Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

940 item publik

Publikasi

Halaman 15 dari 47

Pendidikan Pasraman Hindu dalam Pembentukan Karakter Anak di Kota Palangka Raya

WAYAN DIKA PRAMANA PHALA
2024 · Thesis · Open Access

Tesis ini mengkaji tentang pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya. Fenomena yang terjadi kenakalan anak dapat terjadi kapan dan dimana saja, melihat prilaku anak-anak cendrung melupakan sopan santun, berani melawan orang tua, kurang tertarik membuat sarana yadnya, sehingga penting adanya pendidikan dan ada kendala dan implikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini mengkaji tentang 1) Bagaimana pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 2) Bagaimana kendala pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 3) Bagaimana implikasi pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan mendeskripsikan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak, bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan wawasan bagi guru tentang pendidikan agama Hindu dan anak dapat meningkatkan dan mengembangkan kepribadian yang berkarakter. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori behaviorisme, teori motivasi, dan teori konstruktivisme. Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu ketua pasraman Hindu, guru-guru dan siswa pasraman Hindu. Teknik pengumpulan data yang menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara semi struktur, dan studi dokumen, Setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data. Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya yakni ceramah, bimbingan guru, pelatihan bersama, keteladan guru, kompetisi siswa persembahyangan bersama dalam pendidikan pasraman Hindu ada sebuah kendala yakni faktor internal, faktor eksternal, belum optimal pelaksanaan program pengajaran, pengurus kurang memperhatikan perkembangan pasraman. Dari pendidikan tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru maupun siswa di pasraman Hindu di kota Palangka Raya, sikap religius, sikap kreatif, sikap disiplin, sikap tanggung jawab, penting peningkatan ajaran agama Hindu, sikap toleransi, sikap susila, dari ketiga rumusan masalah ditemukan pendidikan pasraman Hindu belum maksimal karena kurangnya sarana yang mendukung sesuai dengan kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran, guru kurang kreatif dan inovatif dalam pengembangan program pembelajaran pembentukan karakter anak seperti penyusunan materi ajar, pengembangan program pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kata kunci : Pendidikan pasraman Hindu, pembentukan karakter anak.

Penyelesaian Penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan oleh Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan di Kabupaten Kotawaringin Timur

TOBIE SUSWOYO
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK TOBIE SUSWOYO, 2024 : Penyelesaian Penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan Oleh Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Di Kabupaten Kotawaringin Timur. Tesis Strata Dua (S2) Program Studi Magister Ilmu Hukum Agama Hindu Program Pascasarjana Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag. Penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah yang dilakukan oleh pemangku adat atau yang sering disebut dengan istilah Damang Kepala Adat yang mengutip ayat-ayat Kitab Suci Panaturan Agama Hindu Kaharingan (Panaturan) untuk dijadikan sebuah dasar dalam putusan Kerapatan Mantir Basara Hai. Pemasalahan yang diteliti mencakup 2 (dua) hal yakni : (1). Apakah Faktor Penyebab Terjadinya Penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan Di Kabupaten Kotawaringin Timur? (2). Bagaimana Proses Penyelesaian Penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan Oleh Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Di Kabupaten Kotawaringin Timur?. Teori yang digunakan yaitu teori kausalitas dan teori pluralisme hukum. Subjek dari penelitian ini adalah Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Kotawaringin Timur, Polisi Resor Kotawaringin Timur, Damang Kepala Adat, Kasi Penyelenggara Hindu Kemenag, Rohaniwan Hindu Kaharingan (Basir/Pisor), Tokoh Hindu Kaharingan dan umat Hindu Kaharingan Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Kepustakaan dan Dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan kuantitatif dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1). Penyebab penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan karena 3 faktor yaitu faktor manusia, faktor sumber daya manusia dan faktor politik, faktor manusia terjadi karena adanya egoistis dalam membuat putusan, faktor sumber daya manusia yang terjadi karena kurangnya pengetahuan, wawasan, dan informasi yang dimiliki oleh pemangku adat dan faktor politik yang terjadi karena ada kepentingan dalam mengambil keputusan oleh Damang Kepala Adat. (2). Proses penyelesaian penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan oleh Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Timur yaitu melalui mediasi dan berakhir damai. Perdamaian tersebut menggunakan Upacara Ritual Hangkat Hambai (Angkat Saudara) antara Tim 11 dengan 7 Damang Kepala Adat. ABSTRACT TOBIE SUSWOYO, 2024: Resolution of Misuse of the Panaturan Holy Book by the Regional Council of Hindu Kaharingan Religion in Kotawaringin Timur Regency. Master's Thesis (S2) Hindu Law Masters Program Postgraduate Program, Tampung Penyang State Hindu Institute (IAHN-TP) Palangka Raya. Supervisor I Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M.Si, Supervisor II Dr. Kuri, S.Ag., M.Ag. The misuse of the Panaturan Holy Book in Kotawaringin Timur Regency, Central Kalimantan, was perpetuated by traditional authorities known as Damang Leaders. These leaders cited verses from the Panaturan, the sacred text of the Hindu Kaharingan Religion, as justification for their decisions in the context of the Kerapatan Mantir Basara Hai. This study addresses two core research questions: (1) What factors contribute to the misuse of the Panaturan Holy Book in Kotawaringin Timur Regency? (2) What methods are employed by the Regional Council of Hindu Kaharingan Religion to resolve such misuse? The theoretical framework integrates causality theory and legal pluralism theory. The study’s subjects include the Regional Council of Hindu Kaharingan Religion, the Kotawaringin Timur Police Department, Damang Leaders, the Head of Hindu Affairs at the Ministry of Religion, Hindu Kaharingan clergy (Basir/Pisor), community leaders, and adherents of the Hindu Kaharingan faith in Kotawaringin Timur Regency. Data collection methods encompass observation, interviews, literature review, and documentation. The data underwent qualitative and quantitative analysis, involving processes of data collection, reduction, presentation, and conclusion verification. Findings reveal that the misuse of the Panaturan Holy Book stems from three primary factors: human factors characterized by egoism, human resource deficiencies marked by limited knowledge and insight among traditional leaders, and political motives driven by vested interests. The resolution mechanism implemented by the Regional Council involves mediation, culminating in a harmonious outcome through the Hangkat Hambai Ritual Ceremony (Raising Siblings) between Team 11 and the seven Damang Leaders.

