Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.949 item publik

Publikasi

Halaman 14 dari 98

Pengaruh Multicultural Personality terhadap Sikap Toleransi Siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya

IDA AYU NGURAH NOVA MAHARANI
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh multicultural personality terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data multicultural personality dan sikap toleransi siswa dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 42 siswa Hindu dari kelas X dan kelas XI di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Data dianalisis dengan regresi sederhana menggunakan IBM Statistics 25 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa multicultural personality siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya kategori tinggi dengan persentase 64%. Sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya termasuk kategori sangat tinggi dengan persentase 90%. Pada hasil uji hipotesis didapat Sig. 0,0060,05 dan nilai t Hitung 2,927 > t Tabel 2,021 sehingga menghasilkan H1 diterima dan H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa multicultural personality secara signifikan berpengaruh terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya.

TINGKAT KEPUASAN SISWA AGAMA HINDU TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMAN-1 KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN

JUMIYANTI AGUSTINA PUTRI
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Jumiyanti Agustina Putri, 2025. Tingkat Kepuasan Siswa Agama Hindu Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd Penelitian ini mengkaji tentang tingkat kepuasan siswa Agama Hindu dan budi pekerti diSMAN-1 katingan hulu kabupaten katingan. Guru belum mengajarkan materi secara konsisten akibat keterbatasan sumber daya, seperti kurangnya buku teks, alat bantu, dan teknologi. Lingkungan kelas yang kurang nyaman serta minimnya pendekatan personal juga menghambat interaksi dan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.Kepuasan siswa merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pembelajaran, yang mencakup lima dimensi utama: keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan aspek fisik (tangible).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan siswa Agama Hindu terhadap pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunaka pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan Data tingkat kepuasan dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 31 siswa Agama Hindu kelas XI di SMAN-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Hasil penelitian bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti secara umum berada dalam kategori "Puas", dengan persentase sebesar 77,09%.sehingga menghasilkan Hipotesis Nol (H₀) yang menyatakan siswa Agama Hindu di SMAN 1 Katingan Hulu kabupaten katingan memiliki tingkat kepuasan yang tidak puas terhadap pembelajaran pendidikan Agama Hindu dan budi pekerti ditolak, sedangkan Hipotesis Alternatif (H₁) yang menyatakan bahwa siswa Agama Hindu memiliki tingkat kepuasan yang terdiri dari sangat puas, puas.cukup puas dan sangat tidak puas ,di terima , karena indikator-indikator seperti reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible berada pada kategori “Puas”

Kreativitas Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu di SD Negeri 2 Kaburan Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas

SISKA PEBRIANA ANTIKA
2025 · Book · Open Access

Siska Pebriana Antika, 2025. Kreativitas Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu di SD Negeri 2 Kaburan Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H Kreativitas guru agama Hindu sangat penting dalam proses pembelajaran karena berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana kreativitas guru agama Hindu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 2 Kaburan, Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Kreativitas Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu menggunakan beberapa metode pembelajaran yaitu menggunakan (a). Metode Ceramah, (b) metode diskusi dan (c) metode tanya jawab (d) Pemberian motivasi melalui cerita-cerita yang menggugah semangat belajar dan diselingi dengan ice breaking, absensi acak, serta permainan kuis. Dan media pembelajaran yang digunakan yaitu, papan tulis, LKS dan buku paket. 2) Kendala Guru Agama Hindu Dalam Berkreativitas Untuk Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu: (a) Karakter siswa agama Hindu yang beragam, membuat guru kesulitan mengetahui apakah siswa agama Hindu itu memahami atau tidak dengan materi pembelajaran yang di sampaikan, hal ini dapat menghambat guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar untuk memotivasi siswa. (b) siswa agama Hindu yang susah diatur dan siswa agama Hindu yang tidak bisa membaca, menulis materi pembelajaran yang diajarkan kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. (c) Dalam proses pembelajaran kendala dihadapi guru agama Hindu terdapat pada sarana dan prasarana yang terbatas, hal tersebut dapat menghambat guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar di kelas.3) Upaya Guru Agama Hindu Dalam Menghadapi Kendala Untuk Berkreativitas Dalam Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu :(a) Mengenbangkan metode pembelajaran yang pariatif, (b) Pendekatan pariatif berbasis visual (c) Pendekatan yang inovatif. Kata Kunci : Kreativitas, Guru, Motivasi

