2023. Informan ditentukan melalui purposive sampling, yang menjadi informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Pembina, Pelatih, dan beberapa Siswa dari Anggota ekstrakurikuler seni tari. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sebagai instrumen utama dalam penelitian ini peneliti dibantu dengan wawancara, kamera dan alat tulis. Setelah itu dilakukan dengan verifikasi, analisis data dengan beberapa teori yang relevan seperti teori fenomenologi dan teori kendala.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa 1) Eksistensi tari tradisional Kalimantan Tengah pada ekstrakurikuler seni tari tidak terlepas dari dasar yang dibuat oleh pihak sekolah untuk menetapkan ekstrakurikuler yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Kepala SMP Negeri 3 Palangka Raya. 2) Minat Siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler seni tari, ketersediaan Pelatih sangat Pengelolaan manajemen ekstrakurikuler sebagai landasan terlaksananya sebuah kegiatan ekstrakurikuler mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dukungan, pelaporan, penilaian, evaluasi dan supervisi kegiatan. 3) Kendala yang menjadi permasalan adalah penyeleksian Siswa, penetapan surat keputusan kepengurusan ekstrakurikuler, penyusunan perencanaan, pengaruh pada pelaksanaan kegiatan dan dukungan fasilitas sekolah.
JERIYANTO
2023 · Book · Open Access
Jeriyanto. 2023. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya:
Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Jenjang Strata Satu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palagka Raya.
Pembimbing (I) Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd,.M.Si Pembimbing (II) Mitro, S.Ag,.M.Si
Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya.
Adapun rumusan masalah yang ada dalam penulisan skripsi ini, yaitu: 1. Bagaimana Kah Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya ? 2. Apakah Kendala-Kendala Yang Dihadapi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya ? Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu: untuk memberikan pemahaman dan arah dari sebuah tujuan terhadap guru dan sekolah dalam mendidik yang dimana Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya.
Untuk memperoleh data tentang upaya yang dilakukan, teori yang digunakan dalam menganalisis rumusan masalah penelitian ini adalah teori sikap sosial, yaitu kesadaran dari dalam diri individu yang mempengaruhi terhadap lingkungan sosial, serta teori belajar Humanistik sebagai sebuah nama pemikiran/teori pendidikan yang dimaksudkan sebagai pendidikan yang menjadikan humanisme sebagai pendekatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi ataupun deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik metode deskriptif anallisa.
Hasil dalam penelitian ini menyatakan bahwa Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu Di SMP Negeri-14 Palangka Raya masih belum diterapkan secara maksimal karena disebabkan ada beberapa faktor yang menjadi penghambatnya dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu diantara nya; 1. Kurangnya kesadaran dalam diri, 2. Kurangnya disiplin dalam lingkungan sekolah, 3. Kurangnya sikap jujur dalam diri siswa, 4. Masih belum adanya rasa percaya diri sepenuhnya dalam diri siswa, 5. Kurangnya tanggung jawab dalam diri siswa. Upaya yang dilakukan oleh Guru Agama Hindu dalam Meningkatkan Nilai Sikap Sosial Siswa Hindu setelah memperhatikan kendala-kendala yang terjadi, Guru Agama Hindu melakukan penekanan terhadap siswa secara sabar dalam mendidik, mengajar dan mengarahkan siswa harapan yang diharapkan agar dengan cara menekankan, siswa dapat menyadari bahwa menerapkan nilai sikap sosial dalam diri merupakan keberuntungan serta kebaikan untuk diri sendiri.