Nilai Pendidikan Hindu dalam Ritual Nyiwah Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara

MONICA SUPARNI
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam ritual Nyiwah pada Umat Hindu di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Penggalian nilai-nilai pendidikan Agama Hindu dalam sebuah ritual dianggap sangat perlu untuk medukung program pembentukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampun intelektual belandaskan nilai-nilai Agama. Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamanatan Lahei Barat Kabupaten Muara Teweh dengan rumusan masalah : 1) Bentuk Pelakasanaan Ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 2) Nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 3) Implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Adapun teori yang digunakan dalam menganalisis permasalah ini adalah Teori Interaksi Simbolik, Teori Struktural, dan Teori Pendidikan Humanistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitiatif dengan, teknik penentuan informan secara Purposive Sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen, selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan teknik analisis deksriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini meliputi: 1) Pelaksanaan ritual Nyiwah terbagi menjadi 3 bagian yakni tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan (Ngonteng atau Bokas), dan tahapan Betampas Awi Jari, 2) ada tiga nilai pendidikan Agama Hindu yang diungkap dalam ritual Nyiwah yakni, Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Etika (Susila) dan Nilai Pendidikan Estetika, 3) Implikasi nilai pendidikan Agama dalam ritual Nyiwah yang dilaksanakan di daerah Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara yakni terdapatnya dampak sebab akibat terhadap perilaku humanistik yang taat pada aturan, nilai kebenaran dan nilai keindahan pada lingkungan masyarakat Umat Hindu Kaharingan.

Analisis Metode Pembelajaran Penugasan Pendidikan Agama Hindu dalam Membentuk Kepribadian Luhur Siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas

REDI
2024 · Thesis · Open Access

Redi, 2024. Analisis metode pembelajaran penugasan pendidikan agama Hindu dalam membentuk kepribadian luhur siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas. Tesis program magister program studi pendidikan agama Hindu program pascasarjana institute agama hindu negeri tamping penyang palangka raya. Pembimbing (I) Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si. dan pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Penelitian ini mengkaji tentang analisis metode pembelajaran penugasan pendidikan agama Hindu dalam membentuk kepribadian luhur siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas. Dengan ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui bagaimana penerapan metode pembelajaran penugasan pendidikan agama Hindu dalam membentuk kepribadian siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas, (2) untuk mengetahui bagaimana kendala dalam penerapan metode pembelajaran penugasan pendidikan agama Hindu dalam membentuk kepribadian siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten, (3) untuk mengetahui bagaimana solusi dalam mengatasi kendala dalam penerapan metode pembelajaran penugasan pendidikan agama Hindu dalam membentuk kepribadian siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Adapun teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut adalah teori humanisme, teori behavioristic dan teori tindakan sosial. Metode penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan teknik analisis data yang dgunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan. kesimpulan. (1) Penerapan Metode Pembelajaran Penugasan dalam Pendidikan Agama Hindu di SMPN 1 Miri Manasa.(2) Kendala Dalam penerapan metode pembelajaran penugasan Pendidikan Agama Hindu untuk membentuk kepribadian luhur siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa (3) solusi untuk mengatasi kendala dalam penerapan Metode Pembelajaran Penugasan Pendidikan Agama Hindu untuk membentuk kepribadian luhur siswa di SMPN 1 Miri Manasa. Kata kunci : Analisis, Metode Pembelajaran Penugasan, Pendidikan Agama Hindu, Kepribadian Luhur Siswa Hindu

