Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

940 item publik

Publikasi

Halaman 19 dari 47

Peran Guru dan Orang Tua dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Siswa Kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai

SURIANTIE
2024 · Thesis · Open Access

SURIANTIE, 2024, PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENGATAS KESULITAN BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS III SDN 1 KERENG BENGKIRAI DOSEN PEMBIMBING I SERLIS RUSANDI, S.Pd., M.Pd DAN DOSEN PEMBIMBING II MEGAWATI, S.Pi., M.Pd.H Guru dan orang tua memiliki peranan penting dalam proses pendidikan anak, baik itu dalam hal memberikan pelajaran maupun dalam hal mengatasi permasalahan terkait pembelajaran tersebut. Berdasarkan observasi di SDN 1 Kereng Bangkirai diketahui dari 35 siswa setidaknya terdapat 6 orang siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca, hal tersebut tentunya menjadi tanggung jawab guru dan orang tua untuk mengatasinya. Berdasarkan hal tersbut maka penelitian ini bertujuan untuk, 1) Menganalisis peran guru dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai, 2) Mengindentifikasi strategi yang akan digunakan, untuk mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai, 3) mengindentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru yang mengajar kelas tiga, 1 orang kepala sekolah dan 3 orang tua siswa kelas tiga yang mengalami kesulitan belajar, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat, melakukan koordinasi dengan orang tua, memberikan pendampingan dan mengawasi perkembangan anak. Sedangkan peran oang tua dalam mengatasi kesulitan membaca adalah melakukan pengawasan terhadap anak, dan menyediakan sarana dan prasarana belajar membaca. 2) Strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan, menerapkan pembelajaran aktif, memberikan pendampingan pada saat dikelas, memberikan tugas membaca tambahan, dan melakukan kerjasama dengan orang tua siswa untuk mengatasi kesulitan membaca siswa. Sedangkan peran orang tua dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan melakukan pengawasan pada anak pada saat belajar, meminta anak untuk banyak membaca, mengurangi waktu bermain, dan memanggil guru privat untuk les membaca. 3) Faktor pendukung dalam mengatasi kesulitan membaca dari guru adalah adanya sarana dan prasaran pembelajaan yang memadai dan model pembelajaran aktif yang digunakan. Sedangkan faktor penghambat adalah waktu yang terbatas sehingga pengelolaan pembelajaran terkesan sedikit tergesa-gesa. Faktor pendukung dalam mengatasi kesulitan membaca dari orang tua adalah adanya koorduinsi dengan pihak sekolah, adanya keluarga yang dapat membantu, adanya guru les dan adanya buku-buku bacaan.Sedangkan faktor penghambat adalah keterbatas waktu dalam mendidik anak, biaya, dan keadaan anak yang masih sangat suka bermain. Kata Kunci: Peran, Guru,Orang Tua,Kesulitan,Membaca

Eksistensi UKM Seni Lukis dan Kaligrafi pada Mahasiswa di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

SUNDARI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Sundari, 2024. Eksistensi UKM Seni Lukis dan Kaligrafi pada Mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II : Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni lukis dan kaligrafi menjadi wadah pengembangan bakat minat mahasiswa di bidang seni lukis dan kaligrafi. Tersedianya sarana dan prasarana menjadi penunjang bagi Mahasiswa untuk melatih kemampuan yang ada di dalam diri. Namun hal ini belum terealisasi dengan baik dikarenakan adanya kendala internal dan eksternal eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi yang dihadapi oleh Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi pada mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 2) Kendala UKM seni lukis dan kaligrafi pada mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 3) Upaya pelestarian UKM seni lukis dan kaligrafi pada mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mengkaji, menggali dan memahami tentang eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi pada Mahasiswa di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu teori eksistensi, teori kendala, dan teori behavioristik. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dnegan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik Analisis Data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari pembina, pelatih, ketua UKM, dan 2 orang anggota UKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Eksistensi UKM seni lukis dan kaligrafi terbagi menjadi empat yaitu eksistensi anggota, pembina dan pelatih yangmana dari anggota UKM mengalami kemunduran peminat dari tahun ke tahunnya, pelatih UKM di tahun 2022 dan 2023 memiliki pelatih yang berbeda, Pembina UKM dari 2021 sampai 2023 masih tetap sama. Kemudian eksistensi kegiatan UKM yang mana kegiatan ini masih belum berkembang, karena kegiatan UKM hanya berkaitan dengan kegiatan latihan saja. Selanjutnya eksistensi sarana dan prasarana yang mana kini mengalami kemajuan, yang dahulunya terbatas oleh sarana dan prasarana, kini sudah memiliki sarana prasarana untuk latihan. Kemudian eksistensi hasil karya yang mana ada nya hasil karya pada UKM seni lukis dan kaligrafi yakni di tahun 2023, dikarenakan tahun sebelumnya tidak memiliki sarana dan prasarana. 2) Kendala yang dihadapi UKM seni lukis dan kaligrafi terbagi menjadi dua yaitu kendala internal yang meliputi kurangnya motivasi, kurangnya kepercayaan diri dan tidak tersedianya ruang latihan. Sedangkan kendala eksternalnya terdiri dari terbatasnya toko penjualan alat kesenian, kurangnya pembinaan dari Lembaga Kampus dan kurangnya jaringan link untuk mengikuti perlombaan. 3)Upaya pelestarian UKM seni lukis dan kaligrafi terdiri dari dua upaya yakni upaya yang sudah dilaksanakan dan upaya yang akan di laksanakan. Kata Kunci : Eksistensi, UKM Seni Lukis dan Kaligrafi