STRATEGI GURU AGAMA HINDU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA HINDU DI SDN-3 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

NORWATI
2025 · Book · Open Access

NORWATI. 2025. Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu Di SD Negeri 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di di SD Negeri 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Strategi merupakan rencana dan metode yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Strategi diperlukan untuk membentuk karakter siswa yang belum sepenuhnya mematuhi peraturan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) Bagaimanakah strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di di SD Negeri 3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? (2) apakah kendala guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SD Negeri 3 Timpah? Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, 1) Strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SD Negeri 3 Timpah adalah dengan pembelajaran yang digunakan untuk membentuk karakter rasa ingin tahu siswa dibentuk melalui pertanyaan yang guru berikan kepada siswa setiap selesai menyampaikan materi, karakter tanggung jawab siswa dibentuk melalui jadwal piket menyapu kelas dan sanksi pada saat siswa terlambat mengumpulkan tugas, dan karakter gemar membaca siswa dibentuk melalui sebelum memulai pembelajaran siswa diajak untuk membaca keperpustakaan sekolah. Keteladanan yang digunakan untuk membentuk karakter disiplin siswa dibentuk melalui peraturan tata tertib sekolah dan karakter jujur siswa dibentuk dengan memberikan soal tes pada saat pembelajaran selesai. Pembiasaan yang digunakan untuk membentuk karakter religius siswa dibentuk dengan membuat jadwal membaca doa dan karakter peduli lingkungan siswa dibentuk dengan adanya jadwal kerja bakti setiap hari jumat. Dan penguatan respon terhadap perilaku yang kemungkinan berulangnya kembali, penguatan terhadap perilaku positif dan penguatan terhadap perilaku negatif. 2) Kendala pada pembentukan karakter siswa Hindu di SD Negeri 3 Timpah, adalah kendala yang muncul dari faktor internal siswa atau dimensi siswa dan faktor eksternal siswa. Faktor eksternal siswa yakni kurangnya literatur bacaan bagi siswa, sedangkan dari faktor internal siswa atau dimensi siswa yaitu kurangnya disiplin siswa, kurangnya rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran, kurangnya minat baca siswa, dan kurangnya motivasi siswa.

Minat Anak Mengikuti Pembelajaran Pada Pasraman Ganesa di Desa Tamban Luar Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas

MADE DEWI SAVITRI
2025 · Book · Open Access

MADE DEWI SAVITRI, 2025. Minat Anak Dalam Mengikuti PembelajaranPada Pasraman di Desa Tamban Luar Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Pembimbing II, Putu Wisnu Saputra, M.Pd Pasraman Ganesa merupakan lembaga pendidikan nonformal untuk memperdalam ajaran agama Hindu. Namun, partisipasi siswa dalam pembelajaran tergolong rendah. Banyak siswa tidak hadir secara konsisten dan hanya mengikuti pertemuan awal. Penelitian ini membahas: (1) sistem pembelajaran di Pasraman Ganesa, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat anak, dan (3) upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori Kognitif, Behavioristik, dan Hirarki Kebutuhan Maslow. Informan terdiri dari pengurus pasraman, guru, orang tua, dan siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran terdiri dari tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor rendahnya minat anak meliputi faktor internal (kelelahan, kondisi fisik, psikologis) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat). Upaya peningkatan minat anak dilakukan melalui pengaturan aktivitas, pemberian motivasi, peningkatan sarana prasarana, pelatihan guru, dan pemberian penghargaan kepada siswa.

Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah Di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas.

