I KOMANG BUDIAWAN
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK I Komang Budiawan, 2024. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Tumpek Landep Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Tujuan skripsi mengkaji tentang implementasi nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya. Berdasarkan fenomena yang terjadi, umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melaksanakan upacara Tumpek Landep kurang memahami arti serta makna dalam upacara Tumpek Landep. Umat Hindu juga kurang memahami nilai-nilai dalam upacara Tumpek Landep. Untuk itu, diperlukannya kajian mendalam tentang pelaksanaan upacara Tumpek Landep pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan dan implementasi upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya. Rumusan masalah yang dikaji yakni (1) Bagaimanakah proses pelaksanaan upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, (2) Apakah nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Penelitian ini dikaji dengan 2 teori yakni: 1).religi dan 2) Teori Nilai penelitian ini menggunakan deskriftif kualitatif,Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan secara purposive. Peneliti sebagai instrument utama. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan kondensasi data (data Condensation), penyajian data(data display) dan penarikan kesimpulan(Conclusions drawing). Berdasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori religi, bahwa pelaksanaan upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan upacara dan tahap akhir. Berdasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori nilai bahwa nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep terdiri dari nilai pendidikan tattwa(kebenaran) yang merupakan ajaran ketuhanan yang menjadikan landasan keyakinan umat dalam memeluk agama, nilai pendidikan etika(tingkah laku) dan nilai pendidikan estetika yang merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut kesenian.
DELIA PUSPITA
2024 · Book · Open Access
Delia Puspita. 2024. Hubungan Antara Metode Diskusi dan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Agama Hindu dengan Hasil Belajar Kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing : (I) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., (II) Dr. Suryanto, S.Pd., M.Pd. Metode Diskusi merupakan salah satu metode dari beberapa metode yang sering digunakan dalam pembelajaran, dimana bertujuan untuk membuat proses pembelajaran yang bervariasi dan menjadi lebih termotivasi sehingga terjadinya proses pembelajaran dua arah yaitu antara siswa dan guru. Penelitian ini membahas tentang hubungan antara metode diskusi dan motivasi belajar dengan hasil belajar mata pelajaran Agama Hindu kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuanti dengan penelitian survei asosiatif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan hasil hubungan antara metode diskusi dan motivasi belajar dengan hasil belajar. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa yang beragama Hindu kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya berjumlah 17 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan penyebaran angkat/kuesioner kepada siswa yang beragama Hindu kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen berskala likert yang terdiri dari 5 dimensi servqual. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini uji korelasi sederhana, uji korelasi ganda dan dan uji prasyarat analisis menggunakan bantuan SPSS versi 29. Hasil dari penelitian sebagai berikut : 1). Metode Diskusi tidak memiliki hubungan atau tidak berkorelasi secara signifikan dengan Hasil Belajar, 2). Motivasi Belajar memiliki hubungan/berkorelasi secara signifikan dengan Hasil Belajar, 3). Hasil analisis data didapatkan nilai F change 0,032 0,05 maka bisa ditarik kesimpulan bahwa variabel Metode Diskusi, dan Motivasi Belajar memiliki hubungan secara signifikan dengan Hasil Belajar secara simultan atau secara bersama-sama.
NILUH PUSPITA SARI
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Niluh Puspita Sari, 2024. Pengaruh Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto. M.Pd.H Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. siswa cenderung tidak terlibat aktif serta tidak fokusnya siswa dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak pada belum maksimalnya hasil belajar yang dicapai. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya, (2) untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya, dan (3) untuk mengetahui bagaimana minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pedidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data minat siswa dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 36 siswa kelas X dan kelas XI Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui nilai ulangan harian siswa, data dianalisis dengan regresi sederhana menggunakan IBM Statistics for Windows. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa minat belajar siswa Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya kategori sedang dengan persentase 72.2%. Hasil belajar yang diperoleh rata-rata 71,17 dikatakan rendah karena masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 78. Pada hasil uji hipotesis didapat Sig. 0,000 0,05 dan nilai t hitung 19,978 > t tabel 2,032 sehingga menghasilkan Ha diterima pada penelitian, disimpulkan bahwa minat belajar secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Kata Kunci: Minat Belajar, Hasil Belajar, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu
LALA LORENSIA DEWI
2024 · Book · Open Access
Lala Lorensia Dewi, 2024: Peran Pasraman Parentas Dalam Menumbuhkan Sradha Dan Bhakti Bagi Siswa Hindu Di Kota Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr.Suryanto, S.Pd.,M.Pd, Pembimbing II, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang Peran Pasraman atau Sekolah Minggu Hindu dalam Menumbuhkan Sradha Dan Bhakti Bagi Siswa Hindu Di Kota Palangka Raya. Berdasarkan observasi awal ditemukan masalah terkait dengan mulai banyaknya remaja Hindu yang pindah keyakinan. Hal ini menjadi masalah yang cukup serius sehingga untuk menguatkan iman siswa Hindu diperlukan peran dari Pasraman. Adapun tujuan penelitian untuk mendapatkan suatu pemahaman yang jelas tentang Peran Pasraman Parentas Dalam Menumbuhkan Sradha dan Bhakti Bagi siswa Hindu di Kota Palangka Raya. Dalam penelitian ini, lokasi penelitian dilakukan di Pasraman Parentas Palangka Raya, selama 1 (satu) bulan, informan dalam penelitian adalah kepala pasraman, guru pasraman, dan siswa Hindu SD, SMP, dan SMA. Adapun teori yang digunakan adalah teori peran dan teori pembelajaran humanisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian pasraman memiliki peran yang penting untuk menguatkan iman siswa Hindu. Adapun simpulan dalam penelitian yaitu, bentuk pembelajaran yang di berikan yaitu, pembelajaran tatap muka (face to face learning) dan pembelajaran eksperiensial (experiential learning), faktor-faktor yang menumbuhkan sradha dan bhakti siswa Hindu dengan cara mengajarkan pentingnya beribadah dan dukungan dari orang tua. Upaya yang dilakukan Pasraman Parentas untuk menumbuhkan sradha dan bhakti siswa Hindu dengan memberikan pembelajaran agama Hindu yang relevan.