Implikasi Pernikahan pada Masa Studi terhadap Perkuliahan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

RITA I.
2024 · Thesis · Open Access

RITA, 2024. Implikasi Pernikahan pada Masa Studi Terhadap Perkuliahan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M. Pembimbing II, Suwito, S.Ag., M.Si Pernikahan pada masa studi membawa implikasi potensial terhadap aspek-aspek kehidupan mahasiswa, termasuk perkuliahan dan pengembangan spiritual mereka sebagai penganut agama Hindu. Pernikahan yang dilakukan pada pertengahan studi dapat memberikan beban ganda, beban utama belajar dan beban mengatur hidup berumah tangga. Ada tiga permasalahan yang akan dibahas: (1) Bagaimanakah faktor penyebab keputusun mahasiswa untuk menikah pada masa studi pada program studi Pendidikan agama Hindu? (2) Bagaimanakah implikasi pernikahan pada masa studi terhadap perkuliahan mahasiswa? (3) Bagaimanakah upaya mahasiswa dalam merespon implikasi pernikahan yang dialaminya pada masa studi?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi. Informan dalam penelitian ini yaitu adalah lima orang mahasiswa/mahasiswi dari program studi Pendidikan agama Hindu. Teknik pengumpulan data: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Dan Teknik analisis data: 1) kondensasi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa 1) faktor penyebab keputusun mahasiswa untuk menikah pada masa studi adalah karena merasa sudah siap untuk menikah dan untuk menghindari fitnah atau dosa. 2) implikasi pernikahan pada masa studi terhadap perkuliahan mahasiswa yaitu implikasi positif: 1) peningkatan semangat belajar, 2) saling bantu dalam tugas kuliah, dan pekerjaan, dan 3) membantu meningkatkan finansial. Implikasi negatifnya adalah adanya pembagian waktu kuliah. 3) Upaya yang dilakukan mahasiswa dalam merespon implikasi pernikahan yang dialaminya pada masa studi yaitu: Mengatur Waktu dengan baik dan berkomunikasi baik dengan pasangan. Kata kunci: Pernikahan pada masa studi, Implikasi pernikahan

Peran Wadian dalam Pelaksanaan Upacara Wara Tiga Hari Tiga Malam Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur.

NUPRI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Nupri, 2024, Peran Wadian Dalam Pelaksanaan Upacara Wara Tiga Hari Tiga Malam Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur. Skripsi Strata Satu Program Studi Kepanditaan Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institute Agama Hindu Negeri Tamping Penyang (IAHN-TP) Palangks Raya. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Nurlensi, S.Ag., M.Si. Peran rohaniawan hindu dalam upacara tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, dikarena pada proses pelaksanaannya rohaniawanlah yang berperan penting untuk memegang kendali serta memimpin upacara. Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito terkhusunya di kabupaten barito timur rohaniawan hindu kaharingan disebut dengan nama wadian. Wadian matei merupakan seorang yang memimpin upacara kematian umat hindu kaharingan terkhusunya di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur. Upacara kematian terkhususnya di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur disebut dengan upacara wara. Upacara wara merupakan upacara kematian tingkat akhir dalam kepercayaan umat hindu kaharingan. Upacara wara memiliki enam tingkatan antara lain sebagai berikut : a) Upacarawara satu hari satu malam, b) Upacarawara tiga hari tiga malam,c) Upacarawara lima hari lima malam, d) Upacarawara tujuh hari tujuh malam, e) Upacarawara sembilan hari sembilan malam, f) Upacarawara empat belas hari empatbelas malam. Didalam penelitian ini peneliti mengambil Upacara tingkat yang kedua yaitu Upacarawara tiga hari tiga malam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Peran Wadian Dalam Pelaksanaan Upacara Wara Tiga Hari Tiga Malam Pada Umat Hindu Kaharingan. Metode yang digunakam dalam dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif dan lokasi yang digunakan bertempatkan di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan: (1) Observasi (2) Wawancara (3) Dokumentasi. Wadian dalam upacara wara ada dua yaitu wadian tuha dan wadian panyahut, wadian tuha sebagai tokoh utama yang melantunkan mantra sedangkan wadian panyahut sebaga pembantu menirukan suara lantunan mantra. Didalam upacara wara membutuhkan seseorang yang mahir membuat sarana dan prasarana di Desa Kalamus Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur memiliki panggilan khusus yaitu kasame.

