Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.950 item publik

Publikasi

Halaman 18 dari 98

Etika Berbusana dalam Persembahyangan Umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang (Perspektif Pendidikan Hindu)

NI WAYAN DEWI PUSPITA SARI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Dewi Puspita Sari, Ni Wayan. 2024. Etika Berbusana dalam Persembahyangan Umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang (Perspektif Pendidikan Hindu). Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang etika berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya. Fenomena yang terjadi pada masyarakat Hindu pada saat persembahyangan di Pura Puseh banyak umat yang berpakaian kurang pantas terutama pada wanita yang cenderung menggunakan busana yang tipis/transparan, memperlihatkan bagian dada dan kamben yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan masalah etika yang kurang baik. Berdasarkan masalah tersebut peneliti mengkaji rumusan yakni: (1)Bagaimanakah mode berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya? (2)Bagaimanakah perspektif pendidikan Hindu terhadap etika berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya?. Penelitian ini mengkaji ilmu pengtahuan tentang etika dan pendidikan. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori modernisasi, teori etika dan teori pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitafif yang menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode penentuan informan menggunakan proposive dengan metode pengumpulan data penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Terknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Berdasarkan pembahasan dan analisis dengan menggunakan teori menunjukan bahwa ada dua mode berbusana yang sering digunakan oleh umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melakukan persembahyangan di Pura yaitu mode berbusana modern yang tampak modis tetapi kurang beretika (kurang santun) dan mode berbusana klasik. Analisis kedua mengkaji tentang persfektif pendidikan Hindu terhadap etika berbusana dalam persembahyangan dapat dilihat dari berbagai macam perspektif dan nilai-nilai pendidikan Hindu yang dikaji berdasarkan teori yang digunakan maka terdapat beberapa perspektif yaitu perspektif tattwa, perspektif etika, perspektif estetika dan perspektif sosial. Dalam mengetahui etika berbusana dalam persembahyangan di Pura harus mengetahui lebih dahulu tattwa yaitu ilmu yang mempelajari tentang hal tersebut, kemudian diterapkan dalam etika dengan tetap memperhatikan keindahan dari busana tersebut sehingga kegunaanya mampu memberikan dampak yang positif bagi orang sekitar. Sedangkan nilai pendidikan Hindu yaitu mengacu pada nilai material dan nilai spiritual/kerohanian yang meliputi nilai tattwa (kebenaran), nilai etika, nilai estetika (keindahan), nilai sosial dan nilai ekonomi. Kata Kunci : Etika Berbusana, Umat Hindu

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Aruh Buntang Mamali Mate Di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong

RISMON RISDIANTO
2024 · Book · Open Access

Upacara Aruh Buntang Mamali Mate merupakan suatu upacara kematian tingkat akhir yang dilaksanakan oleh umat hindu kaharingan di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. upacara ini ditujukan untuk menghantarkan roh leluhur ke alam berikutnya atau menyatu dengan tuhan.Adapun rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Bentuk Pelaksanaan Upacara Aruh Buntang Mamali Mate Di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 2. Apa Fungsi Dari Upacara Aruh Buntang Mamali Mate di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 3. Apa Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang Terkandung Dalam Upacara Aruh Buntang Mamali Mate?. Peneilitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami bentuk pelaksanaan dari upcara Aruh Buntang Mamali Mate, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi, Fungsionalisme, Interfretatif simbolik, dan teori Taksonomi Bloom. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Kaong, jenis dan sumber data yang digunakan: suber data primer dan data skunder, teknik penentuan informan yaitu Teknik purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: obsrvasi, wawancara, dan dokumentasi, instrument penelitian kualitatif teknik analis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Aruh Butang Mamali Mate di Desa Kaong yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap: 1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, dan 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan leluhur dan tuhan, 2. Menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia, 3. Menjaga hubungan harmonis dengan alam. Selain mempunyai fungsi upacara kematian Aruh Buntang Mamali Mate juga dalam nilai-nilai Pendidikan agama Hindu yaitu: 1. Tattwa adanya kepercayaan terhadap Tuhan/Brahman sebagai sumber dari Atman serta menghantarkan roh ke alam berikutnya atau menyatu dengan Tuhan , 2. Susila adanya persembahan sebagai bentuk bakti untuk membayar hutang bkepada leluhur, dan 3. Upacara adanya keterampilan atau kreatifitas yang terlihat unik serta indah dalam tarian-tarian serta sarana dan prasarananya .

PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN TERHADAP KASUS PENGANIAYAAN RINGAN DI KEJAKSAAN NEGERI PALANGKA RAYA

SINDI
2024 · Book · Open Access

SINDI, 2024 : Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesai Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Citranu, MH. Pembimbing II Alfred Yetno, MH. Restorative Justice secara umum didefinisikan sebagai keadilan yang mengedepankan pemulihan atas kerugian atau penderitaan yang timbul akibat suatu tindak pidana. Keadilan restoratif dapat dicapai melalui proses kerjasama antara semua pemangku kepentingan (terutama pelaku dan korban).Oleh sebab itu peneliti tertarik mengangkat tentang Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesaian Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dengan lokasi penelitian di Kejaksaan Negeri Palangka Raya. Dengan dua rumusan pokok : (1) Bagaimana penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? (2) Apa dampak dan manfaat dari penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan teknik purposive sampling, di analisis menggunakan teori keadilan dan teori tujuan hukum, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian diolah dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Restorative Justice dalam kasus tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Jaksa penuntut umum menawarkan untuk dilakukan upaya perdamaian kepada korban dan pelaku. Setelah berkas perkara dinilai layak dan para pihak telah berhasil dilakukan upaya damai, Kejaksaan Negeri akan mengirim surat permohonan kepada Kejaksaan Tinggi dan setelah dilakukan verifikasi dan dinyatakan layak, kemudian berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Agung untuk meminta persetujuan terkait pelaksanaan Restorative Justice, setelah mendapatkan persetujuan, Kejaksaan Agung menyerahkan kembali berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi, kemudian Kejaksaan tinggi menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri dan mendapatkan persetujuan, dikeluarkan lah surat ketetapan dan pemberitahuan penghentian penuntutan oleh penuntut umu maka perkara tersebut secara resmi dianggap selesai dan tidak akan dilanjutkan ke proses persidangan di pengadilan. Sementara itu, konsep ini memberikan dampak dan manfaat positif baik bagi Negara, korban, pelaku, dan masyarakat dikarenakan konsep ini lebih berfokus pada perdamaian dari pada penghukuman serta dapat mengembalikan keadaan atau hubungan seperti semulaantara korban maupun pelaku dan memastikan korban dan juga pelaku sama-sama mendapatkan rasa keadilan dari hasil akhir yang di peroleh. Bagi Negara sendiri konsep ini dianggap dapat mengurangi beban peradilan dan meminimalisir overkapasitas penjara dan angka kejahatan, sementara bagi masyarakat melalui Restorative Justice masyarakat dapat melihat contoh bagaimana perkara dapat diselesaikan secara kekeluargaan, damai, dan adil.

UPAYA GURU UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN KELAS III DI ADI WIDYALAYA WIDYA BHAKTI PALANGKA RAYA

I KADEK EGI MARSENA
2024 · Book · Open Access

Marsena, IKadek, Egi. 2024. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas III Di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Dan Pembimbing II, Hendri, S.Ag., M.Si Skripsi ini menkaji tentang Upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di adi widyalaya widya bhakti palangka raya. Kedisiplinan merupakan suatu proses dalam menumbuhkan, menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik agar senantiasa melaksanakan tugas dan kewajibannya yang dilandasi dengan sikap disiplin dan penuh tanggung jawab. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran terutama pada saat proses pembelajaran berlangsung masih ada yang bermain-main, jalan kesana kemari, dan tidak fokus dengan pembelajaran. Berdasarkan urian tersebut, peneliti mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) apakah faktor penyebab kurangnya kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. 2) Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori Behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian rumusan masalah yang pertama menghasilkan bahwa faktor penyebab kurangnya kedisipinan siswa yaitu, faktor lingkungan sekolah, faktor suasana kelas, faktor teman sebaya, dan faktor kebijakan sekolah. Rumusan masalah yang kedua menghasilkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kedisiplinan yaitu dalam proses pembelajaran, upaya yang dilakukan guru yaitu melakukan kebijakan sekolah, pendekatan terhadap siswa dan pemberian tugas kepada siswa.