SANTIYA
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Santiya. 2023. Eksistensi Pasraman Penyang Karuhei Dalam penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten katingan. Prodi Pendidikan Agama Hindu. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II I Made Paramarta, S.Ag., M.Si
Skripsi ini mengkaji tentang Eksistensi Pasraman Penyang Karuhei Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Berdasarkan observasi sementara ditemukan fenomena, pelayanan oleh pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman kecamatan sanaman mantikei kabupaten katingan masih kurang dalam melakukan pembinaan generasi siswa hindu seperti pelayanan setiap kegiatan-kegiatan di pasraman. Hal tersebut secara umum terjafi dikarenakan terkendala oleh waktu, karena pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman kecamatan sanaman mantikei selain melakukan pelayanan terhadap generasi hindu, pengurus pasraman penyang karuhei juga memilki kesibukan-kesibukan yang lain yang harus dikerjakan seperti bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua teori yaitu, teori kendala dan teori eksistensi sedangkan metode yang digunakan dalama penelitian ini yaitu metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Dalam penelitian ini juga penentuan informan dilakukan secara purposive dengan memilih yang di anggap memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai terhadap objek penelitian, sedangkan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif berupa data luas wilayah, jumlah penduduk, dan mata pencaharian masyarakat Desa Tumbang Kaman.
Eksistensi pasraman penyang karuhei di desa Tumbang Kaman masih berfungsi dan eksis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengurus pasraman penyang karuhei. Hal ini tampak pada hasil penelitian bahwa pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman selalu memberikan pelayanan terhadap generasi hindu, hanya saja ada beberapa kendala yang ada di pasraman penyang karuhei ini. Kendala yang dihadapi oleh pengurus pasraman penyang karuhei ini diantaranya kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran, dan bahkan tempat melaksanakan kegiatan secara khusus masih belum ada dikarenakan masih kekurangan dana.
KRISNA
2023 · Book · Open Access
Krisna. 2023. Eksistensi Musik Rabab Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan
di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Skripsi,
Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung
Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Komang Suarta, S.Ag., M.Si
Pembimbing II: I Made Paramarta, S.Ag., M.Si.
Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teori
eksistensi, teori interpretative simbolik, teori fungsionalisme. Data yang telah
dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Teknik informan yang digunakan
yaitu Porposive Sampling. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi,
wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian yaitu: Seniman,
Tokoh Agama Hindu Kaharingan dan Generasi muda Hindu Kaharingan di Desa
Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas.
Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Eksistensi musik
Rabab pada masyarakat Hindu Kaharingan tersebut yaitu berupa upacara
manyagiang, tasai, karungut dan tarian yang sudah turun temurun diwariskan
hingga sekarang sehingga masih eksis. 2) Interpretatif Simbolik yakni makna yang
terkandung di dalam alat musik rabab berupa tempat menyimat berbahan kayu ulin,
sapaking untuk mengatur tali senar, tempurung kelapa sebagai badan rabab, senta
untuk penyangga tali senar, rotan sebagai tali senar (dawai), tangkai penggesek
berbentuk melengkung dari bagian panggak ke ujung agak mengecil, palapah
pahakung sebagai tali penggesek. 3) Fungsionalisme yaitu dapat dilihat dari
kegunaan dan fungsinya musik rabab pada beberapa upacara dan kesenian dalam
masyarat Hindu Kaharingan seperti upacara manyangiang adan acara hiburan
karungut, tasai, dan juga tarian. Selain itu juga ada beberapa nilai yang terkandung
dalam musik rabab yakni nilai keagamaan, ritual, sosial, dan budaya.
SUPRIADI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Supriadi. 2023. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Tat Tvam Asi Bagi Siswa Di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.
Pembimbing I. Hendri, S. Ag., M. Si
Pembimbing II. Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd. H
Pentingya peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Dengan menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi siswa Hindu diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, sopan dan santun dalam berbicara serta mampu mengamalkan ajaran nilai-nilai Tat Tvam Asi baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1). Bagaimanakah peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, 2). Apa sajakah kendala guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan medeskripsikan peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu.
Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 17 April - 17 Mei 2023. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau.
Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait nilai-nilai Tat Tvam Asi dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah Dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penerapan nilai-nilai Tat Tvam Asi.
NONA
2023 · Book · Open Access
NONA, 2023, Implementasi Program Penguatan Moderasi Beragama bagi Mahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing (I). Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing (II). Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H.