Upacara Kematian pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Sigi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau

LALA
2024 · Thesis · Open Access

Lala, 2024, Pelaksanaan Upacara Kematian Pada UmatHinduKaharingandi Desa Sigi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau.SkripsiStrataSatuProgramStudiFilsafat Agama Hindu,FakultasDharmaDutaDanBrahmaWidya,InstitutAgama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing I : Dr. I WayanSuasta, S.Ag.,M. Pd. H dan Pembimbing II :NyomanSarma, S.Ag., M. Fil. H Upacarakematianharuslahdilaksanakandengancermatdantelitikarenajika tidak dilaksanakan dengan baikmakaakanberdampakburuk bagiorang yang meninggal serta orang yang masih hidup. Pelaksanaan upacara kematian menjadi hal yang paling sakral dan merupakan tradisi dalam Hindu Kaharingan, tetapi umatHindu Kaharinganyang adadiDesa Sigi sejak perkembangan jaman sehinggaadanya perubahan dalam pelaksanaan Upacara Kematian. Umat Hindu di Desa Sigi harus selalu mempertahankan tradisi yang sudah di wariskan oleh leluhur dari sejak dulu khususnya dalam sebuah upacara-upacara Hindu Kaharingan yang salah satunya upacara kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pelaksanaan,dan makna upacara Kematian. Metode yang digunakan yaitumenggunakan metode deskriptif kualitatif dan ini di laksanakan di Desa Sigi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau.Teknikpengumpulandatayangdigunakan:(1)Observasi(2)Wawancara(3)Dokumentasi.SubjekdalampenelitianiniadalahBasir,RohaniawanAgamaHinduKaharingandanMasyarakatHinduKaharingan. Hasil dari penelitian (1) Pelaksanaan upacara kematian ada beberapatahap yaitu : Memandikan jenazah, Mendandani jenazah, Menunding jenazahdengan emas atau jarenang, Membuat Peti Jenazah (Raung), Proses ManyaluhRaung (peti jenazah), Memasukan Jenazah Ke Dalam Raung (peti jenazah),Berangkat Mengali Kubur ,Pelaksanaan Upacara Penguburan. (2) Makna upacara kematian, makna upacara kematian dapat dilihat dari pelaksanaan upacara kematian yaitu dari proses-proses pelaksanaan yang terdapat makna religius dan sosial yang dilihat dari kebersamaan umat dalam mendoakan orang yang telah meninggal serta bergotong royong dalam menyiapkan hal-hal yang di perlukan dalam upacara kematian.

Implementasi Pendidikan Seni Rupa Bukung Ringa dalam Ritual Nganda di Kelurahan Rantau Pulut Kecamatan Seruyan Tengah Kabupataen Seruyan.

HARTONO
2024 · Thesis · Open Access

Hartono, 2024, Implementasi Pendidikan Seni Rupa Bukung Ringa Dalam Ritual Nganda Di Kelurahan Rantau Pulut Kecamatan Seruyan Tengah Kabupataen Seruyan. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. AA. Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Bukung Ringa adalah salah satu properti yang digunakan untuk ritual nganda atau Habukung yang terbuat dari kayu palawi atau kayu hampul. Namun tidak semua orang yang bisa membuat jenis Bukung ini terutama pada bagian junjungnya atau mahkota Bukung Ringa, sehingga jenis Bukung ini jarang sekali ditampilkan kecuali pada malam kerinduan atau malam terakhir bagi liau haring, padahal Bukung Ringa sangat penting untuk ditampilkan pada saat ritual nganda untuk membantu liau haring menuju ke lewu tatau atau surga. Oleh karena itu, penelitian ini dianggap penting. Tujuan dari penelitian ini adalah menjawab rumusan masalah: (1) bagaimana bentuk seni rupa Bukung Ringa? (2) bagaimana proses pembuatan seni rupa Bukung Ringa? dan (3) bagaimana implementasi pendidikan seni rupa Bukung Ringa khususnya dalam ritual nganda di Kelurahan Rantau Pulut Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan untuk menganalisis data untuk menjawab rumusan masalah yaitu teori mimesis, teori fenomenologi dan teori pendidikan klasik. Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian pendekatan kualitatif, dengan teknik penentuan informan purposive sampling, dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Daya yang diperoleh selanjutnya dianalis secara sistematis dan disimpulkan. Hasil dari penelitian terkait bentuk Bukung Ringa adalah sebelum diciptakan para seniman, seni rupa Bukung Ringa memiliki arti yaitu jelmaan dari gana atau naga yang menghuni di hutan belantara sehingga memiliki perwujudan mirip seperti naga. Proses pembuatan Bukung Ringa dimulai dari pengumpulan alat dan bahan. Kayu palawi dibagi menjadi dua bagian yaitu ada yang dibelah dan ada juga yang tidak dibelah, kayu palawi yang bulat untuk pembuatan rahang atau bentuk kepala Bukung Ringa sedangkan yang dibelah seperti papan tipis untuk pembuatan junjungnya. Proses selanjutnya yaitu pembuatan pola rahang atau junjung yang menggunakan pensil atau spidol, lalu kayu dipahat dan diukir sesuai bentuk pola. Kemudian masuk ke proses pewarnaan dengan cat kaleng, kemudian dilanjutkan ke proses penjemuran. Implementasi tranfer ilmu pembuatan Bukung Ringa di Kelurahan Rantau Pulut masih berlangsung, walaupun hanya sebagian generasi muda yang berminat mempelajari cara pembuatannya. Hal ini dikarenakan kurangnya penjelasan dari para rohaniawan Tukang Jaya, selain pentingnya untuk pelestarian seni rupanya Bukung Ringa juga berguna untuk ritual nganda.