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK KELAS 3 DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 TUMBANG KARUEI KABUPATEN KATINGAN

YUDOYONO
2024 · Book · Open Access

Yudoyono. 2024. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Kelas 3 Di Sekolah Dasar Negeri 1Tumbang Karuei Kabupaten Katingan Pembimbing I Lamri, S.Pd., M.Pd.H Pembimbing II I Ketut Agus Muliana, S.Ag.,M.Fil.H Upaya yang dilakukan guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna meningkatkan minat belajar serta minat baca peserta didik. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait Upaya guru dalam meningkatkan minat baca peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengajar yang cukup baik dalam meningkatkan minat baca peserta didik (1) Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca peserta didik antara lain terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang menjadi penyebab rendahnya minat baca peserta didik (2) Upaya guru dalam meningkatkan minat baca peserta didik, yaitu terlihat dari proses pembelajaran dengan (a) membaca buku pelajaran, diskusi kelompok, dan menjelaskan serta mempraktekkan materi pelajaran (b) dalam proses pembelajaran guru tidak hanya menjelaskan juga memberikan contoh kepada peserta didik. (c) Guru membuat perencanaan sebelum proses pembelajaran dan melakukan evaluasi. (d) Beberapa metode serta upaya yang dilakukan oleh guru adalah untuk meningkatkan minat baca dan menarik minat belajar pada peserta didik. (3) Kendala guru dalam meningkatkan minat baca peserta didik yaitu: : (a) Karakter peserta didik yang beragam, (b) Peserta didik yang tidak bisa membaca dan berhitung, (c) keterbatasan sarana dan prasarana dalam pembelajaran Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran.

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN MANDIRI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 PALANGKA

SILVIA MAGDALENA
2024 · Book · Open Access

Silvia Magdalena, 2024, Implementasi Metode Pembelajaran Mandiri Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H, Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran mandiri adalah ketika siswa aktif dalam mengidentifikasi apa yang perlu di pelajari dan memiliki kendali dalam menemukan serta mengatur jawaban mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Rumusan masalah yang diangkat mencakup: 1) bagaimana implementasi metode pembelajaran mandiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas V SDN 3 Palangka, 2) Apakah kendala yang dihadapi guru/dan siswa dalam penerapan metode tersebut, serta 3) implikasi dari metode pembelajaran mandiri terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga data yang diambil menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, digunakan tiga langkah utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 34 siswa kelas V. Data diperoleh melalui ujian yang dilaksanakan sebelum dan setelah penerapan metode, untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai ujian akhir, dengan rata-rata skor meningkat dari 70 menjadi 85. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran mandiri tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam proses belajar. Menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran mandiri berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman siswa tentang metode ini dan waktu yang terbatas bagi guru untuk membimbing. Implikasi dari penerapan metode ini menunjukkan bahwa, dengan dukungan yang tepat, siswa dapat lebih mandiri dalam belajar, sejalan dengan teori kognitif yang menekankan peran aktif siswa dalam proses belajar.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DIRECT LEARNING PADA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI SMAN 1 KAHAYAN HULU UTARA KABUPATEN GUNUNG MAS

KISMITA
2024 · Book · Open Access

Kismita, 2024 Implementasi pembelajaran direct learning dalam pada pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Dosen pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Dalam proses pencapaian, hasil belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran adalah keberadaan guru. Di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas ditemukan bahwa siswa kurang aktif selama proses pembelajaran dan kurang memperhatikan materi yang disampaikan guru, kebanyakan siswa yang sibuk sendiri dengan teman sebangkunya. disebabkan pelaksaan pembelajaran metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi belum mampu melibatkan siswa secara aktif. Sehingga siswa menjadi malas untuk bertanya dan mengeluarkan pendapatnya, kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep yang digunakan. Salah satu faktor yang di identifikasi adalah terbatasnya kemampuan guru dalam menyampaikan materi dan kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran Agama Hindu metode yang digunakan sekarang yaitu model pembelajaran direct learning. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif, dan Teknik penentuan informan menggunakan purposive. Data yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan smartphone sebagai instruemen dalam penelitian ini. Teknik analisis data melalui empat tahap yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori humanistic dan teori motivasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Implementasi pembelajaran direct learning pada mata pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas, dilakukan leh guru dengan terlebih dahulu melakukan kegiatan pendahulian, seperti penyampain materi, presentasi Pelajaran untuk menarik perhatian siswa, memberikan latihan terstruktur dengan penguatan respon kepadasiswa yang benar, serta memotivasi dan mengevoluasi hasil kerja siswa. Guru juga memberikan latihan mandiri untuk membantu siswa mengembangkan kemampuannya.: (2) Kendala dalam implementasi pembelajaran direct learning mencangkup rendahanya daya serap siswa, kurangnya partisipasi, dan disiplin yang kurang, sehingga pelaksanaan pembelajaran belum optimal karena siswa cinderung pasif : (3) Upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan merancang strategi pembelajaran yang lebih teloti dan relavan agar proses pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh siswa.

EKsistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya

SANTI PRESTIA
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Santi Prestia, 2024. Ekistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Pembimbing I Dr. Derson, S. Ag., M.Si. Dan Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Ekistensi Umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Tumbang Naan semakin berkurang karena berbagai macam faktor. Berdasarkan hal tersebut maka dirumuskanlah rumusan masalah sebagai berikut : 1) Bagaimana Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya.? 2) Apa Faktor Penyebab Kurangnya Eksistensi Umat Agama Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Rian Kabupaten Murung Raya? 3) Bagaimana Solusi Yang Dilakukan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Mempertahankan Eksistensi Di Desa Tumbang Naan Kecematan Murung Raya Kabupaten Murung Raya.? Teori dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Fenomenologi, Teori Belajar Humanistik, Teori Belajar Sibernetik, dan ada beberapa metode penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian serta jenis lokasi dan waktu penelitian. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder teknik penentuan informan yaitu menggunakan. Teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi dan instrumen penelitian teknik analisis data, seperti redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya. Keberadaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan sangat menurun untuk beberapa tahun kedepan jika tidak adanya perhatian untuk memperbaiki sebuah tempat ibadah (Balai Basarah). Kerja sama antara umat dan pengurus Agama Hindu Kaharingan maka baik itu dari majelis kelompok, majelis daerah dan Majelis besar Agama Hindu Kaharingan, ada persatuan antara umat dan pengurus agama. Ada beberapa faktor penyebab kurangnya pengurusan agama karena adanya kendala transportasi dan kendala dari kesibukan, dengan demikian kurangnya pembinaan dari ketua majelis kelompok yang menyebabkan kurangnya kesadaran dalam mempertahankan keyakinan Agama Hindu. Adapun solusi yang dapat dilakukan untuk mengatsi permasalahan yaitu penambahan guru Agama Hindu dan membangun Pasraman lewat ketua majelis kelompok buat pemuda dan anak-anak dini supaya bisa mengenal lebih dekat ajaran Agama Hindu Kaharingan agar kedepannya supaya umat dan pemuda Kaharingan tidak semakin berkurang. Kata Kunci : Eksistensi Umat Hindu Kaharingan

EKSPLORASI STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK KELAS IV DI SDN 3 PALANGKA

YASMANTO
2024 · Book · Open Access

Yasmanto. 2024. Exploration of Teachers' Strategies in Increasing Reading Interest of Class IV Students at SDN 3 Palangka Supervisor I Mitro, S.Pd., M.Si Supervisor II Santang, S.Pd., M.Hum Teacher strategies are very necessary in a learning process to increase students' interest in learning and reading. This research is to find out and describe related to teachers' strategies in increasing students' interest in reading. The type of research used is a qualitative descriptive method. The data collection methods used are observation, interview, and document methods. The data analysis techniques used are in the form of data condensation, data display and conclusion drawing. The results of the study show that teachers have good creativity in increasing students' interest in reading (1) Teachers' strategies in increasing students' interest in reading are seen from the learning process by (a) Using the Question and Answer Method, group discussions, and explaining and practicing the subject matter (b) in the learning process teachers not only explain but also provide examples to students. (c) Teachers make plans before the learning process and conduct evaluations. (d) Some of the learning methods and strategies used by teachers are to increase interest in reading and attract learning interest in students. (2) Teachers' obstacles in increasing students' interest in reading are: (a) Different character and behavior of students. (b) Students who cannot read and count will have difficulty participating in learning activities. (c) Limited facilities and infrastructure. Some of these obstacles can hinder and hinder the course of a learning process.

NILAI PENDIDIKAN DALAM UPACARA PERKAWINAN MENURUT AGAMA HINDU KAHARINGAN DI DESA SEPANG KOTA KECAMATAN SEPANG KABUPATEN GUNUNG MAS

AJI SAPUTRA
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK AJI SAPUTRA, 2024. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Perkawinan Menurut Agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A dan Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam Upacara Perkawinan pada masyarakat Agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Upacara perkawinan di Desa Sepang Kota masih dilaksanakan sesuai dengan ajaran yang diwariskan oleh nenek moyang dahulu. Dewasa ini upacara perkawinan di Desa Sepang Kota sudah jarang sekali, dikarenakan Umat nya hanya tinggal sedikit hal ini bisa menyebabkan ketidaktahuan generasi muda akan tata cara pelaksanaan upacara perkawinan tersebut yang mengandung makna dan nilai-nilai pendidikan, tradisi yang merupakan warisan leluhur perlu dilestarikan dan dikembangkan. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana pelaksanaan upacara perkawinan menurut agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas ? (2) Nilai-nilai pendidikan Hindu apa saja yang terkandung dalam upacara perkawinan menurut agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis penelitian lapangan (field research). Subjek dalam penelitian ini adalah informannya Mantir, tokoh masyarakat. Majelis Kelompok dan Masyarakat Hindu Kaharingan Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi.