GENDUTSI
2024 · Book · Open Access
GENDUTSI, 2024 : Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Pembimbing II Dr.Suryanto, S.Pd.,M.Pd Penelitian ini mengkaji tentang Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik ( habituation) sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadianya. Efektivitas adalah suatu hal yang memiliki pengaruh, manjur, membawa hasil, dan berhasil atau suatu usaha atau Tindakan yang dilakukan. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalahnya yakni sebagai Berikut: Bagaimanakah Efektivitas Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pkerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Efektivitas implementasi Pendidikan karakter bagi siswa Hindu dalam pembelajaran Pendidikan agama Hindu dan Budi pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori Peranan dan (2) Teori Belajar Behaviorisme Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang berlokasi di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Subjek dalam penelitian ini yakni kapala sekolah (1 orang), guru agama Hindu (1 orang), dan siswa Hindu (5 orang). Metode dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Implementasi Pendidikan karakter bagi siswa Hindu dalam pembelajaran Pendidikan agama Hindu yang dapat diimplementasikan untuk pembentukan karakter yakni, (1) Tri Kaya Parisudha, (2) Tri Hita Karana, (3) Panca Sradha, (4) Panca Yadnya. 2.Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembentukan karakter pada Pendidikan agama Hindu dan budi pekerti : (1) Religius (2) Sopan Santun dan (3) Jujur yang memiliki efektivitas bagi siswa Hindu yaitu dengan memberikan keteladanan dan pembiasaan bagi siswa.
CHACA JELYANA
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Chaca Jelyana. 2024 Strategi Guru Agama Hindu Dalam Meningkat Keterampilan Membuat Ketupat Pada Siswa SMKN-1 Banama Tinggang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, IAHN-TP Palangka Raya. pembimbing: (1) Mitro, S.Pd.,M.Si (2) Megawati,S.Pi, M.pd.H Skripsi ini mengkaji tentang strategi guru dalam meningkatkan keterampilan siswa membuat ketupat. Fenomena yang terjadi siswa kurang minat dan terampil dalam membuat ketupat. Sebab ketupat itu penting dalam Agama Hindu sebagai sarana upacara. Penelitian bertujuan mengkaji ilmu pengetahuan tentang pembuatan ketupat sebagai sarana upacara, untuk mengkaji dan menganalisis permasalahan menggunakan teori behavioristik dan konstruktivisme. Metode yang digunakan yakni metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data digunakan yakni observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive. Pengumpulan data dianalisis mengunakan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yakni (1) Strategi guru meliputi menyiapkan alat dan bahan, penyampaian materi, motivasi, demonstrasi dan Apresiasi; (2) Kendala guru Agama Hindu dalam strategi dan proses pembuatan ketupat yakni faktor internal, siswa kurang lancar dalam membuat ketupat, siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, sifat pemalu dalam bertanya dan menjawab, serta banyak siswa yang masih menyesuaikan diri dalam strategi pembelajaran dan faktor ekternal kebudayaan, faktor lingkungan serta kurangnya fasilitas bahan praktek; (3) Upaya guru Agama Hindu dalam mengatasi kendala pada saat proses pembuatan ketupat yakni guru melakukan pendekatan kepada siswa dengan menjelaskan pentingnya ketupat dalam upacara ritual, guru mencari bahan dan praktek dan guru mengarahkan siswa membuat kelompok. Kata kunci: Strategi, Guru Agama Hindu dan Keterampilan
FITRI NATALIA
2024 · Book · Open Access