Penerapan Media Pembelajaran Visual untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya

KIKI RATNA
2024 · Thesis · Open Access

Ratna Kiki, 2024. Penerapan Media Pembelajaran Visual Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP). Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Putu Wisnu, S.Pd.,M.Pd Media pembelajaran dalam dunia pendidikan menjadi salah satu unsur pendukung dalam proses pembelajaran, karena media pembelajaran merupakan salah satu perantara bagi guru untuk menyajikan materi pelajaran secara efektif dan membantu siswa untuk lebih mudah dalam memahami pembahasan dalam proses pembelajaran. permasalahan yang paling mendasar dalam proses pembalajaran adalah minat belajar siswa yang rendah yakni dapat di lihat dari proses pembelajaran, siswa cepat bosan, jenuh, serta sulit menerima pelajaran yang di sampaikan oleh guru. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana penerapan media pembelajaran visual untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas V SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya; 2). Apakah penerapan media pembelajaran visual dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus dalam setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti sebagai pelaksana dan pengamat, penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran, dan data yang diperoleh melalui instrument yang telah dikumpulkan sebelumnya diolah menjadi data kuantitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian ini berhasil dikarenakan telah mencapai indikator keberhasilan yang ditunjukkan dengan perolehan rata-rata pada siklus 1 yaitu 70% kriteria “baik” dan pada siklus II dengan kriteria menjadi “sangat baik” dengan rata-rata 89%. Hal ini menunjukan bahwa penelitian ini berhasil meningkatkan minat belajar siswa setelah adanya penerapan media visual.

Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas Vb di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

THESA ANDIKA
2024 · Thesis · Open Access

Thesa Andika, 2024. Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi., Psikolog Pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan yang sangat perlu untuk para siswa agar dapat mencerminkan dan menanamkan akhlak yang baik di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya. Terlebih lagi di Tingkat Pendidikan sekolah dasar pelajaran Pendidikan kewarganegaraan merupakan pelajaran yang penting dan harus ada. Faktor pendukung penunjang kesuksesan belajar siwa ialah adanya lingkungan belajar yang baik. Semakin baik lingkungan belajar yang dimiliki serta dirasakan siswa, semakin bertambah banyak prestasi belajar yang siswa dapatkan. Permasalahan yang di bahas dalam penelitian ini yaitu : (1) Apakah ada pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. (2) Apakah faktor luar mempengaruhi prestasi belajar siswa kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penulisan ini bertujuan (1) Untuk mengetahui lingkungan belajar yang baik, yang dapat diterapkan di Kelas VB SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. (2) Untuk mengetahui prestasi belajar yang diperoleh siswa kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. (3) Untuk mengetahui keterkaitan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan dilakukan di sekolah SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah angket. Dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VB yang di ambil secara acak sebanyak 21 siswa/i. Uji coba instrument menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji prasyarat mengunakan uji normalitas, linieritas, dan heteroskodastisitas. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian diatas menunjukkan bahwa Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar mempunyai pengaruh sebesar 17% yang telah dibuktikan dengan (R2= 0,413 dan p = 0,353 > 0,005), sedangkan sisanya 83% adalah faktor lain yang mempengaruhi Lingkungan Belajar. Dengan demikian Ho,”diterima “ yakni tidak ada pengaruh signifikansi antara lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VB SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangkaraya di terima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar, artinya kedua variabel X dan Y tidak berhubungan dan belum berpengaruh secara signifikan.

Fenomena Ritual Pakanan Sahur Lewu pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat

JODI
2024 · Thesis · Open Access

Jodi. 2024. Fenomena Ritual Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing II Susi, M.Fil.H Skripsi ini mengkaji tentang Fenomena ritual Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Ritual Pakanan Sahur Lewu merupakan ritual yang wajib dilaksanakan, dan dilestarikan. Ritual ini merupakan bagian dari pitra yajnya yang didalam pelaksanaan masih banyak yang belum dipahami oleh masyarakat terkhususnya masyarakat pemuda/pemudi tentang nilai Pendidikan yang tertuang dalam ritual tersebut. Berdasarkan latar belakang, maka penelitian ini mengkaji 1) Bagaimana Fenomena ritual pakanan sahur lewu pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan Kabupaten Gunung Mas? 2) Apa saja nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam ritual pakanan sahur lewu? Teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: Teori Fenomenalogi, struktural fungsional, dan nilai. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritual pakanan sahur lewu yang dilaksanakan sesuai dengan proses dan tahapan-tahapannya. Namun ada perubahan di lihat pada 3-4 tahun akhir-akhir ini ada perubahan pada saat momen menikmati makan bersama terdapat iringan hiburan Karungut yang sangat ramai ditonton oleh masyarakat. Adapun tahapan-tahapan pelaksanaan ritual pakanan sahur lewu mengadakan musyawarah, menyiapkan sarana prasarana, meminjam basir melaksanakan Narinjet Behas (memanggil roh-roh suci), tahap ini pelaksanaan membuka beras hambaruan memberikan sesajen kepada roh-roh leluhur di rumah patahu, dan terdapat pali (pantangan). Sedangkan Nilai pendidikan yang tertuang dalam ritual ini yaitu: 1). Nilai pendidikan tattwa adanya aturan berdasarkan telatah (ajaran). 2) Nilai pendidikan etika yang harus benar-benar ditaati pada saat pelaksanaan ritual pakanan sahur lewu sehingga pelaksanaan ritual dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan yang diinginkan. 3). Nilai ritual yang terdapat dalam ritual pakanan sahur lewu dapat dilihat dari beberapa aspek, baik dari nilai tattwa maupun nilai etik. Kata Kunci: Fenomenalogi, Pakanan Sahur Lewu, Hindu Kaharingan