Minat Siswa dalam Melaksanakan Basarah di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang

IMMSA DITING
2024 · Thesis · Open Access

IMMSA DITING, 2024. Minat Siswa dalam melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr. Derson, S.Ag.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang, Kecamatan Gunung Timang Kabpaten Barito Utara, sehingga siswa Agama Hindu kurang aktif dalam melaksanakan Basarah karena Basarah sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu ibadah dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor penyebab kurangnya minat siswa dalam melaksankan Basarah di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara di dalam mengikuti Basarah yang telah di laksanakan di sekolah dan melihat upaya apa saja yang di lakukan oleh guru Agama Hindu dalam memberikan motivasi terhadap kegiatan tersebut. Model penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Gunung Timang, jenis dan sumber data yang di gunakan: sumver data primer dan sekunder, teknik penentuan informan yaitu Purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: Observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrumen penelitian kualitatif, teknik analisi data yaitu: pengumpulan data, kondensadi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang menjadi Faktor Penyebab Kurangmnya Minat Siswa Dalam melaksanakan Basarah, dikarenakan tidak ada pergerakan atau yang mengkoordinir siswa ketika guru Agama Hindu tidak dapat hadir untuk melaksanakan Basarah di tambah lagi siswa lebih memilih untuk pulang duluan. Kata Kunci: Minat Siswa, siswa Hindu, Basarah

Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Desa Tanjung Sangalang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau

SHINTA WULANDARI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK SHINTA WULANDARI. 2024. Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Tanjung Sangalang Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Tanjung Sangalang karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter sisya di Desa Tanjung Sangalang. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Penyang Hatampung di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Penyang Hatampung. Implikasi Pasraman Penyang Hatampung dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua. Kata Kunci : Eksistensi, Pasraman Penyang Hatampung, Pendidikan karakter

Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V di SDN Percobaan Palangka Raya

TOMI LEGAH
2024 · Thesis · Open Access

Tomi Legah. 2024. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., Putu Wisnu Saputra, M,Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Di SDN Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fakta di lapangan, guru sudah menerapkan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang cenderung memusatkan kegiatan pembelajaran pada masalah dilingkungan nyata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif survei dengan menyebarkan angket motivasi. Penelitian ini menggnakan satu kelas yaitu kelas V C sebagai objek dengan responden penelitian sebanyak 31 siswa. Populasi dan sampel mencakup seluruh siswa kelas V di SDN Percobaan Palangka Raya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa pertanyaan berbentuk angket atau kuesioner. Data yang dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi . Hasil dari analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa dilihat dari hasil nilai belajar yang telah diperoleh dari guru wali kelas V C. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi, diperoleh nilai skor tertinggi sebesar (19%), sedang (48%) dan yang rendah sebesar 33%. Dengan dmikian Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Di SDN Percobaan Palangka Raya.

Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas II di SDN 9 Palangka

ELGA MEYANA
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Elga Meyana, 2024 Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas II Di SDN 9 Palangka, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa di SDN 9 Palangka. Di SDN 9 Palangka, ditemukan bahwa keterbatasan fasilitas dan kurangnya daya tarik dalam lingkungan belajar sering menghambat minat belajar siswa. Meskipun proses pembelajaran telah mengikuti pedoman metode lingkungan belajar, siswa masih menghadapi kesulitan dalam memaksimalkan hasil belajar mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, yang memfasilitasi analisis data yang lebih mendalam mengenai hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memperoleh nilai dalam uji t 19,02 dan uji linear sederhana 0,06. Namun, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa, yang menandakan perlunya evaluasi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Evaluasi ini bertujuan untuk memahami kendala yang ada dalam metode lingkungan belajar dan meningkatkan efektivitasnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 0,06 siswa mencapai kategori sedang dengan nilai antara 99,94 siswa mencapai kategori sangat tinggi. Penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan menyediakan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal. Kata Kunci: lingkungan belajar, hasil belajar,siswa kelas II.