Moderasi beragama merupakan kunci penting dalam lanskap keragaman agama. Konsep ini menjadi salah satu alternatif dan solusi di tengah berbagai konflik dan permasalahan yang mengatasnamakan pemecah belahan atas nama agama, khususnya di Indonesia. Sehubungan dengan Program Kementerian Agama tentang Kelompok Kerja Penguatan Moderasi Beragama, begitu pentingnya Implementasi Program Penguatan Moderasi Beragama Bagi Mahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya yaitu dengan melalui Program Sosialisasi tentang Penguatan Moderasi Beragama kepada Mahasiswa. sehingga terhindar dari tindakan Anarkisme dan tindakan radikalisme yang berkaitan erat dengan fundamentalisme.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi program penguatan moderasi beragama bagi mahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, (2) mendeskripsikan kendala implementasi program penguatan moderasi beragama bagi amahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, (3) mendeskripsikan impikasi program penguatan moderasi beragama bagi mahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah kampus IAHN-TP Palangka Raya. Sumber data penelitian ini adalah Dosen dan Mahasiswa. Data primer dikumpulkan melalui metode observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama April 2023 hingga Mei 2023. Data sekunder berupa serangkaian dokumen legislasi yang terkait dengan formulasi dan implementasi kebijakan program Moderasi Beragama. Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan/verifikasi.
Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: (1) Implementasi Program Penguatan Moderasi Beragama bagi Mahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya terdapat upaya dari pihak kampus untuk mewujudkan moderasi beragama, salah satunya adalah dengan membentuk Rumah Moderasi, dan bentuk kegiatan sosialisasi yang diutamakan kepada mahasiswa.
ELFHAREN LOUIS
2023 · Book · Open Access
Elfaren Louis. 2023. Eksistensi Ritual Ngalangkang Pada Umat Hindu
Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan
(Kajian Pendidikan Hindu). Skripsi Program Studi
Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut
Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP)
Palangka Raya
Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag
Pembimbing II Dr.Nali Eka, S.Ag.,M.Si
Penelitian dalam skripsi ini mengkaji Eksistensi Ritual Ngalangkang Pada
Umat Hindu Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan (Kajian
Pendidikan Hindu). Ritual Ngalangkang ini merupakan ritual kematian yang
bertujuan untuk mendoakan keluarga yang meninggal dan memberikan Panguta
(persembahan) bekal sesajen kepada Diau/Roh dalam perjalanan menuju Gunung
Lumut yang disebut ritual Ngalangkang. Namun kenyataan sekarang ini ada
beberapa para generasi pemuda,yang kurang memperhatikan serta kajian nilai
pendidikan Hindu yang terkandung dalam ritual Ngalangkang dan hanya orang
tua saja yang mengetahui pelaksaan ritual Ngalangkang. Berdasarkan latar
belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses ritual
Ngalangkang pada Hindu Hindu Kaharingan di Desa Tanjung Jawa Kabupaten
Barito Selatan? (2) Bagaimana eksistensi ritual Ngalangkang? (3) Apa saja nilai
pendidikanHindu dalam ritual Ngalangkang di Desa Tanjung Jawa, Kecamatan
Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan?
Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah,
yaitu mengunakan 3 (tiga) teori. (1) Teori religi, (2) Teori simbol, dan (3) Teori
nilai. Sedangkan tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni
observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan
menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para
informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. 1.