Peran Pasraman Parentas dalam Menumbuhkan Sradha dan Bhakti bagi Siswa Hindu di Kota Palangka Raya

LALA LORENSIA DEWI
2024 · Thesis · Open Access

Lala Lorensia Dewi, 2024: Peran Pasraman Parentas Dalam Menumbuhkan Sradha Dan Bhakti Bagi Siswa Hindu Di Kota Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr.Suryanto, S.Pd.,M.Pd, Pembimbing II, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang Peran Pasraman atau Sekolah Minggu Hindu dalam Menumbuhkan Sradha Dan Bhakti Bagi Siswa Hindu Di Kota Palangka Raya. Berdasarkan observasi awal ditemukan masalah terkait dengan mulai banyaknya remaja Hindu yang pindah keyakinan. Hal ini menjadi masalah yang cukup serius sehingga untuk menguatkan iman siswa Hindu diperlukan peran dari Pasraman. Adapun tujuan penelitian untuk mendapatkan suatu pemahaman yang jelas tentang Peran Pasraman Parentas Dalam Menumbuhkan Sradha dan Bhakti Bagi siswa Hindu di Kota Palangka Raya. Dalam penelitian ini, lokasi penelitian dilakukan di Pasraman Parentas Palangka Raya, selama 1 (satu) bulan, informan dalam penelitian adalah kepala pasraman, guru pasraman, dan siswa Hindu SD, SMP, dan SMA. Adapun teori yang digunakan adalah teori peran dan teori pembelajaran humanisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian pasraman memiliki peran yang penting untuk menguatkan iman siswa Hindu. Adapun simpulan dalam penelitian yaitu, bentuk pembelajaran yang di berikan yaitu, pembelajaran tatap muka (face to face learning) dan pembelajaran eksperiensial (experiential learning), faktor-faktor yang menumbuhkan sradha dan bhakti siswa Hindu dengan cara mengajarkan pentingnya beribadah dan dukungan dari orang tua. Upaya yang dilakukan Pasraman Parentas untuk menumbuhkan sradha dan bhakti siswa Hindu dengan memberikan pembelajaran agama Hindu yang relevan.

Perbandingan Motivasi dan Prestasi Belajar antara Mahasiswa Penerima KIP-K dan non KIP-K pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu IAHN Tampung Penyang Palangkaraya

NI PUTU GISTI SUKRENI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Ni Putu Gisti Sukreni. 2024. Perbandingan Motivasi dan Prestasi Belajar antara Mahasiswa Penerima KIP-K dan non KIP-K pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangkaraya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd., M.Pd Pembimbing II Dr. I Putu Widvanto, M.Pd.H Untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, maka pemerintah memberikan berbagai bantuan beasiswa kepada masyarakat dengan kriteria tertentu terutama yang rentan miskin agar dapat melanjutkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi salah satunya KIP-K. Seorang mahasiswa harus memiliki motivasi yang tinggi agar dapat berhasil menyelesaikan masa studinya dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana motivasi dan prestasi belajar mahasiswa penerima KIP-K di Program Studi Pendidikan Agama Hindu, IAHN-TP Palangka Raya. (2) Untuk mengetahui bagaimana motivasi dan prestasi belajar mahasiswa non KIP-K di Program Studi Pendidikan Agama Hindu, IAHN-TP Palangka Raya. (3) Untuk mengetahui bagaimana perbandingan motivasi dan prestasi belajar antara mahasiswa penerima KIP-K dan non KIP-K di Program Studi Pendidikan Agama Hindu, IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian dilaksanakan di Kampus IAHN-TP Palangka Raya berlokasi di Jl. G.Obos X, Kec. Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Prov. Kalimantan Tengah yang dimulai pada bulan Juni 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan tahun 2021 Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Populasi penelitian ini adalah 67 mahasiswa aktif dengan sampel yang diambil berjumlah 38 mahasiswa angkatan tahun 2021 Prodi pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik statistik parametrik dengan analisis Independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukan Motivasi dan prestasi belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Hindu angkatan tahun 2021 yaitu motivasi belajar mahasiswa KIP-K cukup tinggi yaitu nilai mean >51 dan prestasi belajar mahasiswa KIP-K dikategorikan Baik yaitu IPK >3,25. Begitu juga dengan motivasi belajar mahasiswa Non KIP-K cukup tinggi yaitu nilai mean >51 dan prestasi belajar mahasiswa KIP-K dikategorikan Baik yaitu IPK >3,25. Kemudian, pada hasil Uji Independent T-test diperoleh nilai asymp. Sig. (2-Tailed) 194 dan 197. Karena nilai signifikasi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa penerima KIP-K dan Non KIP-K.