Fitri Natalia. 2024. Langkah Empat Sabungkar pada Perguruan Pencak Silat Nyalong Pambelom di Kota Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II. Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd. Langkah Empat Sabungkar termasuk salah satu gerakan dasar pada kelas pertama dalam mempelajari pencak silat Kuntau Bangkui dan merupakan gerakan dasar dalam mambunga serta dasar semi pukulan bawah, langkah ini juga sering dikombinasikan dengan gerakan lainnya pada saat mambuka lawang sakepeng. Dalam mempelajari Langkah Empat Sabungkar masih ada anggota Perguruan Pencak Silat Nyalong Pambelom yang terkendala dalam memahami mengenai ragam gerak yang menyebabkan anggota tersebut terlambat lulus (batamat). Pemahaman anggota terhadap fungsi Langkah Empat Sabungkar masih kurang, baik itu dalam konteks seni bela diri maupun seni pertunjukan mambuka lawang sakepeng. Langkah Empat Sabungkar memiliki ciri khas pada beberapa gerakan tertentu, maka dari itu masih ada anggota yang terkendala dalam mempelajari gerakan ini. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana ragam gerak Langkah Empat Sabungkar pada Perguruan Pencak Silat Nyalong Pambelom di Kota Palangka Raya, 2). Apa saja fungsi Langkah Empat Sabungkar pada Perguruan Pencak Silat Nyalong Pambelom di Kota Palangka Raya, 3). Apa kendala dalam mempelajari Langkah Empat Sabungkar pada Perguruan Pencak Silat Nyalong Pambelom di Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Kinesiologi, teori Etnokoreologi, teori Fungsionalisme dan teori Kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan purposive sumpling. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Ragam gerak Langkah Empat Sabungkar terdiri dari kuda-kuda, jurus, tangkisan, nyabungkar dan hadang. 2). Fungsi Langkah Empat Sabungkar dalam seni bela diri pencak silat untuk membuka sebuah kuncian ketika posisi pemain pencak silat berada di bawah dan memberikan pelajaran bagaimana cara untuk menyerang dan beratahan di posisi bawah serta fungsi langkah empat sabungkar dalam seni pertunjukan lawang sakepeng sebagai media hiburan. 3). Kendala dalam mempelajari Langkah Empat Sabungkar yaitu kendala dalam proses latihan, lambatnya daya tangkap anggota terhadap gerakan Langkah Empat Sabungkar dan tingkat kesulitan gerak.
I KADEK DWI YOGI SWARA
2024 · Book · Open Access
I Kadek Dwi Yogi Swara, 2024. Pengaruh Persepsi Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas XI di SMAN 1 Basarang. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Kurikulum adalah komponen yang penting dan menjadi dasar dalam proses pembelajaran. Pergantian kurikulum dilakukan untuk mencapi tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam UUD 1945 alinea ke-4. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh persepsi penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas XI di SMAN 1 Basarang. Secara umum tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN 1 Basarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitaif dengan pendekatan metode survey dan analisis data menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 25 dan Microsoft Excel 2016. Teknik pengumpulan data purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner persepsi guru dan perepsi siswa dan rekap hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI yang diperoleh dari guru PAH dan BP. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 6 responden guru dan 48 responden siswa Agama Hindu kelas XI. Penelitian ini menghasilkan persepsi guru terhadap penerapan Kurikulum Merdeka masuk kategori baik dengan persentase 32% dan persepsi siswa Agama Hindu kelas XI terhadap penerapan Kurikulum Merdeka masuk kategori cukup dengan persentase 63%. Hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI berada pada rata-rata nilai 88,40. Uji Normalitas menunjukan nilai signifikansi dari variabel persepsi guru adalah 0,403 > 0,05 dan variabel persepsi siswa agama Hindu Kelas XI adalah 0,711 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut normal. Uji F Simultan menujukan nilai signifikasi sebesar 0,189 > 0,05 maka berkesimpulan variabel Independen tidak berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Nilai R Square sebesar 0,670 atau 67%. Hasil Analisis Regresi Ganda diperoleh persamaan regresi : konstanta X1 + X2. Tidak terjadi pengaruh antara persepsi penerapan Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI.
RITA I.