UPACARA MUJA SUMBANG PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA

MALIA
2024 · Book · Open Access

MALIA, 2024. Upacara Muja Sumbang pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Upacara Muja Sumbang adalah upacara perkawinan salah yang terjadi karena perilaku menyimpang pasangan. Upacara ini harus dilaksanakan oleh pasangan sebagai pensucikan dan menghilangkan pengaruh Layong Liha Alut Apoi dari pasangan yang berdampak pada pasangan dan alam semesta. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang di angkat peneliti yaitu : 1. Bagaimana proses upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 2. Apa makna Upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, memahami dan menjelaskan proses, makna dan perspektif pendidikan agama hindu yang terkandung dalam upacara Muja Sumbang. Teori yang digunakan dalam penilitian terdiri atas dua yaitu Teori Fenomenologi dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Papar Pujung, jenis dan sumber data yang digunakan: data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Purposive Sampling, adapun teknik penentuan data yang digunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian, teknik analisis data terdiri dari reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, verifikasi serta penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang upacara Muja Sumbang pada umat Hindu di Desa Papar Pujung memiliki beberapa tahap yakni : 1. Tahap awal, 2. Tahap Persiapan, 3. Tahap inti, 4. Tahap akhir, yang mengandung makna yang harus dipahami dari Belai Sumbang, Belai Padi, Pesiding Piak Sumbang Manyipet Tetung Galeng Bulan Langai,Bedian Sumbang selain itu perspektif pendidikan agama Hindu terdapat pada Muja Sumbang yakni seperti : Perspektif pendidikan Tattwa dengan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana Perspektif pendidikan Etika mengimplementasikan ajaran Tri Kaya Parisudha dan Perspektif pendidikan upacara Hindu.

Implikasi Upacara Aruh Baduduk Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah

MIKO TRIANSYAH
2024 · Book · Open Access

MIKO TRIANSYAH, 2024 Implikasi Upacara Aruh Baduduk Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Skripsi Jurusan Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H. Upacara Aruh Baduduk merupakan upcara yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Labuhan. Upacara ini bertujuan untuk menghormati dan berterima kasih kepada Nining Bahatara/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, para leluhur/Iringan Gaduhan yang diyakini telah memberikan kesejahteraan, kesuburan tanah dan keberhasilan panen yang berlimpah, Sebagian masyarakat Hindu ada yang tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk setelah panen dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini, sehingga masyarakat Hindu ini yang tidak melaksanakan dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini mendapatkan teguran dari leluhur/Iringan Gaduhan. Bedasarkan latar belakang tersebut, maka Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk 2) Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk, bertujuan untuk: mengetahui Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan mengetahui Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Teori yang digunakan untuk menganalisis kedua rumusan masalah ini adalah Teori Fenomenalogi untuk rumusan masalah satu yaitu Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan Teori Struktural Fungsional untuk rumusan masalah dua yaitu Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Lokasi Penelitian di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dengan sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan,teknik pengumpulan data,teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumnetasi, instrumen penelitian,teknik analisis data. Berdasarkan analisis data penelitian ini dapat diketahui bahwa upacara Aruh Baduduk terdiri dari beberapa rangakaian prosesi diantaranya sejarah timbulnya upacara Aruh Baduduk, tahap persiapan, tahap pelaksanaan,waktu dan tempat pelaksanaan, sarana-sarana yang digunakan, upacara Basarah, upacara Barabun, upacara Badarah Hidup, upacara Bamamang dan makna-makna dalam upacara aruh baduduk dan implikasi upacara Aruh Baduduk yang dimana upacara ini berdampak pada masyarkat apabila melaksanakannya dan tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk ini.