IRMA ANJELINA
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Irma Anjelina. 2025. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah Di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd. H Pembimbing II.I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd. Pentingya peranan guru pendidikan agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Dengan menanamkan sikap Religius melalui persembahyangan Basarah diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, membentuk karakter yang baik, meningkatkan toleransi, dan menciptakan individu yang beriman serta bertakwa serta mampu menanamkan sikap Religius baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1). Bagaimana Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas, 2). Apa Kendala Guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 12 Juni 12 Juli 2025. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 12 Juni 12 Juli 2025. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMAN 1 Sepang Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait penanaman sikap Religius dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah Dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penanaman sikap Religius.

RITUAL BAHAJAT PADA PASAH PATAHU LEWU DI KELURAHAN TUMBANG MIRI KABUPATEN GUNUNG MAS (PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU)

ANDRITIO
2025 · Book · Open Access

Andritio, 2025. Ritual Bahajat Pada Pasah Patahu Lewu Di Kelurahan Tumbang Miri Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Pendidikan Agama Hindu), Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I : Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H Pembimbing II : Roy Wentas, M.Pd.H Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu di Kelurahan Tumbang Miri adalah salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Umat Hindu Kaharingan karena adanya suatu niat atau keinginan maupun keyakinan terhadap roh leluhur yang dapat membantu umat manusia yang disebut dengan Sahur Parapah atau Sahur Lewu dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta Ranying Hatalla Langit, serta menjaga keharmonisan dengan alam dan sesama manusia. Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu di Kelurahan Tumbang Miri adalah salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Umat Hindu Kaharingan karena adanya suatu niat atau keinginan maupun keyakinan terhadap roh leluhur yang dapat membantu umat manusia yang disebut dengan Sahur Parapah atau Sahur Lewu dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta Ranying Hatalla Langit, serta menjaga keharmonisan dengan alam dan sesama manusia. Rumusan masalah yang diangkat yaitu : 1.Bagaimana proses pelaksanaan Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu di Kelurahan Tumbang Miri Kabupaten Gunung Mas? 2.Apa saja nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terdapat dalam Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu di Kelurahan Tumbang Miri Kabupaten Gunung Mas?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Religi, Teori Semiotika, dan Teori Nilai. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan lokasi penelitian di Kelurahan Tumbang Miri, Jenis dan sumber data yang digunakan : sumber data primer dan sekunder, Teknik penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling, Teknik pengumpulan yang digunakan : metode observasi, metode wawancara dan studi dokumentasi, Instrumen penelitian dan Teknik analisis data yaitu : pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian yang dilakukan tentang Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu di Kelurahan Tumbang Miri memiliki beberapa proses pelaksanaan yaitu : 1.Tahap awal, 2.Tahap Inti, dan 3.Tahap Akhir, dan memiliki nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung didalamnya yaitu : 1.Nilai Pendidikan Tattwa, 2.Nilai Pendidikan Etika, 3.Nilai Pendidikan Upacara.

Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Seni Budaya di Kelas IV SDN 3 Palangka

PUJA SRI PATMA
2025 · Book · Open Access

PUJA SRIPATMA, 2025. Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Seni Budaya di Kelas IV SDN 3 Palangka. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Skripsi ini membahas peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya di kelas IV SDN 3 Palangka. Peran guru sangat penting untuk menumbuhkan semangat, partisipasi, dan tanggung jawab siswa dalam belajar. Namun, motivasi belajar siswa masih rendah karena guru belum maksimal dalam memberikan motivasi. Hal ini terlihat dari cara guru mengajar yang langsung masuk ke materi tanpa menjelaskan tujuan pembelajaran. Akibatnya, siswa kurang tertarik dan mudah bosan, terutama saat pelajaran seni musik dan seni tari. Beberapa siswa juga tidak percaya diri dan sulit fokus. Kurangnya perhatian guru terhadap kesulitan siswa turut memengaruhi rendahnya semangat belajar mereka. Hasil observasi menunjukkan bahwa meskipun guru sudah mencoba memberi motivasi, hasilnya belum maksimal. Tujuan penelitian untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam untuk menemukan pengetahuan tentang, Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Seni Budaya di Kelas IV SDN 3 Palangka. Penelitian ini dikaji dengan teori behavioristik, teori kendala dan teori humanistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya. Berdasarkan teori behavioristik, motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui pemberian stimulus dan penguatan seperti pujian dan hadiah. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru di bidang seni dan kurangnya minat siswa pada materi tertentu. Untuk mengatasi hal ini, guru melakukan pendekatan sesuai teori humanistik, yaitu dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memberi kebebasan berekspresi, serta mendorong siswa mengembangkan potensi dan kepercayaan diri mereka.