Adapun tahapan prose ritual Ngalangkang akan dijelskan sebagai berikut. (1)
Melaksanakan musyawarah/mufakat, yaitu keluarga menyepakati waktu, tanggal,
bulan, dimana tempat yang akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan ritual
Ngalangkang, (2) Pada tahap inti atau pokok pelaksanaan ritual Ngalangkang
dimana Mantir Adat dan Pangulu sudah memulai duduk untuk memimpin ritual
batawur (menyampaikan doa atau mantra-mantra yang ditujukan kepada Diau
atau roh leluhur yang dilaksanakan ritual Ngalangkang tersebut. proses tahap
yang siap untuk melaksanakan kegiatan ritual, (3) melaksanakan mindri pander
(rapat berdiri ngomong) yang dilakukan oleh pihak keluarga yang melaksanakan
ritual Ngalangkang ini, bahwa memberitahukan bahwa ritual Ngalangkang ini
telah terlaksana dengan baik. 2) Eksistensi ritual Ngalangkang, yaitu keaktifan
xi IAHN-TP Palangka Raya
pemuda jaman dahulu lebih aktif dan esksis dari jaman sekarang ini, banyak yang
tidak terlalu memperdulikan dan cuek saja. Sedangkan para tokoh Adat Hindu
Kaharingan, Mantir Adat dan orang tua sangatmengharapkan keaktifan dan
keikut sertaan pemuda dalam ritual Ngalangkang ini dikarenakan pemuda ini lah
yang akan diharapkan nantinya sebagai generasi penerus dalam pelaksanaan ritual
Ngalangkang ini. (3) Nilai pendidikan dalam ritual Ngalangkang, yaitu atau
Ketuhanan atau kebenaran, yang dipimpin oleh seorang tukang pirik sawis
(Pamulu Adat) pada ritual Ngalangkang dengan mantra-mantra dan sesajen yang
disampaikan melalui beras tawur dengan memohon kepada Tuhan beserta
manifestasinya memohon segala bimbing agar kegiatan ritual dapat berjalan
lancar sesuai dengan yang diharapan yang diinginkan.
ELIPRI
2023 · Book · Open Access
ABSRTAK ELIPRI, 2023, Penerapan Sakin Bilin Dalam Perkawinan Adat Dayak Siang Di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing (I). Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II). Budiarto Santoso, MH. Perkawinan sebagai salah satu peristiwa di dalam hukum adat mendapat pemaknaan penting terutama sebagai wahana penerus keturunan atau kekerabatan. Perkawinan berdasarkan Hukum Adat dapat dikatakan lebih merupakan perikatan kekerabatan.Terjadinya suatu perkawinan tidak sematamata memunculkan akibat hukum, berupa hak dan kewajiban suami-isteri, harta bersama, status anak, namun juga berakibat pada persoalan keluarga, kerabat,serta penyelenggaraan upacara-upacara adat. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana proses penerapan Sakin Bilin dalam perkawinan adat Dayak Siang di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya ? (2). Apa dampak penerapan Sakin Bilin dalam perkawinan adat Dayak Siang di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya ? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Penerapan dan Teori Sebab Akibat (kausalitas). Subjek penelitian ini adalah Damang Kecamatan Sungai Babuat, Kepala adat Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat, Mantir Kecamatan Sungai Babuat, Mantir adat (l) Kecamatan Sungai Babuat, Mantir adat (II) Kecamatan Sungai Babuat, Majelis resort Kecamatan Sungai Babuat, Tokoh Masyarakat Kecamatan Sungai Babuat, Kedua pihak yang melakukan Perkawinan di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data dianalisis dengan metode Kualitatif dengan langkah- langkah reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Proses penerapan Sakin Bilin dalam perkawinan adat Dayak Siang di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya adalah sebagai tahap awal yang harus dilaksanakan dalam perkawinan karena berkaitan dengan wasiat/amanah yang dianggap sakral dan bersifat religius oleh masyarakat Suku Dayak Siang. Adapun yang menjadi proses penerapan Sakin Bilin (mendinginkan Amanah/wasiat orang yang sudah meninggal) yaitu: menyiapkan sarana prasarana berupa: tikar rotan, parapin, beras tawur, dan Tapung tawar, adapun yang menjadi hewan korban babi dan ayam, kemudian yang bertugas dalam pelaksanaan penerapan Sakin Bilin yaitu mantir adat/ Basi. Kemudian di lanjutkan dengan mengoleskan darah hewan korban kepada pihak keluarga oleh pengantin laki-laki dan perempuan secara bergantian mengoleskan keseluruh keluarga, setelah itu mantir adat/ Basi menawur dengan mantra menggunakan bahasa Dayak Siang, dalam tawur tersebut mantir adat/ Basi menceritakan kejadian pada masa lalu sehingga Sakin bilin ada, kemudian memohon doa kepada Mohotara agar kedua pengantin tersebut terbebas dari amanah/wasiat yang mengikat mreka agar kedua pengantin hidup bahagia. (2). Dampak penerapan Sakin Bilin dalam perkawinan adat Dayak Siang di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Yaitu sering berdampak pada kehidupan pasangan yang melaksanakan perkawinan jika tidak menrerapkan Sakin bilin dalam perkawinan terdapat beberapa dampak yang tidak baik yaitu : melahirkan anak cacat, Susah melahirkan, Susah mendapatkan keturunan, sakit-sakitan sehingga menimbulkan kematian, susah mendapatkan rejeki sehingga ekonomi keluarga tidak terpenuhi sehingga bisa menimbulkan perceraian.