Penerapan Media Kartu Huruf untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas I SDN 1 Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

KOMANG MAHARANI
2024 · Thesis · Open Access

Kemampuan membaca sangat penting bagi siswa sekolah dasar (SD) karena dengan membaca kita dapat mengetahui informasi-informasi dan meningkatkan pengetahuan. Kemampuan membaca menjadi salah satu kunci keberhasilan atau kemajuan bagi siswa karena memudahkan siswa dalam mencari informasi dari berbagai sumber tertulis. Pada penelitian ini saat dilakukannya observasi awal, peneliti menemukan bahwa masih terdapat siswa yang belum bisa membaca di kelas I SDN 1 Basarang Jaya. Untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa maka, peneliti menerapkan media kartu huruf pada pembelajaran di kelas I SD. Media pembelajaran kartu huruf merupakan media yang mengenalkan huruf atau simbol-simbol yang bermanfaat untuk memudahkan siswa membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi pada kemampuan membaca siswa kelas I SD dengan bantuan media kartu huruf. Penelitian yang digunakan ialah penelitian tindakan kelas (PTK) pada penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data observasi dan tes membaca. Dengan seluruh jumlah siswa kelas I berjumlah 6 siswa. Data yang diperoleh memperlihatkan jika adanya peningkatan pada kemampuan membaca siswa. Peningkatan pada pratindakan ke siklus 1 mengalami peningkatan. Pada pratindakan yang telah dilaksanakan diperoleh nilai rata-rata 60 dengan persentase ketuntasan 33,33 % dan pada siklus 1 nilai rata-rata 68,33 dengan persentase ketuntasan 33,33 %. Peningkatan terjadi dari pratindakan ke siklus 1 dengan nilai rata-rata meningkat sebesar 8,33. Kemudian pada siklus 2 meningkat sebesar 8,37 dari siklus 1 nilai rata-rata 68,33 menjadi 76,7 pada siklus 2 dan persentase ketuntasan 83,33%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan bantuan media pembelajaran kartu huruf akan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa di kelas I SDN 1 Basarang Jaya. Siswa akan memiliki kemampuan dalam berpikir serta dapat melatih ingatan siswa selain itu, siswa juga memiliki kemampuan dalam memecahkan suatu masalah.

Tasai Saluang Murik pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan

SENGKI HERDIANTO
2024 · Thesis · Open Access

Tasai saluang murik merupakan sebuah jenis tarian yang pernah ada dan fenomenal pada Masyarakat Dayak Katingan khususnya di Desa Tumbang Kalemei. Keberadaan tasai saluang murik kini sudah tidak lagi ditemukan di desa tersebut. Sebagai sebuah tarian yang sempat fenomenal, maka dirasakan sangat perlu untuk mengetahui keberadaannya agar bisa ditumbuhkembangkan lagi dengan menggali sejarahnya, ragam geraknya, busana/property yang digunakan serta musik pengiringnya. Adapun rumusan masalahnya yaitu bagaimana tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan? Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini dikaji dengan teori yang digunakan yaitu teori Etnokoreologi dan Antropologi Budaya. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan penentuan informan yakni teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik penggumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data (data display), penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1). Tasai saluang murik merupakan tarian berpasangan yang bersifat hiburan yang ditarikan saat ada pesta ucap syukur baik di rumah penduduk ataupun pada lapangan terbuka. Tarian ini terinspirasi dari segerombolan ikan saluang pada riam Mangkikit dan melakukan gerakan seperti huruf S yang silang menyilang saling mendahului menuju arah hulu Sungai Katingan. Belum diketahui secara pasti siapa pencipta tarian tersebut, yang mana masyarakat disana hanya mengetahui tarian tersebut terakhir diajarkan oleh seseorang yang bernama Andan dari Desa Tewang Rangas yang telah menetap di Desa Tumbang Kalemei. 2). Ragam gerak tasai saluang murik terdiri atas gerak pokok (gerak pindah tempat), gerak murni, gerak makna dan gerak penguat ekspresi. 3). Busana tasai saluang murik terdiri atas Salampai sebagai kain penutup kepala, Kebaya sebagai bajunya pada bagian tengahnya, serta Tapih (Sarung) sebagai pakaian bagian bawahnya. Sementara itu property yang digunakan adalah selendang yang diletakan pada kedua bahu penari, selain itu juga biasanya menggunakan property berupa Sangkai Kambang yang menjadi titik pusat tarian tersebut. 4). Musik Pengiring bisa menggunakan iringan musik dari Kacapi Tali Dua dan Tiga, Rabab dengan nada Tewah Tasai dan juga bisa menggunakan iringan musik dari Agung (Gong), Takanong, Gandang Tatau dengan nada Tewah Tasai Saluang Murik.