Peran Sanggar Riak Renteng Tingang Dalam Meningkatkan Motivasi Generasi Muda Pada Pelestarian Seni Budaya Dayak Di Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya

OKTA PRIANTONO
2025 · Book · Open Access

ABSTRAKSI Okta Priantono. 2025. Peran Sanggar Riak Renteng Tingang Dalam Meningkatkan Motivasi Generasi Muda Pada Pelestarian Seni Budaya Dayak di Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si. Pembimbing II : Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Pelestarian seni budaya Dayak merupakan upaya penting dalam menjaga identitas dan warisan budaya masyarakat Kalimantan Tengah di tengah arus globalisasi. Salah satu bentuk pelestarian tersebut diwujudkan melalui kegiatan sanggar seni, seperti Sanggar Riak Renteng Tingang yang berperan aktif sebagai wadah pembinaan seni tradisional sekaligus pembentukan karakter generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Sanggar Riak Renteng Tingang dalam meningkatkan motivasi generasi muda pada pelestarian seni budaya Dayak di Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Latar belakang dari penelitian ini adalah semakin menurunnya minat generasi muda terhadap pelestarian seni budaya tradisional akibat pengaruh globalisasi dan modernisasi, sehingga diperlukan upaya konkret untuk menjaga eksistensi budaya lokal, khususnya seni budaya Dayak di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengurus sanggar, pelatih, serta pihak yang relevan di lingkungan Kelurahan Menteng. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Riak Renteng Tingang memiliki peran signifikan dalam memotivasi generasi muda melalui lima aspek utama motivasi: motivasi intrinsik (menumbuhkan kecintaan terhadap budaya), motivasi ekstrinsik (melalui pemberian penghargaan dan manfaat), motivasi afiliasi (membangun rasa kebersamaan), motivasi pencapaian (pembinaan prestasi), dan motivasi kekuasaan (keterlibatan dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan). Kendala yang dihadapi sanggar antara lain keterbatasan dana, kurangnya sarana latihan, minimnya dukungan dari remaja lokal, serta tantangan dalam aspek manajerial. Meskipun demikian, sanggar tetap berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna mengatasi hambatan tersebut dan mempertahankan eksistensi seni budaya Dayak.

Pelestarian seni kriya sapuyung pada masyarakat desa tumbang kalemei kecamatan katingan tengah kabupaten katingan

NATALIA FRANSISKA
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Natalia Fransiska, 2025. Pelestarian Seni Kriya Sapuyung Pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, Skripsi Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing II Roy Wentas, M.Pd Seni kriya merupakan cabang seni rupa yang menitik beratkan pada keterampilan tangan dalam menciptakan karya bernilai fungsi dan estetika. Karya ini mengangkat sapuyung sebagai objek utama, yaitu penutup kepala tradisional yang memiliki nilai budaya, estetika, dan ekonomi yang mendalam. Tujuan dari karya ini adalah untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai filosofis di balik sapuyung kepada masyarakat luas dalam bentuk visual yang lebih kontekstual. Seni kriya sapuyung merupakan seni anyaman khas Kalimantan Tengah yang dapat digunakan pada kehidupan seharihari. Namun pengrajin seni kriya sapuyung hanya beberapa orang saja yang bisa menganyam sehingga perlu adanya pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimana bentuk seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 2. Bagaimana pelestarian seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 3. Apa saja nilai seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentuk, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1.Seni kriya sapuyung merupakan seni kerajinan tangan yang memilki bentuk bulat dan dapat digunakan pada kehidupan sehari-hari seperti berladang. 2. Pelestarian seni kriya sapuyung para Pengrajin seni kriya sapuyung berusaha meningkatkan minat masyarakat pada seni kriya sapuyung yaitu dengan suatu usaha yang diajarkan kepada generasi berikutnya. 3. Nilai seni kriya sapuyung pemahaman tentang nilai-nilai ini dapat membantu kita untuk lebih menghargai dan memahami karya seni kriya, baik dari segi estetika, fungsi, sosial, ekonomi maupun makna budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Kata kunci : Pelestarian, Seni Kriya, Sapuyung

