Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.950 item publik

Publikasi

Halaman 21 dari 98

IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA PEREMPUAN KASUS NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN PALANGKA RAYA

EKA PARWATI
2024 · Book · Open Access

Eka Parwati, 2024: Implementasi Program Rehabilitasi Dalam Pembinaan Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palangka Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Citranu, MH. Pembimbing II, I Kadek Kartika Yase, MH. Sistem pembinaan bagi narapidana narkotika dilakukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan, di mana Lembaga Pemasyarakatan merupakan salah satu bentuk hukuman pidana. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya Pasal 9 mengenai hakhak narapidana, bahwa narapidana harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi dalam satu sistem pembinaan yang terpadu, pembinaan dan pembimbingan narapidana meliputi program pembinaan dan bimbingan berupa kegiatan pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Masalah yang diteliti : (1) Peran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya Dalam Program Pembinaan Rehabilitasi Terhadap Narapidana Perempuan Kasus Narkotika. (2) Implikasi Hak Dalam Program Pembinaan Rehabilitasi Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya Subyek Penelitian adalah Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya, Kepala Seksi BLNADIK, Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Kasubsi Registrasi, Narapidana/Warga Binaan Pemasyarakatan dan pihak-pihak yang bersangkutan dengan Program Rehabilitasi Pembinaan Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palangka Raya. Obyek Penelitian adalah Implementasi Program Rehabilitasi Pembinaan Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palangka Raya. Metode penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teori yang digunakan untuk penelitian ini adalah teori Kausalitas dari Silfiah, Teori Sistem Hukum dari Lewrence Meir Firedman dan Teori Pemidanaan dari Nawawi Arief. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya sangat berperan dalam program pembinaan rehabilitasi terhadap narapidana perempuan kasus narkotika dalam membantu narapidana perempuan menjalani masa hukuman agar setelah menjalani masa pidana dapat menjadi warga negara yang baik. Implikasi hak dalam program rehabilitasi narapidana perempuan kasus narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya, dalam hal ini narapidana mempunyai hakhak yang harus dilindungi dan diayomi selama berada di Lembaga Pemasyarakatan

PERANAN MAHASISWA FAKULTAS DHARMA SASTRA IAHN-TP PALANGKA RAYA SEBAGAI PELAKSANA BANTUAN HUKUM KEPADA MASYARAKAT DI DESA TANJUNG JAWA KABUPATEN BARITO SELATAN

RIKO HARTAKO
2024 · Book · Open Access

RIKO HARTAKO, 2024. Peranan Mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya Sebagai Pelaksana Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Agama Hindu, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Armadiansyah, S.Ag., SH., MH Pembimbing II : Ririn Kurniasi., SH., MH. Peranan mahasiswa hukum dalam memberikan layanan bantuan hukum sangat urgent ke-ikutsertaannya, mengingat masih banyak masyarakat yang tidak merata untuk mendapatkan keadilan dalam segi hukum dan buta terhadap struktural sistem hukum di Indonesia. Apabila dibandingkan kepadatan penduduk Indonesia yang menyebar diberbagai wilayah yang luas tidak sebanding dengan adanya aparatur penegak hukum sehingga terjadi ketidakmerataan keadilan dan pengetahuan hukum di kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian mahasiswa hukum diharapkan mampu berkontribusi secara nyata untuk membantu meringankan ketidakmerataan keadilan tersebut guna mendorong tumbuh kembangnya kesadaran hukum masyarakat khususnya masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan. Salah satu permasalahan yang terjadi di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan yaitu sangat minim dilakukan sebuah pelayanan hukum dalam bentuk penyuluhan dan sosialisaisi hukum. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji : (1) Bagaimana peran mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya dalam melaksanakan bantuan hukum kepada masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten barito Selatan, (2) Apakah yang menjadi faktor penghambat mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya dalam pelaksanaan bantuan hukum kepada masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan. Dengan menggunakan metode penelitian teori tujuan hukum (Gustav Radbruch) dan teori efektivitas hukum (Soerjono Soekanto). Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Informan ditentukan berdasarkan purprosive sampling pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peranan mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya dalam memberikan penyuluhan hukum dan sosialisasi hukum kepada masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan, karena dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan kesadaran hukum kepada masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masih banyak faktorfaktor penghambat dalam pelaksanaan penyuluhan hukum baik faktor internal maupun faktor eksternal. Dimana faktor-faktor tersebut dapat mengurangi peran penting mahasiswa dalam memberikan bantuan hukum yang optimal bagi masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan.

Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya

PENI LISARI
2024 · Book · Open Access

PENI LISARI: (2024) Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Budi Purnomo, SH., M.Si). Penggunaan media sosial sebagai sarana promosi telah banyak digunakan di bidang pariwisata. Salah satu instansi yang aktif mempromosikan pariwisata adalah Disparbudpora Kota Palangka Raya. Sebagai pihak yang turut mempromosikan kegiatan pariwisata, sangat diperlukan keahlian dan pengelolaan khusus pada media sosial. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini, (1)Bagaimanakah pola media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, (2) Apa saja faktor penghambat media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori bauran promosi (2) Teori hambatan. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: Admin media sosial dan pengikut media sosial Disparbudpora. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pola media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (2) untuk mengetahui faktor penghambat media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga. Hasil kajian peneliti dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola promosi menggunakan media sosial yang dilakukan oleh Disparbudpora terdapat empat tahapan yaitu penciptaan konten, penentuan platform, implementasi program, monitoring dan evaluasi, dan empat bauran promosi yang dilakukan adalah periklanan, Promosi Penjualan, Hubungan Masyarakat dan Publisitas, Pemasaran Langsung. Faktor penghambat kegiatan promosi pariwisata melalui media sosial oleh Disparbudpora yaitu, 1) Faktor internal: perbedaan pendapat dan miskomunikasi yang terjadi antar individu dan tim serta tantangan kreativitas dalam pembuatan konten, 2) Faktor eksternal: jaringan internet dan multimedia yang digunakan mengalami gangguan, kerusakan atau malfungsi. Kata Kunci: Media Sosial, Promosi Pariwisata, Dinas Pariwisata

Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung Desa Tumbang Liting Kecematan Katingan Hilir Kabupaten Katingan

DEDONG
2024 · Book · Open Access

DEDONG : (2024) Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung Desa Tumbang Liting Kecematan Katingan Hilir Kabupaten Katingan (pembimbing I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H dan pembimbing II I Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H) Pengembangan pariwisata melibatkan tiga pilar utama, yaitu masyarakat, swasta, dan pemerintah, Strategi pengembangan pariwisata melibatkan berbagai aspek, termasuk peningkatan daya tarik wisata, fasilitas pendukung, infrastruktur yang baik, dan aksesibilitas. Di desa tumbang liting terdapat objek wisata alam Dukuh Betung yang memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Namun, objek wisata tersebut masih memerlukan strategi dalam hal pendanaan, pengelolaan, dan promosi oleh karena itu, perlu adanya strategi yang efektif dan terencana dengan baik untuk mengatasi masalah tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini yaitu, (1) Apa Saja Faktor Penghambat Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung (2) Bagaimana Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung. Metode dalam penelitian menggunakan deskritif kualitatif dengan teknik pengumpulan daya yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian adalah,1)Teori hambatan 2), Teori pengembangan pariwisata Subjek penelitian ini yaitu : pemilik, pengelola, wisatawan dan masyarakat. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Faktor Penghambat Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung, dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal, Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung yaitu Strategi Pengembangan Produk dan Pengembangan Pasar. Upaya Penerapan Strategi Pengembangan yaitu Pendekatan Perencanaan Strategi dan Perencanaan Strategis.