JULIADI S
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Juliadi. S, 2023. Kedudukan Hak Waris Janda Dalam Pembagian Harta Warisan Pada Masyarakat Dayak Lawangan Ampah di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Prodi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I :Armadiansyah, S.Ag.,SH.,MH, Pembimbing II : Sri Kayun, SH.,M.Si. Peralihan harta warisan dari pemilik warisan kepada ahli waris merupakan peristiwa hukum yang sangat penting di tengah-tengah masyarakat. Karena itu dalam proses penerusan dan pembagiannya hendaknya selalu menganut asas keadilan bagi penerima warisan. Salah satu persoalan hukum waris di Indonesia adalah mengenai kedudukan hak waris janda. Berbicara kedudukan hak waris janda merupakan suatu rangkaian yang bulat yang bersangkut-paut dengan perkawinan, penceraian, harta gono-gini dan warisan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk : 1). Mengetahui bagaimanakah kedudukan hak waris janda terhadap harta warisan peninggalan suaminya pada masyarakat suku Dayak Lawangan Ampah di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. 2). bagaimanakah proses pembagian harta warisan terhadap hak waris janda pada masyarakat suku Dayak Lawangan Ampah di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini dianalisis menggunakan dua teori yaitu Teori The Living law (Eugene Ehrlich) dan Teori Keadilan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pegumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :1) kedudukan janda terhadap harta warisan peninggalan suaminya pada masyarakat Dayak Lawangan Ampah adalah tetap sama tetapi ia tidak memiliki hak penuh atas harta tersebut, karena dalam hukum adat Dayak Lawangan anaklah yang menjadi ahli waris utama. Namun apabila janda tersebut menikah lagi maka harta warisan tersebut mutlak menjadi hak anaknya dan janda tidak berhak lagi atas harta tersebut.2) Proses pembagian harta warisan terhadaap janda pada masyarakat suku Dayak Lawangan Ampah dapat dilakukan melalui musyawarah keluarga dan apabila keluarga tidak mendapatkan kesepakatan maka akan dilanjutkan secara hukum adat yang diselesaikan oleh para pemangku adat. Selain itu ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam pembagian harta warisan yaitu, ikatan perkawinan, wasiat atau hibah, harta peninggalan, dan keberadaan anak.
SISTRA
2023 · Book · Open Access
Pelek Rujin Pangawin adalah tata cara atau persyaratan yang harus dipenuhi pada saat pelaksanaan upacara perkawinan, baik sebelum pelaksanaannya maupun disaat upacara perkawinan itu dilaksanakan serta awal mulanya kehidupan berumah tangga termasuk di dalamnya ada Jalan Adat yang harus dibayar oleh seorang laki-laki terhadap perempuan dan keluargannya. Pelek Rujin Pangawin dilaksakan agar kehidupan kedua mempelai mudah rejeki, panjang umur, bahagia dan sejahtera. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimanakah Mitologi Pelek Rujin Pangawin pada upacara perkawinan umat agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. (2) Bagaimanakah proses pelaksanaan Pelek Rujin Pangawin pada upacara perkawinan umat agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. (3) Bagaimanakah makna Filosofi Pelek Rujin Pangawin pada upacara perkawinan umat agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah Teori Religi dan Teori Simbol. Subjek penelitian ini adalah Tokoh keagamaan Hindu dan Umat Hindu Kaharingan Kelurahan Tehang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan prosesi perkawinan memiliki makna simbolik, dimana simbol-simbol tersebut mempunyai makna dan fungsi masing yang saling berkaitan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak Ngaju. Simbol-simbol tersebut selalu mempunyai peranan dan sebagai petunjuk bagi para penganutnya
SANTIA
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
SANTIA, 2023. Perbandingan Hasil Belajar Dengan Motivasi Belajar SiswaPendidikan Agama Hindu Menggunakan Metode Problem Based-Learning Dan Metode Ceramah SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Strata Satu (S-1), Fakulatas Dharma Acarya, Program Studi Pendididkan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat Perbandingan Hasil Belajar dengan Motivasi Belajar Siswa. Penelitian ini membandingkan dua Metode Pembelajaran yaitu Metode Probelm Based-Learning dan Metode Ceramah di SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kunatitatif dilengkapi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk memperoleh data menggunakan instrumen berupa angket dan menggunakan teori Kontruktivisme.