Strategi Guru Agama Hindu dalam Mengatasi Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN-6 Menteng Palangka Raya

RESA ADINATA
2025 · Book · Open Access

RESA ADINATA 2025, Strategi Guru Agama Hindu Dalam Mengatasi Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Siswa SDN-6 Menteng Palangka Raya di Palangka Raya. Skripsi Program Studi Pendidkan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I)Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag,Pembimbing (II)Putu Yhani,S.Pd.,M.Pd. Cory Candra Kemajuan teknologi digital yang begitu cepat telah membawa dampak besar terhadap kehidupan siswa, terutama dalam pola interaksi dan proses pembelajaran mereka. Salah satu hal yang mencolok adalah tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Walaupun media sosial memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam belajar, kenyataannya penggunaan yang berlebihan dan tidak terkontrol sering kali menurunkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi yang digunakan oleh guru dalam menangani dampak negatif dari penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar siswa Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang dilakukan di SDN 6 Menteng Palangka Raya selama satu bulan pada bulan mei hingga Juni 2025. Informan penelitian ini adalah satu orang kepala sekolah, satu orang guru dan empat orang siswa,teknik pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, penyajian data,redukasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi seperti pendekatan personal kepada siswa, pemanfaatan media sosial sebagai alat pembelajaran, pemberian motivasi secara berkelanjutan, serta kerja sama dengan orang tua. Strategi-strategi tersebut terbukti cukup efektif dalam menumbuhkan kembali minat dan semangat belajar siswa. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peran aktif guru sangat penting dalam mendampingi siswa menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara penggunaan media sosial dan motivasi belajar.

Pengaruh Kecerdasan Spiritual terhadap Prestasi Akademik Siswa Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya

NYOMAN WAHYUNI
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Nyoman Wahyuni, 2025. Pengaruh Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Akademik Siswa Hindu Di SMA Negeri 4 Palangka Raya. pembimbing I Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi.,Psikolog. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan tertinggi manusia. Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual akan mampu memberikan makna spiritual pada pemikiran dan perilakunya seperti, membangun dirinya secara utuh melalui berbagai kegiatan positif sehingga mampu menyelesaikan berbagai persoalan hidup dengan melihat makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan spiritual terhadap prestasi akademik siswa Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah 62 siswa Hindu kelas X dan XI di SMA Negeri 4 Palangka Raya dari total 77 siswa Hindu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kecerdasan spiritual yang terdiri dari 28 pertanyaan dengan skala Likert, serta data nilai sumatif tengah semester siswa untuk prestasi akademik. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak IBM Statistik 25 for Windows. Seluruh responden (100%) memiliki kecerdasan spiritual yang berada pada kategori sangat tinggi. Dan rata-rata nilai sumatif tengah semester siswa adalah 82,29%, dengan nilai terendah 78 dan tertinggi 89, menunjukkan prestasi akademik yang cukup baik. Secara statistik, hipotesis alternatif (H1) ditolak dan hipotesis nol (H0) diterima, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan spiritual terhadap prestasi akademik siswa Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Meskipun demikian, kecerdasan spiritual tetap memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, sikap, dan moral siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur (Persfektif Pendidikan Agama Hindu).