Filosofi Toras pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

HARDI YANTO
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK HardiYanto 2024: FilosofiTorasPada UpacaraKematianUmat Hindu Kaharingan Di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya, Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S. Ag., M.Ag dan Pembimbing II,I WayanSindiaGriya Danika, S.Kom., M.T Masyarakat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya dalamkesehariannyatidakterlepasdariupacarakeagamaan. DalampembahasaninipenelitimelakukanpenelitiantentangToraspadaupacarakematian yang merupakanupakarayang tidakdapatdihilangkandarikegiatankeagamaanumat Hindu Kaharingan di DesaKalasin. FungsiTorasadalahberbentukpatung yang sakral dan dipercayaisebagaisimbololeh umatHindu KaharingankarenaTorasmerupakanmewakilisosok orang yang sudahmeninggal dan mengantarkanjiwa orang matike-surga/Lewu Liau. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuimakna dan fungsiTorasdalamupacara, berdasarkanfenomenadapatmenjadipembelajaran dan pengetahuanbagikaummudadalammelestarikantradisisecaraturuntemurundidaerahmasing-masingsehinggatidakdihilangkan. Penelitianinimenggunakanteorireligi, teorifungsionalismestruktural dan teoriinteraksionalismesimbolik. Penelitianinimenggunakanmetodekualitatif. Penelitianinidilaksanakan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya. Sumberdatanyayaitu primer dan sekunder, sedangkanteknikpengumpulandatanyameliputiobservasi, wawancara, dokumen dan studipustaka. Adapunhasilpenelitianinimenunjukanbahwa 1) proses pembuatanTorassebagaisaranaupacarakematianmelaluitahappersiapan dan bentukToras. 2). FungsiToraspada upacarakematianmelulaifungsisosialadalah proses interaksidenganlingkungansosial yang dimulaisejaklahir dan berakhirsetelahmeninggal. Fungsi religi adalahsistemkeprcayaan/keyakinankepadaTuhan, halmagis, 3). MaknafilosofiToraspada upacarakematianmelaluibeberapayaitu, maknaToraskepercayaanumatHindu KaharinganbahwaTorasmerupakan salah satubentukpenghormatanterakhir dan cintakasihkepada orang yang sudahmeninggal, sebagaibentuk bhakti kepadaleluhurataukepada orang yang sudahmeninggal.

Upacara Kematian pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Sigi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau

LALA
2024 · Book · Open Access

Lala, 2024, Pelaksanaan Upacara Kematian Pada UmatHinduKaharingandi Desa Sigi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau.SkripsiStrataSatuProgramStudiFilsafat Agama Hindu,FakultasDharmaDutaDanBrahmaWidya,InstitutAgama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing I : Dr. I WayanSuasta, S.Ag.,M. Pd. H dan Pembimbing II :NyomanSarma, S.Ag., M. Fil. H Upacarakematianharuslahdilaksanakandengancermatdantelitikarenajika tidak dilaksanakan dengan baikmakaakanberdampakburuk bagiorang yang meninggal serta orang yang masih hidup. Pelaksanaan upacara kematian menjadi hal yang paling sakral dan merupakan tradisi dalam Hindu Kaharingan, tetapi umatHindu Kaharinganyang adadiDesa Sigi sejak perkembangan jaman sehinggaadanya perubahan dalam pelaksanaan Upacara Kematian. Umat Hindu di Desa Sigi harus selalu mempertahankan tradisi yang sudah di wariskan oleh leluhur dari sejak dulu khususnya dalam sebuah upacara-upacara Hindu Kaharingan yang salah satunya upacara kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pelaksanaan,dan makna upacara Kematian. Metode yang digunakan yaitumenggunakan metode deskriptif kualitatif dan ini di laksanakan di Desa Sigi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau.Teknikpengumpulandatayangdigunakan:(1)Observasi(2)Wawancara(3)Dokumentasi.SubjekdalampenelitianiniadalahBasir,RohaniawanAgamaHinduKaharingandanMasyarakatHinduKaharingan. Hasil dari penelitian (1) Pelaksanaan upacara kematian ada beberapatahap yaitu : Memandikan jenazah, Mendandani jenazah, Menunding jenazahdengan emas atau jarenang, Membuat Peti Jenazah (Raung), Proses ManyaluhRaung (peti jenazah), Memasukan Jenazah Ke Dalam Raung (peti jenazah),Berangkat Mengali Kubur ,Pelaksanaan Upacara Penguburan. (2) Makna upacara kematian, makna upacara kematian dapat dilihat dari pelaksanaan upacara kematian yaitu dari proses-proses pelaksanaan yang terdapat makna religius dan sosial yang dilihat dari kebersamaan umat dalam mendoakan orang yang telah meninggal serta bergotong royong dalam menyiapkan hal-hal yang di perlukan dalam upacara kematian.

