Strategi Pengembangan Objek Wisata Dukuh Betung di Desa Tumbang Liting Kecamatan Katingan Hilir
Strategi Pengembangan Objek Wisata Dukuh Betung di Desa Tumbang Liting Kecamatan Katingan Hilir
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Strategi Pengembangan Objek Wisata Dukuh Betung di Desa Tumbang Liting Kecamatan Katingan Hilir
Pengelolaan Objek Wisata Bukit Cinta Terhadap Minat Pengunjung di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya
Silvia Magdalena, 2024, Implementasi Metode Pembelajaran Mandiri Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H, Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran mandiri adalah ketika siswa aktif dalam mengidentifikasi apa yang perlu di pelajari dan memiliki kendali dalam menemukan serta mengatur jawaban mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Rumusan masalah yang diangkat mencakup: 1) bagaimana implementasi metode pembelajaran mandiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas V SDN 3 Palangka, 2) Apakah kendala yang dihadapi guru/dan siswa dalam penerapan metode tersebut, serta 3) implikasi dari metode pembelajaran mandiri terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga data yang diambil menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, digunakan tiga langkah utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 34 siswa kelas V. Data diperoleh melalui ujian yang dilaksanakan sebelum dan setelah penerapan metode, untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai ujian akhir, dengan rata-rata skor meningkat dari 70 menjadi 85. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran mandiri tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam proses belajar. Menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran mandiri berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman siswa tentang metode ini dan waktu yang terbatas bagi guru untuk membimbing. Implikasi dari penerapan metode ini menunjukkan bahwa, dengan dukungan yang tepat, siswa dapat lebih mandiri dalam belajar, sejalan dengan teori kognitif yang menekankan peran aktif siswa dalam proses belajar.
RANDI SAPUTRA, 2024, Pendampingan Hukum Oleh Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) Ririn Kurniasi,SH.,MH. Pendampingan Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya merupakan hal yang sangat penting untuk melindungi hak serta memberikan kepastian hukum kepada semua pihak yang terlibat. Kejaksaan Negeri Palangka Raya adalah lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab dalam memberikan pendampingan hukum kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani. Sehingga yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) prosedur pendampingan penyaluran pupuk bersubsidi oleh Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya Kelurahan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya di Kelurahan Kelampangan Kecamatan Sabangau. (2) tujuan pendampingan oleh Jaksa Pengacara Negara dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya di Kelurahan Kelampangan Kecamatan Sebangau. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan peneliti adalah (1) Teori Pengawasan dan (2) Teori Negara Hukum. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa (1) Peran Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya dalam proses penyaluran pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya dalam memberikan pendampingan hukum untuk memastikan perlindungan hak dan kepastian hukumnya. (2) Tujuan dari pendampingan hukum yang dilakukan oleh Jaksa Pengacara Negara pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya yaitu untuk menjamin kepatuhan terhadap peraturan ada dengan berdasarkan perundang-undangan pada peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang tugas dan wewenang seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, serta juga mencegah dan menangani penyimpangan, meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan sehingga tepat sasaran serta melindungi hak-hak petani.