DILLA MAHARANI
2025 · Book · Open Access

Skripsi ini mengkaji tentang Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur. Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas merupakan suatu upacara yang ditunjukkan kepada para leluhur, upacara ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Mulung Kuyang (Roh suci) sebagai manisfestasi Ranying Hatalla Langit/Tuhan Yang Maha Esa yang telah membantu mewujudkan keinginan dan permintaan yang dikehendaki. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti sebagai berikut: 1. Bagaimana Proses Pelaksanan Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ? 2. Bagaimana Fungsi Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ? 3. Apakah Persfektif Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami proses pelaksanaan upacara Bayar Hajat Wadian Dadas, fungsi dan nilai-nilai terkandung pada upacara Bayar Hajat Wadian Dadas serta menambah wawasan bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Sumber Garunggung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Religi, Teori Fungsional Struktural dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Bayar Hajat Wadian Dadas dapat disimpulkan bahwa: (1) Tata cara pelaksanaan pada upacara Bayar Hajat Wadian Dadas memiliki beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. (2) Fungsi dari upacara Bayar Hajat Wadian Dadas sebagai berikut : 1. Menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan dan leluhur, 2. Menjaga hubungan harmonis dengan sosial sesama manusia. (3) Persfektif pendidikan agama hindu yang terdapat dalam upacara yakni: 1. Persfektif Pendidikan Tattwa Agama Hindu, 2. Persfektif Pendidikan Susila/Etika Agama Hindu, 3. Persfektif Pendidikan Upacara Agama Hindu

PERAN MAJELIS KELOMPOK DALAM PEMBINAAN BASARAH UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BENAO HILIR KECAMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA

FILIPI
2025 · Book · Open Access

FILIPI. 2025: Peran Majelis Kelompok Dalam Pembinaan Basarah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Pembimbing II : Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Agama merupakan suatu kepercayaan/keyakinan setiap umat yang meyakini akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Agama juga merupakan pandangan hidup manusia untuk membawa kehidupan kedalam kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan, agama bukan saja mengatur tentang akhirat akan tetapi agama juga berperan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengarah pada terciptanya tiga kondisi, yaitu: peningkatan iman, pandangan isi kitab suci dan memelihara kehidupan beragama. Dapat dipahami bahwa Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK) memiliki tugas dan tanggung jawab yang signifikan, terutama dalam membina umat dan memberikan pelayanan keagamaan salah satunya kegiatan basarah, yang merupakan bagian penting dari praktik spiritual umat Hindu Kaharingan. Berdasarkan Fenomena dilapangan meskipun Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK) memiliki peran besar dalam membina umat, namun kesadaran beribadah umat khususnya di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara masih cenderung rendah. Berdasarkan uraian tersebut maka terdapat tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana peran Majelis Kelompok dalam pembinaan basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (2) Apa saja kendala Majelis Kelompok dalam pembinaan basarah Umat Hindu Kaharingan di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (3) Bagaimana upaya Majelis Kelompok dalam mengatasi kendala pembinaan basarah Umat Hindu Kaharingan di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara?. Penulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami dengan jelas tentang: Peran Majelis Kelompok dalam Pembinaan basarah umat Hindu Kaharingan Di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori peran, teori kendala (theory of constraint) dan teori Tindakan sosial. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode deskriftif kualitatif, Jenis sumber data penelitiann yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dimulai tanggal 17 Januari sampai 17 Februari 2025, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu sangat baik karena Majelis Kelompok mampu meningkatkan kualitas diri baik pengetahuan, wawasan, menanamkan jiwa sosial, serta merancang strategi dalam memajukan umat dengan memberikan edukasi, penyesuaian jadwal basarah dan menyediakan konsumsi pada saat basarah. serta mengundang seluruh pengurus Majelis maupun umat untuk hadir pada rapat triwulan secara rutin agar selalu transparan serta mampu menjadi penengah dalam mengatasi masalah baik sesama pengurus maupun umat serta mampu meningkatkan dan menyadarkan sesama pengurus maupun umat untuk sadar akan pentingnya pelaksanaan basarah dengan berbagai strategi yaitu membuat arisan seluruh umat, membuat event-event atau lomba-lomba keagamaan.