2024 · Book · Open Access
RITA, 2024. Implikasi Pernikahan pada Masa Studi Terhadap Perkuliahan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M. Pembimbing II, Suwito, S.Ag., M.Si Pernikahan pada masa studi membawa implikasi potensial terhadap aspek-aspek kehidupan mahasiswa, termasuk perkuliahan dan pengembangan spiritual mereka sebagai penganut agama Hindu. Pernikahan yang dilakukan pada pertengahan studi dapat memberikan beban ganda, beban utama belajar dan beban mengatur hidup berumah tangga. Ada tiga permasalahan yang akan dibahas: (1) Bagaimanakah faktor penyebab keputusun mahasiswa untuk menikah pada masa studi pada program studi Pendidikan agama Hindu? (2) Bagaimanakah implikasi pernikahan pada masa studi terhadap perkuliahan mahasiswa? (3) Bagaimanakah upaya mahasiswa dalam merespon implikasi pernikahan yang dialaminya pada masa studi?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi. Informan dalam penelitian ini yaitu adalah lima orang mahasiswa/mahasiswi dari program studi Pendidikan agama Hindu. Teknik pengumpulan data: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Dan Teknik analisis data: 1) kondensasi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa 1) faktor penyebab keputusun mahasiswa untuk menikah pada masa studi adalah karena merasa sudah siap untuk menikah dan untuk menghindari fitnah atau dosa. 2) implikasi pernikahan pada masa studi terhadap perkuliahan mahasiswa yaitu implikasi positif: 1) peningkatan semangat belajar, 2) saling bantu dalam tugas kuliah, dan pekerjaan, dan 3) membantu meningkatkan finansial. Implikasi negatifnya adalah adanya pembagian waktu kuliah. 3) Upaya yang dilakukan mahasiswa dalam merespon implikasi pernikahan yang dialaminya pada masa studi yaitu: Mengatur Waktu dengan baik dan berkomunikasi baik dengan pasangan. Kata kunci: Pernikahan pada masa studi, Implikasi pernikahan
RAMUDIANTI
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Ramudianti, 2024. Seni Kriya Binting Pada Masyarakat Desa Pondok Damar Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Mitro, S.Pd.,M.Si. Pembimbing II : Hendri, S.Ag,. M.Si. Seni kriya binting merupakan kesenian Kalimantan Tengah yang berbentuk tas keranjang yang terbuat dari rotan ataupun tali miliar dan memiliki fungsi bagi kehidupan sehari-hari masyarakat di desa Pondok Damar. Namun pengrajin di Desa Pondok Damar hanya ada beberapa orang saja dengan kategori lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Eksistensi seni kriya binting pada masyarakat Desa Pondok Damar Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur, 2) Estetika seni kriya binting pada masyarakat Desa Pondok Damar Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teori pelestarian budaya dan teori estetika. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yakni dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Eksistensi kesenian binting di Desa Pondok Damar terdiri menjadi tiga bagian yakni eksistensi sebagai perlindungan dilakukan dengan cara perlindungan sumber daya alam dan perlindungan hak cipta, eksistensi sebagai pengembangan dilakukan dengan pengembangan bahan pembuatan binting serta pengembangan dalam dunia pendidikan dan eksistensi sebagai pemanfaatan dilakukan dengan pemanfaatan untuk mengurangi kantong plastik dan penjualan kepada masyarakat. 2) Estetika seni kriya binting terlihat dari tiga unsur yaitu unsur bentuk, unsur warna dan juga unsur motif hias. Unsur bentuk yaitu terdiri dari bentuk akhir seni kriya binting yang berbentuk seperti kubus (tas keranjang). Unsur warna yaitu penggunaan warna pada seni kriya binting kebanyakan menggunakan warna primer. Unsur motif hias pada seni kriya binting yakni dapat dilihat dari motif yang ada pada bagian tengah, bagian atas, bagian bawah dan bagian tali pada seni kriya binting. Kata Kunci : Seni Kriya, Binting
ALFIN SATRIAWAN
2024 · Book · Open Access
SATRIAWAN ALFIN, 2024. Pelaksanaan Hinting Pali Pada Ritual Agama Hindu Kaharingan Di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, dengan dosen Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH dan Dosen Pembimbing II Gelar Sumbogo Peni, S.Ag., M.Si.
Perkembangan jaman dan arus mobilisasi penduduk yang sangat besar di daerah Kalimantan Tengah, hukum adat secara turun temurun hingga sekarang ini masih tetap terpilihara, dihormati, ditaati, dipatuhi dan dijunjung tinggi keberadaanya. Hinting Pali adalah pemasangan rambu-rambu atau tanda larangan. Biasanya, tanda itu dipasang oleh penyelenggara upacara ritual-ritual agama Hindu Kaharingan di depan pintu rumah atau sekitar tempat upacara, bisa juga dipasang diladang atau kebun sebagai penangkal hama, yang mengandung makna di tempat itu ada pantangan, pali, pamali yang bersifat sakral dan suci. Masalah yang diteliti (1) Bagaimana Pelaksanaan Pemasangan Hinting Pali Menurut Agama Hindu Kaharingan di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (2) Apa Saja Ritual Agama Hindu Kaharingan Yang Mengunakan Hinting Pali di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan?