Pengaruh Penerapan Ice Breaking terhadap Motivasi Belajar pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN Percobaan Palangka Raya

NOPITA
2024 · Thesis · Open Access

Nopita. 2024. Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si., Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penerapan Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fakta di lapangan, guru masih menerapkan metode pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan kegiatan pembelajaran pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk melihat pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Penelitian melibatkan dua kelas: kelas IIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIC sebagai kelas kontrol. Populasi dan sampel mencakup seluruh siswa kelas IIIA dan IIIC di SDN Percobaan Palangka Raya, yaitu 28 siswa dari kelas IIIA dan 24 siswa dari kelas IIIC, total 52 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa angket motivasi belajar dan ice breaking dengan jumlah 10 butir angket dengan skala likers 5. Data yang dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis uji t dan regresi linier sederhana. Pada tahap pre-test, nilai thitung = 0,77, ttabel = 2,008. Ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan motivasi belajar siswa sebelum perlakuan. Pada tahap post-test, nilai thitung = 4,049 > ttabel = 2,008, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas, dimana siswa yang diberikan penerapan ice breaking selama proses pembelajaran mengalami peningkatan motivasi belajar dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti ice breaking. Dan pada tahap analisis regresi linear sederhana dengan nilai intersep (a) = 3,62 mengindikasikan prediksi nilai motivasi belajar siswa tanpa perlakuan ice breaking, koefisien regresi (b) = 0,93 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1 poin dalam penerapan ice breaking akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,93 poin. Jadi, ice breaking memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Kemudian dari hasil analisis determinasi besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa yang diberikan yaitu sebesar 88% dan 12% dari pengaruh faktor lain. Jadi dapat disimpulkan dari besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya bahwa uji hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima.

Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan

SENTI RIWANIE
2024 · Thesis · Open Access

Senti Riwanie, 2024. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang”(IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Pranata.S.Pd.,M.Si. dan Pembimbing (II) Dr. I Gede Dharman Gunawan.SH.,M.Pd.H. Pembelajaran tatap muka terbatas ini pemahamanya yang benar adalah anak tidak perlu mengikuti pembelajaran penuh dalam sehari, tetapi diatur sesuai kebutuhan di sekolah masing-masing, dengan tidak harus diadakan pertemuan setiap hari di dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari aspek materi pembelajaran, yang diberikan dalam pembelajaran tatap muka terbatas hanyalah materi yang paling esensial. Metode yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan dinyatakan dalam bentuk kalimat, bukan angka atau bilangan, data yang tidak dapat dihitung atau diukur. Data kualitatif dapat dikumpulkan melalui metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan adalah memerlukan penyesuaian dari berbagai aspek, baik dari segi metode pengajaran, pengelolaan waktu, maupun interaksi dengan siswa. PTMT dilakukan sebagai respon terhadap kondisi pandemi, yang membatasi jumlah siswa yang hadir dalam satu sesi dan memperketat protokol kesehatan. Adapun pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-1 Tewang Rangkang yaitu Pengaturan Jadwal dan Rotasi Siswa, Penerapan Protokol Kesehatan, Fokus pada Materi Esensial, Metode Pengajaran yang Adaptif, Penggunaan Media Digital Pendukung, Pembelajaran Interaktif dan Reflektif, Penggunaan Tugas Mandiri dan Penilaian Alternatif, Kolaborasi dengan Orang Tua, dan Evaluasi Berkala. (2) Upaya Guru Dalam Mengoptimalkan Pembelajaran tatap muka terbatas Pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangang Garing Kabupaten Katingan adalah mampu melakukan Pemanfaatan Teknologi dan Media Pembelajaran, Metode Pembelajaran Interaktif, Pendekatan Kontekstual, Evaluasi Berkelanjutan, Pembelajaran Berbasis Nilai, Pengelolaan Waktu yang Efektif, dan Kolaborasi dengan Orang Tua. Kata Kunci : Proses, Pembelajaran,Terbatas, Pendidikan, Agama Hindu

Penerapan Pendidikan Agama Hindu dalam Membentuk Karakter Anak SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya

JOHKO
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK JOHKO, 2024: Penerapan Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Anak SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Intitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Pembimbing (II) Megawati, S. Pi., M.Pd.H Pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah Upaya mengembangkan kemampuaan/potensi dari individu sehingga bisa hidup dengan baik sebagai peribadi maupun sebagai anggota masyarakat.karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa maka dari itu Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Anak SD. Negeri Teluk Jolo 1 Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) sebagai bentuk penelelitian yang bersifat refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pada siklus I dari 6 siswa sampel terdapat 5 orang berada pada ketegori rendah/kurang (83,3%), sedangkan sisanya yaitu 1 orang (16,7%) berada ketegori sedang pada siklus II dari 6 jumlah sampel terdapat 5 orang berada ketegori baik/tinggi (83,3%), sedangkan sisanya yaitu 1 orang (16,7%) berada ketegori sedang sehingga berdasarkan siklus I dan siklus II yang telah dilakukan penelitian Tindakan penelitian dinyatakan berhasil meningkatkan karakter siswa. Berdasarkan hasil penelitiaan yang didapatkan dan dikelompokan bahwa penelitian ini menunjukan karakteristik siswa di SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya.