Administrasi dan Supervisi Pendidikan: Kajian Teoritis dan Praktis dalam Pendidikan

Ali M Zebua; Fitriyani; Ulil Azmi; Eri Deka Gustiar; Yuni Fitri; Muhammad Rifai; Muhammad Rifai; Muhammad Alfian; Rian Anugrah F; Pirmanuddin; Hadial Putra
2024 · Book · Open Access

Buku ini merupakan karya kolaboratif mahasiswa Doktoral Prodi MPI UIN Jambi yang berprofesi sebagai dosen dan praktisi lintas instansi. Hadirnya buku ini merupakan bentuk perhatian para akademisi mengenai pendidikan di Indonesia yang ditinjau dari sudut padang Adminstrasi dan Supervisi Pendidikan. Diharapkan dengan adanya buku ini, bisa berkontribusi dalam memajukan pendidikan di negeri tercinta ini melalui pandangan-pandangan kritis dan solutif.

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 3 PALANGKA

HESTI MUSTIKA DEWI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Hesti Mustika Dewi, 2024, Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Palangka. Skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya. Institus Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA. Pembimbing II Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh individu setelah kegiatan belajar. Proses ini tidak luput dari perhatian orang tua dan pola asuh dari orang tua atau keluarga, karena pada dasarnya keluargalah yang merupakan lingkungan utama yang memberikan pengajaran dalam segala hal, yang kemuadian akan diperkuat dalam pendidikan disekolah. Keluarga dalam hal ini adalah orang tua yang memiliki andil yang besar dalam keberhasilan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausal komperatif kuantitatif karena pada implementasinya peneliti mencari pengaruh antara variabel X dan Y. adapun waktu dalam penelitian selama satu bulan terhitung dari 16 Juli-16 agustus 2024. Dengan subjek penelitian 20 orang siswa kelas tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana,Uji t dan Uji Koefisien Determinasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa uji regresi linier sederhana menunjukan persamaan regresinya yaitu Y 2.913 + 0.778 X. Persamaan regresi tersebut mengindikasikan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat secara parsial, nilai kostanta sebesar 2,913 yang berarti bahwa jika tingkat perhatian orang tua siswa bernilai 0, maka hasil belajar siwa diprediksi sebesar 2.913. Selanjutnya nilai koefisien regresi tingkat perhatian orang tua (X) yaitu sebesar 0,778 yang artinya bahwa setiap peningkatan 1 unit tingkat perhatian orang tua siswa akan meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 0,778. sedangkan nilai t_hitung yang telah didapatkan dari uji T lebih besar dari t_tabel, yaitu 3.541 1.734. Hal ini menunjukan bahwa variabel tingkat perhatian orang tua (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel hasil belajar siswa (Y). Maka dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Kemudian analisis dilakukan untuk mengetahui besaran sumbangan variabel X terhadap variabel Y, yaitu dengan menghitung nilai Determinasi (adjusted R square) dalam penelitian ini adalah sebesar 0.378, hal ini menunjukan arti bahwa variabel tingkat perhatian orang tua (X) sebesar 37.8% memiliki sumbangan pengaruh terhadap hasil belajar siswa di SDN 3 Palangka, sedangkan sebesar 62.2% dipengaruhi oleh faktor variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Potensi Pengembangan Daya Tarik Wisata Air Terjun Bumbun di Desa Tumbang Olong Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

AYUNI SARI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK AYUNI SARI: (2024) Potensi Pengembangan Daya Tarik Wisata Air Terjun Bumbun di Desa Tumbang Olong Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya (pembimbing I Handoko, S.Ag., M.Si dan pembimbing II Wentin,S.Ag.,M.Pd.H). Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung. pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah, (1) Bagaimana potensi pengembangan wisata air terjun bumbun sebagai daya tarik wisata alam di kecamatan uut murung kabupaten murung raya, (2) apa kendala pengembangan daya tarik wisata air terjun bumbun di kecematan uut murung kabupaten murung raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori pengembangan pariwisata (2) Teori kendala. Subjek penelitian ini adalah mulai dari masyarakat lokal yang ada di sekitar objek wisata air terjun bumbun. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pengembangan fasilitas objek wisata air terjun bumbun, (2) untuk mengetahui kendala dalam pengembangan fasilitas objek wisata air terjun bumbun. pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata air terjun bumbun meliputi pengembangan atraksi wisata, fasilitas wisata, infrastruktur wisata, transportasi wisata dan hospitality (keramah-tamahan). Kendala yang di alami dalam pengembangan wisata air terjun bumbun yaitu kurang flaying fox, dermaga tepi sungai, tracking malam, paket wisata penelitian tumbuhan dan binatang, warung, penginapan, toilet, jalan, bus pariwisata dan kemanan serta pelayanan yang masih akan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Kata Kunci: Pengembangan Pariwisata, Daya tarik Wisata Minat Wisatawan, Objek Wisata, air terjun bumbun