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif untuk menentukan cara mencari, mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data hasil penelitian tersebut. Data yang diperoleh melalui penelitian adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid, reliabel, dan obyektif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini yaitu teknik porpusive sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu 1 orang Tokoh Umat Hindu Kaharingan, 1 orang Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan, dan 2 orang Pisor. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, teknik analisis terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa (1) Pelaksanaan Pemasangan Hinting Pali menurut Agama Hindu Kaharingan di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan adalah sebagai tanda larangan bahwa dilokasi tersebut ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar, kalau dilanggar dapat dikenakan sanksi. (2) Ritual Agama Hindu Kaharingan yang mengunakan Hinting Pali di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan adalah memiliki Ritual yang berbeda sesuai dengan upacara yang dilakukan atau permasalahan yang dihadapi misalnya pada ritual upacara tiwah, ritual upacara pengobatan, lahan perkebunan, dan lahan sengketa tanah atau tempat keramat. Ritual Hinting Pali ada yang mengunakan tali rotan memanjang diikat dengan daun sawang yang diberikan cacak burung (+) mengunakan kapur sirih dan pada acara pengobatan ritual Hinting Pali yang digunakan satu ikat daun sawang yang diberikan cacak burung (+) menguanakan kapur sirih.
PITRI
2024 · Book · Open Access
Pitri, 2024. Legailitais Pengaingkaitain AInaik Paidai Maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju di
Kedaimaingain Jekain Raiyai Kotai Paiailaingkai Raiyai. Dengain dosen pembimbing I Komaing
Dairmain, SH.,MH. Dain Dosen Pembimbing II Sri Kaiyun, SH.,MH.
Legailitais pengaingkaitain AInaik Paidai Maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju mengaindung konsep
Legailitais pengaingkaitain ainaik paidai maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju di Kedaimaingain Jekain
Raiyai melibaitkain prosesi aidait. Prosesi haimbaii memaistikain ainaik aingkait diperlaikukain seperti
ainaik kaindung dain berhaik aitais wairisain oraing tuai aingkaitnyai. Peraiturain aidait dain hukum
naisionail bekerjai saimai untuk memberikain perlindungain hukum yaing jelais baigi ainaik aingkait.
Maisailaih yaing di teliti mencaikup 2 (duai) yaiitu : 1). Baigaiimainai Proses Pengaingkaitain
AInaik Menurut Hukum AIdait Daiyaik Ngaiju di Kedaimaingain Jekain Raiyai Kotai Pailaingkai Raiyai ?
2). Baigaiimainaikaih Legailitais Pengaingkaitain AInaik Paidai Maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju di
Kedaimaingain Jekain Raiyai Kotai Pailaingkai Raiyai ?
Metode yaing digunaikain dailaim penelitiain ini aidailaih metode deskriptif kuailitaitif. Jenis
penelitiain menggunaikain daitai primer dain skunder, sedaingkain teknik penentuain informain
aidailaih Teknik Purposif Saimpling.
Berdaisairkain Haisil Penelitiain Baihwai: 1). Proses pengaingkaitain ainaik dailaim aidait Daiyaik
Ngaiju di Kedaimaingain Jekain Raiyai, Kotai Pailaingkai Raiyai mengintegraisikain hukum naisionail
dain traidisi lokail. Proses ini meliputi persetujuain keluairgai, pemeriksaiain aidministraitif dain
legail, pengesaihain melailui pengaidilain, sertai upaicairai aidait seperti rituail haimbaii. Nilaii
kebersaimaiain dain gotong royong saingait ditekainkain, dengain tujuain untuk memaistikain
kesejaihteraiain ainaik dailaim keluairgai dain maisyairaikait, sertai mendukung integraisi ainaik dengain
nilaii-nilaii lokail. Proses pengaingkaitain ainaik menurut hukum aidait Daiyaik Ngaiju di
Kedaimaingain Jekain Raiyai Kotai Pailaingkai Raiyai yaiitu Pengaingkaitain AInaik Secairai Teraing dain Tunaii Pengaingkaitain ainaik secairai teraing dain tunaii aidailaih proses yaing
dilaikukain secairai terbukai dengain melibaitkain kepailai aidait dain upaicairai aidait seperti
pemotongain aiyaim, baibi, sertai taimpung taiwair. Proses ini mencaikup pemberiain aitaiu
pembaiyairain aidait berupai (besi/keris, pairaing, dain uaing) yaing melaimbaingkain
keberainiain, keteraimpilain, dain kesejaihteraiain. Laingkaih-laingkaihnyai termaisuk
permohonain resmi, pemainggilain pihaik terkaiit, penyaiksiain tokoh aidait, dain
pembaiyairain kewaijibain AIdait seperti berais dain kelaipai. Proses ini jugai melibaitkain
pendaiftairain hukum di dukcaipil untuk memaistikain legailitais staitus ainaik. 2). Legailitais
Pengaingkaitain AInaik Paidai Maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju di kedaimaingain Jekain Raiyai Kotai pailaingkai Raiyai berdaisairkain Perjainjiain Tumbaing AInoi paisail 55 tentaing haimbaii
aingkait poin B menyaitaikain AIdait haimbaii daipait terjaidi aintair keluairgai, aintair golongain
maiupun terhaidaip oraing aising yaing dikenail aintairai haimbaii maisaik. Haimbaii maisaik
dikokohkain dengain aicairai khusus, pestai potong aiyaim dain baibi, haituhir taikiri daihai,
kaisainsulaing saiki, sailing beri/terimai baitun haimbaii sejumlaih bairaing, dihaidaipain oraing
bainyaik sebaigaii pernyaitaiain jainji keduai belaih pihaik sertai surait keputusain Daimaing
Jekain Raiyai Kotai Pailaingkai Raiyai sebaigaii legailitais pengaingkaitain ainaik secairai aidait.