Peran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SMP Negeri Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas

ERLIABAGEDE
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Erliabagede, 2024. Peran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SMP Negeri Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, M.Pd.H Peran guru agama Hindu merupakan faktor penentu keberhasilan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kegiatan pembelajaran akan menimbulkan stimulans sehingga nanti akan menghasilkan respon siswa agama Hindu yang dapat dilihat dari prestasi belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru agama Hindu memiliki peran yang baik dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama Hindu (1) peran guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama Hindu (a) pada perencanaan pembelajaran guru berperan sebagai perencana untuk membuat RPP sebagai pedoman dan acuan dalam mengajar (b) pada proses pembelajaran guru agama Hindu berperan sebagai pengajar dan motivator (c) pada evaluasi tahap penilaian guru agama Hindu berperan sebagai Evaluator, untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa agama Hindu dalam menerima materi yang diajarkan. (2) kendala guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama Hindu yaitu : (a) karakter siswa agama Hidu yang Beragam, (b) siswa agama Hindu sulit membaca dan memahami materi, (c) sarana dan prasarana terbatas. Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran. Kata kunci : Peran Guru, Prestasi Belajar

Pengembangan Sarana dan Prasarana Pada Objek Wisata Taman Pasuk Kameluh Di Kota Palangka Raya

RETI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK RETI: (2024) Pengembangan Sarana dan Prasarana Pada ObjekWisata Taman Pasuk Kota Palangka Raya ( pembimbing I Dr. I Wayan Selendra. S.Ag., M. Si dan pembimbing II Dr. Kadek SukiadaS.Ag., M.Si) Taman PasukKameluhmerupakan salah satuobjekwisataunggulansekaligusmenjadi icon dari Kota Palangka Raya. Objekwisatainimemilikiberbagaisarana dan prasarana. Meskipundemikianobjekwisata Taman PasukKameluhmasihbelummemilikibanyaksarana dan prasaranawisata yang memadaiuntukdigunakanwisatawansaatberkunjungkeobjekwisata Taman PasukKameluh. Berdasarkanlatarbelakangtersebut, pada penelitianiniterdapatduaperumusanmasalahdalamskripsiiniyaitu, (1) Bagaimanapengembangansarana dan prasarana di objekwisata Taman PasukKameluh di Kota Palangka Raya, (2) Apa kendala pengembangan sarana dan prasaranaobjekwisataTaman Pasuk Kameluh di Kota Palangka Raya. Metode dalampenelitianinimenggunakanmetodepenelitiandeskritifkualitatifdenganteknikpengumpulandaya yang digunakanpenelitiadalahobservasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakanuntukmengkajipermasalahandalampenelitiiaminiadalah, 1) Teori PengembanganPariwisata, 2) Teori kendala. Subjekpenelitianiniyaitudari: pengelolaobjekwisata Taman PasukKameluh, penjagaobjekwisata Taman PasukKameluh dan wisatawan yang berkunjungkeobjekwisata Taman PasukKameluh. Hasil kajianpenulisdalampenelitianinidapatdisimpulkanbahwapengembangansarana dan prasarana pada objekwisata Taman PasukKameluhmeliputipengembanganatraksiwisata, fasilitaswisata, infrastrukturwisata, transportasiwisata dan hospitality (keramah-tamahan). Adapun kendalapengembangansarana dan prasarana pada objekwisata Taman PasukKameluhyaituminimnya 1) pengembaganatraksiwisataseperti tari-tariandaerah Kalimantan Tengah, jogging track, penampilanmusikdaerah Kalimantan Tengah dan penampilanmusiksantai, 2) pegembanganfasilitassepertitempatpenjualansovenir dan pengembanganjumlah toilet yang ada di objekwisata Taman PasukKameluh, 3) perbaikanbangunaninfrastrukturberupabangunanfasilitassepertibangunanlamputaman, bangunan air mancur, bangunanbangkutamansertabangunanlahanparkir, 4) penyediaantransfortasiseperti bus pariwisataterkhusunyaobjekwisata Taman PasukKameluh, 5) pengembangansertapenyediaanhospilalitysepertidalampelayananpemanduwisata dan pelayananparkir di objekwisata Taman PasukKameluh di Kota Palangka Raya

FUNGSI PURA DALEM DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA PADA UMAT HINDU DI DESA BASARANG JAYA KECAMATAN BASARANG