Berdasarkan analisis data dan pengujian Hipotesis eksperimen dua metode pembelajaran yang telah dilakukan, maka penulis dapat menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut : (1) Pada Proses Pembelajaran menggunakan metode Problem Based-Learning Pada kelas VIIa siswa mendapatkan Nilai Hasil Belajar 92,5 dan Motivasi belajar 82%,(2) Pada Proses Pembelajaran mengunakan metode Ceramah pada kelas VIIb siswa mendapatkan Nilai Hasil Belajar 72,5 dan Motivasi Belajar 77% dan (3) Berdasarkan Hasil Eksperimen dari dua metode pembelajaran Problem Based-Learning dan Metode Ceramah, terdapat Perbedaan antara Hasil Belajar dengan Motivasi Belajar Siswa Pendidikan Agama Hindu menggunakan Metode Problem Based-Learning dan Metode Ceramah SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas.
Jadi, Demikian dapat disimpulkan hasil akhir penelitian adalah Terdapatnya Perbedaan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Pendidikan Agama Hindu menggunakan Metode Problem Based-Learning dan Metode Ceramah SMP Negeri Satu Atap 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas.
NOVI OLFIANIE
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Novi Olfianie (2023) Penyuluh Agama Hindu Dalam Meningkatkan Pembinaan Generasi Muda Hindu Melalui Penggunaan Media Sosial Di Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan Pembimbing I, Handoko, S.Ag., M.Si Pembimbing II, Sulandra, S.Pi., M.Si Media sosial merubah cara berkomunikasi dalam masyarakat saat ini. Komunikasi tidak lagi terbatas jarak, waktu, dan ruang, serta bisa terjadi dimana saja, dan kapan saja. Pada penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah (1) bagaimana strategi Penyuluh Agama Hindu menyampaikan informasi melalui media sosial (2) apa kendala Penyuluh Agama Hindu menyampaikan melalui penggunaan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah (1) pengumpuln data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) verifikasi atau kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori uses and gratification dan teori uses and effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penyuluh dalam menyampaikan informasi melalui media sosial dengan membuat grup atau komunitas di media sosial dan penyampaian informasi yang dilakukan dalam bentuk teks atau kata-kata, dan penyampaian informasi mengenai ajaran agama Hindu berupa postingan vidio dan foto atau gambar yang kemudian foto tersebut diberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami. Adapun media sosial yang digunakan yaitu facebook, whatsApp, dan instagram. Sedangkan kendala penyuluh menyampaikan informasi melalui media sosial sebab keterbatasan penyuluh dalam mengoperasikan media sosial sehingga penyampaian informasi yang dilakukan hanya berupa teks atau kata-kata, dan dalam bentuk foto yang diberikan penjelasan. Selain itu pula yang juga menjadi kendala yaitu tidak adanya orang yang dapat membantu mengelola media sosial tersebut secara penuh.
HERTIANA
2023 · Book · Open Access
Hertiana, 2023. Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN 1 Pulau Malam Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP). Pembimbing I, I Komang Mertayasa, S.Pd.H., M. Si dan Pembimbing II, Ibu Tri Aspiyana, M. Pd.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan pada tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Pulau Malan yang berjumlah 8 (delapan) orang siswa. Metode pengumpulan data melalui observasi, angket dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif untuk analisis data termasuk pada penyajian data dan menarik kesimpulan. Pada penelitian ini mengkaji pokok penerapan model discovery learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN 1 Pulau Malan. Penelitian ini dilaksanakan dalam II (Dua) siklus dan 4 (Empat) tahapan yang meliputi; 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Pengamatan dan 4) Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Sebelum dikenai tindakan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa 50% dan masuk kategori kurang baik. Pada siklus I kemampuan berpikir kritis siswa meningkat menjadi 60% dan masuk kategori baik. Pada siklus II rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat menjadi 67,5% dan masuk kategori sangat baik.