ABSTRAK PERAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA YOGA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA DI IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA Maharati, Komang Suarta, Luh Putu Muliani Handayani Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Jl. G.Obos X, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah di dalam latihan yoga mahasiswa diajarakan tentang astangga yoga yaitu yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Delapan tahap ajaran yoga ini, merupakan tangga untuk mengendalikan diri dan sekaligus merupakan aspek etika dalam ajaran yoga. Permasalahan dalam Penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (2) Apa kendala pada unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (3) Bagaimanakah implikasi unit kegiatan mahasiswa yoga pada pengembangan karakter Mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? Teori yang digunakan teori Fenomenologi oleh Edmund Husserl, teori Kendala oleh Eliyahu Goldratt, Teori Humanistik oleh Abraham Maslow dan Teori Behavioristik Oleh Gage dan Berliner. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan Pendekatan Penelitian Fenomenologi. Teknik penentuan informan mengunakan Purposive Sampling, Data dikumpulkan dari Observasi Non-Partisipan, Wawancara Mendalam, Dokumentasi, dan Kepustakaan. Teknik analisi data yaitu Kondensasi Data, Display Data dan Kesimpulan. Hasil Penelitian Menunjukan: (1) Peran UKM Yoga dalam pengembangan karakter relegius dengan melaksanakan latihan Pratyhara, Dharana, Dhayan, Dan Samadhi. Karakter jujur dan toleransi menerapkan Yama dan Niyama dalam latihan. Karakter disiplin, kerja keras, mandiri dan kreatif dengan melaksanakan latihan Pranayama Dan Asanas. (2) Kendala dan upaya yang dihadapi adalah mahasiswa kurang serius dalam latihan meditasi upaya yang dilakukan dengan mengajarkan teori gelombang otak. Sarana dan prasarana yang kurang lengkap upaya yang dilakukan dengan latihan di tempat yang memiliki sarana prasarana lengkap. Dan niat mahasiswa yang kurang upaya yang dilakukan dengan memotivasi mahasiswa. (3) Implikasi Yama Dan Niyama Dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa adalah dengan menjalankan ajaran dari bagian-bagian yama dan niyama didalam setiap latihan yoga. Implikasi pranayama dalam pengembangkan karakter adalah mahasiswa diajarkan untuk latihan mengatur dan mengendalikan nafas. Sehingga mahasiswa bisa mengatur emosinya. Implikasi asanas dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah mahasiswa belajar bermacam-macam gerakan yoga asanas dengan disiplin, kerja keras serta mandiri dapat mengkatkan kreatifitas mahasiswa. Implikasi Pratyhara, Dharana, Dhayana, Dan Samadhi Dalam Pengembangan Karaker Mahasiswa adalah mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran emosi dan membantu mahasiswa untuk meresponnya secara efektif.
Model kooperatif tipe Jigsaw merupakan satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPAS kelas 3 di SDN 1 Batu Nindan Kecamatan Basarang, (2) Untuk mengetahui bagaimana Kendala Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPAS kelas 3 di SDN 1 Batu Nindan Kecamatan Basarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Serta teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penerikan kesimpulan. Simpulan penelitian ini adalah: (1) Metode Jigsaw efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa di SDN 1 Batu Nindan. Tahapan penerapannya meliputi pemahaman konsep, penyesuaian konteks, penetapan tujuan, pemilihan metode dan strategi, serta evaluasi. Respon positif siswa menunjukkan mereka menikmati dan aktif dalam pembelajaran berbasis kelompok ini, menandakan keberhasilan penerapan metode oleh guru.(2) Penerapan metode Jigsaw menghadapi tantangan eksternal seperti keterbatasan sumber daya, materi ajar yang tidak sesuai, fasilitas kelas, dan kekurangan alat. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala ini termasuk menyesuaikan materi ajar dari sumber online, merancang materi sendiri, dan berkolaborasi dengan rekan guru. Selain itu, sosialisasi dengan orang tua, pelatihan guru, serta solusi kreatif untuk fasilitas dan komunikasi dengan pihak terkait juga diterapkan.
Yasmanto. 2024. Exploration of Teachers' Strategies in Increasing Reading Interest of Class IV Students at SDN 3 Palangka Supervisor I Mitro, S.Pd., M.Si Supervisor II Santang, S.Pd., M.Hum Teacher strategies are very necessary in a learning process to increase students' interest in learning and reading. This research is to find out and describe related to teachers' strategies in increasing students' interest in reading. The type of research used is a qualitative descriptive method. The data collection methods used are observation, interview, and document methods. The data analysis techniques used are in the form of data condensation, data display and conclusion drawing. The results of the study show that teachers have good creativity in increasing students' interest in reading (1) Teachers' strategies in increasing students' interest in reading are seen from the learning process by (a) Using the Question and Answer Method, group discussions, and explaining and practicing the subject matter (b) in the learning process teachers not only explain but also provide examples to students. (c) Teachers make plans before the learning process and conduct evaluations. (d) Some of the learning methods and strategies used by teachers are to increase interest in reading and attract learning interest in students. (2) Teachers' obstacles in increasing students' interest in reading are: (a) Different character and behavior of students. (b) Students who cannot read and count will have difficulty participating in learning activities. (c) Limited facilities and infrastructure. Some of these obstacles can hinder and hinder the course of a learning process.