I KADE YOGA ARISTA
2024 · Book · Open Access

I KADE YOGA ARISTA, 2024. Fungsi Pure Dalem Dalam Penanman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Umat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang. Skripsi Fakuultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang palangka Raya. Pembimbing I. Dr. Mujiono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu, sebab ada gejala penurunan nilai-nila kehidupan sosial masyarakat. Terutama pada generasi muda umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melakukan persembahyangan di Pura Dalem. Berdasarkan latar belakang tersebut masalah yang menjadi target analisis yakni: (1). Apa Fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai nilai Pendidikan Agama Hindu?, (2). Bagaimana penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu?, dan (3). Apa Kendala dalam penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu di Pura Dalem di Desa Basarang Jaya? Penelitian bertujuan untuk mengkaji ilmu pengetahuan tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, rumusan masalah itu dikaji dengan teori Fungsional struktural, Nilai, dan Kendala. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan yakni proposiv yaitu informan para tokoh umat Hindu menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Dianalisis dengan kondensasi data, penyajian data dan penarik kesimpulan, selanjutnya menyajikan hasil penelitian dengan narasi bahasa Indonesia yang sesuai pedoman skripsi. Berdasarkan analisis yang di kaji dengan teori fungsional struktual, fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dapat di analisis yakni berdasarkan struktural maka ada sebuah fungsional struktural yaitu secara struktur maka ada tiga struktur besar yakni tri mandala. Yang pertama Uttama Mandala yang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wase dalam bentuk-nya sebagai manifestasi utama. Struktur kedua Madhya Mandala yang berfungsi sebagai tempat persembahyang umat Hindu dan tempat melaksanakan tarian bali sebelum persembahyangan di mulai. Struktur ketiga Nista Mandala sebagai area pura paling luar disini berfungsi sebagai tempat melakukan persiapan-persiapan yajna dan tempat parkir dibagian luar. Analisis yang ketdua yakni mengkaji tentang nilai-nila Pendidikan Agama Hindu di tinjau dari teori yang digunakan maka mempunya fungsi yaitu Nilai Pendidikan Dana Punia berfungsi untuk belajar keikhlasan, Nilai Pendidikan Sosial berfungsi untuk saling membantu, Nilai Pendidikan Tattwa berfungsi membangun diri sendiri agar dapat berpikir secara mendalam, meningkatkan pandangan yang luas dalam latihan berpikir pribadi. Nilai Pendidikan Religius berfungsi sebagai nilai yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai Pendidikan Etika berfungssi sebagai prilaku dan membantu individu membuat keputusan yang tepat. Nilai Pendidikan Upacara berfungsi sebagai spiritual karena upaara adat mampu membangkitkan emosi keagamaan, menciptakanras aman, tentram dan selamat. Analisis yang Ketiga yakni kendala dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu berdasarkan teori yang digunakan maka mempunyai kendala Internal yaitu kurangnya pemahaman dan pengatahuan, kyurangnya motivasi diri dan Eksternal yaitu kurangnya kehadiran umat Hindu.

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN 8 MENTENG PALANGKA RAYA

DEBI SELIANG
2024 · Book · Open Access

Debi Seliang. 2024. Dr. Pranata, S.P d., M.Si., Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penerapan Model Kooperatif Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 8 Menteng Palangka Raya. Penelitian Tindakan Kelas pada siswa Kelas V SDN 8 Menteng Palangka Raya dilatar belakangi dalam observasi awal yang menunjukakan bahwa rendahnya hasil belajar siswa, dapat dilihat berdasarkan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu, 70 hal ini menunjukkan masih rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Oleh karena itu peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan model kooperatif pada pembelajaran bahasa indonesia dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Penelitian ini menggunakan model kooperatif metode penelitian yang digunakan ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dilaksanakan siklus persiklus, setiap siklus melalui empat tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 33 orang, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan berupa (a) observasi, (b) tes, (c) penilaian aktivitas siswa,(a) penilaian aktivitas siswa. prosedur penelitian tindakan meliputi tahap: (b) perencanaan tindakan, (c) observasi, (pengamatan) terhadap tindakan, dan (d) refleksi terhadap tindakan. Hasil aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari dua aspek sebesar siklus I 63% %,dengan nilai rata-rata 65,9 siklus II 84% dengan nilai rata-rata 81,06. Pada akhir Siklus penelitian ini dikatakan berhasil jarena diatas nilai KKM yaitu 70%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif pada pembelajaran bahasa indonesia dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas V SDN 8 Menteng Palangka Raya