Peran Guru dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan

JONI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Joni, 2024:Peran Guru Dalam Meningkat Hasil Belajar Siswa Di Sd Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M. Ag dan pembimbing II: Raisa Vienlentia, M.Psi., Psikolog. Peran guru sebagai pendidik merupakan peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan, tugas-tugas pengawasan dan pembinaan, serta tugas yang berkaitan dengan mendidik, mendisiplinkan, memberikan dorongan dan motivasi dan memberi semangat anak, agar anak menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Permasalahan yang diteliti adalah: (1) Bagaimana peran guru terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2) Apakah kendala yang di hadapi guru terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (3) Upaya yang di hadapi oleh dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pembelajaran behavioristik dan tori humanistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari tiga tahap dalam proses analisis dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dalam penelitian ini peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) Peran guru terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung sebagai motivator, fasilitator dan supervisor. (2) Upaya guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan pelajaran yang baik, media pembelajaran yang tepat, materi yang berkualitas dan model belajar kelompok pada siswa. (3) Kendala guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, kurangnya sarana dan prasarana dan lingkungan sekitar. Kata Kunci: Peran Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Sd Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu

Seni Ukir Sakuwai Pambak pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan

RINALDI
2024 · Thesis · Open Access

Rinaldi. 2024. Seni Ukir Sakuwai Pambak Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Mitro, S. Pd., M. Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Seni Ukir Sakuwai Pambak merupakan sebuah ukiran yang terdapat pada pambak dengan bentuk yang menyerupai perahu, yang dibuat dengan cara diukir secara detail yang membentuk suatu ukiran yang indah menyerupai burung tingang yang lengkap dengan kepala, ekor dan sayap yang terdapat di atas palapah pambak. Akan tetapi konteks di Desa Tewang Darayu bahwa masyarakat Hindu Kaharingan belum memahami apa saja bentuk dan makna dalam seni ukir Sakuwai Pambak, terkhususnya untuk generasi-generasi muda yang berada di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Manyarakat Hindu Kaharingan hanya mengetahui fungsi Sakuwai Pambak ini adalah sebagai pelengkap Pambak itu sendiri. Berdasarkan latar belakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimanakah proses pembuatan seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (2) Bagaimanakah bentuk fungsi dan makna seni ukir Sakuwai Pambak pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? Teori yang digunakan untuk menganalisis terdahap rumusan masalah, yaitu menggunakan 4 (empat) teori. (1) Teori Penciptaan Karya Seni, (2) Teori Bentuk, (3) Teori Fungsionalisme dan (4) Teori Interpetaktif Simbolik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian data dianalis dengan mengunakan TeknikPurposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian ini tentang Seni Ukir Sakuwai Pambak akan dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Asal Usul Sakuwai Pambak, 2 Upacara Yang Dilaksanakan Sebelum Membuat Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 3 Alat dan Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Sakuwai Pambak, 4 Bagaimana Proses Pembuatan Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2). 1 Bentuk Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, 2 Fungsi Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, .3 Makna Seni Ukir Sakuwai Pambak di Desa Tewang Darayu Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.

Upaya Sanggar Seni Sepan Apui dalam Pelestarian Seni Budaya Daerah di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan

INDRA TRIWIJAYA
2024 · Thesis · Open Access

INDRA TRIWIJAYA, 2024. Upaya Sanggar Seni Sepan Apui Dalam Pelestarian Seni Budaya Daerah Di Desa Rangan Tangko Kecamata Marikit Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya IAHN- TP Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd.H. Salah satu pelestarian budaya terhadap bentuk karya seni khususnya bidang tari yaitu dengan didirikannya sanggar tari. Sanggar tari merupakan sarana yang digunakan suatu organisasi yang bergerak dibidang seni tari. Keberadaan Sanggar Seni Sepan Apui di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan dipandang sangat perlu dalam upaya melestarikan seni budaya daerah. Namun sampai saat ini, pengurus sanggar seni Sepan Apui di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan masih kurang dalam melakukan pelatihan-pelatihan yang baik kepada anggota dan generasi muda, dikarenakan kerkurang pelatih serta alat-alat musik sanggar seni yang masih belum lengkap. Tujuan penelitian merupakan untuk mengetahui upaya dan kendala sanggar seni sepan apui dalam pelestarian seni budaya daerah di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yaitu teori Upaya Pelestarian dan teori Humanisme. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif, Teknik penentu informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Kemudian Teknik analisis data menggunakan teknik data analisis dan kualitatif yaitu suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alumi. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu kendala berdasarkan hasil analisis teori humanisme yaitu masih kekurangan sarana dan prasarana sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko, seperti tidak adanya gedung sanggar, alat musik sanggar seni yang belum lengkap serta kurangnya pelatih musik maupun pelatih tari. Selain itu, anggaran dana sanggar juga masih belum ada, sehingga hal ini, menjadi penghambat sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko dalam melestarikan seni budaya daerah yang ada di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Sedangkan upaya berdasarkan hasil analisis teori upaya pelestarian kebudayaan yang meliputi upaya perlindungan, upaya perkembangan dan upaya pemanfaatan bahwa pengurus sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko sedang mengurus dan mendaftarkan legalitas sanggar seni ke dinas ataupun lembaga-lembaga pemerintah di Kabupaten Katingan, agar kedepannya mendapatkan pembinaan-pembinaan yang baik karena ketersediaan sarana dan prasarana merupakan faktor yang turut memberikan pengaruh hasil belajar (latihan). Kemudian melakukan perencenaan (Planning) kegiatan di dalam kepengurusan sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko.