Media & Teknologi Dalam Pembelajaran

Dr. Benny A. Pribadi
2025 · Book · Open Access

Buku ini akan membahas tentang ragam media dan teknologi secara komprehensif yang dapat digunakan dalam aktivitas pembelajaran. Ragam media dan teknologi tersebut mencakup: (1) media cetak/text; (2) media pameran/display; (3) media audio; (4) gambar bergerak/motion pictures; (5) multimedia; (6) media berbasis web atau internet. Pemanfaatan ragam media yang sesuai dengan atribut-nya dan dirancang dengan teori dan prinsip-prinsip pembelajaran yang relevan akan dapat membantu guru dalam menciptakan program pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. Buku ini akan dapat menambah wawasan pengetahuan pembaca tentang ragam media dan penggunaannya untuk meningkatkan kualitas program pembelajaran. Selain itu, buku Media dan Teknolosi dalam Pembelajaran dapat dijadikan sebagai bahan rujukan atau referensi dalam penulisan artikel dan karya tulis ilmiah. Mahasiswa, guru, dosen, instruktur, praktisi perancang program pembelajaran (instructional desisner), dan akademisi dalam bidang teknologi pendidikan perlu membaca dan mengkaji isi buku ini Media dan Teknolosi dalam Pembelajaran. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

BAHAN AJAR, MEDIA DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Sugiarni
2025 · Book · Open Access

Buku ini membahas tentang pengertian bahan ajar, fungsi bahan ajar, ciri dan manfaat bahan ajar, klasifikasi bahan ajar yang mendeskripsikan jenis bahan ajar, perencanaan dan pengembangan bahan ajar, serta dilengkapi dengan teknik dalam menentukan bahan ajar yang relevan, dan juga konsep media pembelajaran, ragam media pembelajaran bahkan urgensi media pembelajaran juga teknologi pendidikan dari masa ke masa.

Teknologi Pembelajaran Sebagai Media Pembelajaran

Dr. M.Ilyas Ismail; M.Pd.;M.Si
2025 · Book · Open Access

Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan.

Nilai Sakral Pementasan Dramatari Calonarang di Desa Adat Mundeh Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan dalam Persepektif Pendidikan Agama Hindu

IDA BAGUS ALIT GRIYAHANANADI
2024 · Book · Open Access

Griyahananadi, 2024. Nilai Sakral Pementasan Dramatari Calonarang di Desa Adat Mundeh Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan dalam Persepektif Pendidikan Agama Hindu. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Megister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pemebimbing I : Dr. Mujiyono, S.Ag., M.Ag. Pembimbing II : Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M. Si. sepirit yang sakral. Namun, dewasa ini pementasan dramatari Calonarang hanya profanisme. Ada tiga permaslahan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana Pementasan Dramatari Calonarang di Desa Adat Mundeh; (2) Bagaimanan Nilai Sakral Pementasan Dramatari Calonarang dalam persepektif pendidikan agama Hindu; (3) Bagaimanan Implikasi Pementasan Dramatari Calonarang. Teori yang digunakan adalah teori Dramaturgi, Religi, dan Fenomenologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif data dikumpulkan melalui obserpasi, wawancara, studi Pustaka, dandokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pementasan dramatari Calonarang di Desa Mundeh dilaksanakan 1 tahun sekali setelah 11 hari odalan di Pura Penyarikan. Pementasan mulai sandikala sampai tengah malam. Pementasan dramatari Calonarang di laksanakan di jaba pura penyarikan. Pementasan dilakukan sebagai media penyempurnaan pelaksanaan yajna yang berimplikasi terhadap keharmonisan umat dan masyarakat. tata cara pementasan terkait dengan Pemakaian Kostum, Gambelan, dan Pementasan. (2) Nilai sacral pementasan dramatari calonarang meliputi: Kesucian Penari (jurusunggi) Calonarang, Kesucian Tempat Pementasan, Adegan-Adegan Sakral,, Upacara Akhir Pementasan. (3) Implikasi pementasan tari calonarang di Desa Mundeh adalah Penyempurnaan Yadjna, Keharmonisan Bhuana Agung dan Bhuana Alit, Terpeliharanya teradisi dan Kebudayaan, Menarik wisatawan, Berkembangnya perekonomian masyarakat. (6) Meningkatkan pemahaman terhadap pementasan dramatari Calonarang