Yudoyono. 2024. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Kelas 3 Di Sekolah Dasar Negeri 1Tumbang Karuei Kabupaten Katingan Pembimbing I Lamri, S.Pd., M.Pd.H Pembimbing II I Ketut Agus Muliana, S.Ag.,M.Fil.H Upaya yang dilakukan guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna meningkatkan minat belajar serta minat baca peserta didik. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait Upaya guru dalam meningkatkan minat baca peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengajar yang cukup baik dalam meningkatkan minat baca peserta didik (1) Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca peserta didik antara lain terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang menjadi penyebab rendahnya minat baca peserta didik (2) Upaya guru dalam meningkatkan minat baca peserta didik, yaitu terlihat dari proses pembelajaran dengan (a) membaca buku pelajaran, diskusi kelompok, dan menjelaskan serta mempraktekkan materi pelajaran (b) dalam proses pembelajaran guru tidak hanya menjelaskan juga memberikan contoh kepada peserta didik. (c) Guru membuat perencanaan sebelum proses pembelajaran dan melakukan evaluasi. (d) Beberapa metode serta upaya yang dilakukan oleh guru adalah untuk meningkatkan minat baca dan menarik minat belajar pada peserta didik. (3) Kendala guru dalam meningkatkan minat baca peserta didik yaitu: : (a) Karakter peserta didik yang beragam, (b) Peserta didik yang tidak bisa membaca dan berhitung, (c) keterbatasan sarana dan prasarana dalam pembelajaran Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran.
ABSTRAK GUSLI, 2024: The Influence of Teacher Pedagogical Competence on the Motivation and Mathematics Learning Outcomes of Grade III Students at SDN 6 Palangka Raya. Elementary School Teacher Education Study Program, Faculty of Dharma Acarya, State Hindu Religious Institute, Tampung Penyang, Palangka Raya. Supervisor (I) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Supervisor (II) Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Pedagogical competence is the ability of a teacher to manage learning in the classroom, therefore, teachers need to master pedagogical competence, because with this ability students will have high motivation to learn seriously so that the teaching and learning process can run smoothly, regularly, effectively and efficient and can produce learning outcomes that are in line with the expected goals. The aim of this research is to determine whether there is any influence of teacher pedagogical competence on student motivation and learning outcomes. This research includes ex post facto correlation research, or after the event. Data collection for this research was carried out by (1) questionnaire (2) documentation. The data analysis technique uses the partial T test and is processed using the SPSS version 20 program. The research results show that there is no significant influence between teacher pedagogical competence on student motivation and learning outcomes. This can be seen from the data processing of SPSS Vers 20 calculation results, through statistical testing of the t test. The results of teacher pedagogical competence on motivation obtained a t_count value of 0.396 t_table 1.67356. Furthermore, the t test of teachers' pedagogical competence on mathematics learning outcomes obtained a calculated t_value of 0.783 t_table 1.67356. So the basis for making the decision is that the influence of pedagogical competence has no influence on the motivation and mathematics learning outcomes of class III students at SDN 6 Palangka. These findings indicate complexity in the relationships between variables that require further approaches. Although this research contradicts the initial hypothesis. So this research opens up space for further researchers to examine other factors that may play a role in broader dynamics.