Kaitai Kunci : AInaik AIngkait, Maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju, Kedaimaingain
BAYU TRISNAWAN
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK TRISNAWAN, BAYU. 2024. Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acara Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II I Ketut Agus Muliana, S.Ag., M.Fil.H Program Sosialisasi Pengutan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama, yang mana belum optimal capaian tujuannya. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memahami pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2) Memahami efektivitas sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya bahwa hal yang dipersiapkan adalah tujuan pelaksanaan, metode yang digunakanan, materi yang disampaikan, narasumbernya, peserta, waktu dan tempat pelaksanaan, fasilitas dan proses pelaksanaannya. Adapun sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dapat dikatakan efektif karena terlampauinya: 1. Ketepatan sasaran program, sudah sangat tepat menyesuaikan juknis, 2. Sosialisasi program, sudah berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan pemahaman baru, menambah wawasan dan mencegah sikap mahasiswa yang intoleran, 3.Tujuan program, yang mana mahasiswa memahami konsep-konsep moderasi beragama serta implementasinya, dan 4. Pemantauan program, telah dilakukan secara eksternal oleh inspektorat dan kelompok kerja (Pokja) Moderasi Beragama maupun internal oleh rektor IAHN-TP Palangka Raya.
JUNI ANTIKA WIJAYA
2024 · Book · Open Access
Juni Antika Wijaya. 2024. Makna Petak Palaku Dalam Perkawinan Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Armadiansyah, S.Ag.SH.,MH, Pembimbing II. I Kadek Kartika Yase, MH
Palaku adalah mas kawin atau jujuran. Sedangkan petak palaku adalah sebidang tanah yang dijadikan mas kawin dalam sistem perkawinan masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang. Salah satu persoalan hukum perkawinan di Indonesia adalah mengenai kedudukan mas kawin atau palaku tidak ada pengaturan secara lebih khusus. Berbicara kedudukan mas kawin atau palaku adalah merupakan syarat-syarat formil atau prosedur yang harus dipenuhi baik sebelum maupun pada waktu perkawinan. Syarat-syarat formil ini antara lain yaitu: (1. Palaku, 2. Saput, 3. Pakaian, 4. Sinjang entang, 5. Tutup uwan, 6. Lapik luang, 7. Bulau singah pelek, 8. Pinggan pananan pahinjean kuman, 9. Duit lapik ruji, 10. Rapin tuak, 11. Timbuk tangga, 12. Lamiang turus pelek, 13. Batu pisek 14. Bulau ngandung, 15. Alat tidur penganten, 16. Batu kaja). Pembayaran 16 butir materi symbol jalan adat tersebut di atas merupakan norma hukum yang harus dipenuhi dan dilaksanakan oleh pihak mempelai pria sesuai dengan yang telah ditentukan dari pihak mempelai wanita pada saat pertunangan. Berbicara makna petak palaku merupakan suatu rangkaian yang bulat yang bersangkut-paut dengan perkawinan. Dalam penelitian ini permasalahan yang diteliti mencakup 3 (tiga) hal, yaitu : apa makna petak palaku dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. (2). Apa dasar pemenuhan petak palaku dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. (3). Bagaimana proses perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Religi dan teori Receptio in Complexu, adapun jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur, sedangkan untuk mendapatkan data yang valid peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Adapun yang menjadi informan atau narasumber penelitian ini adalah mantir adat, ketua majelis resort, ketua majelis kelompok, tokoh masyarakat. Ananlisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajia data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil peneitian dan analisis data maka dapat dapat disimpulkan yaitu : 1) Makna petak palaku adalah sebagai suatu bukti tanggung jawab dan kesungguhan seorang laki-laki dalam mengambil seorang perempuan menjadi istrinya. 2) Dasar pemenuhan petak palaku dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur ada
dua yaitu pertama Kitab Suci Panaturan Pasal 30 Kameluh Endas Bulau Lisan Tingang Kawin Ayat 33 yang berbunyi “Pelek rujin pangawin ini yang menjadi contoh dari RANYING HATALLA melalui Raja Uju Hakanduang di Lewu Bukit Batu Nindan Tarung untuk manusia turunan Raja Bunu, dan inilah yang menjadi awal perempuan ada jalan adatnya atau ada mas kawinnya. Kedua menggunakan pedoman surat mas kawin dari seorang ibu pihak perempuan sebagai dasar pemenuhan jalan adat anak perempuannya. 3) Proses Perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Adapun proses perkawinan pada masyarakat agama Hindu Kaharingan terdiri dari rangkaian: Panganten mandai, Lawang sakepeng, Mamapas panganten, Haluang hapelek, Manyaki panganten, Maimbul batang sawang, Panganten mamali, Maruah pali.