Manajemen Mutu Pembelajaran Terhadap Guru Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Palangka Raya

NI KADEK SHINTA CHARISMA
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Ni Kadek Shinta Charisma 2024. “Manajemen Mutu Pembelajaran Terhadap Guru Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Palangka Raya”. Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Pembimbing II : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP., M.Si Manajemen Mutu pembelajaran yang baik tergantung pada proses belajar mengajarnya, karena dalam dunia pendidikan yang selalu terkait dengan komponen sistem pendidikan khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga aspek permasalahan, yaitu 1. Bagaimana Pelaksanaan Manajemen Mutu Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?; 2. Bagaimana Implikasi Manajemen Mutu pembelajaran guru pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?; 3. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat Manajemen Mutu pembelajaran guru pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen Pendidikan dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama manajemen peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni manajemen peningkatan mutu, dan peningkatan mutu pendidikan. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada manajemen peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya. Pelaksanaan manajemen peningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya, mengacu pada tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; Kedua, Faktor pendukung dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya adalah sumber daya manusia, lingkungan sekolah, tujuan / visi SMA Negeri 1 Palangka Raya, peran serta masyarakat dan lembaga lain. Sedangkan faktor penghabatnya adalah faktor ruang kelas. Kami membutuhkan ruangan kelas untuk dapat fokus dalam melaksanakan kegiatan praktek-praktek kegiatan ekstrakulikuler; dan ketiga, implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan pembelajaran di SMA Negeri 1 Palangka Raya, fokus pada tiga implikasi yaitu Implikasi Pendidikan, Pembelajaran, dan Pengajaran Agama Hindu, Implikasi Prinsip Pembelajaran Guru Agama Hindu, dan Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Agama Hindu. Tiga implikasi tersebut, mengerucut pada dua tindakan implikasi yaitu implikasi prinsip pembelajaran dan implikasi Teori Pembelajaran yang terfokus pada peran guru Agama Hindu untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.

NILAI PENDIDKAN HINDU DALAM RITUAL NYIWAH UMAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA

MONICA SUPARNI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam ritual Nyiwah pada Umat Hindu di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Penggalian nilai-nilai pendidikan Agama Hindu dalam sebuah ritual dianggap sangat perlu untuk medukung program pembentukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampun intelektual belandaskan nilai-nilai Agama. Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamanatan Lahei Barat Kabupaten Muara Teweh dengan rumusan masalah : 1) Bentuk Pelakasanaan Ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 2) Nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 3) Implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Adapun teori yang digunakan dalam menganalisis permasalah ini adalah Teori Interaksi Simbolik, Teori Struktural, dan Teori Pendidikan Humanistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitiatif dengan, teknik penentuan informan secara Purposive Sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen, selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan teknik analisis deksriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini meliputi: 1) Pelaksanaan ritual Nyiwah terbagi menjadi 3 bagian yakni tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan (Ngonteng atau Bokas), dan tahapan Betampas Awi Jari, 2) ada tiga nilai pendidikan Agama Hindu yang diungkap dalam ritual Nyiwah yakni, Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Etika (Susila) dan Nilai Pendidikan Estetika, 3) Implikasi nilai pendidikan Agama dalam ritual Nyiwah yang dilaksanakan di daerah Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara yakni terdapatnya dampak sebab akibat terhadap perilaku humanistik yang taat pada aturan, nilai kebenaran dan nilai keindahan pada lingkungan masyarakat Umat Hindu Kaharingan.