Putri Legina Prayoga, Penyelesaian Kasus Pidana Di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya. Dosen Pembimbing I, Dr. Agung Adi S.Ag., M. Si. Dosen Pembimbing II I Kadek Kartika Yase, MH Kedamangan merupakan lembaga adat di Kalimantan Tengah yang hingga saat ini tetap menjadi pilihan oleh masyarakat dalam menyelesaikan sengketa. Penyelesaian sengketa dimaksud tidak hanya mencakup masalah tradisi atau adat, tetapi telah merambah pada persoalan-persoalan pidana sebagaimana yang di lakukan oleh Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya. Berdasarkan fenomena di atas tersebut, penelitian tertarik melakukan penelitian dengan merumuskan tiga pertanyaan yaitu, 1) Apa faktor-faktor yang menyebabkan pemilihan Kedamangan dalam penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya? 2) Bagaimanakah penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya ? 3) Bagaimanakah penerapan sanksi dalam penyelesaian kasus pidana di Kedamangan Sabangau Kota Palangka Raya?. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum empiris sosiologis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan teori yang diigunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah teori Kewenangan, teori Penegak Hukum, dan teori Keadilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Faktor-faktor yang menyebabkan Pemilihan Kedamangan dalam penyelesaian kasus pidana meliputi tiga hal, (a) proses penyelesaian di Kedamnagan lebih sederhana; (b) biaya yang di keluarkan dalam proses penyelesaian lebih rendah; (c) proses penyelesaian relatif cepat. Selain itu terdapat pula kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap lembaga Kedamangan yang dapat mewujudkan rasa aman, tertib, dan keadilan. 2) Penyelesaian kasus pidana di Kedamangan melalui beberapa proses, meliputi: (a) pelaporan peristiwa pidana; (b) surat panggilan, (c) pemeriksaan pelaku, (c) rapat internal, (d) rapat musyawarah, (e) kesepakatan damai, (f) pembacaan keputusan, dan penandatanganan surat perjanjian. 3) Penerapan sanksi (singer) dalam kasus pidana di Kedamangan Sabangau memiliki beberapa poin, seperti jenis pelanggaran, sanksi, norma adat, hukum adat, dan tindakan pidana yang diatur. Besaran sanksi (singer) tergantung pada jenis pelanggaran adat. Sanksi adat termasuk denda adat dan sangat ditaati oleh masyarakat. Orang Dayak dan masyarakat Adat Dayak di Kedamangan Sabangau masih mematuhi hukum adat yang berlaku, sehingga setiap perkara harus diperiksa, diadili, dan diputuskan. Hukum adat ini masih eksis dan dipatuhi hingga saat ini.
Penelitian ini membahas tentang pengaruh metode pembelajaran market place activity terhadap prestasi belajar siswa kelas IV di SDN 6 Palangka.Berdasarkan fakta yang terjadi dilapangan, guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional yang dalam kegiatan pembelajarannya lebih berpusat pada guru, sehingga membuat siswa kurang aktif dikelas dan prestasi belajar siswa rendah. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat pengaruh metode pembelajaran market place activity terhadap prestasi belajar sebelum dan sesudah penggunaan metode pembelajaran market place activity. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain penelitiannya yaitu pretest-posttest nonequevalent control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas IVA sebagai kelas kontrol dan kelas IVB sebagai kelas eksperimen. Adapun populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN 6 Palangka, yaitu 25 orang siswa dari kelas IVA dan 27 orang siswa dari kelas IVB yang keseluruhannya berjumlah 52 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes berupa essay. Terdiri atas 10 soal pretest dan posttest yang diberikan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data yang diperoleh peneliti kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah prestasi belajar pada kelas eksperimen sebelum menggunakan metode pembelajaran market place activity diperoleh nilai pretest minimum 30, dan nilai maksimum 75 dengan jumlah sampel sebanyak 27 orang siswa, dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 49,63 dengan standar deviasi 12,08. Sedangkan nilai sesudah diberikan perlakuan menggunakan metode pembelajaran market place activity diperoleh nilai postest minimum 70, dan nilai maksimum 95 jumlah sampel sebanyak 27 orang siswa, dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 78,33 dengan standar deviasi 6,79. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial menggunakan SPSS 25 diperoleh nilai sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,000 0,05. Maka berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa H_0 ditolak dan H_1 diterima. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya pengaruh metode pembelajaran market place activity terhadap prestasi belajar siswa kelas IV di SDN 6 Palangka.
Marsena, IKadek, Egi. 2024. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas III Di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Dan Pembimbing II, Hendri, S.Ag., M.Si Skripsi ini menkaji tentang Upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di adi widyalaya widya bhakti palangka raya. Kedisiplinan merupakan suatu proses dalam menumbuhkan, menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik agar senantiasa melaksanakan tugas dan kewajibannya yang dilandasi dengan sikap disiplin dan penuh tanggung jawab. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran terutama pada saat proses pembelajaran berlangsung masih ada yang bermain-main, jalan kesana kemari, dan tidak fokus dengan pembelajaran. Berdasarkan urian tersebut, peneliti mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) apakah faktor penyebab kurangnya kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. 2) Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori Behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian rumusan masalah yang pertama menghasilkan bahwa faktor penyebab kurangnya kedisipinan siswa yaitu, faktor lingkungan sekolah, faktor suasana kelas, faktor teman sebaya, dan faktor kebijakan sekolah. Rumusan masalah yang kedua menghasilkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kedisiplinan yaitu dalam proses pembelajaran, upaya yang dilakukan guru yaitu melakukan kebijakan sekolah, pendekatan terhadap siswa dan pemberian tugas kepada siswa.