I KETUT PUJO KARTIKO
2024 · Book · Open Access
I KETUT PUJO KARTIKO, 2024. Hak Waris Dan Kewajiban Anak Yang
Berpindah Agama Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas, Skripsi Fakultas
Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP)
Palangka Raya Dosen Pembimbing I. Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag, M.Si
Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H
Hukum Waris Hindu adalah hukum yang mengatur peralihan atau warisan
kepada ahli waris, menurut Hukum Waris Hindu yang berhak mewaris adalah anak
laki-laki. Namun dinamika yang terjadi adalah adanya anak laki-laki yang beralih
agama mengikuti agama istrinya. Dalam penelitian ini terdapat dua rumusan
masalah yaitu, bagaimana hak waris anak yang berpindah agama di Desa Basarang
Jaya Kabupaten Kapuas dan bagaimana kewajiban anak yang berpindah agama di
Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas. Adapun tujuan umum penelitian ini yaitu
untuk mengkaji dan memahami pembatasan hak waris dan kewajiban anak yang
berpindah agama Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas (perspektif hukum
waris Hindu). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data
diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi (gabungan).
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori the living law dan pluralism
hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anak Yang Berpindah Agama Di
Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas secara langsung akan berpengaruh terhadap
hak waris, seperti hilang antara lain terhadap harta Pusaka, tetapi mereka masih bisa
mendapatkan pembagian harta yang merupakan guna kaya kedua orang tuanya
sesuai kesepakatan seperti tanah, perhiasan dan rumah. Selain itu, mengenai
Kewajiban Anak Yang Berpindah Agama Di Desa Basarang Jaya Kabupaten
Kapuas, bahwa anak yang berpindah Agama dengan serta-merta menghilang,
kewajibannya dalam melaksanakan piodalan ngerainin di sangga/merajan. meski
demikian tidak memutus kewajibannya dalam melaksanakan bhakti sebagai
seorang anak yaitu mengurus dan memelihara mereka.
I KADEK RIYANA
2024 · Book · Open Access
I KADEK RIYANA, 2024 : Kedudukan Anak Angkat Perempuan Pada Masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I I Komang Darman SH.,MH. Pembimbing II Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Anak angkat perempuan merupakan seorang anak yang diadopsi secara hukum oleh seseorang atau sebuah keluarga yang bukan orang tua kandungnya. Kedudukan anak angkat perempuan sangat bergantung pada tradisi dan nilai-nilai budaya yang berlaku di berbagai wilayah dan subkultur Hindu. Secara umum, anak angkat perempuan dianggap memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan anak kandung dalam keluarga Hindu. Dalam tradisi Hindu, anak angkat perempuan dapat dianggap sebagai pembawa keberuntungan atau berkah bagi keluarga yang mengadopsinya. Masalah yang diteliti : (1) Dasar pertimbangan suami istri memilih anak perempuan menjadi anak angkat di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. (2) Proses pengangkatan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. (3) Kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Subyek penelitian adalah PHDI Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, Tokoh Agama atau Rohaniawan, Tokoh umat, dan Masyarakat atau orang tua yang memiliki anak angkat tersebut. Obyek penelitian adalah kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keadilan distribusi dari John Rawls, dan teori sistem hukum dari L.M Friedman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pertimbangan suami istri memilih anak perempuan menjadi anak kandung yaitu karena tidak memiliki anak, menginginkan anak perempuan, anak perempuan tersebut ditinggalkan oleh orang tuanya, dan anak perempuan dianggap melestarikan nilai-nilai ajaran agama Hindu. Proses pengangkatan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu yaitu melalui tahap rembuk keluarga kecil, pamahidang/pamakel (rembuk keluarga besar) dan tahap prosesi widhiwidana (pemerasan). Kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu yaitu memiliki kedudukan yang sama seperti anak kandung pada umumnya tidak ada yang dibeda-bedakan yaitu berhak mendapatkan perhatian, kasih sayang dan berhak mendapatkan pendidikan.