NINA NOVI IRAWAN
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Nina Novi Irawan, 2023. Strategi Guru Pembelajaran Di Pasraman Parawei Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II : Hendri, S.Ag.,M.Si
Pasraman Parawei merupakan wadah bagi siswa untuk mendalami ajaran agama secara non formal. Namun fenomena yang terjadi di Pasraman Parawei Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas, terdapat kurangnya semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran setiap hari minggu di Pasraman tersebut. Kurangnya minat siswa dalam pelaksanaan pembelajaran di Pasraman dikarenakan media pembelajaran yang digunakan hanya buku dan dengan fasilitas seadanya saja tanpa ada fasilitas pendukung lainnya. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk Mengetahui Bagaimanakah Strategi Guru Dalam Pembelajaran di Pasraman Parawei Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. 2) Untuk Mengetahui apa saja kendala dalam Pembelajaran di Pasraman Parawei Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas.
Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teorikonstruktivisme, teori kendala da teori strategi. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Ketua Pasraman, guru Pasraman dan siswa Pasraman.
Hasil penelitian digunakan untuk menunjukkan: 1) Strategi pembelajaran yang dilakukan guru Pasraman Parawei dilakukan dengan berbagai macam strategi yakni dengan metode ceramah, tanya jawab, dan praktek. 2) Kendala yang dihadapi guru agama Hindu dalam proses pembelajaran di Pasraman Parawei
ialah karena kurangnya sarana dan prasana penunjang proses pembelajaran. Kurangnya minat siswa untuk belajar di Pasraman merupakan kendala lain yang dihadapi guru di Pasraman Parawei.
GILANG
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Gilang, 2023. “Perspektif Pendidikan Agama Hindu Pada Balai Antang Sebagai Tepat Suci Umat Hindu Kaharingan Di Desa Pangi Kabupaten Pulang Pisau”.
dosen pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag
dosen pembimbing II Suwito.S.Ag.,M.Si
Balai Antang dan umat Hindu Kaharingan sudah tidak dapat lagi dipisahkan di dalam kehidupan sehari-hari, Karena Balai Antang merupakan jati diri umat Hindu Kaharingan dalam menjalankan kegiatan keagamaannya, yang sudah ada dan dijalankan sejak kehidupan nenek moyang dahulu.
Masalah yang diteliti pada penelitian ini mencakup 2 (dua) masalah yaitu: (1) Mengapa Balai Antang Dikatakan Sebagai Tempat Suci Agama Hindu Kaharingan Di Desa Pangi Kabupaten Pulang Pisau? (2) Bagaimana Perspektif Pendidikan Agama Hindu Kaharingan pada Balai Antang Di Desa Pangi Kabupaten Pulang Pisau?
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian menggunakan data primer dan data sekunder, sedangkan teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling yaitu menentukan informan yang benar-benar manpu memberikan data, dan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara: teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif sehingga akurasi data menjadi lebih terjamin.
Dari kajian dan analisis pembahasan dapat disimpulkan bahwa (1) Balai Antang memang merupakan tempat suci agama Hindu Kaharingan yang digunakan sebagai tempat untuk upacara keagamaan yaitu pada saat pakanan sahur dengan tujuan menghormati para leluhur, karena sudah menyertai dalam setiap kehidupan. Selain itu Balai Antang bagi umat hindu kaharingan merupakan simbol keagamaan yang menandakan identitas setiap pemeluk agama Hindu Kaharingan. (2) Balai Antang secara pandangan nilai pendidikan agama hindu, memiliki 4 nilai yang terdiri dari: nilai pendidikan tatwa, nilai pendidikan susila, nilai pendidikan upacara dan nilai pendidikan sosial.