Tata Selvia, 2024. Peran Guru Dalam Menghadapi Keterlambatan Menulis Siswa Kelas I SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Skripsi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Pembimbing II : Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Keterlambatan menulis pada anak disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan perkembangan fisik, psikis dan lingkungan. Hal serupa juga ditemukan permasalahan sama yaitu pada siswa kelas I SD Negeri 5 Menteng, dimana beberapa siswa kelas I masih ada mengalami keterlambatan menulis sehingga proses pembelajaran tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru kelas dalam mengatasi keterlambatan menulis siswa serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh yaitu melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun daftar Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas I, sebanyak 4 orang. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam mengatasi keterlambatan menulis meliputi peran guru sebagai motivator, fasilitator dan pembimbing. Peran tersebut sangat berpengaruh dalam mengatasi setiap permasalahan dalam proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Adapun faktor-faktor yang ditemukan guru dalam mengatasi keterlambatan menulis pada siswa adalah faktor pendukungnya meliputi dukungan dari orang tua di rumah dalam meningkatkan keterlambatan menulis siswa, guru harus memiliki suasana hati yang baik, guru memberikan motivasi kepada siswa melalui pujian atau reward dan tentunya saat pembelajaran guru menerapkan metode-metode pengajaran yang kreatif dan inovatif, sehingga siswa lebih mudah memahami. Di sisi lain, faktor penghambatnya antara lain bahwa keterbatasan dukungan dan latar belakang pendidikan orang tua mempengaruhi keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran dirumah, ketidaktahuan orang tua, dan keterbatasan sumberdaya. Banyak orang tua tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang pentingnya keterampilan menulis dan bagaimana cara efektif untuk mendukung perkembangan tersebut.
MALIA, 2024. Upacara Muja Sumbang pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Upacara Muja Sumbang adalah upacara perkawinan salah yang terjadi karena perilaku menyimpang pasangan. Upacara ini harus dilaksanakan oleh pasangan sebagai pensucikan dan menghilangkan pengaruh Layong Liha Alut Apoi dari pasangan yang berdampak pada pasangan dan alam semesta. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang di angkat peneliti yaitu : 1. Bagaimana proses upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 2. Apa makna Upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, memahami dan menjelaskan proses, makna dan perspektif pendidikan agama hindu yang terkandung dalam upacara Muja Sumbang. Teori yang digunakan dalam penilitian terdiri atas dua yaitu Teori Fenomenologi dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Papar Pujung, jenis dan sumber data yang digunakan: data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Purposive Sampling, adapun teknik penentuan data yang digunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian, teknik analisis data terdiri dari reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, verifikasi serta penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang upacara Muja Sumbang pada umat Hindu di Desa Papar Pujung memiliki beberapa tahap yakni : 1. Tahap awal, 2. Tahap Persiapan, 3. Tahap inti, 4. Tahap akhir, yang mengandung makna yang harus dipahami dari Belai Sumbang, Belai Padi, Pesiding Piak Sumbang Manyipet Tetung Galeng Bulan Langai,Bedian Sumbang selain itu perspektif pendidikan agama Hindu terdapat pada Muja Sumbang yakni seperti : Perspektif pendidikan Tattwa dengan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana Perspektif pendidikan Etika mengimplementasikan ajaran Tri Kaya Parisudha dan Perspektif pendidikan upacara Hindu.