Perencanaan Pembelajaran Berbasis Lingkungan dalam Membentuk Karakter Siswa Kelas IV di SDN 8 Menteng Palangka Raya

RIWANDI
2024 · Thesis · Open Access

RIWANDI, 2024: Penerapan Pembelajaran Berbasis Lingkungan Dalam Membentuk Karakter Siswa Kels IV Di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Prodi Pendidkan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Intitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Tir Aspiyana, M.Pd Pembimbing (II) Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Pendidikan sebagai Upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah upaya mengembangkan kemampuan/potensi dari individu sehingga bisa hidup dengan baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa maka dari itu Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran berbasis lingkungan dalam membentuk karakter anak SD. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi pada pembelajaran IPA berbasis lingkungan dalam membentuk karakter siswa kelas IV di SDN 8 menteng, ditemukan bahwa 35% siswa kelas IV mendapatkan nilai dibawah KKM pada sebagian mata pembelajaran, yang ditentukan sebesar 65%. Guru kelas selalu melalukan remedial untuk memperbaiki nilai siswa yang berada dibawah KKM, perbaikan tersebut bisa dilakukan sebanyak 1, 2, 3 atau lebih, sampai nilai siswa mencapai rata-rata nilai KKM dikelas. Untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya suatu pembaharuan yang dilakukan dalam proses pembelajaran agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Kata kunci: Perencanaan pembelajaran berbasis lingkungan dalam membentuk karakter siswa,

Penerapan Metode Permainan Menyusun Kata pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya

SINDI ERPANY
2024 · Thesis · Open Access

Sindi Erpany. 2020. Tri Aspiyana, M. Pd., Santang, S. Pd., M. Hum. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penerapan Metode Permainan Menyusun Kata Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Skripsi ini dilatar belakangi dengan minimnya literasi di Indonesia, dari 70 Negara Indonesia menduduki posisi ke-63 dalam literasi menurut Survey Program For International Students Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization For Economic Co-operation and Development (OECD) pada Tahun 2019 Negara Indonesia menempati diantara sepuluh Negara dengan tingkat literasi terendah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode permainan menyusun kata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik kelas IV SDN 1 Menteng Palangka raya. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa siswa dikelas IV SDN 1 Menteng masih banyak yang mengalami kesulitan dalam membaca. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan desain quasi eksperimen Dengan rancangan one group Pretest-Posttest. Jumlah sampel pada penelitian adalah 10 siswa yang diambil menggunakan Teknik random sampling yang berasal dari populasi kelas IV B. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 macam yaitu observasi, tes kemampuan membaca, serta dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Normalitas dan Uji Hipotesis yang dibagi dua yaitu Uji Wilcoxon signed rank dan Uji N-gain (Gain score). Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai prestest dan posttest dengan nilai Asymp. Sig (2tailend) sebesar 0.024, sedangkan nilai uji N-Gain, yaitu nilai rata-rata n-gain, sebesar 0.2679. Nilai rata-rata menunjukkan bahwa nilai N-Gain berada dalam rentang 0,00 hingga 0.30, yang menunjukkan bahwa metode penerapan permainan menyusun kata memiliki interpretasi yang kurang. Hasilnya menunjukkan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca mereka.

Dampak Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Pembelajaran Agama Hindu di SMA Negeri 1 Cempaga Hulu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur

NOVI
2024 · Thesis · Open Access

Abstrak: Upaya Guru merupakan komponen terpenting ketika mengadakan kegiatan proses belajar mengajar disekolah. Walaupun demikian, guru merupakan sosok ditiru, dan diteladani baik dari segi pengetahuan maupun kepribadian. Oleh karena itu, seorang guru sangat berhati-hati dalam bertutur kata dan bertingkah laku baik diluar sekolah maupun dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, upaya guru sangat penting dalam hal membangun imajinasi anak sehingga dapat menghasilkan suatu karya yang bagus. Guru perlu mengembangkan kreativitasnya sebagai upaya pembaharuan pembelajaran disekolah, seorang guru diharuskan mempunyai pandangan atau pendapat yang positif terhadap bagaimana menciptakan situasi dan kondisi belajar yang diharapkan karena operasional gurulah yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran disekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mengungkapkan bagaimana upaya guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran agama Hindu. Kreativitas guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna upaya kreatif guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran agama Hindu. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait kreativitas guru dalam upaya kreatif guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran agama Hindu. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan guru dan siswa agama Hindu kelas XII, daya yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi terhadap upaya guru disana, guru telah melaksanakan perannya seperti peran sebagai sumber belajar yaitu guru sudah mempersiapkan rencana pembelajaran dan media yang akan digunakan, selanjutnya peran sebagai pengelola yaitu guru menggunakan metode pembelajaran yang berbeda ketika dikelas dan diluar kelas, peran guru sebagai fasilitator yaitu telah memberikan sarana dan prasarana seperti: 1) Merencanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tema, 2) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, 3) Memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan, 4) Membagikan alat dan bahan, 5) Mengamati proses kegiatan pembelajaran, dan 6) Menilai perkembangan siswa.

Kompetensi Guru Agama Hindu dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan

SESEN
2024 · Thesis · Open Access

SESEN, 2024. Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu Di Smp Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan Skripsi, Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I :Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II :Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Penelitian ini membahas tentang kompetensi guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing. Kompetensi Guru adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimili, dihayati, dan dikuasai. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas dilapangan kerja, sedangkan prestasi belajar suatu perubahan yang dialami anak didik, yang dapat diindikasikan atau dapat dilihat dalam bentuk angka-angka penilaian dari hasil pekerjaannya yang merupakan evaluasi dari hasil belajarnya. Penelitian ini ada beberapa permasalahan: Bagaimanakah kompentensi pedagogik, kepribadian, propesional dan sosial, guru Agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitiaan kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan pada penelitian ini teori behavioristik. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Sudah di terapkan pemahaman guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa guru agama Hindu harus terus meningkatkan keterampilan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial, melalui pelatihan dan pengembangan profesional. Agar semua dapat berjalan dengan baik peran seorang guru mengontrol siswa saat pelajaran berlangsung disitu kita dapat melihat siswa dalam meningkatkan prestasi belajar mereka dan niat mereka untuk meningkatkan prestasi belajar sangat tinggi dan termotivasi Kata kunci: kompetensi, Guru, dan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu.

Ritual Nahunan pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

SEPTI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRACT Septi. 2024. “Ritual Nahunan Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Prodi Pendidikan Agama Hindu. Fakultas Dharma Acarya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.M.,Si Skripsi ini mengkaji Ritual Nahunan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Persepektif Pendidikan Agama Hindu). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) ritual nahunan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Manangei. Teori yang digunakan tiga teori: 1) Teori religi, 2) Teori fungsionalisme structural dan 3) Teori interaksionisme. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan studi dokumen dan teknik analisis data yang digunakan. Pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa (1) Upacara ritual umat Hindu Kaharingan sangat unik, karena pada setiap daerah pelaksanaannya selalu berbeda-beda sesuai konsep desa, kala, patra. Dalam kepercayaan Hindu Kaharingan terdapat banyak sekali upacara-upacara ritual, salah satunya adalah ritual Nahunan yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan. Ritual Nahunan sudah dikenal turun-temurun oleh umat Hindu Kaharingan. Nahunan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan yang tertuang dalam kitab suci Panaturan pasal 53. Nahunan berasal dari kata “nuhun” yang berarti turun. Dengan demikian upacara Nahunan adalah ritual pemberian Nama bagi bayi berusia satu bulan atau balita yang dibawa turun keluar rumah. Upacara Nahunan juga merupakan perwujudan dari Panca Yadnya, yaitu kurban suci yang ditujukan kepada para Dewa, Pitra dan Munusa atau proses balas jasa atau ucapan terimakasih kepada bidan dan ucapan syukur kepada Tuhan, para leluhur selama merawat dan melindungi bayi dan ibunya, sehingga mulai dari proses mengandung hingga melahirkan tidak mengalami gangguan dari berbagai penyakit dan pengaruh buruk. Nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara nahunan salah satunya yaitu nilai budaya, nilai spiritual, nilai etika, dan nilai gotong royong.