MITARIYANI
2024 · Book · Open Access
MITA RIYANI, 2024. Peran Mantir Adat Dalam Penyelesaian Kasus Sengketa Lahan Pada Masyarakat Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya. Dengan Dosen Pembimbing I Mariatie,S.Ag,M.Si. dan Dosen Pembimbing II Budiarto Santoso, MH. Sengketa lahan adalah perselisihan atau konflik yang terjadi antara dua pihak atau lebih terkait kepemilikan, penggunaan, atau batas-batas suatu lahan. Peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan pada masyarakat sangatlah penting. Mantir Adat bertindak sebagai mediator atau penengah antara pihak-pihak yang terlibat dalam kasus sengketa lahan. Mereka memiliki pengetahuan yang mendalam tentang hukum Adat, nilai-nilai budaya dan normanorma yang mengatur masyarakat setempat. Masalah yang diteliti mencakup 3 (tiga) yaitu : 1) Bagaimana peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan terkait pemasangan Hinting Pali Adat di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya? 2) Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi potensi peran Mantir Adat dalam penyelesaian sengketa lahan? 3) Bagaimana asas kekuatan hukum terhadap penyelesaian kasus sengketa lahan ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah sebagai prosedur pemecahan yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam masyarakat dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Sedangkan teknik penentuan informan adalah Teknik penentuan Informan untuk tujuan tertentu saja. Teknik observasi, teknik wawancara dan teknik kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif sehingga akurasi data menjadi lebih terjamin. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: 1). Peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan secara Adat adalah sangat berperan dalam menegakkan hukum Adat dalam menyelesaikan kasus sengketa lahan, menciptakan rasa keadilan dan peran aktif dalam penyelesaian kasus sengketa lahan antara Setiawan dengan Irawan warga masyarakat di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya dan dianalisis dengan teori kewenangan yang dapat menjadi panutan dalam masyarakat, yang hendaknya mempunyai kemampuan-kemampuan tertentu dalam penyelesaian sebuah kasus/masalah yang terjadi, sesuai dengan aspirasi masyarakat. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi potensi peran Mantir Adat di Kelurahan Kereng Bangkirai yang dilakukan oleh Mantir Adat Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya adalah dilakukan secara umum potensi peran Mantir Adat dalam penyelesaian sengketa lahan akan semakin besar jika mereka memiliki pengetahuan, keterampitan, dan integritas yang baik, serta mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. 3) Asas kekuatan hukum terhadap penyelesaian sengketa lahan keputusan Mantir Adat Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabagau menjadi kepastian hukum yang kuat sebagai pegangan kedua belah pihak terhadap penyelesaian kasus sengketa lahan.
UMUL HUSNA
2024 · Book · Open Access
Umul Husna, 2024:Penyelesaian Secara Adat Sengketa Masyarakat Petani dalam
Sistem Plasma Perkebunan Kelapa Sawit PT. Globalindo
Agung Lestari di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.
Dr. I Made Kastama, SH., MH dan Herwandi, MH.
Perkebunan kelapa sawit sering menggunakan sistem plasma, di mana
perusahaan besar menyewa sebagian lahan kepada petani lokal. PT. Globalindo
Agung Lestari adalah salah satu perusahaan yang beroperasi di Kecamatan
Dadahup, Kabupaten Kapuas, yang memiliki banyak perkebunan kelapa sawit.
Sistem plasma ini memberi peluang bagi petani lokal untuk bekerja sama dengan
perusahaan besar, terkadang sistem ini bisa menimbulkan konflik terkait
pembagian hasil, hak tanah, dan masalah sosial ekonomi lainnya. Oleh karena itu,
peneliti ingin menyelidiki penyelesaian secara adat sengketa masyarakat antara
petani dan PT. Globalindo Agung Lestari di Kecamatan Dadahup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelesaian sengketa
secara adat, peran dan fungsi tokoh adat seperti Damang dalam proses
penyelesaian sengketa, dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan dan sanksi
yang diberlakukan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif
dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tokoh
adat dan masyarakat terkait.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa dilakukan
melalui musyawarah dan mediasi oleh tokoh adat. Prosesnya melibatkan
pelaporan, musyawarah adat, mediasi, pengambilan keputusan, dan implementasi
yang diatur oleh Damang. Sanksi yang diberikan berupa denda dan restitusi sosial,
seperti ikut serta dalam kelompok petani plasma. Proses ini mengikuti nilai-nilai
budaya dan hukum adat lokal yang mengatur hubungan antara petani dan
perusahaan perkebunan, seringkali terkait dengan konflik hak tanah, kompensasi,
dan pembagian hasil.
Keterlibatan tokoh adat dan nilai budaya lokal membantu penyelesaian
sengketa diterima oleh masyarakat setempat, menyeimbangkan kepentingan
perusahaan dan hak petani. Keberhasilan proses ini terlihat dari kepatuhan
masyarakat terhadap keputusan Damang, kepuasan kedua pihak, dan pencegahan
konflik berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang penyelesaian
sengketa di perkebunan plasma dan merekomendasikan penguatan mekanisme
penyelesaian sengketa berdasarkan kearifan lokal dan keadilan sosial.
INDAH SRI REZEKI
2024 · Book · Open Access
Eksistensi Sungai Pajawan sebagai destinasi wisata di Desa Jalemu Raya Kabupaten Gunung Mas.
TRI PENA LAPENDA
2024 · Book · Open Access
Peran Pemerintah Dalam Promosi Objek Wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur Di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Tengah,Kabupaten Barito Utara