MIKO TRIANSYAH, 2024 Implikasi Upacara Aruh Baduduk Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Skripsi Jurusan Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H. Upacara Aruh Baduduk merupakan upcara yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Labuhan. Upacara ini bertujuan untuk menghormati dan berterima kasih kepada Nining Bahatara/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, para leluhur/Iringan Gaduhan yang diyakini telah memberikan kesejahteraan, kesuburan tanah dan keberhasilan panen yang berlimpah, Sebagian masyarakat Hindu ada yang tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk setelah panen dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini, sehingga masyarakat Hindu ini yang tidak melaksanakan dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini mendapatkan teguran dari leluhur/Iringan Gaduhan. Bedasarkan latar belakang tersebut, maka Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk 2) Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk, bertujuan untuk: mengetahui Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan mengetahui Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Teori yang digunakan untuk menganalisis kedua rumusan masalah ini adalah Teori Fenomenalogi untuk rumusan masalah satu yaitu Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan Teori Struktural Fungsional untuk rumusan masalah dua yaitu Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Lokasi Penelitian di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dengan sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan,teknik pengumpulan data,teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumnetasi, instrumen penelitian,teknik analisis data. Berdasarkan analisis data penelitian ini dapat diketahui bahwa upacara Aruh Baduduk terdiri dari beberapa rangakaian prosesi diantaranya sejarah timbulnya upacara Aruh Baduduk, tahap persiapan, tahap pelaksanaan,waktu dan tempat pelaksanaan, sarana-sarana yang digunakan, upacara Basarah, upacara Barabun, upacara Badarah Hidup, upacara Bamamang dan makna-makna dalam upacara aruh baduduk dan implikasi upacara Aruh Baduduk yang dimana upacara ini berdampak pada masyarkat apabila melaksanakannya dan tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk ini.
ABSTRAK Dewi Puspita Sari, Ni Wayan. 2024. Etika Berbusana dalam Persembahyangan Umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang (Perspektif Pendidikan Hindu). Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang etika berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya. Fenomena yang terjadi pada masyarakat Hindu pada saat persembahyangan di Pura Puseh banyak umat yang berpakaian kurang pantas terutama pada wanita yang cenderung menggunakan busana yang tipis/transparan, memperlihatkan bagian dada dan kamben yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan masalah etika yang kurang baik. Berdasarkan masalah tersebut peneliti mengkaji rumusan yakni: (1)Bagaimanakah mode berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya? (2)Bagaimanakah perspektif pendidikan Hindu terhadap etika berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya?. Penelitian ini mengkaji ilmu pengtahuan tentang etika dan pendidikan. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori modernisasi, teori etika dan teori pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitafif yang menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode penentuan informan menggunakan proposive dengan metode pengumpulan data penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Terknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Berdasarkan pembahasan dan analisis dengan menggunakan teori menunjukan bahwa ada dua mode berbusana yang sering digunakan oleh umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melakukan persembahyangan di Pura yaitu mode berbusana modern yang tampak modis tetapi kurang beretika (kurang santun) dan mode berbusana klasik. Analisis kedua mengkaji tentang persfektif pendidikan Hindu terhadap etika berbusana dalam persembahyangan dapat dilihat dari berbagai macam perspektif dan nilai-nilai pendidikan Hindu yang dikaji berdasarkan teori yang digunakan maka terdapat beberapa perspektif yaitu perspektif tattwa, perspektif etika, perspektif estetika dan perspektif sosial. Dalam mengetahui etika berbusana dalam persembahyangan di Pura harus mengetahui lebih dahulu tattwa yaitu ilmu yang mempelajari tentang hal tersebut, kemudian diterapkan dalam etika dengan tetap memperhatikan keindahan dari busana tersebut sehingga kegunaanya mampu memberikan dampak yang positif bagi orang sekitar. Sedangkan nilai pendidikan Hindu yaitu mengacu pada nilai material dan nilai spiritual/kerohanian yang meliputi nilai tattwa (kebenaran), nilai etika, nilai estetika (keindahan), nilai sosial dan nilai ekonomi. Kata Kunci : Etika Berbusana, Umat Hindu