Urgensi Hakumbang Auh dalam Perkawinan Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Manyangen Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan

TRIWEDYA
2024 · Thesis · Open Access

Triwedya, 2024. Urgensi Hakumbang Auh Dalam Perkawinan Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Tewang Manyangen Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Dengan Dosen Pembimbing I Mariatie. S.Ag.M.Si. dan Dosen Pembimbing II Ni Made Anggi Arlina Putri, S.Pd.,M.Pd. Hakumbang Auh merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari tradisi perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan. Proses ini tidak hanya sebagai simbol persatuan antara dua keluarga,tetapi juga sebagai wujud penghormatan terhadap adat dan leluhur yang turun temurun.Tidak kalah pentingnya kajian ini diharapkan agar jangan sampai terjadi kesalahan-kesalahan penafsiran dalam pelaksanaan barang dari persyaratan Jalan Hadat perkawinan Dayak Ngaju khususnya dalam perkawinan umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa Tewang Manyangen. Dari latar belakang tersebut adapun rumusan masalah dalam penelitian ini : 1) Bagaimana Urgensi Hakumbang Auh dikatakan sebagai proses yang tidak terpisahkan dari upacara perkawinan di Desa Tewang Manyangen Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan ? 2) Apa yang menjadi dasar pertimbangan Urgensi Hakumbang Auh harus dilaksanakan dalam upacara perkawinan di Desa Tewang Manyangen Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian ini terdiri dari dua yaitu : tujuan khusus dan tujuan umum. Adapun manfaat penelitian ini terdari dua manfaat yaitu : manfaat teoristis dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu Ketua Majelis Kelompok Hindu Kaharingan,Pisor, Mantir Adat Dan Tokoh Masyarakat Hindu Kaharingan. Teknik Penentuan Informan menggunakan Purprosive Sampling dan dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi/kepustakaan. Adapun teknil analisis data yang digunakan yaitu : Reduksi data,Penyajian data dan Penarikan kesimpulan/verifikasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkajikan permasalahan bagi peneliti ini menggunakan yaitu (1) teori efektivitas hukum (2) teori sistem hukum Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan: 1) Hakumbang Auh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi perkawinan yang dijunjung tinggi. Proses ini tidak hanya sebagai simbol persatuan antara dua keluarga, tetapi juga sebagai wujud penghormatan terhadap adat dan leluhur yang turun-temurun. 2) Alasan utama Urgensi Hakumbang Auh perlu dilaksanakan dalam upacara perkawinan Hindu Kaharingan adanya keseriusan dan kesepakatan membangun kepercayaan dan menjaga keharmonisan keluarga. Dasar pertimbangan Hakumbang Auh harus dilaksanakan dalam upacara perkawinan di Desa Tewang Manyangen Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan adalah berdasarkan Kitab Suci panaturan pada Pasal 30 ayat 1-5. Hakumbang Auh ini merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari upacara perkawinan terutama masyarakat Hindu Kaharingan.

Penyelesaian Kasus Fitnah Pembunuhan Melalui Lembaga Adat Dayak Meratus di Desa Hampang Kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan

OLUNG
2024 · Thesis · Open Access

OLUNG, 2024 : Penyelesian Kasus Fitnah Pembunuhan Melalui Lembaga Adat Dayak Meratus di Desa Hampang Kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan. Skripsi Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing 1 Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M.Si. Pembimbing II Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Fitnah merupakan perkataan bohong atau tuduhan tanpa dasar kebenaran dengan maksud untuk menjelekkan, merusak nama baik dan merugikan kehormatan orang lain. Kasus fitnah tersebut terjadi di Desa Hampang Kecamatan Hampang yaitu Kasus fitnah pembunuhan. Kasus fitnah pembunuhan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perbuatan seseorang yang menfitnah orang lain melakukan pembunuhan yang tidak dilakukannya. Adapun yang menjadi daya tarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut adalah kasus yang termasuk kedalam hukum pidana dapat diselesaikan secara hukum adat melalui Lembaga Adat Dayak Meratus. Lembaga Adat Dayak Meratus merupakan lembaga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan, budaya, tradisi dan hukum adat masyarakat adat Dayak Meratus di Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum empiris, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan ini menggunakan teknik purposive sampling, informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. (1). Ketua Majelis MUKK-I (2). Pemangko Adat (3). Ketua Cabang Balangan (4). Ketua Cabang Kotabaru (5). Sekretaris MUKK-I (6). Penghulu (7). Korban Fitnah (8). Pelaku Fitnah (9 dan 10). Tokoh Masyarakat. Teori yang digunakan ada 2 yaitu: (1) teori penyelesaian sengketa (Moh Koesnoe) dan (2) teori tujuan hukum (Gustav Radbruch). Teknik analisis data dalam penelitian ini ada 4 tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menentukan bahwa proses/tahapan penyelesaian kasus fitnah pembunuhan terdiri dari: tahap laporan, pemenuhan administrasi, pemanggilah pihak-pihak yang bersengketa, mediasi, pengambilan keputusan dan ritual/upacara adat. Adapun sanksi yang diterapkan kepada pelaku adalah sanksi adat berupa Tahil sejumlah 60 Tahil yang diuangkan senilai Rp. 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah), yang dibayar kes senilai Rp.11.000,000,00 (sebelas juta rupiah) dan sebidang tanah dengan luas 0,75 ha, yang di serahkan/dibayar oleh pelaku pitnah kepada korban fitnah. Dalam kasus ini Ketua Majelis dan Pemangko Adat/Kepala Adat memberikan jalan berdamai dan permasalahan kasus pun dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat, sehingga masing-masing pihak dapat hidup kembali dalam kehidupan dan ikatan dengan keseluruhan secara tenang, tentram dan damai.