Eksistensi Seni Lukis Mambintik Raung pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

YURSIE
2024 · Thesis · Open Access

Seni lukis mambintik raung adalah prosesi melukis peti mati yang ada pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan. Lukisan ini memperlihatkan nilai-nilai kehidupan spiritual dan keyakinan dalam upacara Kematian umat Hindu Kaharingan. Namun, hanya sebagian kecil umat Hindu Kaharingan yang memahami pentingnya lukisan yang ada pada raung beserta makna yang terkandung di dalamnya. Ketika pelaksanaan prosesi mambintik raung keterlibatan umat Hindu Kaharingan sangat kurang baik generasi tua maupun generasi muda. Rumusan masalah yaitu bagaimana eksistensi seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan dan bagaimana upaya pelestarian seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian yaitu tujuan umun dan tujuan khusus. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu Teori Eksistensi, Teori Mimemsis, Teori Pelestarian dan Teori Pendidikan Klasik. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Adapun sumber data yaitu bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diketahui bahwa prosesi Mambintik raung dilaksanakan ketika masih ada jenazah umat Hindu Kaharingan. Prosesi mambintik raung diwajibkan karena merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu hingga saat ini. Ada tahapan dalam upaya pelestarian mambintik raung yaitu (1). Perlindungan, bahwa budaya tradisional termasuk dalam karya cipta yang perlu dilindungi. (2). Pengembangan, bahwa dalam karya seni yang sudah lama ada tentunya butuh pengembangan agar tidak ketinggalan zaman. (3). Pemanfaatan, tentunya dalam berkarya dalam bidang manapun itu harus memiliki yang namanya manfaat apalagi dalam bidang seni tentunya manfaat itu suatu hal yang harus bermanfaat bagi pelaku seni, para penikmat seni, orang lain dan tidak merugikan orang lain. (4). Pembinaan dalam sebuah karya cipta yang ada perlu adanya pembinanaan terutama seni lokal agar kesenian tersebut tidak hilang atau punah.

Peran Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Siswa Mata Pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

NITA ANUGRAHNI
2024 · Thesis · Open Access

Anugrahni, Nita. 2024. Peran Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien Kecamatan Dusun selatan Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd Skripsi ini mengkaji tentang peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir secara rasional dan tertata untuk memahami hubungan antara ide dan/atau fakta. Penelitian ini berfokus pada tiga rumusan masalah: (1) Bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA? (2) Apa saja faktor penghambat yang dihadapi guru dalam upaya tersebut? (3) Bagaimana upaya guru mengatasi hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan khususnya mengenai peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa mata pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, berlokasi di SDN 3 Kalahien, dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah Guru Kelas V, siswa kelas V, dan Kepala Sekolah SDN 3 Kalahien. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau dipercayai, diukur melalui lima indikator: kemampuan menganalisis, mensintesis, memecahkan masalah, menyimpulkan, dan mengevaluasi. (2) Hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis meliputi karakter siswa, kurangnya keaktifan belajar, sopan santun, dan konsentrasi belajar, serta faktor internal seperti kesehatan, minat belajar, dan kemampuan siswa, serta faktor eksternal seperti keluarga, masyarakat, dan lingkungan. (3) Upaya guru kelas V dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa termasuk memberikan tes kemampuan berpikir kritis dan memberikan reward/hadiah.

Upaya Pelestarian Seni Kriya Amak Kajang pada Masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan

SELPI
2024 · Thesis · Open Access

Seni adalah segala perbuatan manusia yang berasal dari perasaan dan sifat indah, sehingga menggerakan jiwa dan perasaan manusia. Seni banyak ragamnya diantaranya seni kriya. Ada beragam macam karya seni kriya, salah satunya adalah amak kajang. Amak kajang merupakan kesenian khas Kalimantan Tengah, anyaman dapat didefinisikan sebagai mengayam, mengatur (seperti memotong daun pandan), menindih, dan menyilang (seperti membuat tikar dan bakul). Pengrajin amak kajang di Desa Tewang RangasKecamatan Tewang Sangalang Kabupaten Katingan kebanyakan adalah orang tua lanjut usia, sehingga perlu adanya pelestarian terhadap kesenian amak kajang (tikar) kepada generasi selanjutnya sebagai upaya pelestarian dan mempertahankan kebudayaan lokal. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1. Bagaimana seni kriya amak kajang pada masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? 2. Bagaimana upaya pelestarian seni kriya amak kajang pada masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? Adapun tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi pada amak kajang Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Teori menggunakan empat teori yaitu penciptaan karya seni, fenomenologi, pelestarian budaya, dan pendidikan klasik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Kemudian, data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1. Seni kriya amak kajang adalah seni yang memiliki banyak fungsi untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk ritual keagamaan Hindu Kaharingan dan motif tidak hanya motif polos, dan proses pengerjaannya pun cukup panjang mulai dari mencari bahan baku kajang, mengolah bahan baku kajang dan terakhir proses penganyaman daun kajang menjadi amak kajang. 2. Upaya pelestarian seni kriya amak kajang pada masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan yaitu dengan mengajarkan kepada anak cucu cara membuat amak kajang serta membuat terobosan baru yaitu membuat amak kajang menjadi lebih menarik yaitu dengan membuat amak kajang menjadi bermotif dan berwarna agar lebih banyak yang berminat dan ingin mempelajari cara membuat amak kajang.