ABSTRAK AJI SAPUTRA, 2024. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Perkawinan Menurut Agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A dan Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam Upacara Perkawinan pada masyarakat Agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Upacara perkawinan di Desa Sepang Kota masih dilaksanakan sesuai dengan ajaran yang diwariskan oleh nenek moyang dahulu. Dewasa ini upacara perkawinan di Desa Sepang Kota sudah jarang sekali, dikarenakan Umat nya hanya tinggal sedikit hal ini bisa menyebabkan ketidaktahuan generasi muda akan tata cara pelaksanaan upacara perkawinan tersebut yang mengandung makna dan nilai-nilai pendidikan, tradisi yang merupakan warisan leluhur perlu dilestarikan dan dikembangkan. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana pelaksanaan upacara perkawinan menurut agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas ? (2) Nilai-nilai pendidikan Hindu apa saja yang terkandung dalam upacara perkawinan menurut agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis penelitian lapangan (field research). Subjek dalam penelitian ini adalah informannya Mantir, tokoh masyarakat. Majelis Kelompok dan Masyarakat Hindu Kaharingan Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Peran Pemerintah Dalam Pengelolaan Obyek Wisata Tugu Soekarno Di Kota Palangka Raya
Kismita, 2024 Implementasi pembelajaran direct learning dalam pada pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Dosen pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Dalam proses pencapaian, hasil belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran adalah keberadaan guru. Di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas ditemukan bahwa siswa kurang aktif selama proses pembelajaran dan kurang memperhatikan materi yang disampaikan guru, kebanyakan siswa yang sibuk sendiri dengan teman sebangkunya. disebabkan pelaksaan pembelajaran metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi belum mampu melibatkan siswa secara aktif. Sehingga siswa menjadi malas untuk bertanya dan mengeluarkan pendapatnya, kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep yang digunakan. Salah satu faktor yang di identifikasi adalah terbatasnya kemampuan guru dalam menyampaikan materi dan kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran Agama Hindu metode yang digunakan sekarang yaitu model pembelajaran direct learning. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif, dan Teknik penentuan informan menggunakan purposive. Data yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan smartphone sebagai instruemen dalam penelitian ini. Teknik analisis data melalui empat tahap yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori humanistic dan teori motivasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Implementasi pembelajaran direct learning pada mata pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas, dilakukan leh guru dengan terlebih dahulu melakukan kegiatan pendahulian, seperti penyampain materi, presentasi Pelajaran untuk menarik perhatian siswa, memberikan latihan terstruktur dengan penguatan respon kepadasiswa yang benar, serta memotivasi dan mengevoluasi hasil kerja siswa. Guru juga memberikan latihan mandiri untuk membantu siswa mengembangkan kemampuannya.: (2) Kendala dalam implementasi pembelajaran direct learning mencangkup rendahanya daya serap siswa, kurangnya partisipasi, dan disiplin yang kurang, sehingga pelaksanaan pembelajaran belum optimal karena siswa cinderung pasif : (3) Upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan merancang strategi pembelajaran yang lebih teloti dan relavan agar proses pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh siswa.
ABSTRAK Santi Prestia, 2024. Ekistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Pembimbing I Dr. Derson, S. Ag., M.Si. Dan Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Ekistensi Umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Tumbang Naan semakin berkurang karena berbagai macam faktor. Berdasarkan hal tersebut maka dirumuskanlah rumusan masalah sebagai berikut : 1) Bagaimana Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya.? 2) Apa Faktor Penyebab Kurangnya Eksistensi Umat Agama Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Rian Kabupaten Murung Raya? 3) Bagaimana Solusi Yang Dilakukan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Mempertahankan Eksistensi Di Desa Tumbang Naan Kecematan Murung Raya Kabupaten Murung Raya.? Teori dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Fenomenologi, Teori Belajar Humanistik, Teori Belajar Sibernetik, dan ada beberapa metode penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian serta jenis lokasi dan waktu penelitian. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder teknik penentuan informan yaitu menggunakan. Teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi dan instrumen penelitian teknik analisis data, seperti redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya. Keberadaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan sangat menurun untuk beberapa tahun kedepan jika tidak adanya perhatian untuk memperbaiki sebuah tempat ibadah (Balai Basarah). Kerja sama antara umat dan pengurus Agama Hindu Kaharingan maka baik itu dari majelis kelompok, majelis daerah dan Majelis besar Agama Hindu Kaharingan, ada persatuan antara umat dan pengurus agama. Ada beberapa faktor penyebab kurangnya pengurusan agama karena adanya kendala transportasi dan kendala dari kesibukan, dengan demikian kurangnya pembinaan dari ketua majelis kelompok yang menyebabkan kurangnya kesadaran dalam mempertahankan keyakinan Agama Hindu. Adapun solusi yang dapat dilakukan untuk mengatsi permasalahan yaitu penambahan guru Agama Hindu dan membangun Pasraman lewat ketua majelis kelompok buat pemuda dan anak-anak dini supaya bisa mengenal lebih dekat ajaran Agama Hindu Kaharingan agar kedepannya supaya umat dan pemuda Kaharingan tidak semakin berkurang. Kata Kunci : Eksistensi Umat Hindu Kaharingan