Eksistensi Sansana Kayau dalam Pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan

YUSIANA
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan. Sansana kayau memiliki merupakan kesenian lisan yang bernuansa religi Hindu Kaharingan, yang masih tetap eksis sampai saat ini di Desa Tewang Rangkang. Sansana kayau dilantunkan pada ritual kematian dan ritual tiwah umat Hindu Kaharingan. yang menceritakan dan mendoakan perjalanan liau haring Kaharingan, selama hidup sampai meninggal. Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dikan rumusan masalah: (1) Untuk memahami eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan? (2) Untuk memahami Nilai-nilai Pendidikan Hindu Kaharingan dalam Sansana Kayau Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kabupaten Katingan? (3) Untuk Memahami Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Sansana Kayau Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian mengkaji dan mendeskripsikan latar belakang, memperkaya ilmu pengetahuan Hindu tentang Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan memahami dan menganalisis eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara porposive sampling. Peneliti bertidak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori eksistensialisme, teori nilai, teori kontruksi sosial, penarikan kesimpulan yang disajikan hasil analisis data dalam narasi Bahasa Indonesia, informal dan formal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang masih terjaga. Hal tesebut dilihat dari pelaksanaan Sansana Kayau di ritual kematian dan ritual tiwah. Nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sansana Kayau yaitu nilai religius, tattwa, etika, estetika dan budaya. Internalisasi nilai pendidikan Hindu pada Sansana Kayau di Desa Tewang Rangkang, terlihat dari adanya penyisipan makna nilai-nilai moral yang disampaikan oleh Pangansana melalui lantunan Sansana Kayau untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga dilakukan untuk mendidik generasi penerus melestarikan kesenian Sansana Kayau agar memiliki jiwa dan karakter religius.

Nilai Pendidikan Hindu dalam Ritual Sangiang Halunuk pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas

SEPIANI
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan Hindu dalam ritual sangiang halunuk pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Ritual sangiang halunuk hanya dilaksanakan pada orang yang memiliki jamban sangiang saja. Berdasarkan uraian tersebut, maka rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana proses pelaksanaan ritual sangiang halunuk pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas ?, (2) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam pelaksanaan ritual sangiang halunuk pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas ?, (3) Bagaimana implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu yang ada dalam ritual sangiang halunuk pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas ? Metode penelitian ini adalah deskriptif, pendekatan kualitatif, didukung dengan teori fungsional struktural, nilai, implikasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi. Dan data direduksi agar dapat ditarik sebuah kesimpulan. Berdasarkkan hasil penelitian, ritual sangiang halunuk merupakan ritual mengukuhkan seseorang yang memiliki jamban sangiang supaya menjadi lasang sangiang, setelah dilaksanakan ritual tersebut orang yang memiliki jamban sangiang bisa dirasuki oleh sangiang roh leluhur. Supaya dapat melaksanakan ritual manyangiang dan bermanfaat bagi masyarakat. Apabila tidak dilaksanakan ritual sangiang halunuk maka selalu diganggu oleh makhluk halus yang menyebabkan sakit (stres,gila) bahkan sampai meninggal dunia. Pelaksanaan ritual sangiang halunuk memiliki tahapan sebagai berikut: (1) Tahap persiapan, (2) Tahap pokok/inti (3) Tahap Akhir (hari ketiga). Nilai pendidikan Hindu dalam ritual sangiang halunuk digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu nilai parawidya (tattwa,upacara) dan nilai aparawidya (etika, estetika). Implikasi nilai pendidikan Hindu dalam ritual sangiang halunuk antara lain : (1) Terjaganya keseimbangan dan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta hubungan dengan alam. (2) Taat terhadap pelaksanaan ritual sebagai bentuk ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (3) Tumbuhnya kesadaran beretika. (4) Membangkitkan inspirasi, membuat bahagia, serta memperkaya kehidupan manusia.